Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 5


__ADS_3

Alex bersiul-siul dengan pakaian khusus olahraganya, dia keluar dari kamar di kediaman yang dia tinggali bersama ibunya. Dia akan segera menuju ke tempat pacuan kuda istana.


"Lalalalalalala"


"Kau sepertinya sedang senang adikku" ucap seseorang yang bersandar disamping pintu kamarnya.


"Astaga Kyuhyun hyung. Kau membuatku terkejut saja." ucap Alex yang kaget.


"Hahahaha senang bisa membuatmu terkejut, karena biasanya kau yang slalu membuat kejutan"


"Sialan kau hyung. Mari duduk dulu" ucap Alex mengajak Kyuhyun duduk diruang tamu. "Ada apa hyung kesini? Merindukanku eoh?"


"Untuk apa aku merindukanmu Alex, setiap hari kita juga bertemu bukan?"


"Kau tahu hyung?"


"Tentu saja. Siapa yang tidak tahu jika ada dayang baru di dapur istana dengan gaya anehmu itu hahaha"


"Kau ini memang susah ditipu hyung, padahal semua tidak ada yang tahu jika aku sudah menyamar selama 3 bulan. Seru hyung bermain-main didapur dengan aneka masakan tapi gara-gara Suzy noona penyamaranku kacau dan aku dihukum ibu memijatnya semalaman sampai pegal tanganku"


"Kau mau aku melaporkan ke yangmulia raja? Kalau selama ini kau selalu bermain-main saja tidak sungguh-sungguh pergi ke Gangnam ke tempat kakak Selir Chang"


"Andwae hyung. Kau tidak kasihan padaku, aku sudah dihukum ibu. Kalau ayah tahu aku pasti di asingkan di istana selatan. Andwae!!"


"Kalau begitu bantu aku, berikan kesaksian dari apa yang kau lihat dan berikan alat anehmu tentang pembicaraan kemarin di pesta"


"Apa yang kau maksud?"


"Mau aku lapor yangmulia sekarang juga?"


"Andwae hyung. Baiklah-baiklah akan aku berikan padamu, asal jangan biarkan yangmulia tahu kalau aku menyamar selama 3 bulan ini, aku tidak mau mendapatkan hukuman."


"Bagus. Aku jamin kau tidak akan dihukum jika aku bilang berada di istana hanya kemarin saat kejadian itu berlangsung. Bagaimana?"


"Ngomong-ngomong kenapa kau mau repot sekali untuk menolong Suzy noona hyung?"


"Dia baik, lucu dan membuat kami semua ceria. Myungsoo juga sepertinya menyukainya walau menyangkal. Tapi alasan terkuatku karena dia tidak bersalah, bukankah keadilan harus ditegakkan?"


"Iya sih hyung, tapi dia suka sekali emosi dan main kekerasan. Kalau bukan karena dia berkelahi dan tidak membuat rambut palsu ku jatuh maka penyamaranku tidak akan pernah terbongkar. Dia begitu kuat untuk seorang wanita, aku tidak yakin anak perdana menteri Shin akan baik-baik saja menerima pukulan itu"


"Hahaha ceritakan saja yang sebenarnya didepan yangmulia agar Suzy bebas, dan jangan bermain terus. Belajarlah dengan serius. Siapa tahu yangmulia raja akan berpikir ulang untuk menjadikanmu raja di masa depan"


"Andwae hyung. Biar Myungsoo hyung saja yang menjadi calon raja, aku tidak perlu menjadi raja karena aku ingin jadi koki terhebat istana saja. sama sepertimu yang tertarik di departemen hukum"


"hahaha"


Tahanan bawah tanah


Sesuai dengan janjinya, Eunji mengantar Sohee ke penjara bawah tanah untuk melihat Suzy yang masih terkurung. Sohee segera berlari saat melihat tempat tahanan Suzy yang sudah ada didepannya.


"Zy, kau baik-baik sajakan disini." ucap Sohee meraih tangan Suzy.


"Aku baik-baik saja. Setelah ini aku pasti dibunuh atau mungkin dihukum pancung syukur-syukur jika aku didepak keluar saja. Bukankah aku sudah bilang Sohee kalau aku ini tidak berbakat menjadi seorang putri. Tapi kau memaksaku masuk istana" ucap Suzy sambil tersenyum.


"Kami akan segera menyelamatkanmu dan mengeluarkanmu dari sini. Kita adalah saudara jadi susah senang harus bersama"


"Ibu suri tidak akan membiarkan aku bebas, apalagi kalau anak bangsawan kemarin sampai mati. Sohee kalau memang aku mati bilang pada kakak kalau aku begitu menyayanginya"


"Yaaa jangan bicara yang tidak-tidak. Kami semua akan menyelamatkanmu dari sini. Jangan khawatir" kini Eunji menengahi keduanya.


"Tapi Eunji aku sudah membuat anak pejabat istana terluka parah. Apa itu bisa dimaafkan? Itu pasti membuat citra istana buruk."


"Kau berbuat begitu karena membela ibu Zy, yangmulia pasti akan mengerti. Aku akan bicara padanya" ucap sohee terus menggebu-gebu.


"Aku tidak yakin. Pukulanku pasti sangat keras melukainya. Aku pasrah saja Sohee, Eunji pada takdirku yang sudah seperti ini"


"Zy, Kejadian kemarin bukan sepenuhnya salahmu. Kau tenanglah walau aku tak bisa membantu karena aku dayang ibu suri tapi yang lain akan berusaha menolongmu."


Perpustakaan istana.


Semua berkumpul disini kecuali Sohee dan Eunji yang memang masih ditahanan bawah tanah menemani Suzy. Kyuhyun dan Miura sudah duduk sedari tadi dengan jenuh, Myungsoo masih berpikir sementara Sungjong mencoba mencorat coret ide dikertas. Mereka berpikir keras cara untuk menolong Susy agar bisa bebas akibat pertengkaran kemarin siang.


"Aigo apa kita hanya berkumpul untuk berdiam diri saja" gerutu Miura kesal sambil menggebrak meja, dan menatap pada ketiga laki-laki yang duduk bersamanya.


"Kenapa kau cemas sayang? Kami sedang memikirkan ide terbaik untuk menolongnya" ucap Kyuhyun santai.


"Ide baik apa maksudmu. Kita jelas-jelas tidak tahu harus bagaimana? Eunji sudah diancam ibu suri semalam, Sohee belum tentu akan dipercaya yangmulia karema dia baru beberapa bulan diistana. Lalu bagaimana? Jika Suzy didepak keluar, dan Sohee pasti juga pasti akan ikut didepak. Aku jadi tidak punya saudara lagi diistana, mereka cukup menyenangkan huwa kalian menyebalkan"


"Hyung, bagaimana jika kita meminta bantuan para dayang karena kalau kita meminta bantuan anak pejabat lain sepertinya terlalu beresiko" ucap Sungjong sambil masih mencorat-coret kertas.


"Kenapa kalian semua bingung. Ada adik bungsu yang akan aku jadikan senjata terakhir, jadi kalian jangan terlalu cemas. Biarkan Sohee memberikan kesaksiannya dulu" ucap Kyuhyun sambil tersenyum misterius.

__ADS_1


"Yaa hyung apa yang sebenarnya kau rencanakan. Bukankah Alex baru pulang dari rumah kakak ibunya semalam. Aku melihatnya bersama selir Chang pada waktu makan malam, apa yang kau sembunyikan dari kami?" tanya Myungsoo mendesak kakaknya.


"Lihat saja besok saat ibu suri bersaksi hahaha. Ini akan jadi lelucon terhebat istana menurutku."


"Apa karena dia anak kesayangan yangmulia, jadi kau memanfaatkan itu hyung."


"Aniya, kau berotak pintar tapi sebenarnya bodoh, Myung. Bahkan tidak sadar jika sebenarnya Alex tidak pergi kerumah pamannya, dia masih berkeliaran disekitar istana ini."


"Jadi? Andwae, Tidak mungkin" ucap Myungsoo sambil mengeleng-geleng kepala karena ragu.


"Itu benar. Dia menyamar menjadi salah satu dayang yang bekerja didapur istana. Hahaha"


"Kemarin bahkan aku tidak tahu jika dia ada disana. Jadi kau?"


"Nde sayangku. Dengan kesaksian Alex yangmulia akan percaya dan ibu suri tidak mungkin mengancam Alex seperti yang dilakukan pada Eunji, ancamannya juga tidak akan mempan pada Alex"


"Kau benar hyung. Kita tenang sekarang"


*


*


*


Sohee datang ruang keluarga istana bersama Miura yang tadi menjemputnya, dia berusaha menyiapkan diri untuk berbicara demi Suzy. Disana sudah ada raja Hwanhee, Permaisuri, selir Chang, Kyuhyun, Myungsoo, Sungjong, seketaris Lee, Eunji dan Alex juga sudah disana dengan wajah bosannya.


"Hormat kami pada yangmulia raja, ibu suri, permaisuri dan selir Chang" ucap Miura dan Sohee pada petinggi kerajaan, yang kemudian mengambil tempat dideretan kanan bersama Eunji, Sungjong dan Myungsoo.


"Silahkan duduk" perintah raja Hwanhee pada mereka berdua. "Kalian berkumpul disini pasti sudah tahu apa yang ingin ku sampaikan. Sesungguhnya aku sangat kecewa dan menyesal atas kejadian yang terjadi pada putri Suzy dan putri Min Ah. Tapi aku tidak mau hanya mendengar sepihak dari pendapat ibu suri, permaisuri, selir Chang saja. Aku juga ingin mendengarkan pendapat putri Miura dan putri Sohee mengenai hal ini. Pangeran Kyuhyun dari departemen hukum juga aku harapkan bisa membantu untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Raja Hwanhee memulai percakapan.


"Kenapa kau begitu baik anakku, hukum saja gadis pembuat onar itu. Dia sudah membuat citra keluarga istana malu atas tindakannya yang brutalnya terhadap putri Min ah anak dari perdana mentri Shin. Harap yangmulia raja memberikan hukuman berat atas peristiwa ini. Istana akan di remehkan jika bertindak tidak semestinya yangmulia." ucap ibu suri yang sudah mengebu ingin menghukum Suzy.


"Mohon maaf yangmulia ibu suri. Saya tahu ini akan merusak citra dari istana, tapi bukankah sebuah tindak kekerasan tidak akan terjadi jika tidak ada sebabnya." kini Myungsoo menyela omongan.


"Yaaaaa Pangeran Myungsoo jaga bicaramu. Kau berani membelanya didepanku bukan karena perasaan sesatmu itukan?"


"Sudah-sudah. Putri Sohee, aku ingin tahu pendapatmu bagaimana mengenai masalah ini, karena kau juga berada ditempat kejadian saat perkelahian terjadi" lerai sang raja.


"Sebenarnya..." belum juga Sohee memulai ibu suri sudah bicara kembali.


"Raja kenapa kau begitu ingin tahu pendapatnya yang ku rasa tidak penting. Eunji yang bersama mereka sudah memberitahuku bahwa putri Suzy tidak terima di bilang berasal dari desa, makanya langsung menyerang putri Min ah. Gadis desa memang tidak tahu tata krama seperti dia" ucap ibu suri namun Eunji hanya menunduk saat semua menatapnya.


"Hmmmm, baiklah"


"Silahkan bicara pendapatmu putri Miura" ucap permaisuri setelah menenangkan ibu suri.


"Sebenarnya saya tidak tahu asal mula dari perkelahian mereka bagaimana, karena saya sedang menemui anak dokter istana yang membahas kesehatan Hyura. Tapi saya yakin putri Suzy tidak akan menyerang orang lain jika dirinya tidak diserang duluan" ucap Miura memberikan kesaksiannya.


"Kau baru mengenalnya bagaimana kau tau dia tidak seperti itu putri Miura"


"Mama, tenanglah dulu. Putriku sekarang giliranmu bicara menurut pendapatmu? Ceritakan yang sebenarnya karena kau bersamanya sejak kecil jadi pasti kau kenal sifatnya. Jangan takut bila salah katakan salah, bila benar katakan yang sebenarnya."


"Mohon maafkan saya yangmulia. Sebenarnya ini adalah salah saya yang mulia karena saya tidak bisa mencegah Suzy untuk bertindak seperti ini. Saya sudah berusaha mencegahnya agar membiarkan saja para putri bangsawan berbicara menghina, mencaci maki dan mencemooh kami memanfaatkan istana bahkan menipu istana bahwa saya putri yangmulia, tapi Suzy tidak terima ketika para segerombolan para putri bangsawan itu menghina ibu kami. Kami memang tidak pernah tahu masalalu ibu dengan keluarga istana seperti apa hingga ibu diusir dari istana disaat dia mengandung saya dan membesarkan saya sendiri bahkan mengangkat Suzy sebagai adik saya, tapi apakah ada seorang anak yang akan terima jika ibu mereka dihina dan direndahkan seperti itu, anda juga pasti tidak akan terima bukan yangmulia bila yangmulia ibu suri dihina orang lain didepan anda. Saya berharap jika yang mulia ingin menghukum Suzy biarkan saya juga ikut menanggung hukumannya, bagi saya dia adalah saudara yang penting bagi saya. Bila memang kami harus angkat kaki dari istana, kami siap meninggalkan istana sekarang juga, karena istana bukanlah tempat impian yang ingin kami datangi." ucap Sohee dengan wajah sedih menahan airmata yang sudah dia tahan sejak tadi.


"Jangan gegabah mengambil keputusan nak. Kau adalah putriku yang paling berharga begitupun Suzy, tapi hukum istana harus tetap berjalan sayang. Maafkan ayahmu ini nak yang tidak bisa membantu apa-apa" ucap raja Hwanhee mendekat kearah Sohee yang sudah mulai meneteskan airmata.


"Yangmulia tidak perlu minta maaf padaku. Takdir kami yang salah karena harus memiliki hubungan dengan keluarga istana yang bukan impian kami."


"Omong kosong macam apa ini? Raja Hwanhee jangan mendengarkan ucapannya. Dia pasti sama pendustanya dengan ibunya yang penghianat dan tukang selingkuh"


"Mama, hamba mohon jangan bicara tentang masalah masalalu" ucap selir Chang.


"Nde mama. Itu sudah lama sekali berlalu, jadi tidak perlu di ungkit kembali" tambah permaisuri.


"Memang ibunya tukang selingkuh, ntah dia anak raja Hwanhee atau bukan, kita semua tidak ada yang tahu."


"Mama" teriak semua yang ada diruangan tersebut.


"Yangmulia ibu suri tidak perlu berbicara kasar pada saya, saya juga tidak tahu ayah saya yang sebenarnya siapa? Yangmulia raja atau bukan sayapun tidak tahu. Seperti yang saya katakan dulu jika ternyata ayah saya adalah seorang raja, maka saya tidak akan pernah berdoa pada tuhan agar bisa bertemu dengannya karena saya juga tidak pernah menginginkan terlahir sebagai putri seorang raja. Saya kesini karena ayah saya yang memaksa saya kesini, jadi biarkan saya dan Suzy kembali ke kehidupan tenang kami, kami sudah senang menerima kehidupan kami didesa. Penghinaan atas putri-putri bangsawan kemarin sudah sangat membuat saya tersadar, bahwa tempat saya memang seharusnya tidak disini. Permisi" ucap Sohee yang langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Sohee, putri Sohee, putri Sohee dengarkan ayah dulu nak" teriak raja Hwanhee mencoba mengejar Sohee namun dicegah ibu suri. "Biarkan dia pergi yangmulia, kau ini raja kenapa kau lemah"


"Biar saya yang mengejarnya yang mulia, kalian semua lanjutkan saja pembicaraan ini. Jja Sungjong" ucap Miura mengajak Sungjong pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Sepeninggalan Sohee, Miura dan Sungjong, raja Hwanhee lalu bertanya pada Kyuhyun mengenai keputusan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini.


"Bagaimana menurutmu pangeran Kyuhyun, masalah ini tidak bisa terus dibiarkan seperti ini. Aku selaku hakim yang bekerja didepartemen hukum pasti bisa memberi solusi untuk masalah ini"


"Menurut saya, bebaskan saja putri Suzy yangmulia" ucap Kyuhyun santai.


"Pangeran Kyuhyun berani sekali kau bicara seperti itu, dia sudah membuat istana malu didepan semua putri bangsawan dengan tindakan brutalnya itu. Dan jika terjadi sesutu pada putri perdana menteri Shin, kita pasti akan dituntut dan malu di depan rakyat" bentak ibu suri.

__ADS_1


"Mohon maafkan saya mama, perkelahian kemarin bukanlah sepenuhnya salah putri Suzy. Dia bersalah karena memukul putri Min ah tapi anda bayangkan saja bagaimana kesalahan putri Min ah bersama teman-temannya yang menghina selir Kim. Apa itu dibenarkan? Seorang anak membela ibunya apa itu salah? Nona Eunji mungkin takut memberi kesaksiannya disini tapi kalau Alex? Dia tidak mungkun berbohong. Alex"


"Nde Hyung. Waeyo?"


"Kenapa harus pangeran Alex? Diakan baru pulang dari Gangnam?" tanya raja Hwanhee bingung.


"Pangeran Alex, Cepat katakan kejadian sebenarnya atau...." perintah Kyuhyun menatap Alex dengan serius.


"Yaaaa hyung kau sudah janji padaku tidak akan bilang-bilang pada yangmulia. Kau menipuku" rengek Alex sebal.


"Ini demi kebaikan semuanya, atau kau mau dihukum yang semakin berat." ucap Kyuhyun memasang wajah tegasnya.


"Ibu, ayah lihatlah Kyuhyun hyung sedang mencoba mengintimidasiku disini" rengek Alex lagi dengan memanyunkan bibirnya.


"Katakan apa yang kau tahu nak? Itu akan membantu keadilan istana ini."


"Tapi yangmulia raja tidak akan menghukumku bukan jika ku katakan yang sebenarnya?"


"Nde, aku janji tidak akan membiarkan siapapun menghukummu termasuk hyungmu dan ibumu, jika kau katakan yang sebenarnya tentang kejadian kemarin siang." ucap raja Hwanhee menggali informasi dari anak bungsunya.


"Sebenarnya..."


"Yangmulia, saya mohon jangan dengarkan anak nakal ini. Dia sudah membuat kenakalan yang seharusnya dihukum dengan menyamar menjadi dayang istana di dapur istana demi menuruti hasratnya menjadi koki istana" ucap selir Chang karena takut anaknya akan dalam bahaya jika mengatakan yang sebenarnya.


"Jangan takut selir Chang, Alex tidak sedang melakukan tindak kejahatan. Hanya saja ke isengannya sudah melewati batas manusia normal. Ayo cepat katakan atau aku yang akan menghukummu dan menulisnya dibuku laporan departemen hukum " ucap Kyuhyun sedikit mengancam.


"Yaaa"


"Cepat katakan nak"


"Begini yang mulia raja, ehem sebelumnya maafkan saya yangmulia ibu suri, permaisuri dan ibunda. Saya tidak bermaksud berbohong dengan menyamar menjadi dayang dan menyusup ke dapur istana. Saya mohon jangan marah pada koki istana yang membiarkan saya menyamar. Saya hanya bosan saja karena paman tidak ada sewaktu saya sampai di Gangnam, dan karena rasa ingin tahu rasanya menjadi rakyat biasa seperti apa? Makanya saya menyamar. Tapi sepertinya akibat dari tindakan Suzy noona yang galak, saya jadi ketahuan jika sedang menyamar di dapur istn" ucap Alex dengan menunduk.


"Pangeran Alex hentikan omong kosong ini. Jangan berbicara yang tidak-tidak karena kau baru pulang dari Gangnam. Menyamar sebagai pengantar makanan hanya karena ingin bermain-main dengan mereka, kenapa kau harus dibawa ke masalah perbuatan putri Suzy yang brutal itu" tegas ibu suri mencegah Alex yang akan bicara sesungguhnya.


"Aish yangmulia ibu suri tidak akan mengerti. Saya selama ini tidak pernah pergi ke tempat paman di Gangnam karena paman sedang ada urusan keluar kota jadi saya kembali, karena saya bosan jika kembali maka yangmulia akan menyuruh saya belajar terus jadi ketika melihat koki istana sedang susah mencari dayang penggati untuk dayang yang sakit jadi saya memutuskan menyamar saja didapur istana, itupun saya yang memaksa koki istana. Nah kemarin saya juga menyaksikan tidak hanya sedikit tapi melihat semua dari awal mula pertengkaran putri perdana menteri Shin dengan Suzy noona."


"Lalu?"


"Ya kalau dari sudut pandang saya sih keduanya memang salah seperti yang disebutkan Kyuhyin hyung. Salahnya karena mulut noona Min ah yang tidak sopan s, Suzy noona juga salah karena terlalu emosian hingga memukul putri Min Ah dengan brutal"


"Alex sampai kapan kau mau berbicara basa-basi, ceritakan yang jelas" tegur Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.


"Baiklah-baiklah hyung. Begini yangmulia raja kemarin itu sebenarnya putri Min ah menghina Suzy noona dan Sohee noona, awalnya yang saya lihat Sohee noona sudah mencegah agar tidak ada perkelahian yang terjadi diperkumpulan putri-putri bangsawan, hingga sampai putri Min ah menghina selir ketiga dan mengatakan bahwa mereka berdua datang hanya untuk menipu dan memanfaatkan keluarga istana. Mereka adalah penipu dan pendusta sama seperti ibu mereka yang diusir karena menipu istana dan berselingkuh. Dan yang paling penting berita itu sepertinya sudah beredar dikalangan para menteri hanya saja sepertinya tidak ada yang berani bertanya pada yangmulia, semoga yangmulia segera menindak lanjuti ini dan tidak menghukum Suzy noona dengan berat karena seperti yang Sohee noona bilang tadi tidak ada anak yang tidak akan membela ibunya. Walau ibunya seburuk apapun pasti anak akan membelanya, lagipula itu masalalu anda dengan selir Kim sewaktu muda kenapa diungkit lagi saat ini, ditambah putri Sohee tidak tahu menahu tentang masalah itu, bukankah itu tidak adil untuknya. Dan jika bukan dari pihak istana yang memberitahu para menteri lalu darimana mereka mendengar gosip ini yangmulia? apalagi yang berbicara adalah mereka putri perdana menteri"


"Pangeran Kyuhyun bagaimana selajutnya? Apa hukuman yang pantas didapat Suzy dan bagaimana jika menteri Shin menuntut istana?"


"Berikan biaya perawatan ke dokter terbaik untuk putri perdana menteri Shin, saya rasa dirawat dalam beberapa minggu luka diwajahnya akan sembuh. Mereka tidak akan berani menuntut istana apalagi kita punya pangeran Alex, Sohee, Eunji dan beberapa dayang yang ada ditempat kejadian. Jika mereka berani menuntut maka citra mereka sendiri yang akan rusak karena menghina bagian dari keluarga istana. Bukan begitu noona Eunji?"


"Nde pangeran"


"Dan untuk putri Suzy berikan saja hukuman untuk mengisi air dari menimba di sumur lalu membawanya ke dapur istana selama sebulan, setelah dia menyelesaikan pelajaran yang diajarkan Pangeran Myungsoo dan nona Eunji padanya. Saya rasa itu hukuman yang dapat melatih kesabarannya dan agar emosinya tidak berlebihan lagi. Saya yang akan meminta putri Miura untuk mengawasi tindakannya selama Putri Suzy menerima hukuman"


"Tidak salah aku mempekerjakanmu didepartemen hukum anakku"


"Nde raja"


Semua menerima keputusan dari Kyuhyun, kecuali ibu suri yang tampak kurang puas dan mengepalkan tangannya karena tidak berhasil mendepak Suzy dan Sohee dari istana.


Tahanan bawah tanah.


Sohee menangis bersimpuh didepan tahanan Suzy yang memperlihatkan wajah Suzy yang sudah pucat disana.


"Zy, setelah ini mari kita pulang kembali ke desa. Tidak ada keadilan untuk kita disini huhuhu semua hanya peduli tahta dan jabatan mereka saja, tidak ada yang mengerti perasaan kita disini." ucap Sohee yang tak mampu menahan airmata nya.


"Nde, aku juga sudah lelah disini. Setelah ini mari kita pulang ke tempat dimana kita seharusnya berada. Kita tidak pantas ada disini" ucap Suzy yang menggenggam tangan Sohee, membuat Miura dan Sungjong yang melihat ikut terharu.


"Dulu kita akan menghabiskan waktu kita berdua untuk bekerja keras ditempat nyonya Nam, aku merindukan dimana hidup kita dulu berada, walau hidup kita susah karena di kejar-kejar rentenir tapi hidup kita bahagia. Kalau tahu kehidupan ayah seperti ini maka aku tidak akan berdoa meminta bertemu dia, lebih baik aku tidak pernah tahu siapa dia" ucap Sohee yang terus menangis bersama Suzy yang juga menangis. "Kau tidak akan dipaksa lagi harus menghafal ini, itu, dan banyak aturan dimana kita harus mematuhi semua yang ada istana. Apa gunanya itu semua jika keadilan kita dirampas"


"Tidak akan ada satupun yang keluar dari istana" seru sang Raja yang entah kapan sudah berada didalam tahanan. "Pengawal cepat lepaskan putri Suzy"


"Nde yangmulia Hwanhee"


Saat pintu tahanan dilepaskan Sohee segera memeluk Suzy dengan erat, karena baginya suzy adalah segalanya. Raja Hwanhee yang melihat kerukunan antara Suzy dan Sohee terharu dengan keakraban mereka.


"Kamsahamnida yangmulia karena telah melepaskan saudara saya."


"Kalian adalah anakku, jadi tidak perlu berterima kasih padaku" ucap Raja Hwanhee yang segera memeluk Sohee dan Suzy. Tak jauh dari sana Ibu Suri bersama dayang Choi yang sudah berumur setengah abad menyaksikannya dengan geram. "Sial, bagaimana bisa pangeran Kyuhyun tahu kalau pangeran Alex ada disana. Padahal kemarin hanya ada aku, permaisuri dan selir Chang ada disana. Bahkan kita semua tidak menduga pangeran Alex menyamar, jika saja selir Chang tidak mendatanginya kemarin"


"Mohon ampun mama, pangeran Kyuhyun mungkin sudah curiga dengan kedatangan pangeran Alex yang tiba-tiba dan ada kejadian seperti itu."


"Benar-benar sial karena aku kalah cepat, hingga aku tidak bisa mendepak putri Sohee dan putri Suzy agar segera keluar dari istana. Aku harus pikirkan rencana lain lagi. Jja pergi sebelum mereka menyadari kehadiran kita" ucap ibu Suri mengajak dayang Choi pergi dari ruang tahanan.

__ADS_1


__ADS_2