Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 17


__ADS_3

Tepat hari ini, tanggal 18 februari Sohee akan melahirkan. Suzy, Eunji dan Myungsoo sudah menunggu di ruang tamu rumah keluarga Sungjong sejak tadi. Sungjong terus mondar mandir gelisah menanti kelahiran buah hatinya dengan Sohee.


"Sungjong-ah jangan mondar mandir begitu, duduklah. Semua wanita memang akan mengalami hal ini" ucap Eunji menyuruh sahabatnya duduk.


"Aku sungguh takut Eunji"


"Tenang, Sohee tidak akan kenapa-kenapa begitupun dengan bayimu"


"Eunji benar, Sohee gadis yang kuat. Walau aku juga takut sebenarnya melahirkan" tambah Suzy.


"Itu kodrat wanita, tidak perlu ada yang ditakutkan. Sakit hanya sebentar menurut buku yang ku baca" ucap Eunji menenangkan.


Oooeeee


Bayi yang dinantikan sudah lahir, Sungjong dan yang lainnya segera berlari menghampiri kamar dimana Sohee melahirkan.


Ibu Sungjong keluar dari kamar Sohee dengan membawa bayi yang baru saja dibersihan, sementara Sohee masih ditangani dokter istana dan perawat istana.


"Lihat Sungjong, anakmu laki-laki sangat tampan" ucap Ibu Sungjong menunjukkan anaknya yang terbungkus kain berwarna biru.


"Bibi, aku ingin menggendongnya. Bolehkan" ucap Suzy antusias. Ibu Sungjong pun langsung memberikan bayi mungil itu kedalam pelukan Suzy.


"Anak tampan, kelak kau harus jadi anak kuat yang berbakti dan mampu melindungi keluarga" ucap Suzy pada bayi Sohee yang dibalas senyum seolah mengerti.


"Hey lihat dia tertawa"


"Berarti dia anak pintar" tambah Myungsoo ikut tersenyum.


"Kalian juga harus segera membuat lagi, agar anakku mempunyai teman bermain" ucap Sungjong sambil menggoda keduanya.


"Tenang saja, iyakan Zy"


"Kalian ini ish"


"Ayo temui Sohee, perawat dan tabib sepertinya sudah selesai." ucap Eunji saat melihat tabib dan para perawat keluar kamar Sohee.


"Sini berikan bayinya padaku Zy" ucap Ibu Sungjong merebut bayi Sohee lagi.


"Nde ibu Lee, bye bayi tampan hihi nanti bibi gendong lagi" ucap Suzy mencium pipi merahnya lalu menyerahkan bayi Sohee pada ibu Sungjong.


Mereka ber-empat memasuki kamar Sohee, Sohee sudah duduk bersandar diranjangnya. Dia tersenyum melihat semua masuk ke dalam kamarnya.


"Kau hebat sayang karena telah melahirkannya, dia sungguh tampan" ucap Sungjong duduk disamping Sohee sementara yang lain mengambil kursi duduk mendekat ke Sohee.


"Semua berkat kalian yang selalu menjagaku, sayang kak Seungho tidak disini" ucap Sohee sedih.


"Dia akan senang karena kau memberikan keponakan yang tampan untuknya" hibur Suzy.


"Zy, kau harus segera hamil dan melahirkan anak perempuan. Ingat kau harus hamil dan mengandung menantu untuk putraku" ucap Sohee memegang kedua tangan Suzy yang duduk tak jauh darinya.


"Kau memaksa sekali"


"Tentu saja. Aku mau kita terus menjadi keluarga"


"Ngomong-ngomong kalian mau memberi nama siapa untuk putra tampan dikeluarga Lee berikutnya itu?" tanya Myungsoo mengalihkan topik.


"Lee Jungshin, iyakan sayang" jawab Sungjong.


"Nde, kalian bisa memanggilnya Jungshin" tambah Sohee.


"Namanya lucu"


"Benar"


"Aku akan meminta kakakku segera menikahimu Eunji saat dia datang ke seoul, agar kau juga bisa segera memiliki anak. Keturunan keluarga Bae bergantung padamu Eunji"


"Kau ini membuatku malu saja zy" ucap Eunji tersipu malu.


*


*


*


Suzy duduk termenung setelah mengganti bajunya dengan baju tidur, dia menikmati tehnya dengan pandangan kosong. Myungsoo baru selesai mandi ikut duduk sambil membawa buku-buku yang tadi diantarkan Alex ke paviliunnya. Daripada Myungsoo membawanya ke ruang baca lebih baik di kamar bersama Suzy yang menemaninya.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Myungsoo yang sudah duduk disampingnya.


"Ah tidak ada. Aku hanya berpikir bahwa bayi Sohee tampan" jawab Suzy asal bicara.


"Ceritakan apa yang kau rasakan. Aku suamimu jadi jangan takut, ceritakan padaku"

__ADS_1


"Benar Myung, aku tidak apa-apa?"


"Apa ibu suri atau yang lain mengganggumu. Cepat katakan"


"Tidak ada. Aku... Aku hanya hiks aku hanya takut Myung. Harusnya kau tidak menikah denganku, hamil saja aku tidak bisa menjaganya bagaimana nanti jika aku tidak bisa menjaga nama baikmu." ucap Suzy yang sudah menangis.


"Hey Jangan takut. Kau masih punya banyak waktu untuk belajar. Jangan menangis lagi" ucap Myungsoo yang sudah berdiri dan membawa kepala Suzy kedalam pelukannya.


"Kita bercerai saja Myung, kau bisa menikah lagi nanti. Aku rasa aku tidak di takdirkan menjadi seorang bangsawan, aku hanya akan mempermalukanmu. Belajar saja aku tidak begitu pandai" ucap Suzy melepasakan kepalanya dan menatap Myungsoo.


"Tenanglah Zy, kau hanya terkena syndrom pasca keguguran. Semua akan baik-baik saja" ucap Myungsoo memaksa Suzy kedalam pelukannya. "Kau hanya harus tenang, maka semua akan baik-baik saja"


*


*


*


Suzy pergi menemani permaisuri yang hari ini ingin pergi ke pasar membeli ayam. Permaisuri ingin memasak ayam gingseng karena menyambut musim dingin yang akan datang sebentar lagi, dan juga merayakan kelahiran putra Sohee.


"Zy, kurasa ayam ini sudah cukup. Ayo kita belanja bahan lainnya yang ditulis adik Chang"


"Siap yangmulia."


"Ibunda saja jika diluar."


"Baik Ibunda"


Suzy dan permaisuri melanjutkan berbelanja kebutuhan yang dirasa diistana tidak ada, Suzy merasa seperti ada yang mengikuti mereka namun saat menoleh dia tidak menemukan siapapun.


"Kau lihat apa zy?"


"Tidak ada. Apakah sudah? Mari kita pulang ibunda"


"Nde, kurasa ini sudah cukup. Bahan lain dirumah sudah ada"


Suzy dan permaisuri bergegas pulang ke istana untuk memasak. Di dapur istana sudah ada selir Chang yang menyiapkan beberapa kebutuhan selagi permaisuri dan Suzy berbelanja ke pasar.


"Kalian baik-baik saja?"


"Tentu selir Chang, ada Suzy maka permaisuri aman hehehe" ucap Suzy sambil cengengesan.


"Kau ini Zy" ucap selir Chang geleng-geleng. "Kalian tolong siapkan bahan-bahan ya? Nanti aku akan memasak dengan permaisuri dan koki istana tolong siapkan menu daging. Zy kau bisa buat kue beraskan? Tolong siapkan itu"


Dayang mulai menyiapkan bahan-bahan untuk memasak, koki istana juga sudah bersiap membuat olahannya. Suzy, dia sudah berganti kostum untuk memasak kue beras yang akan disajikan untuk perayaan nanti malam.


Setelah memakan waktu selama 6 jam. Semua masakan sudah tertata rapi di aula istana, raja telah mengundang para pejabat dan dewan istana untuk merayakan kelahiran cucunya.


"Aku mengucapkan terima kasih pada semua pejabat yang sudah hadir malam hari ini, aku sangat senang kalian mau menghadiri pesta kelahiran cucu keduaku. Semoga pangeran Myungsoo segera menyusul"


"Nde, mohon doanya yangmulia"


"Silahkan nikmati jamuan makan malamnya."


"Sungjong-Sohee selamat ya atas kelahiran putra kalian" ucap permaisuri bersulang pada mereka berdua.


"Terima kasih yangmulia" ucap Sungjong dan Sohee bersamaan.


"Mari dimakan, ini semua hasil masakanku, permaisuri dan Suzy tapi dibantu para koki. Ayo nikmatilah" ucap selir Chang mengambilkan beberapa lauk ke mangkuk Sohee.


"Sayang sekali aku ada pertemuan dengan petani buah membicarakan hasil menanamnya, jadi aku tidak bisa membantu" ucap Miura sambil mencicipi masakan yang ada.


"Lain kali kau bisa ikut lagi"


"Suzy, kau harus segera hamil. Tidak baik menundanya terlalu lama, jika tidak bisa hamil maka Myungsoo akan aku nikahkan lagi" ucap ibu suri dengan menyebalkan.


"Yangmulia jangan begitu, saya dulu juga sama seperti Suzy selalu keguguran sampai frustasi." ucap Selir Chang menyergah karena mendapati raut muka Suzy yang sedih.


"Suzy masih muda yangmulia, dia pasti akan segera hamil jika kondisinya sudah baik" ucap permaisuri ikut membela.


"Yangmulia, anda sebagai nenek jangan bersikap seperti itu. Anda akan cepat tua jika cepat marah dan akan menambah keriput diwajah anda. Aku benarkan?" ucap Alex dengan wajah tanpa dosanya.


"Eunji, antar aku ke kamar. Badanku letih, aku sepertinya kurang enak badan" ucap ibu suri dengan wajah yang menyebalkan.


"Mama, anda masih makan sedikit." cegah raja Hwanhee.


"Aku tidak enak badan, jadi aku ingin isitirahat saja. Ayo Eunji kita pergi"


"Nde mama" ucap Eunji berdiri dan mengikuti ibu suri pergi meninggalkan pesta.


"Jangan dengarkan ibu suri, dia memang begitu" ucap Selir Chang memegang tangan Suzy karena dia sedari tadi duduk disamping Suzy.

__ADS_1


"Benar noona, jika kau mendengarkan ucapannya. Kau hanya akan sakit hati, aku sudah kebal dengan ucapannya sejak kecil" ucap Alex ikut menimpali ibunya.


"Nde, aku baik-baik saja" ucap Suzy memaksakan senyumnya.


"Semua akan baik-baik saja. Jangan khawatirkan apapun" ucap Myungsoo berbisik.


"Sudah, jangan bahas ibu suri. Makanlah makanan kalian" perintah raja Hwanhee.


*


*


*


Semua kini kembali seperti semula, Suzy masih terus belajar di sela waktu dia bekerja membantu Sohee dan selir Chang. Dia sudah melupakan rasa takutnya karena keguguran dan kembali ceria seperti biasa.


Permaisuri juga makin akrab bahkan sering membantunya dalam belajar tata negara untuk menjadi putri yang baik, walau kadang otaknya yang lemot kembali menganggu konsentrasinya.


Pagi inipun Suzy sibuk membersihkan perpustakaan istana bersama permaisuri, Eunji dan Sohee. Memilih dan menyusun buku yang sudah berantakan.


"Permaisuri, sepertinya banyak buku yang berjamur. Bagaimana jika kita menjemurnya? Debunya juga banyak sekali" usul Suzy yang membersihkan buku berdebu di rak samping dengan kemocengnya.


"Idemu bagus Zy? Apa kita sanggup menjemurnya hanya ber-empat saja" tanya Permaisuri yang melihat rak yang dibersihkan Suzy.


"Kita bisa meminta bantuan para dayang. Aku akan gunakan jurus silatku untuk membantu"


"Mari kita pilih dulu mana buku yang berjamur dan yang tidak, baru kita mulai untuk menjemurnya" usul Eunji yang juga membersihkan buku yang ada di rak.


"Mari segera bergegas agar segera selesai" ucap Sohee yang berjalan ke arah buku yang lain.


Setengah jam Suzy sudah meminta dayang nya dan beberapa prajurit untuk membantu mereka menjemur buku yang lembab dan berjamur. Karena hari yang hampir menjelang siang Suzy meminta para dayang dan prajurit menata bangku dihalaman depan perpustakaan.


Suzy yang sudah berdiri dihalaman menggunakan ilmu silatnya untuk menata buku yang sudah lembab dan berjamur yang dilemparkan Eunji dari jendela perpustakaan. Alex yang tidak sengaja lewat ikut membantu Suzy dan para dayang agar cepat selesai.


"Akhirnya beres" ucap Suzy puas dengan buku yang sudah tertata dibangku yang disiapkan tadi.


"Alex, terima kasih sudah membantu kami" ucap permaisuri.


"Sama-sama yangmulia. Saya kebetulan lewat karena akan menemui yangmulia raja. Saya rasa telat sebentar membantu kalian bukan masalah" ucap Alex sambil mengambil beberapa berkas yang tadi ditaruhnya sebelum membantu. "Saya permisi"


"Hati-hati"


"Wah pangeran Alex tampan dan baik sekali." seru dayang yang kagum dengan pesona pangeran muda istana.


"Ehem ehem" seru permaisuri berdehem menyadarkan dayang tersebut.


"Maaf yangmulia. Kami tidak sadar asal berucap"


"Hmmm. Kami akan pergi, kalian jaga buku ini dan pukul 4 sore buku harus sudah rapikan kembali ke perpustakaan. Mengerti"


"Perintah siap kami laksanakan yangmulia"


"Bagus. Mari kita pergi anak-anak"


"Nde, yangmulia"


*


*


*


Eunji membantu ibu suri bersiap tidur, dia memijat kaki tua yang sudah keriput dimakan usia. Eunji begitu sabar menghadapi nenek tua yang sudah menganggapnya seperti cucu sendiri.


"Eunji"


"Nde mama"


"Sudah sejak kapan kau menjalin hubungan dengan Bae Seungho?"


"Sudah 3 tahun mama."


"Aku tahu kau dekat dengan Suzy dan Sohee sejak mereka masuk istana. Aku juga tidak bisa melarangmu karena kau sudah ku anggap seperti cucuku sendiri. Walau ku larang bukankah kau menolaknya?"


"Saya sangat mencintai Seungho, mama. Saya tahu anda sangat tidak menyukai Suzy, tapi anda tidak bisa memaksakan hati saya untuk tidak mencintai Seungho lagi. Dia sudah seperti udara dalam hidup saya, jika dia hilang maka saya juga akan lenyap"


"Aku sebenarnya berniat menjodohkanmu dengan anak pejabat Shim, tapi karena kau sudah memilih maka aku tidak bisa apa-apa. Hanya saja aku memang tidak bisa merestui hubungan kalian. Dia pria yang tidak jelas asal-usulnya dan tiba-tiba mengaku sebagai kakak Suzy. Bisa saja dia berniat jahat padamu"


"Terima kasih atas kekhawatiran anda mama, saya akan lebih hati-hati lagi"


"Sudah malam, pergilah tidur"

__ADS_1


"Nde mama. Anyeong jumuseyo"


"Hmmm"


__ADS_2