
Seungho sampai dikediaman seketaris Lee pukul 10 pagi setelah menginap semalam di rumah kakek tua Ma Donghyun, dia ingin pergi ke istana bersama Sohee karena tidak enak jika dia datang sendirian. Tidak peduli dia lelah atau tidak setelah menempuh perjalanan jauh namun baginya bertemu sang adik sangatlah pemting.
Sohee masuk ke paviliun Myungsoo dengan Seunghoo, saat itu Suzy sedang melamun sambil membuat lukisan abstrak.
"Zy"
"Kakak, aku merindukanmu" ucap Suzy yang segera berlari menghampiri kakaknya. Eunji ikut juga berdiri menghampiri Seungho yang datang dengan Sohee.
"Nado, aku ingin memberitahu sesuatu yang penting Zy" ucap Seungho melepaskan pelukan mereka dan mengajak adiknya duduk.
Sohee yang berjalan dibelakang Seungho segera menutup pintu agar tidak ada yang menguping, nyatanya Sowon diam-diam menguping disekitaran kamar setelah pintu kamar Suzy di tutup oleh Sohee dari dalam.
"Dimana Myungsoo?" tanya Seungho yang mendapati Suzy sendiri sejak tadi.
"Dia pergi menyiapkan tempat untuk mempelajari Sowon, sepertinya ibu suri berniat menjodohkan mereka" jawab Suzy dengan wajah cemberutnya.
"Menjadi seorang pangeran memang sudah biasa memiliki banyak istri, kau harus siap jika Myungsoo menikah lagi lebih dari sekali. Itu sudah resikomu menikah dengan keluarga dari istana" ucap Seungho menggoda Suzy yang membuat Sohee tersenyum melihat kesalnya Suzy.
"Kau sama saja dengan yang lain. Aku maunya menikah sekali saja seumur hidupku dan aku tidak mau dimadu, aku benci diduakan kakak. Walau dia pangeran jika dia ingin menikah lagi maka ceraikan aku dulu huft" ucap Suzy kesal melipat tangannya didada.
"Yaaa Kim Suzy, jangan bicara sembarangan. Jika ada yang dengar bahaya, Sowon sedang berberes dikamar belakang, jika kau berteriak akan terdengar olehnya" tegur Sohee.
"Baiklah. Apa yang ingin kakak bicarakan? Tadi kakak bilang ada hal penting"
"Begini? Setelah perjalanan dari Daegu aku kembali ke rumah paman Sokcho, namun paman memberitahu ku tentang penyelidikannya terhadap orangtua kita. Dia memberitahuku mengenai beberapa kemungkinan Zy"
"Lalu kak?"
"Lalu aku menemui orang-orang yang merupakan teman ayah kita sebagai pengawal istana dulu, mereka memberi kesaksian jika ayah dibunuh dengan hukum penggal secara kejam dan ibu yang tidak sanggup menahan hatinya akhirnya mengakhiri hidupnya. Ibu menitipkanmu pada Selir Kim yang waktu itu masih di Ilsan, yang kemudian mengajak ibu aga kau dibawa lari juga ke Daegu bersamanya dan Sohee secara diam-diam namun demi mengalihkan agar kalian selamat dari kejaran penjahat istana ibu bunuh diri dengan membakar diri ditengah ladang agar para penjahat itu berpikir kalian mati bersama. Aku yang terlebih dulu dibawa paman unuk pindah ke Sokcho saat ayah sudah dijatuhi hukuman penggal, kata paman kita dipisah karena paling tidak jika aku mati dikejar ke Sokcho masih ada kau yang bisa selamat tapi ternyata mereka berhenti mengejar setelah ibu mati. Namun saat aku mencari info lebih dalam lagi, ternyata yang membunuh ayah adalah pembunuh bayaran yang diperintah raja Hwanhee karena disurat perintahnya ada stempel istana yang hamya di miliki oleh raja"
"Apa!"
"Aku awalnya tidak percaya, namun ketika aku mencari pembunuh itu ke wilayah perbatasan, sedikit ada pertengkaran namun akhirnya dia mengaku bahwa dia memang membunuh ayah kita diperintah raja lewat surat dari pejabat yang bekerja di hukum istana"
"Lalu kita harus bagaimana kak?"
"Nyawa harus dibayar nyawa, aku harus membunuh raja agar dendam kematian orangtua kita yang dibunuh dengan tidak hormat dan membuat kita menjadi yatim piatu sejak kecil"
"Tapi kak Seungho, Suzy mencintai Myungsoo dan Myungsoo juga mencintainya. Mereka saling mencintai bagaimana mungkin kau tega akan membunuh mertuanya" seru Sohee mencoba menengahi. "Aku tidak tahu kenapa begini, jika aku tahu aku tidak akan membiarkan Myungsoo menikahi Suzy, aku yang salah karena tidak ingin pisah dengan Suzy membuat mereka terikat pernikahan"
"Aku tidak tahu harus bagaimana? Kenapa harus yangmulia. Dia sudah baik padaku tapi aku tidak akan membiarkannya hidup walau dia mertuaku, dia sudah tega membunuh ayahku."
"Aku tahu Sohee walau bagaimanapun dia adalah ayahmu, dan aku sangat berterima kasih dia sayang padaku. Dia juga baik padaku tapi dendam ini tidak akan reda sebelum terbalaskan"
"Kak Seungho aku tahu kau dendam, tapi cobalah kau ulang lagi mencari info tentang kematian ayah Bae yang menyebabkan ibu Bae juga bunuh diri. Apa tidak ada kemungkinan bahwa raja di fitnah. Coba kau cari info lebih dalam lagi? Aku tahu kau orang baik yang tidak mungkin akan membunuh orang dengan asal"
"Baik, aku akan menyelidikinya sekali lagi karena kau dan ahli spiritual yang kita temui di bazar dulu juga menyarankan begitu. Jika terbukti raja yang membunuh ayahku maka aku tidak peduli dia baik pada kalian, nyawa tetap harus dibayar dengan nyawa"
"Kau menemui kakek gila itu kak? Dia itu bicaranya suka ngawur, bahkan aku diberi seruling olehnya"
"Aku berteduh disana semalam saat hujan turun dihutan, tidak sengaja aku melihat rumah dan ternyata itu rumahnya. Simpan saja serulingnya siapa tahu suatu saat berguna"
"Sudah. Mari kita temui Eunji, dia akan senang kau datang. Myungsoo dan Sungjong juga akan senang melihat kau datang kemari" ajak Sohee mengakhiri pembicaraan mereka.
Sowon yang mengetahui mereka akan pergi, segera saja dia berlari menuju paviliun ibu suri untuk melaporkan hasil dari mengupingnya. Dia keluar dengan aman karena dayang Suzy tidak berjaga didepan pintu jadi memudahkannya untuk segera pergi.
"Yangmulia, ada berita penting. Ini sungguh gawat sekali" ucap Sowon yang berlari menghampiri ibu suri tanpa memberi hormat.
"Ada apa? Hingga kau berlari seperti dikejar setan begini. Diistana dilarang berlari seperti ini"
"Mianhae yangmulia."
"Ada apa? Gawat, apa yang gawat Sowon? Ceritakan"
"Kakak nona Suzy ingin membunuh raja Hwanhee"
"APA" teriak ibu suri mendengar penuturan Sowon.
"Nde, saya tadi menguping mereka. Kakak nona Suzy sepertinya sangat marah pada raja yang menyebabkan orangtua mereka meninggal, tapi nona Sohee berhasil meredamkan amarahnya mama. Sepertinya orangtua mereka difitnah dan dihukum mati mama di istana ini"
"Hmm begitu, aku punya ide bagus Sowon" ucap ibu suri tersenyum licik.
"Ide bagus apa mama, kalau saya boleh tahu?"
"Ide bagus yang akan membuatmu dinikahi Myungsoo dengan segera hahaha"
__ADS_1
"Tapi mama, tidak perlu secepat ini. Saya baru pindah hari ini"
"Tentu saja tidak secepat ini, aku akan menyelidiki mereka dulu lalu menangkap Suzy, Sohee dan Seungho ke dalam penjara istana. Lalu aku akan menukar mereka dengan pernikahanmu dan Myungsoo. Myungsoo sangat mencintai Suzy dan dia sayang pada Sungjong jadi tidak mungkin Myungsoo mengorbankan Suzy dan Sohee. Seungho kakak Suzy jadi Myungsoo tidak akan punya pilihan lagi. Kau hanya perlu mempersiapkan dirimu? Buat Myungsoo mencintaimu dan lahirkan seorang pangeran maka Suzy akan tersisih, kau akan jadi ratu jika berhasil membuat Suzy kalah"
"Tapi mama, saya memang menyukai pangeran Myungsoo tapi rasanya mustahil membuatnya mencintai saya. Apalagi dalam waktu singkat"
"Tidak perlu cinta untuk menghasilkan anak Sowon, asal kau beri istana pangeran sesegera mungkin maka Suzy akan game over. Lakukan semua usahamu dan aku yang akan membuatnya dikeluarkan dari istana dan kau akan jadi permaisuri menggantikannya hahaha"
"Baik mama, perintah anda akan saya laksanakan"
"Bagus, kembalilah ke paviliun Myungsoo sebelum dayang setia Suzy melihatmu mengadu padaku. Bersikaplah biasa seperti tidak terjadi apapun"
"Baik. Saya pamit yangmulia"
"Pergilah"
Setelah Sowon pergi, ibu suri tersenyum licik karena lawan sudah didepan mata dan memudahkan semua keinginannya untuk segera menyingkirkan Suzy. "Rencanaku semakin mudah karena mangsa sudah didepan sasaran tanpa dikejar, jadi tinggal tangkap saja hahaha"
*
*
*
Suzy, Sohee dan Seungho pergi ke perpustakaan istana mencari Myungsoo dan Eunji yang menyiapkan buku istana yang akan digunakan Myungsoo untuk mengajari Sowon.
"Kami datang" teriak Suzy yang membuat Eunji dan Myungsoo menolah padanya.
"Seungho"/"Eunji" ucap keduanya bersamaan dan berlari berpelukan.
"Aku merindukanmu Seungho"
"Aku juga merindukanmu Eunji"
"Kau datang tidak bilang-bilang Seungho, kami bisa melakukan penyambutan untukmu atau mungkin menjemputmu" tanya Myungsoo membuat pelukan Seungho Eunji lepas dan menatapnya.
"Aku ada perlu mendadak di kota seoul, makanya kemari tanpa persipan" jawab Seungho sambil duduk dibangku depan Myungsoo.
"Apa ada hal yang serius terjadi padamu?"
"Semoga kau segera menemukan pembunuhnya"
"Aku sudah membunuh pembunuhnya, aku sedang mencari dalang dibalik perencanaan pembunuhan itu. Sesuai petunjuk dia ada di istana, aku harap bukan raja Hwanhee tapi ntahlah aku masih ragu"
"Semoga dalangnya segera kita temukan, walau bagaimanapun mereka mertuaku"
"Sungjong tidak disini?"
"Dia sedang dengan ayah Lee sedang mengawal raja Hwanhee ada pertemuan di daerah Incheon"
"Kau sepertinya sibuk dengan Eunji disini?"
"Kami menyiapkan buku untuk Sowon yang akan menjadi dayang ibu suri, dia gadis yang dibawa ibu suri dari Ansan saat mengunjungi temannya."
"Gadis yang dicurigai dijodohkan denganmu, hati-hati saja siapa tahu memang ibu suri ingin kau menikahinya hahaha"
"Awas saja jika dia berani menghianatiku. Aku tidak akan mau lagi bicara dengannya huft" ancam Suzy dengan wajah cemberut yang membuatnya menggemaskan.
"Itu resikomu menikahi pangeran Zy hahaha" goda Sohee.
"Tetap saja ish, kenapa kalian semua mendukungnya tapi tidak ada yang melngerti aku"
"Tenanglah Zy aku tidak akan menduakan cintamu, walau aku dipaksa menikahinya tapi hatiku hanya untukmu" ucap Myungsoo dengan tegas yang membuat Suzy tersenyum malu-malu.
"Hahahahaha"
Di Incheon.
Raja Hwanhee bersama Sungjong dan ayahnya setelah menempuh perjalanan selama 3 jam.
"Sungjong, istirahatlah terlebih dulu dikamar sebelah, aku akan memanggilmu jika ada yang ku butuhkan. Dan seketaris Lee, tolong temani aku mengobrol sebentar sebelum pertemuan dengan pegawai pajak"
"Baik yangmulia"/"Baik yangmulia"
Sungjong meninggalkan kamar Raja Hwanhee, Seketarise Lee masih diam hingga Raja Hwanhee memulai pembiacaraan setelah berpikir sejenak.
__ADS_1
"Seketaris Lee"
"Nde yangmulia, ada apa? Sepertinya ada yang membuat anda resah"
"Kau sudah lihat gadis yang dibawa ibu suri, aku curiga ibu suri mencarikan istri lagi untuk Myungsoo apalagi Suzy yang tidak kunjung hamil lagi setelah 2 tahun berlalu."
"Apa yang anda khawatirkan?"
"Aku khawatir Suzy tidak bisa hamil lagi. Jika Myungsoo menikah lagi lalu bagaimana nasib Suzy, mengingat Suzy bukan gadis yang mudah diatur seperti Sohee dan Miura. Namun dia gadis yang selalu ceria, aku hanya khawatir saja dia bernasib seperti selir Kim"
"Jangan khawatir yangmulia, Selir Chang juga lama baru diberi Alex. Dokter istana bilang tidak perlu khawatir jadi anda jangan pesimis tentang Suzy. Saya yakin Suzy gadis yang pandai membawa diri, walau akan ada pro dan kontra jika Myungsoo menikah lagi. Namun semoga saja gadis yang dibawa ibu suri baik jadi tidak akan menimbulkan masalah jika dia menjadi istri kedua, namun jika gadis itu serakah maka lain lagi ceritanya yangmulia"
"Kau benar. Semoga saja tragedi menyakitkan seperti yang dialami selir Kim yang difitnah dengan tidak adil tidak terjadi lagi."
"Nde, jam berapa pertemuanku dengan pegawai pajak?"
"Jam 2 siang yangmulia"
"Baiklah. Masih ada 2 jam lagi. Gunakan untuk istirahat"
"Nde, saya permisi yangmulia"
"Pergilah"
*
*
*
Beberapa hari ini Myungsoo mengajari Sowon untuk memahami tata cara adaptasi istana, karena Sowon yang rajin maka dia cepat menguasai dibandingkan dengan Suzy. Ibu suri akan sangat kecew jika Eunji datang bersama Myungsoo mengajari Sowon.
"Eunji, kau disini juga. Kenapa tidak membantu Suzy belajar" ucap ibu suri saat melihat Sowon belajar di perpustakaan istana.
"Baik perintah yangmulia akan saya laksanakan. Saya akan kesana kalau begitu. Permisi" ucap Eunji langsung beranjak pergi.
"Yangmulia kenapa kemari?" tanya Sowon yang masih belajar duduk dimeja perpustakaan berhadapan dengan Myungsoo.
"Aku hanya mengecek saja. Apa Myungsoo dan Eunji membelajarimu dengan baik" jawab Ibu suri duduk disamping Myungsoo.
"Tentu saja. Pangeran Myungsoo mengajari saya dengan baik"
"Apa yangmulia ragukan dariku. Mengajari Suzy yang lebih lamban saja aku mampu" ucap Myungsoo dengan datar.
"Baiklah, aku tidak akan mengganggu. Lanjutkan belajar kalian"
"Hemmm" / "Hati-hati yangmulia"
Dipaviliun Suzy belajar diperpustakaan pribadi milik Myungsoo sambil melamunkan perkataan Seungho tentang kematian ayahnya yang dibunuh dan ibunya yang bunuh diri karena ulah raja Hwanhee.
Suzy pusing sendiri, dia sakit hati tapi walau bagaimanapun raja adalah mertuanya. Myungsoo suaminya, apa dia sanggup membalas kebaikan raja yang ternyata adalah penyebab kematian orangtuanya.
Suzy menaruh kepalanya di meja saat Eunji masuk ke dalam perpustakaan yang sudah sering dimasukinya.
"Kau kenapa Zy? Belajar tapi menelungkupkan wajahmu begini" tanya Eunji yang duduk didepannya.
"Aku setres Eunji. Bagaimana mungkin raja yang baik padaku adalah pembunuh orangtuaku. Dia menyebabkan orangtuaku meninggal"
"Apa? Bagaimana mungkin"
"Kakak yang menceritakan setelah menyelidikinya. Aku bingung? Sejak diberitahu rasanya aku emosi ketika melihat raja, tanganku gatal ingin menghajarnya"
"Sabar Zy. Ini mungkin salah paham. Dimana Seungho? Biar aku bicara padanya"
"Dia di rumah seketaris Lee saat ini. Dia juga sedang berpikir"
"Aku akan bicara padanya. Kau jangan terlalu dipikirkan. Kau harus belajar menulis syair puisi sebelum ibu suri tahu kau bermalas-malasan."
"Otakku buntu, mana bisa aku menulis syair dari puisi yang dimaksudkan ibu suri"
"Sowon saja bisa belajar dengan cepat masa kau yang duluan tinggal diistana kalah darinya, ayo cepat mulai aku akan membantumu belajar"
"Baik. Gomawo Eunji"
"Cheonma Suzy"
__ADS_1