Tujuh Tahun Pernikahan

Tujuh Tahun Pernikahan
Bab 32 : Terjebak kontrak kerja.


__ADS_3

Tujuh tahun pernikahan.


...πŸ€πŸ€πŸ€...


Malam ini Nadira menginap di rumah Rama, ia merasa asing di tempat baru. Ia ingin pergi namun tidak bisa pergi, alhasil Nadira tidur di kamar yang sudah Rama siapkan untuknya.


Nadira terbaring di atas ranjang menatap langit-langit kamarnya, ia membayangkan kejadian tadi di mana Rama menciumnya ... sungguh, apa ia sudah tidak memiliki harga diri hingga seorang pria yang baru saja dia kenal sudah menciumnya dan ia tidak melawan.


Tapi jika di pikir pikir ciuman itu sangat mendadak hingga ia tidak bisa mengelak, apa lagi saat Rama membisikkan jika dia tertarik padanya.


''Aiisshh ... Pria mesum itu benar-benar kurang ajar! Bagaimana bisa dia menggoyahkan imanku.''


''Tidak Nadira, kamu tidak boleh tergoda! Kamu sudah gagal dalam pernikahan satu kali, dan jangan yang ke dua kalinya. Ishh, lagian pria mana yang mau nerima wanita mandul seperti dirimu.''


Nadira bergumam sendiri, dan menjawab pertanyaannya sendiri. Hingga Ia perlahan tertidur tanpa ia sadari.


β€’


...β€’...


^^^β€’^^^


Ke esokan pagi...


Nadira terbangun dari tidurnya, namun ia di kejutkan oleh Ruby yang tengah menatap dirinya dengan senyuman yang manis.


''Astagfirullah, Ruby ... Nak, kau mengejutkan Tante.'' Nadira langsung bangun dan bersender.


Ruby tersenyum, ''Apa tidur Tante sangat nyenyak? Ruby tidak tega membangunkan Tante, jadi Ruby sengaja menunggu Tante bangun.''


Nadira berdehem dan tersenyum, lalu membelai rambut Ruby dengan lembut. ''Tante tidur sangaaat nyenyak, oh iya ... kenapa Ruby tidak masuk sekolah?''


Ruby menggelengkan kepalanya sambil terkekeh, ''Tidak Tante, hari ini 'kan hari minggu.''


''Ahh ... minggu, Tante lupa jika hari ini adalah hari minggu.''


''Ayo Tante, kita sarapan. Papa sudah menunggu di meja makan.''


Nadira mengangguk lalu turun dari ranjang, tidak lupa ia mencuci mukanya terlebih dahulu. Tidak etis bukan jika dia pergi bertemu Rama beleknya masih menempel di mata, jatuhlah harga diri Nadira di mata Rama.


Nadira bersama Ruby turun dari lantai atas menuju ruang makan, lalu Nadira menyapa Rama dengan sambutan selamat pagi dan di jawab ramah oleh Rama.


Nadira duduk berdekatan dengan Ruby, karna entah mengapa gadis kecil itu begitu nyaman berdekatan dengan Nadira.


''Tante, mau sarapan apa? Ruby akan mengambilkan.'' Ucapnya seperti orang dewasa yang menawarkan makanan pada tamu.


''Tidak usah Sayang, Tante bisa ambil makanan sendiri.''


'Sayang ...' Ruby merasa hangat saat ada orang yang memanggilnya dengan sebutan sayang. Ruby langsung memeluk Nadira hingga Rama dan Nadria mengerutkan keningnya.


''Tante, terima kasih sudah mau menjadi pengasuhku. Aku senang Tante menjadi pengasuhku.''

__ADS_1


''Hah?'' Nadira bingung dan menatap Rama.


Ruby mendongkak menatap Nadira. ''Papa bilang, jika mulai hari ini Tante akan menjaga dan mengasuhku seperti ibu sendiri. Aku sangat senang Tante, apa lagi Oma sudah menyetujuinya.''


Nadira tembah bingung.


Rama yang melihat Nadira bingung langsung menyuruh Ruby untuk sarapan bersama Suster terlebih dahulu karna ia akan berbicara dengan Nadira.


Ruby yang notabennya penurut lansung mengangguk dan pergi bersama susternya.


''Aku belum menyetujuinya, bagaimana bisa kau mengambil keputusan sepihak!'' sentak Nadira, namun dengan nada suara pelan tapi menekan.


''Kau butuh pekerjaan bukan? Dari pada kamu bekerja di Cafe yang tidak benar, lebih baik kau mengasuh anakku. Umm, siapa tau kamu naik jabatan dengan cepat.''


''Jabatan?'' Nadira mengerutkan keningnya.


''Hm, dari pengasuh menjadi Ibu sambung untuk anakku, seperti kisah-kisah yang ada di dalam Novel contohnya.''


Kedua mata Nadira melotot tidak percaya.


''Astagfirullah ... aku tidak percaya kau salah satu korban Novel! Itu hanya dunia khayalan dan tidak nyata. Bagaimana kau bisa terbayang sampai jauh ke sana.'' cetus Nadira melipat kedua tanganya di dada.


Rama menggidikkan bahunya.


''Yaa ... siapa tau aja 'kan, jodoh tidak ada yang tau.''


Keduanya diam dalam keheningan.


''Nadira, apa kamu tidak kasihan pada Ruby?''


Nadira menoleh pada Rama.


''Di umur Ruby yang sekarang dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu, pernah dulu ... tapi walau ibunya ada, tapi Ibunya Ruby tidak perduli dan tidak pernah memperhatikan Ruby.''


''Kenapa?'' Nadira mulai penasaran.


''Aku dan Ruby di tinggalkan olehnya karna dia berselingkuh dengan pria lain.''


DEG.


Nadira merasa tidak enak hati, ia langsung menatap Ruby yang sedang menonton Tv tak jauh dari arahnya.


'Ya Tuhan, kau benar-benar tidak adil. Aku yang menunggu seorang anak selama tujuh tahun tidak kunjung kau berikan. Tapi kenapa orang lain begitu gampang memiliki anak, padahal orang yang kau titipkan tidak memperdulikan nya.'


Rama tersenyum ketika Nadira mulai merasa iba melihat Ruby.


'Kena kau! Aku tidak akan melepaskan mu, wahai Nadira.'


Nadira menghela nafasnya lalu menoleh pada Rama, ''Baiklah ... karna aku menyukai anak kecil, aku akan tinggal di sini menjadi pengasuhnya.''


Rama tersenyum. ''Baiklah, tanda tangani ini.'' Rama menyodorkan sebuah kertas bermatrai.

__ADS_1


''Apa ini?''


''Kontrak kerja, semua pelayan dan pekerja di rumahku selalu menandatangani kontrak kerja agar hidup mereka terjamin. Termasuk gaji mu yang akan aku berikan dua kali lipat.


''Ah .. baiklah.''


Nadira menandatangani kontrak kerja itu tanpa membacanya ... setelah selesai Nadira memberikan kertas itu pada Rama.''


''Ini.''


''Kamu tidak membacanya?''


''Tidak perlu, isinya pasti masalah gaji dan peraturan yang boleh dan tidak boleh di lakukan?''


Rama terkekeh yang mana membuat Nadira bingung.


''Kenapa kau tertawa, apa ada yang lucu?''


''Tidak ada yang lucu, tapi kau benar-benar polos atau bodoh? Ha ha ha ...''


Nadira langsung tidak mood.


''Baiklah, karna kau tidak mau membacanya ... maka aku bacakan isi kontak kerja mu.''


*Pasal 1 : dimana Nadira setiap pagi harus membangunkannya terlebih dahulu sebelum Ruby, lalu menyiapkan baju untuknya pergi ke kantor.


Pasal 2 : Nadira harus menyiapkan sarapan dan membuatkan bekal untuknya dan Ruby dan mengantarkannya sekolah.


Pasal 3 : Nadira tidak boleh berhubungan dengan pria mana pun.


Pasal 4 : Tidak boleh membantah perkataan majikannya.


Pasal 5 : Jika Rama memanggilnya ke kantor, maka Nadira harus segera pergi ke kantor dan menemani dirinya kemana pun Rama dan Ruby inginkan.


Jika kontrak kerja ini di langgar setelah di tanda tangani, maka pihak pertama harus ganti rugi*.


''Begitulah isinya.''


Nadira melotot. ''Kontrak kerja ini sangat menjebakku! Bagaimana bisa kau membuat kontak kerja yang sangat konyol. Bukankah aku pengasuh anak mu? kenapa kau juga harus aku asuh!''


''Jangan salahkan aku, salahkan saja dirimu kenapa tidak membacanya terlebih dahulu. Aku juga butuh pengasuh yang bisa mengurusku.''


''Kau! Aisshh ... Kenapa seperti itu? Kenapa tidak sekalian kau tuliskan harus tidur bersama.''


Rama tersenyum, ''Ide yang bagus.''


''RAMAAAAA ...!''


β€’


...πŸ€πŸ€πŸ€...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2