
Sowon sudah terbaring ditempat tidurnya setelah tabib memeriksanya dan memastikan dia baik-baik saja, Eunha memberikan obat untuk Sowon saat ibu suri datang melihat keadaan Sowon.
"Untung ini tidak berbahaya untuk bayimu? Aku takut sekali, kau harus hati-hati dan jaga kesehatanmu" ucap ibu suri mengelus perut Sowon.
"Nde yangmulia" ucap Sowon lemas.
"Suzy itu bisa melompat dari atap, membakar kembang api dan terbang ke atas. Kau harus hati-hati jika dekat dengannya?"
"Jangan salahkan kakak, dia tidak sengaja. Saya hanya senang karena putri Sohee dan putri Eunji datang kemari jadi saya kurang hati-hati"
"Mama, saya rasa putri Suzy sengaja melakukan itu karena cemburu pada nyonya. Nyonya sangat baik hanya menelan pendeeritaan saja, putri Suzy pasti sengaja agar nyonya dan pangeran Myungsoo tidak memiliki anak sama sepertinya. Coba anda pikir dia bisa silat jelas nyonya bukanlah tandingannya"
"Eunha, jangan bicara sembarangan kakak hanya ceroboh dan aku kurang hati-hati"
"Sowon lebih baik hati-hati, manusia tidak bisa ditebak apalagi wanita pencemburu seperti Suzy, dia bisa berbuat nekat. Tinggal denganku agar kau bisa aman terjaga karena kini Myungsoo tidak ada jadi tidak akan ada yang melindungimu, setelah Myungsoo datang baru kau kembali"
"Tak bisa rukun dengan kakak adalah kegagalanku, untung anakku selamat jadi anda tidak perlu khawatir. Aku akan menjaganya dengan baik"
"Tapi aku tidak tenang. Kalian siapkan keperluan nyonya kalian, aku akan bicara dengan Suzy. Besok pagi aku akan menjemput sowon" perintah Ibu suri yang beranjak akan pergi ke ruang depan, Sowon tersenyum karena bisa membuat Suzy dalam ancaman.
Ibu suri duduk di ruang depan menatap Eunji, Suzy dan Sohee yang berdiri menunduk dihadapannya seperti menunggu hukuman darinya. Eunji mendekat setelah menoleh ke arah Suzy dan Sohee yang saling diam.
"Yangmulia, apa Sowon baik-baik saja" tanya Eunji yang mendekat ke ibu suri.
"Menurutmu? Walau tabib bilang bayinya tidak apa-apa, Myungsoo sedang tidak ada di istana bagaimana jika terjadi sesuatu? Bagaimana menjelaskan padanya" teriak ibu suri.
"Aku tidak menyentuhnya, dia yang jatuh sendiri tadi" bela Suzy masih tidak terima.
"Kau tak menyentuhnya, tapi bayi Sowon hampir saja keguguran jika kau sampai menyentuhnya pasti dia sudah mati tak tertolong. Masih berani bicara kau!"
"Apa Sowon yang bicara begitu, aku akan bicara padanya"
Belum Suzy beranjak Sohee dan Eunji sudah mencegahnya. "Sabar, ini hanya kecelakaan asal bisa menyelesaikan masalah maka itu sudah cukup, pikirkan ini biarkan Sowon istirahat" bisik Sohee pada Suzy yang akhirnya diangguki Suzy.
"Baiklah"
"Jangan tidak adil pada Sowon, dikamar tadi dia memohon padaku untuk tidak menyalahkanmu dan berkata ini salahnya. Bae Suzy harusnya kau bersyukur karena dia berjiwa besar. Eunji, ikut aku pulang. Sohee, kau bujuk Suzy agar berjiwa besar seperti Sowon. Anak Sowon anak Myungsoo juga jika terjadi sesuatu aku tidak akan memaafkan Suzy" ucap ibu suri dengan keras lalu meninggalkan paviliun Myungsoo dengan Eunji.
"Ibu suri mari ku papah pulang, Sohee Suzy aku pergi. Besok aku datang lagi" pamit Eunji yang membawa ibu suri keluar paviliun Myungsoo.
"Aku bisa mati difitnah, aku tidak tahan lagi. Aku harus bertanya kejelasan pada Sowon" ucap Suzy lirih yang akan menghampiri Sowon namun demgan segera dicegah Sohee dan dibawa masuk ke kamarnya. "Jangan bicara lagi, ayo masuk"
Dikamar Suzy.
Sohee memaksa Suzy duduk disampingnya untuk duduk diranjang bersamanya.
"Suzy apa kau lupa ketidaksabaran itu bisa merusak situasi? Hingga jadi begini"
"Aku tidak tahu kenapa Sowon jadi begini, dia memfitnahku sampai begini. Aku berani bersumpah bahwa aku tidak menyentuhnya tapi dia sendiri yang terjatuh. Aku memang nengacaukan keadaan padahal Myungsoo berpesan agar kami hidup rukun tapi kenapa jadi begini? Aku tidak sanggup difitnah" ucap Suzy dengan wajah sendu yang langsung dipeluk oleh Sohee.
"Sowon mungkin tidak berubah Zy, tapi begitulah sifat aslinya. Kita masuk ke dalam perangkapnya yang terus membuat siasat hingga saat ini. Dia memanfaatkan ibu suri yang menyukainya, berawal masuk istana dan menaklukan hati ibu suri lalu membujuk dan mengacaukan persahabatan kita agar bisa mendapat gelar nyonya dari istri Myungsoo. Dia bisa menjebak dengan mengandung anak Myungsoo, langkah sulit dia tempuh selangkah demi selangkah. Saat tujuannya hampir berhasil dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Myungsoo mendapat tugas ke china"
"Sohee apa yang kau katakan?" tanya Suzy melepaskan pelukannya dengan Sohee.
"Aku harap pikiranku ini keliru zy? Semoga tidak sepeti yang ada dalam benakku"
*
*
Paginya, Suzy sarapan bersama dengan Sowon dan Sohee. Selama Sungjong pergi Sohee memilih menginap agar Suzy tidak kesepian dan ceroboh dihadapan Sowon yang bersiap mendepaknya. Para dayang bergantian membawa masuk makanan yang akan disantap tuan putri mereka.
"Aku sungguh iri melihat kalian begitu akrab, Jungshin yang mirip dengan Sungjong" ucap Sowon yang melihat Sohee menyuapi Jungshin.
"Kata semua orang Jungshin adalah Sungjong versi kecil" balas Sohee.
"Itu sungguh membuatku iri semoga anakku ini juga tampan atau cantik seperti ayahnya, membayangkan itu membuatku tak sabar untuk segera melahirkan, Myungsoo bilang ingin punya anak perempuan dariku jika yang lahir ini laki-laki" ucap Sowon dibuat-buat.
"Dia ingin punya anak yang mirip denganmu? Apa kalian sering berbicara mengenai anak" tanya Suzy dengan tampang polosnya.
"Maksud kakak, aku dan Myungsoo? Tentu saja kami membicarakannya. Dia bilang dia sudah tidak muda lagi dan sungguh beruntung segera memiliki anak, kata orang untuk calon ayah yang akan memiliki anak pertama memang begitu. Aku harap anakku laki-laki lalu yang kedua baru perempuan" ucap Sowon dengan nada gembira, membuat Sohee hanya menatapnya saja.
"Kalian sudah berencana membuat anak kedua padahal ini belum lahir?"
"Bukan berencana, hanya berunding saja. Kata Myungsoo anak kami pasti cerdas jadi dia berharap aku bisa melahirkan banyak anak, karena dia calon putra mahkota istana"
"Bagaimana mungkin, bukankah..."
"Kenapa kakak? Apa Myungsoo membohongimu tentang hubungan kami. Kami bahkan begitu baik-baik saja nyatanya aku hamil, jika dia bicara yang lain dengarkan saja dia. Tidak baik melajutkan pembicaraan ini didepan dayang"
"Aku sudah kenyang" ucap Suzy yang kesal segera pergi dari ruang makan membuat Sowon dan dayangnya tersenyum senang, sementara Sohee mengejar kepergian Suzy menuju kamar.
"Yaa Kim Suzy kau kenapa? Jangan terpancing ucapannya? Kau dan Myungsoo saling mencintai kenapa kau menganggap omongan Sowon serius"
"Bukankah kau bilang dia tidak licik? Dia bicara dengan benar. Myungsoo yang salah, Myungsoo yang mata keranjang, Myungsoo membohongiku. Aku bisa mati dengan kesal, aku mau pergi saja dari sini" ucap Suzy kesal yang membuat Sohee memeluknya.
"Suzy dengarkan aku, kau masuk perangkapnya jika kau kesal."
"Aku masuk perangkap"
"Hmm." Sohee segera menutup rapat pintu kamar Suzy dan meminta Chaekyung dan Jia berjaga didepan pintu. Lalu kembali mendekati Suzy yang duduk disamping ranjang dengan uring-uringan.
"Dengarkan aku, Sowon sengaja mengatakan itu untuk membuatmu marah. Jika kau pergi maka kau berhasil masuk perangkapnya, jika kau marah maka kau akan pergi dia bisa menggantikan posisimu menguasai Myungsoo dan istana"
"Aku paham. Jadi Sowon maju selangkah demi selangkah untuk menjadi permaisuri Myungsoo?."
"Tapi dia tidak sadar jika Myungsoo sangat mencintaimu dengan besar, statusmu begitu besar dan itu membuatnya khawatir walau ibu suri dan raja menyayanginya juga berguna tapi dia tidak punya tempat dihati Myungsoo. Dia kalah makanya dia ingin mengadu domda kau dan Myungsoo agar bertengkar dan berpisah, dia ingin membunuhmu perlahan"
__ADS_1
"Aku memang masuk jebakannya, aku tidak bisa satu atap dengannya. Melihatnya bermesraan dengan Myungsoo saja itu membuat hatiku sakit, jadi aku harus pergi"
"Suzy kau ingat janjimu pada Myungsoo, jika kesal berlatih pedang saja atau berkuda. Aku akan menemanimu asal jangan pergi dan membuat Sowon menang" ucap Sohee menahan Suzy namun ditampiknya tangan Sohee.
"Aku harus pergi"
Suzy yang berniat pergi dan membuat Sowon tersenyum, namun begitu didepan pintu dia menabrak raja Hwanhee yang datang berkunjung. Semua menatap ngeri karena suasana Suzy yang tidak baik.
"Kim Suzy apa yang kau lakukan, kau sudah lama tinggal disini tapi aku semakin tidak mengenali dirimu? Kau istri pangeran dan kau sudah menjadi nyonya. Lihatlah kau bersikap tidak seperti nyonya"
"Aku bukan nyonya, dipaviliun ini sudah ada nyonya. Aku bukan siapa-siapa" kesal Suzy yang tangannya dipegang Sohee agar tidak melawan.
"Rupanya kau cemburu pada Sowon lagi"
"Yangmulia bukan begitu, sudah tidak ada kabar dari Myungsoo dan Sungjong jadi kami merasa tegang." ucap Sohee menjelaskan.
"Yangmulia hubungan kami seperti saudara kandung mana mungkin kakak cemburu padaku. Jangan salah paham dan marah, oiya hamba baru belajar menulis puisi bergaya seperti anda jika berkenan bisakah anda menelitinya yangmulia"
"Baiklah, Suzy aku tidak akan memperpanjang lagi karena Sowon, waktu panjang jangan digunakan hanya melamun dan rindu tapi belajarlah dengan Sowon. Bukankah itu bagus" ucap raja Hwanhee yang berjalan masuk ke perpustakaan Myungsoo bersama Sowon dan para dayang Sowon. Suzy dan Sohee hanya menahan kesal akibat perbuatan Sowon yang suka mencari muka didepa keluarga istana.
"Jika kau pergi maka kau mundur dan mengaku kalah padanya, Myungsoo dan Sungjong sedang bertugas dinegara orang sedangkan kita bertempur disini. Pikirkan itu baik-baik Suzy"
"Aku harus bagaimana Sohee? Ini membuatku kesal"
"Kau tidak harus berbuat apa-apa. Cukup diam dan jangan marah maka dia tidak akan bisa apa-apa"
"Lalu bagaimana jika benar Myungsoo membohongiku? Seperti perkataan Sowon"
"Jika kau anggap itu benar maka dia yang menang, menang tanpa perlu bersusah payah. Dengan kata lain dia sudah mengalahkanmu tanpa berbuat apa-apa"
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Tenanglah. Selama kau diam maka dia tidak akan bisa melakukan apapun, jaga emosimu sampai Myungsoo pulang"
"Baiklah"
*
*
*
Myungsoo dan Sungjong kembali setelah pergi selama 2 bulan ke negara China. Hari ini Istana melakukan penyambutan dihalaman istana untuk menyambut kedatangan mereka berdua yang sukses mengemban tugas dengan baik, dan akan tiba diistana pagi ini.
Suzy hanya diam bersama Miura sambil memperhatikan Sowon yang sibuk mencari perhatian karena dia sudah berdandan cantik, penuh ceria karena akan menyambut Myungsoo. Alex sedari tadi yang membawa rangkaian bunga sudah dicegah oleh Sowon.
"Biar aku dan kakak Sohee saja Alex, karena yang akan datang suami kami" ucap Sowon menghadang Alex yang membawa rangkaian bunga. Alex menyerngitkan dahinya mendengarkan ucapan dari Sowon.
"Noona, kau tidak lihat perutmu yang sudah seperti balon yang akan meletus. Ini sudah diperintahkan yangmulia" ucap Alex dengan nada datarnya, menunjukkan wajah tak bersahabatnya.
"Tidak apa, Myungsoo suamiku sudah sepantasnya aku menyambutnya dengan membawa rangkaian bunga ini untuk menyambut kepulangan dan keberhasilannya."
"Alex, biarkan Sowon melakukan apa yang dia mau. Aku yang akan bicara pada yangmulia" perintah ibu suri, Alex langsung memberikan rangkain bunga tersebut dan bergegas pergi. "Sohee, kau bantu Sowon membawa rangkaian bunga itu"
"Baik, yangmulia ibu suri." ucap Sohee yang membantu Sowon membawa rangkaian bunga.
"Wanita itu membuatku muak. Tapi kau tenang saja Zy, aku tidak akan pernah bersimpati padanya. Aku akan selalu dipihakmu" bisik Miura memegang tangan Suzy dengat erat.
"Gomawo Eonni"
"Hmmm"
Myungsoo dan Sungjong saat jam makan siang, Raja Hwanhee langsung mengajak mereka untuk makan bersama sambil berbincang mengenai pengalaman dari tugas negara yang mereka lakukan. Sowon terus memancarkan aksinya mencari perhatian dengan melayani Myungsoo namun Myungsoo menolak.
"Myung, makanlah sup ayam gingseng ini. Kau setelah melakukan perjalanan jauh pasti tubuhmu perlu stamina, atau kau mau kimchi jiggae atau mau makan yang lainnya. Aku akan mengambilkannya untukmu" ucap Sowon dengan penuh perhatian.
"Tidak perlu Sowon, kau perhatikanlah makananmu agar bayimu sehat. Aku bisa mengambil makan untuk diriku sendiri. Tugas yang harusnya dilakukan orang lain tolong jaga batasanmu Sowon" tegas Myungsoo sambil melihat Suzy yang duduk menjauh darinya dan memilih duduk disamping Miura dan Alex, itu membuat Myungsoo sedikit kesal. Suzy dan yang lain yang menikmati makanan mereka langsung terdiam mendengar penuturan Myungsoo.
"Myung, jangan begitu. Sowon hanya ingin memberikan perhatian padamu kaena kau pergi begitu lama. Dia sedang hamil jadi tidak ada salahnya dia dan anakmu melayanimu" ucap ibu suri.
"Tapi itu melangkahi Suzy yang menjadi istri pertamaku"
"Suzy bahkan memilih duduk disamping Miura dan Alex, bukankah itu berarti dia sadar jika Sowon lebih berhak padamu karena sebentar lagi Sowon akan melahirkan anakmu"
Brakkk
"Aku selesai. Yangmulia hamba akan menunggu diruang kerja anda, permisi" ucap Myungsoo pamit dan pergi meninggalkan ruang makan.
Malam hari.
Myungsoo masuk kedalam paviliunnya dengan wajah lelah, Suzy dan Sowon sudah menunggunya diruang langsung menghampiri Myungsoo. Myungsoo melihat wajah kedua istrinya dengan perasaan bersalah.
"Apa ada masalah? Kenapa berbincangnya lama sekali dengan raja" tanya Suzy dengan wajah cemas.
"Tidak ada masalah, hanya membahas yang kami lakukan disana. Aku lelah ingin istirahat" jawab Myungsoo mengajak Suzy ke kamar mereka.
"Myung, kenapa kau mendiamkanku? Apa kau tidak menganggapku. Aku ini istrimu juga, ada banyak hal yang ingin ku katakan padamu. Disini ada kakak jadi aku tidak bisa bicara dengan leluasa" ucap Sowon kesal, dia berusaha mencegah agar Myungsoo tidak berduaan dengan Suzy.
"Kau kekamarlah dulu, aku akan bicara berdua dikamar Sowon. Jangan cemburu nde" ucap Myungsoo menjelaskan agar Suzy tidak kesal padanya. Dan menggiring Sowon masuk ke kamar mereka. "Apa yang ingin kau bicarakan? Aku lelah dan ingin istirahat"
"Kenapa kau kejam padaku, aku ini juga istrimu yang sedang mengandung anakmu. Kenapa kau tidak memiliki belas kasihan padaku? Aku mencintaimu tapi kau terang-terangan menolakku"
"Aku sudah mengatakan diawal dan kau malah menjebakku hingga kau mengandung, jadi jika aku tidak perhatian padamu kenapa kau menyalahkanku. Kau gadis baik tapi kau menurut saja dijadikan alat oleh ibu suri"
"Myung, aku tidak punya pilihan lain. Ibu suri mengancamku, awalnya aku tidak tertarik tapi melihat ketampananmu, kepintaranmu, bisa sara dan semua yang sempurna tentangmu membuatku tidak bisa menolak pesonamu, aku tidak bisa tidak menyukaimu."
"Aku tahu kita hanya bidak yang dikendalikan oleh orang lain, kau hanya korban keegoisan ibu suri. Kau adalah tragedi untuk pernikahanku dengan Suzy"
__ADS_1
"Aku memang tragedi, aku berada diluar dugaan tapi kau tidak iba padaku. Apa tidak bisa tragedi diluar dugaan ini berubah menjadi kebahagiaan diluar dugaan. Malam ini tidurlah disini, asal kau menemaniku maka aku bukanlah tragedi. Tolong temani aku bicara, aku tidak akan melakukan apapun" ucap Sowon langsung memeluk Myungsoo yang berada didepannya. Myungsoo yang sadar langsung menolak Sowon dan berpaling.
"Maaf, tapi aku tidak bisa berlunak hati. Hari ini aku beri kegembiraan, besok aku memberimu kekecewaan. Aku tidak bisa menipu diriku sendiri, menipumu dan menipu Suzy. Aku harus pergi" ucap Myungsoo segera berjalan ke arah pintu, Sowon yang tidak ingin pergi segera saja berlari dan menabrakkan diri hingga terjatuh dan menabrak meja bunga disamping pintu.
Praang.
"Sowon" teriak Myungsoo yang melihat Sowon terjatuh dengan memegangi perutnya, semua yang mendengar segera berdatangan.
"Aduh, sakit sekali. Perutku" teriak Sowon yang terkapar dilantai kesakitan.
"Sowon, kau baik-baik saja "
"Nyonya apa yang terjadi?" ucap Eunha dayang setia Sowon yang menghampiri majikannya dengan heboh. "Pangeran, nyonya sebulan lagi akan melahirkan kenapa bisa begini? Bagaimana jika terjadi sesuatu"
"Sakit sekali huwaaaa"
"Nyonya"
"Myung, kau sungguh kejam bagaimanapun dia anakmu" teriak Sowon sambil histeris dipelukan Myungsoo dam dayangnya.
"Panggilkan tabib istana dan perawat istana" perintah Myungsoo dengan berteriak.
"Jangan percaya padanya, dia hanya berakting. Dia pura-pura" ucap Suzy yang entah sejak kapan sudah didepan pintu kamar Sowon.
"Pura-pura apa? Aku yang menabraknya" bentak Myungsoo.
"Waktu itu dia pura-pura, dia pernah bermain sandiwara seperti ini"
"Tuan putri jangan fitnah nyonya, dia tidak seperti itu. Lihat ada darah. Pengawal cepat panggil tabib" teriak Minri ikut heboh.
"Myungsoo, tolong anakku. Aku sudah mau mati rasanya" teriak Sowon sambil terus menangis.
"Sowon maafkan aku, bertahanlah tabih akan segera datang." ucap Myungsoo dengan perasaan bersalah dan terus menggenggam tangan Sowon, membuat Suzy terkejut. "Cepat panggilkan tabibnya"
"Myungsoo, aku ingin anak ini. Dia anugerah darimu untukku, kelak tidak ada lagi. Aku mencintainya dan menginginkannya"
"Tenanglah, tabib akan datang dia pasti selamat. Jika dia tidak selamat aku janji akan ada yang kedua dan ketiga" ucapan Myungsoo membuat Suzy terkejut dan diam-diam pergi tanpa Myungsoo sadari.
Keadaan kamar Sowon berubah ramai karena dia akan melahirkan anaknya. Permaisuri dan selir Chang sibuk menyiapkan air panas dan keperluan yang digunakan tabib untuk membantu proses persalinan Sowon.
"Tolong, aku sudah tidak kuat lagi" teriak Sowon ditemani permaisuri.
"Sowon tenang, semua akan baik-baik saja" hibur permaisuri.
"Permaisuri, tolong beri dia kepingan gingseng ini jika dia tidak kuat"
"Nde"
Semua masih berlarian kesana kemari saat ibu suri dan Eunji datang ke kamar Sowon.
"Hormat yangmulia ibu suri. Kenapa anda kesini? Disini kotor, lebih baik anda menunggu diruang tamu. Jika ada apa-apa hamba akan menghampiri anda "
"Apa yang tidak bersih. Ruang bersalin adalah hal yang serius, jadi jangan tahayul. Kenapa bisa melahirkan lebih awal? Aku sampai terkejut. Eunji kau pergilah ke kamar Suzy karena kau masih gadis"
"Baik yangmulia" ucap Eunji yang langsung keluar kamar Sowon, sedangkan ibu suri menghampiri ranjang Sowon.
"Permaisuri tolong aku, aku tidak kuat lagi"
"Sowon beranikan dirimu, jangan takut. Lihat ibu suri disini untuk melihatmu, aku bahkan sudah melahirkan 4 anak, semuanya sangat menderita tapi berhasil dilahirkan"
"Ibu suri tolong aku"
"Sowonku yang malang, kau begitu menderita"
"Ibu suri maafkan aku yang tidak hati-hati makanya menabrak meja dan melahirkan lebih awal. Aku takut sekali"
"Jangan takut"
Sementara itu diluar kamar Sowon alias kamar Suzy Myungso gelisah, Suzy dan Eunji hanya bisa diam melihat kegusaran yang Myungsoo lakukan. "Kenapa jadi begini? Jika anaknya tidak selamat maka aku akan kena hukuman"
"Kata tabib perkiraan hari bisa meleset, meski lebih cepat harusnya tidak ada kendala. Jangan khawatir, Sowon masih muda dan tubuhnya kuat jadi tidak akan ada masalah" ucap Suzy menyemagati Myungsoo.
"Apanya tidak masalah? Dia berteriak sepanjang malam dan bayinya belum juga lahir. Eunji apa kau tahu, aku menabraknya hingga jatuh dan membuatnya menderita begini? Apa hakku hingga membuat wanita menderita, aku benar-benar brengsek" teriak Myungsoo yang sudah berdiri didepan Eunji.
"Myungsoo, jangan sampai ibu suri dengar hal ini. Melahirkan lebih cepat itu sudah biasa, salah perkiraan juga sudah biasa yang penting jangan bilang dia terjatuh" ucap Eunji.
"Tapi dia menangis dan berteriak semalaman"
"Myung, saat Sohee melahirkan juga hal ini terjadi semalaman. Melahirkan anak pertama bukankah memang begini"
"Jangan ungkit Sohee karena dia bukan Sohee, bayi itu akan keluar karena aku yang menabraknya. Benar kata Sowon kita menakutkan, kita membunuh tanpa mengeluarkan darah"
"Myung, jangan merasa bersalah, jika kau ikuti ucapannya maka kau akan merasa bersalah. Dia adalah tokoh yang hebat hingga aku pernah tertipu olehnya. Siapa yang membunuh tanpa darah kita belum tahu siapa?"
"Kim Suzy bisakah kau berbaik hati padanya? Demi menolong kakakmu Sowon mau menderita menikah denganku, aku yang mencintaimu terus mengucilkannya. Sekarang dia begini apa kau tidak kasihan padanya" teriak Myungsoo pada Suzy. "Kau berubah menjadi pintar tapi kau juga brubah menjadi sadis, kau tidak ada bedanya dengan wanita pendendam" lanjut Myungsoo menabrak Suzy dan keluar kamar menuju kamar Sowon yang berteriak.
"Jangan dengarkan ucapan Myungsoo, suasana hatinya masih kacau karena menabrak Sowon hingga dia tidak sadar dengan apa yang dia katakan, walau bagaimanapun anak yang dikandung Sowon adalah darah dagingnya. Wajar jika dia cemas. Dia cemas bukan hanya hari ini saja tapi sejak awal, demi kakakmu kita harus bersabar dan tahan emosimu" ucap Eunji yang hanya diangguki Suzy.
Hingga Sowon melahirkan pukul 4 pagi, Suzy bisa melihat betapa Myungsoo begitu perhatian pada Sowon yang dia yakini pura-pura dalam melahirkan anak mereka hari ini. Suzy bisa bersedih dalam hati namun Eunji yang ada disampingnya terus menggenggam tangan Suzy dengan erat. Semua bersuka cita terutama ibu suri, dia sangat bahagia melihat Sowon melahirkan bayi laki-laki untuk Myungsoo. Myungsoo yang terlalu panik dengan kesakitannya Sowon, hingga tidak mendengarkan jika tabib berkata bahwa Sowon baik-baik saja, hanya kelelahan.
Suzy hanya bisa menangis pergi dari kamar Sowon diikuti Eunji, saat Myungsoo berkata didepan semua orang bahwa dia akan menerima Sowon sebagai tragedi pernikahan mereka yang artinya Myungsoo akan menerima Sowon sebagai istrinya juga.
"Eunji, aku sudah tamat. Aku kalah dari Sowon, kau dengar sendiri bahwa dia akan menerima Sowon. Dia sudah tidak mencintaiku lagi, dia sudah jatuh cinta pada Sowon. Aku akan kehilangan Myungsoo dan Sowon akan menguasainya hingga tidak akan ada lagi aku dalam hidupnya"
"Tidak mungkin, kejadian hari ini tidak bisa diambil sebagai kesimpulan. Kau dan Myungsoo saling mencintai sejak 6 tahun lalu mana mungkin bisa digantikan dengan cinta sebentar dari Sowon"
"Tapi tadi kau demgar sendiri"
__ADS_1
"Myungsoo hanya sedang cemas. Sekarang istirahatlah, nanti aku akan kesini bersama Sohee"
"Hmmm"