
"Kakak" / "Kak Seungho" ucap Suzy dan Sohee bersamaan.
"Kakak" ucap Eunji shock tidak menyangka bahwa kekasihnya merupakan kakak dari sahabatnya.
"Suzy, Sohee" ucap Seunghoo yang langsung memeluk keduanya. Suzy menangis memeluk kakaknya dan Soheepun juga berkaca-kaca dipelukan Seunghoo. "Maafkan aku"
"Hiks... Kakak aku merindukanmu, kenapa kau jahat meninggalkanku" ucap Suzy menangis sambil memukuli Seunghoo.
"Nde, aku jahat. Maafkan aku"
"Sudah. Mari kita duduk dulu" ucap Eunji menggiring mereka agar duduk dan menikmati sajian yang baru saja datang. Seunghoo melepaskan pelukannya dan membawa Suzy maupun Sohee duduk. Mereka menikmati makanan mereka yang tersedia dimeja sambil ngobrol.
"Aku masih tidak mengerti. Kalian kakak beradik" tanya Eunji yang masih bingung jika sang kekaasih Seungho memiliki adik yang berada diistana.
"Ceritanya panjang Eunji. Lain waktu saja aku ceritakan" jawab Seunghoo.
"Baiklah"
"Kakak, dimana kau selama ini. Aku bahkan tidak bisa menemukanmu saat mencari kerumah lama paman" tanya Suzy.
"Sebulan setelah aku ikut paman, paman membawaku ke Sokcho untuk pulang ke kampung halaman istrinya dan berkebun disana. Lama disana aku berkelana mencari ilmu dan belajar bela diri kesana kemari. Saat diseoul untuk lomba pedang aku bertemu Eunji, menjalin kasih dan tidak tahunya membuatku bertemu kalian"
"Baguslah. Jangan pergi lagi, aku sangat merindukanmu"
"Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi."
"Mereka sekarang putri diistana Seungho?"
"Benarkah?"
"Nde kakak. Ayah Sohee adalah raja Kim Hwanhee dan Sohee mengajakku kesana, hingga aku diangkat menjadi anak angkat raja sekarang ini"
"Baguslah karena kalian aman sekarang. Aku juga masih sering berkelana mengikuti kompetisi pedang. Jika rindu kirimkan saja surat pada pemilik kedai ini. Dia yang akan menyampaikan pesan padaku. Lain waktu aku akan mengucapkan terimakasih pada raja karena mau menjadikan adikku anak angkat"
"Nde, kakak juga jaga diri selama berkelana"
"Hmmm. Bagaimana kabar ibu Kim sekarang?"
"Dia sudah meninggal sekitar 3 tahun yang lalu karena sakit. Dokter bilang ibu menderita penyakit langka yang obatnya masih belum ada"
"Aku turut sedih. Sekarang kalian aman diistana. Aku akan sering ke seoul untuk menengok kalian"
"Hmm. Hati-hatilah"
Keesokan paginya,
Hari ini adalah hari minggu, ketiganya bahkan bangun kesiangan diakibatkan mereka keasyikan ngobrol dan pulang pukul 3 pagi hingga membuat para dayang kelabakan. Karena seharusnya mereka jam 10 sudah tiba namun molor hingga beberapa jam lamanya, dan itu membuat semua kelabakan hingga para dayang ketiduran diruang tamu karen menunggu ketiganya yang tidak kunjung pulang. Untung saja ibu suri ataupun permaisuri tidak datang untuk melihat-lihat, hanya Miura saja yang datang mengantarkan beberapa baju baru untuk dikenakan saat festival memasuki musim dingin.
# flashback saat pulang
"Ckck lihatlah mereka hingga tertidur karena menunggu kita" ucap Suzy saat melihat Jia, Jiyeon, Hyemi dan Chaekyung tertidur diruang tamu.
"Jangan dibangunkan. Biarkan saja mereka istirahat. Mereka sudah bekerja keras untuk kita setiap harinya" tambah Sohee.
"Hmm...."
"Jja tidur, semoga saja tidak ada yang datang" ucap Suzy lagi sambil melepaskan ikat kepalanya.
"Sepertinya ada yang datang. Lihatlah ada beberapa baju untuk kalian. Semoga saja bukan ibu suri atau dayang Choi sementara aku pergi dengan kalian, jika mereka kalian bisa bahaya" ucap Eunji.
"Tapi tenang saja, aku akan bilang pada ibu suri besok bahwa kalian ikut aku mengunjungi kerabatku. Jadi beres"
"Baiklah, terserah kau saja Eunji. Jja kita tidur mataku sudah lengket seperti kena lem rajawali saja"
"Jja kita tidur dikamar Suzy saja, karena lebih cepat terjangkau tempatnya" ucap Sohee menarik tangan Suzy dan Eunji.
Setelah berganti baju dan menyembunyikan semua baju yang digunakan tadi, ketiganya beranjak tidur dengan nyenyak.
Matahari sudah mulai naik dari tempat peristirahatannya, namun Suzy, Sohee dan Eunji masih saja asyik menikmati tidur pulas mereka dikamar Suzy karena malas ke kamar Sohee akibat tubuh mereka yang sudah lelah dan mengantuk sekali.
"Kyung-ah bagaimana cara membangunkan mereka bertiga" ucap Jia pada Chaekyung.
"Aku juga tidak tahu. Aku takut mereka marah. Sepertinya mereka pulang pagi" balas Chaekyung.
"Bagaimana kalau kita buka saja semua jendelanya. Mungkin udara segar dan cahaya bisa membuat mereka segera bangun. Ini sudah pukul 9 dan sebentar lagi pasti putri Miura datang kesini menjemput mereka seperti yang dikatakannya semalam. Aduh bagaimana ini?" tutur Hyemi.
"Kau benar Hye. Mari buka jendela dan kordennya? Mungkin dengan udara segar dan cahaya mereka bisa bangun"
"Kau benar, jja laksanakan"
Ke empat para dayang tersebut segera bergegas membuka jendela dan korden kamar Suzy sehingga cahaya mulai masuk dan udara segar juga mulai masuk berganti dengan udara yang sebelumnya. Dan benar saja Sohee maupun Eunji segera membuka mata mereka.
"Mereka bangun"
"Hoaam. Astaga jam berapa sekarang?" ucap Sohee memperhatikan jam yang ada dipojokan kamar. "Omo sudah jam 9"
"Kenapa kalian tidak membangunkan kami sejak pagi" ucap Eunji pada ketiga dayang yang berdiri disamping pintu.
"Maaf nona Eunji, kami tidak enak karena kalian pulang larut sekali. Ini kami bangunkan karena sebentar lagi putri Miura akan kesini menjemput kalian untuk menghadiri acara dengan putri-putri pejabat istana" ucap Jia sambil menundukkan kepalanya.
"Aish"
"Yaaa Suzy cepat bangun. Ini sudah siang" ucap Sohee menggoyang-goyang pundak Suzy yang malah menarik selimut lagi menutupi matanya.
"Biarkan aku tidur 5 menit lagi. Aku masih mengantuk Sohee lagipula ini minggu jadi kita bebas" ucap Suzy dengan mata terpejam.
"Kita ada acara Zy dengan putri Miura, ayo bangun jangan tidur terus"
"Hmmm"
"Ish ayo"
"Hoaam." ucap Suzy yang segera duduk malas dengan mata enggan terbuka.
"Cepat bangun" ucap Sohee kesal, sementara Eunji sudah masuk ke kamar mandi.
"Iya, kau ini bawel. Mandilah dulu aku juga akan bersiap"
Tepat Pukul 10 putri Miura datang menjemput Suzy dan Sohee untuk mengikuti acara minum teh yang memang diadakan untuk para putri raja, putri perdana mentri, putri pejabat dan putri para bangsawan yang ada dikawasan istana. Ketiganya (Suzy, Sohee dan Eunji) sudah duduk diruang tamu karena tahu putri Miura akan datang, dayang-dayang sudah memberi tahu sebelumnya.
"Eoh anyeonghaseyo Suzy, Sohee dan Eunji. kalian sudah siap ternyata" ucap Miura saat memasuki kediaman Suzy dan Sohee.
"Anyeong putri Miura" balas ketiganya.
"Panggil eonni atau kakak saja saat hanya ada kita." tutur Miura sambil tersenyum.
"Bolehkah?" tanya Suzy antusias.
"Tentu saja. Sejak melihat kalian pertama kali aku tahu bahwa aku akan menyukai kalian. Tidak seperti mereka"
"Memang mereka kenapa eonni?" kali Sohee bertanya karena penasaran.
"Nanti akan lihat sendiri. Jja berangkat" ucap Miura mengajak mereka bergegas.
"Bagaimana dengan Eunji apa dia bisa ikut kita"
"Yaaa Bae Suzy apa yang kau katakan. Aku dayang disini. Jangan bicara sembarangan aku akan kembali ke tempat ibu suri" sergah Eunji sambil melotot kearah Suzy supaya tidak bicara sembarangan.
"Aku hanya bertanya? Kenapa kau marah Eunji"
"Emmmmm Aku rasa ibu suri tidak keberatan jika nona Eunji mau datang bersama kita. Dia sudah seperti cucu perempuan ibu suri. Jja"
__ADS_1
Mereka berangkat ke ruang perjamuan minum teh. Disana sudah banyak sekali yang berkumpul karena memang jam sudah menunjukkan pukul 10.
"Anyeong putri Miura, putri Sohee, putri Suzy dan nona Eunji , hormat kami semua pada kalian" ucap seluruh tamu jamuan yang menyadari kehadiran Miura.
"Nde, hormat kalian diterima. Silahkan nikmati acara jamuan hari ini"
"Wah hanya untuk jamuan minum teh apa harus begini. Kenapa harus ada jamuan teh" tanya Suzy saat melihat dekorasi dan sajian-sajian yang ada.
"Aku juga tidak tahu kenapa harus ada? Saat pertama kali kesini aku diajak oleh permaisuri aku juga kaget apalagi ini khusus wanita saja. Beliau hanya bilang agar kami dekat tapi ya begitulah? Eh aku kesana dulu untuk bertemu anak dokter istana kalian berkeliling tidak apa tapi jangan jauh-jauh. Nikmati pesta tehnya" ucap Miura pamit yang kemudian turun meninggalkan aula istana yang sudah banyak orang.
"Acara yang membosankan" gerutu Suzy.
"Diamlah. Nikmati pesta dan minum teh saja itu bisa membuat relax. Mau ku ambilkan?" ucap Sohee menawari Suzy.
"Aniya. Aku belum ingin minum. Kau saja dan Eunji"
"Aku nanti saja." ucap Eunji yang memandangi kolam dibawah aula istana yang mereka tempati.
Tak jauh dari tempat berdirinya mereka bertiga, ada segerombolan putri bangsawan yang sombong sedang berkasak-kusuk mengenai istana.
"Heh lihat dua putri yang bersama putri Eunji dipojokan itu" ucap salah satu putri bangsawan bersama gerombolannya.
"Nde, Waeyo? Kau mengenal mereka" balas yang lainnya.
"Aniya, aku mana level mengenal gadis desa seperti mereka. Menurut yang aku dengar bahwa putri Sohee adalah putri yang dibawa kabur selir ketiga istana, selir yang diusir dengan tuduhan selingkuh"
"Benarkah? Apa iya diistana bisa seperti ada perselingkuhan itu, bukankah istana ketat sekali"
"Coba kalian pikir, kalau memang tidak selingkuh kenapa juga harus kabur dari istana megah ini dengan semua kemewahan yang ada? Jangan-jangan memang anak yang dihasilkan adalah anak dari hasil selingkuhan kan"
"Lihatlah mereka. Dari desa dibawa ke istana oleh yangmulia. Aku curiga mereka bukan putri yang mulia. Apalagi mereka sudah lama diluar bisa-bisa mereka menipu untuk mendapat keuntungan istana dengan berpura-pura menjadi anak selir istana ckck ."
"Putri yangmulia adalah Sohee kalau Suzy anak angkat selir ketiga, dan yangmulia mengangkatnya juga sebagai anak sekaran. Menurut ayahku begitu"
"Bahkan mereka tidak pantas diistana. Aku takut pangeran Myungsoo akan dimaksa anak angkat raja itu"
"Betapa malangnya nasib pangeran kita"
Suzy sudah mengepalkan tangan ingin menghajar mulut-mulut yang bergerombolan itu, namun Sohee memegang erat tangan Suzy seolah menyalurkan kekuatan bahwa dia tidak apa-apa dan tidak baik bertengkar di jamuan istana.
"Jika ibunya saja begitu, pasti di istana nanti dia juga begitu. Bukankah buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, dia diistana pasti berniat mendapatkan keuntungan. Selain bisa dapat orang kaya, martabat yang tinggi dan juga berkesempatan menjadi putri. Aduh aku kasian pada nanti anak pejabat yang akan dinikahkan dengan mereka"
"Kau benar putri Min ah, orang desa bermimpi menjadi putri. Nanti pada akhirnya dia juga yang akan terdepak dari istana sama seperti ibunya hahaha"
"Bagaikan Itik buruk rupa yang bermimpi menjadi angsa"
"Atau cinderella saja lebih cocok. Gadis miskin menjadi istri pangeran haha"
Suzy yang sudah tidak tahan segera menampik tangan Sohee, dia langsung saja menghampiri gerombolan putri-putri bangsawan yang membicarakannya.
"Kalau tidak tahu apa yang terjadi diamlah. Kalian hanya putri manja yang bisanya mengadu main bergosip yang tidak-tidak"
"Oh ada yang marah rupanya. Kenapa? Bukankah kami benar? Bahwa ibu putri Sohee adalah seorang pendusta yang diusir karena selingkuh"
"Kau..."
"Zy, sudah. Biarkan mereka bicara semaunya"
"Lihat saudaramu bahkan sudah tahu kebusukan ibunya hingga tidak bisa menyangkalnya. Kenapa kau mau membela dan diasuh oleh seorang pendusta Bae Suzy"
"Ibu Kim tidak seperti itu"
Plak...
Plak...
Suzy menampar dengan keras gadis bernama Shin Min ah. Min ah yang tidak terima mencoba membalas Suzy dengan menjambak rambutnya hingga rambut Suzy berantakan, dan Suzy juga melakukannya. Semua hanya menjadi penonton melihat aksi pertengkaran yang terjadi. Hanya Sohee dan Eunji yang panik mencoba memisahkan kedua manusia yang sedang bertengkar tersebut.
"Suzy-ah lepaskan putri Min ah. Dia sudah payah. Dia hampir pingsan"
Suzy terus saja menjambak dan menampar Min ah, sedangkan Min ah masih menjambak Suzy dengan kuat walau tubuhnya lemas. Sedangkan yang lain hanya menjadi penonton.
"Yaa kalian kenapa diam saja. Cepat bantu memisah mereka" perintah Miura yang baru saja datang dan melihat aksi pertengkaran Suzy dengan Min ah.
Para dayang dan pengawal juga teman-teman mereka ikut membantu memisah. Karena pada dasarnya Suzy bisa bela diri jadi yang mencoba memisah ikut terpelanting, ada yang jatuh menabrak lantai, ada yang jatuh menabrak tiang bahkan ada yang menabrak meja hingga membuat makanannya terjatuh semua ke lantai.
"Ada apa ini ribut-ribut" suara Ibu suri menghentikan semuanya. Suzy yang mendengar suara itu langsung berhenti. Dia berdiri tidak jauh dari keributan, dia datang bersama permaisuri dan selir Chang untuk melihat jamuan minum teh para putri bangsawan yang memang diadakan sekali dalam sebulan untuk mempererat jalinan keluarga istana. "Astaga, putri Suzy apa yang kau lakukan" ucap Permaisuri saat menyadari perkelahian.
"Yangmulia, putri Suzy menyerang putri Min ah saat putri Min ah hanya bergurau" ucap salah satu teman segerombolan Min ah.
"Dia duluan yang memulai yangmulia." seru Suzy tidak terima.
"Diam. Kau sudah salah hampir membunuh orang masih saja membantah" bentak Ibu suri yang emosi tingkat tinggi melihat Suzy.
"Tapi..."
"Pengawal kurung dia dipenjara bawah tanah. Jangan biarkan dia keluar sampai aku melaporkan ini pada yangmulia" perintah yangmulia ibu suri pada pengawal yang sudah berjaga disekitaran paviliun.
"Yangmulia jangan bawa Suzy, saya mohon" mohon Sohee.
"Ini keputusanku. Kalian bawa putri Min ah ke dokter istana. Putri Miura bawa Sohee kembali ke kediamannya. Eunji kau bantu para dayang membereskan ini. Yang lain bubar"
"Nde, mama"
Semua mencoba bergegas setelah mendapatkan perintah dari yangmulia ibu suri.
"Pangeran Alex apa yang kau lakukan dengan pakaian seperti ini" ucap Selir Chang yang menyadari ada yang beda dengan salah satu dayang yang ada disana. Alex yang sejak tadi menundukkan kepala karena rambut palsunya terlepas hanya nyengir saat ibunya sadar akan dirinya. "Hehehe anyeonghaseyo ibu, permaisuri dan yangmulia ibu suri" ucap Alex yang segera bangun dari duduknya.
"Hmm anyeong ibu, anyeong yangmulia"
"Apa yang kau lakukan disini. Kau bilang ingin liburan ke rumah pamanmu di daerah Gangnam. Kau membohongi ibu?"
"Aniya ibu. Aku memang niatnya begitu tapi begitu tiba disana paman tidak ada jadi aku memutuskan pulang. Daripada aku bosan jadi aku bermain-main dengan menjadi dayang istana dan mencoba berperan jadi mereka."
"Anak nakal. Kami semua mengkhawatirkan dan merindukanmu tapi kau malah bermain-main disekitar kami tanpa kami sadari" ucap selir Chang yang gemas, kemudian menjewer sebelah telinga anak kesayangannya tersebut dan membawa putranya pergi.
"Izinkan saya membawa putra nakal saya ini mama"
"Nde"
"Ampun. Ibu ini sakit. Telingaku bisa patah. Permaisuri, ibu suri tolong aku" teriak Alex yang membuat orang yang masih disana tertawa.
"Mari mama" ucap permaisuri yang mempersilahkan ibu suri berjalan didepannya untuk menuruni tangga paviliun.
"Alex memang berbeda dari saudaranya yang lain. Sifat humoris yangmulia sepertinya menurun padanya. Kyuhyun dan Myungsoo bahkan tidak seperti dia."
"Nde, raja Hwanhee memang humoris sejak kecil bahkan kehadirannya membuat semua tertawa kala itu. Tapi aku sempat khawatir karena itu, bagaimana nanti dia menjadi raja jika sifatnya seperti itu tapi lambat laut akhirnya dia bisa menjadi raja yang bijaksana dalam memimpin rakyat"
"Nde mama. Raja sangat bijak dan adil. Saya harap kelak Myungsoo juga dapat adil dan bijaksana dalam menjalankan istana sepertinya"
"Masalah Suzy tolong kau buat agar dia dan Sohee bisa di tersingkir dan kembali ke rumahnya sama seperti ibunya, aku sudah punya firasat buruk saat yangmulia membawa mereka pulang. Raja pasti akan mendengarkanmu"
"Saya akan melaksanakan perintah anda semampu saya yangmulia."
"Aku tidak mau ketakutanku terjadi? Oh tuhan tolong lindungi keluarga istana"
"Ketakutan apa yang membuat anda takutkan mama?"
"Aku pernah bermimpi bahwa gadis itu kelak akan menjadi istri Myungsoo dan membuat Myungsoo meninggalkan istana, ketakutanku semakin menjadi saat Kyuhyun berkata bahwa Myungsoo kemungkinan tertarik pada gadis itu"
"Jangan khawatir mama. Itu tidak akan terjadi karena Suzy hanya gadis biasa mana mungkin Myungsoo menyukainya. Myungsoo selama ini selektif jadi dia pasti memilih wanita yang benar-benar tepat untuknya"
__ADS_1
"Aku harap begitu permaisuri"
*
*
*
Dikediamanannya Sohee terus saja menangisi Suzy yang saat ini dikurung dipenjara bawah tanah yang gelap dan dingin. Miura dan dayang-dayangnya sampai bingung menenangkan Sohee yang terus menangis.
Kyuhyun bahkan yang mendapat kabar perkelahian langsung datang mencari istrinya. Dia tidak sendiri melainkan datang bersama Myungsoo dan Sungjong.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa seperti ini" tanya Myungsoo pada Sohee dan Miura, namun Sohee hanya menangis tanpa menjawab.
"Aku juga tidak tahu. Aku sedang menemui anak dari dokter istana yang membicarakan tentang kesehatan Hyura" jawab Miura dengan menyesal.
"Lalu Eunji? Dimana dia sekarang"
"Dia masih membersihkan kekacauan dipaviliun Myung. Nanti sore kami akan bicara mengenai hal itu"
"Bagaimana kalau Suzy dihukum berat hiks... Huhuhu.... Aku sangat takut" ucap Sohee yang masih saja menangis dalam pelukan Miura.
"Tenanglah Sohee. Kami akan berusaha membantu menyelamatkan Suzy agar segera keluar dari penjara" ucap Sungjong menenangkan sambil mengusap punggungnya.
"Ibu suri pasti akan menyingkirkan Suzy, karena ibu suri tidak menyukai Suzy dan Sohee sejak awal. Bukan berarti Sohee aman disini." prediksi Kyuhyun yang sedari tadi diam dan berpikir.
"Kyuhyun-a lakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka. Kau bekerja didepartemen hukum pasti bisa melakukan hal ini dengan mudah"
"Tidak semudah itu sayang. Kita lihat dulu apa yang akan dilakukan nenek kita baru kita bisa melangkah? Jika kita salah langkah Suzy bisa terancam"
"Lalu kau akan membiarkan Suzy semakin lama ditahan. Ayolah Sayang kau pasti tahu sifat jelek ibu suri ketika tidak menyukai seseorang bukan" paksa Miura lagi.
"Aish kalian jangan beradu argumen. Ayo pikirkan cara agar Suzy bebas. Dia pasti kedinginan disana" ucap Myungsoo mondar mandir mencari ide.
"Sayang nanti bicaralah dan bujuk ibu suri, Myung kau bicara pada Eunji cari tahu kebenarannya. Dan Sungjong temani Sohee."
"Lalu kau Hyung?"
"Aku akan melakukan sesuatu yang bisa digunakan bila pembelaan terhadap Suzy ditentang ibu suri"
"Baiklah. Ayo segera pergi"
Kemudian semua berpencar dengan tugas yang sudah diberikan Kyuhyun. Sementara Suzy hanya meratapi nasib didalam penjara yang dingin, sepi dan pengap karena memang terletak dibawah tanah.
"Huft... ibu Kim maafkan aku nde. Jika aku tidak emosi pasti aku masih disamping Sohee, masih bisa melindunginya tapi aku juga tidak terima kalau kau diremehkan seperti itu diistana. Aku merasa semua itu tidak benar, pasti ada yang memfitnahmu hingga kau dituduh selingkuh" ucap Suzy bicara pada diri sendiri.
Paviliun Ibu suri
Miura datang pada ibu suri dimana ibu suri sedang menikmati minum teh dengan permaisuri dan selir Chang. Miura duduk bergabung bersama mereka. "Kau datang putri Miura, baru saja aku akan meminta selir Chang agar kau datang menemuiku. Ada apa hingga kau datang terlebih dulu?" tanya ibu suri ketika Miura sudah duduk.
"Saya ingin minta maaf mama. karena kekacauan terjadi karena kelalaian saya, saya sangat merasa bersalah untuk ini" jawab Miura dengan sopan.
"Ini bukan salahmu putri. Gadis itu saja yang tidak punya sopan santun terhadap tamu"
"Tapi langsung menghukum begitu saja juga tidak baik mama. Karena kita belum tahu kronologinya"
"Miura benar mama, apakah tidak sebaiknya kita kumpulkan beberapa orang untuk ditanyai dulu" saran dari selir Chang.
"Tapi menyerang putri perdana mentri juga tidak dibenarkan selir Chang, ini dapat merusak citra istana" kini permaisuri menyela.
"Saya mohon pikirkan mama. Ini kesalahan saya yang meninggalkan mereka bersama nona Eunji"
"Pergilah tenangkan pikiranmu. Nanti kita bicarakan lagi"
"Nde mama"
Miura pergi dengan sedikit kesal karena benar kata suaminya jika ibu suri berniat mendepak Suzy.
Taman istana, teletak di samping perpustakaan istana. Myungsoo berbincang bersama Eunji, dia ditugaskan untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
"Myungsoo" Eunji berlari segera menghampiri Myungsoo yang sudah duduk di pinggir kolam ikan sambil memberi makan ikan koi yang hidup dikolam.
"Maaf Myung, aku agak lama. Aku mencari alasan agar bisa segera kesini"
"Tidak masalah"
"Ada apa mencariku? Apa ini tentang kejadian tadi siang"
"Hmmm. Bagaimana yang sebenarnya? Sohee hanya menangis terus saat ditanya, dia tidak memberi jawaban apapun pada kami"
"Tadi Shin Min ah anak perdana menteri menghina selir ketiga pendusta bersama teman-temannya, mengatakan yang kita semua juga belum tahu. Lalu menghina Sohee juga Suzy. Sohee sudah menggenggam erat Suzy agar tidak emosi dan melawan, tapi mereka memulai lagi dan meremahkan, menganggap Sohee dan Suzy penipu yang hanya memanfaatkan keluarga istana demi keuntungan saja."
"Padahal tidak seperti itu."
"Benar, lalu bagaimana Sohee? Siapa yang menemaninya?"
"Tadi Kyuhyun hyung meminta kami membagi tugas. Aku disuruh menemuimu, ntah apa yang akan dia lakukan untuk menolong Suzy. Miura noona menemui ibu suri untuk membujuknya walau kami tahu itu mustahil karena ibu suri tidak menyukainya"
"Benar, semoga saja Kyuhyun oppa bisa menemukan jalan untuk mengeluarkan Suzy, karena dia sudah seperti saudara untukku ketika pertama kami bertemu"
"Hmmmmm"
"Kau istirahatlah Myung, tapi jika ingin melihat Suzy dulu juga tidak apa. Aku akan menemui Sohee terlebih dahulu sebelum kembali ke kediaman ibu suri untuk melihat situasi."
"Nde awasi apa yang ibu suri lakukan, lalu laporkan pada kami diam-diam"
"Nde"
Myungsoo bergegas melihat Suzy yang berada ditahanan bawah tanah sebentar, setelah menyuruh penjaga membawakan makanan Myungsoo pulang ke kediamannya untuk mandi dan istirahat, sementara Eunji pergi ke kediaman Sohee untuk menengoknya dimana yang Sohee lakukan hanya menangis ditemani Sungjong.
"Sohee jangan menangis terus, kau harus makan nde agar bertenaga" ucap Eunji yang melihat ada makanan yang belum mereka sentuh.
"Bagaimana aku bisa makan kalau saudaraku disana kedinginan huhuhu hiks"
"Tenangkan dirimu Sohee. Makan nde besok aku akan mengantarmu menemui Suzy, aku janji. Dan aku akan membujuk ibu suri"
"Benarkah?"
"Nde aku janji, sekarang makanlah"
"Baik, aku akan makan dulu. Tapi Suzy bagaimana? Dia pasti belum makan"
"Aku sudah meminta Myungsoo agar Suzy tidak kelaparan ditahanan bawah tanah. Jadi jja makan"
*
*
*
Eunji memasuki kamar istirahatnya yang berada dibelakang kediaman ibu suri, Eunji terkejut saat ibu suri sudah duduk diruang tamu kamarnya.
"Anyeonghaseyo, hormat saya padamu yangmulia ibu suri"
"Nde, duduklah. Ada yang ingin ku katakan"
"Nde mama" ucap Eunji yang langsung duduk disamping ibu suri.
"Aku ingin memintamu agar tutup mulut saat yangmulia raja bertanya tentang masaalah tadi. Aku tidak ingin mereka berdua selamat dari hukuman, aku ingin mereka berdua segera pergi dari istana" ucap ibu suri langsung pada inti permasalahan.
"Tapi mama, saya takut menjadi pendusta mama. Ini tidaklah benar" ucap Eunji mencoba meluruskan.
__ADS_1
"Turuti perintahku atau keluargamu sebagai gantinya. Kau tau aku sangat membenci ibu mereka yang munafik sama seperti anaknya, tapi yang mulia begitu menyayangi mereka. Apa kau mengerti" ancam ibu suri yang membuat Eunji akhirnya pasrah.
"Nde mama"