Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 34


__ADS_3

Sungjong langsung menemui Sohee yang sedang berberes kamar, ketika dirinya sudah sampai dirumah mereka setelah beberapa hari kemudian.


"Sohee, aku punya berita bagus untukmu" ucap Sungjong saat masuk ke dalam kamarnya dengan Sohee.


"Kau sudah datang Sungjong? Ada apa? Berita bagus apa?" tanya Sohee yang segera berdiri menghampiri suaminya.


"Aku bertemu Suzy kita. Aku bertemu dengannya di daerah Gwangju setelah sekian lama" jawab Sungjong memegang tangan Sohee meyakinkan.


"Benarkah? Kita harus segera memberi tahu Myungsoo kalau kau bertemu Suzy setelah 5 tahun berlalu baru bisa menemukannya, agar dia dapat segera menjemputnya untuk kembali ke istana" ucap Sohee menggoyangkan tangan suaminya dengan semangat.


"Tidak semudah itu, aku sudah mencoba berusaha bicara dengannya, mencoba membujuknya saat kami bertemu. Aku sudah memberi tahunya semua tentang istana yang terjadi beberapa tahun ini bahkan tentang perceraian Myungsoo dan Sowon namun dia sepertinya sudah tidak peduli lagi dengan istana, dengan kita juga. Dia hanya merespon saat aku membicarakan Eunji dan kakaknya. Aku menunggunya menemuiku dipenginapan hingga menunda kepulanganku kesini namun dia tidak datang" ucap Sungjong menarik Sohee kepelukannya.


"Apa benar dia tidak peduli lagi dengan kita. Lalu kita harus bagaimana agar kita bisa membuatnya mau kembali ke istana? pasti ada carakan agar dia mau pulang"


"Ada yang lebih mengejutkan lagi daripada itu?"


"Apa?"


"Suzy mempunyai sepasang anak kembar yang ber-usia kurang lebih mendekati 5 tahun."


"Apa Suzy sudah menikah lagi? Bagaimana mungkin dia menikah lagi tanpa seizinku dan kak Seungho"


"Aku tidak tahu Suzy sudah menikah lgi atau belum tapi aku yakin itu anaknya dengan Myungsoo mengingat usianya seumur dengan Suzy pergi, anak gadisnya sangat mirip sekali dengan Myungsoo dalam versi perempuan namun galaknya sama seperti Suzy, sedangkan anak yang laki-lakinya peraduan wajah Myungsoo dan Suzy hanya dia sedikit lembut untuk ukuran laki-laki namun aku hanya sedikit mengobro karena Suzy menjauhkan mereka dariku bahkan aku sulit untuk menemui mereka lagi"


"Ayo kita segera ke istana untuk menemui Myungsoo dan kak Seungho, jangan menundanya lagi. Agar kita segera menemukan cara membawanya kembali pulang ke istana" ucap Sohee melepaskan pelukannya pada Sungjong, dan menarik Sungjong agar pergi ke istana bersamanya.


Di istana.


Sohee dan sungjong berlari ke istana selatan tempat Myungsoo tinggal selama beberapa tahun terakhir ini, Myungsoo memang lebih banyak menyendiri disini dengan menggunakan waktunya untuk belajar banyak hal dan bekerja dipemerintahan membantu Raja bersama Alex, adiknya.


"Myung, kami punya kabar baik untukmu?" teriak Sohee ketika sampai di taman istana selatan saat dia melihat Myungsoo duduk sambil membaca buku. Myungsoo menutup bukunya, menatap Sohee dan Sungjong yang terus tersenyum padanya.


"Ada apa? Sepertinya bukan kabar buruk? Ada hal baik apa hingga wajah kalian terlihat sangat bahagia" tanya Myungsoo yang mengerutkan dahinya heran.


"Kau tidak akan percaya ini Myung, Sungjong... Dia telah bertemu Suzy di daerah Gwangju" jawab Sohee dengan wajah ceria.


"Benarkah? Kenapa kau tidak mengajaknya pulang ke istana. Kenapa kau pulang tanpa membawanya?"


"Hmm. Aku tidak sengaja bertemu dengannya saat meninjau pasar yang akan istana bangun diwilayah Gwangju. Sepertinya dia sedang berbelanja? Aku sudah mencoba membujuknya untuk kembali ke istana namun sepertinya dia tidak ingin kembali lagi karena dia bukan seperti Suzy yang dulu kita kenal. Dan aku tidak tahu ini akan mengejutkanmu atau tidak karena aku sendiri sangat terkejut saat melihat mereka, tapi aku rasa kau perlu tahu tentang mereka karena....."


"Mereka siapa? Apa Suzy benar membuktikan ucapannya dengan menikah lagi dan mempunyai seorang anak. Jawab aku Sungjong... Jangan diam saja.. " Ucap Myungsoo sedikit emosi dan ingin memukul Sungjong.


"Myung, tenang dirimu dulu biarkan Sungjong menyelesaikan ucapannya." ucap Sohee melerai.


"Begini Myung, di Gwangju Suzy tidak hidup sendirian. Dia tinggal bersama sepasang anak kembar bernama Heesoo dan Jisoo, mereka masih berusia kurang lebih 5 tahun. Aku sempat mengajak bicara mereka sebentar dan aku merasa bahwa mereka anakmu Myung karena Heesoo yang selalu membawa buku ditangannya sama sepertimu yang rajin namun dia galak seperti Suzy sedangkan Jisoo dia terlihat pandai menggambar mewarisi bakat Suzy namun sedikit cengeng aku rasa itu bisa membuktikan bahwa mereka anak kalian, Suzy sepertinya mendidik mereka dengan baik selama ini. kau bisa pergi kesana untuk memastikan sendiri jika yangmulia mengizinkanmu pergi, aku akan mengantarmu pergi kesana dan ajak Seungho untuk meyakinkan Suzy agar dia mau pulang ke istana dan hidup bersama kita lagi"


"Aku harus segera bertemu dengannya, Sungjong. Bagaimanapun caranya, dengan atau tanpa izin yangmulia. Aku harus memastikannya mereka anakku atau bukan. Aku tidak mungkin membiarkan anak-anakku hidup kekurangan diluar sana sedangkan ayahnya hidup dengan kemewahan istana tanpa mengetahui mereka"


"Ayo segera kita temui yangmulia, aku juga tidak sabar ingin bertemu dan menjemput Suzy ke Gwangju. Aku juga akan memberitahu kak Seungho dan Eunji juga karena ini berita baik."


Sohee mengajak Myungsoo dan Sungjong menemui raja diruang pribadinya, disana ada permaisuri yang sedang membantunya meminum obat karena tubuhnya yang kurang sehat akhir-akhir ini.


"Kalian ada perlu apa? Hingga bersama-sama datang kesini, Sungjong bagaimana hasil surveymu mengenai kota Gwanju dan pinggiran kotanya, apa yang harus kita benahi mengenai kota itu agar lebih maju lagi. Namun silahkan duduk terlebih dulu" ucap raja pada Myungsoo, Sungjong dan Sohee.


"Kota di daerah Gwangju kotanya memang kurang memadai fasilitasnya yangmulia, pasarnya masih tradisional sekali. Kendaraan disana juga masih belum ada seperti wilayah yang lainnya, padahal hasil pertanian disana lumayan bagus. Saya di beri beberapa oleh-oleh dan cindera mata penduduk agar dibawa sebagai buah tangan ke istana. Namun kami kesini bersamaan dengan itu karena ada sesuatu yang saya rasa jauh lebih penting untuk istana yangmulia"


"Ada apa Sugjong? Cepat katakan nak?"


"Saya bertemu dengan Suzy disana? Saya rasa dia tinggal disana selama beberapa tahun terakhir ini"


"Benarkah? Bagaimana keadaanya? Apa dia hidup dengan baik selama ini di luar istana? Apa kau tidak membujuknya agar dia kembali ke istana ini" ucap permaisuri dengan wajah gembira.


"Nde yangmulia. Yang saya lihat dia hidup dengan baik bersama sepasang cucu-cucu kembar anda yang sangat pintar dan menggemaskan. Saya sudah berusaha membujuknya agar mau pulang, namun dia mengusir saya dari rumah yang ditinggalinya dan saya menunggunya menemui saya namun itu tidak dia lakukan"


"Dasar gadis keras kepala hahahaha. Myung, kau harus segera menjemput mereka. Suzy memanglah Suzy yang keras, bagaimana bisa dia menyembunyikan cucu-cucuku selama 5 tahun ini tanpa mengenalkan pada istana, kenapa dia tidak memberitahu istana ketika dia hamil malah memilih kabur membawa anaknya selama ini. Jika Sungjong tidak kesana mungkin selamanya kita tidak akan bertemu Suzy apalagi mengetahui keberadaan cucu-cucuku." perintah raja Hwanhee.


"Mungkin saat itu keadaan tidak memungkinkan dia menceritakan kehamilannya pada istana yangmulia, apalagi saat itu istana sedang merayakan kelahiran Jungsoo yang berusia satu bulan dan banyak hal yang terjadi lainnya" ucap Sohee.


"Kami ingin meminta izin yangmulia agar bisa mengizinkan kami segera ke Gwanju untuk menjemput mereka, kami akan segera berangkat beberapa hari lagi jika yangmulia mengizinkan" ucap Myungsoo.


"Tentu saja aku akan mengizinkan kalian pergi, pergilah. Bagaimana mungkin aku tidak mengizinkanmu menjemput menantu dan cucu-cucuku. Pergilah dan bawa mereka kembali pulang ke istana"


"Kamsa hamnida yangmulia, kami akan segera pergi menjemput Suzy dalam beberapa hari lagi" ucap Myungsoo dengan wajah bahagianya.


"Mohon izinkan kami membawa Eunji dan Seungho, kami semua sangat merindukannya" pinta Sohee.


"Nde, bawalah mereka karena aku menghalangipun kalian akan pergi bersama. Bawalah Suzy dan cucu-cucuku kembali"


"Anda jangan khawatir. Kami pasti membawa Suzy dan cucu anda kembali" ucap Sungjong dengan yakin.


Di lain tempat, ibu suri juga mendengar bahwa keberadaan Suzy sudah ditemukan. Ibu suri mendengar para dayang membicarakannya.


"Eunji, apa benar keberadaan Suzy sudah ditemukan?" tanya ibu suri yang duduk sambil memberi makan ikan.


"Nde mama, Sungjong melaporkan bahwa saat dia meninjau untuk pembangungan pasar di daerah Gwangju dia tidak sengaja bertemu Suzy" jawab Eunji.


"Kapan Myungsoo akan menjemputnya?"


"Saya tidak tahu mama. Myungsoo masih meminta izin pada yangmulia raja"


"Bagus, jika Suzy dijemput maka Sowon dan Jungsoo juga harus bisa kembali ke istana"


"Mama, Myungsoo dan Sowon sudah resmi bercerai apakah bisa dia kembali ke istana lagi."


"Apa bedanya dengan Suzy? Dia juga sudah menceraikan Myungsoo walau Myungsoo tidak mau di ceraikan dan dengan bodoh terus menunggunya selama ini. Suzy sendiri yang memilih meninggalkan Myungsoo? Jika dia saja bisa kembali ke istana, lalu kenapa Sowon tidak bisa rujuk kembali dengan Myungsoo? Sowon pergi juga bukan karena kemauannya"


"Bukankah anda tahu kenapa semua ini terjadi mama? Kenapa anda masih saja seperti ini mama"


"Aku tidak perlu nasehatmu. Pergilah!" usir ibu suri yang membuat Eunji kemudian pergi meninggalkannya sendiri.


*


*


*


Suzy sibuk memasak makan siang untuk kedua anaknya yang sedang belajar berdua depan rumahnya, Jisoo merasa risih karena merasa ada orang yang sedang mengawasinya dari balik pintu gerbang yang tingginya hanya sebatas perut orang dewasa.


"Noona, apa kau tidak merasa kita seperti sedang diperhatikan oleh orang-orang asing itu?" ucap Jisoo menunjuk sosok yang berdiri bersebrangan dengan pagar rumahnya.


"Sudah abaikan saja mereka. Kita bisa silat jika mereka macam-macam kita bisa menghajarnya nanti. Lanjutkan belajarmu" ucap Heesoo tanpa mengalihkan pandangannya dari membaca.


"Noona, tapi aku risih. Jangan-jangan mereka mau menculik kita hiiii"


"Lalu kau mau apa? Kau ingin aku menergurnya? Kita ini hanya anak kecil yang miskin mana mungkin mereka mau menculik kita yang miskin ini Jisoo. Jangan sembarangan"


"Aku akan bertanya padanya kalau begitu? Sepertinya mereka bukan orang jahat noona. Lihatlah juga" ucap Jisoo yang beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Jisoo, awas kalau kau beranjak selangkah. Ibu sudah memperingatkan kita agar tidak bicara pada orang asing" teriak Heesoo yang membuat Jisoo bergidik.


"Habis mereka membuatku risih, Heesoo noona. Apa mungkin orang itu tersesat, ayo kita tolong noona agar mereka menemukan jalan pulang."


"Baiklah, ayo kita tanya mereka. Mungkin saja paman yang berdiri dipagar rumah kita itu memang sedang tersesat bersama teman-temannya."


Heesoo beranjak dari duduknya diikuti Jisoo, mereka berdua membuka pagar dan menghampiri orang yang sedari tadi memperhatikan mereka.


"Maaf paman, ada apa paman memperhatikanku dan adikku. Adikku merasa risih diperhatikan? Apa paman dan teman-teman paman sedang tersesat di daerah ini" tanya Heesoo sok dewasa.


"Astaga anakku, kalian sudah sebesar dan sepintar ini tanpa ku ketahui. Kim Suzy, bagaimana bisa kau menyembunyikan mereka dariku selama 5 tahun ini. Keterlaluan! " ucap Myungsoo sedih dalam hati, mengabaikan pertanyaan Heesoo, dan itu membuat Heesoo kesal.


"Paman, hey paman. Kalau paman niat menculikku paman salah, kami ini bukan anak orang kaya karena kami hanya anak orang miskin. Ibuku hanya penjual bunga" ucap Heesoo dengan ketus dan pemberani, Myungsoo menyamakan tingginya dengan kedua bocah mungil tersebut.


"Aniya, paman bukan orang jahat. Paman dan saudara paman hanya sedang tersesat saat sedang mencari keberadaan anak paman"


"Anak paman seperti apa? Mungkin aku bisa membantu. Disini anak kecil itu banyak sekali" kini Jisoo yang bertanya pada Myungsoo.


"Dia berusia seperti kalian, dia anak kembar yang pintar dan mereka dibawa pergi sebelum dia lahir dan paman tidak bisa mengenali mereka" ucap Myungsoo sambil menatap lekat kedua anaknya.


"Kasian sekali paman ini, noona. Tapi di wilayah sekitar sini yang kembar hanya kami paman jadi mungkin paman salah alamat. " ucap Jisoo dengan wajah polosnya.


"Jisoo, paman ini pasti sedang berbohong." ucap Heesoo segera menarik Jisoo menjauh.


"Anak-anak apa yang kalian lakukan diluar pagar? Ayo masuk, jangan berbicara dengan orang asing" teriak Suzy dari pintu rumah, namun karena was-was dia segera menghampiri anaknya.


"Orang asing yang kau maksud adalah ayah dari anakmu Kim Suzy" batin Myungsoo.


"Ibu, paman ini tersesat dan kami ingin membantunya. Tapi dia mencari anak yang kami tidak kenal" ucap Jisoo mengadu.


Suzy berjalan semakin mendekat, Myungsoo merasa jantungnya berdebar-debar seperti pertama kalinya merasakan jatuh cinta.


"Kim Myungsoo" ucap Suzy shock setelah mengetahui siapa yang dibicarakan kedua anaknya.


"Suzy...." ucap Myungsoo, yang lain segera mendekat saat Suzy menguasai dirinya dan menarik kedua tangan anaknya agar berada dibelakangnya.


"Apa yang sedang kau lakukan disini, dan apa sekarang kau menjadi gelandangan hingga kau dan mereka berdandan seperti ini didepan rumahku." sinis Suzy pada Myungsoo.


"Zy, kami kesini karena ingin bertemu denganmu, aku rindu padamu. Dan aku ingin menjemputmu juga anak-anak kita" ucap Myungsoo.


"Apa kau bilang? Anak kita. Mereka adalah anak-anakku Kim Myungsoo, hanya Jungsoo lah anakmu. Jangan mengklaim mereka sebagai anakmu dengan apa yang telah kau lakukan padaku dulu" ucap Suzy dengan nada galaknya.


"Zy, tidak baik bicara kasar seperti ini. Ada anak-anak, lihat mereka ketakutan saat kau marah-marah begini" kini Sohee mendekat dan menasehati Suzy.


"Benar kata Sohee tidak baik bertengkar ada anak-anak dan dijalanan jadi bolehkan kami masuk, anak-anak tunjukan jalan masuknya. Kami adalah saudara ayah dan ibu kalian jadi kami bukan orang jahat" ucap Eunji yang mengajak Heesoo dan Jisoo masuk. Heesoo dan Jisoo dengan patuh mengajak mereka masuk termasuk Suzy.


Di dalam rumah Suzy masih saja menatap Myungsoo dengan sinis, mereka semua sudah duduk di ruang tamu sederhana rumah Suzy.


Jisoo memandangi wajah mereka bergantian satu per satu, berbeda dengan Heesoo yang diam saja sejak duduk diruang tamu.


"Zy, aku ingin meminta maaf untuk semua salah paham waktu itu. Aku sudah melakukan kesalahan waktu itu karena membela Sowon, dulu aku sudah meminta maaf tapi kau memilih kabur. Kali ini aku meminta maaf lagi dan kembalilah, walau kau membenciku tapi pikirkan hati anak-anak. Mereka memerlukan aku sebagai ayahnya, mereka berhak mendapatkan status kebangsawanan mereka" ucap myungsoo memberanikan diri berbicara duluan walau Suzy menunjukkan wajah tidak bersahabat.


"Jadi kau benar-benar ayahku? Kau Kim Myungsoo" tanya Jisoo yang sudah berdiri didepan Myungsoo meminta kejelasan.


"Benar nak, aku adalah Kim Myungsoo dan aku adalah ayahmu" jawab Myungsoo sambil tersenyum pada putranya.


"Ayah" ucap Jisoo segera memeluk Myungsoo dengan erat, tentu saja Myungsoo juga membalasnya dengan erat. "Noona, kau tidak ingin memeluk ayah juga. Bukankah kau juga rindu?" tanya Jisoo pada kakaknya yang diam saja saat Jisoo menoleh padanya.


"Tidak, dia sudah jahat pada ibu dan kita jadi untuk apa merindukannya. Aku tidak suka dengan orang yang jahat" ucap Heesoo sinis karena gengsinya.


"Ya sudah, kalau begitu ayah buatku saja, kau jangan memintaku membaginya. Iyakan ayah" ucap Jisoo sambil bermanja-manja dalam pelukan Myungsoo yang sengaja agar membuat Heesoo iri.


"Maafkan ayah nak, ayah sudah berusaha mencari ibu kalian tapi dia pandai bersembunyi membuat ayah susah mencarinya. Untung paman Sungjong beberapa hari lalu bertemu kalian, makanya ayah bisa kesini untuk menjemput kalian"


"Paman Sungjong, gomawo nde telah membawa ayah kami kemari"


"Cheonma sayang"


"Cih berhenti mendrama. Kalian berdua masuk kamar masing-masing sekarang" perintah Suzy dengan tegas.


"Tapi ibu, kami masih rindu dengan ayah." ucap Heesoo yang diangguki Jisoo.


"Ibu bilang masuk" teriak Suzy beranjak dari duduknya dan menarik tangan kedua bocah itu agar beranjak dari sisi Myungsoo.


"Ibu sakit" jerit keduanya saat Suzy menarik lengan anaknya dengan kuat.


"Hay kim Suzy, kau menyakiti tangan mereka" teriak Myungsoo berdiri didepan Suzy dan itu membuat Suzy kesal. Heesoo dan Jisoo berlari bersembunyi dibelakang Myungsoo saat melihat Suzy marah.


"Tahu apa kau dengan mereka? Mereka adalah anakku jadi aku lebih tahu mereka. Kau hanya seorang pria brengsek yang kebetulan menjadi ayah mereka, kau sudah punya Jungsoo dan Sowon jadi tidak perlu peduli padaku apalagi anak-anakku, mereka sudah bahagia denganku. Sini kalian" kesal Suzy mencoba menarik tangan anaknya lagi yang semakin bersembunyi dibelakang Myungsoo.


"Kau membuat mereka ketakutan dengan sikapmu? Aku ayah mereka, jadi aku juga berhak atas mereka"


"Aku yang melahirkan mereka, merawat mereka dan sekarang kau bilang kau berhak atas mereka. Kau memang brengsek Kim Myungsoo"


"Sudah, kalian jangan berdebat. Itu akan merusak mental mereka." lerai Sohee. "Anak-anak, ayo tunjukan kamar kalian, bibi Sohee dan bibi Eunji akan menemani kalian makan dan tidur siang. Biarkan ayah ibu kalian bicara dulu nde" lanjut Sohee mengajak kedua anak Suzy untuk istirahat bersama Eunji dan dirinya.


"Sebaiknya bicaralah dengan baik-baik. Agar masalah yang tertunda selama 5 tahun ini dapat segera selesai. Zy, kau adalah adikku satu-satunya aku tidak akan memaksamu kembali bersama Myungsoo karena aku yakin kau bisa merasakan keegoisanmu atau hati anak-anak yang harus diutamakan. Entah kau masih mencintai Myungsoo atau tidak itu urusanmu, tapi kakak minta pikirkan hati anak-anakmu juga? Mereka pasti masih butuh sosok ayahnya." ucap Seungho berdiri didepan Suzy, membuat Suzy berkaca-kaca dan memeluk kakaknya.


"Kakak"


"Kembalilah ke Seoul, walau tidak kembali ke istana kau bisa tinggal denganku dan Eunji. Yang terpenting jangan jauhkan anak-anakmu dari ayahnya."


"Kakak, aku tidak bisa. Lukanya sudah terlalu dalam dihatiku, walau aku tidak membencinya tapi aku tidak bisa kembali bersamanya."


"Zy, maafkan aku. Aku tahu berlutut dan mencium kakimupun kau akan sulit melupakan semua salahku, tapi aku masih sangat mencintaimu. Maafkan aku yang saat itu membela Sowon tapi dia terlihat kesakitan saat akan melahirkan Jungsoo, karena panik dan merasa bersalah makanya aku berlaku seperti itu. Aku sudah merendahkan harga diriku untuk meminta maaf saat itu, aku juga sudah menceraikan Sowon saat semuanya terungkapkan dan walau aku tidak membenci Jungsoo tapi dia kesalahan terbesarku yang pernah ada, dia ada karena Sowon dan ibu suri yang menjebakku, kali ini tolong demi anak-anak kita kembalilah ke istana dan maafkan semua kesalahanku." ucap Myungsoo dengan nada penuh penyesalan yang membuat Suzy berbalik menatapnya tajam.


"Kau mudah berbicara seperti itu, apa kau tahu luka hatiku saat kau bermalam pengantin dengan Sowon di istana, saat Sowon hamil dan saat kau percaya semua perkataan Sowon, apa kau tahu bahwa sejak itu aku benci denganmu dan juga istana. Saat kau berpaling ke Sowon saat itulah aku sudah tidak mencintaimu lagi, makanya aku tidak mengatakan apapun tentang mereka. Aku memilih pergi dan tidak mau berhubungan lagi dengan istana karena aku yakin disana hidup anakku akan terancam mengingat ibu suri dan Sowon yang membuatku kehilangan beberapa calon anakku, tapi Sungjong mengacaukan rencanaku dan menipuku dengan membawa kalian kesini. Hidup kami bertiga sudah tenang jadi pergilah dan jangan muncul dihadapan mereka Myung"


"Ini sudah takdir zy, takdir jodoh kita memang tidak bisa terpisahkan. Kau sudah terikat kontrak hidup bersamaku, kau hidup aku hidup jika kau mati maka aku juga akan mati" ucap Myungsoo memegang tangan Suzy dan mengenggamnya.


"Kim Suzy, dengarkan aku. Aku membawa mereka karena mereka sudah menderita merindukanmu, aku akan sangat merasa bersalah pada Sohee yang memendam rindunya padamu selama ini. Walau dia kesal karena kau kabur padahal kau sudah melahirkan menantu kami seperti Heesoo untuk Jungshin kami hehehe. Akhiri ini Zy, Myungsoo sudah cukup menderita selama ini bahkan dia mengasingkan diri tidak keluar dari istana dan dia sudah pindah dari tempat tinggal kalian dulu" tambah Sungjong yang sudah berdiri dibelakang Myungsoo.


"Benar, kembalilah ke seoul. Kau mau tinggal dirumahku, dirumah Sohee atau di istana terserah padamu. Kami adalah saudaramu dan kami akan menerimamu bagaimanapun keputusanmu" ucap Seungho menepuk pundak Suzy.


"Akan aku pikirkan nanti. Kalian bisa istirahat dikamar belakang, aku akan minta ibu asuh Heesoo dan Jisoo untuk merapikan kamar tamu untuk kalian" ucap Suzy berjalan meninggalkan Sungjong, Seunghoo dan Myungsoo.


"Bolehkah aku tidur dengan anak-anak. Aku janji tidak akan menganggu mereka atau mengajak mereka begadang bermain" pinta Myungsoo dengan wajah memohon.


"Baiklah. Asal jangan biarkan mereka tidur malam karena mereka harus sekolah pagi hari"


Dikamar Heesoo dan Jisoo.


Sohee menyanyikan lagu sambil mendongeng untuk Heesoo dan Jisoo, sedangkan Eunji mengelus bergantian rambut mereka. namun setengah dinyanyikan Heesoo tidak kunjung tertidur padahal adiknya sudah terlelap. Mungkin kekenyangan setelah ditemani bibi mereka makan siang.


"Heesoo, kenapa tidak tidur siang juga?" tanya Sohee karena Heesoo tidak memejamkan mata.


"Aku memang sulit tidur bibi, jika Jisoo tidur aku selalu belajar hingga mengantuk baru pergi tidur" jawab Heesoo yang duduk.

__ADS_1


"Apa ibumu tahu hal ini?"


"Tidak. Karena ibu selalu bekerja di toko bunga milik nenek Yoon dan bibi Shinra, kami dirumah dengan ibu Ahyoung."


" sini bibi pangku, ada hal yang ingin bibi tanyakan padamu? Kau terlihat anak yang manis walau agak galak seperti ibumu" ucap Eunji membawa Heesoo ke pangkuannya. "Kau sungguh manis seperti anak bibi"


"Benarkah?"


"Benar, namanya Yunji. Kau bisa bermain dengannya jika kau ikut ke seoul"


"Benarkah?"


"Iya, dia anak yang juga manis sepertimu. Mungkin dia akan cocok bermain denganmu apalagi kau sepupunya"


"Heesoo, bibi Sohee ingin bertanya apa selama ini ada yang kemari juga? Maksud bibi teman ibumu?" tanya Sohee penasaran.


"Paman Alex dan bibi Miura sering mengunjungi kami 3 bulan sekali. Mereka membawakan banyak sekali oleh-oleh padahal ibu melarang mereka membawakannya untuk kami, tapi bibi Miura bilang itu memang hak kami. Bini Miura bilang dia dan paman Alex keluarga kami"


"Jinjaa? Mereka sering kesini? Apa yang mereka lakukan disini. Keterlaluan mereka menyembunyikan hal sebesar ini dari kita ckckck"


"Tentu saja membujuk ibu pulang kerumahnya, tapi ibu tidak pernah menjawabnya. Bahkan paman Alex hampir bercerita tentang ayah tapi ancaman ibu membuatnya takut, hingga membuatnya tidak jadi bercerita hanya dia bilang bahwa ayah kami orang yang baik dan cerdas seperti aku dan tampan seperti Jisoo. Tapi Jisoo payah sudah diberitahu foto ayah tapi suka menangis saat diejek teman-teman disekolah. Lalu apa benar bibi bahwa aku punya saudara kandung bernama Jungsoo? Bibi Miura bilang dia saudara kandungku berbeda ibu. Apa itu benar bibi? Apa ayah punya ibu lain untuk kami selain ibu Suzy😞"


"Sayang, dunia orang dewasa memang susah dimengerti. Sekarang kau tidurlah, bibi akan memangku mu hingga kau tertidur" ucap Eunji sambil mengelus rambut Heesoo agar Heesoo nyaman dan memejamkan matanya.


Malam hari.


Suzy dan ibu Ahyoung menyiapkan makan malam, tentu saja Sohee dan Eunji memaksa membantu padahal mereka tamu dirumah Suzy.


Myungsoo terus saja tersenyum duduk disamping kedua anaknya. Jisoo terus saja manja bahkan minta disuapi oleh Myungsoo dan itu membuat Suzy sebal, sedangkan Heesoo dia hanya makan dengan diam tanpa bersuara.


"Heesoo, kau mau disuapi juga seperti Jisoo?" tanya Myungsoo yang melihat Heesoo makan dengan melirik ibu dan adiknya bergantian.


"Aniya ayah, aku sudah besar jadi aku bisa makan sendiri" jawab Heesoo sambil makan dengan jari mungilnya.


"Benarkah, kau tidak iri denganku noona?"


"kau itu adikku, kenapa aku harus iri denganmu Kim Jisoo! Aku jitak kau nanti"


"Ayah, noona mau memukulku. Dia bahkan di sekolah seperti preman ketika menghajar teman-teman yang meledekku"


"Itu karena kau cengeng, kalau bukan aku yang membelamu siapa lagi"


"Sudah, tidak baik bertengkar di meja makan. Habiskan makan kalian, lalu belajar dan pergi tidur" ucap Suzy dengan tegas.


"Baik ibu" ucap Heesoo dan Jisoo kompak.


Semua yang ada di meja makan sungguh kagum dengan sikap Suzy yang tegas. Sungguh berbeda dengan Suzy yang dulunya ceroboh.


Yang lain beristirahat dikamar masing-masing, Myungsoo memperhatikan kedua anaknya yang belajar. Ada rasa bersalah di hatinya karena tidak mengetahui semuanya sejak awal. Andai waktu bisa diputar maka Myungsoo tidak akan menikah lagi, tidak akan melepaskan suzy dan akan lebih berani pada ibu suri.


"Ayah, kami sudah akan pergi tidur. Apa kau akan terus melamun" ucap Jisoo yang sudah ganti baju tidur begitupun Heesoo.


"Baiklah. Ayo ayah akan menemani kalian hingga tidur. Jja" ucap Myungsoo mengikuti anaknya yang naik ke ranjang mereka yang berukuran sedang.


Myungsoo mendongeng selama setengah jam, Jisoo dan Heesoo sudah terlelap namun saat menyelimuti kedua anaknya tersebut Myungsoo merasakan Heesoo napasnya belum teratur seperti dirinya yang pura-pura tidur sewaktu kecil.


"Ayah tahu kau belum tidur, Kim Heesoo" ucap Myungsoo sambil mengelus rambut putrinya yang langsung membuka matanya.


"Ayah hebat, bisa tahu aku belum tidur. Padahal ibu dan ibu asuh selalu pergi setelah bercerita, walau aku belum terlelap seperti Jisoo yang mudah tidur" ucap Heesoo yang duduk berhadapan dengan ayahnya.


"Ayah juga suka berpura-pura tidur sewaktu kecil saat kakek nenek kalian diseoul menyuruh ayah tidur, saat mereka sudah pergi maka ayah akan pergi bermain diam-diam bersama paman Sungjong. Kenapa kau belum tidur sayang?"


"Aku selalu tidur setelah ibu tidur. Kau tahu ayah, ibu suka menangis sendirian ditaman samping kamar kami setiap malam. Aku rasa ibu juga merindukan ayah, hanya saja mungkin ayah membuat luka yang dalam dihati ibu makanya ibu marah sekali pada ayah. Aku juga rindu seperti Jisoo pada ayah, hanya aku memilih untuk menahannya karena aku tidak mau ibu semakin sedih makanya aku diam saja dan suka memukul anak nakal yang bilang kami anak haram tidak punya ayah" ucap Heesoo membuat Myungsoo trenyuh dan membawa Heesoo kedalam pelukannya, menggankatnya dan memangkunya.


"Ayah juga selalu merindukan kalian selama ini, mungkin ayah pria bodoh yang tidak tegas makanya ibumu memilih meninggalkan ayah saat itu. Oiya bibi Sohee dan bibi Eunji tadi bercerita kalau paman Alex atau bibi Miura sering kesini? Mau berbagi cerita dengan ayah"


"Tentu. Paman Alex sering kesini membawakan kami oleh-oleh dan semua keperluan kami, bibi Miura juga sama. Mereka juga sering membujuk ibu pulang tapi ibu tidak pernah menjawabnya."


"Apalagi yang paman Alex katakan? Apa dia bercerita tentang ayah"


"Paman Alex hampir bercerita tentang ayah tapi ibu marah-marah dan melarangnya, jadilah paman Alex hanya berkata bahwa ayah itu seorang pangeran dan orang yang baik. Ayah pintar seperti aku dan ayah tampan seperti Jisoo namun Jisoo itu payah sudah diberitahu foto ayah tapi masih saja cengeng pada ibu hingga ibu marah."


"Apa paman Alex sudah tahu lama tentang kalian"


"Mungkin sekitar satu tahun ini saat kami mengunjungi Seoul untuk mengantar bunga yang akan dipakai ibadah di gereja dan kuil, paman Alex mengejar kami bersama bibi Miura dan Hyura Eonni"


"Apa ibumu selalu galak, merajuk dan suka berkelahi, kau terlihat tangguh dan jago berkelahi sepertinya? Tapi Jisoo terlihat lucu dan suka merajuk seperti ibumu hehe"


"Ibu memang mengajari kami bela diri agar tidak diremehkan orang dan bisa melindungi diri dari orang asing, tapi aku tidak tahu kenapa Jisoo payah dan cengeng walau bisa bela diri, dicium temannya aja langsung pingsan, Ayah apa aku masih boleh bertanya lagi?" tanya Heesoo melepaskan pelukannya pada sang ayah lalu memandang ayahnya.


"Tentu sayang. Apa yang ingin kau tanyakan? Ayah akan menjawabnya semua" jawab Myungsoo dengan sabar.


"Bibi Miura bilang bahwa aku punya saudara laki-laki bernama Jungsoo yang beberapa bulan lebih tua dari kami, apa dia anak ayah dengan ibu lain? Ayah, aku tidak mau punya ibu selain ibu Suzy walau ibunya Jungsoo ibu yang baik dan ibu Suzy ibu yang cengeng, ceroboh dan galak. Karena walau bagaimanapun ibu Suzy sudah cukup menderita mengasuh aku dan Jisoo sejak kecil sendirian sebelum ibu Ahyoung ada, ibu bekerja keras untuk kami dan kebahagiaan kami, mencukupi kebutuhan kami, aku sedih melihatnya menangis setiap malam ditaman makanya aku tidak pernah menjadi anak yang nakal, aku memilih menjadi anak pendiam bahkan aku tidak pernah bertanya tentang ayah walaupun aku juga merindukan ayah. Aku kadang berpikir apa ayah juga merindukan kami disini" ucapan Heesoo membuat Myungsoo ingin menangis melihat kedewasaan putrinya menjadi seorang kakak.


"Tidak akan ada ibu yang lain nak, percayalah. Memang benar kau punya saudara berbeda ibu namun ibunya adalah tragedi yang pernah hadir dihidup ayah dan ibumu karena ayah yang kurang tegas saat itu. Jungsoo anak yang baik, kau pasti menyukainya yang juga cerdas sepertimu"


"Benarkah?"


"Benar. Jika kau berhasil membujuk ibumu pulang ke rumah seharusnya kalian tinggal, maka kau akan bertemu keluarga besarmu. Ada Hyura, ada Jungsoo, ada Yunji, ada Jungshin dan adiknya. Kau pasti akan senang tinggal dirumah ayah"


"Tapi bagaimana membujuk ibu. Ibu itu keras kepala dan menyebalkan ketika dia galak, kepalaku sampai sakit mendengarkan omelannya"


"Kau ini. Tidurlah, ibumu pasti sudah tidur ini sudah larut malam jika dia menangis ayah akan ke taman menemaninya. Ayo ayah akan memelukmu hingga tidur, besok kau harus sekolah" ucap Myungsoo merebahkan tubuh Heesoo agar segera tidur. "Jalja, mimpi indah"


"Jalja ayah"


Tak lama suara dengkuran halus dan napas teratur milik Heesoo terdengar, tanda bahwa Heesoo benar-benar tidur lelap. Myungsoo bahagia ternyata Suzy masih mencintainya walau terpisah jauh selama ini, Ucapan Heesoo membuat hatinya semakin bahagia dan yakin untuk memaksa Suzy kembali ke sisinya. Heesoo dan Jisoo memang duplikatnya yang dikirim tuhan untuk membantunya mendapatkan Suzy kembali.


Suzy duduk di taman sambil menikmati bulan purnama yang sedang muncul. Dia terbiasa menikmati suasana seperti ini setiap hari. Karena malam harilah dia bisa mencurahkan kesedihannya merindukan orang-orang yang disayanginya.


"Boleh kakak duduk" ucap Seungho yang duduk disampingnya.


"Duduklah kak. Kenapa belum tidur? Ini sudah malam" ucap Suzy pada kakaknya.


"Aku sengaja ingin menemuimu, namun aku mencarimu ke kamar kata ibu asuh anak-anak kau suka duduk disini sampai malam. Kenapa belum tidur?"


"Aku biasa melepas penat disini setiap hari setelah anak-anak tidur"


"Zy aku ingin bertanya. Apa benar kau sudah tidak mencintai Myungsoo lagi?"


"Rasa cintaku sudah memudar kak padanya sejak saat Sowon melahirkan Jungsoo malam itu, karena aku sudah mendengar sendiri dari mulutnya bahwa dia lebih peduli pada Sowon. Hatiku hancur ditambah kenyataan bahwa aku hamil, tidak ada tempat aman lagi selain jauh dari istana"


"Saat itu keadaan mendesak mana bisa Myungsoo mengelak pada wanita yang akan melahirkan anaknya"


"Aku tahu tapi perkataannya yang seolah mengusirku waktu itu membuatku tidak bisa kembali. Hatiku sudah terluka sangat dalam saat dia menghamili Sowon, dia bilang setia padaku tapi faktanya dia pembohong kak"


"Apa pintu maaf dihatimu sudah tertutup lukamu. Kakak sudah memaafkan istana atas dendam orangtua kita dengan bukti yang ada. Yangmulia merindukanmu walau mungkin ibu suri belum sepenuhnya berubah tapi aku yakin dia akan berubah seiring berjalannya waktu. Lihatlah Heesoo dan Jisoo yang begitu bahagia melihat Myungsoo, apa kau tega memisahkan mereka dengan ayahnya. Kalian bertiga hanya korban keegoisan ibu suri Zy, Sowon juga pasti sama menderitanya denganmu tapi kau menutup mata dan telingamu tidak mau mendengarkan semua penjelasan Myungsoo"

__ADS_1


"Hiks.... kakak, aku terlanjur sakit kak. Beberapa anakku telah diracun hingga aku keguguran setelah kecelakaan dirumah seketaris Lee. Lalu jika aku tidak membawa mereka kabur dari istana pasti mereka juga akan lenyap sebelum aku melahirkan mereka, aku takut jika aku kembali ke istana maka anakku akan hidup terancam" ucap Suzy sambil beruraian airmata.


"Kau ibu yang hebat, kau pasti bisa melindunginya seperti yang selama ini kau lakukan" ucap Seungho yang menarik Suzy ke pelukannya. "Myungsoo juga tidak akan membiarkanmu dan anak-anakmu terluka. Percayalah padanya kali ini, pikirkan juga perasaan anak-anakmu karena kau tahu apa yang terbaik untuk mereka. Kau tahu, aku sangat sayang padamu karena kau peninggalan keluarga Bae yang ku miliki satu-satunya, aku tidak akan memaksamu kembali pada Myungsoo walau pada kenyataannya kau masih sah sebagai menantu istana. Tapi bisakah kau kembali ke Seoul, kami ingin kau berada disekitar kami dan biarkan Heesoo dan Jisoo mengenal keluarganya. Yangmulia raja dan permaisuri sangat bahagia saat Sungjong membawa kabar bahwa kau hidup dengan baik bersama cucu-cucunya bahkan meminta Myungsoo segera menjemputmu. Apa yang kau ragukan lagi? Pulanglah" Suzy tidak menjawab hanya memeluk kakaknya dengan erat sambil menangis dipelukan kakaknya. Seungho tidak menuntut jawaban hanya memeluk menguatkan hati Suzy.


__ADS_2