
Sohee berencana mengajak Suzy jalan-jalan keluar istana mencari udara segar dan mencari hiburan di luar istana, dia sudah meminta izin selir Chang untuk mengizinkannya pergi bahkan Alex bersedia menjadi pengawal mereka saat berjalan-jalan karena dia sudah sangat hafal wilayah istana dan wilayah kota seoul ini.
Sohee, Suzy dan Alex sudah bersiap-siap untuk pergi menuju kearah luar istana dengan beberapa bodyguard dan beberapa dayang yang mengawal dengan berjalan kaki, mereka tidak ingin menggunakan kendaraan apapun untuk jalan-jalan, namun saat akan keluar dari kediamannya menuju pintu depan mereka berpapasan dengan Eunji, Myungsoo dan Sungjong yang baru saja pulang dari perpustakaan. Tak lama Sinbi dan para dayangnya juga kebetulan lewat jalan disitu.
"Anyeong semua" ucap Sinbi.
"Anyeong"
"Kalian kenapa berkumpul disini? Putri Sohee mau pergi" tanya Sinbi yang melihat Sohee, Suzy dan Alex sudah rapi di ikuti pengawal dan dayangnya, dan melihat Myungsoo, Eunji dan Sungjong yang tengah berdiri disana.
"Kami tidak sengaja berpapasan dengan mereka disini. Iya kami mau pergi" jawab Sohee sekenanya.
"Kalian mau pergi kemana? Ada ada acara hingga akan pergi hanya bertiga saja tanpa mengajakku" tanya Eunji memulai pembicaraan.
"Benar"
"Kami akan pergi berjalan-jalan di luar istana. Yang dekat-dekat saja untuk berganti suasana mumpung cuaca cerah. Aku pikir kalian bertiga sibuk dengan kegiatan masing-masing dihari minggu, makanya aku mengajak Suzy dan Alex saja"
"Bolehkah aku juga ikut. Aku akan menunjukkan pada kalian taman yang indah di kota seoul" ucap Sinbi antusias, Sohee berniat menolaknya tapi dia bingung untuk bicara. Hingga suara Sungjong memecahkan keheningan.
"Bagaimana jika kita semua juga ikut jalan-jalan Sohee dan Suzy. Bukankah jika beramai-ramai akan menyenangkan, apalagi hari minggu pasti banyak kuliner ala kota seoul dan banyak atraksi yang menghibur jika hari minggu"
"Tapi jangan ganggu kencanku dengan noona-noonaku yang cantik ya hyung" ucap Alex sambil nyengir sambil sebelah tangannya memegang lengan Suzy dan Sohee.
"Aku cemburu Alex, karena Sohee adalah milikku." balas Sungjong dengan tatapan sok merana yang dibuat-buat sehingga membuat semua tertawa, kecuali Suzy yang hanya dia saja sejak tadi.
"Mari kita berangkat"
Dan akhirnya semua ikut pergi jalan-jalan. Sohee hanya mendengus saja melihat Myungsoo yang berjalan di depan dengan Eunji dan Sinbi di depan dengan Sinbi yang terus bicara. Menoleh lagi kebelakang mendapati Suzy yang berjalan dengan Alex yang mengoceh tapi Suzy hanya menanggapi biasa seperti tidak terjadi apa-apa. # anggap aja jalan kakinya agak berjauhan 😄
"Wae? Kau seperti tidak biasa. Apa terjadi sesuatu atau kau sedang merasakan sesuatu?" tanya Sungjong yang menyadari kegelisahan Sohee.
"Sebenarnya aku berniat mengajak Suzy jalan-jalan, untuk menghibur diri karena ya susah untuk ku jelaskan. Aku saja tidak menduga akan begini" jawab Sohee mendengus.
"Apa tentang Suzy yang menangis semalam. Eunji cerita pada kami pagi tadi sebelum bertemu kalian. Dia bilang para dayang kelabakan dengan sikapnya. Ada apa dengan Suzy?"
"Bagaimana sebenarnya tentang perjodohan ini, apa Myungsoo sudah menerima rencana pernikahannya dengan Sinbi? Ku kira mereka sudah saling mencintai tapi halangannya datang seperti ini."
"Apa tangisan Suzy berkaitan dengan ini"
"Hmmm. Suzy bilang tidak apa tapi dalam hati pasti terluka, lihat saja raut wajahnya"
Sedangkan Alex dan Suzy berjalan sangat pelan dibelakang.
"Noona, kau kenapa? Kau terlihat pucat? Apa kau sakit" tanya Alex yang berjalan disampingnya.
"Aku baik-baik saja. Lihat wajahku fres begini hahaha" balas Suzy dengan menunjukkan wajah lucunya.
"Kau ini memang lucu noona. Aku senang mempunyai saudara angkat sepertimu. Baik, bisa bela diri, bisa masak, lucu namun suka ceroboh"
"Kau ini bisa saja"
"Ayo noona besok sore kita bertanding, kalau aku menang kau harus mau mengajariku ilmu-ilmu bela diri."
"Jika aku yang menang? Aku dapat apa?"
"Aku akan memasakkan makanan yang banyak dan enak sesuai mau noona. Bagaimana?"
"Boleh. Jarang-jarang aku bisa meminta masakan makan pada pangeran di istana hahahaha"
Sedangkan didepan, Sinbi terus saja bicara pada Eunji dan Myungsoo.
"Lihat, pemandangan disekitar sini sungguh indah dan ramai. Kau pasti jarang jalan-jalan begini pangeran?"
"Hmmmm"
"Nona Eunji apa kau sering keluar masuk istana. Jajanan diluar istana pasti kau jarang sekali makan ya?"
"Eunji saja tuan putri. Aku tidak terlalu sering keluar. Hanya jika ada perlu atau jika kekasihku datang maka aku keluar"
"Jika aku nanti menjadi putri mahkota, aku akan meliburkan seminggu sekali pelayan diistana. Kau setuju kan pangeran, Eunji?"
"Diluar jangan memanggilku pangeran. Cukup panggil Myungsoo saja"
"Baiklah Myungsoo. Kau setuju kan dengan ideku?"
"Hmmmm"
Eunji hanya tertawa dalam hati, menoleh sebentar kerah Sungjong yang berjalan di belakang mereka.
Saat ini mereka menuju ke pameran seperti pasar malam. Awalnya hanya niat makan di kedai langganan Eunji dan Seungho tapi malah nyasar ke pameran yang menyajikan wahana bermain apapun.
"Kita bermain sepuasnya, kalian juga silahkan menikmati liburan ini" ucap Sungjong pada pelayan setia Suzy yang memang diajak sejak awal.
"Nde tuan muda" ucap Jia dan Chaekyung undur diri.
__ADS_1
Alex buru-buru menarik Suzy untuk mengikutinya ke peramal fengshui, yang membuat Myungsoo sedikit kesal. Sungjong yang menyadari hanya menepuk pundaknya.
"Aku jalan-jalan dengan Sohee dulu, kalian bertiga jalan-jalanlah. Nanti kita bertemu disini lagi saat jam makan siang" ucap Sungjong yang menarik Sohee menuju wahana bermain.
Hanya tersisa Myungsoo, Eunji dan Sinbi saja karena yang lain sudah melangkahkan kakinya sesuai tujuan masing-masing. Mereka bertiga berjalan berkeliling-keliling saja hingga seseorang menghampiri mereka atau lebih tepatnya Seungho menghampiri Eunji.
"Eunji"/"Seungho-ya" ucap keduanya bersamaan yang berlari dan berpelukan ditengah taman bermain .
"Kau disini"
"Nde Eunji. Kau dengan siapa? Dimana Sohee dan Suzy" tanya Seungho celingukan setelah melepaskan pelukannya.
"Kami tadi pergi bersama. Sohee bersama kekasihnya, Suzy dicuri pangeram Alex untuk jalan-jalan disana sedangkan aku bersama Pangeran Myungsoo dan calon tunangannya. Mari aku kenalkan" ucap Eunji menarik Seungho untuk dikenalkan pada teman-temannya.
"Myung, Sinbi, kenalkan ini kekasihku yang merupakan kakak Suzy dan kakak angkat Sohee"
"Anyeong pangeran, anyeong tuan putri"
"Myungsoo saja Hyung"
"Hey tuan kau seperti seorang pendekar hebat saja. Pantas Eunji sangat mencintaimu" ucap Sinbi.
"Mari kita cari Suzy" ajak Eunji mengajak Seunho berkeliling, meninggalkan Myungsoo yang acuh pada Sinbi.
Suzy dan Alex akan memasuki stand peramal fengshui atau yang di kenal dengan ilmu spiritual.
"Noona, ayo kita coba masuk" ajak Alex menarik lengan Suzy.
"Aniya, untuk apa kita ke peramal spiritual Alex. Aku sedikit takut" ucap Suzy menarik tangannya.
"Tidak apa, percaya padaku." ucap Alex yang terus memaksa Suzy mengikutinya.
Alex dan Suzy memasuki stand tenda peramal spiritual yang memperlihatkan seorang lelaki tua berdarah china.
"Nona dari auramu terlihat bahwa kau adalah calon ratu keadilan dunia ini, setelah 100 tahun menunggu akhirnya kau datang dan ditakdirkan untuk pangeran mahkota. Kelak kau akan membawa kedamaian, kau seorang yang pandai bela diri dan ilmu spiritual yang bagus didunia ini. Jiwamu memiliki krystal biru dizaman kaisar Ming 1000 tahun lalu" ucapan lelaki tua itu yang membuat Suzy bergidik takut dan memegang tangan Alex dan menyembunyikan tubuhnya.
"Apa maksud anda pak tua? Kau membuat noonaku takut, mohon jangan bercanda"
"Aku tidak bercanda, aku hanya berkata mengenai dirinya. Kakakmu yang ceroboh tidak akan mengerti, tapi dia akan mengalami banyak kesialan hidup sebelum menerima takdir kebahagiaannya. Takdirmu sudah didepanmu nona"
"Alex mari pergi, jangan percaya ucapannya"
"Terimalah seruling ini. Berlatihlah, kelak kau akan membutuhkan ini untuk memperkuat ilmu bela diri dan spiritualmu agar tidak mudah emosi dalam menghadapi masalah" ucap pak tua itu memberikan sebuah seruling putih berukiran naga.
"Tidak, tidak. Aku takut ada kekuatan sihirnya dalam seruling ini"
"Baiklah. Aku terima ini dan biarkan kami pergi" ucap Suzy mengambil seruling tersebut dan mengajak Alex pergi.
"Kelak kau akan mencariku lagi, temui aku dihutan sebrang karna rumahku ada disana" ucap kakek tua itu yang entah didengar atau tidak oleh Suzy dan Alex.
Keluar dari tenda stand peramal Suzy sudah mengomel dan bergidik ngeri.
"Apa-apaan pria tua tadi. Membuatku takut saja"
"Dia hanya peramal noona, jangan khawatir. Memang kadang benar namun kadang salah."
"Hmmm. Hidupku sudah sial sejak masuk istana, jadi kesialan apalagi yang akan menimpaku astaga"
"Suzy"
Panggilan itu membuat Suzy Alex menolehkan dirinya ke belakang.
"Kakak" ucap Suzy yang tersenyum ke arah kakakknya. Keduanya berpelukan dengan erat.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Seungho saat melepaskan pelukannya.
"Aku baik. Bagaimana dengan kakak?"
"Kakak juga baik, kemarin baru kembali dari kompetisi pedang. Kakak berencana menemuimu di istana tapi kita sudah bertemu disini"
"Ini namanya takdir"
"Kenalkan kakak ini adik Sohee yang sudah seperti adikku, namanya Alex" ucap Suzy menarik Alex mendekat.
"Anyeong hasyeo nan Bae Seungho"
"Anyeong hyung, nan Kim Alex"
"Mari kita tunggu yang lain dipintu keluar" ajak Eunji menuju pintu keluar.
*
*
*
__ADS_1
Sudah setengah jam Suzy, Alex, Eunji dan Seungho menunggu dua pasang mata yang belum kelihatan.
"Apa mereka masih lama? Ini sudah setengah jam kita disini" gerutu Suzy.
"Apa tidak sebaiknya kita mencarinya ke dalam" usul Eunji.
"Itu mereka" ucap Alex melihat Sungjonh, Sohee, Myungsoo dan Sinbi berlari kearah mereka.
"Kak Seungho disini juga."
"Anyeong nan Lee Sungjong"
"Bae Seungho, kakak Suzy dan Sohee"
"Mari kita cari makan siang dulu. Perutku sudah lapar sekali" ucap Alex manja.
"Dasar manja"
"Hehehe"
Mereka menuju tenda makanan yang tidak jauh dari pintu keluar.
"Silahkan pesan, aku akan mentraktrir kalian" ucap Seungho mempersilahkan semuanya.
"Gomawo"
Brakkk
Brakk
Bunyi bantingan meja dan kursi terdengar nyaring, Seungho dan yang lain yang tengah asik makan langsung saja beranjak untuk melihat keadaan luar.
Terjadi keributan diluar sana, entah preman darimana mereka berasal yang jelas mereka meresahkan pemilik kedai.
Seungho, Myungsoo, Sungjong, Alex dan Suzy yang memang memiliki ilmu bela diri segera saja menyerang para preman yang membuat onar disana.
"Sebenarnya ada apa ini? Mereka siapa" tanya Sohee yang berdiri dengan Eunji dan Sinbi menyaksikan perkelahian.
"Aku juga tidak tahu Sohee. " ucap Eunji takut, namun wajah Sinbi sudah sangat memucat, dia ketakutan karena ini pasti ada hubungan dengannya.
Perkelahian terus saja berlanjut tidak ada yang mau mengalah, terus saling menyerang.
"Sebenarnya kalian siapa?" teriak Sungjong sambil berkelahi melawan musuhnya yang terlihat seperti mengincar Myungsoo.
"Kami ingin membunuh pangeran Myungsoo, karena dia sudah membuat kesalahan besar" balas prajurit yang berkelahi dengannya.
"Myung, kau punya masalah apa dengan mereka. Hingga mereka ingin sekali menghabisimu." tanya Sungjong pada Myungsoo yang berkelahi tak jauh darinya.
"Ntah, aku tidak merasa punya salah dengan orang. Kau tau sendiri interaksiku bagaimana diistana atau diluar istana" jawab Myungsoo sambil menghunuskan pedangnya melawan para prajurit yang menyerangnya.
Pertarungan terus saja sengit hingga ada bebetapa orang yang mendekati Sohee, Eunji dan Sinbi namun berhasil dihadang oleh Seunghoo dan Alex.
"Kerja bagus Hyung"
"Kau juga pangeran hahaha mari kita lanjutkan" ucap Seungho yang melayang ikut melawan prajurit kembali.
"Kalian baik-baik saja" tanya Suzy yang sudah minggir melihat keadaan tiga wanita yang tadi bersamanya.
"Iya. Hati-hatilah melawan mereka"
"Bae Suzy wanita hebat jadi tenang saja. Kalian bersembunyilah, aku akan membantu mereka melawan musuh" ucap Suzy berbangga diri yang kemudian ikut bertarung lagi.
Pertarungan sungguh seimbang karena mereka sama-sama tangguh dalam berkelahi. Ada seseorang dari kejauhan yang seperti menembakkan anak panah ke dada Myungsoo, namun mata Suzy melihat hingga Suzy mendorong tubuh Myungsoo kedepan hingga terjatuh dan anak panah itu mengenai tubuhnya sendiri dan menancap didadanya.
"BAE SUZY" teriak Semuanya, dan langsung berlari mengerubungi Suzy yang sudah terjatuh akibat panah yang menancap didadanya.
"Zy, bangun" ucap Myungsoo menghampiri Suzy yanh sudah tergeletak tak berdaya.
"Syukurlah kau selamat" ucap Suzy terbata sebelum pingsan.
"Zy, bangun. Hey..."
"Bae Suzy, jangan membuatku takut"
"Zy"
Semua prajurit masih berdiri mengerubungi mereka dengan tangan mereka memegang pedang, hingga Sinbi yang menyadari panah itu milik kekasihnya langsung berdiri.
"Berhenti kalian semua, akulah yang kalian incar kenapa melukai orang lain. Tidak seharusnya kalian melukai orang yang tidak salah" teriak Sinbi pada semua prajurit yang masih menghadang anggota istana.
"Kami hanya mematuhi perintah nona, agar membunuh tuan Myungsoo yang ingin menikahi anda"
"Lepaskan mereka, aku yang kalian cari. Aku akan ikut kalian ke tempat Changmin berada." putus Sinbi. Para prajurit hanya diam tak menjawab.
Sinbi menoleh pada anggota kerajaan, dia meminta maaf untuk kejadian hari ini.
__ADS_1
"Mohon maafkan kekacauan ini karena aku, aku akan pergi ikut mereka ke tempat kekasihku jika yangmulia bertanya bilang padanya aku diculik atau aku pergi nanti aku kan kirimkan surat padanya . Pangeran Myungsoo, maaf aku tidak bisa menikah denganmu karena aku mencintai orang lain, dan sampaikan maafku untuk putri Suzy. Dia terluka karena ku. Tolong segera panggil tabib untuk menhobati dia sebelum racunnya menyebar. Sekali lagi maafkan aku, semua ini terjadi karenaku" ucap Sinbi pamit pada semuanya, dan melangkahkan kakinya mengikuti para prajurit meninggalkan tempat kejadian pertarungan tadi.