
Suzy belajar beberapa pelajaran istana di sela dia bekerja bersama selir Chang mengawasi dapur dan bahan pangan, awalnya dia akan ditempatkan dengan permaisuri di bagian kenegaraan namun karena otak lemotnya dia menolak. Berbeda dengan Sohee yang kini diberi pekerjaan dibagian pertanian istana dengan Miura.
Sudah dua bulan berlalu sejak Suzy sadar dari komanya, Mereka kini bagian dari istana yang sudah menikah jadi sudah kewajiban wanita keluarga istana yang menikah harus ikut mengelola istana.
Waktu sudah siang, Suzy merangkai bunga dengan Sohee, permaisuri dan selir Chang untuk hiasan di dalam ruangan istana. Setiap anggota istana yang baru menikah akan mendapatkan tugas seperti ini.
"Selir Chang, apa kami harus membuat ini setiap hari?"
"Tentu saja tidak, istana mengganti bunga di ruangan setiap 3 hari sekali. Selama ini Sohee melakukannya sendiri selama kau sakit"
"Benarkah?"
"Tentu saja."
"Karena aku sudah sehat, aku akan selalu membantumu membuatnya Sohee. Jadi jangan khawatir. Semangat karna Suzy ada disini sekarang hihi" ucapan Suzy mengundang senyum di istana.
"Kau ini bisa saja Zy"
"Bagaimana? Apa sudah ada tanda-tanda kalian hamil?" tanya permaisuri yang membuat Sohee tersipu malu, sedangkan Suzy hanya datar saja .
"Doakan saja permaisuri. Kami baru 3 bulan menikah, memiliki anak tidak bisa diprediksi cepat atau tidaknya. Aku juga tidak mau buru-buru hamil karena aku masih muda tapi jika memang hamil ya tidak apa" ucap Suzy sambil mengelus perutnya dengan senyum garing.
"Nde, aku merasa sudah merasa tidak enak dengan tubuhku tapi aku takut mau memeriksakannya pada tabib Liu" tutur Sohee malu.
"Jangan takut Sohee, kami akan menemanimu memeriksakannya."
"Gomawo permaisuri, gomawo selir Chang"
"Selamat ya Sohee kau akan memiliki anak"
"Semoga saja aku memang hamil Zy, doakan ya. Jika aku hamil maka kau juga harus segera hamil agar anak kita bisa dijodohkan ketika mereka besar nanti, jadi kita tetap saudara yang tidak terpisahkan"
*
*
*
Suzy terus saja tersenyum saat pulang ke paviliun tempat tinggalnya bersama Myungsoo, dia pulang dengan membawa beberapa buku yang akan dibacanya nanti sambil istirahat sebelum tidur.
"Tuan putri kenapa anda tersenyum terus? Apa ada hal yang menggembirakan terjadi pada anda?" tanya Chaekyung sambil membantu Suzy membawakan buku-bukunya untuk ditaruh di kamarnya.
"Kalian tahu, sebelum aku mengambil buku-buku ini. Aku dan selir Chang mengantar Sohee menemui tabib, kalian tau apa yang terjadi?" kini Suzy bertanya pada kedua dayangnya yang saling berpandangan, raut bahagia tetap menyelimuti raut wajah Suzy .
"Apa tuan putri Sohee sudah hamil?" tebak Jia yang membantu membuka jubah Suzy.
"Kau benar Jia, Sohee hamil. Usia kehamilannya masih 1 bulan, aku senang sekali mendengarnya karna aku akan menjadi seorang bibi"
"Selamat ya untuk tuan putri Sohee, lalu anda kapan akan menyusul putri Sohee hamil tuan putri? Kalian juga menikah bersama, harusnya hamilnya juga bersamaan putri."
"Benar tuan putri, anda juga harus segera hamil dan melahirkan pangeran atau putri untuk generasi penerus istana."
"Aish kalian ini membuatku malu, aku belum memikirkannya lagipula pernikahanku dengan Myungsoo masih terasa hambar. Dia menikahiku karna aku menolongnya padahal harusnya tidak perlu bertanggung jawab begini"
"Jangan begitu tuan putri, pangeran terlihat begitu mencintai anda, bukan karena balas budi atas kebaikan anda. Terlihat sekali saat pangeran menjaga anda"
"Sudahlah jangan dibahas lagi. Siapkan air hangat untukku mandi, aku ingin merelaxkan tubuhku yang capek"
"Baik tuan putri"
Suzy berendam di air hangat sambil bernyanyi, Jia dan Chaekyung berdiri didepan pintu kamar mandi sambil membawa se-ember air hangat untuk Suzy. Myungsoo masuk dan memiliki ide jahil untuk mengerjai suzy.
"Sini berikan padaku" bisik Myungsoo meminta ember yang dibawah Jia.
"Tapi pangeran nanti putri marah pada kami" balas Jia yang diangguki Chaekyung.
"Tidak akan, aku yang akan menjaminnya. Kalian tunggu diluar dan jangan bersuara."
"Baik pangeran"
__ADS_1
Jia dan Chaekyung segera pergi ke luar dari kamar Suzy, Myungsoo membuka pintu kamar mandi dan membawa ember berisi air hangat.
"Kalian sudah kembali, cepat bantu aku menggosok punggung dan siramkan air hangatnya ke punggungku agar relax" ucap Suzy tanpa menoleh ke belakang, Myungsoo berjongkok dibelakang Suzy lalu mulai menggosok punggung Suzy dan menyiramkan air hangat ke tubuh Suzy dengan perlahan.
"Hah rasanya sungguh relax tubuhku setelah seharian beraktivitas bersama Sohee, Selir Chang dan permaisuri. Tapi aku harus belajar lagi agar panta bersanding dengan Myungsoo, sungguh otakku rasanya akan meledak. Entah apa yang telah dilakukan keluargaku hingga aku harus menerima kesialan ini, dinikahi paksa dan harus melakukan ini itu yang tidak ku sukai. Kenapa si Myungsoo menyebalkan dan sialan itu harus menikahiku" ucap Suzy mengeluarkan kekesalannya, Myungsoo yang juga kesal dibilang sialan menyiramkan air hangatnya dengan sedikit kasar hingga membuat Suzy menoleh dan terkejut segera menutupi tubuhnya dengan tangan, walau tadi dia tidak melepas dalamannya tapi dia tetap saja malu.
"Yaaa apa yang kau lakukan disini? Apa kau mencari kesempatan dalam kesempitan lagi. Dimana jia dan Chaekyung." teriak Suzy segera menyambar jubah mandi disamping bak mandinya.
"Kenapa kau masih malu? Aku sudah melihat semua dan bahkan hafal setiap inci tubuhmu" goda Myungsoo yang sudah berdiri dari jongkoknya
"Keluar" teriak Suzy mendorong tubuh Myungsoo keluar dari kamar mandi.
Di luar kamar mandi Myungsoo tersenyum geli karna berhasil mengerjai Suzy, berbeda dengan Suzy yang sibuk mendiamkan hatinya yang berdebar-debar.
Tak selang berapa lama kemudian Suzy keluar dari kamar mandi sudah rapi dengan baju santainya, dia melihat bahwa kedua dayangnya sudah membawakan makan malam untuknya yang tertata rapi dimeja. Myungsoo dia sudah sibuk dengan membaca buku, dan karena Suzy malas menyapanya jadi dia memutuskan untuk menikmati makan malamnya.
"Kau makan lahap sekali? Hingga seperti tidak ingin membaginya untukku" ucap Myungsoo yang entah kapan sudah duduk disamping Suzy.
"Kau ini hobi sekali mengagetkan aku. Makan ya makanlah." balas Suzy menyodorkan piring nasi dan lauk yang masih utuh, mungkin Jia dan Chaeyung tahu jika Myungsoo ada disini jadi mereka menyiapkan untuk dua porsi.
"Nde, gomawo. Setelah makan istirahat saja, jangan memaksakan diri untuk belajar jika capek. Aku tidak mau kau sakit lagi, aku mencintaimu apa adanya jadi maaf jika istana mengekangmu"
"Sungguh boleh aku cuti belajar hari ini. Gomawo Kim Myungsoo kau sungguh baik" ucap Suzy girang kemudian mencium pipi Myungsoo dan berlari menuju ranjangnya. Myungsoo hanya geleng-geleng melihat aksi istrinya, lalu dia memilih menghabiskan makan malamnya.
Myungsoo menyusul Suzy yang sudah berbaring diranjang, namun belum tertidur hanya membolak-balikkan badan saja.
"Kenapa? kau gelisah sekali. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?"
"Apa kau sudah dengar berita kehamilan Sohee yang masih berumur 1 bulan?"
"Nde, semua berbahagia untuk itu. Kenapa? Kau iri padanya? Kita bisa membuat juga agar kau segera hamil"
"Ish aku tidak iri, aku hanya belum siap jika hamil jadi kau jangan memaksaku melakukan hubungan badan sering-sering mulai saat ini. Aku tidak mau hamil dulu"
"Yaa mana bisa begitu. Menjadi istri maka kau juga harus siap melayani suami, dan juga melahirkan anakku"
"Tapi...."
Jam menunjukkan pukul 9 malam, namun Ibu suri masih saja resah mendengar berita tentang kehamilan Sohee, dia belum bisa menerima jika Suzy juga hamil saat ini. Ibu suri mondar mandir tidak tentu akibat gelisah yang mengganggu pikirannya.
"Mama tenanglah, menurut informasi yang saya dengar hanya putri Sohee yang hamil. Putri Suzy belum hamil" ucap dayang Choi memberikan informasi tentang Sohee dan Suzy
"Aku belum bisa menerima Suzy menjadi menantu keluarga istana. Semoga dia wanita mandul agar bisa diceraikan Myungsoo dan Myungsoo menikah lagi dengan pilihanku" ucap ibu suri yang duduk memijat pelipisnya.
"Mama, kenapa anda jadi seperti ini. Jangan biarkan dendam masala lalu dengan selir Kim menyelimuti hati anda. Biarkan pangeran Myungsoo menentukan pilihannya, Suzy wanita baik walau sikapnya yang kurang sopan" ucap Permaisuri yang masuk tiba-tiba ke kamar ibu suri.
"Berani kau membantahku, permaisuri."
"Mama hamba tidak berani, mama anda adalah orang yang hangat karena sayang dan menyayangi saya seperti anak kandung selama di istana hingga saya menjadi permaisuri. Anda begitu banyak menyemangati saya agar berusaha mencurahkan cinta saya untuk raja dimana saat raja sangat mencintai selir Kim daripada mencintai saya, saat saya melihat anda memfitnah selir Kim saya hanya diam karna saya pikir itu yang terbaik. Namun ketika selir Chang datang saya baru sadar bahwa cinta tidak bisa diukur dengan ambisi memiliki, di istana saya mendapatkan banyak cinta dan keluarga. Mama, benar kata selir Chanh disini para istri bukan saingan tapi keluarga, disini saya mendapatkan keluarga yang banyak, teman dan sahabat yang banyak, tidakkah keluarga kita yang bahagia ini sudah cukup. Biarkan Sohee dan Suzy bahagia dengan pernikahan ini. Walau saya tidak menyukai Suzy sebagai menantu tapi dia pilihan putra saya, putra saya mencintainya dan Suzy sudah menyelamatkannya dari maut. Mama, hamba mohon lupakan ketidaksukaan anda"
"Tidak, aku tidak akan menyukai Suzy yang tidak sopan dan tidk jelas asal usulnya. Eunji kemari, bawa permaisuri keluar"teriak ibu suri yang membuat Eunji datang dari luar dan segera membawa permaisuri keluar dari kamar ibu suri.
Permaisuri menangis saat di bawa keluar, ini salahnya karena dulu tidak menyukai Suzy membuat ibu suri semakin membencinya.
"Hamba mohon anda jangan menangis permiasuri" ucap Eunji yang kini berjalan beriringan dengan permaisuri guna mengantar permaisuri pulang ke kediamannya.
"Kau sudah dengar sendiri Eunji, ibu suri sangat membenci Sohee apalagi Suzy yang ada di istana. Beliau pasti mempunyai rencana untuk menyingkirkannya lain waktu"
"Saya rasa Ibu suri bukan tidak menyukai Suzy, dia hanya egois karena sangat menyayangi cucunya dan tidak ingin cucu kesayangannya menikah dengan wanita yang bukan pilihannya. Saya akan bicara padanya nanti, semoga saja dia mau mendengarkan"
"Kau sudah tinggal cukup lama dengan ibu suri, beliau pasti dekat denganmu seperti cucu sendiri semoga saja dia mau mendengarkan ucapanmu"
"Nde permaisuri. Saya juga akan berusaha melindungi Suzy semampu saya permaisuri. Anda jangan terlalu khawatir"
"Gomawo Eunji, sudah mengantarku sampai di kediamanku. Selamat malam" ucap permaisuri saat mereka sudah sampai didepan kediaman permaisuri dan raja.
"Sama-sama permaisuri. Saya pamit undur diri kalau begitu" pamit Eunji saat sudah sampai didepan pagar kediaman permaisuri.
*
__ADS_1
*
*
Suzy sibuk membantu Selir Chang menghitung stok bahan makanan masuk yang disetorkan para petani, Sohee yang sedang hamil ikut membantu mencatat karena selama hamil dia dipindah kesini oleh Miura karena Miura tidak ingin Sohee capek dan berdampak pada bayinya.
"Sohee, kau cek buah yang baru masuk ya? Duduk saja disana sambil menimbang hasil setoran para petani buah. Biar Suzy dan Alex yang menghitung sayur juga bahan makanan pokok bersama para dayang dapur istana dan mengangkatnya ke gudang" perintah selir Chang.
"Baik selir Chang, siap laksanakan" ucap semua yang ada dibagian pangan dan dayang didapur.
"Ayo Suzy noona kita kesana, kita harus bergerak cepat agar selesai dan bisa membantu Sohee noona" ucap Alex menarik Suzy ke bagian bahan yang akan di cek mereka.
"Nde, ayo" balas Suzy ikut berjalan bersama Alex.
Semua melaksanakan tugas yang diperintahkan Selir Chang, Sohee pergi ke bagian penimbangan buah, Selir Chang mengecek data yang masuk kemarin, Suzy dan Alex ke bagian sayur dan bahan makanan pokok, dayang istana juga melakukan pekerjaan masing-masing sesuai instruksi.
"Bukankah mereka serasi, kenapa bukan mereka saja yang bersama? Pangeran Alex dan putri Suzy cocok walau usia putri Suzy lebih tua 2 tahun, jika putri Suzy dan pangeran Alex bersama ibu suri tidak marah karena pangeran Myungsoo adalah cucu kesayangannya" ucap dayang yang saat ini sedang menaruh sayuran yang sudah di cek untuk diangkut ke gudang bahan makanan.
"Hust kau ini jangan bicara sembarangan diistana?" ucap dayang satunya menutup mulut dayang yang bergosip tadi.
"Gosip ini sudah beredar dipaviliun ibu suri, aku mendengarnya dari anak dayang Choi yang bekerja mengantar makanan untuk ibu suri. Masa kau tidak tahu?"
"Tidak, kasian sekali ya putri Suzy. Padahal dia sudah menolong myawa pangeran, entah apa jadinya jika tidak ditolong putri Suzy"
"Maka itu, harusnya dia bersama dengan pangeran Alex saja yang lebih humoris dan berwajah angel"
"Kalian ini malah bergosip, bukannya bekerja dengan benar" ucap seketaris Lee mengagetkan kedua dayang yang sedang bergosip. Kedua dayang tersebut langsung menundukkan kepalanya.
"Maafkan kami seketaris Lee, kami hanya berbicara sesuai dengan gosip yang sudah beredar dikalangan paviliun ibu suri"
"Kalian tahu apa hukuman menggosipkan anggota istana? Kalian akan diusir dan dipenggal dijadikan pajangan dipasar selama satu minggu" ucap seketaris Lee yang membuat wajah kedua dayang tadi langsung memucat ketakutan.
"Maafkan kami seketaris Lee, mulut kami kurang ajar karna berbicara gosip disini"
"Kalian ingat bukan, janji apa yang kalian ucapkan diusia 10 tahun saat kalian akan masuk ke istana untuk dilatih menjadi dayang istana."
"Nde, harus menjaga nama baik istana, setia pada keluarga istana, melayani sepenuh hati dan Menjaga perilaku dan mulut yang bisa menjadi pisau tajam yang menusuk."
"Jika aku mendengar kalian bergosip lagi saat bekerja, aku akan meminta yangmulia raja memengal kalian dan menjadikan kalian santapan anjing istana"
"Nde, seketaris Lee. Kami berjanji tidak akan mengulangi lagi"
"Sekarang lanjutkan pekerjaan kalian"
"Nde, permisi" ucap keduanya yang langsung membawa sayuran yang tadi akan diangkutnya, seketaris Lee hanya terseyum melihan keduanya. Seketaris Lee sebenarnya hanya lewat saja karena ingin menyampaikan pesan raja untuk selir Chang namun dia mendengar gosip tentang majikannya, sungguh miria menurutnya karena ibu suri yang mengumbar kebenciannya hingga terdengar ke kalangan dayang.
"Seketaris Lee, apa yang anda lakukan disini?" tanya Alex menghampiri seketaris istana saat melihatnya masuk.
"Aku mencari ibumu, ada pesan dari raja untuknya. Dimana dia?" jawab seketaris Lee.
"Dia ada di dalam ruangan, silahkan masuk saja"
"Nde, permisi pangeran"
Diruangan selir Chang, seketaris Lee masuk setelah dipersilahkan.
"Ada apa seketaris Lee?"
"Begini mama, yangmulia raja meminta saya agar anda dapat membantunya untuk membujuk pangeran Alex agar mau membantunya mengurus dokumen istana"
"Aku akan mencobanya, Alex anak yang keras kepala dan kekanakan. Akan sedikit susah memaksanya"
"Pangeran Alex anak baik, saya yakin dia akan mendengarkan anda"
"Baik. Sampaikan pada yang mulia, aku akan mencoba. Jika tidak berhasil ku harap yangmulia tidak kecewa"
"Nde mama, karena tidak ada yang ingin saya sampaikan lagi. Saya pamit undur diri"
"Hati-hati seketaris Lee"
__ADS_1
"Nde mama"