Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 7


__ADS_3

Minggu pagi yang cerah.


Suzy dan Sohee sudah memasuki area latihan pedang untuk olahraga pagi mereka. Mereka tidak sendiri karena Miura juga ada disana dengan putrinya Hyura juga tengah melakukan olahraga untuk anak-anak. Alex juga datang bersama ibunya untuk berolah raga.


"Wah kalian juga olahraga disini hari ini? Aku kira kalian akan menggunakan halaman kediaman kalian untuk olahraga, dilapangan ini jarang sekali dipakai olahraga kecuali pangeran-pangeran yang sedang berlatih memanah atau berlatih pedang diluar ketika tidak hujan, ketika hujan mereka lebih memilih bermain didalam ruangan" ucap Selir Chang saat melihat Suzy, Sohee, Miura dan Hyura.


"Aniya selir Chang, Suzy hanya ingin melatih stamina diri jadi kami memutuskan untuk lari mengelilingi lapangan ini." balas Sohee menanggapi.


"Hyura juga sedang berlatih disini, agar memiliki tubuh yang kuat sama seperti ayah" ucap Hyura yang membuat semua tertawa.


"Hyura, ayo balapan lari dengan paman Alex. Kita lihat siapa yang hebat" ajak Alex.


"Ayo paman"


"Siap, mulai" ucap Alex berlari kecil mendahului Hyura.


"Paman curang, tunggu Hyura belum siap lari" teriak Hyura yang berlari mengejar Alex. Dan semua kembali tertawa melihat itu.


"Wah pangeran Alex begitu menyukai anak kecil" ucap Sohee yang melihat kedekatan Alex dan Hyura.


"Alex memang suka sekali dengan anak kecil, tapi dia sendiri suka usil seperti anak kecil. Aku kadang heran dengan sikap usilnya namun yangmulia raja terlalu memanjakan anak bungsunya yang hampir berusia 20 tahun, dia sangat berbeda dengan kakaknya yang rajin dan pendiam"


"Hmmm. Dia juga suka sekali menculik Hyura saat Hyura sedang belajar. Namun pangeran Kyuhyun bilang karena Alex adalah bungsu jadi mungkin dia kesepian tidak punya orang yang diusili. Selir Chang kenapa tidak kau carikan saja dia istri, mungkin dia bisa berubah saat menikah" tutur Miura.


"Pangeran Myungsoo dan putri Sohee belum menikah jadi yangmulia tidak akan mengizinkan Alex untuk menikah terlebih dulu karena itu sudah tradisi istana. Melangkahi kakaknya menikah di istana itu di anggap akan membawa kesialan bagi pangeran Myungsoo dan Putri Suzy" tutur selir Chang menanggapi ucapan Miura.


"Benar juga. Tapi bukankah tidak ada salahnya selir Chang berbicara dengan Yangmulia Raja, siapa tahu pangeran Myungsoo, putri Sohee, putri Suzy dan pangeran Alex bisa menikah dalam waktu bersamaan, bukankah itu bagus?"


"Kau benar putri Miura. Aku akan bicara nanti jika ada kesempatan berdua dengan yangmulia raja dan ibusuri. Mereka mungkin punya kandidat siapa yang dipilih untuk menjadi calon istri pangeran Myungsoo dan putri Sohee" ucap selir Chang antusias dengan usul Miura. Suzy dan Sohee hanya saling memandang melihat dua wanita didepannya antusias.


"Anda tidak perlu buru-buru selir Chang. Saya masih baru beberapa bulan dan untuk menikah saya rasa nanti dulu karena masih banyak hal yang harus saya pelajari." tutur Sohee yang kurang setuju jika dirinya dicarikan calon suami disaat dia sudah menyukai seseorang.


"Kau benar, raja juga tidak mungkin menyetujui untuk menikahkanmu secepat ini" ucap selir Chang lesu.


"Kau bicara begini bukan karena menyukai seseorangkan Sohee?" goda Miura.


"Aniya eonni, aku masih 21 dan aku rasa aku masih muda untuk menikah" sergah Sohee dengan gugup. Yang hanya dibalas senyum oleh Miura. "Aku bahkan umur 19 tahun sudah menikah dulu dengan Kyuhyun hehehe"


"Daripada membahas itu, mari kita melakukan pemanasan untuk olahraga saja sebelum matahari makin terik dan merusak kulit. Mumpung Hyura juga bermain dengan laki-laki yang hanya satu-satunya ikut olahraga disini" ajak selir Chang.


Mereka melakukan olahraga bersama selama satu jam.


*


*


Myungsoo sedang mengerjakan beberapa pekerjaannya didepartemen istana yang belum terselesaikan, tentu saja dia bersama Sungjong yang selalu membantunya. Kyuhyun datang langsung mengambil duduk dikursi yang berada disamping jendela.


"Kau tidak menghabiskan waktumu bersama keluargamu, Sungjong" tanya Kyuhyun yang sedang membolak-balik buku kenegaraan milik Myungsoo dimeja depannya.


"Adikmu memerlukan bantuanku. semalam mau mengerjakannya tapi kami sudah mengantuk" jawab Sungjong.


"Itulah kesalahan kalian semalam pulang larut malam. Saat jatuh cinta memang dunia serasa milik berdua ya hihihi"


"Kau seperti tidak pernah muda saja Hyung" tegur Myungsoo yang mengalihkan tatapannya dari buku ke kakaknya.


"Hahaha aku dan Miura pasangan perjodohan Myung, yang untung saja langsung cocok. Ku dengar ibu suri dan permaisuri akan membawa beberapa wanita untuk dikenalkan padamu. Semalam bagaimana?"


"Otak siputnya itu mengira aku hanya sedang bercanda saja, padahal aku sudah bicara serius langsung padanya" ucap Myungsoo sebal.


"Kau terlalu terburu-buru mungkin. Wanita itu susah dimengerti Myung, kau harus bersikap lembut padanya wkwkwk. Suzy itu terlihat tidak sepintar Eunji dan Sohee untuk urusan asmara yang langsung paham ketika diberi sinyal" ucap Sungjong sambil tertawa kecil.


"Tertawalah jika ingin tertawa, jangan ditahan" seru Myungsoo melempar pencilnya pada Sungjong yang tertawa.


"Hahahahahahaha aku prihatin padamu Myung hahaha"


"Kau memangnya sudah berhasil Sungjong?" tanya Kyuhyun yang membuat Sungjong berhenti tertawa.


"Tentu saja, dia bahkan sudah mengizinkan ku lebih dekat dengannya saat ini hyung" jawab Sungjong santai.


"Cieee tinggal kau Myung. Aku tahu Suzy memang cantik dan unik tapi sifatnya yang ceroboh dan pembuat onar itu sepertinya akan sulit membuat ibu suri dan permaisuri menerimanya"


"Ntahlah hyung, kalau memang tidak bisa ya sudahlah"


"Kau coba saja pendekatan dengan wanita yang dibawa ibu suri dan permaisuri Myung, siapa tahu saja ada yang cocok. Agar aku bisa segera melamar Sohee pada yangmulia raja hehe"


"Sialan kau Sungjong, temanmu masih bingung tapi kau malah mau mengambil start dariku"


"Salah sendiri otak pintar tapi urusan cinta sangat bodoh"


Tok.....


Tok....


Tok....


Suara ketukan pintu membuat ketiganya berhenti bersuara, Kyuhyun langsung berdiri dari duduknya dan membukakan pintu tersebut.


"Anyeonghaseyo, hormat saya pada pangeran."


"Nde dayang Choi, ada apa? Apa ada sesuatu yang penting"


"Mohon maaf pangeran menganggu pembicaraan anda dengan pangeran Myungsoo, saya kesini diutus ibu suri untuk menyampaikan bahwa beliau meminta pangeran Myungsoo segera menghadapnya diperpustakaan karena ada hal penting yang ingin dibicarakan"


"Sampaikan pada yangmulia ibu suri, pangeran Myungsoo akan segera menghadap"


"Nde, perintah akan saya laksanakan pangeran. Saya permisi"


Dayang Choi pergi, Kyuhyun masuk kembali kedalam ruangan. "Ibu suri memintamu datang menghadapnya diperpustakaan sekarang, katanya ada hal penting ingin disampaikan. Mungkin membahas masalah calon istri untukmu hehe" ucap Kyuhyun sambil kembali duduk ditempatnya tadi.


"Aish aku sedang malas membicarakannya saat ini" ucap Myungsoo kesal sambil menutup bukunya.


"Sudah pergilah dulu temui ibu suri dulu, belum tentu juga ibu suri menyuruhmu langsung menikah saat ini juga, segera pergilah sebelum ibu suri meminta dayang Choi datang lagi, aku juga akan menemui Sohee selama kau pergi" ucap Sungjong memberi semangat.


"Aku akan menemanimu menemui ibu suri."


Myungsoo dan Kyuhyun pergi ari perpustakaan menuju tempat masing-masinh, sedangkan Sungjong menuju ke kediaman Sohee dan Suzy.


Sohee dan Suzy sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing saat Sungjong datang.


"Anyeonghaseyo tuan muda Lee Sungjong, hormat kami pada anda" ucap Jia, Chaekyung, Jiyeon dan Hyemi.


"Nde, Dimana mereka? Terlihat sepi sekali"


"Tuan putri Sohee sedang merajut, kalau putri Suzy sepertinya sedang melukis, mereka berada di samping kolam pintu belakang. Anda ingin saya panggilkan mereka tuan muda Sungjong?"


"Tidak usah. Biar aku saja yang menghampiri mereka. Kalian lanjutkan pekerjaan kalian"


"Nde."


Sungjong berjalan ke arah belakang, mendapati mereka sedang sibuk. "Wah gambaran yang bagus Suzy?" tegur Sungjong yang menyandarkan diri disamping pintu.

__ADS_1


"Eoh Sungjong, kau datang. Gomawo pujiannya ini hanya iseng saja hehehe" ucap Suzy terkekeh.


"Nde. Itu bagus mirip seperti aslinya hahahaa"


"Kau sendirian? Dimana Myungsoo?" tanya Sohee.


"Dia sedang menemui ibu suri, katanya sih ada hal penting. Mungkin mengenai calon istri yang akan dijodohkan untuknya" ucap Sungjong yang kini duduk disamping Sohee.


"Apa Myungsoo tidak menyukai seorang wanita diluar istana atau mungkin dekat dengan putri pejabat istana? Hingga harus dipilihkan segala, atau karena dia calon raja makanya ibu suri mencarikannya calon istri. Huft Susah sekali ya hidup diistana, apa jadinya aku nanti kalau harus dijodohkan juga. Setelah Myungsoo pasti aku dan Suzy juga akan kena korban perjodohan, ettoke Zy jika kita harus menikah tanpa cinta dengan orang yang tidak kita kenal" ucap Sohee namun ditanggapi diam saja oleh Suzy yang sedang memikirkan sesuatu.


"Tenang saja Sohee, tentu saja yang akan menikahimu adalah aku jadi jangan khawatir" ucap Sungjong mengangkat tangan Sohee yang tadi memegang alat rajut, Sungjong menggenggamnya begitu erat. "Aku akan bicara pada ayah, agar bicara pada yangmulia untuk melamarmu secepatnya. Aku tidak akan membiarkanmu dijodohkan dengan orang lain" lanjut Sungjong yang membuat Sohee tersipu, dan Suzy yang sudah tersadar dari lamunannya ikut tersenyum.


"Kalian begitu romantis, aku lega jika Sohee menemukan orang yang tepat untuk menjaganya. Tugasku menjaganya akan selesai setelah kalian menikah nanti ^^"


"Tapi siapa yang akan menjagamu Zy? Kau juga harus menikah? Agar ada yang menjagamu"


"Yaaaa Kim Sohee Jangan pikirkan aku. Aku pandai silat, jadi aku bisa menjaga diriku sendiri tanpa menikah. Lagipula aku masih muda masih berumur 21 tahun, menikah belum terencana diotakku saat ini"


"Tetap saja aku khawatir dengan sifat cerobohmu. Kita terbiasa bersama selama 21 tahun ini"


"Dengar baik-baik, Setelah kau menikah aku akan pergi dari istana untuk ikut kakakku berkelana, mengembara mengelilingi dunia dan menjadi pendekar yang hebat, aku akan mengunjungimu dan Eunji jika ada kesempatan. Lalu aku akan menemukan lelaki yang ku suka untuk ku nikahi"


"Yaaa Bae Suzy, jadi kau akan meninggalkan aku setelah kami menikah. Bukankah kau sudah janji padaku walau kita sama-sama menikah tapi kau akan selalu berada didekatku. Jika aku menikah kau akan pergi, lebih baik aku tidak menikah saja"


"Jangan begitu Sohee, kau sudah banyak menderita selama ini karena hinaan dan hutang ibu pada rentenir-rentenir itu. Kini kau sudah bertemu ayahmu dan kini ada Sungjong juga yang menyayangimu. Di istana kau sudah menemukan keluargamu, jadi kenapa ingin mempersulit hidupmu lagi?"


"Kenapa kau tidak mencoba dengan Myungsoo saja Zy? Iyakan Sohee. Suzy dan Myungsoo akan jadi pasangan yang cocok jika dilihat. Kaliankan bukan saudara kandung jadi tidak akan ada larangan" ucap Sungjong menyela perdebatan mereka.


"Andwae Sungjong mana boleh dia denganku yang bukan dari keluarga bangsawan, dia calon raja sedangkan aku anak yatim piatu yang kini menjadi anak angkat raja karena aku saudara angkat Sohee. Aku tahu diri dan bukankah kalian juga tahu bagaimana sikap ibu suri padaku ,jika dia denganku semua rakyat akan tertawa, aku bukan orang yang berbakat menjadi calon ratu negara ini jadi berhentilah menjodoh-jodohkan kami" teriak Suzy histeris.


"Kau bisa belajar Zy, Myungsoo masih muda. Masih banyak waktu untukmu belajar menjadi lebih baik agar bisa menjadi ratu negara. Jangan hiraukan sikap ibu suri yang memang begitu sejak dulu" ucap Sungjong terus meyakinkan Suzy.


"Kalian jangan membujukku. Kami adalah 2 orang yang berbeda kasta seperti bumi dan langit, jika dipaksakan tidak akan bisa bersatu malah akan menimbulkan masalah"


"Tapi kalian manusia zy bukan langit dan bumi, aku yakin kalian jika bersama akan bahagia. Aku lihat kalian saling menyukai walau kalian terlihat kekanakan"


"Sungjong-ah Suka sebagai teman bukan berarti bisa suka untuk menjadi pasangan. Kami cocok sebagai teman berlatih pedang saja"


"Tapi tidak ada yang tidak mungkin zy, hati manusia bisa berubah-ubah. Benci saja bisa berubah menjadi cinta kenapa kau terus menyangkal perasaanmu"


"Aku lelah, aku mau istirahat ke kamar dulu" ucap Suzy beranjak dari duduknya dan membereskan alat menggambarnya, lalu berjalan menuju ke kamarnya.


"Dasar keras kepala" gerutu Sohee melihat sikap Suzy.


"Hmmmm. Myungsoo sampai frustasi sendiri dengan sikap Suzy"


"Lalu bagaimana?"


"Kyuhyun hyung meminta Myungsoo mendengarkan ibu suri dulu. Apa kau tidak bisa membujuk Suzy agar bisa membalas perasaan Myungsoo. Agar mereka bisa bersama karena aku yakin mereka saling menyukai.


"Aku akan coba bicara pada Suzy, Myungsoo juga harus berusaha lebih keras lagi untuk meyakinkan Suzy. Suzy tidak pernah jatuh cinta akan sulit membuatnya mengerti tapi akan aku coba "


"Iya, kita harus membantu mereka. Aku juga tidak ingin sahabatku sampai salah memilih karena dipaksa keadaan. Suzy gadis baik untuk Myungsoo"


"Kita minta pendapat Eunji dulu. Mungkin dia bisa membantu apalagi dia calon ipar Suzy"


"Benarkah, aku akan menulis pesan diam-diam dikamar Eunji agar tidak diketahui ibu suri."


Sementara itu Myungsoo sedang duduk bersama raja Hwanhee, Permaisuri, ibu suri, Kyuhyun dan Miura di ruang rapat istana.


"Pangeran Myungsoo, ibu suri mempunyai beberapa kandidat putri bangsawan yang mungkin ada salah satu yang bisa kau pilih untuk pilih sebagai calon istri. Apa kau bersedia penjajakan dengan salah satu dari mereka?" tanya raja Hwanhee pada sang putra.


"Menolakpun aku tidak bisakan?" jawab Myungsoo datar.


"Aku masih berusia 23 tahun yangmulia, tapi kalian bersikap seolah usiaku ini sudah hampir mencapai 40 tahun" protes Myungsoo.


"Pangeran Myungsoo, ini bukan masalah umur tapi adat istiadat istana dimana pangeran atau putri istana sudah diwajibkan menikah ketika usia mereka 17 tahun, karena di usia 17 tahun dinegara ini para pria dan wanita mudah kebanyakan sudah menyelesaikan sekolahnya. Yangmulia dan permaisuri bahkan usia 18 tahun sudah memiliki seorang putri, pangeran Kyuhyun menikah disaat dia berusia 19 tahun. kau sudah dewasa untuk menikah" tambah Ibu suri.


"Baiklah-baiklah, atur saja pertemuan kami. Aku akan melakukan penjajakan dengan perempuan itu, jika aku tidak tertarik dengannya jangan paksa aku menikah. Aku akan membawa calon sendiri jika memang sudah ada yang membuatku jatuh cinta"


"Mohon ampun yangmulia jika saya menyela pembicaraan ini"


"Bicaralah putri Miura"


"Apa tidak sebaiknya jika wanita yang akan dijodohkan dengan pangeran Myungsoo dibawa ke istana selama 1 hingga 3 bulan untuk tinggal diistana, jadi kita semua bisa menilai juga bagaimana sikapnya, tingkah laku dan apakah dia baik atau tidak untuk pangeran Myungsoo. Jika hanya dinilai oleh pangeran Myungsoo saja saya rasa kita tahu jawabannya bagaimana?" usul Miura yang langsung dipikirkan oleh yang lain.


"Idemu sungguh bagus putri Miura. Bagaimana menurut yangmulia raja?" tutur ibu suri.


"Jika itu yang terbaik tidak ada salahnya mencoba? Aku akan menghubungi pejabat Hwang agar menyuruh putrinya untuk bersiap-siap agar tinggal diistana selama beberapa waktu" ucap antusias sang raja.


"Jika sudah tidak ada yang di bicarakan saya undur diri, karena saya memiliki janji dengan Sungjong"


"Nde pangeran Myungsoo, silahkan" ucap Myungsoo pamitan dan pergi meninggalkan tempat.


"Kami juga akan pergi melihat Hyura yangmulia, tadi kami meninggalkannya dengan dayang" ucap Miura menggiring Kyuhyun segera pergi dari ruang rapat.


Miura dan Kyuhyun segera berlari mengerjar Myungsoo yang sudah berjalan didepan mereka.


"Myung tunggu" panggil Miura yang mengejar langkah Myungsoo bersama Kyuhyun.


"Hmmm. Waeyo?!" tanya Myungsoo yang menghentikan langkahnya.


"Maafkan aku nde. Aku berbicara begitu tidak bermaksud mendukung yangmulia ibu suri untuk menjodohkanmu dengan anak bangsawan istana. Aku hanya ingin mengulur waktu agar kau bisa meyakinkan hatimu pada Suzy, selama putri pejabat Hwang disini aku akan berusaha membuat orang istana tidak menyukainya karena aku juga sama sepertimu, aku menyukai sifat unik Suzy yang membuat istana berwarna." jawab Miura dengan wajah bersalah.


"Gomawo noona, tapi entahlah aku serahkan semua ini pada tuhan"


"Kalau kau pasrah tanpa usaha itu akan sia-sia. Jika kau ingin mendapatkan Suzy kau juga harus berusaha lebih untuk mendekatinya. Usaha keras akan membuahkan hasil jadi semangatlah. Aku sebagai kakakmu akan mendukung semua keputusanmu" kini Kyuhyun menepuk pundak Myungsoo memberi semangat.


"Gomawo hyung. Aku akan berusaha keras agar aku bisa mendapatkan hati Suzy"


"Semangat"


Malam harinya.


Suzy tidak bisa tidur memikirkan ucapan Sungjong tadi siang, setiap kata Sungjong yang mengatakan Myungsoo akan menikah dengan di jodohkan, berita itu membuatnya berdebar dan gelisah seperti ada yang sedang mengusik dihatinya.


"Aish aku kan tidak menyukainya, kami hanya teman tapi kenapa juga aku gelisah. Mau dia menikah dengan siapapun itu bukan urusanku! Huwa kenapa otakku ini terus memikirkannya." ucap Suzy sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri. "Kami berbeda kasta, kami hanya saudara angkat dan itu karena ibu Sohee mengasuhku sejak kecil, tidak mungkin kami bisa bersama. Myungsoo calon raja dan aku hanya rakyat jelata aigo pergilah bayangan pangeran Myungsoo, jangan ganggu aku. Huft lebih baik aku memaksa memejamkan mata daripada tidak tidur sama sekali" lanjut Suzy merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


*


*


*


Pagi-pagi sekali Eunji sudah datang meminta Suzy dan Sohee membantunya menyiapkan keperluan untuk kedatangan anak pejabat Hwang, anak perempuan pejabat istana yang akan dijodohkan dengan Myungsoo.


"Apa harus kita yang menyiapkan semua ini?" tanya Suzy yang sedang menata bunga dan alas meja yang ada diruangan itu.


"Sebenarnya sih ini urusan eonni Miura dalam mengurusi interior atau kebersihan istana, tapi berhubung dia ada pertemuan diluar istana dengan petani jadi dia meminta tolong padaku untuk menata ruangan ini. Makanya aku mengajak kalian lagipula kalian hari ini tidak belajar materi yang berat" jawab Eunji menata korden ditangannya yang akan dipasangnya nanti.


"Apanya yang tidak berat? Semua sama susahnya untuk otakku" gerutu Suzy.

__ADS_1


"Kalau eonni mendapat begitu banyak tugas kenapa dia tidak membaginya dengan yang lain, Eunji. Tidak seharusnya dia sudah mengurusi pertanian istana tapi masih harus mengurusi kebersihan istana dan menyiapkan ruang bila ada tamu yang datang. Bukankah diistana banyak orang kenapa tidak dibagi" ucap Sohee yang baru muncul bersama beberapa dayang yang baru membersihkan ruangan kamar.


"Aku juga tidak tahu Sohee. Dulu pertanian dan peternakan istana diurusi oleh putri pertama sang raja dan putra selir kedua. Namun karena mereka menikah dan memutuskan untuk pindah dari istana, dan saat itu eonni Miura dibawa istana masuk oleh ibunya yang seorang pengawas pekerja dikebun istana, jadi dia langsung diberi tugas ini setelah dia menikah dengan pangeran Kyuhyun. Dia menikah muda namun harus dihadapkan dengan semua tugas istana yang begitu banyak. Seharusnya memang raja mencari seseorang baru yang bisa menghandel ini"


"Jika bertemu aku akan mengusulkan itu, kasian eonni Miura bila harus mengemban tugas istana sebanyak ini"


"Sohee, Suzy apa kalian sudah tahu rupa anak pejabat Hwang yang akan menempati kamar ini?"


"Belum. Kau sudah tahu Eunji?" jawab Sohee dan Suzy kompak.


"Aku pernah beberapa kali melihatnya saat ada acara perkumpulan para putri pejabat. Namun aku tidak pernah bertegur sapa dengannya. Menurut yang ku dengar dari eonni Miura nona Hwang bernama lengkap Hwang sinbi putri kedua dari pejabat Hwang, berusia 20 tahun pandai menari. Untuk sifatnya kalian bisa lihat nanti"


"Pasti dia gadis yang menyebalkan, sama seperti anak pejabat Shin yang menghina kami waktu itu. Anak pejabat kan begitu suka meremehkan orang miskin"


"Kau tidak sedang cemburukan Zy?" Goda Eunji mengerlingkan matanya pada Suzy.


"Aniya, untuk apa aku cemburu. Kami hanya teman saja" jawab Suzy sedikit gugup.


"Yang benar?"


"Iya, Jung Eunji ish"


"Hahaha"


"Sudah. Cepat selesaikan semua ini. Lalu kita bisa belajar lagi. Kedua namja itu bisa mati bosan menunggu kita" ucap Sohee yang selesai melipat selimut sutra ditangannya.


"Biarkan saja. Aku yakin mereka juga sibuk dengan kegiatannya sendiri"


Setelah selesai menyiapkan kamar yang akan ditinggali Sinbi selama 1 hingga 3 bulan kedepan. Eunji, Suzy dan Sohee pergi meninggalkan kediaman yang tidak jauh dari kediaman Suzy dan Sohee. Lebih tepatnya berada di belakang kediaman selir Chang. Mereka sengaja mengisi perut dulu sebelum melanjutkan belajar mereka yang tertunda.


"Akhirnya kenyang juga" teriak Suzy yang mengelus perutnya.


"Kau ini Zy, padahal tadi sarapan kau makan banyak sekali" ucap Sohee sambil memakan puding penutup makan siang.


"Hehehe. Salahkan kapasitas perutku yang besar hingga bisa menampung banyak makanan"


"Zy?" panggil Eunji yang memainkan buah apel ditangannya.


"Hmmmm. Waeyo?!"


"Apa kau tidak benar-benar menyukai Myungsoo? Sedikit" tanya Eunji ragu-ragu.


"Kenapa membahas Myungsoo lagi. Calon istrinya sudah didepan mata Eunji. Kenapa kalian merisaukan aku?" jawab Suzy ketus walau ada nada gugupnya.


"Sejujurnya aku lebih menyukai kau yang menjadi istri Myungsoo ketimbang anak pejabat Hwang. Jika kau yang jadi istri Myungsoo maka kita akan sering bersama dan melewati suka suka diistana bersama, jika kau menikah dengan orang lain maka aku akan kehilangan saudara sepertimu yang membawa keceriaan diistana. Hwang Sinbi belum tentu mau berteman dengan dayang sepertiku walaupun Myungsoo memaksanya." ucap Eunji dengan wajah sendu menatal luar jendela.


"Eunji benar Zy, jika kau menikah dengan Myungsoo maka kita akan jadi saudara sungguhan bukan saudara angkat lagi" ucap Sohee ikutan Eunji mengompori perasaan Suzy.


"Astaga kalian ini. Suka pada teman itu tidak bisa diartikan aku mencintainya. Dan kita selamanya akan jadi saudara apapun yang terjadi" ucap Suzy sebal pada kedua sahabatnya.


"Renungkan baik-baik Zy. Ini belum terlambat untuk mengakui perasaanmu pada Myungsoo"


"Aku ingin kau mengambil keputusan sebelum terlambat, dan aku harap kau tidak mengecewakan kami"


"Ayo kita menuju perpustakaan pasti Myungsoo dan Sungjong sudah bosan menunggu kita untuk belajar" ajak Sohee yang berdiri duluan.


- perpustakaan-


Suzy dan Myungsoo ditinggalkan hanya berdua saja, ketiga sahabat mereka pergi menuju ke taman depan perpustakaan karena yang dipelajari Suzy dan Sohee adalah materi yang berbeda.


"Zy" panggil Myungsoo.


"Hmmmmm" suzy bergumam namun tidak mengalihkan pandangannya dari membaca.


"Bae Suzy, Bae Suzy, Bae Suzy"


"Yaaa, kau ini kenapa berisik pangeran Myungsoo. Dari tadi memanggilku tapi tidak bicara apa-apa, biasanya kau melarangku cerewet tapi hari ini kau sendiri yang cerewet sekali seperti kereta api" dengus Suzy sambil mengomel. Namun Myungsoo hanya menghela napasnya."Wae? Wae?"


"Kau ini kenapa sih Myung. Kalau tidak mood mengawasiku ya sudah pergilah, aku akan belajar sendiri mumpung moodku hari ini bagus" ucap Suzy sambil melanjutkan membacanya, seolah menyibukkan diri seperti menghindari tatapan Myungsoo.


"Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?" kesal Myungsoo merebut buku Suzy dan menutupnya. Myungsoo mendekat dan mencengkram pundak Suzy. Melihat itu Sohee hampir berlari menghampiri namun ditahan Eunji dan Sungjong agar membiarkan mereka berdua bicara.


"Yaaaa kau ini kenapa? Lepaskan aku" ucap Suzy yang mencoba melepaskan cengkraman Myungsoo, namun cengkramannya begitu kuat. Karena posisi Suzy yang duduk membuat kesulitan bergerak.


"Apa kau tidak bisa melihatku? Aku sudah berupaya membuatmu memperhatikanku, berusaha menarik perhatianmu, berusaha mengungkapkan perasaanku tapi kau menganggapku hanya bercanda. Kau tetap menganggapku hanya teman biasa. Kenapa Zy?" bentak Myungsoo membuat Suzy dan yang lain yang sedang mengintip kaget, karena semua tahu Myungsoo adalah pria yang kalem selama ini.


"Myung kau ini kenapa? Kau kesambet apa? Jangan membuatku takut begini. Sadarlah!"


"Aku sangat sadar Zy, aku mencintaimu bahkan aku tertarik padamu dari awal aku melihatmu berlatih pedang. Tapi kenapa kau sering menganggap perhatianku atau ucapanku hanya candaan saja. Coba jawab Zy apa yang kurang dariku?"


"Myung, aku....."


Suzy mencoba berbicara tapi Myungsoo sudah terlebih dulu mendaratkan bibirnya ke bibir Suzy, hingga langsung membuat Suzy terdiam tidak bisa bergerak karena otaknya blank menerima serangan mendadak dari Myungsoo untuk beberapa saat. "Aku mencintaimu Bae Suzy, percayalah" ucap Myungsoo setelah melepas ciumannya pada Suzy yang masih shock.


"Myung.... Aku..."


"Hust.... aku tahu kau juga menyukaiku kan."


"Myung ini tidak benar, kau sudah dijodohkan dengan wanita yang akan datang besok"


"Selama belum ada pernikahan, aku bebas menentukan pilihanku. Dengan siapa aku menikah itu juga keputusanku"


"Aku ini bodoh, ceroboh dan suka membuat masalah apa itu tidak masalah untukmu. Ibu suri juga tidak menyukaiku. Apa kau akan menerima kekuranganku?"


"Aku tahu kau bodoh, ceroboh dan suka membuat onar tapi yang aku tahu kau wanita yang baik, wanita tangguh yang selalu berusaha tetap belajar agar bisa menjadi seorang putri walau kau tahu kapasitas otakmu lemot, kau wanita kuat yang melindungi Sohee dengan segenap hatimu hingga membuatku kagum dengan sifat kuatmu" ucap Myungsoo yang memeluk Suzy. "Jadi jangan meragukanku"


"Hmmmm, aku juga menyukaimu Myung walau hanya sebagai temanku untuk saat ini"


"Berikan aku kesempatan untuk selalu berada didekatmu Zy, aku sangat mencintaimu"


"Nde, aku akan memberi kesempatan padamu untuk membuktikannya"


"Gomawo Zy"ucap Myungsoo terus memeluk Suzy dengan erat.


Diluar Sohee, Eunji dan Sungjong tersenyum gembira melihat Myungsoo dan Suzy saling mengakui perasaan mereka.


"Akhirnya mereka bisa saling mengungkapkan isi hatinya, walau perkataan Suzy masih begitu huft" ucap Sohee menggembungkan pipinya berjalan menuju kursi taman.


"Aku kan sudah bilang mereka itu sebenarnya saling menyukai, hanya saja Suzy malu-malu kucing untuk mengakui perasaannya maka itu dia berbicara begitu" tambah Sungjong yang mengikuti langkahnya menuju bangku taman yang tak jauh dari perpustakaan. "Untung tadi kau tidak jadi masuk sayang, bisa gagal dan kita tidak akan melihat adegan Myungsoo yang berani sekali mencium Suzy"


"Kau benar? Untung saja kalian bisa mencegahku agar tidak masuk. Aku tidak bisa membayangkan apa jadinya tadi hehe"


"Ideku memang baguskan. Dengan membiarkan mereka bicara hanya berdua, Myung saja yang bodoh masa bertindak begini saja harus menunggu ide dariku dulu. Dasar pangeran payah" gunam Eunji memuji diri sendiri dengan bangga. "Aku sebenarnya sudah melihat tatapan cinta dari mata Myungsoo pada Suzy sejak malam kita keluar melihat festival musim gugur itu, ku pikir malam itu saat aku meninggalkan mereka berdua jalan-jalan, Myungsoo akan mengungkapkan perasaannya dengan gamblang makanya aku kaget membaca pesan singkat Sungjong padaku. Untung tadi terpikir ide membiarkan mereka agar berdua saat makan siang. Myungsoo bertindak begini malahan wkwkwk"


"Salahkan otak bodoh Suzy yang membuat Myungsoo frustasi sejak pulang malam itu. Hingga uring-uringan sendiri"


"Tapi Eunji, bukankah Myungsoo akan dijodohkan dengan Sinbi. Bahkan besok dia akan datang ke istana. Aku khawatir hati Suzy akan terluka." ucap Sohee sedikit khawatir saat dia duduk dibangku taman.


"Tenang sayang, Myungsoo pasti sudah mempertimbangkan hal ini untuk menolak Sinbi. Aku yakin kehadiran Sinbi tidak akan merubah apapun" ucap Sungjong menepuk pundak Sohee seolah menenangkan dan jangan khawatir.


"Bukankah hati bisa berubah?"

__ADS_1


"Mungkin saja Myungsoo menggunakan acara perjodohan ini untuk membuat Suzy cemburu? Sepertinya akan seru drama ini" ucap Eunji sambil tersenyum.


__ADS_2