Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 42


__ADS_3

Suzy sibuk memilih baju dan menata ulang baju dilemari hingga banyak baju berserakan didalam kamarnya, Myungsoo masuk heran melihat Suzy sibuk sendiri dengan baju-bajunya.


"Apa yang kau lakukan dengan baju-baju ini" Tanya Myungsoo yang melihat Suzy sibuk dengan baju-bajunya.


"Aku hanya memilih baju yang muat aku pakai, badanku sepertinya memiliki berat bertambah jadi yang tidak muat mau ku sisihkan" Jawab Suzy bolak balik memasukan baju ke lemari.


"Kenapa tidak minta bantuan para dayang? Daripada ribet sendiri"


"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Aku sudah biasa"


"Sepertinya hidup diluar membuatmu terlalu mandiri" Ucap Myungsoo yang kini berdiri dibelakang Suzy dan memeluk istrinya tersebut.


"Aish kau ini berlebihan. Minggir aku mau merapikan ini" Ucap Suzy melepaskan diri dari Myungsoo, dan melanjutkan membereskan baju-bajunya.


"Baiklah aku pergi. Ckck Sensitif sekali." Gerutu Myungsoo yang kemudian berjalan menuju keluar kamar lagi. "Mengganggu Suzy bukan hal yang menyenangkan, lebih baik aku mengerjakan beberapa tugas negara yang belum terselesaikan"


Myungsoo datang ke departemen pemerintahan yang sepertinya sudah ditunggu oleh seketaris Lee, dan Alex yang kini sudah banyak belajar mengenai tata ruang istana beserta tugas-tugasnya. Walau sebenarnya Alex lebih suka dibagian dapur atau dibagian hukum istana dengan Kyuhyun daripada harus menangani hal penting mengenai isi istana, namun sebagai pangeran dia tidak ingin mengacaukan gelar pangeran yang membuat ibunya bisa dalam bahaya dan istana bisa malu jika dia membuat onar, ini adalah perintah ayahnya yang tidak bisa ditolaknya.


"Kalian terlihat serius sekali. Apa yang kalian kerjakan hari ini?" Tanya Myungsoo yang masuk ruangan dan meletakkan berkas yang tadi diambil dari perpustakaan pribadinya.


"Kami sedang melihat beberapa laporan proyek pertanian yang diusulkan oleh menteri Shim, pembangunan dan masalah keuangan juga perlu dilihat pangeran. Pangeran Alex sedang mempelajarinya" Jawab seketaris Lee.


"Astaga, kenapa aku dijebak disini. Harusnya aku di pekerjakan di bagian hukum istana dengan Kyuhyun Hyung daripada disini, sepetinya aku tidak cocok di bagian pemerintahan" Keluh Alex sambil membolak-balik bukunya.


"Ayah tahu kau bisa menjadi calon raja yang baik, makanya kau di pekerjakan disini. Kyuhyun hyung dulu juga berada disini sebelum dia menentukan jalannya ke departemen hukum. Ku rasa kau calon raja masa depan yang baik daripada aku?"


"Aniya, menjadi raja bukanlah impianku. selama ini kau patuh akan perintah dan kau lebih menonjol daripada aku, jadi kurasa kau lebih cocok daripada aku"


"Itulah yang membuat Suzy masih membenciku, karena dia berpikir aku calon pewaris tahta padahal aku juga tidak ingin tahta itu jatuh padaku"


"Noona akan mengerti, dia yang sekarang bukanlah noona yang ceroboh jadi dia pantas mendampingimu hyung"


"Waktu telah mendewasakan tuan putri, pangeran. Saya yakin bahwa putri akan menjadi calon ratu yang bijaksana dimasa depan"


"Tapi membuatnya menerima keadaan itu pasti sangat sulit. Mengingat dia kembali hanya demi anak-anak bukan demi cintanya padaku"


"Pangeran Myungsoo, semua itu hanya masalah waktu dalam anda dapat meyakinkan tuan putri. Luka yang diberikan istana mungkin tidak bisa di lupakan, tapi jika anda bisa menunjukkan rasa cinta dan kepedulian anda saya rasa tuan putri akan luluh"


"Begitukah seketaris Lee?"


"Saya juga seorang ayah pangeran, memang masalah anda dan tuan putri sangat pelik tapi saya rasa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan"


"Gomawo seketaris Lee, kau sungguh bijak. Kau bagaikan langit untuk istana"


"Nde, pangeran"


Sowon uring-uringan karena hubungannya dengan Myungsoo belum juga membaik hingga saat ini, Myungsoo bahkan selalu mengacuhkannya yang ingin mendekat lagi. Bahkan anaknya kini sepertinya sangat akrab dengan Suzy dan anaknya.


"Yangmulia kapan anda akan membujuk Myungsoo agar kembali menikahiku? Dia begitu acuh padaku, apa aku ini kurang cantik hingga dia memilih Suzy"


"Kau tenang saja, kekuatan sihir suzy begitu kuat. Kita harus mencari cara menyingkirkan Suzy dan anak kembarnya itu"


"Raja bahkan mengakui status anak mereka daripada anakku yang lahir terlebih dulu mama, dan mereka juga terlahir diluar istana harusnya anakku yang berkesempatan menjadi putra mahkota menggantikan Myungsoo nantinya saat Myungsoo naik tahta"


"Tenang, aku akan berusaha agar kau menjadi ratu menggantikan aku karena hanya kau yang pantas daripada si pembuat onar"


"Benar, aku jauh lebih baik daripada Suzy"


"Makanya kau tenang saja. Tahta pasti akan jatuh kepada Jungsoo"


Disaat Sowon dan Ibu suri sibuk dengan tahta istana. Suzy menghabiskan waktunya melukis anak kembarnya dan anak-anak Sohee (Jungshin dan Jungmin) yang bergaya lucu ditemani Sohee yang sedang merajut sesuatu yang duduknya tak jauh dari Suzy.


"Sohee, lihat lukisan mereka berempat. Lucu sekali bukan?" Tunjuk Suzy pada kanvas lukisannya pada Sohee.


"Bagus Zy, coretan tanganmu memang tidak bisa diragukan lagi. Sayang kurang Kyura, Sungmoon, Yunji dan Jungsoo agar lebih lengkap lagi menjadi keluarga istana." ucap Sohee antusias.


"Kapan-kapan aku akan melukis mereka semua agar Heesoo tidak terlihat cantik sendiri disini. Apa yang kau rajut? Sepertinya bukan syal"


"Aku sedang membuat baju bayi, aku merasa akan ada berita gembira di istana dalam waktu dekat makanya aku membuat baju ini. Mungkin saja kau atau Eunji hamil lagi?"


"Kau saja Sohee, aku sepertinya sudah cukup dengan Heesoo dan Jisoo saja. Untuk menambah lagi aku rasa tidak perlu, jika Myungsoo mau punya anak lagi suruh saja Sowon yang hamil pasti Sowon dengan suka rela hamil anaknya" ketus Suzy


"Zy, aku tahu kau belum sepenuhnya bisa memaafkan Myungsoo tapi aku lihat Myungsoo masih sangat mencintaimu. Punya anak lagi tidak apa aku rasa, agar posisimu lebih kuat"


"Aku sudah cukup menderita dan penuh perjuangan mempertahankan mereka saat aku memberanikan diriku pergi dari istana, jika aku tidak pergi mungkin mereka tidak akan ada. Jika aku hamil bukan jaminan ibu suri dan Sowon tidak akan meracuni calon bayiku lagi seperti yang mereka lakukan padaku selama aku tinggal di istana dulu"


"Percayalah, jika kali ini hamil pasti Myungsoo akan menjagamu dengan baik. Cobalah beri kesempatan itu pada Myungsoo. Ibu suri memang berupaya menyangkal Heesoo dan Jisoo anak Myungsoo namun orang lain akan melihat kemiripan mereka dengan Myungsoo hanya dengan sekali lihat."


"Aku belum siap jika harus memiliki anak lagi. Aku tidak bisa Sohee semudah itu memaafkan kelakuan istana padaku"


"Damailah dengan masalalu agar kau bisa hidup dengan tenang"


"Bagaimana aku bisa tenang jika Sowon dan ibu suri terus berada disekitarku seolah ingin mengancam keselamatan anak-anakku"


"Kami akan selalu membantumu menjaga dan mengawasi mereka. Jangan cemas yang berlebihan, tugasmu hanya menjaga posisimu agar tidak diambil Sowon"


"Hmmm"


*


*


Suzy sudah bersiap dengan gaun tidurnya saat Myungsoo masuk ke dalam kamar mereka setelah mengecek kedua anaknya yang sudah tertidur dengan pulas. Suzy kini duduk sambil membaca buku sastra yang dipinjamnya bersama Sohee dan Eunji sore tadi. Myungsoo berganti pakaian lalu mendekati Suzy, memeluk dan menggodanya hingga Suzy yang kesal langsung menjitak kepala Myungsoo dengan buku yang dipegangnya.


"Aooo, yaaaa Kim Suzy kenapa kau menjitak kepalaku" Protes Myungsoo memegang kepalanya yang kena jitak buku Suzy.


"Suruh siapa menggangguku? Aku sedang sibuk"


"Apa pentingnya buku itu daripada aku. Jelas-jelas lebih memukau aku daripada buku itu aish" ucap Myungsoo kesal merebut buku Suzy dan melemparkan ke samping meja.


"Tidur diluar sana jika kau disini hanya mengganggu ku saja" balas Suzy memungut buku yang dibuang Myungsoo.


"Zy, aku tahu kau belum sepenuhnya memaafkan aku makanya kau masih bersifat begini. Tapi tidak bisakah kau memberiku kesempatan memperbaiki hubungan kita" pinta Myungsoo dengan wajah memelas.


"Aku sudah bilang, aku kembali kesini karena Heesoo dan Jisoo diluar itu aku sudah mencoba tapi cintaku padamu kalah pada rasa kecewa yang kau timbulkan. Aku bukan Sowon yang masih mau lagi dibodohi obsesi cintanya padamu dan aku bukan dia yang masih mengharapkanmu lagi" tukas Suzy yang kesal dengan tingkah Myungsoo.


"Tolong beri aku kesempatan. Sekali saja untuk memperbaiki semuanya. Aku mohon"


"Baik, apa yang kau jaminkan jika kau bisa berubah menjadi lebih baik"


"Aku rela mati untukmu. Bagaimana?"


"Terserah, tapi kalau kau mati pikirkan ketiga anakmu itu. Kalau kau lupa kau itu seorang ayah sekarang bukan pria single yang masih muda"


"Kau semakin pintar melawanku sekarang."


"Karena aku bukan wanita bodoh yang mau lagi dibodohi atas dasar nama cinta. Tapi silahkan berbuat semaumu, terserah! yang penting jangan menggangguku" ucap Suzy membuka bukunya lagi untuk melanjutkan membaca. Myungsoo yang kesal melempar buku itu kessmbarang arah, Suzy yang ingin marah langsung dicekal dan dilempar ke arah ranjang mereka.


"Yaaaa apa yang mau kau lakukan?" teriak Suzy yang terlentang dibawah kungkungan Myungsoo, mencoba melepaskan diri namun tidak bisa karena Myungsoo tidak bergerak sama sekali. "Yaaa lepaskan aku, atau aku akan memukulmu dengan cambukku" teriak Suzy lagi sambil memukul lengan Myungsoo namun Myungsoo hanya tersenyum.


"Bukankah aku boleh melakukan hal yang ku suka. Tentu saja sekarang aku sedang menidurimu, itu bukan hal salah yang dilakukan suami istri"

__ADS_1


"Yaaaaa itu jika kita saling mencintai, nyatanya aku tidak mencintaimu lagi, lepaskan aku Myung" ucap Suzy mulai panik dengan perasaannya yang tidak sejalan dengan mulutnya, namun jelas malam ini Myungsoo tidak akan melepaskan Suzy begitu saja.


Myungsoo membuka baju mereka berdua lalu menurunkan ciumannya ke perut Suzy yang terlihat sedikit buncit entah Suzy sudah hamil atau memang Suzy gemuk, harapan Myungsoo suzy dapat segera hamil mengingat Myungsoo telah menukar ramuan penggugur kandungan yang diminta Suzy dengan penyubur kandungan. Licik, tapi Myungsoo tidak akan melepaskan Suzy kali ini.


"Yaaaaaaa" teriak Suzy.


"Mianhae, apa aku menyakitimu" panik Myungsoo saat melihat Suzy kesakitan, padahal ini bukan pertama kalinya mereka melakukan hubungan suami istri.


"Tolong perlahan, perutku rasanya nyeri." ucap Suzy menahan nyeri diperut dan vaginanya.


"Baik, aku akan perlahan. Bilang saja jika aku terlalu keras dan menyakitimu" ucap Myungsoo yang dengan perlahan memaju mundurkan juniornya didalam ****** Suzy.


"Myuuuungghh"


"Bersamaaa"


Setelah juniornya kembali seperti semula barulah Myungsoo mengeluarkan juniornya dan begitu terkejut melihat ada noda darah ikut keluar bersama spermanya.


"Astaga, Zy... Suzy kau kenapa? kau berdarah" panik Myungsoo segera memakai bajunya dan membersihkan ****** Suzy sebelum memakaikan Suzy baju.


"Myung, panggilkan dokter istana. Perutku rasanya sungguh sakit sekali" rintih Suzy kesakitan.


"Astaga, Jia, Chaekyung kemari" teriak Myungsoo yang membuka pintu kamarnya.


"Nde pangeran, ada yang bisa kami lakukan untuk anda" ucap Jia dan Chaekyung begitu sampai didepan kamar pasangan Myungzy.


"Tolong bereskan kekacauan dikamarku dan buatkan putri Suzy air hangat, dia kesakitan. Aku akan memanggil dokter istana"


"Baik pangeran, perintah anda akan kami laksanakan"


Myungsoo segara berlari menuju ruang medis istana untuk memanggil dokter dan perawat istana untuk memeriksa Suzy. Seungho, Eunji, Alex, Selir Chang, Ibu suri dan permaisuri yang melihat kepanikan Myungsoo langsung menuju ke tempat tinggal Myungsoo dan keluarga kecilnya.


Myungsoo gelisah saat dokter dan perawat istana sudah 30 menit memeriksa Suzy namun belum juga keluar dari kamarnya.


"Myung, tenanglah." ucap Eunji menenangkan Myungsoo dengan memegang pundak Myungsoo.


"Astaga Eunji, dia berdarah dan kesakitan. Itu membuatku takut setengah mati" panik Myungsoo dengan wajah gelisah.


"Adikku kuat, kau tenang saja" sahut Seungho.


Kriiiieeeett...


Pintu terbuka dan tabib keluar dengan perawat istana yang menemaninya memeriksa Suzy.


"Bagaimana keadaan putri Suzy, tabib" tanya Eunji mendahului Myungsoo.


"Tuan putri pendarahan karena perutnya kaget, saya punya kabar gembira untuk istana. Saat ini tuan putri sedang hamil dan usianya mencapai 2 bulan. Saya ucapkan selamat untuk pangeran dan istana. Tolong jika berhubungan hati-hati karena bayinya masih kecil" ucapan dokter istana membuat Myungsoo memerah dan menggaruk lehernya karena malu. "Saya sudah memberi obat, sekali lagi selamat. Saya permisi"


"Myung selamat, akhirnya kau akan menjadi ayah lagi" ucap Eunji dengan wajah bahagia.


"Selamat, semoga kali ini laki-laki yang sepertimu." goda Selir Chang.


"Selir Chang. Heesoo dan Jisoo juga sepertiku, hanya istana saja yang meragukan itu"


"Myung, kami tidak meragukan mereka hanya saja mereka lahir di luar istana. Dan istana akan mempermasalahkan jika tahta diwariskan untuk mereka makanya kami berharap anakmu kali ini laki-laki" ucap permaisuri menjelaskan.


"Ibu aku tidak mempermasalahkan pada siapa tahta istana diberikan, Alex juga pantas menjadi pemimpin lagipula raja belum memutuskan jadi mau anakku laki-laki atau perempuan tidak masalah karena yang terpenting aku mencintainya"


"Hyung, kau saja yang menjadi raja jangan aku" bantah Alex.


"Apa kau memikirkan Jungsoo juga Myung, dia juga pantas untuk mewarisi tahta" ucap ibu suri yang sepertinya tidak suka mendengar kehamilan Suzy.


"Yangmulia sudah paham jika dia hadir diluar dugaan yang harus aku sayangi, aku menyayanginya walau aku membenci ibunya. Jangan memaksaku untuk memberikan hal lebih diluar kemampuanku, aku sudah memberikannya gelar pangeran dan memenuhi semua kebutuhannya walau aku dan ibunya sudah bercerai. Aku hanya mencintai Suzy, walau aku menyayangi Jungsoo tapi aku tidak bisa memenuhi keinginan anda untuk kembali menikahi Sowon. Harap ibu suri mengerti perasaanku"


"Kami pulang Myung, besok aku akan kesini dengan Sohee. Sekali lagi selamat" ucap Eunji mengajak yang lain pulang karena sudah malam.


"Terima masih"


Semua pulang.


Myungsoo merutuki dirinya sendiri yang hampir saja membahayakan calon anaknya, Myungsoo masuk ke dalam kamar membuat Jia dan Chaekyung segera undur diri keluar dimana tadi mereka membantu Suzy meminum obatnya. Myungsoo duduk disamping Suzy dan terduduk bersandar pada kepala ranjang.


"Myung, ucapan mereka bohongkan? Aku tidak mungkin hamilkan?" tanya Suzy dengan nada lirih seolah pikirannya kosong.


"Itu... Itu...." ucap Myungsoo bingung mau memberikan jawaban.


"Itu tidak benarkan, aku sudah hati-hati agar tidak hamil. Bagaimana bisa aku hamil? Nyawanya pasti terancam hikss...." ucap Suzy terisak yang membuat Myungsoo memeluknya.


"Ada aku, tidak ada yang perlu ditakutkan. Tidak akan ada yang berani mengancam nyawanya, sekalipun raja Hwanhee"


"Aku sudah meminum obat penggugur kandungan, bagimana mungkin aku hamil hiks.."


"Aku yang menukar obatmu" ucap Myungsoo yang membuat Suzy melepaskan pelukannya dan menatap Myungsoo dengan tajam.


"Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau jahat. Kau hanya mementingkan dirimu sendiri, aku tidak ingin anak ini. Kenapa dia harus ada, dia harus pergi" ucap Suzy memukuli perutnya yang membuat Myungsoo geram dan menampar Suzy.


"Kau seorang ibu, bagaimana bisa kau ingin melenyapkan anakmu sendiri. Aku mencintaimu makanya aku melakukan ini padamu, apa tidak cukup kita berpisah begitu lama dan membuatku tersiksa. Aku sudah meyakinkanmu tidak akan ada yang menyakitimu dan anak kita tapi kau selalu berpikir aku adalah Myungsoo yang dulu, yang bodoh dan takut pada ancaman. Aku yang ini akan berjuang dan slalu melindungimu entah apapun yang dilakukan ibu suri padamu, tapi lakukan sesukamu aku akan pergi menenangkan diriku. Aku harap kau segera berubah pikiran dan tidak menyakiti anak yang berbagi tubuh denganmu" ucap Myungsoo yang langsung pergi karena marah pada Suzy.


"Myung, maafkan aku" ucap Suzy lirih melihat Myungsoo yang begitu marah hingga menamparnya, Suzy tahu dia keterlaluan tapi dia takut ibu suri mencelakai anaknya.


*


*


*


Brakkk.


Ibu suri melempar kipasnya ke meja dengan keras hingga menimbulkan bunyi yang memekikan telinga, tak hanya itu dia juga melemparkan satu set teko teh ke lantai karena kekesalannya.


"Mama, apa yang terjadi? Kenapa anda begitu marah" tanya dayang Choi yang segera datang setelah mendengar suara gaduh.


"Sial, aku kecolongan dayang Choi. Wanita sial pembuat onar itu kini hamil, aku khawatir anak itu seorang pangeran yang bisa mengancam posisi Jungsoo ketika dewasa." jawab ibu suri geram.


"Mohon ampun mama, bukankah sejak kehadiran pangeran kecil Jisoo posisi pangeran Jungsoo sudah terancam"


"Kau benar, tapi dia hidup diluar selama ini jadi aku bisa menghasut raja untuk anak itu. Kini aku harus mencari cara untuk menyingkirkan janin sialan itu beserta ibunya"


"Kenapa tidak beri obat gugur atau racun bening rahasia keluarga saya saja mama jika ingin menyingkirkan keduanya, jika putri Suzy bisa selamat seperti sebelum-sebelumnya namun saya yakin janinnya akan langsung gugur begitu meminum ramuan beracun bening rahasia keluarga saya"


"Racuni dia saat acara perayaan, istana pasti akan merayakan ini dalam beberapa hari lagi. Kau carilah orang yang aman untuk menjalankan misi ini"


"Baik mama, saya akan melaksanakan perintah anda sebaik mungkin"


"Bagus, sekarang istirahatlah"


"Baik mama"


Paginya Sowon buru-buru masuk ke dalam kediaman ibu suri saat Eunji bersama dayang Choi dan para dayang lain telah selesai menyiapkan keperluan ibu suri.


"Kalian semua keluarlah, biar putri Sowon yang tinggal disini menemaniku" perintah ibu suri yang duduk dimeja makan.

__ADS_1


"Baik yangmulia, kami permisi" ucap dayang Choi mewakili para dayang untuk segera undur diri.


"Duduklah Sowon, aku tahu apa yang membuatmu kesini pagi-pagi"


"Apa benar jika Suzy hamil anak Myungsoo kembali?"


"Benar, semalam aku ada disana ketika tabib dan perawat istana memeriksanya"


"Bagaimana bisa? Bukankah Suzy membenci Myungsoo sejak dia kembali ke istana jadi bagaimana bisa dia hamil kembali yangmulia?"


"Myungsoo pasti berusaha keras untuk ini agar bisa mengikat Suzy dengan istana, Myungsoo benar-benar melakukan hal licik agar Suzy tidak lari dan berniat menjadikan anaknya kali ini seorang raja. Semalam mereka melakukan hubungan yang membuat bayi Suzy shock hingga menimbulkan pendarahan"


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Posisi Jungsoo pasti tersingkir jika bayi ini lahir sebagai pangeran. Apa takdirku yang buruk juga akan menimpa anakku"


"Jangan khawatir, aku akan cari cara menyingkirkan bayi mereka"


Dikamar Suzy.


Sohee datang bersama Eunji untuk mengucapkan selamat, namun Suzy hanya duduk diam dikamar saja belum bisa bergerak kemana-mana karena tubuhnya yang masih lemah efek pendarahan yang dialaminya kemarin malam.


"Zy, selamat atas kehamilanmu. Semoga kembar lagi agar istana semakin ramai" ucap Sohee dengan wajah gembira yang tidak bisa ditutupi.


"Hmmm. Sejujurnya aku tidak menginginkan anak ini" ucap Suzy murung.


"Astaga Kim Suzy apa yang kau katakan, anak ini anugerah bagaimana bisa kau bicara seperti ini. Apa yang terjadi dengan otakmu" bentak Sohee menatap tajam Suzy.


"Apa Myungsoo juga tahu?" kini Eunji yang bertanya dan hanya diangguki Suzy. "Apa reaksinya?"


"Dia marah, kami bertengkar hebat semalam saat aku berbicara tentang ini. Aku tidak bisa hiks... Anakku pasti disingkirkan"


"Kami akan membantu merawatnya, kami semua jug akan melindungimu dari ancaman ibu suri jadi jangan takut. Myungsoo marah itu wajah mengingat dia sangat ingin punya anak kembali. Zy pahamilah Myungsoo, dia juga sudah banyak berkorban untukmu. Dia sudah mengalah karena keegoisanmu, tolong jangan begini"


"Aku... Ak..."


"Ibuu" teriak Heesoo yang berlari dari luar diikuti dengan Jisoo yang cemberut dibelakangnya. "Ibu, apa benar aku akan punya adik bayi?" lanjutnya yang menaiki ranjang Suzy.


"Iya sayang, Heesoo dan Jisoo akan punya adik. Apa kalian senang?" ucap Sohee dengan lembut.


"Senang, tapi punya adik Jisoo saja merepotkan bagaimana jika dia juga menyebalkan seperti Jisoo. Pasti payah" ucap Heesoo.


"Sayang, tidak seperti itu" kini Eunji bicara dimana dia sudah memangku Jisoo dan mengelus rambutnya. "Adik itu anugerah tuhan, dia tidak merepotkan selama Kalian menjadi kakak yang baik. Jisoo bukan merepotkan hanya saja dia sedikit cengeng. Jika jadi kakak jangan cengeng lagi Jisoo, ok"


"Ok bibi Eunji. Aku akan jadi kakak laki-laki yang siap melindungi adikku hehe"


"Kau itu cengeng mana bisa jadi kuat Jisoo"


"Tentu bisa noona, lihat saja nanti"


"Heesoo tidak boleh begitu pada Jisoo. Heesoo, kau begitu tangguh harus jadi kakak yang kuat nde agar adikmu nanti bisa mencontohmu menjadi perempuan yang kuat sama seperti ibumu. Mengerti" ucap Sohee menasehati putri pertama Suzy, yang dibalas anggukan. "Kalian tahu darimana jika kalian akan punya adik?"


"Ayah semalam tidur dengan kami, tadi pagi dia menceritakannya pada kami berdua dan juga pada Jungsoo jika kami akan jadi kakak. Dan kami harus sayang pada adik kami nanti"


"Kalian sudah makan siang?" tanya Suzy pada kedua anaknya.


"Sudah, kami makan siang dengan paman Alex dan ayah. Ibu adik kami apa tidak bisa perempuan saja, aku tidak mau adik laki-laki lagi nanti dia cengeng seperti Jisoo" jawab Heesoo namun sikap merengeknya membuatnya terkesan lucu.


"Heesoo, adik laki-laki atau perempuan itu sama saja nak. Heesoo berdoa saja sama Tuhan agar diberi adik yang tegas dan bijaksana, walau Jisoo cengeng tapi ibu yakin dia sangat menyayangi Heesoo kan?" ucapan Suzy diangguki Heesoo. "Kalian berdua istirahatlah dikamar"


"Baik ibu"


Heesoo segera turun dan mengajak Jisoo untuk kembali ke kamar mereka, sedangkan ketiga ibu muda tersebut masih berlanjut.


"Heesoo begitu mirip Myungsoo, sifatnya. Aku bahkan ingat ketika selir Chang hamil Alex, dia bahkan setiap hari berdoa dan mengelus perut selir Chang agar adiknya laki-laki karena noona pertama begitu cengeng, galak dan susah diajak main. Mirip sekali menyebalkannya dengan ibu suri hehehe"


"Itulah yang membuatku kesal saat melahirkan mereka bahkan wajahpun semua mirip dengan Myungsoo, sepertinya perutku hanya untuk menumpang hamil saja."


"Semoga kali ini mirip denganmu yang begitu kuat Zy, jika dia laki-laki aku jadi ingin hamil anak perempuan biar anak kita bisa berjodoh kalau mereka tidak mau ya tidak apa sih. Punya anak laki-laki itu tidak asyik tidak bisa didandani sesuai harapan, beruntung Eunji memiliki anak perempuan yang bisa didandani dengan pakaian lucu-lucu"


"Lee Sohee mau anak laki-laki atau perempuan itu sama saja yang penting dia sehat dan baik budi. Kau ini ada-ada saja"


"Hehehehe, apakah istana akan mengadakan perayaan untuk menyambut hamilnya Suzy"


"Sepertinya tidak dalam waktu dekat ini mengingat Suzy yang baru pendarahan, kemungkinan minggu depan. Tapi aku masih khawatir soal ibu suri yang pasti tidak akan tinggal diam begitu saja mendengar Suzy hamil, dan Sowon yang belum bisa menikah kembali dengan Myungsoo"


"Apa di paviliun ibu suri tidak ada ucapan sesuatu yang dibicarakan mengarah akan membahayakan Suzy"


"Tidak ada tapi aku tidak bisa menebak apa yang dipikirkan dan direncanakan. Yang penting Suzy harus hati-hati, aku hanya tidak mau anaknya menjadi korban seperti masa lalu"


"Ah aku akan menginap disini agar bisa memastikan makanan yang dimakan Suzy aman"


"Kalian tidak perlu begitu padaku. Aku bisa menjaga diriku karena aku bukan Suzy yang ceroboh dan bodoh seperti dulu. Aku akan hati-hati jika mer......"


Krietttt.


Pintu terbuka, Sowon datang bersama dayang-dayangnya membawakan beberapa makanan yang menggiurkan untuk Suzy. Sohee dan Eunji langsung saling berpandangan.


"Ah putri Sohee dan putri Eunji ada disini juga ternyata. Kakak Suzy, aku dengar dari yangmulia ibu suri kau hamil dan baru mengalami pendarahan. Ini aku bawakan beberapa makanan dan sup ikan yang masih hangat yang bagus untuk kesehatanmu." rayu Sowon dengan senyum manis dibuat-buat yang membuat muak.


"Gomawo Sowon tapi maafkan aku, aku sedang tidak selera makan karena perutku masih mual saat menciun bau makanan. Jadi bawa saja makanannya kembali makanan itu" tolak Suzy halus.


"Ah begitu ya padahal aku susah payah membuatnya tapi apa boleh buat, kalian bawa kembali makanannya" ucap Sowon memasang wajah sedih dan meminta dayang-dayangnya membawa makanan yang tadi dia bawa.


"Maaf ya Sowon, Suzy akan istirahat bisakah kau kembali nanti saja. Aku juga akan pergi ke ibu suri sebentar lagi" ucap Eunji mengajak Sowon pergi karena tahu niat Sowon pasti membahayakan Suzy.


"Baiklah, aku pergi" ucap Sowon dengan sebal dan menutup pintu kamar Suzy dengan keras. "Suzy akan istirahat bisakah kau kembali nanti, dia pikir dia siapa? Aku juga tidak ingin menyapa jika bukan karena agar dilihat baik Myungsoo, huff. Awas saja jika aku sudah menjadi istri Myungsoo lagi"


"Sowon, apa yang kau lakukan disini" tegur Myungsoo yang membuat Sowon terkejut namun segera menguasai diri lagi.


"Aku bermaksud mengantarkan makanan untuk kakak Suzy, tapi sepertinya dia tidak menghargai masakanku dan meminta membawa kembali ke paviliun ibu suri alasan mual. Kakak Suzy memang tidak pernah bisa menghargai usahaku berbuat baik" ucap Sowon merajuk didepan Myungsoo.


"Gomawo kau sudah perhatian, tapi jika kau berbuat macam-macam pada calon anakku lihat saja apa yang aku lakukan padamu" ucap Myungsoo kalem diawal namun dengan gerakan cepat sia menyengkram wajah Sowon dengan kasar. "Ingat itu baik-baik, aku baik padamu hanya karena kau ibu Jungsoo diluar itu kau tetap orang asing untukku. Jangan pernah mendekat disekitar Suzy, jika aku melihat kau membawakan sesuatu yang membayakan maka aku akan membunuhmu" lanjut Myungsoo sambil melepaskan cengkraman pada wajah Sowon. "Pergilah"


"Kau sungguh kejam padaku" ucap Sowon yang tidak diperdulikan Myungsoo. Myungsoo tetap melanjutkan langkahnya menuju kamar.


"Myung, kau datang. Sowon baru saja kemari dan itu membuat kami takut dia dan ibu suri merencanakan sesuatu" ucap Eunji dengan wajah cemas menghampiri Myungsoo.


"Aku sudah memperingatkan dia agar dia tidak mendekati Suzy." ucap Myungsoo.


"Namun aku yakin ibu suri tidak akan tinggal diam Myung, apa yang harus kita lakukan"


"Kau awasi saja mereka, aku akan melindungi Suzy semapuku. Apakah Suzy sudah tidak apa-apa? Aku masih takut apalagi emosinya menakutkan"


"Dia baru saja tertidur, sedari tadi perutnya mual. Namanya hamil muda ya begini jadi jangan khawatir, emosinya wanita hamil memang berubah-ubah jadi kau harus sabar menghadapinya" kini Sohee yang membuka suara.


"Aku harus kembali sebelum ibu suri mencariku. Kalian berdua disini saja" ucap Eunji berpamitan pada kedua sahabatnya.


"Ayo pergi bersama, aku kemari hanya ingin melihat Suzy sebentar sebelum aku kembali ke departemen pemerintahan. Sohee, kau disini saja menjaga Suzy karena aku hanya percaya padamu" ucap Myungsoo.


"Hm, aku akan menginap beberapa hari disini sampai kondisi Suzy pulih. Kau jangan khawatir, sementara kau tidurlah dengan anak-anak. Ibu hamil memang begini"


"Aku sudah melewatkan masa kehamilan Heesoo dan Jisoo, kali ini aku akan menjaga dan lebih sabar lagi"

__ADS_1


"Baguslah, kalian hati-hati dijalan"


__ADS_2