Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 3


__ADS_3

Suzy dan Sohee terus belajar mengenai istana dan isinya diruang belajar kediaman mereka berdua, karena jika diperpustakaan akan membuat Suzy mengantuk dan tidak fokus. Eunji mengusulkan mengajari mereka diruang khusus mereka belajar agar lebih mudah. Kali ini mereka berdua hanya ditemani Myungsoo dan Eunji karena Sungjong hari ini ada kegiatan mengetes para pengawal dan prajurit baru yang akan dilantik masuk istana, mereka yang sudah di latih beberapa bulan ini di departemen pertahanan akan di tes untuk masukan ke istana menggantikan prajurit dan pengawal yang sudah tua dan sudah waktunya beristirahat. Karena Sohee yang sudah hafal tentang tata krama berada diistana jadi kini dia belajar mengenai cara berpakaian, merangkai bunga, menyajikan teh, dan cara menjadi putri yang anggun di istana. Sohee ditemani Eunji berlatih cara merangkai bunga diruang tamu agar tidak mengganggu konsentrasi Suzy, sedangkan Suzy sendiri tentu masih belajar menghafal tata krama dengan Myungsoo yang sibuk membaca pekerjaannya dipemerintahan. Kini dia dan Suzy juga sudah berteman walau sering bertengkar kecil meributkan ini itu.


"Zy, apa otakmu memang benar-benar terbuat dari siput? Menghafal tata krama yang mudan seperti ini saja masa tidak hafal-hafal" ucap Myungsoo frustasi melihat kelemotan Suzy.


"Yaaa jangan salahkan otakku yang lambat, salahkan semua buku istana yang tebal-tebal ini" balas Suzy melotot kearah Myungsoo yang mendesah frustasi.


"Makanya berusahalah. Kau ini memang lemot atau memang bodoh"


"Yaaa kau jangan membuatku emosi. Kau ingin ku makan hidup-hidup haa"


"Lihatlah Sohee, bahkan dia bisa menyelesaikan beberapa buku ini dengan singkat, kau 3 buku saja tidak selesai-selesai"


"Kau ini seotang pangeran tapi cerewet sekali"


"Aku ini peduli padamu sebagai teman. Walau bagaimanapun kau sudah jadi adik angkatku sejak masuk di istana"


"Ah kau benar juga. Tapi buku ini susah dihafal Myung. Kau tinggal disini sejak kecil selama 24 jam setiap harinya, apa kau tidak merasa bosan?"


"Kenapa bosan? Ini tempat tinggalku sejak aku lahir jadi ya biasa saja."


"Menurutku disini membosankan. Tidak bebas dan semua serba diatur seperti boneka"


"Daripada banyak protes, cepat belajar sungguh-sungguh setelah ini aku akan mengetesmu lagi. Aku ada pertemuan dengan pejabat se-jam lagi"


"Iya-iya pangeran Myungsoo yang sibuk hahahaha" canda Suzy namun tidak ditanggapi Myungsoo. Myungsoo seolah sibuk dengan bukunya.


Diruang tamu.


Sohee dan Eunji merangkai bunga ke dalam vas yang sudah di siapkan Eunji sewaktu datang, Eunji sudah meminta pengawal istana membawa vas dan beberapa bunga mawar dari taman istana.


"Kau diajari sekali saja sudah bisa. Aku pesimis Suzy akan secepat ini belajarnya" ucap Eunji lesu.


"Aku akan membantumu mengajari Suzy kalau untuk merangkai bunga. Suzy memang jika berurusan dengan belajar dan menghafal akan mudah bosan, makanya sulit untuk mengingat apa yang dia pelajari" balas Sohee.


"Andai dia bisa secepat dirimu pasti semua akan mudah hahaha"


"Manusia itu terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak mungkin memaksa otak Suzy sama sepertiku"


"Kau benar. Mari selesaikan ini. Setelah itu aku akan mengajarimu menyambut tamu dan menyajikan teh untuk tamu"


"Hmmmm"


*


*


*


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam akan tetapi Suzy belum juga bisa tidur juga mungkin efek dia terlalu banyak tidur siang tadi, memtuskan ke kamar Sohee malah mendapati Sohee sudah tertidur dengan pulas diranjang empuknya. Pelayan juga sudah pergi untuk istirahat karena memang jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan sudah waktunya mereka semua pergi istirahat. Ingin menggambar tapi dia sedang tidak mood menggambar dibuku gambarnya.


"Aish, aku harus apa ya kira-kira agar bisa mengantuk? Mau tidur didalam selimut juga tidak bisa. Aha...."


Ternyata dia memutuskan untuk berlatih bela diri seorang diri dihalaman istana kediamannya dengan Sohee yang lumayan luas. Suzy berpikir mungkin dengan melatih ilmunya dimalam hari, dia merasa tubuhnya akan rilex. Suzy mencoba beberapa gerakan ilmu bela diri yang pernah dipelajarinya sewaktu di Daegu.


Prok...


Prok...


Suara tepuk tangan menggema disamping pintu halaman masuk, saat menolehkan kepalanya Suzy mendapati Myungsoo sedang bersedekap disamping pintu masuk sambil memperhatikannya yang berlatih.


"Apa yang kau lakukan disini? Kau sedang mencoba mengintipku ya pangeran?" tuduh Suzy dengan mulut nyinyir.


"Hey nona Suzy yang sok terhormat untuk apa aku mengintipmu, kurang kerjaan. Aku kebetulan lewat saja karena jalan yang harus aku lewati cuma jalan yang didepan istana ini. Karena aku dengar suara berisik jadi aku datang melihat apa yang terjadi, ternyata kau sedang berlatih silat"


"Alasan saja"


"Tapi teknik bela dirimu sudah cukup lumayan bagus untuk seorang wakita. Aku baru melihat ada seorang wanita bisa ilmu bela diri. Dan itu baru dirimu"


"Itu bukan urusanmu pangeran, aku bisa bela diri atau tidak itu urusanku"


"Bukankah kita teman sekarang? Kenapa kau suka sekali emosian"


"Memang kita teman, tapi bukan berarti kau boleh berkomentar seenakmu mentang-mentang pangeran huft.."


"Aku ini pangeran yang bijaksana mana ada aku senaknya seperti tuduhanmu itu"


"Mungkin saja😝"


"Hahahaha Aku beri tahu ya nona Suzy. Di istana wanita dilarang menggunakan ilmu bela diri apalagi menggunakan pedang. Berhati-hatilah jika bertemu ibu suri. Selamat malam hahaha" ucap Myungsoo yang kemudian berlalu meninggalakan Suzy yang sedang kesal.


*


*


*


Sudah dua bulan Suzy dan Sohee berada diistana. Saat ini Sohee belajar membaca puisi diajari Sungjong, sedangkan Suzy saat ini belajar ditemani Eunji. Mereka saat ini belajar dirumah hutan istana yang lumayan jauh letaknya dengan istana inti. Sungjong yang mengusulkan ini karena merasa jika belajar di alam bebas kemungkinan bisa membuat otak slalu segar jadi cepat mudah menghafalkan buku yang disediakan istana. Hari ini Myungsoo tidak ikut mengajari Suzy dan Sohee karena dia sedang dikirim untuk mewakili raja kim rapat dengan mentri-mentri diistana.


"Wah Sohee kemampuanmu semakin bertambah pesat saja dalam belajar" puji Sungjong.


"Ah Sungjong, kau terlalu memujiku" ucap Sohee yang tersipu malu.


"Aduh aku susah sekali menghafalkannya, apalagi membaca dengan bagus. Aku memang tidak pantas sepertinya menjadi anggota istana" protes Suzy yang memang payah menghafalkan pelajaran, dia memilih jadi prajurit perang jika bisa daripada menghafal.


"Ayo yang semangat Zy. Jika kau tidak cepat hafal maka kau tidak akan bisa ikut jalan-jalan keluar istana" bujuk Eunji.


"Benarkah?"


"Nde, Myungsoo sendiri yang sudah memberi perintah padaku. Jadi lekaslah belajar sungguh-sungguh agar kau bisa ikut kami semua jalan-jalan disekitar luar istana. Jika kau tidak sungguh-sungguh maka ibu suri akan mempersulitmu seperti biasa"


"Ah benar, musuh terbesarku adalah nenek galak itu kemudian permaisuri"


"Makanya belajarlah dengan sungguh-sungguh"


Myungsoo duduk diruang tamu kediaman raja kim Hwanhee sambil memainkan gagang cangkir kopinya, Kyuhyun hanya tersenyum melihat adiknya tersebut.


"Pangeran kyuhyun, bagaimana dengan hasil pertanian sekitar istana?"tanya raja Hwanhee pada Kyuhyun.


"Sangat baik yangmulia. Buah dan sayuran sudah dipastikan panen, saran yang diberikan putri Miura beberapa waktu lalu untuk mengubah cara bercocok tanam diladang warga sudah mulai menunjukkan hasil yang memuaskan. Saya harap hal ini terus berlanjut untuk tanaman padi dan juga tanaman lainnya yangmulia" jawab Kyuhyun dengan menyampaikan hasil dari wawancaranya dan Miura dengan warga.


"Putri Miura memang bisa diandalkan untuk urusan pertanian di lingkungan istana, semoga kedepannya semakin meningkat agar warga tidak ada yang mengalami krisis bahan pangan"

__ADS_1


"Nde yangmulia"


"Lalu bagaimana denganmu pangeran Myungsoo. Apa sudah ada perkembangan mengenai hasil belajar putri Sohee dan putri Suzy?"


"Sejauh ini mereka sudah mengerti aturan dan adat istidat istana. Namun untuk menghafal dan menjadi seorang putri yang baik dan apa saja tanggung jawabnya diistana, mereka belum sepenuhnya bisa menguasai pembelajaranya apalagi putri Suzy yang sulit mengingat buku apa yang barusan dia baca"


"Hahaha istana pasti ramai sekarang karena kehadirannya?"


"Nde yangmulia. Putri Suzy bahkan sering menghilang dan bermain-main hingga yangmulia Ibu suri marah" sahut permaisuri yang menyajikan minuman untuk raja.


"Harap makhlum yangmulia. Putri Suzy dan putri Sohee terbiasa hidup sebagai rakyat biasa lalu tiba-tiba dia dibawa keistana. Satu bulan, dua bulan atau bahkan satu tahun, itu belum tentu bisa dijadikan tolak ukur untuk menjamin dia pantas atau tidak menjadi putri. Adaptasi di istana itu lebih sulit daripada adaptasi menjadi rakyat biasa " ucap Kyuhyun menengahi.


"Memang benar kata pangeran Kyuhyun yangmulia, tidak bisa dengan mudah mengubah kebiasaan yang mereka jalani diluar istana agar patuh diistana dengan cepat, namun saat ini nona Eunji dan Sungjong sedang berusaha melatih mereka agar mereka pantas disebut putri saat ada pertemuan diluar istana. Jadi saya harap yangmulia permaisuri jangan terlalu khawatir pada mereka karena apa yang mereka pelajari membutuhkan suatu proses"ucap Myungsoo dengan tegas.


"Saya hanya khawatir yangmulia, apalagi putri Suzy yang sering menghilang dan bermain-main sesuka hatinya. Kalau terus seperti itu bagaimana dia bisa belajar memahami pelajaran di istana dengan cepat, dan jika terus seperti ini bagaimana tanggapan masyarkat sekitar dan luar istana"


"Tenanglah yangmulia permaisuri, pangeran Myungsoo pasti bisa menangani putri Suzy. Apalagi sepertinya pangeran Myungsoo sedang tertarik dengannya?" goda Kyuhyun memasang wajah genit pada Myungsoo.


"Yaaaa. Pangeran Kyuhyun" ucap Myungsoo tak terima yang membuat raja Hwanhee dan Kyuhyun tertawa kecuali permaisuri, bahkan para penjaga dan pelayan juga ikut tersenyum.


"Hahhaahaha"


"Tertarik bukan berarti aku menyukainya"


"Tidak menyukai bukan berarti tidak mencintainya kan? Akhirnya pangeran kita dapat menyukai seseorang. Kita harus merayakannya" ucap raja Hwanhee ikut menggoda Myungsoo.


"Terserah" ucap Myungsoo memasang wajah dinginnya.


"Mohon maaf yangmulia raja, yangmulia ibu suri ingin mencarikan sendiri calon istri untuk pangeran Myungsoo karena dia adalah calon raja"


"Aku untuk istri tidak mau membebani mereka permaisuri, biarkan mereka yang menentukan pilihannya sendiri yangmulia permaisuri. Untuk generasi kita bisa melihatnya nanti"


"Nde mama, hamba mengerti"


"Yangmulia kami permisi dulu" pamit Kyuhyun dan Myungsoo.


"Silahkan"


Kyuhyun dan Myungsoo berjalan beriringan menuju pintu keluar kediaman sang raja. "Kau gila hyung, bicara sembarangan?"


"Aku lihat kau memang sepertinya tertarik setiap mengajarinya, setiap dia belajar kau bahkan menatapnya seperti terkena virus mematikan dari cinta hahaha"


"Aku hanya melihat sisi lucunya saat belajar, tertarik bukan berarti suka hyung. Aku lihat dia unik dan itu membuatku kagum saja saat melihatnya karena dia bisa menguasai ilmu yang tidak terduga seperti bela diri. Untuk seorang wanita bukankah diistana sangat jarang bahkan tidak ada yang bisa ilmu bela diri. Semua wanita diistana sibuk belajar agar terlihat sempurna menanti orang-orang yang mrlindungi saja"


"Kemajuan dari pangeran Myungsoo yang kini bisa mengagumi seorang wanita, kau bahkan bisa tahu dia bisa ilmu bela diri padahal semua belum ada yang tahu hahaha"


"Diamlah hyung, kau membuatku sebal dengan tawamu. Aku tidak sengaja melihatnya latihan bela diri waktu pulang malam dan memilih jalan pintas yang melewati kediamannya dan Sohee"


"Baiklah, jika kau suka langsung bilang saja seperti yang raja bilang. Daripada kau dicarikan jodoh yang belum tentu kau sukai"


"Aku akan mencari jawabannya dulu hyung. Mana mungkin ada namanya cinta pada pandangan pertama hahaha lama-lama aku gila sepertimu hyung"


Sore hari.


Sungjong dan Eunji mengajak Suzy dan Sohee untuk ke tempat latihan memanah dan latihan menaiki kuda. Suzy yang mudah tertarik dengan ini itu segera menghampiri kuda yang sedang dimandikan oleh petugas istana.


"Paman, apa kau memandikan semua kuda disini setiap hari" tanya Suzy antusias sambil mengelus kepala kuda yang sedang dibersihkan.


"Nde tuan putri, saya yang mengurusi kuda-kuda disini setiap hari" jawab pengurus kuda tersebut. Suzy terus mengelusi kuda yang dibersihkan itu membuat yang lain tertawa karena si kuda terus berteriak, apalagi ketika diberi makan.


"Benarkah? Teman-teman kudanya menyukaiku" ucap Suzy senang. "Nanti aku akan menaikimu jika kau sudah bersih. Ok!" lanjut Suzy yang membuat yang lain makin tertawa.


"Dia seolah bisa saja" ucap Sunjong berbisik disamping Sohee, yang membuat Sohee menoleh padanya.


"Wae? Apa aku salah bicara"


"Lihat saja nanti ketangguhannya Suzy hehehe"


"Kenapa ketawa Sohee?" tanya Eunji yang berdiri didepan Sohee dan Sungjong.


"Aniya Eunji, Sungjong ragu dengan Suzy padahal Suzy pernah bekerja membersihkan kuda di Daegu, dan aku rasa dia pasti sudah pernah mencoba menaiki kuda. Suzy gadis pembuat onar mustahil dia tidak mencoba menaikinya dulu wkwkkwk"


"Yaaa kalian menertawakanku. Awas saja nanti. Kita buktikan kita nanti bahwa kita bisa melaju cepat. Ok!" teriak Suzy kepada temannya, kemudian berbicara pada kuda yang sudah siap dibersihkan. Teman-temannya hanya bisa geleng-geleng kepala.


Dari area kandang kuda dan melihat berbagai jenis kuda, mereka menuju area memanah dan bela diri yang membuat Suzy semakin kagum dengan keindahan istana yang begitu luas. Disana sudah ada Myungsoo yang sedang latihan memanah sendirian.


Prook...


Prook...


"Wah tembakan yang bagus tuan" puji Suzy yang segera menghampiri Myungsoo yang berdiri diberanda area memanah.


"Gomawo ☺" ucap Myungsoo. "Mau mencoba?"


"Bolehkah"


"Tentu saja boleh, hanya mencoba saja siapa yang akan melarangnya"


"Sohee, ayo kita coba memanah" teriak Suzy mengajak Sohee untuk memegang busur dan menembakkan panah ke arah patung buatan yang berada dihalaman area memanah.


"Aku tidak bisa Suzy" tolak Sohee mengelengkan kepalanya.


"Ayo aku ajari" ucap Sungjong menarik tangan Sohee agar mengikutinya ke tengah-tengah area tempat memanah. Sohee seperti bersenam jantung saat Sungjong berdiri telat dibelakangnya, mengambilkan busur dan menunjukkan tata cara memegang busur kemudian menaruh anak panah untuk ditarik dan arahkan ke sasaran.


"Apa kau sudah mengerti?" ucap Sungjong saat busur dan anak panah yang dipegang Sohee sudah siap untuk ditembakkan.


"Nde Sungjong-ah" balas Sohee yang melepaskan anak panak ke sasaran tapi ternyata gagal, karena anak panah yang ditembakkan meleset dari sasaran.


"Sudah ku bilangkan aku tidak bisa, mianhae"


"Tidak apa-apa untuk yang pertama kali belajar pasti meleset, tidak perlu minta maaf. Kita coba lain kali"


"Gomawo semangatnya. Tapi mianhae aku tidak berminat untuk berlatih memanah"


"Tidak apa? Diistana memang oleh ibu suri diperintahkan jika wanita tidak diizinkan berlatih memanah dan bela diri. Karena tugas prialah yang melindungi wanita"


"Sohee, lihat aku berhasil. Aku cocokkan menjadi prajurit perang istana yeyeye" ucap Suzy girang padahal tembakannya hanya menyerempet disasaran. Membuat semuanya hanya geleng-geleng. "Apa aku boleh berlatih silat disini? Didepan kamar sepertinya tempatnya kurang lebar untuk latihan"


"Didalam istana wanita dilarang menggunakan ilmu bela diri oleh ibu suri, apalagi menggunakan pedang. Kenapa? kau bisa ilmu silat?" ucap Eunji.


"Dulu tidak bisa, tapi karena melihat ibu kim sering dipukuli rentenir ketika mereka menagih hutang. Hingga akhirnya aku berjanji pada diri sendiri untuk melindunginya dan Sohee sampai kapanpun, makanya aku giat berlatih agar bisa melindungi keluargaku. Tapi disini sepertinya aku tidak bisa berlatih lagi. Eottoke?"

__ADS_1


"Sepertinya kau harus diam-diam jika masih ingin berlatih, bila ketahuan pasti kena hukuman. Pedangmu hadiah ibu harus kau simpan baik-baik. Jangan sampai dirampas seperti kamera ibu yang waktu itu" ucap Sohee yang hanya diangguki lesu oleh Suzy, yang membuat semuanya menahan senyum tak terkecuali Myungsoo, karena semua sudah tahu bahwa Suzy sangat menyukai bela diri, dia belajar sedari kecil untuk slalu melindungi Sohee dan ibunya sejak para rentenir ingin menghajar mereka.


Dari area bela diri dan memanah, mereka bergeser ke area dapur istana dan ruang penyimpanan bahan makanan. Disana ada selir Chang yang sedang mencicipi menu-menu masakan para koki istana sebelum nanti disajikan untuk keluarga istana.


"Anyeonghaseyo selir Chang" ucap semuanya pada selir Chang.


"Anyeonghaseyo anak-anak. Apa yang sedang kalian lakukan disini? Apa kalian ingin dibuatkan sesuatu" tanya Selir Chang pada mereka.


"Tidak ada yangmulia selir Chang, kami hanya menunjukkan pada putri sohee dan Suzy dimana letak dapur istana. Dan apa saja yang dilakukan disini, mereka tinggal disini lebih dari dua bulan tapi mereka belum tahu letaknya dan belum mengunjungi tempat-tempat diistana. Mereka hanya difokuskan belajar oleh permaisuri. Berdasarkan izin raja akhirnya mereka bisa melihat-lihat sekarang" ucap Myungsoo menjelaskan pada selir Chang.


"Iya, aku juga kurang setuju dengan kakak. Tapi apa daya aku hanya selir yang tidak punya kuasa untuk melawannya. Dayang-dayang dan koki istana perkenalkan ini putri raja dari selir ketiga"


"Anyeonghaseyo semua, Nae Kim Sohee"


"Anyenghaseyo, Nae Bae Suzy"


"Anyeonghaseyo tuan putri Sohee dan tuan putri Suzy." ucap semua koki dan dayang yang ada didapur istana.


"Jika kalian ingin dimasakan sesuatu yang kalian inginkan, kalian bisa langsung datang kesini" ucap selir Chang lagi.


"Apa kami boleh membantu memasak disini? Kapan-kapan?" tanya Sohee.


"Anggota istana tidak diizinkan menyajikan masakan untuk dimakan keluarga besar karena sudah ada koki terbaik. Tapi kalau untuk berlatih memasak atau membuat makanan untuk perayaan boleh hanya jamnya tidak saat para koki dan dayang bekerja." jawab Selir Chang.


"Kami mengerti"


"Kalau masih ingin melihat-lihat silahkan. Aku masih ada urusan dengan para penjaga bahan makanan untuk mengecek barang pangan yang masih ada digudang apa saja"


"Nde, selir Chang"


Selir Chang pergi. Sohee, Suzy, Eunji, Sungjong dan Myungsoo juga keluar dapur istana untuk kembali ke kediaman masing-masing kecuali Sungjong yang masih setia mengikuti Myungsoo untuk berlatih pedang.


Usai makan malam.


Sohee dan Suzy duduk diruang belajar dengan kegiatan masing-masing. Suzy melukis dan Sohee merajut baju untuk musim dingin. Eunji datang membawa selimut untuk menginap dikediaman mereka.


"Kalian malam minggu bukannya menikmati hari libur belajar kalian, malah sibuk sendiri" ucap Eunji duduk disamping Sohee yang merajut helai benang demi benang.


"Habis kami bosan Eunji. Dirumah dulu setiap malam minggu kami pergi jalan-jalan. Disini setiap malam minggu yang bisa kami lalukan ya hanya begini, atau duduk diluar menikmati udara segar😔" ucap Suzy jenuh.


"Mau jalan-jalan disekitar sini?" ajak Eunji.


"Tapi? Bukannya kami dilarang keluar" tapi Sohee ragu-ragu.


"Kita pergi diam-diam. Jangan sampai ketahuan. Kebetulan aku ingin menemui seseorang"


"Apa dia kekasihmu?" goda Sohee.


"Hanya dekat saja. Bukan kekasih" sergah Eunji namun wajahnya memerah.


"Cieee. Jiji memerah mukanya hahaha" ucap Suzy ikutan menggoda. "Tapi tidak mungkinkan kita pergi dengan memakai baju yang ribetnya minta ampun begini" lanjut Suzy lesu.


"Tentu saja tidak" ucap Eunji membuka bungkusan yang ada didalam selimutnya.


"Wah ternyata kau sudah menyiapkan semua ini untuk kita juga"


"Tentu saja. Aku akan mengenalkan kalian padanya, selama ini aku slalu sendirian diam-diam menemuinya. Karena kalian temanku maka aku akan mengajak kalian."


"Jja jja mari kita ganti baju"


"Tapi Eunji, apa tidak apa-apa?"


"Tenang saja. Aku sudah meminta pelayan kalian mematikan semua lampu dan menunggu kita pulang. Cepat sebelum hari makin malam"


"Nde"


Ketiganya segera bergegas ganti baju dan keluar diam-diam melewati jalan pintas dan tersembunyi yang selama ini slalu dilewati Eunji untuk keluar masuk diam-diam.


"Aku baru tahu diistana ada jalan seperti ini? Padahal sudah dua bulan aku disini dan slalu sembunyi-sembunyi menjelajah istana" tanya Suzy sambil memperhatikan kanan-kiri jalan.


"Ini jalan rahasia, tidak semua tahu. Aku dulu tidak tahu kalau saja pangeran Myungsoo dan sahabatnya Sungjong tidak menunjukkannya padaku waktu aku keluar belanja dan ibu suri mencariku." jawab Eunji yang berjalan didepannya.


"Apa jalan ini tidak digunakan oleh keluarga istana?" kini Sohee yang bertanya ingin tahu karena jalannya sepi.


"Dulu disebelah sisi kanan belakang taman itu adalah istana yang dibangun untuk Selir ketiga atau milik ibumu. Yang kudengar begitu. Jalan ini dibangun raja untuk menemuinya yang saat itu diasingkan dikediaman seketaris Lee sebelum istana itu jadi"


"Kasian sekali ibu. Pasti menderita diistana"


"Cinta pertama memang banyak berjuang. Jangan dipikirkan ucapanku. Jja jalan keluar sudah terlihat"


Ketiganya makin mempercepat jalan mereka agar segera keluar dari istana. Setelah agak jauh dari istana mereka bertiga berjalan menyusuri jalanan dengan santai sambil menikmati keindahan alam sekitar mereka, mulai dari menyusuri jembatan penyebrangan jalan dan melibat air yang mengalir.


"Kita akan menemui kekasihmu dimana?"


"Dikedai mie. Karena disana tempatnya tertutup jadi identitas kita akan aman. Lagipula paman pemilik kedai orangnya aman"


"Hmmm. Diluar istana ternyata indah ya Sohee, sama seperti di Daegu hanya saja disini ada istana besar yang sangat mencolok" ucap Suzy yang berjalan sambil menoleh sebentar ke arah istana yang sudah jauh.


"Iya Zy, inilah hidup baru kita. Kadang aku rindu rumah kita"


Tak lama kemudian setelah menuruni tangga penyebrangan Eunji berhenti disebuah kedai mie. Eunji mengajak keduanya masuk ke dalam kedai.


"Anyeonghaseyo paman" sapa Eunji pada pemilik kedai.


"Anyeonghaseyo nak. Kau membawa temanmu" balas pemilik kedai langganan Eunji.


"Nde. Mereka masih baru makanya ajak kesini untuk mencicipi masakanmu yang lezat"


"Baiklah. Aku akan memberikan menu special"


"Dia dimana paman"


"Diatas. Ditempat biasa"


"Oke. Kami tunggu diatas" ucap Eunji yang langsung menarik Sohee dan Suzy menuju tangga yang akan membawa merek ke lantai 2. Eunji membawa mereka ke depan pintu yang bercat merah yang berada dikanan tangga.


"Maaf lama, aku mengajak temanku jadi datang agak lambat" ucap Eunji pada seorang pria yang membelakangi mereka.


Pria itu menolehkan dirinya pada Eunji, Sohee dan Suzy.


"Ti...." ucap pria itu terdiam melihat dua wanita yang dibawa sang kekasih. Suzy juga menatap pria itu dengan terpakunya, Sohee yang melihat juga berkaca-kaca. Eunji yang bingung memperhatikan keanehan pada sang kekasih dan kedua putri yang ada didepannya.

__ADS_1


"Kakak" / "kak Seungho"


"Kakak" ucap Eunji terbata-bata karena shock mendengar ucapan Suzy dan Sohee.


__ADS_2