Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 25


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Myungsoo menemani Sowon belajar menulis puisi, sambil dia memperlajari berkas negara yang akan diberikan kepada Kyuhyun yang baru kembali ke istana kemarin.


"Tulisanmu bagus Sowon. Bagaimana kau belajar menulis ini? " tanya Myungsoo setengah memuji.


"Aku belajar ketika aku berusia 10 tahun. Namun sekarang aku merasa ini tidak ada gunanya karena aku jauh dari orangtuaku, hiks..." jawab Sowon sambil menangis.


"Hey, kenapa menangis." ucap Myungsoo menghapus airmata Sowon.


"Aku hanya merindukan mereka, aku sudah diistana selama 3 bulan dan aku baru kali ini jauh dari mereka selama ini"


"Jika ada waktu aku akan mengantarmu pulang, atau aku akan meminta ibu suri membawa mereka ke istana. Jadi jangan menangis" ucap Myungsoo menarik Sowon kedalam pelukannya.


"Bagus, jadi ternyata seperti ini sikap kalian dibelakangku" ucap Suzy yang entah sejak kapan sudah berada diruang perpustakaan pribadi Myungsoo diikuti Minri dan Eunha yang tersenyum bahagia melihat Suzy marah,Sohee hanya menyaksikan dengan diam.


"Yaa kim Suzy, kau salah paham. Sowon hanya merindukan kedua orangtuanya, jadi aku memeluknya untuk menenangkannya"


"Bilang saja kalau kau menyukainya, kau bilang dia hanya merindukan orangtuanya. Lalu bagaimana dengan aku yang tidak punya orangtua, apa aku mengeluh ketika merindukannya? Apa kau peduli aku merindukannya setiap saat"


"Zy, kau hanya cemburu jangan menyalahkan Sowon. Cemburu mu itu terlalu berlebihan pada Sowon. Ini tidak seperti yang kau pikirkan"


"Memang apa yang aku pikirkan? Kalian memang menyebalkan" ucap Suzy dengan silatnya menendang Sowon ke udara yang langsung ditangkap oleh Myungsoo karena jika tidak maka dipastikan Sowon akan jatuh.


"Kau tidak apa Sowon?"


"Aku baik-baik saja Myung"


"Keterlaluan, Ikut aku sekarang" ucap Myungsoo mencengkeram tangan Suzy dan membawanya keluar, membuat Sowon dan kedua dayangnya tersenyum sebentar lalu kembali memasang wajah biasa ketika melihat Sohee yang masih disana.


Myungsoo melepaskan cengkeramannya pada tangan Suzy ketika mereka sudah sampai dikamar mereka.


"Kau ini kenapa sebenarnya? Cemburumu itu berlebihan padahal kau tahu hatiku hanya untukmu, aku dan Sowon tidak bisa menjadi suami istri pada umumnya. Lalu apa kami tidak boleh berteman? Katakan padaku apa yang harus ku lakukan? Kau membuatku merasa takut hingga akan mati rasanya"ucap Myungsoo yang dudk dikursi kamarnya.


"Sebelum kau merasa mati, hatiku bahkan sudah mati duluan karena kesialanku diistana ini." balas Suzy ketus.


"Bagaimana bisa kau bicara begitu? Aku setiap hari dipenuhi rasa bersalah dan ketakutan, kau harus semangat jangan membuat semua mencemaskanmu. Bukankah kau sudah janji akan melupakan dendam itu? Aku menderita setiap harinya?" ucap Myungsoo dengan wajah frustasi.


"Menderita apa? Aku lihat kau bahagia saat bersama Sowon. Setiap hari ada yang menemanimu, melayanimu, sudah begitu dia cantik, lemah lembut dan pintar berbanding terbalik denganku yang tidak bisa apa-apa." sindiri Suzy berbalik membelakangi Myungsoo dengan menghadapkan dirinya ke jendela.


"Kau ini bicara melantur lagi" ucap Myungsoo berdiri menghampiri Suzy yabg masih berdiri pada posisinya.


"Apa? Kau memang menyukainya kan. Dia menangis merindukan keluarganya kau sudah bersimpati sejauh itu, lalu bagaimana denganku yang setiap hari merindukan orangtuaku yang sudah dibunuh dan aku harus mengakui pembunuhnya sebagai keluargaku. Apa kau bisa pikirkan itu? Apa yang kau pikir hanya dia yang punya orangtua dan aku tidak punya" bentak Suzy sambil memandang galak pada Myungsoo.


"Zy jangan begini. Aku harus bagaimana? Dia hidup seatap denganku, tidak mungkin aku mengabaikannya. Katakan aku harus bagaimana jika semua tidak boleh ku lakukan" ucap Myungsoo memegang kedua tangan Suzy.


"Kau yang memaksa? Aku tidak memaksa karena semuanya tergantung padamu"


"Aku sudah terlalu sakit dan kau tidak mengerti, hanya terus menyalahkanku. Aku bagai orang yang dibelah menjadi dua bagian saat ini"


"Kau merasa bersalah tapi kau lebih mementingkan dia. Kau bilang kau dibelah menjadi dua berarti itu menandakan bahwa hatimu kini kau bagi menjadi dua. Dulu kau hanya milikku dan kau bilang akan selalu begitu, tapi kini kau berkata lain. Kini hanya setengah saja bagian darimu yang tersisa untukku, Pergi sana pergi jangan kesini." ucap Suzy mendorong Myungsoo keluar dan mengunci pintu kamarnya sambil menangis, Suzy menyandarkan dirinya dipintu begitupun Myungsoo yang juga menyandarkan dirinya dibalik pintu. Sama-sama saling memunggungi pintu.


"Ya tuhan aku harus bagaimana? Aku tau ini jebakan ibu suri tapi bagaimana aku bisa menghindarinya. Aku sungguh bodoh? Kenapa aku membiarkan diriku masuk kedalam jebakan ibu suri"


Ibu suri bersama dengan Sowon duduk di paviliun ibu suri sambil menikmati pemandangan sore hari. Ibu suri sudah menyuruh Eunji dan para dayangnya pergi.


"Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Myungsoo?" tanya ibu suri.


"Dia begitu dingin yangmulia, hatinya sangat sulit disentuh. Walau setiap hari kami bersama dan dia bersikap baik tapi hatinya serasa terisi oleh Suzy" jawab Sowon jujur.


"Aku sudah meracuninya agar tidak bisa hamil, namun siapa sangka jika dia hamil dan keguguran dihari Myungsoo dan kau menikah . Harapanku begitu besar padamu Sowon karena kau gadis lembut, berwawasan luas dan Myungsoo sangat cocok denganmu"


"Tapi bagaimana caranya yangmulia? Sangat tidak mudah menyingkirkan Suzy dari hati Myungsoo. Cinta mereka terlalu kuat untuk dipisahkan. Sulit untuk saya memasuki hubungan mereka"


"Berikan ramuan ini pada tehnya, maka dia akan terangsang saat melihatmu dan mau melakukannya padamu. Kau mencintainya bukan?" ucap ibu suri memberikan sebuah bungkusan kecil pada Sowon.


"Nde mama, saya sangat mencintai Myungsoo sejak pertama melihatnya di istana"


"Bagus. Gunakan kesempatan ini baik-baik, kau harus bisa segera hamil agar mudah bagi kita untuk menyingkirkan Suzy"


"Baik yang mulia, hamba akan melaksanakan perintah anda dengan baik"


*


*


Malam hari.


Myungsoo baru pulang ke paviliunnya, setelah seharian mengoreksi laporan yang dikerjakannya selama beberapa hari ini saat Kyuhyun pergi melakukan pertemuan dikota lain.


Sowon bersama dayangnya langsung menyambut Myungsoo, Suzy hanya mendengarkannya saja dan mengintip dari lorong kamarnya.


"Myung, aku sudah menyiapkan air mandimu dan makan malam untukmu" ucap Sowon.


"Nde, tapi aku belum lapar" ucap Myungsoo melirik kearah kamar Suzy namun Suzy melengos dan kembali masuk kamar.


"Mandilah, aku akan siapkan teh hangat sebelum tidur. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan"


"Baiklah. Aku akan mandi dulu lalu kita bicara."


"Kalian keluarlah. Biar aku yang layani pangeran Myungsoo" perintah Sowon pada kedua dayangnya.


"Nde nyonya"


Myungsoo selesai mandi, menghampiri Sowon yang sudah menyiapkan teh dan makanan ringan untuknya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Ibu suri terus menanyaiku mengenai malam pertama kita, aku sepertinya memberikan jawaban yang kurang tepat jadi membuatnya tidak puas. Ibu suri bilang jika aku berbohong maka aku telah membohongi raja, dia bilang juga orangtuaku akan mendapat hukuman? Dan mungkin..."


"Dan apa?"


"Dan mungkin ibu suri akan menyingkirkan kakak Suzy dari istana ini. Kita sudah menikah? Apa kau memang tidak berniat untuk menginginkanku"


"Aku..."


"Tidak peduli kau menginginkanku atau tidak, malam ini kau harus memberikan hakku Myung."


"Tolong Sowon, siapapun tidak bisa memaksakan keinginan hatiku."


"Aku seorang gadis terhormat, aku sangat malu jika menikah selama ini tapi aku masih perawan sampai saat ini"


"Tapi aku tidak bisa, aku tidak mencintaimu Sowon. Aku mencintai Suzy."


"Tidak peduli kau mencintaiku atau tidak. Aku mohon Myung jangan menyiksaku seperti ini, tolong beri aku seorang anak. Walau kau tidak mencintaiku setidaknya aku memiliki sebagian dari dirimu"


"Maaf Sowon tapi..."


"Minum dulu tehmu agar rileks Myung" ucap Sowon memberikan teh yang dibuatnya sambil terseyum senang. Tak lama kemudian Myungsoo merasa tubuhnya memanas menahan hasratnya, bahkan pemandangan matanya menjadi buram, dia melihat Sowon sebagai sosok Suzy. Dan....

__ADS_1


# aku gak bisa bayangin nc myung sama orang lain jadi di cut ya yg ini.


Paginya, Eunha dan Minri mengintip kamar majikannya dengan tersenyum. Suzy yang penasaran ikut mengintip apa yang menarik buat kedua dayang Sowon. Suzy terkejut melihat pemandangan yang dipandang oleh Eunha dan Minri, mereka melihat pemandangan dimana Myungsoo dan Sowon berpelukan dibawah selimut yang Suzy yakini tidak mengenakan apapun.


"Berbuat seperti itu masih bilang tidak bersalah padaku. penghianat, pengecut, pecundang. Sialan" ucap Suzy dalam hati yang kemudian berlari keluar paviliun, yang dikejar Jia dan Chaekyung.


"Tuan putri anda mau kemana? Anda belum sarapan" teriak Jian dan Chaekyung yang suarnya membuat Myungsoo terbangun.


"Suzy" ucap Myungsoo langsung terbangun dan duduk. Dia terkejut melihat keadaannya yang telanjang bersama Sowon.


"Myung, terima kasih telah mewujudkan inginku"


"Kau pasti menjebakku"


"Kau ini bicara apa? Bukankah semalam kau menyetujuinya"


"Kau.." ucap Myungsoo yang segera mencari pakaiannya, setelah memakai pakaiannya dia segera berlari keluar mencari Suzy.


Myungsoo berkeliling kesana kemari mencari Suzy, menanyai setiap dayang dan prajurit yang dijumpainya dilorong istana. Namun tidak ada satupun yang melihat dan tahu Suzy ada dimaa. Hingga frustasi dia mencari Eunji di kediaman ibu suri yang dimana Eunji sedang menyiapkan sarapan dan keperluan ibu suri bersama beberapa dayang yang lainnya.


"Myung, ada apa kemari pagi-pagi? Apa kau ada perlu dengan ibu suri. Beliau masih tidur, jika ingin bertemu kau bisa kembali lagi nanti" tanya Eunji yang berjalan menghampirinya karena diberitahu para dayang paviliun ibu suri jika Myungsoo datang mencarinya.


"Aku sedang mencari Suzy. Apa dia tidak menemuimu? Aku sudah mencarinya kemana-mana? Namun aku belum bisa menemukannya" jawab Myungsoo dengan rasa khawatir.


"Aku belum melihatnya. Dia juga tidak datang kemari? Ada apa? Apa kalian sedang bertengkar"


"Ceritanya panjang, ini lebih gawat daripada sekedar bertengkar Eunji. Aku tidak tahu harus cerita darimana? Dia marah dan pergi, aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ada. Digerbang kata penjaga mereka tidak melihat Suzy keluar tapi dia tidak ada dimanapun. Jika dia kemari, tolong tahan dia jangan sampai pergi lagi dan segera kabari aku"


"Apa kau menyakitinya?" kini Eunji bertanya pada Myungsoo setelah memperhatikan sikap Myungsoo.


"Iya, aku menyakitinya. Sejak kedatangan Sowon dipaviliun, setiap hari aku sudah membuatnya sedih." ucap Myungsoo merasa bersalah.


"Dia tidak akan datang padaku walaupun dia ingin bercerita dan bertemu denganku, tapi dia sangat membenci istana ibu suri ini" tutur Eunji sambil memperhatikan paviliun ibu suri. "Dia sekarang tidak bisa menceritakan penderitaannya pada siapapun, Sohee berada dirumah mertuanya dan seluas apapun istana dia juga tidak akan ada tempat untuknya bercerita karena banyak mata-mata yang melihatnya."


"Menurutmu bagaimana? Aku sungguh tidak tenang. Bantu aku Eunji?"


"Kurasa saat ini dia sedang bersembunyi di suatu sudut, di suatu tempat di dalam istana ini, dia pasti sedang bersedih sendiri. Kita suruh para dayang untuk berkeliling istana mencarinya"


"Di istana ini sungguh luas dan banyak sudut, bagaimana kita menemukannya dia ada dimana?"


"Cari satu persatu setiap sudut istana, jangan mudah menyerah bukankah cintamu tidak sedangkal kolam istana "


"Baik. Terpaksa harus begini. Aku akan minta dayang setia Suzy dan penjaga kesayangan Suzy untuk mencarinya ke setiap sudut istana"


"Nde, semoga kita segera menemukan keberadaannya"


"Aku pamit kalau begitu" ucap Myungsoo meninggalkan paviliun ibu suri.


"Nasib wanita diistana sungguh malang. Suzy kau ada dimana? Aku khawatir padamu, tolong bertahan" ucap Eunji dalam hati sedih dan khawatir pada Suzy.


Suzy yang sedang dicari ternyata datang ke istana tempat Alex dan Selir Chang tinggal, karena tempat mereka yang paling aman untuk sembunyi. Istana selir Chang jauh dari istana utama.


"Alex, selir Chang" ucap Suzy datang langsung disambut dayang-dayang setia selir chang.


"Tuan putri, anda kenapa?" ucap dayang Han yang berusia setengah abad menghampiri Suzy yang sedang kacau.


"Bibi Han aku tidak kuat." ucap Suzy yang kacau dan lemah dan bertenaga.


"Panggil yangmulia selir Chang dan tuan muda Alex" teriak dayang Han pada dayang lain agar segera memanggilkan majikan mereka. Segera saja dayang yang muda memanggilkan Alex dan selir Chang. Dayang Han membawa Suzy untuk duduk.


"Suzy, kau kenapa?" ucap selir Chang menghampiri Suzy dan duduk disampingnya. Diikuti dengan Alex yang juga duduk memberikan minum untuk Suzy. "Minumlah noona baru cerita"


"Tenang, bicara yang tenang" ucap Selir Chang menarik Suzy kedalam pelukannya.


"Selir Chang, aku tidak kuat. Myungsoo menghianatiku hiks.. Dia bilang hanya milikku dan tidak akan mencintai Sowon tapi dia telah menipuku. Aku mau keluar istana tapi diluar dijaga ketat, aku tidak punya teman bicara lagi. Myungsoo penghianat, orangtua aku tidak punya, kakak pergi. Aku tidak punya apa-apa lagi sejak Sowon datang, aku kehilangan segalanya"


"Noona kau masih punya aku dan ibu"


"Nde, Alex benar. Kau bisa cerita apapun pada kami. Zy dengarkan aku walau Myungsoo menikah lagi tapi aku tau dia sangat mencintaimu"


"Aku kehilangannya sejak dia menikahi Sowon."


"Zy menjadi bagian istana kau harus siap. Sama seperti aku dan permaisuri yang sulit menggapai cinta yangmulia. Kau memiliki cinta Myungsoo apa yang kau takutkan"


"Aku tidak peduli Sowon mau jadi istri pertama atau kedua, dia mendapatkan gelar putri, nyonya atau ratu aku tidak peduli. Tapi aku sungguh mencintai Myungsoo, demi dia aku berpisah dengan kakakku, demi dia aku harus menelan derita, demi dia aku terjebak hidup diistana. Tapi Sowon lebih hebat dari aku, dia disukai semua orang dan semua sayang padanya bahkan Myungsoo sampai seperti itu. Bersaing kalah menyerahpun aku juga kalah dari Sowon"


"Sudahlah noona jangan bersedih. Aku akan selalu membelamu walau mereka membela Sowon yang sikapnya menyebalkan sok baik padaku, aku tetap dipihakmu"


"Zy kau gadis yang baik, kelak kau pasti akan hidup bahagia. Bila milikmu maka Myungsoo akan tetap jadi milikmu sebesar apapun Sowon berusaha menggapainya. Jadi tenanglah"


"Bila bukan milikku, maka aku harus meninggalkan Myungsoo karena aku tak bisa menggapainya lagi. Benarkan selir Chang?"


"Benar, aku butuh waktu lama untuk mengerti hal itu. Namun kau sekejab saja sudah paham"


"Aku sungguh tersiksa dengan hidup ini, aku sungguh mencintai raja Hwanhee seperti ayahku karena dia begitu baik padaku namun kini pandanganku terhadapnya mulai berubah, mau berkata baikpun tidak bisa"


"Walau bagaimanapun kau harus bicara baik-baik pada Myungsoo? Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Jangan biarkan amarah menguasaimu"


"Aniya-aniya aku tidak mau pulang dulu. Selir chang tolong jangan berkata apapun pada mereka jika aku disini. Ku mohon"


"Ibu, biarkan noona disini sementara. Kasihan dia. Dia butuh menenangkan diri"


"Baiklah. Kau boleh tinggal disini sementara dan kami akan tutup mulut bahwa kau ada disini. Jadi tenang ya"


"Kamsa hamida selir chang, Alex kalian sungguh baik padaku"


"Bibi Han, tolong siapkan kamar untuk putri dan kalian jangan sampai ada yang buka suara bilang jika putri Suzy berada disini" perintah selir Chang pada para dayang-dayangnya.


"Baik yangmulia. Perintah anda akan saya laksanakan"


*


*


Myungsoo masih kesal pada dirinya sendiri karena Suzy belum ditemukan juga hingga 3 hari, Myungsoo sungguh merasa bodoh karena kebodohannya membuat Suzy pergi dan membuatnya khawatir.


"Kemana perginya, astaga kim Suzy kau ada dimana sekarang? Ku mohon kembalilah. Aku rela mencium kakimu agar kau kembali" ucap Myungsoo dalam hati sambil mondar mandir.


"Maafkan kami pangeran, kami sudah mencarinya ke setiap sudut istana tapi tidak bisa menemukannya sampai saat ini" ucap Jia takut-takut.


"Bagaimana mungkin dia tidak ada, penjaga bilang dia tidak pergi keluar istana. Jadi dia masih didalam instana" bentak Myungsoo yang masih cemas.


"Saya sudah mencari ke rumah putri Sohee tidak ada, memang benar pengawal didepan sangat ketat jadi tidak mungkin bisa keluar kecuali putri Suzy menjelma menjadi burung, tapi kami sudah berkeliling mencarinya disetiap sudut istana" ucap Jia memberitahu.


"Nde, pangeran saya juga sudah mendatangi permaisuri dan putri Miura. Mereka juga tidak melihat tuan putri sama sekali" tambah Chaekyung.


"Pangeran, tuan putri Suzy bukan anak kecil lagi. Dia juga tahu jalan pulang kenapa anda begitu cemas, sebaiknya anda sarapan terlebih dahulu bersama nyonya Sowon" ucap Eunha sedikit melirik sinis pada dayang Suzy.


"Berani kau mengaturku"

__ADS_1


"Mohon ampun pangeran, hamba tidak berani. Hamba hanya menyarankan karena nyonya Sowon sedang menunggu anda untuk sarapan"


"Diamlah, jika tidak ingin ku hukum"


"Nde pangeran"


Dayang setia Sowon yang bernama Eunha langsung terdiam.


"Myung.... Kami sudah menemukan Suzy" teriak Sohee dan Eunji sambil berlari menuju paviliun Myungsoo.


"Hormat putri Suzy, hormat nona Eunji. Semoga sejahtera"


"Tidak perlu. Myung kami menemukan Suzy"


"Dimana dia?"


"Dia ada di istana selir Chang dan Alex. Aku tadi melihatnya bermain silat dengan Alex, ayo kita jemput dia" ajak Eunji menarik tangan Myungsoo.


"Ayo cepat" ucap Myungsoo menarik tangan Sohee dan Eunji agar bisa berlari bersamanya dengan cepat menuju istana yang ditinggali selir Chang dan Alex.


Di paviliun selir Chang.


Suzy dan Alex sedang menulis puisi bersama, lebih tepatnya Alex mengajari Suzy menulis dan menghafal puisi. Selir Chang hanya tersenyum melihat Suzy yang lucu dalam menghapalkan puisi.


"Suzy, jangan emosi. Aku bisa jelaskan semua" teriak Myungsoo saat sudah masuk ke dalam rumah selir Chang.


"Hormat pangeran Myungsoo, putri Sohee dan nona Eunji. Semoga kalian sejahtera" ucap dayang setia selir Chang.


"Bangunlah"


"Kenapa kau bisa kesini? Bukankah tidak ada yang tahu aku disini. Mereka juga tutup mulut" ucap Suzy ketus.


"Aku ingin membawamu pulang, ayo kita selesaikan masalah kita dirumah kita Zy"


"Aku tidak mau pulang, semua sudah jelas apa yang mau kau buktikan?"


"Zy, bicarakan masalah ini kalian baik-baik, suami istri tidak baik bertengkar terus." ucap selir Chang menengahi pertengkaran Suzy dan Myungsoo. "Myung bawa Suzy pulang, dan bicarakan baik-baik tanpa emosi"


"Ibu, hyung bisa menyakiti noona lagi jika mereka pulang" bela Alex agar Suzy tidak dibawa Myungsoo pergi, namun selir Chang menggeleng tanda agar Alex tidak ikut campur.


"Zy, ayo pulang jangan menyiksaku terus. Aku menderita, ku mohon" ucap Myungsoo menarik lengan Suzy, namun ditepis dan Suzy berteriak. "Apa kau bilang aku menyiksamu atau kau yang menyiksaku ha, kau memperdulikan Sowon dan tidak peduli padaku. Apa sekarang kau sedang pura-pura lupa"


"Zy, tenangkan dirimu jangan emosi. Myungsoo bahkan tidak tidur 3 hari ini dan terus mencarimu. Apa itu tidak cukup?" ucap Eunji dengan sabar.


"Benar, dia bahkan tidak makan, tidak minum dan terus saja mencarimu kesana kemari. Pulang yaa?" tambah Sohee.


"Zy, aku tidak pernah menghianatimu. Aku...."


"Aku tidak percaya padamu, aku sudah melihat semuanya dengan mataku sendiri apa yang terjadi"


"Jika aku bersumpah dengan darah ku atas nama tuhan, apa kau masih tidak percaya jika aku tidak menghianatimu. Hatiku masih tetap untukmu dan kejadian itu aku terjebak. Bila aku tidak peduli padamu aku tidak akan mencarimu, tidak akan membelamu saat kau membuat onar. Jika aku tidak peduli maka aku sudah menceraikanmu tidak akan kesana kemari mencarimu dan tidak akan memcari dimana kau berada." teriak Myungsoo didepan Suzy.


"Zy, selama Myungsoo selalu disisimu? Myungsoo adalah cintamu dan rezekimu, jadi jangan abaikan dia lagi. Ayo kita pulang, aku takut jika ketahuan ibu suri maka selir Chang akan kena masalah" bujuk Eunji membuat Suzy bingung.


"Sudah, ayo pulang" ucap Sohee menarik Suzy untuk mengikutinya keluar istana tempat Selir Chang tinggal bersama Eunji.


"Kami pamit selir Chang" pamit Myungsoo yang menyusul ketiga wanita tersebut.


Paviliun Myungsoo.


Mereka berempat akan masuk sudah disambut Sowon bersama kedua dayang setianya, Eunha dan Minri.


"kakak selamat datang. Apa kalian sudah sarapan? Eunha sudah menyiapkan sarapan untuk kakak, kakak Sohee dan Myungsoo. Apa nona Eunji mau sarapan disini juga"


"Aku harus kembali ke kediaman ibu suri, dia tidak ada yang menjaga. Lain kali saja Sowon. Suzy aku pulang dulu nanti kita bicara lagi. Ok"


"Ok!"


"Aku pamit"


"Nona Eunji semalaman juga tidak tidur, sarapan dulu nanti aku akan bicara jika ibu sur bertanya." ucap Sowon sedikit mengancam.


"Paviliun ini bukan panggung sandiwara, dan bukan tempat kalian berkuasa. Jika kalian bertingkah semaunya, mengintip dan menguping setiap pembicaraanku lalu lapor pada ibu suri maka aku akan patahkan kaki kalian dan membuat kalian menyesal. Disini aku atau kalian yang berkuasa? Aku bisa melakukannya. Jia Chaekyung siapkan papan untuk memukul Eunha dan Minri" ucap Myungsoo yang membuat Jia dan Chaekyung tersenyum.


"Yangmulia, apa salah saya? Ibu suri meminta saya lapor maka saya lapor" tanya Eunha dengan nada takut-takut.


"Kau menuruti perintah ibu suri dan boleh tidak menurutiku? Ini paviliunku bukan paviliun ibu suri. Maka aku akan menghukummu dengan peraturan di paviliun ini, jika kau melawan maka aku akan menambah pukulannya"


"Pangeran, hamba mohon maafkan hamba" ucap Minri yang sudah berlutut didepan Myungsoo dan yang lain. Eunha juga mengikuti Minri.


"Terlambat, aku benci pengadu. Setelah aku pukul silahkan kalian lapor pada ibu suri jika putri Suzy menghilang, asal kalian masih kuat ku pukul"


"Pangeran, mohon ampuni kami. Kami tidak akan melaporkan lagi pada yangmulia ibu suri, kami berjanji"


"Myung, jika ibu suri tahu maka semua akan rumit. Walau bagaimanapun mereka dulu bekerja di paviliun ibu suri" ucap Sowon seolah peduli.


"Sowon benar, harusnya kalian minta maaf saat menyadari kesalahan kalian. Jangan menjadi pengadu" tutur Eunji pada Eunha dan Minri.


"Mohon ampun pangeran, hamba pantas mati. Hamba tidak akan mengulanginya lagi"


"Pangeran papan dan tongkatnya sudah siap dihalaman"


"Myung, ampuni mereka" bujuk Sowon memegang tangan Myungsoo memohon agar tidak memukul para dayang setianya.


"Myung, kau sudah marah beberapa hari ini. Untuk apa marah melibatkan mereka. Zy, temani Myungsoo dikamar. Cepat!" ucap Sohee memaksa Suzy dan Myungsoo masuk ke kamar mereka.


"Ayo masuk, biarkan mereka" ucap Suzy mendorong Myungsoo agar masuk.


"Kau mau aku memaafkan mereka yang kurang ajar padamu Zy, mereka selalu mengawasimu dan berniat buruk padamu" teriak Myungsoo memandang Suzy sebal.


"Pangeran mohon ampuni kami, kami janji tidak akan melapor, mengawasi, mengintip, menguping dan mencemooh lagi. Mohon ampun pangeran"


"Karena memandang putri Suzy yang tidak mempermasalahkan, maka aku mengampuni kalian berdua. Cepat pergi dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran"


"Baik pangeran" ucap Eunha dan Minri segera pergi keluar.


"Eunji kau kembalilah ke paviliun ibu suri, nanti aku akan kesana. Aku akan menyelesaikan masalah dulu"


"Baik. Aku mengerti. Aku pergi dulu" pamit Eunji yang kemudian meninggalkan paviliun Myungsoo diikuti dayang setia Suzy yang juga keluar ruangan.


"Sowon aku berterima kasih kau mau menolong kakakku"


"Sowon kau mungkin tidak mengerti dengan cintaku pada Suzy, tapi aku ingim segera mengakhiri semua ini."


"Myungsoo, aku tidak masalah kau bersama kakak Suzy tapi kau juga harus memahami aku. Orangtuaku adalah orangtua terhormat jadi aku tidak ingin mempermalukan mereka. Kau silahkan bersama kakak tapi ingat bahwa aku milikmu selamanya" ucap Sowon kesal lalu meninggalkan Myungsoo, Suzy dan Sohee.


"Sowon juga punya kesulitan. Dan kalian harus paham hal itu" ucap Sohee. "Kalian istirahatlah dikamar, aku akan menemui permaisuri"


"Hati-hati"

__ADS_1


__ADS_2