
Pagi-pagi semua keluarga istana sudah berkumpul di aula istana depan (anggap aja kaya ruang tamu) untuk menyambut kedatangan pejabat Hwang dan putrinya Hwang Sinbi yang akan tinggal diistana beberapa waktu. Hanya Kyuhyun dan Myungsoo yang tidak hadir karena ada tugas negara diluar kota.
"Kenapa juga pagi-pagi sekali kita juga harus ikut berkumpul untuk menyambut kedatangan anak pejabat itu segala, apa tidak cukup raja, ibusuri, permaisuri dan myungsoo yang bersangkutan" gerutu Suzy kesal karena acara tidurnya terganggu diminggu yang cerah.
"Hust, ini perintah jangan membantah jika tidak ingin dihukum" bisik Sohee sambil mencubit pinggang Suzy.
"Aish sakit Sohee, kenapa mencubitku?" ucap Suzy sambil mengelus pinggangnya.
"Itu karena kau mengomel tidak jelas dari tadi"
Eunji yang duduk didekat mereka hanya tersenyum sekilas, sebelum menolehkan kepalanya dan berkata sambil mengerling pada Suzy.
"Suzy mungkin dalam mode cemburu Sohee, karena sebentar lagi dia akan mendapatkan saingannya" goda Eunji sambil tersenyum mengejek.
"Yaaa Jung Eun...." Sohee bergerak cepat menutup mulut Suzy sebelum berbicara ditempat terbuka dan mempermalukan diri sendiri.
"Hust. Kau mau membuat keributan pagi-pagi" bisik Sohee yang menutup mukit Suzy dengan erat karena takut Suzy membuat masalah dengan teriakannya, untung gerakan Sohee cepat sebelum semua anggota istana menoleh pada kehebohan Suzy. Sungjong dan Miura hanya geleng-geleng kepala saja karena kebetulan tempat duduk mereka tidak berjauhan, sedangkan yang lain duduk agak jauh sehingga tidak mendengar teriakan Suzy.
"Haaah, Yaa Sohee tega sekali kau menutup mulutku" gerutu Suzy saat mulutnya sudah bebas dari Sohee.
"Jika tidak ku tutup maka mulutmu akan berteriak dan berkata yang tidak-tidak"
"Lihat, Pejabat Hwang dan putrinya sudah datang" seru Sungjong yang membuat semua orang langsung berdiri mendekat ke pintu utama.
"Selamat datang pejabat Hwang dan putri Sinbi, silahkan masuk" sambut dengan menjabat tangan menteri Hwang.
"Hamsa hamnida yangmulia raja atas undangan anda, suatu kehormatan bagi saya karena mendapat kesempatan untuk membawa putri saya bisa masuk ke dalam istana" ucap menteri Hwang yang menyambut jabatan raja Hwanhee.
"Ini hanya percobaan saja. Kalau pangeran Myungsoo menyukai putri anda, maka pernikahan akan segera terlaksana" sahut raja Hwanhee sambil tersenyum pada menteri Hwang dan putrinya.
"Semoga saja ada kecocokan diantara mereka berdua"
"Harapanku juga begitu perdana menteri, namun sayang sekali pangeran Myungsoo hari ini tidak iku menyambut karena ada tugas dari pemerintahan dan akan kembali 3 hari lagi"
"Tidak apa yangmulia, kami masih bisa bertemu lain waktu untuk berbincang" ucap Sinbi dengan lembut.
"Permaisuri dan selir Chang, tolong kalian bawa putri Sinbi istirahat di kediaman yang telah di sediakan." perintah ibu suri.
"Baik yangmulia ibusuri, perintah akan kami laksanan"
"Yang lain silahkan bubar meninggalkan tempat, dan melanjutkan aktivitas masing-masing. Perdana menteri mari ke ruang kerja yangmulia raja ada hal yang ingin aku dan raja rundingkan" lanjut ibu suri mengajak raja Hwanhee dan menteri Hwang ke ruang kerja raja.
"Nde mama" jawab serentak yang ada di aula.
Istana hutan.
Sohee, Sungjong dan Eunji sudah duduk menikmati teh buatan Eunji sambil mengobrol santai. Hanya Suzy yang sepertinya kurang mood baik karena melukis salah terus dan menggerutu sendiri.
"Aaaa aku sebal, kenapa gambarku semua tidak ada yang bagus. Aish" gerutu Suzy mendumel sendiri.
"Suzy kenapa? Sejak tadi dia rasanya agak aneh" tanya Sungjong lirih.
"Ntah, mungkin dia sedang PMS atau mungkin sedang cemburu." jawab Sohee lirih juga.
"Zy, daripada menggerutu tidak jelas. Minumlah teh melati ini mungkin itu membuatmi rilex dari api cemburu hihi" goda Eunji menyodorkan secangkir teh.
"Gomawo kakak ipar, tapi aku tidak cemburu hanya kesal karena waktu tidur panjangku diganggu untuk penyambutan tidak berguna dan hanya seperti itu saja" balas Suzy setelah memegang cangkir teh pemberian Eunji.
"Kesal apa cemburu? Ayolah Zy kau juga menyukai Myungsoo kan? Aku melihat kalian berciuman diperpustakaan"
"Yaaa Jung Eunji, sini kau. Tidak akan ku ampuni kau" teriak Suzy keras dan mengejar Eunji yang sudah lari keluar ruangan. Sedangkan Sohee dan Sunjong hanya tertawa melihat kelakuan mereka.
*
*
*
Permaisuri dan selir Chang saat ini sedang menikmati teh sore bersama Miura, mereka menikmati suasana senja yang akan menyambut mereka untuk menikmati padangnya sinar rembulan.
"Yangmulia permaisuri dan Selir Chang, bolehkah saya bicara? Mohon maaf jika perkataan saya ini lancang" ucap Miura membuka bicara.
"Ada apa putri Miura? Apa telah terjadi sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Permaisuri.
"Begini yangmulia, kenapa yangmulia permaisuri, selir Chang dan yangmulia ibu suri menjodohkan pangeran Myungsoo dengan putri dari perdana menteri? Bukankah ada putri Suzy yang juga bisa dijodohkan dengan pangeran Myungsoo, terlebih dia juga putri angkat selir ketiga. Pangeran Myungsoo adalah calon raja masa depan, bukankah lebih baik jika dia menikah dengan putri kalangan biasa daripada kalangan bangsawan. Itu bisa menunjukkan citra yang baik untuk dukungan rakyat. Apalagi sepertinya pangeran Myungsoo tertarik dengan putri Suzy"
"Selir Chang juga memberi usul begitu padaku, tapi kau tahu sendiri betapa keras kepalanya yangmulia ibu suri bukan? Beliau menginginkan wanita yang menjadi istri pangeran Myungsoo itu sempurna dan dari kalangan bangsawan, yang anggun dan tidak mempermalukan istana"
"Bukankah jika pangeran Myungsoo menikah dengan kalangan rakyat biasa yang bukan bangsawan, maka pangeran Myungsoo dianggap mampu memimpin istana tanpa membedakan kasta. Jadi anggapan bahwa pangeran Myungsoo adalah boneka yang dikendalikan istana seperti rumor yang selama ini terdengar akn terpatahkan, lagipula pangeran Myungsoo dengan putri Suzy berteman dekat dan terlihat saling tertarik walau tidak secara langsung. Ini kemajuan untuk pangeran Myungsoo"
"Kau benar anakku, hanya saja kami tidak bisa melawan kekuatan perintah dari ibu suri" ucap Selir Chang menunjukan raut menyesal.
"Jika ada kesempatan aku akan berkata pada ibu suri, aku juga kurang menyukai menteri Hwang. Jika dia menjadi besan istna aku takut itu hanya sebagai politik saja"
"Saya juga curiga yangmulia bahwa ada pihak tidak disiplinlah yang sudah menyebarkan ini, untuk memperoleh simpati rakyat dan menjatuhkan pangeran Myungsoo. Namun mereka tidak mengerti bahwa istana masih punya pangeran Alex yang bisa dijadikan kandidat sebagai raja masa depan"
"Pengeran Alex tidak akan setuju jika dia dikandidatkan menjadi calon raja, putri Miura. Dia selalu berharap bahwa kakak-kakaknya saja yang menjadi raja untuk memimpin negara ini"
"Ini hanya pemisalan Selir Chang, jangan khawatir begitu."
__ADS_1
"Syukurlah hehe"
Suzy berkuda sendiri menuju air terjun untuk belajar, dia hari ini belajar sendirian karena semua sahabatnya punya kegiatan masing-masing. Sohee yang belajar merangkai bunga untuk hiasan meja dan pintu dengan Sinbi, Eunji yang menemani ibu suri berbincang mengenai peejodohan Sinbi dan Myungsoo, dan Sungjong yang sibuk melatih para pengawal yang sudah masuk istana.
"Sungguh membosankan, setiap hari harus belajar ini belajar itu banyak sekali. Sampai kapan ini berakhir oh tuhan" gerutu Suzy sambil memegang buku yang dibawanya tadi.
"Sampai kau bisa memahami semua mengenai istana"
"Astaga, Kim Myungsoo kau membuatku terkejut. Apa yang kau lakukan disini? Bukannya masih nanti siang kau kembali ke istana"
"Sudah selesai pekerjaannya, jadi untuk apa kami berlama-lama disana. Disini masih banyak kerjaan yang harus aku urus" ucap Myungsoo yang sudah duduk disamping Suzy.
"Bukan itu maksudku? Apa yang kau lakukan disini, kau bilang banyak pekerjaan yang harus diurus tapi kenapa kau ada disini bukan pergi ke istana pusat tempat raja, permaisuri, ibu suri berkumpul"
"Hanya ingin melihatmu saja? Tadi aku mencarimu tapi kata Sohee kau sering belajar disini jika sendirian, karena dia sibuk makanya aku yang ada disini. Aku sangat merindukanmu Zy, rasanya sampai sesak" ucap Myungsoo yang langsung saja memeluk Suzy, namun baru sebentar dipeluk Suzy sudah memberotak melepaskan diri dari pelukan Myungsoo.
"Hey Kau mau membodohi ku, jelas-jelas tunanganmu ada disini masih bisa berkata ingin melihatku dan merindukan aku. Sana pergi, temui tunanganmu jangan mengganggu aku belajar" ucap Suzy mendorong tubuh myungsoo yang tadi memeluknya, walau Myungsoo enggan sekali melepaskan.
"Zy, dengarkan aku dulu"
"Pergi, aku mau belajar. Kalau kau tidak mau pergi, aku yang akan pergi" ucap Suzy mengancam Myungsoo dengan tatapan tajam.
"Baiklah, tapi ingat. Aku akan menemuimu lagi nanti. Ini hanya salah paham" ucap Myungsoo yang beranjak pergi dari samping Suzy. Suzy diam tak membalasnya.
"Sudah salah masih saja mengelak, membuat moodku belajar hancur saja. Sudah ku bilang kami berbeda masih saja seenaknya sendiri memaksaku menyukainya, sekarang sudah terlanjur aku menyukainya namun kenyataan sudah mematahkan hatiku. Aku harus menghindari bertemu dengannya mulai saat ini agar tidak terlalu sakit saat melihat Myungsoo menikah"
Myungsoo berjalan memasuki kediaman Selir Chang, namun bukan untuk menemui selir Chang tapi menemui Hwang Sinbi yang menempati kediaman di belakang kediaman Selir Chang. Karena malas lewat pintu depan jadi Myungsoo lewat pintu belakang alias lewat kediaman selir Chang dan anaknya Alex.
"Selamat datang pangeran Myungsoo, hormat kami pada anda" ucap dayang istana yang ditugaskan menemani Sinbi selama diistana.
"Hmmm. Hormat kalian ku terima. Dimana putri Hwang Sinbi?" tanya Myungsoo pada kedua dayang tersebut.
"Mohon ampun pangeran, saat ini Putri Sinbi sedang belajar merangkai bersama putri Sohee. Apa mau saya panggilkan?"
"Nde, tolong katakan kalau aku mencarinya."
"Baik. Perintah siap di laksanakan"
Salah seorang dayang pergi mencari Sinbi, sedangkan yang seorang lagi menyiapkan teh untuk disajikan pada Myungsoo yang menunggu Sinbi.
Selang beberapa menit Sinbi datang bersama dayang yang menghampirinya tadi.
"Anyenghaseyo yangmulia, hormat Sinbi pada anda"
"Nde, hormat ku terima. Silahkan duduk"
Sinbi duduk dikursi samping Myungsoo, mereka masih saling berdiam diri untuk beberapa saat.
"Nde, ayah meminta saya datang kesini untuk menjadi kandidat calon istri pangeran, jika saya cocok menjadi kandidat maka akan segera diadakan pernikahan diistana"
"Bagus. Kau juga tahu bukan jika kau akan di didik dan diawasi dalam waktu 1 hingga 3 bulan diistana"
"Nde pangeran"
"Jika kau keberatan, kau tidak perlu melanjutkan ini. Mundurlah dengan perlahan sebelum semua terlambat"
"Tidak, aku tidak akan mundur pangeran. Saya akan berusaha menjadi kandidat yang cocok untuk menjadi putri negri ini dan bersanding dengan anda"
"Meskipun tanpa cintaku. Apa kau akan melanjutkannya?"
"........"
"Jangan memaksakan dirimu. Tapi nikmati dan nyamankan dirimu selama tinggal di istana, jangan berharap lebih" ucap Myungsoo beranjak menuju pintu keluar.
"Saya akan membuat anda jatuh cinta pada saya" teriak Sinbi saat Myungsoo hampir mencapai pintu, Myungsoo berhenti sebentar tanpa menoleh berkata. "Lakukan saja sesukamu"
Di ruang jahit istana, ibu suri sedang memilih pakaian dan aksesoris yang akan diberikan kepada Sinbi, Eunji dengan setia menemani ibu suri.
"Eunji, menurutmu bagus yang mana. Antara Kuning atau biru? Baju handbook untuk pernikahan Myungsoo dan Sinbi nanti? Aku harus mempersiapkan mulai sekarang untuk hari bahagia itu." ucap ibu suri mengelus beberapa pakaian handbook untuk pernikahan yang berjajar rapi digantungan.
"Saya rasa biru lebih cocok mama, karena ada motif bunga yang indah dibagian bawah gaunnya." ucap Eunji yang selalu berada disamping ibu suri.
"Seleramu memang bagus Eunji. Aku sempat khawatir jika ucapan putri Shin Min ah itu benar. Jika saudara angkat Sohee si pembuat onar itu berniat menipu dan menjerat Myungsoo"
"Kenapa mama berpikir begitu? Mereka terlihat baik mama dan kami sudah berteman"
"Mereka miskin, pasti mereka menginginkan keindahan istana. Hati-hati dalam berteman dengan mereka. Bisa saja nanti kau dimanfaatkan oleh mereka, sama seperti kebaikan Myungsoo yang mungkin nanti dimanfaatkan dengan menjeratnya agar jatuh cinta pada anak angkat selir Kim"
"Mama mohon ampun, jika cinta sudah berlabuh pada dua orang manusia maka sejauh apapun orang lain memisahkan, mereka akan tetap bersatu. Jika memang mereka berniat memanfaatkan saya atau Myungsoo biarkan waktu menunjukkan kebenarannya"
"Simpan kalimat itu untukmu, aku sangat senang ketika pangeran Myungsoo tidak menolak di jodohkan dengan anak perdana menteri Hwang. Semoga 3 bulan ke depan pernikahan mereka terjadi. Aku tidak sabar untuk itu"
"Nde mama, saya juga berharap demikian"
"Pelayan tolong berikan contoh aksesoris pernikahannya juga, biarkan aku dan Eunji melihat"
"Nde yangmulia" seru pelayan yang kemudian membawa beberapa set perhiasaan ke meja. Menjejerkan semua perhiasan mahal tersebut agar ibu suri dan Eunji bisa memilih mana yang bagus untuk pernikahan.
*
__ADS_1
*
*
Makan malam di ruang makan istana, dimana tempat ini digunakan jika ada pesta perayaan atau pesta penyambutan. Karena disini keluarga istana melakukan malam malam bersama.
Suzy, Sohee, Eunji, ibu suri, selir Chang dan Alex duduk dalam satu meja. Disamping meja mereka ada Raja Hwanhee, permaisuri, Miura, Kyuhyun, Myungsoo dan Sinbi. Dan yang lain yang mendapat meja tak jauh dari meja sang raja. #anggap aja banyak meja berjejer dimana para keluarga istana makan bersama ramai-ramai, karena istana kalau ada perayaan pasti semua makan bersama ππ dan kerabat istana itu banyak seperti misalnya bangsawan seperti penasehat, parlemennya hingga menterinya. Oke! Aku anggap pembaca paham penjelasan ribetkuππ
"Eunji, lihatlah Myungsoo dan Sinbi. Mereka begitu cocok, serasi sekali" ucap ibu suri senang yang melihat kearah Myungsoo yang duduk disamping Sinbi, dan mereka terlihat sedang berbicara sambil menikmati acara tarian yang di sajikan.
"Nde mama"
"Aku harap setelah pendekatan mereka selama 1 sampai 3 bulan ini berhasil. Jadi pernikahan segera terlaksana, sebelum hal tidak diinginkan terjadi lagi dan merugikan istana"
Suzy hanya mengepalkan tangannya di pahanya karena kesal, hingga tangan hangat Sohee memegangnya, Sohe memberi tatapan mata penuh kehangatan dan meyakinkan Suzy bahwa dia akan slalu bersama Suzy melewati semua ini.
Selir Chang yang mengerti sindiran ibu sur ditujukan untuk Suzy, segera saja dia mengalihkan pembicaraan sebelum semua terlambat dan memicu pertengkaran.
"Yangmulia raja, bagaimana setelah perjodohan pangeran Myungsoo dan putri Sinbi berhasil. Kita mencarikan jodoh juga untuk putri Sohee dan putri Suzy? Bukankah mereka sudah pantas untuk menikah?" ucap Selir Chang kepada sang raja demi mengalihkan ucapan ibu suri.
"Yaa selir Chang, kami masih muda" tolak Sohee sedikit malu disinggung masalah pernikahan.
"Kenapa putri Sohee? Ide Selir Chang bagus? Apa kalian sudah punya kekasih hingga menolak" tanya raja Hwanhee.
"Belum yangmulia. Hanya saja saya rasa saya dan juga putri Suzy belum siap, kami rasa kami masih terlalu muda untuk menikah." jawab Sohee dengan lembut.
"Usia 21 sudah pantas untuk menikah. Kami semua menikah dan masuk istana ketika usia 18 tahun. Putri Sinbi juga masih berusia 19 tahun. Benarkan?!" ucap Permaisuri menambahkan.
"Nde mama" ucap Sinbi.
"Jadi bersiaplah kalian setelah pernikahan pangeran Myungsoo maka kalian akan menerima perjodohan ini"
"Nde"
"Yangmulia, maaf jika saya boleh menyarankan kenapa harus menunggu sampai pernikahan pangeran Myungsoo berhasil. Bukankah jika mereka menikah secara bersamaan itu lebih bagus? Kita bisa membuat 3 pernikahan dengan sangat meriah selama 7 hari 7 malam" ucap Kyuhyun santai dengan tatapan mengejek pada Myungsoo.
"Apa kau punya kandidat pangeran Kyuhyun? Usulmu bisa ku terima. Menikahkan mereka bertiga pasti membuat semua bergembira, sudah 8 tahun berlalu sejak pesta pernikahanmu dan adikmu berlangsung istana belum mengadakan perayaan pernikahan lagi. Hanya perayaan kelahiran Hyura saja yang terakhir kita rayakan bersama"ucap raja Hwanhee
"Nde yangmulia. 3 pernikahan akan membawa 3 keberuntungan untuk istana. Saya punya calon yang cocok untuk putri Sohee dan putri Suzy yangmulia"
"Siapa pangeran?"
"Untuk putri Sohee saya rasa cocok dengan Lee Sungjong, putra dari seketaris istana Lee kwangsoo. Anda tidak keberatan bukan seketaris Lee?" tanya Kyuhyun menatap seketaris istana.
"Tidak yangmulia pangeran jika itu memang terbaik untuk istana. Hamba dan keluarga tidak pantas untuk menolaknya" jawab seketaris Lee dengan hormat.
"Kau tidak keberatan bukan Sungjong?"
"Tidak pangeran, saya bersedia"
Sohee hanya bisa menunduk malu akibat percakapan itu, Suzy yang disampingnya tersenyum menggoda Sohee hingga makin memerah wajahnya.
"Lalu untuk Suzy? Siapa yang cocok" ucap selir Chang terlihat penasaran.
"Tentu saja anakmu selir Chang, pangeran Alex. kau tidak keberatankan adikku?" tanya Kyuhyun pada Alex yang langsung tersenyum.
"Tentu saja tidak, putri Suzy itu unik dan menarik untukku. Walau aku lebih muda tapi itu bukanlah masalah untukku. Kau tidak keberatan kan putri Suzy? Jika kita diberi waktu untuk pendekatan seperti pangeran Myungsoo dan putri Sinbi" goda Alex pada Suzy yang dihadiahi pelototan.
"Akan saya pikirkan saran anda pangeran Kyuhyun. Saya disini hanya putri angkat jadi saya rasa, saya tidak pantas mendapat perlakuan yang istimewa"
"Jangan bicara begitu anakku, sejak kau diangkat menjadi anak oleh selir Kim dan menjadi saudara Sohee maka kau juga sudah sama menjadi anaku, jangan merasa terganggu oleh ucapan yang tidak enak didengarkan. Mengerti!"
"Nde yangmulia raja"
"Mari semua lanjutkan menikmati makan yang tersaji"
Tanpa semua orang sadari ada Myungsoo yang sudah mengepalkan tangannya dengan emosi saat tahu Suzy, wanita yang disukainya akan dijodohkan dengan sang adik.
Usai pesta perayaan penyambutan kedatangan Sinbi yang tertunda beberapa hari sebagai tunangan Myungsoo, karena Myungsoo yang baru tiba hari ini di istana. Pukul 10 malam pesta usai dan membuat semua kembali ke dalam kamar masing-masing, kecuali Eunji dan Sungjong yang membantu dayang istana membereskan peralatan makan istana ke dapur.
"Aku kasihan pada Suzy, pasti tadi dia merasa kesal" ucap Eunji.
"Mau bagaimana lagi Eunji, aku kira mereka bisa bersama namun ternyata memang mereka bukan jodoh" ucap Sungjong sambil mengangakat peralatan istana yang kotor.
"Ibu suri bahkan begitu senang Myungsoo dengan Sinbi bahkan tadi dia mengajakku memilih beberapa handbook dan aksesoris pernikahan, padahal jika memberi kesempatan pada Suzy aku yakin Suzy lebih baik dari Sinbi" ucap Eunji sedih sambil membawa bekas piring kotor.
"Aku juga sama, namun sepertinya takdir mereka tidak berjodoh, kita tidak bisa menyesali apapun yang akan terjadi. Berdoa saja yang terbaik untuk mereka" ucap Sungjong menasehati Eunji dengan bijak.
"Aku tetap berharap pada keajaiban Sungjong. Aku harap Suzy dan Myungsoo bisa bersama karena aku bisa melihat mereka saling suka, dan ini pertama kalinya Myungsoo tertarik dan jatuh cinta pada wanita. Tidakkah ibu suri melihat"
"Sudah jangan dipikirkan, mungkin ini memang takdir mereka. Kau akan sakit jika memikirkan mereka"
"Hmmmm. Kau benar apa mau dikata jika mereka tidak berjodoh. Semoga saja Suzy bisa menemukan lelaki yang baik, dengan pangeran Alexpun tidak apa karena Alex baik dan humoris" ucap Eunji lesu.
"Sudah hampir larut, sebaiknya kau pulang ke kamarmu dan istirahat. Biar sisa-sisa membereskan ini aku dan para pelayan dapur istana yang menyelesaikan"
"Baiklah. Selamat malam"
"Selamat malam"
__ADS_1
Eunji berjalan sendirian menuju kamarnya yang terletak dibagian selatan. Karena ini hampir tengah malam tidak ada dayang yang berkeliaran karena mereka pasti sudah istirahat di asrama dayang, atau di kediaman majikan mereka masing-masing.
Saat akan berbelok Eunji mendapati seorang wanita dengan wajah tertutup berjalan terburu-buru menuju ke arah pintu belakang istana. Karena rasa penasaran yang tinggi Eunji mengikuti wanita tersebut menuju pintu keluar belakang istana.