
Dua tahun kemudian.
Saat ini istana sedang merencanakan liburan musim semi mereka ke vila istana di Daegu, Sohee dan Suzy tentu saja bahagia bisa mengunjungi rumah mereka walau agak jauh dari vila istana.
Suzy dan Sohee membuka pintu gerbang rumah lamanya dengan hati senang karena mereka sangat merindukan rumah lama mereka, mereka datang tidak hanya berdua melainkan mereka mengajak Myungsoo, Sungjong, Seungho, Eunji juga Alex bersama mereka. Mereka ingin tahu tempat dimana Sohee dan Suzy tumbuh dewasa.
"Bibi, kami pulang" teriak Suzy setelah membuka pintu rumahnya.
"Nona, kalian pulang. Bibi sangat merindukan kalian. Sejak kalian pergi ke istana 3 tahun lalu, kalian tidak ada kabarnya" ucap bibi penunggu rumah mereka yang segera berlari memeluk mereka. "Kalian membawa siapa kesini?"
"Bibi, kenalkan ini Myungsoo dia kakakku dan juga suami Suzy, ini Alex adikku, ini Seungho kakak Suzy bi dan ini Eunji kekasih Seungho dan kerabat istana. Dan yang terakhir suamiku bi namanya Sungjong"
"Seungho kau sudah dewasa, kau kemana saja nak, ibumu sering menceritakanmu dulu. Ibu sohee terus mencarimu namun tidak pernah menemukanmu" ucap bibi yang sudah memegang pipi Seungho.
"Mian bibi. Aku ikut paman ke Sokcho. Aku juga mencari kalian selama ini" balas Seungho memegang tangan si bibi.
"Kalian juga nakal. Menikah tidak memberi tahu bibi" ucap bibi lagi dengan menatap Suzy dan Sohee kesal.
"Mian bibi. Kami menikah juga dadakan" ucap Suzy sambil nyengir ke arah bibi penjaga rumahnya.
"Silahkan duduk. Aku akan menyiapkan makanan dan minuman untuk kalian" ucap bibi penunggu rumah segera melesat ke dapur untuk membuatkan minuman. Diikuti oleh Sohee.
"Noona, rumah kalian sederhana tapi bagus. Aku rasa aku akan nyaman tinggal disini." ucap Alex yang memandangi sekitar rumah Suzy dan Sohee yang mungil tapi asri dengan banyak tumbuhan dihalaman rumah.
"Ibu Kim sepertinya suka sekali berkebun ya. Rumah ini banyak sekali tumbuhan bunga yang cantik" ucap Seungho yang juga menikmati pemandangan sekitar melalui jendela.
"Hmm. Mau memanen jeruk dikebun kak? Dikebun juga banyak lagi jenis sayuran yang kami tanam" ucap Suzy.
"Nanti saja Zy, setelah kita dari makam ibu Kim, ibu Bae dan ayah Bae" sela Sohee yang sudah membawakan minuman untuk mereka. "Minumlah, kalian pasti lelah." lanjut Sohee membagikan gelas berisi teh untuk mereka.
"Baiklah. Sepertinya aku terlalu bersemangat hihi" Ucapan Suzy membuat semua tertawa.
Jam dinding menunjukkan pukul 14.10, Suzy dan Sohee sudah mengajak yang lain menapaki bukit dimana terletak makam keluarga mereka. Menapaki selama 30 menit untuk sampai ke tempat yang mereka tuju. Alex dan Eunji menunggu mereka di kebun untuk panen sayur dan jeruk karena mereka tidak ingin mengganggu, mereka pergi bersama bibi yang ada dirumah keluarga Suzy dan Sohee.
Makam.
Suzy melihat 3 makam didepannya, dia menunduk membersihkan rumput yang mulai menjalar menutupi wajah ibu mereka, Sohee menuangkan arak dan menaruh bunga yang sudah disiapkan dari rumah. Suzy dan Sohee berlutut didepan makam ketiga orang kesayangannya diikuti dengan Seungho, Myungsoo dan Sungjong dibelakang mereka.
"Ibu Kim, Ibu Bae dan Ayah Bae. Aku sudah bisa menemukan kakak, aku membawanya kesini untuk menjenguk kalian. Maafkan aku jika lama tidak datang menjenguk kalian karena kami belum punya waktu" ucap Suzy mulai meneteskan air mata.
"Kami kesini bersama kak Seungho dan juga suami kami. Aku sudah memiliki putra lain waktu ketika dia sudah bisa dibawa aku akan membawanya kesini menjenguk kalian. Kalian jangan khawatirkan kami yang ada disini" ucap Sohee dengan bijak.
"Ayah, ibu dan ibu Kim maaf aku baru bisa menemui kalian. Aku sudah berusaha mencari kalian selama ini tapi aku tidak menemukan kalian. Beruntung kekasihku membawa mereka sehingga kami bisa bertemu dan berkumpul."
"Ibu mertua, ayah mertua dan ibu Kim. Myungsoo memberi hormat pada kalian yang baru kali ini bisa mengunjungi kalian. Kalian jangan khawatir pada Sohee dan Suzy karena aku akan menjaga mereka dengan sepenuh hatiku, dengan segenap jiwa ragaku"
"Ibu mertua, ibu Bae dan ayah Bae. Saya Sungjong suami Sohee. Terima kasih telah menjaga Sohee hingga kami bertemu, kalian jangan khawatir karena aku akan slalu mencintai dan menjaganya dengan hidupku"
Mereka ber-lima melakukan pemujaan dan berdoa beberapa saat, Suzy terus terisak hingga Myungsoo tidak melepaskan pelukannya walau sebentar.
Kebun.
Setelah dari makam mereka ber-lima pergi menyusul bibi penjaga rumah yang sudah menemani Eunji dan Alex dikebun. Suzy mengambil keranjang dan mengajak Myungsoo untuk memetik buah jeruk.
"Kau mau coba? Ini sangat manis" ucap Suzy yang sudah memetik buah jeruk dan membukanya untuk Myungsoo. "Cobalah, ini manis" lanjut Suzy mengulurkan tangannya untuk menyuapi jeruk tersebut, namun Myungsoo masih ragu-ragu untuk memakannya. "Apa yang kau ragukan, cepat makan" gerutu Suzy sambil memaksa Myungsoo menelan jeruk itu.
"Manis" ucap Myungsoo saat sudah merasakan buah yang dijejalkan Suzy ke mulutnya.
"Apa ku bilang. Ini hasil tanaman kami sendiri Myung. Semua yang ada disini kami tanam sendiri"
"Wow kau gadis petani ternyata"
"Tentu saja. Aku akan memanennya untuk dibawa ke villa istana besok."
"Hmmm mereka pasti menyukainya"
"Hey kalian jangan pacaran saja. Ayo panen buahnya noona. Aku sudah panen banyak" teriak Alex yang membuat semua tertawa karena keusilannya mengganggu Suzy dan Myungsoo yang tak jauh dari tempat mereka.
"Kau ini. Awas ya" ucap Myungsoo sambil mengejar Alex yang sudah berlari didepannta mengelilingi kebun.
"Hehehe"
"Sudah sore mari kita pulang, bibi harus menyiapkan makan malam untuk kalian."
__ADS_1
"Nde"
Dirumah Suzy dan Sohee.
Suzy, Sohee dan Eunji membantu bibi memasak makan malam di dapur, sedangkan Alex, Myungsoo, Sungjong dan Seungho mandi bergantian karena kamar mandi yang ada dirumah ini hanya satu.
Sohee menata semua makan malam yang sudah dimasak oleh bibi dan mereka bertiga hingga menghidangkan makanan yang lezat. Setelah Sohee dan yang lain mandi, mereka makan malam bersama.
"Masakan ala desa ternyata enak juga. Hmm diistana mana ada makan sederhana seperti ini"
"Kau benar Alex, padahal makanan ini sangat enak sekali tapi diistana semua makanannya terlalu ribet. Di istana makan daun selada saja tidak boleh, padahal itu bagus untuk pita suara. Mie juga tidak boleh padahal itu makanan favoritku, mereka selalu bilang mie banyak penyakitnya"
"Kau makan saja sepuasmu Zy mumpung masih disini. Kami tidak akan memberitahu istana jika kau makan apa yang dilarang haha" gurau Sungjong.
"Benar, makanlah sampai puas. Besok kita susab kembali ke vila istana dan kau tidak akan bisa makan daun selada lagi"
"Baiklah, Kim Suzy akan makan banyak hari ini" ucap Suzy penuh semangat, membuat yang lain selalu tertawa melihat tingkahnya.
Selesai makan malam.
Mereka duduk dihalaman samping sambil menikmati teh hangat yang dibawa Eunji diatas nampan. Suzy dan Sohee sedang menyiapkan kamar untuk mereka istirahat, rumah kecil mereka hanya memiliki 1 kamar utama dan 2 kamar berukuran sedang. Bibi yang bekerja membersihkan dan menjaga rumah setiap sore juga pulang ke rumahnya yang berada di sebelah rumah Suzy dan Sohee.
"Rumahnya kecil tapi sejuk. Nyaman sekali ya"
"Hmmm. Walau tidak sebesar diistana. Ruang tamunya saja sempit sekali"
"Minumlah teh kalian, angin musim semi sangat kenyang. Kalian bisa masuk angin" ucap Eunji menyodorkan teh kepada mereka.
"Gomawo" ucap Seungho.
"Nde, mereka terlihat bahagia sekali. Sepertinya yangmulia raja Hwanhee sengaja liburan ke daerah ini? Tidak biasanya beliau mengajak ke vila Daegu, lebih sering ke villa di Itaewon" balas Eunji meletakan teh yang lain dimeja kecil taman samping rumah.
"Ayah mungkin ingin mengenang selir Kim, bukankah cinta pertama itu sulit dilupakan. Aku bahkan tidak yakin ayah mencintai ibuku sungguh-sungguh walau ibuku yang jadi permaisuri, tapi ayah dan selir kim lebih lama mengenal dibanding ibuku. Ibu pasti menderita karena kesepian menanti cinta ayah" ucap Myungsoo yang berdiri disamping pintu samping.
"Hyung, ibuku juga sama seperti permaisuri walau dia istri yangpaling muda dan selir ke -7. Tapi ibu pernah berkata, seorang wanita yang sudah menikah maka dia harus siap dibawa suaminya kerumah keluarga suaminya, karena dia tidak hanya menikah dengan pria itu saja, melainkan dia menikah dengan seluruh keluarganya jadi jangan merasa jika permaisuri kesepian. Ayah mungkin hanya mencintai ibu kita dengan ketertarikan sesaat saja tapi lihat hikmah dibalik itu semua, kita banyak memiliki saudara. Cinta saja tidak akan cukup hyung jika tidak memiliki keberanian untuk berjuang dan bertahan. Lihat dari semua selir hanya ibuku yang bertahan lama di istana, itu karena ibuku menganggap semua keluarganya sehingga dia tidak merasa kesepian bukan karena kemewahan atau kekuasaan tapi karena dia mendapat keluarga besar" ucap Alex menepuk pundak Myungsoo setelah menasehatinya.
"Wow pangeran Alex kita ternyata pemikirannya sudah dewasa sekali, padahal dia masih muda" goda Eunji.
"Wah kalian seru sekali" ucap Suzy yang menghampiri mereka setelah membereskan kamar bersama Sohee.
"Hanya mengobrol biasa. Rumahmu sangat sejuk dan nyaman" balas Myungsoo.
"Tentu saja. Kami melewatinya dengan penuh cinta setiap harinya, walau hidup kami pas-pasan. Walau kami setiap hari bekerja dengan gaji kecil tapi kami bahagia"
"Kalian sungguh wanita yang luar biasa"
"Aish kau ini. Mari masuk, aku dan Sohee sudah membereskan kamar. Angin malam tidak baik untuk kesehatan"
*
*
*
Di vila istana.
Pukul 10 mereka ber-7 (Suzy, Sohee, Eunji, Myungsoo, Sungjong, Seungho dan Alex) telah tiba di Vila istana. Dibantu para pelayan Suzy dan yang lain menurunkan buah dan sayur segar yang telah dipersiapkan untuk dibawa sebagai oleh-oleh.
"Kalian sudah kembali tuan muda dan tuan putri." tanya penjaga Vila saat mereka sudah turun dari mobil.
"Kami hanya menginap semalam saja, ingin mengunjungi makam keluarga kami" jawab Sohee.
"Paman, tolong kau turunkan buah dan sayur di bagasi mobil, langsung bawa ke dapur" perintah Myungsoo.
"Nde, perintah akan saya laksanakan."
Kemudian mereka masuk ke dalam vila dimana dihalaman vila selir Chang dan permaisuri sedang duduk sambil memilah sayur dan bahan makanan untuk makan siang, mereka tidak membawa dayang kecuali ibu suri, jadi mereka mengerjakan semuanya sendiri selama liburan mereka di Daegu. Di vila Daegu hanya ada beberapa penjaga dan satu orang koki karena memang mereka jarang melakukan liburan keluarga kesini.
"Kalian kembali lebih cepat dari rencana?" tanya permaisuri berdiri dari duduknya.
"Kami rasa lebih cepat kembali lebih baik. Disana juga kami tidak melakukan apapun, hanya melihat keadaan rumah dan kebun yang ibu miliki. Ternyata bibi penunggu rumah menjaganya dengan baik" jawab Sohee.
"Kalian sudah mengunjungi makam selir ke-3 bukan?"
__ADS_1
"Nde ibu. Kami semua sudah mengunjungi makam selir ke -3 dan makam kedua orangtua Suzy seperti yang ibu katakan, ini seharusnya ku lakukan jauh dari sebelum menikah. Karena saat itu dadakan jadinya sekarang baru bisa datang" ucap Myungsoo sambil menggenggam tangan erat Suzy dan meliriknya yang juga melirik Myungsoo sendu.
"Kami juga berkebun dan membawa buah juga sayur yang kami panen sendiri." ucap Alex dengan ceria menghampiri selir Chang dan permaisuri, dia berdiri diantara kedua ibunya.
"Benarkah?" tanya Selir Chang.
"Kami banyak menambah pengalaman dirumah noona seharian, di istana mana bisa kami seperti itu bu, tadi Hyung meminta penjaga membawanya ke dapur nanti bisa ibu masak semuanya" jawab Alex ceria.
"Kemana yangmulia raja dan ibu suri? Kenapa tidak kelihatan?" tanya Myungsoo lagi.
"Mereka sedang berkeliling untuk melihat pertanian di desa ini, saat makan siang mereka juga pasti akan kembali. Kalian istirahatlah sejenak dulu karena pasti lelah, nanti aku akan memanggil kalian jika makan siang sudah siap" jawab selir Chang membawa bahan masakan ke dapur bersama permaisuri
"Aku akan membantu yangmulia" ucap Eunji mengikuti selir Chang dan permaisuri menuju dapur.
Ditempat lain, raja Hwanhee dan ibu suri sedang berjalan-jalan mengitari pertanian di wilayah Daegu tersebut. Mereka berdua menyaksikan pertanian yang subur dan bagus di wilayah ini, sambil menyapa para rakyat keduanya juga mengobrol santai di gubuk yang dibuat petani untuk istirahat.
"Yangmulia, ada yang ingin ku sampaikan? Bisakah kau mendengarkanku"
"Nde mama, apa ingin anda sampaikan pada ananda? Ananda akan mendengarkan"
"Suzy yang keguguran, dan ini sudah 2 tahun berlalu namun dia tidak kunjung hamil lagi, apa tidak sebaiknya kita mencarikan selir untuk Myungsoo. Aku takut Myungsoo tidak akan memiliki anak jika tetap dengan Suzy, itu akan merusak reputasinya sebagai pangeran"
"Mama, anda ingat selir Chang juga mengalamo keguguran putri pertama kami, dia juga menunggu lama untuk melahirkan Alex yang luar biasa sikapnya ke dunia"
"Tapi gadis itu tidak jelas asal usulnya selain gadis itu di asuh selir ke- 3. Aku akan mencari cara agar Myungsoo mau menikah lagi"
"Mama, mereka masih muda jadi memiliki anak sekarang atau nanti bukan masalah. Mama ingat jika bukan karena Suzy maka Myungsoo tidak akan ada bersama kita hingga saat ini"
"Itu salah Myungsoo yang tidak hati-hati. Suzy bisa saja memanfaatkan itu untuk keuntungannya sendiri, aku tetap tidak suka dia yang menjadi istri Myungsoo sampai kapanpun"
"Jika Myungsoo ingin menikah lagi biarkan itu atas kehendaknya. Bukan karena paksaan istana, aku memang kecewa Suzy keguguran tapi aku juga menyayanginya seperti putriku sendiri. Mohon mengerti mama"
"Jangan karena dia anak angkat wanita yang kau cintai maka kau juga mencintai anak angkatnya. Lihatlah permaisuri yang setia padamu, apa yang kurang darinya hingga kau sangat mencintai selir yang tukang selingkuh itu"
"Aku sudah mencoba mencintai permaisuri tapi salahkan hatiku yang tidak bisa mencintai wanita sebaik permaisuri yang sudah melahirkan 3 anak untukku. Aku hanya manusia biasa mama yang punya satu hati, aku memang bodoh tidak bisa mencintai wanita sebaik permaisuri walau sudah ku coba sejak dulu, hatiku terlanjur mencintai selir Kim sangat dalam. Walau selir Kim diusir dituduh selingkuh tapi aku yakin dia tidak begitu mama."
"Terserah, kau memang bodoh dan buta karena cinta" ucap ibu suri marah dan langsung meninggalkan raja Hwanhee yang masih berdiam diri melihat pemandangan sekitarnya.
"Kau tidak akan mengerti mama bagaimana usahaku berusaha mencintai permaisuri yang sudah setia selama ini, sudah berbakti padaku dan menanggung tugas berat sebagai permaisuri sejak usia belia, bahkan mungkin dia tahu jika hatiku masih mencintai wanita lain. Aku bersalah tapi aku tidak bisa membohongi hatiku yang mencintai ibu Sohee sejak lama. Banyak istri bukan berarti aku bisa mencintai mereka secara adil tapi karena aku menghormati pilihanmu mama dan aku yang menyukai sifat lembut mereka"
*
*
*
Hari ini hari terakhir mereka liburan di wilayah Daegu. Ibu suri pulang terlebih dahulu bersama dayang Choi karena ingin jalan-jalan ke wilayah Ansan mengunjungi sahabatnya. Seungho kembali ke Socho karena tidak enak meninggalkan rumah pamannya terlalu lama.
Malam sebelum pulang Suzy dan Sohee mengajak Myungsoo, Sungjong dan Eunji jalan-jalan membeli sovenir dan pernik khas Daegu untuk dibawa pulang ke istana. Mereka mengunjungi dari toko satu ke toko yang lainnya untuk mencari barang yang pas dibawa pulang.
"Kalian boleh pilih yang kalian mau. Bibi memberikan sebagian uang bertani padaku jadi aku akan mentraktir apa yang ingin kalian beli" ucap Suzy penuh semangat sambil memilah barang.
"Wah kau sombong noona, mentang-mentang saat ini punya uang banyak." gerutu Alex dengan tertawa.
"Benar"
"Karena Suzy mau membelikan kita. Mari kita kuras uangnya. Bagaimana?" ucap Sohee dengan senyum menggoda.
"Ayo, kita belanja sepuasnya" ucap yang lain. Kemudian mereka berpencar mencari barang yang ingin mereka beli dengan riang gembira.
Pulang berbelanja oleh-oleh untuk dibawa kembali ke istana, mereka jalan-jalan ke danau suseong yang menampilkan keindahan bunga sakura bermekaran di musim semi, mereka menapaki jalanan berkayu dan melihat pertunjukkan air mancur yang menambah keindahan danau. Suzy dan Sohee mengajak yang lain makan sembari melihat keindahan pemandangan yang ditampilkan danau suseong.
"Pesanlah yang kalian mau? Sambil menikmati pemandangan disini yang selalu indah di musim semi" ucap Suzy sambil tersenyum.
"Terserah kau saja mau pesan apa? Kami akan ikut. Kami tidak tahu makanan yang enak" ucap Myungsoo mewakiki yang lain.
"Baiklah, paman kami pesan sup daging yang sangat pedas, bulbogi, galbi, samgyeopsal, kimchi jjiggae, teobboki, mandu goreng, minumnya soju"
"Siap nona"
"Kalian berdua sering kesini ya?"
"Tidak juga Sungjong, kami hanya sesekali saja jika kami penat ingin hiburan. Kami disini harus irit uang untuk membayar hutang ibu"
__ADS_1