
Suzy dengan wajah muramnya membantu Eunji dan Sohee menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan kedua Myungsoo dengan Sowon, dibilang sakit tentu saja hatinya sakit melihat suaminya menikah lagi dan dia harus menerima istri kedua Myungsoo dengan baik.
"Zy, kau tidak harus melakukan ini. Kau istirahat saja biar aku dan Sohee yang merangkai bunga-bunga ini" ucap Eunji kasihan melihat wajah sedih Suzy.
"Benar, kau kelihatan kurang sehat Zy. Istirahat saja dikamar aku akan membuatkan sup gingseng untuk menghangatkan tubuhmu" bujuk Sohee juga.
"Aniya, aku tidak apa. Aku tidak tahu jika menyiapkan pernikahan akan seribet ini, dulu aku tidak merasakan hal ini hehe" ucap Suzy memaksakan senyumnya.
"Kau sakit saat itu mana bisa ikut membantu. Semua juga serba dadakan jadinya hanya sederhana tidak serumit ini"
"Mungkin karena Sowon pilihan ibu suri makanya dibuat semeriah mungkin"
"Kau jangan sampai masuk perangkap Sowon Zy, kau punya aku. Jangan biarkan emosi menguasaimu jika dia membuat ulah"
"Siap bos"
"Hai Suzy noona, kau baik-baik saja" sapa Alex yang baru saja datang.
"Hmmmm, aku baik"
"Apa hanya Suzy saja noonamu.?"
"Maaf Sohee noona. Ku lihat kau baik-baik saja makanya tidak ku sapa"
"Bilang saja kau pilih kasih"
"Hehehe. Apa ada yang bisa ku bantu noona-noona cantik?"
"Kau ini laki-laki apa perempuan, menempel pada kami"
"Hehehe"
"Sepertinya aku istirahat saja. Badanku rasanya panas dingin meriang."
"Mari aku antar noona"
"Aku pergi dulu"
"Antar Suzy dengan selamat"
"Baik"
Karena memang badannya yang kurang enak, Suzy memutuskan untuk pulang saja diantar Alex. Di depan paviliun Suzy berpapasan dengan Myungsoo namun enggan menyapa karena Myungsoo masih sebal dengan Suzy yang bilang tidak mencintainya padahal jelas-jelas cinta. Myungsoo bergegas pergi tapi ditahan Alex. Sedangkan Suzy masuk ke dalam untuk istirahat diikut oleh dayang setianya.
"Tuan putri apa anda ingin makan sesuatu sebelum istirahat" tanya Jia mengikuti Suzy masuk kamar.
"Aniya, aku ingin langsung tidur saja. Bisakah biarkan aku sendiri" jawab Suzy pada kedua dayangnya yang membantunya berganti pakaian santai.
"Nde, jika ada apa-apa panggil saja kami. Kami ada diluar"
"Hmmm. Gomawo"
Suzy melangkah ke kamar tidurnya setelah selesai berganti pakaian, sedangkan Myungsoo diajak Alex ngobrol sambil berjalan mengitari taman istana.
"Hyung, aku tahu kau menikah karena dipaksa ibu suri." ucap Alex mengawali pembicaraan.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Myungsoo mengernyitkan dahinya.
"Aku cukup pintar hyung, ibu dan permaisuri sudah khawatir dengan ini karena noona yang tidak kunjung hamil. Ibu suri juga tidak suka pada noona." jawab Alex santai.
"Aku tidak punya pilihan. Seungho dan Suzy akan dibunuh penggal jika aku tidak bersedia menikahi Sowon ditambah dengan tidak ada Kyuhyun hyung membuat ibu suri mempersulitku"
"Tapi bukan berarti kau melupakan tanggung jawabmu pada Suzy noona. Semua khawatir dengan keadaannya yang tidak makan hanya minum saja. Apa kau tidak khawatir sedikitpun melihatnya hingga kau mengacuhkannya"
"Aku kesal padanya, dia bilang dia sudah tidak mencintaiku lagi, tidak peduli dengan aku mencintainya padahal dia mencintaiku. Malah bilang aku cinta Sowon atau tidak terserah bagaimana aku tidak sebal, dia seolah memaksaku menikahi Sowon"
"Untuk kali ini tolong turunkan egomu, kau merasa orang yang paling terluka tapi sebenarnya yang paling terluka adalah noona. Noona harus membagi rumahnya dengan istri barumu, noona harus menyandang istri tua, punya keluarga yang entah bisa dianggap saudara apa tidak nantinya dan kau masih bisa berkata seperti ini. Tapi takdir tidak akan adayang tahu bagaimana hatimu nanti. Apa kau akan jatuh cinta pada Sowon? Atau kau akan tetap mencintai Suzy noona hanya kau yang akan menemukan jawabannya"
"Bagaimana bisa kau menyimpulkan seperti itu? Apa kau meyimpan cinta untuk noonamu" ucap Myungsoo penuh selidik.
"Yaaa hyung sadarlah apa yang kau katakan. Bagaimana bisa kau berpikir begitu picik pada adikmu. Aku hanya curiga saja kalau Sowon gadis licik, aku hanya ingin sebelum pernikahan keduamu di mulai, kau sudah berbaikan dengan noona karena aku khawatir pada kesehatannya."teriak Alex dengan keras karena kesal dengan kakaknya. "Dan pikirkan jika kau berada di posisinya, kakakmu akan dibunuh oleh mertuamu dan mertuamu memaksa Suzy noona menikah lagi agar kau dan kakakmu bisa selamat dari maut. Apa yang akan kau lakukan ? Suzy noona tentu saja memilih kakaknya selamat daripada pernikahannya. Jika aku jadi dia aku akan melakukan hal yang sama. Semua tergantung padamu hyung" Alex kemudian pergi meninggalkan Myungsoo ditaman sendirian.
Pukul 4 sore Myungsoo pergi ke tempat beribadah istana, tempat tersebut terletak di samping kolam istana. Saat Myungsoo akan masuk dia melihat Suzy yang tengah berdoa disana. Hatinya sungguh terharu, Suzy yang dia abaikan masih saja berdoa untuknya dan keluarganya.
Myungsoo masuk, kemudian berdiri dibelakang Suzy yang juga menutup matanya sambil menangkupkan tangannya untuk berdoa.
"Tuhan, aku mohon maafkan aku yang egois ini. Aku orang yang melakukan banyak dosa dan lalai akan tanggung jawab, aku membuat wanita yang berdiri didepanku menangis karena sikapku yang egois, keluargaku membuatnya menjadi yatim piatu sejak kecil. Tuhan, aku mohon bahagiakan dia jangan biarkan hatiku kelak diisi oleh orang lain selain cintaku untuknya. Banyak hal yang ingin aku tebus dengan membahagiakan dia, aku menikah lagi karena aku terpaksa. Aku mohon maafkan aku jika mendustai janji suciku dengan Sowon nantinya karena hanya wanita didepanku ini yang aku cintai. Banyak suka duka yang kami lalui bersama hingga aku tidak sanggup berpaling darinya. Aku sakit harus menikah lagi tapi ini untuk menyelamatkan nyawanya dan kakaknya. Tuhan, jika takdirku memang untuknya tolong ikatlah aki hanya untuknya, untuk istriku Kim Suzy"
Selesai berdoa Myungso segera pergi, Myungsoo melihat Suzy masih asyik memejamkan mata sambil berdoa walau airmatanya turun membasahi pipi pucatnya. Karena tidak ingin mengganggu acara berdoa suzy maka Myungsoo segera pergi dari sana sebelum Suzy sadar bahwa Myungsoo sempat berdoa dibelakangnya.
Suzy kembali dari berdoanya disambut dayang setianya yang sudah menunggu didepan pintu.
"Tuan putri saya kira anda hilang karena tidak kunjung kembali" tanya Jia segera menghampiri Suzy bersama Chaekyung.
"Aku berdoa sebentar, terus mampir sebentar ke penjara melihat kakakku lalu aku tempat selir Chang mengambil gaun yang dibawanya dari rumah saudaranya. Bisa ku pakai untuk menghadiri pernikahan Myungsoo beberapa hari lagi" jawab Suzy menunjukkan baju yang dibawanya.
"Mari saya bawakan kedalam putri, apa anda ingin mandi air hangat sore ini anda pasti capek" uca Chaekyung mengambil baju yang dibawa Suzy untuk masuk.
"Boleh. Tolong siapkan ya Chaekyung, sekalian tolong siapkan sup kimchi hangat yang pedas sekali, tiba-tiba saja aku ingin itu"
"Baik tuan putri"
Suzy langsung masuk kedalam bak besar ketika Chaekyung selesai menyiapkan air hangat untuknya mandi.
Chaekyung dan Jia menyiapkan makan untuk Suzy saat Myungsoo masuk ke dalam paviliun.
"Apa itu untuk Suzy?" tanya Myungsoo saat melihat pelayan setia Suzy meletakan masakan dimeja.
"Nde pangeran, Putri minta sup kimchi pedas tapi karena beberapa hari dia tidak begitu selera jadi kami menyiakan beberapa menu lain dan beberapa camilan yang mungkin membuatnya berselera. Apa anda ingin makan juga bersama putri" jawab Jia.
"Iya, tolong siapkan untukku juga"
"Baik pangeran"
"Setelah menyiapkan makanan tinggalkan kami berdua dan tolong jaga pintu luar jangan sampai ada yang menguping. Karena ada hal yang ingin ku bicarakan dengan Suzy"
"Baik pangeran. Perintah anda akan kami laksanakan"
Suzy keluar kamar menuju tempat makan dimana hanya ada Myungsoo, karena enggan dia mau berbalik saat Myungsoo segera berlari mencegahnya untuk pergi.
"Jangan pergi zy" ucap Myungsoo menahan Suzy dan membawanya agar duduk dikursi meja makan.
"Bukannya kau marah, kenapa ada disini" tanya Suzy datar.
"Makanlah. Aku minta maaf karena marah padamu, tapi kemarin aku hanya kesal dengan sikapmu" jawab Myungsoo yang menarik kursi untuk duduk didekatnya.
"Maafkan aku Myung, aku hanya cemburu dan iri saja. Aku tidak mau melahirkan anak untuk istana karena mereka yang membunuh orangtuaku hiks.. Minta saja Sowon melahirkan anakmu aku tidak mau hiks.."
"Kau istriku mana boleh bicara sembarangan begini, jika hamil tentu saja kau harus melahirkannya. Bagaimanapun cintaku padamu tidak akan berubah, percayalah padaku!"
"Membayangkanmu menikah lagi, memeluk wanita lain setelah pernikahan sungguh membuatku merasa sesak, rasanya aku tidak akan bisa bernapas. Tapi ini demi kakakku hiks.. "
Myungsoo segera memeluk Suzy dengan erat dan meyakinkan semuanya akan baik-baik saja. "Tenanglah, aku tidak akan menghianati cinta kita. Yang akan ku peluk hanya dirimu selamanya"
"Tapi ini berat untuk ku lalui Myung. Eunji dan kakak bahkan harus berjauhan seperti ini, kau menikah lagi dan takdir apa yang akan kita alami setelah ini? Aku sungguh takut"
"Kita akan melalui ini semua bersama jangan takut aku akan berubah, sekarang makanlah yang banyak. Mereka menyiapkan ini untukmu, mereka khawatir karena kau yang tidak makan dengan baik akhir-akhir ini"
"Nde. Terima kasih sudah mengerti aku"
__ADS_1
Suzy akhirnya makan dengan ditemani Myungsoo. Para dayang setia Suzy senang karena tuan putrinya kembali ceria seperti biasanya.
*
*
*
Tiba saat hari pernikahan Myungsoo dan Sowon. Semua nampak bahagia kecuali Myungsoo sebagai pengantin malah terlihat murung diacara pernikahan mereka yang di adakan begitu mewah, bahkan banyak tamu istana yang datang dari beberapa negara tetangga.
Suzy duduk dikamarnya dengan Sohee dan Eunji bersama dayang setianya yang membantunya bersiap untuk menyaksikan pernikahan kedua suaminya.
"Mari kita lihat pesta pernikahan Myungsoo?"
"Apa tidak bisa aku di paviliun saja. Aku harus mempersiapkan diriku saat besok Myungsoo membawa Sowon kesini dengan status istri barunya. Aku rasa tragediku akan segera dimulai" ucap Suzy lesu.
"Anggap saja Sowon adalah temanmu juga, jadi kau tidak merasa seperti ada beban lagi" tutur Sohee menepuk pundak Suzy.
"Baiklah, ayo pergi melihat pernikahannya. Aku hanya cemas apa kakakku akan selamat dan ibu suri menepati janjinya membebaskan kakak"
"Jangan khawatir, Sungjong akan mengantarkannya dengan selamat sampai di Sokcho."
"Hmmm. Aku tenang jika kakak diantar dengan selamat"
"Suzy, kakakmu adalah seorang pendekar. Aku yakin ilmunya sangat banyak tapi karena kau keluarga istana makanya dia tidak melawan. Walau kami tidak bersama tapi melihatnya selamat aku sudah bahagia" ucap Eunji dengan lapang.
"Jangan bersedih. Ayo pergi" ajak Sohee mengandeng Suzy dan Eunji untuk ke Aula utama melihat upacara pernikahan Myungsoo dan Sowon.
Sementara mereka pergi ke aula menyaksikan pernikahan Myungsoo dengan Sowon, ditempat lain Sungjong dengan menggunakan kereta kuda secara diam-diam pergi meninggalkan Seoul.
"Apa pernikahannya sudah dimulai Sungjong?" tanya Seungho melihat istana melalui jendela yang menampilkan kerlap kerlip lampu dengan terangnya.
"Nde, pengorbanan Suzy sangat besar untukmu kali ini. Kau harus jaga dirimu dengan baik karena hanya kau satu-satunya keluarga Bae yang masih tersisa."
"Gomawo Sungjong telah membantuku. Aku khawatir dengan Suzy yang hidup diistana dengan makhlum kejam yang membunuh ayah dengan kejam"
"Jangan khawatir, Suzy punya Myungsoo, Sohee, Eunji dan aku yang akan melindunginya"
"Sungguh takdir yang menyakitkan, ayah dibunuh oleh istana namun putrinya dipungut istana dan dijadikan putri angkat, bukankah ini kebetulan yang melukai Suzy ditambah dia harus dijebak seperti ini"
"Maka itu jangan sia-siakan pengorbanannya yang harus membagi suaminya untuk wanita lain demi menyelamatkanmu. Jangan kalah berani dengan Suzy dan demi mendiang kedua orangtuamu kau harus selamat"
"Hmmm. Suatu saat jika dia bisa pergi tolong antarkan dia ke Sokcho. Aku akan disana beberapa saat dan mencari bukti lagi yang bisa membuktikan bahwa raja yang memerintahkan ayahku dibunuh"
"Berhati-hatilah"
"Sungjong, aku titip Suzy dan Eunji padamu"
"Baik, serahkan mereka padaku. Diperbatasan depan kau lompatlah, lewatlah jalan ke utara dan aku akan mengambil ke selatan. Walau ibu suri berkata melepaskanmu aku khawatir dia masih mengirim orang untuk membututi kita"
"Gomawo Sungjong"
"Jangan takutkan apapun karena di istana Suzy akan aman. Jja bersiaplah"
Diperbatasan Sungjong menurunkan Seungho, dan terus melajukan keretanya sementara Seungho berjalan diudara dengan ilmu silat miliknya ke arah utara.
Kembali ke istana yang sedang merayakan pernikahan Myungsoo dan Sowon. Pemberkatan dimulai sesekali Myungsoo melirik ke arah Suzy yang berdiri bersama Sohee, Miura dan Alex di deretan bangku kedua setelah didepan ada raja, ibu suri, permaisuri, dan selir Chang. Eunji dia membantu para dayang menyiapkan makanan.
"Aku tidak tahu jika menikah ala istana ada pemberkatan dan perayaan seperti ini, sungguh meriah ya" ucap Suzy lirih menahan hatinya yang sangat sakit.
"Kau dulu sakit mana tahu Zy. Lagipula kita menikah sederhana saja tidak seperti ini yang tamunya dari luar negri segala" ucap Sohee tetap memegang tangan Suzy
"Hmmm"
"Sudah. Jangan dipikirkan."
Suzy kembali menatap sedih suaminya yang berdiri di depan pendeta menunggu mempelai wanitanya, Sohee dan Alex memegani lengannya menguatkan Suzy bahwa semua akan baik-baik saja.
# aku gak nulis janji ucapan janji pernikahannya karna takut nyesek.
Karena pemberkatan pernikahan selesai, Suzy yang tidak tahan segera mengajak Sohee kembali ke paviliunnya. Karena tidak mau Suzy sedih akhirnya Sohee mau menemaninya di paviliun.
"Kalau tahu hidup kita akan begini, lebih baik dulu kita tidak pergi ke istana"
"Masalahnya semua ini terjadi diluar kendali kita Zy. Ini diluar dugaan kita. Percayalah pada Myungsoo"
"Aku tidak tahu apakah aku bisa mempercayainya atau tidak setelah ini. Rasanya sangat sakit hatiku, tubuhku, kepalaku semua rasanya sakit seperti bom mau pecah"
"Bom meledak Zy, bukan pecah"
"Anggap saja begitu"
"Tuan putri" ucap Jia dan Chaekyubg berlari menghampirinya setelah membuka pintu kamar Suzy, dimana ada Sohee yang menemani Suzy.
"Ada apa?"
"Kata penjaga pengeran Sungjong sudah membawa pendekar Seungho keluar dari istana dengan selamat"
"Zy, pengorbananmu tidak sia-sia, kau menyelamatkan kak Seungho dan kami semua. Asalkan kak Seungho selamat maka keturunan keluarga Bae tidak akan punah" ucap Sohee tersenyum memeluk Suzy.
"Nde. Hari sudah malam sebentar lagi mereka akan masuk kamar pengantin"
"Tuan putri anda seharian tidak makan, kami bawakan teh dan kue untuk anda. Makanlah"
"Apa aku masih bisa punya selera makan disaat seperti ini" ucap Suzy menatap makanan yang dibawa Jia dan Chaekyung dengan sedih. "Malam ini pasti Sowon sangat cantik bagaikan dewi venus, mereka pasti sedang melaksanakan ritual makan bersama dan minum anggur bersama sebelum malam pengantin dimulai. Sohee, kenapa kau disini kau tidak lihat keramaian perayaan mereka" lanjut Suzy sambil berjalan berbalik menuju kursi yang ada dipojokan kamarnya.
"Suzy, aku datang kesini untuk menemanimu bukan untuk memberi Myungsoo dan Sowon selamat, percayalah Myungsoo tidak akan menghianatimu. Kau memang harus siap mental menikah dengan anggota istana, hari ini cepat atau lambat memang akan terjadi" ucap Sohee yang berdiri dibelakang Suzy dan memeluk Suzy erat.
"Bila hari ini yang menikah Sungjong? Kau akan bagaimana?"
"Ntah, tapi jika demi menyelamatkan seseorang mungkin aku juga akan melakukan hal sama seperti yang kau lakukan. Suzy jika kau ingin menangis peluklah aku karena aku sudah ingin menagis" ucap Sohee membalikan tubuh Suzy menghadapnya dan menangis sesenggukan.
"Aku mau latihan pedang? Aku bisa gila" ucap Suzy berjalan mencari pedangnya.
"Tidak boleh. Kau bisa ditertawakan karena diluar banyak orang" cegah Sohee mengikuti Suzy.
"Tap...." belum selesai bicara Suzy sudah pingsan tergeletak dilantai.
"Yaa Suzy" /"tuan putri" Sohee dan para dayang segera menghampiri dan menepuk pipi Suzy yang tak segera bangun.
"Putri berdarah...." panik Jia.
"Panggilkan tabib" teriak Sohee yang membuat Chaekyung segera berlari ke ruang medis istana.
Chaekyung datang bersama dengan tabib Liu dan Miura yang tak sengaja bertemu Chaekyung yang panik memanggil tabib untuk Suzy.
"Tabib apa yang terjadi pada saudaraku?"
"Mohon maafkan hamba tuan putri, putri Suzy mengalami keguguran. Usiany diperkirakan sudah memasuki 3 bulan"
"Apa? Bagaimana bisa Suzy tidak tahu"
"Faktor pikiran yang stres dan asupan makanan yang tidak baik membuat bayinya tidak bertahan. Dan ada obat yang membuatnya keracunan"
"Ya tuhan"
"Saya permisi tuan putri. Saat bangun berikan obatnya untuk diminum agar kesehatannya segera pulih." ucap tabib yang kemudian pergi dari paviliun Myungsoo.
"Apa kau punya pikiran yang sama denganku Eonni?" tanya Sohee pada miura yang menatap Suzy tidak percaya.
__ADS_1
"Ibu suri. Pasti ini rencananya" jawab Miura.
"Namun kita tidak bisa berbuat apa-apa Eonni. Kita hanya bisa membantu menghiburnya saat ini"
"Kau temanilah Suzy. Aku akan menemui selir Chang dan permaisuri memberitahu berita ini diam-diam agar ibu suri tidak tahu"
"Hati-hati Eonni"
Sejam kemudian Suzy terbangun dan menatap Sohee yang masih sedih menatapnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Suzy menatap Sohee yang mulai menangis lagi.
"Kau keguguran Zy, kau stres dan keracunan hiks sepertinya ibu suri yang meracunimu perlahan-lahan hiks" jawab Sohee yang menangis sambil memeluk Suzy yang meneteskan airmatanya. "Menangislah Zy jika itu membuatmu tenang"
"Aku tak ingin menagis, aku tidak akan kalah. Aku Suzy yang kuat yang tidak takut apapun dalam menghadapi rentenir yang jahat pada kita jadi menghadapi seperti ini aku tidak takit, aku tidak akan menangis" ucap Suzy keras kepala menahan air matanya yang ingin turun, Sohee didepannya menangis tanpa henti. "Sohee, aku tidak menangis kenapa kau menangis?" lanjut Suzy sesekali mengusap air matanya yang merembes, sohee masih menangis begitupun dengan kedua dayang setia Suzy yang ikut menungguinya.
"Malam ini aku tidak akan pulang, kita akan seperti dulu berbagi ranjang dan berbagi cerita. Sudah lama kita tidak seperti ini sejak menikah"
"Aku sangat rindu kehidupan kita yang dulu, walau miskin dikejar rentenir tapi kita bahagia. Sekarang kita bisa makan kenyang dan berpakaian bagus namun aku tidak berguna, bahkan mempertahankan anakku saja aku tidak bisa"
"Asalkan bisa hamil pasti bisa bahagia. Jangan pikirkan apapun yang merusak kebahagiaanmu. Lain kali jika hamil berhati-hatilah jangan main silat dan bersikap berbahaya lagi. Tidak boleh main silat lagi"
"Bahkan aku sudah memikirkan nama untuknya. Jisoo dia bisa untuk anak laki-laki"
"Jika kau hamil anak perempuan kita bisa menikahkannya dengan Jungshin, jika anakmu laki-laki aku akan melahirkan anak perempuan agar kita bisa menjadi besan"
"Tapi mana mungkin aku punya anak. Jika saat ini saja Myungsoo sedang bermalam pengantin dengan Sowon"
Belum selesai mengobrol ada Eunji datang kesana.
"Ada apa Eunji?"
"Aku hanya memanggil para dayang. Mereka harus memberi selamat pada nyonya mereka yang baru"
"Apa? Bagaimana bisa dayang ku harus memberinya selamat. Aku akan kesana memberinya selamat juga" ucap Suzy dengan kesal, dia beranjak bangun menuju pintu namun semua yang disana segera menahan.
"Suzy, jika kau pergi maka semua akan menertawakan kekalahanmu. Ini sudah kodrat jika kau nekat maka besok semua akan membicarakanmu, dan jika ibu suri dengar maka dia tidak akan membiarkanmu selamat. Bila begitu maka akan lebih sulit apalagi kau batu kegugutan" ucap Sohee menenangkan Suzy namun malah tangan Sohee ditampik Suzy hingga Sohee jatuh.
"Putri Sohee"
"Aooo lututku pasti berdarah" ucap Sohee meringis seolah lututnya terluka.
"Sohee apa kau tidak apa." ucap Suzy segera jongkok menghampiri Sohee.
"Tenagamu kuat mana mungkin aku tidak apa-apa, untuk didalam perutku tidak sedang mengandung menantu untukmu, bila tidak aku pasti sudah keguguran" ucap Sohee sambil tersenyum pada Suzy
"Sohee, kau begitu baik. Kau berusaha menghiburku tapi aku malah mencelakaimu" ucap Suzy dengan sendu.
"Noona Eunji bilang pada dayang Choi bahwa kami tidak ada waktu memberi hormat pada nyonya baru" ucap Jia yang diangguki Chaekyung
"Pergilah, akan kacau jika kalian berdua tidak datang memberi selamat. Lebih baik kalian pergi memberi selamat biar Suzy aku yang jaga" perintah Sohee agar kedua dayang Suzy pergi.
"Baik"
Suzy yang kesal dengan Sohee mengambil seruling yang dia simpan dilemari samping tempat tidurnya. Ketika Suzy meniupnya ada kejadian aneh dimana angin bertiup dengan sangat kencang dan suara petir terdengar padahal tadi langit terlihat cerah. Sohee segera merebutnya karena merasa kejadian berasal dari permainan Suzy.
"Kembalikan Sohee, apa yang kau lakukan" ucap Suzy mencoba merebut kembali seruling yang direbut Sohee.
"Permainanmu sumbang Kim Suzy, ini sudah malam jangan membuat keributan dengan suaramu" ucap Sohee yang menyembunyikan seruling dibelakang tubuhnya.
"Huft aku stres Lee Sohee apa kau tidak mengerti, bahkan langit akan runtuh mendengar kesedihan hatiku"
"Aku tahu apa yang kau rasakan, tapi tidakah kau merasa aneh dengan seruling pemberian kakek tua itu. Seruling ini seperti memiliki kekuatan" ucap Sohee mengangkat dan membolak balik seruling Suzy.
"Mana mungkin?" ucap Suzy ragu.
"Ketika kau meniupnya angin dan petir bersahutan. Tapi kau berhenti langit kembali cerah, lihatlah" ucap Sohee menunjuk langit.
"Kau benar. Seruling ini pasti memiliki kekuatan yang besar, pantas saja kakek Ma bilang aku harus sering berlatih agar mahir"
"Hmmm. Simpanlah baik-baik, mungkin suatu saat akan berguna"
Sementara itu,
Eunji membawa mereka untuk ke kamar pengantin memberi hormat pada Myungsoo dan Suzy. Dayang Choi memerintahkan semua pelayan untuk memberikan hormat pada kedua pengantin.
"Pangeran dan nyonya, mereka ingin memberikan selamat pada kalian" ucap dayang Choi mengajak para dayang untuk memberi hormat pada kedua pengantin.
"Bangun" ucap Sowon pada mereka.
"Terima kasih pangeran dan nyonya"
"Apakah aku boleh jalan-jalan? Aku ingin memberi hormat pada putri Suzy?" tanya Sowon.
"Sepertinya?" jawab dayang Choi.
"Kenapa?"
"Tidak sesuai aturan apalagi putri Suzy baru saja kehilangan seorang anak, jika nyonya ingin semua sempurna mohon jangan masuk ke kamarnya" ucap dayang Choi lagi.
"Tapi aku tidak punya banyak aturan, jadi aku ingin memberi hormat padanya"
"Mohon maafkan saya lancang nyonya Sowon. Tuan putri baru mengalami keguguran, mohon agar anda tidak mengganggunya beristirahat." ucap Jia menyela percakapan mereka.
"Kau tidak perlu menemuinya. Suzy tidak dalam kondisi baik jadi temui saja besok. Biarkan dia beristirahat saat ini" ucap Myungsoo pada akhirnya.
"Baik. Kalian keluarlah sudah malam dan kami akan istirahat" perintah Sowon pada semua dayang yang ada hingga mereka bubar.
"Suzy, kau pasti membenciku. Semua terlalu rumit untuk dilewati dan aku tak tahu apa yang aku lakukan." ucap Myungsoo dalam hati sambil mondar mandir tidak tenang. Sementara Sowon pergi untuk mengganti pakaiannya.
"Myung gantilah bajumu dan istirahat. Ini sudah malam" ucap Sowon yang baru keluar dari kamar mandinya.
"Hmmm. Istirahatlah aku belum ngantuk"
"Aku tahu kau khawatir pada kakak, tapi ini malam pertama kita setelah menikah. Mereka berjaga diluar kamar jadi mari kita istirahat baru besok pikirkan cara"
"Di awal aku sudah katakan bahwa kau dan aku korban keegoisan ibu suri harap makhlum. Aku akan pergi lewat atap dan besok pagi aku akan kembali agar mereka tidak curiga. Lekaslah tidur" ucap Myungsoo kemudian memanjat atap kamar dan membuka celahnya agar memudahkannya pergi.
Myungsoo membuka pintu paviliunnya perlahan, dipastikan aman dia segera menutup kembali pintunya dan segera kedalam kamarnya bersama Suzy yang berada disebelah kiri.
Myungsoo masuk dan melihat kedua dayang Suzy yang tertidur dikursi ikut menjaga majikannya, sementara Sohee tidak beranjak dari sisi Suzy sesekali menyeka keringat Suzy.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Myungsoo menepuk pundak Sohee sambil melihat Suzy.
"Astaga Myung. Apa yang kau lakukan disini? Ini malam pertamamu bagaimana bisa kau berkeliaran disini"ucap Sohee bukannya menjawab malah bertanya sambil berdiri dari duduknya tadi.
"Kau pikir aku bisa tenang setelah mereka berdua mengatakan Suzy keguguran."
"Tapi bagaimana bisa kau meninggalkan Sowon seorang diri. Kau bisa melihatnya besok, dia baru saja tertidur pulas setelah tadi menangis dan bermain seruling"
"Bagaimana bisa keguguran? Bukankah dia tidak melakukan hal ekstrem beberapa waktu ini bersamamu"
"Tabib mengatakan jika Suzy stres, kurang asupan nutrisi dan yang paling penting ada yang meracuni tubuhnya perlahan. Aku curiga pada ibu suri yang memberikan racun itu pada tubuhnya saat mengirimkan teh pagi untuknya dan Sowon, namun itu baru dugaanku"
"Bagaimana ibu suri tega."
"Agar Suzy tersisih, walau kita tahu itu ulah ibu suri itu tidak akan mengembalikan bayi kalian dan pernikahanmu dengan Sowon sudah terjadi."
"Ini semua diluar dugaan. Sowon adalah tragedi untukku dan Suzy."
__ADS_1
"Mulai sekarang semua tergantung padamu Myung, bagaimana kau bersikap setelah ini? Sekarang Kembalilah ke kamar pengantinmu, agar semua tidak semakin menyulitkan Suzy" pinta Sohee namun Myungsoo hanya diam saja.