Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 12


__ADS_3

Dikamarnya Myungsoo duduk disamping Suzy yang terbaring belum sadarkan diri, ini sudah 3 hari berlalu sejak pencegahan yang dilakukan dokter istana, Myungsoo sudah melakukan ilmu tenaga dalam yang dimilikinya untuk membantu mengeluarkan racun, namun belum juga ada perubahan.


"Zy, kenapa kau belum bangun juga walau aku sudah mencoba melakukan tenaga dalam untuk mengeluarkan racun didalam tubuhmu. Lihatlah diluar semua sedang merayakan pesta pernikahan kita dan pernikahan Sohee-Sungjong. Apa kau tidak bahagia saudaramu menikah? Bukankah kau juga berjanji akan memberiku kesempatan? " ucap Myungsoo panjang lebar disamping tubuh Suzy.


Myungsoo berjalan ke luar kamarnya, bermaksud mencari udara segar di luar. Dia melihat Alex datang membawakan makan malam untuknya bersama Jia dan Chaekyung pelayan setia Suzy yang membawa nampan berisi makan malam.


"Hyung, kami datang. Ibu meminta kami membawakan makan malam untukmu. Dia bilang kau belum mengisi perutmu sejak tadi siang" ucap Alex pada Myungsoo.


"Gomawo. Kalian taruh saja dimeja, nanti aku akan memakannya"


"Nde, pangeran"


"Kalian silahkan pergi, nikmati pesta perayaan pernikahan Sohee dan Sungjong. Jangan khawatirkan nona kalian, dia aman bersamaku" ucap Myungsoo pada Jia dan Chaekyung


"Baik pangeran, kami permisi" ucap Jia dan Chaekyung pamit undur diri meninggalkan Alex dan Myungsoo.


"Kau tidak kembali ke pesta pernikahan Sohee dan Sungjong?"


"Kau lebih membutuhkan teman hyung, daripada mereka. Disana sudah banyak orang bahkan suara musik dan kembang apinya samar-samar terdengar sampai disini"


"Kau ini masih kecil tapi bisa berpikir dewasa daripada aku, harusnya kau juga menjadi kandidat calon raja"


"Ayolah hyung, aku ingin jadi koki istana yang hebat. Belajar sepertimu membuatku lemas kadang"


"Kau ini juga seorang pangeran yang memiliki hak sama untuk menjadi raja"


"Sudahlah hyung, bagaimana kondisi noona saat ini?"


"Belum ada perubahan, aku sudah menyalurkan ilmu tenaga dalam seperti yang disuruh pak tua itu selama 2 hari ini"


"Sepertinya besok aku akan mencarinya, akan ku tanyakan kenapa noona tidak bangun-bangun"


"Hmmmm. Gomawo nde Alex"


"Noona juga kakak iparku mulai saat ini, jadi jangan merasa tidak enak"


*


*


*


Pesta berakhir, semua tamu undangan pulang dan keluarga istana juga kembali ke tempat peristirahatan mereka.


Sohee dan Sungjong pun juga memasuki kamar pengantin mereka yang berada di kediaman Sohee. Jiyeon dan Hyemi menyiapkan keperluan mereka.


"Terima kasih kalian sudah melayani kami dengan baik hari ini, kalian boleh pergi karena kalian pasti lelah" ucap Sohee yang melihat para pelayannya sudah lelah.


"Nde putri Sohee tidak apa-apa. Kami senang melayani anda, tapi kami sedih karena sebentar lagi anda akan pindah dan kami tidak bisa melayani anda lagi" tutur Jiyeon sedih.


"Aku juga sedih harus pindah, tapi aku harus pindah ke rumah suamiku. Aku akan meminta Selir Chang untuk memindahkan kalian di kediaman anak putri Miura yang pelayannya akan meninggalkan istana"


"Kamsa hamnida putri Sohee, tuan Sungjong"


"Jangan sungkan. Kalian juga keluargaku selama setahun ini" ucap Sohee memeluk kedua pelayannya.


"Sudah malam, biarkan mereka istirahat sayang"


"Baiklah, jangan sedih lagi. Setiap hari kita akan bertemu"


"Nde, kami permisi" ucap Jiyeon dan Hyemi yang kemudian pergi meninggalkan kamar tersebut.


Sohee menatap bulan yang bersinar dilangit yang memantul ke jendela kamarnya, Sungjong sudah berdiri dibelakangnya sambil memeluknya erat.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Sungjong yang ikut melihat sinar rembulan dari jendela sambil memeluk wanita yang baru resmi menjadi istrinya.


"Apa Suzy akan segera bangun, aku takut dia akan meninggalkan kita. Ini sudah 4 hari tapi dia belum juga sadar" jawab Sohee yang masih risau.


"Tenanglah, Myungsoo sedang berusaha membantunya untuk sadar. Kau tahu aku bahkan tidak mengira kita akan menikah secepat ini"


"Aku juga, aku pikir aku akan berakhir dijodohkan dengan laki-laki yang tidak ku kenal"


"Inilah takdir kita. Sohee?"


"Hemmmm"


"Bagaimana jika kita menghabiskan malam pertama kita sampai pagi" ucap Sungjong yang kemudian menggendong Sohee ala bridal menuju ranjang pengantin mereka.


# hayo gimana lanjutannya 😌😌 Dipikir sendiri ya 😄

__ADS_1


Jreng


Jreng


😜😜


Sungjong membawa Sohee ke tempat tidur mereka yang sudah dihias dengan berbagai bunga warna warni yang menimbulkan aroma wangi yang terus menguar diindra penciuman.


Sungjong membuka baju tidur tipis yang Sohee kenakan dengan perlahan. Sohee dengan malu-malu menutup muka dengan kedua tangannya.


"Kau kenapa?!"


"Aku malu Sungjong."


"Aku saat ini adalah suamimu, jadi untuk apa kau malu."


"Nde, tetap saja aku malu karna ini pertama untukku"


"Percayalah padaku"


"Nde, aku percaya padamu"


Sungjong menciumi leher Sohee perlahan, sambil tangannya meremas kedua gundukan kenyal milik istrinya yang tidak besar namun pas ditangannya. Kepalanya terus turun dan berhenti di kedua benda kenyal yang sudah terangsang, menciumi dan mengisapnya perlahan.


"Ahhhhh"


Hisapan Sungjong pada kedua benda kenyal Sohee semakin kuat membuat Sohee menggeliat seperti cacing kepanasan. "Mau lanjut sayang"


Sungjong berlanjut menurunkan tangannya ke bawah melucuti underware Sohee, menciumi ****** mulus Sohee sebentar lalu memainkan jarinya keluar masuk divagina Sohee yang mulai basah mengeluarkan cairannya.


"Sungjong-ah langsung sajaaa ahh aku sudah tidak tahan" ucap Sohee dengan wajah memerah menahan hasrat.


"Kau yakin? Ini yang pertama pasti akan sakit sekali" tanya Sungjong yang terus memainkan ketiga jarinya di lubang kecil ****** Sohee.


"Ndeeeeeee, ini sudah tidak tahan. Rasanyaaaa aaaakkkuuu ingin meledak sekarang juga"


"Arrasho"


Sungjong menggosok juniornya perlahan agar tegang, dan mengeluskannya dipermukaan ****** Sohee yang makin basah. Awalnya kepala penisnya dulu yang dimasukan, itu sudah membuat Sohee meringis sakit .


"Kau Siap"


"Nde"


"Are you ok sayang? Apa aku menyakitimu"


"Aniya, bergeraklah. Ini tidak terlalu sakit"


Perlahan Sungjong menggerakan bokongnya maju mundur keatas bawah, Sohee juga ikut mengimbangi dengan menaik turunkan pinggulnya.


"Euuuhhhhhh" lenguh keduanya yang mulai menikmati permainan. Mereka terus menggeram saat kedua alat mereka bersentuhan, Sungjong merasa juniornya dipijat-pijat oleh ****** Sohee. Tubuh mereka sangat panas padahal diluar cuaca sangat dingin. Setelah setengah jam mereka saling memompa akhirnya mereka mengalami pelepasan, mereka saling melepaskan diri dan meraih selimut untuk istirahat.


"Tidurlah, kau pasti lelah"


"Nde, jalja"


*


*


*


Hari ini Sohee akan diboyong pulang ke rumah Sungjong setelah beberapa hari tinggal diistana, ini sudah jadi adat istana jika putri yang sudah menikah harus tinggal dirumah mertuanya. Walau keseharian aktivitas dan kegiatan tetap dilakukan di istana.


Beda lagi dengan Myungsoo yang membawa suzy berjemur didepan paviliunnya dibantu oleh Jia dan Chaekyung yang kemudian menyiapkan sarapan untuknya.


"Hey, Zy apa kau tidak lelah terus saja tidur seperti ini. Kau tidak rindu padaku, pada kakakmu, pada Sohee dan pada yang lain. Kau dengar bahkan Eunji dan para dayang juga rindu padamu. Istana terasa sepi tanpamu yang selalu ceroboh dan membuat ibu suri marah. Ayo bangunlah, jika kau berbuat ulah aku dan Sohee akan selalu membelamu." ucap Myungsoo sambil mengelus pipi Suzy yang mulai tirus.


Alex datang duduk di kursi samping Myungsoo, dia merasa kasihan melihat kakaknya yang setia di dekat Suzy.


"Apa belum ada perubahan?"


"Belum, bagaimana ibu suri? Apa masih merajuk"


"Kata ibu sudah tidak separah kemarin marahnya. Seperti tidak hafal dengan nenek saja jika keinginannya tidak dituruti"


"Kau benar, ibu suri terobsesi sekali mencarikan aku seorang istri."


"Aku harap juga aku tidak bernasib sama seperti Kyuhyun hyung. Dijodohkan hingga menimbulkan masalah sepertimu sungguh mengerikan. Aku tidak bisa membayangkan jika kau yang seperti ini."

__ADS_1


"Jika aku yang seperti ini maka mungkin aku sudah mati."


"Namun takdir tidak mengizinkanmu mati hyung. Apa perlu aku mendatangi kakek tua itu lagi hyung?"


"Tidak perlu. Aku bawa masuk Suzy dulu nanti kita bahas ini diperpustakaan. Disini banyak telinga yang bisa mendengar, aku akan meminta Sohee untuk membawa Seungho menemani Suzy. Ku harap Suzy cepat bangun jika kakaknya yang menemaninya"


"Aku akan mendatangi rumah Sungjong hyung kalau begitu untuk memberitahu Seungho hyung"


"Gomawo"


*


*


Ibu suri bersama dayang Choi duduk bersama, Ibu suri sudah memerintahkan Eunji agar membelikan ayam untuk di masak sup gingseng, dan dia berasalan agar Eunji sendiri yang memilih ayam di pasar.


"Apa yang harus ku lakukan untuk menyingkirkan gadis sialan itu? Aku sungguh tidak terima dia menjadi istri Myungsoo, cucu kesayanganku" ucap ibu suri geram.


"Mohon ampun mama, saya juga tidak tahu."


"Kenapa dia tidak mati saja. Raja juga kenapa mengizinkan Myungsoo menikahi gadis yang tidak jelas asal usulnya. Aku harus mencari penyihir atau dukun untuk menyingkirkannya"


"Mama Nona Suzy telah menyelamatkan nyawa pangeran Myungsoo, mungkin itu yang menyebabkan raja menyetujui pangeran Myungsoountuk menikahinya"


"Tapi istana bisa memberikan perawatan terbaik dan memberinya uang, aku dari awal sudah menduga bahwa kedatangan gadis itu dan Sohee adalah bencana besar untuk istana. Sama seperti ibunya"


"Kenapa anda begitu membenci selir Kim, mama. Dia begitu tegas dan adil dalam menjalankan tugasny, bahkan rakyat sangat menyukainya"


"Karena dia cinta pertama raja, aku tidak mau dia menjadi penghalang untuk permaisuri Jang menjadi ratu."


"Tapi pada akhirnya raja menemukan putrinya, mama. Apa anda tidak lelah hidup dalam dendam seperti ini"


"Tidak, sebelum aku berhasil menyingkirkan Suzy dan sohee. Sohee beruntung menikah dengan anak seketaris Lee jadi aku tidak perlu menyingkirkannya karena dia tidak akan menjadi penghalang, tapi Suzy dia akan menjadi penghalang kesuksesan Myungsoo menjadi raja. Aku ingin Myungsoo menikah dengan wanita pilihanku. Sebelum dia sadar aku harus bisa menyingkirkan Bae Suzy"


"Kemungkinan itu sangat kecil mama, mengingat nona Suzy tidak pernah dibiarkan sendiri. Nona Eunji juga sering menengoknya jika tidak memiliki pekerjaan"


"Aku berharap racun dari kekasih Sinbi yang ada didalam tubuh Suzy tidak akan pernah bisa sembuh, biar dia mati hahahaha"


*


*


*


Raja Hwanhee mengecek data bersama seketaris Lee, Kyuhyun dan Sungjong. Alex sendiri saat ini mengikuti Myungsoo diperpustakaan.


"Bagaimana perkembangan Suzy?" tanya Raja Hwanhee yang membuat semua terdiam menghentikan aktifitas pengecekan data parlemen istana.


"Masih belum ada perubahan, walau tabid Liu dan Myungsoo selalu berusaha memberikan pengobatan terbaik" jawab Kyuhyun mewakili yang lain.


"Apa tidak kita cari saja tabib lain atau dukun untuk menyembuhkannya. Kita belum melakukannya? Istana sudah berhutang nyawa pada Suzy, jika dia tidak menyelamatkan Myungsoo maka kita sudah kehilangan salah satu pangeran berbakat istana"


"Anda tidak perlu khawatir yangmulia, pangeran Alex sudah menemui ahli spiritual yang ada dihutan selatan. Dia sudah menyarankan ilmu tenaga dalam agar dilakukan oleh pangeran Myungsoo, maka itu pangeran Myungsoo menikahinya selain mencintai putri Suzy, dia juga merasa ini tanggung jawabnya" tambah seketaris Lee.


"Aku sudah tahu kalau itu, tapi kenapa belum ada perubahan juga hingga saat ini"


"Yangmulia, hamba harap anda lebih bersabar. Hasil tidak akan menghianati usaha, Saya yakin Suzy gadis yang kuat, tidak peduli ada badai menerjangnya dia akan terus berlari. Saya yakin sekali dia akan sembuh dan segera bangun berkumpul bersama kita" ucap Sungjong dengan yakin.


"Baiklah, aku akan lebih bersabar lagi. Tolong segera kabari aku jika ada perubahan terjadi"


"Baik, yangmulia"


Alex bersama Myungsoo, Sohee dan Eunji duduk termenung. Seungho juga masih duduk disamping tubuh Suzy yang belum mau bangun, sama seperti yang lain dia juga sedih melihat adiknya masih koma.


"Aku heran kenapa noona betah sekali tidur, harusnya dia sudah sadar jika dilihat dari kapasitas ilmu yang dimiliki Myungsoo hyung" gerutu Alex.


"Yang kehilangan energi Myungsoo kenapa kau menggerutu, itu sama sekali tidak membantu" protes Eunji.


"Kalian ini seperti anak kecil saja" ucap Seungho menengahi.


"Aku akan membuatkan teh untuk kalian" ucap Sohee beranjak dari duduknya menuju pintu keluar.


"Myung aku berterima kasih kau mau menikahi adikku, yang entah bisa hidup atau tidak karena tidak ada perubahan. Sungguh terimalah hormatku karna kau bersedia menjaganya" ucap Seunghoo yang kini berlutut didepan Myungsoo.


"Apa yang kau lakukan Seungho? Bangunlah. Ini sudah menjadi kewajibanku" ucap Myungsoo menarik Seungho agar berdiri dari posisinya.


"Walau tidak harus menikahinya karena ini bukan salahmu ini pilihannya menyelamatkan pangeran negri ini, tapi walau bagaimanapun aku sungguh berterima kasih Myung. Malam ini aku sudah harus kembali ke Daegu karena pamanku sakit, jika dia sudah bangun tolong sampaikan salamku padanya."


"Nde, hati-hatilah. Jika dia sadar aku akan segera mengirimkan pesan padamu, hingga kau bisa datang kesini menjenguknya"

__ADS_1


"Nde"


Sohee datang lagi dengan membawa 6 gelas teh bunga melati buatannya, dibelakangnya ada Jia dan Chaekyung membawa beberapa camilan untuk mereka nikmati.


__ADS_2