Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 35


__ADS_3

Sudah seminggu Myungsoo, Eunji, Sohee, Seungho dan Sungjong tinggal dirumah Suzy di Gwangju. Dan selama itu pula mereka selalu berusaha mencari cara untuk membujuk Suzy agar mau kembali ke istana walau Suzy diam saja tidak menanggapinya, bahkan mereka berlima kompak mengajak Heesoo dan Jisoo agar mau ikut memprovokasi Suzy agar mau kembali ke istana dimana mereka seharusnya tinggal.


"Ibu.... Kenapa? Ibu aku panggil-panggil malah melamun?" tanya Heesoo yang sedang membantu Suzy memetik sayur di kebun belakang rumah.


"Ada apa? Ibu tidak melamun sayang, ibu hanya sedang berpikir saja sayang apa yang akan kita masak untuk paman bibi kalian hari ini" jawab Suzy dengan asal sambil bergurau karena otaknya bimbang.


"Untuk ayah juga?"


"Tentu"


"Masak saja sup kimchi dengan ayam, itu hangat dan cocok untuk udara dingin hari inu ibu"


"Kau memang anakku yang pintar Heesoo"


"Tentu saja aku pintar karena ayah juga pintar. Aku anak cerdas tidak seperti Jisoo yang payah dan cengeng"


"Tidak boleh berkata begitu pada adikmu sendiri sayang"


"Ibu, aku ingin bertanya sesuatu. Sudah lama sekali aku ingin bertanya tapi aku takut membuat ibu sedih" ucap Heesoo dengan raut sedih membuat Suzy tidak tega.


"Ada apa sayang? Apa ada anak yang juga mengganggumu? Siapa yang mengusik Heesoo-ku?"


"Bukan seperti itu bu, ini hal lain."


"Katakan?"


"Apa ayah dan ibu memang tidak bisa bersama lagi? Aku memang anak kecil yang belum tahu apa-apa? Tapi kenapa kalian sepertinya sudah terpisah jauh dan tidak bisa kembali bersama, apa ayah melukai hati ibu sangat dalam hingga ibu tidak bisa memaafkannya, bukankah ibu bilang jika kita harus memaafkan orang yang berbuat salah dan memberinya kesempatan berubah tapi kenapa ibu tidak mau memaafkan ayah? Apa karena ibu Jungsoo, tapi ayah bilang ibu Jungsoo adalah tragedi diluar pernikahan kalian. Tapi aku ingin jika bisa kalian hidup bersama agar aku dan Jisoo tidak di ejek anak haram yang tidak punya ayah lagi. Walau aku mengabaikan dan memukul mereka tapi aku juga iri dengan mereka yang punya keluarga lengkap, mereka suka pamer mengenai keluarganya, paman bibinya, sepupunya. Ibu, apa ibu tidak bisa memaafkan ayah Myungsoo sekali ini saja?" rentetan ucapan Heesoo membuat hati Suzy nyeri, Heesoo tidak pernah mengeluhkan apapun sekarang Heesoo memintanya memaafkan Myungsoo. Suzy belum sanggup memaafkan semua perkataan Myungsoo saat itu, walau jujur hati kecilnya masih mencintai Myungsoo.


"Sudah cukup sayurnya, ayo kita pulang. bibi Sohee dan bibi Eunji pasti sudah menunggu. Jangan pikirkan apapun lagi ok, ibu melakukan semuanta untuk kebaikan jita bersama" ajak Suzy tanpa menanggapi ucapan Heesoo.


"Baik" ucap Heesoo dengan lesu, namun menuruti ucapan Suzy. Dia berjalan dibelakang ibunya dengan membawa keranjang sayur yang dipakainya memetik beberapa sayuran.


Malam harinya.


Suzy duduk ditaman samping rumah dengan melamun memandang kerah langit hitam yang banyak sekali bintar beterbangan , Suzy memikirkan perkataan kakaknya Seungho, permintaan Heesoo dan bujukan Alex juga Miura selama beberapa waktu ini. Hatinya sudah tertata dengan baik tapi melihat kenyataan didepannya beberapa hari ini hatinya mulai goyah.


"Zy, boleh aku duduk?" tanya Myungsoo yang sudah duduk disampingnya.


"Aku larangpun juga kau sudah dudukkan" jawab Suzy dengan datar, dia kaget tidak sadar jika Myungsoo duduk disebelahnya. "Ada apa? Sudah malam harusnya kau tidur juga bersama mereka."


"Kata Heesoo kau sering duduk disini bahkan hampir setiap malam. Karena aku sedang tidak bisa tidur makanya aku datang menyusul kesini." ucap Myungsoo namun tak ditanggapi Suzy, hingga mereka cukup lama berdiam diri karena canggung. "Zy, apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Myungsoo pada akhirnya.


"Apa?"


"Apa kau benar-benar sudah tidak mencintai aku lagi? Tidak menginginkan aku lagi ada di sisimu?"


"Bukankah malam ketika aku pergi ke rumah Sohee aku sudah mengatakannya dengan jelas, saat kau datang kerumah Sohee aku juga mengatakannya lagi bahwa aku sudah tidak mencintaimu lagi sejak kau membawa Sowon ke istana kita, bahwa aku juga sudah menceraikanmu terlebih dulu walau aku tidak mengurus surat perceraian kita karena wanita tidak bisa mengurus surat cerai tapi ku anggap kita sudah berpisah sejak saat itu. Malam kelahiran jungsoo kau juga sudah mengusirku dari hidupmu, kenapa mempertanyakan lagi sekarang, sudah cukup dulu aku bertahan hingga usia Jungsoo 1 bulan namun kau slalu berkata yang menyakitiku. Apa itu membuatku bisa mencintaimu lagi?"


"Kau bohong! Aku tahu kau juga masih mencintaiku hingga saat jni, kau hanya marah padaku yang tidak tegas pada sowon tapi kau sudah tahu bahwa aku tidak punya pilihan lain untuk memilih. Keadaan mendesak seperti itu mana bisa aku berpikir bahwa Sowon dan ibu suri menjebakku sejauh itu bahkan bermain dengan nyawa. Kau bahkan tahu aku sudah terlalu dalam mencintaimu mana bisa mencintai wanita lain lagi Zy" ucap Myungsoo yang kini berlutut di depan Suzy.


"Kau tahu semuanya disaat semua itu sudah terlambat. Aku sudah tidak bisa mencintaimu lagi Kim Myungsoo, tolong mengertilah!"


"Aku tahu istana telah banyak melakukan kesalahan dan membuatmu tertekan, ayahku yang membunuh ayah ibumu, ibu suri yang meracunimu perlahan-lahan agar tidak bisa hamil, aku yang menikahi Sowon yang menimbulkan tragedi dan luka mendalam padamu, menyuruhmu mengakui keluargaku yang pembunuh sebagai keluargamu. Aku berlutut meminta maaf padamu dengan merendahkan segala harga diriku, aku memang pantas mati Zy karena hanya derita yang ku berikan padamu, tolong sampaikan pada anak-anak bahwa aku mencintai mereka dan sampaikan maafku pada mereka yang tidak bisa menemani mereka hingga dewasa" ucap Myungsoo yang berlutut dibawah Suzy dengan membawa pisau ditangannya, siap diarahkan kedadanya.


"Yaaa Kim Myungsoo apa yang kau lakukan. Jangan bertindak hal gila" teriak suzy menahan tangan Myungsoo yang akan melukai dirinya didepan Suzy. Dengan sedikit ilmu silatnya Suzy melempar pisau itu dengan jauh dan segera memeluk Myungsoo agar tidak bertindak bodoh dengan bunuh diri. "Tolong jangan melukai dirimu Myung, aku bisa mati jika kau melakukan itu" ucap Suzy yang membuat Myungsoo juga membalas memeluk Suzy pertama kali setelah sekian lama. Kemudian mengajak Suzy duduk dibangku yang diduduki tadi.


"Kau mau memaafkan aku kan? Aku tidak bisa hidup tanpamu, selama 5 tahun bahkan aku mengasingkan diriku walau masih membantu di istana. Hingga Sungjong datang membawa kabar menemukanmu dan anak-anak rasanya itu membuatku bahagia. Akhirnya aku bisa menemukanmu"


"Aku memaafkanmu walau untuk kembali bersamamu rasanya masih susah. Tapi aku tidak akan menghalangimu bertemu mereka."


"Kim Suzy, aku tahu kau masih mencintaiku hingga detik ini. Kenapa masih bersikap seperti ini padaku."


"Benar, aku masih mencintaimu hingga saat ini. Puas kau pangeran Myungsoo" teriak Suzy penuh penekanan karena kesal.


"Tentu saja. Karena jika kau tidak mencintaiku lagi rasanya aku ingin mati saja detik ini"


"Kau berlebihan Kim Myungsoo. Ingatlah kau sudah tua dan anakmu sudah tumbuh besar. Aku tahu ini mungkin terdengar aku wanita munafik tapi aku ingin tahu bagaimana kabar Sowon dan Jungsoo saat ini?"


"Banyak yang terjadi setelah kau pergi. Alex yang membuka semua rahasia, dan perkelahian hingga perdamaian yang dilakukan kakakmu dengan raja. Aku memutuskan bercerai saat semua terungkap. Sowon dan Jungsoo berada di Villa istana yang terletak di Jeonju, ibu suri yang sering mengunjunginya kesana dan menginap beberapa hari. Aku tahu aku ayah yang pengecut namun saat melihat wajah ibunya membuatku mengingat kejahatan yang ibunya lakukan padamu. Namun saat tahun baru Jungsoo selalu berada di istana"


"Kenapa kau bercerai dengannya? Bukankah dengan kepergianku membuat Sowon bisa menjadi permaisurimu dan menjadi ratu masa depan. Kau bisa menghamilinya pasti lambat laun cinta dihatimu untuknya akan tumbuh"


"Hey Kim Suzy, kau lupa atau pura-pura lupa. Aku sudah melakukan kontrak hidup mati denganmu mana bisa aku mencintai orang lain. Kau hidup maka aku hidup, jika kau mati aku juga akan mati. Tolong lupakan masa lalu mari kita menata masa depan dengan anak-anak dan calon adik mereka nanti. Aku tahu mungkin ini konyol mari kita menikah lagi dengan benar?"


"Yaa apa yang kau katakan? Kita sudah menikah walau aku menceraikanmu, kau anggap mustahil karena harus pria yang menceraikan wanita bukankah itu tidak adil"


"Aku hanya ingin seluruh dunia tahu bahwa istri seorang pangeran Myungsoo hanya Kim Suzy, dan tidak ada yang lain yang ku cintai. Sowon cukup jadi masa lalu dan tragedi terbesar untuk kita. Kalau boleh aku ingin sekali saat ini marah pada Alex dan Miura Noona"


"Kau tahu?"


"Putri kita yang memberi tahu Sohee dan Eunji. Kapan kalian bertemu? Mereka sangat rapi sekali menyembunyikanmu walau aku saudara mereka berdua "


"Sekitar 2 atau 3 tahun lalu saat aku melakukan pemujaan, lebih tepatnya aku mengantar bunga ke Seoul untuk pemujaan. Saat itu aku melihat anggota istana namun karena terlalu takut ketahuan aku segera pergi, namun naas Alex yang datang terakhir dengan Eonni menabrak ku yang akan naik kereta kuda bersama anak-anak. Dari sana Alex sering datang bersama Miura Eonni ke Gwangju membawakan hal yang kurasa tidak perlu, Alex hampir saja membicarakan tentangmu namun karena aku masih marah aku mengancam Alex akan pergi jauh agar tidak ditemukan jika dia memaksa bercerita tentangmu kepada anak-anak karena aku harap kita tidak pernah bertemu lagi."


"Alex sepertinya sayang padamu makanya tidak berani bercerita kepada anak-anak tentang aku, di istana bahkan dia bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Namun itu bagus nyatanya takdir membawa Sungjong bertemu denganmu hingga aku berada disini"


"Hmm. Takdir sepertinya memihak padamu"


"Doa anak-anak dikabulkan tuhan. Kau pasti tahu jika mereka sangat ingin bertemu aku"


"Memang, ku pikir hidup denganku mereka sudah bahagia nyatanya tidak seperti itu. Mereka bahagia saat melihatmu"


"Mereka bahagia, hanya saja mereka jauh lebih bahagia jika melihat orangtuanya berkumpul. Maka itu kembalilah ke Seoul agar mereka bisa mengenal seluruh keluarganya. Aku akan menjaga kalian diSeoul jika kau takut kalian dilukai di istana"


"Hmm"


"Sudah malam istirahatlah"


"Kau juga. Selamat malam"


"Selamat malam"

__ADS_1


Suzy beranjak masuk ke kamarnya, Myungsoo tentu saja berjalan kembali ke kamar anak kembarnya dengan hati riang karena berhasil membujuk Suzy pulang ke Seoul bersamanya.


Heesoo dan Jisoo sarapan dengan riang di suapi oleh sang ayah. Hari ini mereka akan melakukan persiapan untuk kembali ke Seoul, Suzy memang ikut ke Seoul tapi dia belum yakin kembali ke istana.


"Zy, aku bangga padamu. Kau membuat keputusan yang tepat untuk kebahagiaan mereka, kau tidak mementingkan egomu" ucap Seungho yang duduk disampingnya.


"Aku belum yakin untuk kembali ke istana kak, tapi mereka sepertinya bahagia dengan ayahnya aish ettokhe?" ucap Suzy lesu.


"Kau bisa tinggal dirumah kami dulu jika belum siap, ayah dan ibu akan senang hati kau tinggal dirumah kami" ucap Sungjong.


"Dirumah kami saja Zy, kau adik iparku dan dirumahku juga hanya ada kami, Yunji dan ibu asuh Yunji." tawar Eunji.


"Siap tidak siap Suzy harus tinggal di istana, bagaimanapun dia masih istri sah dari Myungsoo, pangeran di istana." ucap Seungho dengan tegas dan membenarkan.


"Tidak apa jika belum siap, kau bisa tinggal dimanapun? Aku tidak akan memaksamu kembali tinggal di istana jika kau memanh belum siap. Nyamankan saja dirimu dan anak-anak, aku akan bicara pada yangmulia raja jika kau belum siap. Tapi aku hanya minta kau tidak berada jauh dari jarak pandangku" ucap Myungsoo yang selesai menyuapi Heesoo dan Jisoo.


"Gomawo Myungsoo atas pengertianmu"


"Karena kau hidupku maka aku akan melakukan apapun untuk menebus semua kesalahanku"


*


*


*


Yang kedua


Suzy mengalah hingga memutuskan kembali ke Seoul bersama kedua anaknya, dia tidak mau egois ke pada anaknya yang begitu senang bertemu ayahnya. Setiba di Seoul Suzy memutuskan untuk tinggal dirumah kakaknya saja karena tidak mau merepotkan yang lain. Myungsoo pulang ke istana terlebih dahulu, saat akan istirahat dayang setianya dan seketaris Lee memberi tahu jika dirinya di tunggu oleh raja dan anggota istana di ruang kerja raja.


"Kau datang sendiri saja Myung? Suzy dan keponakanku mana?" tanya Kyuhyun yang melihat Myungsoo datang dan duduk sendirian di istana.


"Mereka tinggal di rumah Seungho karena Suzy belum siap datang kesini lagipula anak-anak perlu istirahat setelah perjalanan yang jauh, Kau benar tidak tahu hyung kalau selama ini istrimu dan Alex tahu keberadaan Suzy di Gwanju? Mereka bersekongkol untuk menyembunyikan ini dari istana dan kita semua" jawab Myungsoo melirik Miura dan Alex yang bersikap tanpa dosa.


"Alex, bagaimana bisa kau tidak mengatakan apapun pada kami. Kau tega pada kakakmu sendiri. Keterlaluan kau ini!" teriak Selir Chang pada anaknya.


"Maafkan aku ibu, aku hanya ingin hyung mendapat sedikit balasan saja, lagipula Heesoo dan Jisoo selalu mendapatkan info yang terbaik dariku dan Miura noona mengenai ayahnya yang bodoh ini." ucap Alex membalas ibunya.


"Suzy mengancam akan membawa kembar pergi jauh dari istana jika kami memberitahu istana tentang keberadaan mereka, maka dari itu kami tidak berani bilang pada istana kalau kami bertemu Suzy. Sebagai gantinya kami sering bergantian mengunjungi mereka untuk memastikan mereka baik-baik saja dan hidup dengan layak" tambah Miura memberi penjelasan.


"Tolong suruh Suzy segera datang untuk memberi hormat padaku dan bawa anak-anak agar menghadapku segera, jika mereka sudah siap" ucap Raja Hwanhee.


"Baik. Nanti akan saya sampaikan yangmulia" ucap Myungsoo.


"Cepat Myung segera bawa mereka ke istana, aku akan menyiapkan kamar yang lucu untuk mereka nanti di dekat kamar Hyura"ucap Permaisuri antusias.


"Permaisuri, anda terlalu bersemangat sekali sepertinya" goda kyuhyun pada ibunya.


"Bagaimana tidak semangat jika cucu-cucuku datang disaat dia sudah besar, aku bahkan tidak bisa menyentuh mereka saat kecil. Tentu saja aku sangat senang jika punya banyak cucu. Baru kali ini aku memiliki cucu kembar Hyun. Untung Suzy mau membawa mereka ke Seoul saat ini, jika tidak aku pasti tidak akan pernah bertemu mereka" ucap permaisuri dengan sumringah.


"Tidak ada yang bisa melawan takdir tuhan permaisuri, karena cinta sejati akan kembali kepada pemiliknya" sela Myungsoo.


Saat ini,


"Mari kita masuk, jangan melamun. Semua sudah menunggu kedatanganmu didalam" ajak Myungsoo saat menyadari Suzy berhenti di taman istana.


"Ah iya" balas Suzy yang tersadar dari lamunannya. Suzy mengikuti langkah Myungsoo yang sudah berjalan dengan kedua anaknya.


Pelayan raja langsung menyambut dan membukakan pintu ruangan dimana mereka telah ditunggu.


"Suzy, akhirnya kau datang. Aku percaya kau pasti kembali kesini" ucap raja yang langsung berdiri dan memeluk Suzy diikuti permaisuri dan Selir Chang yang menatapnya dengan haru.


"Maafkan saya yangmulia" ucap Suzy merasa bersalah.


"Tidak-tidam, ini salahku. Mari duduk dan ini pasti cucuku" ucap raja yang baru sadar akan dua bocah yang berdiri disamping Myungsoo menatapnya.


"Ayo, perkenalkan diri kalian seperti yang sudah ayah ajarkan pada kalian " perintah Myungsoo.


"Anyeong yangmulia Raja, Permaisuri, Selir Chang dan ibu suri. Saya Kim Heesoo dan dia adik saya..."/"Kim Jisoo, senang bisa bertemu kalian semuanya" ucap Heesoo dan Jisoo bersamaan di akhir sapaan mereka.


"Aigo kalian sungguh pintar dan menggemaskan seperti ayah kalian. Sini mendekat sama nenek" ucap permaisuri pada mereka berdua, Heesoo dan Jisoo memandang ke arah Suzy meminta izin dan setelah Suzy mengangguk barulah kedua anaknya mau berjalan kearah permaisuri dan Selir Chang yang duduk bertiga bersama sang raja. Suzy dan Myungsoo berjalan ke sebelah kiri duduk berhadapan dengan mereka.


"Bagaimana kabarmu Suzy?" tanya raja kembali.


"Saya baik, seperti yang anda lihat yangmulia." jawab Suzy.


"Kapan kau akan kembali tinggal di istana lagi. Kau menantu di istana, akan sangat tidak baik jika kau terlalu lama tinggal diluar istana. Walau itu rumah kakakmu"


"Bisakah anda memberi waktu untuk saya berpikir?"


"Berapa lama kau akan berpikir lagi? Kau sudah pergi kenapa kembali lagi ke seoul? Jika tidak ingin kembali ke istana harusnya kau membawa anakmu lari ke tempat jauh agar kami tidak menemukan kalian" ketus ibu suri.


"Yangmulia ada anak kecil, mohon anda tidak bicara hal seperti ini dihadapan mereka" lerai permaisuri.


"Aku bicara benar bukan. Oiya Suzy boleh kembali? Tidak keberatan bukan jika Sowon dan Jungsoo juga kembali kesini."


"Yangmulia, Myungsoo dan Sowon sudah resmi bercerai. Myungsoo sudah menceraikan Sowon, mama."


"Suzy juga sudah meninggalkan dan menceraikan Myungsoo. Jika Suzy bisa kembali bukankah Sowon juga berhak kembali kesini."


"Biar aku bawa anak-anak pergi, kalian lanjutkan saja pembicaraan ini. Jangan khawatirkan mereka karena mereka aman denganku. Aku akan mengajak mereka jalan-jalan karena mereka belum pantas mendengar hal yang ingin kalian bicarakan" ucap Selir Chang membawa Heesoo dan Jisoo keluar ruangan untuk dibawa jalan-jalan.


"Kau tidak keberatan bukan putri Suzy jika Sowon juga dibawa kesini?"


"Aniya, saya dari awal tidak menginginkan apapun yangmulia, saya memang sudah memutuskan pergi dan harusnya memang saya tidak kembali kesini. Saya tentu saja tidak keberatan karena bagaimanapun juga saya tidak pernah punya niat kembali kesini kalau bukan karena anak-anak saya menginginkan ayahnha dan lagipula saya juga sudah tidak mencin..."


"Yaaa Kim Suzy jangan teruskan bicaramu, disini aku yang berhak menentukan dengan siapa aku menjalani hidup ini. Yangmulia, sejak aw saya sudah memutuskan bercerai dengan Sowon maka hubungan jodoh saya dengannya sudah berhenti saat itu, Jungsoo hanya korban keegoisan anda dan Sowon untuk mengikat saya. Apa anda juga ingin mengorbankan anak saya yang lainnya dan juga cinta saya jika saya bersama Sowon dalam pernikahan semu. Dulu saya memang cucu anda yang penurut tapi sejak saya menemukan Suzy saya sudah berjanji akan menebus kesalahan saya dimasa lalu, jika anda ingin Sowon kembali ke istana terserah tapi jangan paksa saya untuk rujuk dan menikah lagi dengannya. Sejak saya melakukan kontrak hidup dengan Suzy maka hidup dan mati saya hanya untuk Suzy, Suzy hidup saya hidup Suzy mati saya mati dan jika Suzy memutuskan pergi maka saya juga pergi, saya akan meninggalkan status pangeran saya demi Suzy dan anak-anak"


"Myung, kau ini bicara apa? Aku sudah tidak mencin...."


"Aku sudah mengatakan dengan jelas padamu Kim Suzy malam itu, jadi jangan terus bicara kau tidak mencintaiku padahal aku tahu kau masih sangat mencintaiku. Dan itu jelas terlihat" bentak Myungsoo karena kesal dengan Suzy.

__ADS_1


"Tapi kau tidak seharusnya berkata seperti itu, jodoh kita sudah berakhir saat aku memutuskan pergi dari istana" balas Suzy datar.


"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi, yangmulia saya tahu anda sangat menyukai Sowon namun lihatlah Suzy. Dia juga seorang menantu di istana ini, apa yang membuat anda begitu membencinya? Dia sudah terlalu menderita karena harus dipaksa hidup di istana dengan segala aturannya. Dia dan Sohee hanya anak desa yang dibawa ke istana dan bahkan selir Kim tidak membiarkannya menjamah segala pengetahuan tentang istana kita, dia mengubah jati dirinya demi cintanya pada anakku? Lihatlah pengorbanannya? Goresan luka dihatinya? Dia hanya wanita biasa mama, dia sama seperti kita punya hati dan perasaan." permaisuri kini membela Suzy.


"Kau juga wanita permaisuri, bagaimana perasaanmu jika berada diposisi Sowon. Wanita terhormat yang diceraikan dengan tidak adil dan tidak ada cinta sebagai belas kasihan padanya? Kau mungkin tidak mendapatkan cinta anakku tapi kau bisa mendapatkan posisi tertinggi sebagai ibu negara ini"


"Saya memang wanita mama tapi saya juga tidak pernah memaksakan cinta saya pada raja, cukup dengan raja bisa mencintai anak-anak saya itu sudah lebih dari cukup. Dari awal saya sudah paham menikah dengan keluarga istana maka saya harus siap jika raja menikah beberapa kali, dimana saya harus siap jika cinta raja terbagi-bagi untuk selir-selirnya. Saya hanya yakin suatu saat raja akan melihat cinta saya"


"Ibunda, ananda mohon jangan seperti ini. Jika anda ingin Sowon dan Jungsoo kembali maka saya akan membiarkan dan mengizinkan anda membawanya tinggal di istana tapi tolong jangan berusaha memaksakan cinta Myungsoo lagi. Myungsoo punya perasaan dimana dia berhak memilih sendiri kehidupan yang akan dijalaninya. Sudah cukup kita ikut campur"tegas raja Hwanhee melerai perdebatan.


"Kalian memang selalu saja begitu" ucap ibu suri kesal dan meninggalkan tempat pertemuan itu.


"Suzy, jangan di ambil hati nde ucapan ibu suri. Beliau hanya kesal saja melihatmu yang hidup dengan baik" ucap permaisuri setelah ibu suri pergi.


"Nde, saya tidak apa-apa yangmulia karena memang saya tidak ada niatan untuk tinggal di istana lagi, saya kembali ke Seoul karena anak-anak butuh ayahnya bukan karena saya ingin menjadi seorang putri lagi. Saya pamit permisi dulu mau mencari anak-anak dulu" pamit Suzy meninggalkan ruangan tersebut, menuju kediaman selir Chang. Myungsoo juga ikut pamit mengikuti Suzy.


"Suzy terlihat dewasa sekarang, anak-anaknya bahkan lebih dominan kepada wajah Myungsoo daripada Suzy. Suzy yang dulu ceroboh kini terlihat tegas"


"Benar yangmulia. Tapi jika Sowon dan Jungsoo kembali ke istana apa yang akan terjadi? Aku takut akan ada hal yang tidak di inginkan terjadi kembali lagi"


"Tenanglah. Myungsoo sudah dewasa, pasti bisa mengatasi ini permaisuri. Jangan khawatir"


Di istana selir Chang,


Heesoo dan Jisoo bermain bersama Alex dan dayang-dayangp selir chang yang banyak. Jisoo bersemangat bermain layang-layang yag dibawakan pengawal Alex namun Heesoo hanya diam saja melihat adiknya bermain. Mereka sedang berada ditaman samping istana Selir Chang.


"Kau kenapa Heesoo? Apa ada orang yang menyakitimu. Kenapa kau diam saja sejak tadi, tidak seperti biasanya? Ada apa? Katakan pada pamanmu ini siapa yang menyakitimu" tanya Alex pada keponakannya yang diam cemberut.


"Aku hanya sedang berpikir paman, kenapa nenek tua tadi begitu membenci ibu. Apa ibu pernah berbuat salah padanya? Nenek tua itu sepertinya ingin sekali ayah bersama nyonya Sowon daripada ibu Suzy. Ibu Suzy bahkan berkata sudah tidak cinta pada ayah lagi, apa itu karena nyonya Sowon juga makanya ayah dan ibu tidak bisa bersama lagi walau hanya untuk aku dan Jisoo😞 padahal kata ayah Jungsoo itu anak yang baik, tapi sekarang aku jadi takut paman" jawab Heesoo sedih.


"Hey kim Heesoo, kau masih kecil dan belum mengerti masalah orang dewasa. Paman beritahu ya? sebenarnya ayah Myungsoo dan ibu Suzy itu dua orang yanh saling mencintai, hanya saja beberapa tahun lalu saat mengandungmu dan Jisoo, mereka mengalami salah paham makanya mereka begitu canggung seperti bermusuhan dan tidak saling cinta, saat ayah Myungsoo sadar ibumu sudah pergi ke Gwanju. Kalian tahukan jika ayah kalian itu pangeran, jadi ayah kalian bisa menikah lebih dari sekali."


"Kenapa begitu paman? Apa ayah tidak bisa setia pada ibu Suzy saja?"


"Bukan tidak setia, hanya di istana memang laki-laki diizinkan menikah beberapa kali. Kalau anak perempuan jika sudah menikah maka dia akan tinggal dipaviliun atau vila istana diluar istana ini, jika laki-laki mereka akan membawa menantu ke istana. Bagaimana ya menjelaskannya padamu? Intinya pangeran istana bisa menikah lebih dari satu kali seperti ayah kalian punya istri ibu Suzy dan ibu Jungsoo"


"Aku tidak paham paman maksudmu" ucap Heesoo dengan wajah tak pahamnya.


"Kau memang belum waktunya tahu nak, ini urusan orang dewaasa. Bermainlah bersama Jisoo, dan jangan bersedih lagi. Paman akan bicara pada ayah juga ibumu agar mereka segera baikan dan kembali hidup bersama demi kalian. Bagaimana? Setuju sayang"


"Setuju paman"


"Bermainlah dengan Jisoo. Paman akan menunggu kalian disini"


"Baik"


Heesoo berlari ke arah Jisoo yang sedang memainkan layangannya bersama pengawal Alex. Suzy datang bersama Myungsoo dan duduk disamping Alex tengah mengamati Heesoo dan Jisoo yang sedang bermain layang-layang dengan gembira.


"Alex, Apa mereka merepotkanmu?" tanya Suzy yang duduk disamping Alex, dia memandang kedepan ke arah anaknya yang bermain.


"Noona tidak perlu khawatir, aku selalu bisa mengatasi mereka sejak dulu" jawab Alex dengan senyum khasnya.


"Kau memang paman yang hebat bagi mereka, kau slalu menjadi sosok yang dikagumi mereka sejak dulu"


"Kau bisa saja noona. Aku ingin bicara dengan kalian berdua tapi tidak disini"


"Ada apa?" kini Myungsoo menyuarakan suaranya.


"Ikuti aku. Mereka aman disini" ucap Alex beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah masuk istananya, mengajak Myungsoo dan Suzy masuk ke dalam perpustakaan mini miliknya.


"Kalian berdua ini sebenarnya kenapa? Heesoo bicara padaku kalau kalian masih bersetru saja sejak masih di Gwangju. Kalian berdua sudah sangat dewasa, apa tidak bisa menghilangkan sifat keras kepala kalian didepan anak kecil? Bertengkar didepan mereka itu tidak baik untuk mental mereka" ucap Alex kesal pada keduanya.


"Heesoo bilang apa?" tanya Suzy.


"Dia bicara tentang persetruan kalian, ibu suri yang tidak menyukai noona dan menyukai Sowon. Heesoo pikir hyung juga mencintai Sowon dan Jungsoo saja, walau sudah ku beri pengertian kalian hanya salah paham tapi pasti mereka masih bertanya lagi kenapa kalian tidak bersama jika sudah berbaikan" jawab Alex.


"Aku akan bilang pada mereka nanti bahwa aku dan Myungsoo memang sudah tidak bisa bersama, mereka harus menerima kenyataan itu. "


"Kau mau menghancurkan hati anakku, aku tidak akan membiarkan itu. Kau dan aku akan bersama kembali demi mereka, kau tidak lihat mereka ingin kita bersama dan hidup bahagia. Jadi kau dan anak-anak harus segera tinggal diistana lagi" ketus Myungsoo memandang ke arah Suzy yang ada didekatnya.


"Aku sudah ke seoul karena tidak menjauhkanmu dengan mereka, kau pikir kau siapa? Berani mengatur hidupku seenaknya kim Myungsoo" ucap Suzy menoleh memandang tajam kearah Myungsoo.


"Hey... Kau masih sah istriku Kim Suzy, jika kau lupa akan hal itu"


"Jangan berdebat. Astaga, lihatlah perasaan mereka berdua, kalian ini saling mencintai kenapa saling keras kepala begini? Coba pikirkan perasaan Heesoo dan Jisoo. Apa kalian tega membuat mereka sedih, itu yang harus kalian pikirkan bukan malah berdebat seperti anak kecil begini"


"Aku tidak bisa Alex berada disini, disini neraka bagiku. Aku tidak ingin anakku diperlakukan tidak adil oleh ibu suri. Aku kembali ke seoul saja dia sudah mengira aku akan kembali ke istana bahkan dia iri ingin Sowon dan jungso juga dibawa kembali kesini, aku tidak mau anak-anakku disingkirkan sama seperti aku dulu"


"Noona, percayalah pada hyung. Kali ini hyung akan menjagamu dan anak-anakmu, sekarang kau tidak sendiri karena kakakmu juga berada di sekitara istana ini."


"percayalah Zy, aku berani bersumpah kali ini aku akan percaya pada kata-katamu. Walau Sowon dan Jungsoo disini aku tidak akan membiarkanmu, Heesoo dan Jisoo celaka"


"Baik, aku akan setuju tinggal disini demi Heesoo dan Jisoo tapi aku tidak mau tinggal di paviliunmu itu, aku mau tinggal di istana belakang selir Chang ini bersama anak-anak. Kalau kau terserah mau tinggal dimana?"


"Kau yakin mau tinggal disana, disana tempatnya tidak seluas paviliun kita dulu. Permaisuri bahkan sudah menyiapkan kamar mereka berdua bersama dengan Hyura dan kita bisa menempati istana didekat istana Kyuhyun hyung"


"Kalau kau tidak setuju maka aku akan tetap tinggal dirumah kakakku saja. Semua terserah padamu?"


"Baiklah. Aku setuju, aku akan minta beberapa orang membereskan renovasinya dan menata ulang ruangan didalamnya, agar kita bisa segera menempatinya bersama anak-anak."


"Oke. Aku akan membereskan barangku dan anak-anak jika tempatnya sudah siap. Jika Sowon dan Jungsoo datang, awas saja jika kau menyembunyikan fakta kembar maka aku akan membawa mereka jauh dari seluruh keluarga istana."


"Aku cukup sekali menjadi bodoh, aku tidak akan mengulanginya. Maafkan semua kesalahanku di masa lalu Zy, kali ini aku serius. Aku bahkan berencana mengatur ulang pernikahan kita agar semua orang tahu" ucap Myungsoo memegang tangan Suzy dengan mesra.


"Baguslah jika kalian mau baikan, aku senang melihatnya. Aku tahu kalian saling mencintai, badai sudah berlalu namun kalian harus bersama dan saling melindungi agar tidak ada badai lagi yang mengguncang" tutur Alex.


"Gomawo Alex untuk semua yang sudah kau lakukan untuk kembar. Kau banyak berjasa untukku"


"Mereka keponakanku hyung, sudah tugasku menjadi ayah pengganti mereka selama kau tidak ada disamping mereka"


"Gomawo Suzy, aku sangat mencintaimu. Aku tidak peduli berapa banyak wanita didepanku, bagiku hanya kau satu-satunya wanita yang ku cintai" ucap Myungsoo menarik leher Suzy kepelukannya.

__ADS_1


"Hmmm."


Alex tersenyum senang melihat pasangan didepannya sudah baikan.


__ADS_2