Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 39


__ADS_3

Semua mulai bubar dan mulai masuk ke dalam kamar masing-masing yang sudah disiapkan. Suzy menahan Alex yang akan masuk kamar dengan ketiga bocah yang sudah digiring untuk masuk kamarnya terlebih dulu.


"Alex.." panggil Suzy saat Alex membuka pintu kamarnya akan masuk dengan ketiga anak Myungsoo.


"Kalian bertiga masuk dulu ke kamar, paman akan bicara sebentar dengan ibu Suzy. Jangan bertengkar didalam, paman akan segera kembali secepatnya" perintah Alex setelah mempersilahkan ketiga bocah itu masuk dan menutup pintu kamarnya. "Ada apa noona?" tanya Alex saat sudah hanya berdua saja.


"Aku mau membawa anak-anak ke kamarku, bukankah Myungsoo yang akan tidur denganmu? Kenapa menjadi anak-anak yang kau bawa masuk kamarmu?"


"Sore tadi Heesoo dan Jisoo bilang memang ingin tidur bersamaku sambil mendengarkan cerita, mereka bilang kangen mendengar dongeng lanjutanku mana bisa aku menolak mereka yang memohon. Mereka sudah bilang pada Myungsoo hyung dan hyung tidak keberatan dengan itu. Kenapa noona? Apa kalian sedang bertengkar hingga mau tidur terpisah? Kalian ini suami istri jangan seperti anak kecil jika bertengkar mau tidur terpisah, itu bukan hal baik"


"Aniya, hanya saja aku pikir kenapa anak-anak berubah pikiran. Kami tidak sedang bertengkar hanya berbeda pendapat sedikit saja Alex, kau tahu sendiri betapa labilnya kakakli"


"Noona, bersabarlah sedikit pada hyung. Dia sudah banyak berkorban dan dia hanya ingin memperbaiki hubungan kalian, walau ibu suri dan Sowon meragukan anakmu bukan anak hyung yang membuatnya kadang labil tapi percayalah aku dan yang lain percaya mereka anak yang kalian tunggu selama ini dengan hanya sekali melihat rupa mereka"


"Ah iya Alex, aku ke kamar kalau begitu. Jika mereka merepotkanmu bawa saja ke kamar ku dengan Myungsoo"


"Nde, aku pasti menjaga mereka dengan baik. Bersenang-senanglah kalian berdua" ucap Alex mengedipkan sebelah matanya pada Suzy.


Suzy pergi, Alex hanya tersenyum jahil membayangkan sebentar lagi obatnya pasti akan bekerja. Saatnya dia masuk kamar dan berdongeng untuk keponakannya sebelum mereka pergi tidur, namun sebelum melakukan hal itu dia harus pergi sebentar menyelesaikan hal yang paling penting untuk drama yang dibuatnya hari ini.


Suzy masuk ke kamarnya, Myungsoo terlihat baru selesai mandi karena terlihat rambutnya yang setengah basah.


"Kau darimana? Ini sudah malam, mandilah terlebih dahulu lalu pergi tidur" tanya Myungsoo menyerahkan handuk pada Suzy.


"Aku baru saja melihat anak-anak, siapa tahu mereka perlu sesuatu sebelum tidur. Aku tidak mau mereka merepotkan paman mereka terus" jawab Suzy agak gugup menerima uluran handuk Myungsoo.


"Bukankah mereka terbisa dengan Alex, dan Alex juga senang didekat mereka kenapa kau jadi khawatir? Kau tidak sedang mencoba menghindariku kan?"


"Aniya, aku hanya takut Heesoo menjahili Jungsoo dan membuat Jungsoo menangis, karena dia suka sekali membuat adiknya Jisoo menangis saat mereka bersama."


"Alex pasti bisa mengatasi mereka, atau kau tidak nyaman tidur denganku disini. Aku akan keluar jika kau tidak nyaman dengan keberadaanku" ucap Myungsoo merajuk dan berjalan keluar setelah meletakkan handuknya.


"Aniya, jangan keluar aku bisa dimarahi yangmulia nanti dan ibu suri pasti menuduhku berbuat aneh-aneh padamu" ucap Suzy menahan lengan Myungsoo yang akan keluar dari kamar mereka.


"Ya sudah mandilah, aku akan menunggumu sambil istirahat" ucap Myungsoo tersenyum dan berjalan menuju ranjang mereka. Suzy masuk kedalam kamar mandi untuk memandikan tubuhnya yang lelah karena seharian beraktifitas.


Myungsoo dan Suzy belum juga memejamkan mata mereka, keduanya masih merasa gelisah dan gugup tak tentu padahal ini bukan malam pertama mereka namun mereka gugup dan gelisah seperti pasangan yang sedang mengalami masa kasmaran saja. Myungsoo beranjak dari tidurnya dan mengambil air putih dimeja samping tempat tidurnya karena merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya, apa seseorang telah mengerjainya hingga dia merasa seperti ini pada tubuhnya.


"Kau kenapa Myung? Kau belum tidur?" tanya Suzy yang beranjak untuk duduk disamping Myungsoo.


"Belum, aku tidak bisa tidur. Diluar terdengar hujan tapi tubuhku rasanya seperti terkena demam" jawab Myungsoo.


"Aku juga mau flu sepertinya, rasanya panas sekali sampai berkeringat dingin begini." ucap Suzy yang memerah wajahnya, menguatkan dugaan Myungsoo bahwa dia dan Suzy sedang dikerjai, dia melihat Suzy yang menggigil namun berkeringat.


"Aku akan membantumu agar cepat sembuh Zy" ucap Myungsoo menarik tali baju tidur Suzy.


"Myyyuuunnngg, kauuu mauuu apaa?! Yaaaaa" Ucap Suzy terbata namun setiap sentuhan Myungsoo membuatnya merasakan sengatan listrik.


"Dibawah sana rasanya tidak nyamankan? Aku akan membantumu, kau akan menderita sampai besok pagi jika dibiarkan terus begini" ucap Myungsoo yang dibalas dengan anggukan oleh Suzy, karena memang rasanya tidak nyaman dan ingin dipuaskan sejak tadi. Makanya Suzy diam saat Myungsoo melucuti baju tidurnya, memberikan rangsangan kecil berupa ciuman saja rasanya sudah sangat tidak tahan ingin segera disentuh.


Myungsoo menciumi bibir Suzy sambil kedua tangannya meremas dada Suzy yang sudah sangat terangsang akibat obat yang diberikan pada mereka, keringat keduanya terus keluar membasahi tubuh mereka. Myungsoo membaringkan tubuh Suzy diranjang sedangkan dirinya masih dengan posisi berdiri, Myungsoo sibuk melucuti bajunya sendiri dan memposisikan juniornya setelah melebarkan kedua kaki Suzy untuk mengangkang.


Jleb


Myungsoo memasukan juniornya ke ****** Suzy dengan sekali hentakan karna ****** Suzy yang susah basah hingga mudah dimasuki, Myungsoo segera mengeluar masukan juniornya perlahan-lahan dengan pasti karena dirinya juga sudah tidak tahan. Tubuh Suzy mengikuti imbangan gerakan Myungsoo membuat tubuh keduanya terus mendesah tanpa henti.


"Myungggg....."


"Beerrrrsssaaaamaaa Zy"


Crooottt


Crooottt


Myungsoo menekankan juniornya dengan dalam-dalam agar spermanya masuk ke rahim Suzy, Myungsoo sangat teropsesi memiliki anak lagi agar Suzy tidak bisa kabur darinya. Dia harus berterima kasih pada Alex karena ini pasti ulahnya dengan segudang ide jahil yang dimilikinya.


Myungsoo berganti posisi dan mengenjot Suzy dengan berbagai posisi hingga tubuh keduanya lelah karena menghabiskan percintaan mereka yang ganas akibat pengaruh obat perangsang yang diberikan oleh Alex.


Suzy tidur didalam pelukan Myungsoo setelah selesai menghabiskan banyak waktu mereka untuk bercinta.


"Gomawo Zy, aku mencintaimu" ucap Myungsoo membawa Suzy dalam pelukannya dan menciumi kening Suzy.


"Kau begitu ganas Myung hari ini, pasti kau merencanakan ini agar anak-anak dibawa Alex malam ini, awas saja jika aku hamil. Ini salahmu" gunam Suzy yang menyusupkan dirinya ke pelukan Myungsoo.


"Tidurlah, hamil itu hal yang ingin ku dengar darimu Zy. Aku ingin kita banyak anak yang meramaikan hari kita, aku tidak ingin kau pergi lagi."


"Aku belum siap Myung, aku masih ingin fokus ke kembar dan kau tahu keadaan ini membuatku belum bisa hamil kembali. Istana ini selalu panas jika aku dan Sowon berada dalam satu tempat, mengertilah aku Myung jika kau memang mencintaiku"

__ADS_1


"Jangan pikirkan mereka, percayalah aku akan melindungimu dan mereka karena aku mencintaimu dan mencintai mereka, entah apapun yang dituduhkan padamu tentang mereka yang dianggap bukan anakku tapi aku percaya kau tidak berdusta apapun tentang mereka"


"Hmmm"


Myungsoo hanya tersenyum melihat gunaman Suzy yang sepertinya sudah tertidur karena lelah, Myungsoo mengeratkan pelukannya dan memejamkan mata mengikuti Suzy tidur dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya.


*


*


39 : Kedua


Pagi harinya,


Sowon yang baru bangun tidur segera menghampiri Jisoo yang duduk dengan Jungsoo diruang tengah menunggu Heesoo selesai mandi sedangkan Alex berada didapur membuatkan mereka bertiga sarapan dengan Eunji. Karena banyak yang bangun kesiangan akibat diluar masih berkabut setelah hujan yang mengguyur begitu derasa semalam setelah pesta ulangtahun Jungsoo selesai.


"Hey, anak kecil minuman apa yang kau berikan padaku hingga membuat wajahku menjadi mengerikan dan aku mabuk seperti wanita gila" tukas Sowon menarik tangan Jisoo hingga sang anak berdiri, dan menekan kedua pipi Jisoo hingga Jisoo meringis kesakitan.


"Aku tidak melakukan apapun bibi, itu hanya jus biasa yang aku buat untuk ibu. Kau yang asal meminumnya tapi menyalahkanku" ucap Jisoo yang makin meringis menahan sakit dipipinya yang ditekan keras.


"Ibu, kau menyakiti Jisoo" ucap Jungsoo membela saudaranya.


"Diam kau Jungsoo, kau itu anakku bukan anak Suzy kenapa kau membela anak nakalnya yang ingin mencelakai ibumu ini. Hey Jisoo, kau masih berani mengelak dan menipuku. Jelas-jelas kau melakukan sesuatu padaku hingga wajahku menyeramkan seperti ini" ucap Sowon yang akan menampar Jisoo, Jisoo memejamkan matanya kuat-kuat namun bukan tamparan tapi sentakan yang membuat pipinya terlepas membuatnya membuka mata. Alexlah yang menampik tangan Sowon yang akan menampar dari pipi Jisoo dan kini Jisoo digendong aman didalam pelukan Eunji yang segera menggendongnya, membuatnya langsung menangis karena takut namun Eunji dengan telaten menepuk pundak Jisoo dengan halus agar Jisoo berhenti menangis.


"Kau gila kim Sowon, kau mau menyakiti keponakanku didepan anakmu. Kau mau merusak mental mereka dengan tidakan anarkismu yang tidak pantas ditiru itu" bentak Alex yang berdiri garang didepannya.


"Kau membelanya, jelas-jelas keponakan kesayanganmu ini telah melakukan hal gila padaku hingga wajahku mengerikan. Membuatku seperti orang gila tapi kau mau membela yang salah, apa karena mereka anak Suzy? Atau kau ayah dari mereka yang diakuinya sebagai anak Myungsoo"


"Kau harusnya menggunakan otak cantikmu untuk berpikir, mereka hanya anak-anak mana mungkin mereka melakukan hal tidak masuk akal itu. Otak licikmu itu sedang dikutuk Tuhan makanya kau mendapatkan karma dengan wajah mengerikan dalam pesta anakmu sendiri"


"Sini kau, aku akan mencabik wajahmu dengan kuku panjangku" ucap Sowon yang tetap ingin menghampiri Jisoo yang smakin mengeratkan pelukannya pada Eunji yang berdiri dibelakang tubuh Alex.


"Berani kau menyakiti anakku, aku akan membunuhmu" ucap Suzy yang muncul dari tangga bersama Myungsoo dan Heesoo yang terlihat segar sehabis mandi, berbeda dengan Suzy yang terlihat bangun tidur.


"Hey, Suzy harusnya kau ajari anakmu ini baik-baik, agar dia punya sopan santun dan tidak menjadi penjahat. Tapi kau saja tukang pembuat onar sejak dulu pasti anakmu juga pembuat onar hingga membuat wajah cantikku rusak begini" bentak Sowon tidak mau kalah menantang Suzy yang kini berdiri didepannya.


"Kau yang pembuat onar, kau yang berusaha merebut suamiku masih berani kau bicara membalikkan fakta, dasar murahan! Harusnya kau berkaca dengan sikapmu"


"Kau yang murahan, pergi lama dan datang-datang membawa anak mengaku itu anak Myungsoo. Myungsoo yang bodoh karena percaya dengan tipuan yang kau buat"


"Kau yang murahan karena menjebak suamiku hingga muncul Jungsoo. Aku masih berbaik hati karena mengizinkan anakmu memanggil Myunsoo ayah, jika aku wanita jahat aku tidak akan pernah mengizinkan kau dan anakmu menginjakkan kaki istana karena kau sudah diceraikan oleh Myungsoo sejak aku pergi"


Plak..


Plak..


Dua tamparan mendarat dipipi Sowon karena ucapannya. "Myung" ya, Myungsoolah yang memberikan tamparan itu dipipi Sowon hingga membuat Sowon sendiri shock.


"Ya aku yang melakukannya, sedari dulu hal inilah yang mau ku lakukan saat kau berbicara manis hingga aku tertipu mulut manismu yang ternyata banyak melakukan kejahatan. Kau dengan licik menjebakku, membuat wanita yang ku cintai pergi meninggalkanku selama 5 tahun. Aku sudah lama menahan rasa sakitku, rasa dendamku, rasa kecewaku padamu saat aku memutuskan untuk kita bercerai dan aku memutuskan untuk tidak pernah menemuimu. Kau tahu apa yang ku rasakan setiap melihat Jungsoo didepanku, dia itu selalu mengingatkanku akan kejahatan yang pernah kau buat, aku tahu aku ayah yang buruk tapi kau juga tidak pernah menyadari kesalahanmu. Hari ini kau menyakiti Jisoo dan menuduh mereka melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan anak seusia mereka, kau mengatakan mereka bukan anakku, aku tidak akan terima karena aku yakin mereka adalah anakku, dan perlu kau ingat Suzy bukanlah wanita murahan hingga mau dijamah pria lain selain aku. Dan tentang wajahmu? Kenapa tidak kau tanya saja pada tabib apa yang terjadi, aku juga meminum jus buatan mereka jika mereka mencampurkan obat berbahaya maka aku juga akan terlihat mengerikan sama sepertimu. Mengerti kau! Sana pergi"


"Baik, jika tabib berkata ini ulah Jisoo maka aku akan menuntut kalian dan istana, aku tidak akan tinggal diam. Ayo Jungsoo kita pergi, jangan berteman dengan anak pembuat onar ini" ucap Sowon menarik Jungsoo untuk pergi walau sang bocah enggan pergi ikut ibunya.


"Jisoo kau sudah aman" bisik Eunji yang sedari tadi menggendong Jisoo. Jisoo mendongakkan wajahnya dengan wajah sembabnya.


"Sini denganku saja" ucap Suzy mengulurkan tangannya.


"Kau pergilah mandi dulu, biar Jisoo bersama aku dan Alex yang akan mengurusinya." ucap Myungsoo yang mengangkat Jisoo dari pelukan Eunji.


"Baiklah, kalian baik-baik dengan ayah kalian. Ibu mandi dulu"


"Sudah noona jangan khawatir, sana mandilah kau terlihat acak-acakan sekali noona karena...." ucap Alex cekikikan.


"Alex... Awas kau...." teriak Suzy yang langsung lari terbirit menuju kamarnya yang berada dilantai atas, melihat itu Alex hanya terkikik geli.


"Kau memang jahil dari dulu, semalam pasti juga kerjaanmu memaruh ramuan tidak jelas dimakanan kami bertiga, aku jelas duduk bersama dengan Sowon bagaimana kejadiannya jika aku melakukan hal itu pada Sowon bukan pada Suzy.. Aish.... kau sungguh keterlaluan" ucap Myungsoo menjitak kepala Alex dengan sebelah tangannya menggendong Jisoo.


"Appo hyung, tapi kau melakukannya dengan Suzy noona, aku memasukan ramuan berbeda hyung karena aku itu pangeran cerdik dan pintar hahaha obat itu bereaksi setelah beberapa jam kemudian bagaimana mungkin kau akan bernafsu dengan Sowon jika tidurmu saja dengan Suzy noona hahaha" balas Alex dengan tawa kerasnya.


"Memang ayah dan ibu melakukan apa paman?" tanya Heesoo penuh tanda tanya dikepalanya, astaga Alex menepuk jidatnya, dia lupa bahwa kedua bocah pintar itu masih berada disini bersamanya dan Myungsoo.


"Bukan apa-apa? Mereka sedang melukis kucing bertengkar. Jika sudah jadi pasti kita akan bisa melihatnya, sekarang kalian sarapan dulu nde. Paman sudah menaruh kue bakar untuk kalian dimeja, nanti tanya bibi didapur jika tidak ada kekacauan kalian bisa sarapan dulu sebelum yang lain turun makan" jawab Alex.


"Baik, Jisoo ayo turun jangan payah, begitu saja menangis. Bagianmu aku habiskan jika kau masih saja menangis" ucap Heesoo yang membuat Jisoo langsung meronta minta turun, Setelah diturunkan oleh Myungsoo, dia langsung berlari mengikuti kakaknya menuju dapur mengambil roti buatan Alex. "Noona tunggu aku"


"Huft hampir saja, aku lupa bahwa Heesoo otaknya kelewat pintar sepertimu hyung hahaha"


"Tentu saja karena aku ayahnya. Tapi kau yang meracuni otak mereka dengan menyuruh mereka memberi minuman itu. Bicara tentang makanan pasti kau juga yang menaruh sesuatu hingga perut Sowon terus berbunyi selama makan malam dimeja"

__ADS_1


"Hehehehe karena aku tidak suka dengan sikapnya pada keponakanku, aku kesal melihat tatapan ambisinya itu"


"Tunggu, bagaimana jika tabib memberi tahu Sowon tentang ramuan yang kau berikan hingga membuatnya bertingkah tidak jelas dan wajah yang rusak akibat perbuatanmu Alex" ucap Eunji yang duduk disamping Myungsoo.


"Aku sudah bereskan itu jadi tenang saja, aku sudah membuat rencana yang matang jadi kau dan Miura noona akan aman, tidak perlu khawatirkan itu. Aku sudah membayar tabib agar tidak mengatakan yang sebenarnya pada siapapun jika melanggar aku mengancam memenggal keluarganya hahaha." ucap Alex dengan tertawa setan.


"Otakmu ternyata lebih sadis dan pintar dariku, aku tidak menyangka otak jahilmu sampai seperti ini. Jika selir Chang tahu pasti kau akan dihukum dengan berat"


"Ibu pasti mengerti karena ini ku lakukan demi keluargaku. Aku tidak suka siapapun menyakiti keluarga istana, memecah belah keluarga istana dan membuat kekacauan di istana. Yang perlu ku lakukan berikutnya hanya mendepak Sowon dan membuat Jungsoo membencinya"


"Syukurlah jika tabib mau tutup mulut, aku pamit dulu. Aku harus melihat Seungho dan Yunji lagi, yang sepertinya sudah bangun" pamit Eunji yang langsung berjalan pergi lagi menuju ke kamar yang ditempatinya.


"Aku sudah memberimu jalan mudah hyung, kau hanya perlu membuat noona hamil dan masalah selesai"


"Suzy menolak memiliki anak, ya semoga saja kejadian semalam membuatnya hamil. Sebenarnya Suzy hanya takut bukan tidak mau punya anak, tapi aku berharap anak itu segera hadir jadi dia tidak bisa kabur dan ibu suri juga Sowon tidak menuduh Heesoo Jisoo bukan anakku. Ucapan itu membuat hatiku sakit apalagi hari-hari mereka pasti berat"


"Badai pasti berlalu, ada pelangi setelah hujan. Mereka anak yang tegar walau Jisoo sedikit cengeng tapi aku menjaga mereka dengan baik hingga tidak ada satu pria yang bisa menggantikanmu dihati mereka walau banyak sekali yang mau menikahi Suzy noona dulu"


"Gomawo Alex, kau pahlawanku. Kau adik terhebatku, aku menyayangimu"


"Tentu hyung. Aku juga sayang padamu"


Dilain tempat.


Sowon ditemani ibu suri dan Jungsoo saat tabib memeriksanya untuk kedua kali, semalam tabib memeriksa ketika Sowon tidak sadar jadi dia menyuruh tabib untuk memeriksanya lagi karena luka akibat garukan diwajah dan tubuhnya yang masih gatal.


"Tabib, apa yang terjadi padanya? Aku sangat khawatir padanya yang masih seperti ini" tanya ibu suri pada tabib.


"Benar, apa ada yang sedang melakukan sihir padaku tabib? Atau memasukan sesuatu hingga aku seperti ini. Katakan tabib?" ucap Sowon ikutan kesal.


"Maaf mama, putri Sowon sepertinya terkena cacar air akibat suhu udara disini kurang cocok untuk tubuhnya" jawab tabib merasa bersalah.


"Apa? Cacar air. Lalu bagaimana cara menyembuhkannya? Atau pencegahannya agar tidak menular ke yang lain" tanya ibu suri lagi karena takut wabah ini menular.


"Mohon maaf mama, Putri Sowon harus diasingkan ke tempat yang harus selalu di sterilkan"


"Apa hanya dengan cara ini tabib, tidak adakah yang lain?"


"Hanya ini mama, jika putri disekitar istana maka wabah ini akan menular ke anggota lain"


"Sial, Suzy kenapa kau tidak lenyap saja. Aku sudah merencanakan menempel pada Myungsoo agar Jungsoo bisa membujuk Myungsoo untuk menikahiku lagi, tapi penyakit sialan ini menyerangku" gerutu Sowon dalam hati.


"Berapa lama tabib Sowon akan sembuh dari cacar air ini?"


"Minimal 1 bulan mama, saya tidak bisa memastikannya. Saya permisi mama" ucap tabib pamit undur diri.


"Sowon maafkan aku harus mengirimmu ke tempat pengasingan, tapi ini yang terbaik. Percayakan Jungsoo padaku, dia akan baik-baik saja denganku"


"Baik mama"


*


*


Permaisuri, Suzy dan Sohee pergi melihat pameran lukisan. Yang lain liburan ke pantai dan berkebun diladang namun Kyuhyun memilih tinggal didalam Vila ditemani Miura sang istri dan Alex yang sedari tadi berkasak-kusuk duduk didepan Kyuhyun sambil berpikir keras. Miura yang menyajikan teh untuk mereka hanya memandang Alex tanpa bicara.


"Hey Kim Alex, kau berisik" tegur Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangnnya dari buku.


"Apa hyung? Aku sedang sibuk"


"Sibuk membuat ide kejahilan lagi. Drama semalam pasti ulahmu jugakan?"


"Kau tahu hyung? Miura noona, kau bercerita dengan kyuhyun hyung mengenai rencanaku ya?"


"Tidak Alex, aku tidak bercerita apapun tentang semalam pada kakakmu ini" ucap Miura meyakinkan Alex.


"Benar, aku tahu karena kau itu suka sekali membuat kejahilan yang kelewat batas. Manusia biasa tidak akan berpikir ini ulahmu, Sowon saja berpikir Jisoo yang melakukan sihir padanya padahal kau dalangnya hahaha"


"Aku hanya ingin ibu suri tahu bahwa Sowon bukan orang baik, dia serakah dan ingin kembali menjadi nyonya. Dia menghina keponakanku yang membuatku marah, kau tahu aku hyung yang tidak bisa membiarkan siapapun menyakiti keluargaku. Aku makanya memudahkan Myungsoo hyung agar bisa menghamili Suzy noona jadi Suzy noona dan keponakan kembarku bisa terakui, tidak dituduh anak pria lain yang diakui anak Myungsoo hyung"


"Aku tahu niatmu baik Alex hanya saja jangan gunakan cara curang, akupun ingin membantu namun bagaimanapun juga Sowon pernah menjadi bagian dari istana. Jungsoo juga keponakanmu dan pangeran kecil istana jadi kita tidak bisa melakukan apapun selain diam dan menunggu saja"


"Kyu, apa tidak ada cara lain? Diam dan menunggu itu hal yang membosankan"


"Jika Suzy melahirkan pangeran lagi, mungkin itu bisa membantu hubungan mereka dan menyingkirkan Sowon. Kembar tidak akan dipermasalahkan lagi dia anak Myungsoo atau bukan, istana dan isinya hanya butuh tahu jika Suzy hamil anak Myungsoo. Kita tidak bisa menyalahkan Suzy yang dulu membawa kembar ketika hamil dan menyembunyikannya hingga menimbulkan pertanyaan siapa ayah mereka yang sebenarnya walau kita tahu mereka jelas anak Myungsoo dari melihat wajah sekilas mereka. Namun karena mereka baru muncul dan ada isu miring dari beberapa orang makanya keadaan jadi begini"


"Semoga saja Suzy segera hamil seorang pangeran untuk istana, agar Sowon dan ibu suri tidak memfitnah Suzy lagi. Keponakanku yang malang, bertemu ayahnya tapi malah dihina" ucap Miura mendesah sedih.

__ADS_1


"Tenanglah sayang, aku pasti ikut membantu mereka" ucap Kyuhyun menarik Miura kedalam pelukannya karena mereka duduk bersebelahan.


__ADS_2