Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 21


__ADS_3

Ibu suri menghadang Suzy, Sohee dan Seungho saat mereka bertiga sedang di pintu gerbang samping hendak keluar menuju rumah seketaris Lee.


Myungsoo tidak ikut karena dia sedang mengajari Sowon bersama Eunji di perpustakaan karena Myungsoo enggan mengajari Sowon di perpustakaan pribadinya, apalagi menuruti perintah ibu suri mengajarinya seorang diri. Dia merasa memang ibu suri sepertinya merencanakan agar mereka dekat, namun Myungsoo tidak kalah akal hingga memaksa Eunji ikut karena dia memang dayang yang di didik di karantina istana sejak usia 10 tahun jadi pasti tahu ajaran tentang tata cara di istana. #cukup ya.


Kembali ke ibu suri yang menyuruh para pengawal menangkap Suzy, Sohee dan Seungho tiba-tiba. Saat Seungho memasang kuda-kuda menyerang Sohee menghalanginya.


"Mama ada apa ini? Kenapa menangkap kami, apa salah kami padamu" seru Sohee yang sudah dipegangi 2 prajurit istana, begitupun Suzy. Hanya Seungho yang diam sambil menatap sengit pada ibu suri.


"Bawa mereka ke penjara bawah tanah"


"Baik, perintah akan kami laksanakan" ucap pengawal yang menggiring mereka bertiga.


"Sampaikan pada Myungsoo untuk menemuiku segera, jika ingin mereka bebas. Penjahat seperti mereka pantas dipenjara" ucap ibu suri pada salah satu pengawal yang mengangguk patuh.


"Baik yangmulia, perintah anda akan saya laksanakan"


"Ayo bawa mereka ke penjara"


Ibu suri melihat mereka bertiga di masukan ke dalam penjara, lalu dia terseyum mengejek pada mereka bertiga.


"Apa salah kami pada anda?"


"Salahmu banyak Bae Suzy. Kau wanita jahat yang menghancurkan masa depan Myungsoo, kau gadis yang tidak bisa melahirkan pangeran dan putri untuk istana. Dan kau Bae Seungho datang tiba-tiba ingin membunuh anakku, sebelum kau membunuh anakku maka aku yang akan terlebih dulu membunuhmu"


"Silahkan bunuh jika anda berani yangmulia"


"Ooo kalian berani menantangku."


"Memang kenapa kalau berani? Aku berani karena memang anakmu yang menghancurkan keluarga kami "


"Kau.... Baiklah, suruh Myungsoo menghadapku segera"


Myungsoo, Eunji dan Sungjong segera ke pergi ke penjara bawah tanah, setelah mendapat kabar bahwa Suzy, Sohee dan Seungho didalam penjara.


"Apa yang terjadi? Kenapa ibu suri bisa mengurung kalian bertiga disini" tanya Myungsoo panik.


"Masalah dendam keluarga kami pada istana." ucap Seungho datar tanpa melihat kearah teman-temannya.


"Sepertinya ada yang memberitahu ibu suri tentang ini, tapi kami tidak tahu siapa dia" ucap Sohee frustasi.


"Bagaimana bisa? Astaga kenapa bisa jadi begini semuanya" seru Sungjong.


"Myung, ibu suri bilang dia ingin bicara padamu, mungkin kau bisa membujuknya untuk melepaskan kami" ucap Suzy memohon.


"Aku akan ikut" ucap Eunji.


"Kau disini saja menemani mereka. Aku akan segera kembali jika sudah selesai menemui ibu suri"


"Baiklah Myung, hati-hati jangan sampai bertindak bodoh"


Myungsoo masuk ke dalam paviliun ibu suri dimana Sowon dan dayang Choi sudah menunggunya didepan paviliun.


"Mama, pangeran Myungsoo sudah datang" ucap dayang Choi.


"Suruh dia masuk" perintah ibu suri.


Dayang Choi membukakan pintu kamar ibu suri dan menyurih Myungsoo masuk, setelah Myungsoo masuk pintu kembali di tutup rapat.


"Apa apa yangmulia, kenapa anda kejam memenjarakan Suzy dan kakaknya bersama Sohee. Apa salah mereka?"


"Mereka ingin membunuh ayahmu"


"Mana mungkin, kenapa ibu suri memfitnah mereka"


"Kau sudah ditipu mereka, mereka ingin balas dendam atas kematian orangtua mereka yang dihukum mati ayahmu"


"Tidak, tidak mungkin. Mereka baik jika ingin balas dendam maka sudah akan dilakukannya sejak dulu"


"Aku punya penawaran untukmu jika kau ingin mereka selamat terutama Suzy dan kakaknya. Aku akan menghukum mati mereka jika kau tidak patuh padaku"


"Kenapa yangmulia membenci Suzy, dia adalah orang yang sangat saya cintai"


"Kau tahu dari awal dia bukanlah orang yang aku sukai, aku hanya ingin kau menikahi Sowon untuk menjadi selirmu, itu penawaranku jika kau ingin aku membiarkan Suzy dan kakaknya bebas. Saat kau menikahi Sowon saat itu akan membiarkan kakak Suzy pergi dari istana"

__ADS_1


"Apa perkataan anda bisa saya pegang"


"Tentu saja"


"Baik, aku akan menikahi Sowon tapi bebaskan mereka secepatnya"


"Baik, aku akan membebaskan Suzy dan Sohee sore ini. Kakak Suzy akan aku bebaskan saat kau menikahi Sowon. Sekarang kau boleh pergi"


Tanpa menjawab Myungsoo segera keluar paviliun, saat melijat Sowon dia memberikan tatapan sengit pada Sowon hingha Sowon sama sekali tidak berani mendongak.


Sampai dipenjara Sungjong dan Eunji berlari ke arah Myungsoo, yang menunjukkan wajahnya tidak baik.


"Bagaimana? Apa kau berhasil Myung?" ucap Eunji.


"Sebenarnya dendam apa yang dibicarakan ibu suri? Seungho ceritakan pada kami yang sebenarnya" tanya Myungsoo pada Seunho yang kini memandangnya.


"Benar, kami ingin mendengarnya juga" tambah Sungjong.


"Baik, memang seharusnya aku tidak menyimpan ini lama. Aku hanya akan menjelaskan secara garis besarnya pada kalian karena Sohee dan Suzy sudah tahu. Dulu ayah seorang pejabat istana namun karena difitnah oleh kedua temannya dia mendapat hukum penggal oleh istana, ibu yang mencari bantuan dituduh memberikan suap pada pejabat yang tamak harta. Ayah dipenggal dihalaman istana dan sebelum bunuh diri ibu dikejar oleh pasukan istana yang ingin menangkap kami sekeluarga. Sebelum pergi dengan selir Kim ibu menitipkanku pada paman di Sokcho kemudian menitipkan Suzy pada selir Kim. Namun saat selir Kim mengajaknya pindah ke Daegu para pasukan istana terus mengejar hingga ibu bunuh diri agar Suzy selamat."


"Kak Seunho, aku seperti bisa melihat kejadian saat ibu Bae melihat ayah Bae di eksekusi. Sungguh miris ibu dan ayah menunggu pengampunan namun yang datang perintah untuk bunuh tanpa ampun, sama seperti kita hari ini yang akan mati dipenggal. Keturunan Bae akan mati sia-sia"


"Seungho, kenapa kau bicara begitu jelas. Apa tidak bisa mengurangi ceritamu. Kau hanya dengar dari orang"


"Memang benar aku hanya mendengar dari cerita orang, jika aku tidak cerita dengan detail aku takut tidak punya waktu lagi untuk cerita"


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" ucap Sohee bingung.


"Kalian bebas, tapi Seungho..." ucap Myungsoo bingung menjelaskan.


"Kenapa dengan kakakku. Cepat katakan Myung" tanya Suzy penasaran.


"Kakakmu akan selamat jika aku bersedia menikahi Sowon, saat menikahi Sowon maka malam itu kakakmu akan dibebaskan"


"Cepat lakukan agar kakakku bebas Myung, cepat nikahi Sowon"


"Zy, jangan gila" teriak Sohee.


"Aku harus bagaimana hiks. Jika kakak mati lalu aku harus bagaimana? Aku tidak akan sanggup hidup jika dia mati"


"Baik aku akan menikahi Sowon, tapi jangan paksa aku mencintainya."


"Terserah mau kau mencintainya atau tidak, punya anak atau tidak terserah. Aku sudah tidak mencintaimu lagi sejak tahu keluargamu jahat pada kami"


"Jangan bicara sembarangan Kim Suzy, kalau ada yang dengar bahaya”


"Biar saja. Aku tidak peduli"


"Apa Kyuhyun hyung tidak bisa membantu kita." usul Sungjong.


"Dia sedang dinas diluar istana. Makanya ibu suri memanfaatkan ini untuk menekan kita"


"Rumit"


*


*


Sowon begitu senang akan di nikahi Myungsoo dan sedikit demi sedikit dia akan menjadi nyonya besar. Sowon sedang menyusun siasat untuk mengambil hati para orang diistana.


"Dayang Choi, lihat paviliun ini begitu sepi saat penghuninya tidak ada"


"Benar"


"Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya di istana ini. Aku akan membuat istana ini seperti neraka untuk putri Suzy"


"Nde nyonya"


"Aku belum jadi nyonya, jadi panggil aku nona seperti biasanya"


"Anda harus membuat pangeran mencintai anda nona, agar anda bisa jadi satu-satunya nyonya dipaviliun ini"


Keesokan harinya, Sohee datang menemui Sowon dan mengajaknya bicara.

__ADS_1


"Ada apa putri Sohee menemuiku? Aku takut ibu suri curiga kita bersekongkol"


"Baiklah, aku akan langsung bicara. Aku ingin agar kau lebih pintar dan menolak untuk menikahi Myungsoo"


"Saya sudah bicara tapi saya takut menolak perintah ibu suri, saya hanya wanita dari rakyat kecil jadi apa yang bisa saya lakukan jika ibu suri sudah memutuskan "


"Jika kau berpendapat seperti ini, kau membuat wanita di seoul tidak punya harga diri. Jangan begitu pasif karena kita berjuang untuk hidup kita sebagai wanita, berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan kita. Kau tidak akan bahagia menikah dengan Myungsoo karen Myungsoo mencintai Suzy"


"Saya tahu"


"Jika kau tahu, dan tetap menikah dengannya. Bukankah ini sebuah tragedi?"


"Saya sudah bicara pada yangmulia tapi saya tidak berani menolak perintahnya. Karena jika saya menolak maka orangtua saya akan menderita dan putri Suzy akan dibunuh"


"Apa?"


"Putri Sohee saya bukan perusak hubungan tapi saya wanita miskin yang hanya ingin menolong putri Suzy"


"Maaf Sowon, aku salah paham padamu"


"Asal putri Suzy dan pangeran Myungsoo tidak mempersulitku, aku tidak masalah berbuat begini"


"Suzy dan Myungsoo orang yang baik, mereka tidak akan menyulitkanmu"


"Tapi apa orangtuamu setuju? Apa mereka tidak khawatir padamu?"


"Ibu suri sudah membujuk mereka, saya hanya wanita bisa. Orangtua saya mendidik saya dan berharap saya bisa menikah dengan orang yang berkedudukan tinggi. Ibu suri berkata bahwa dia sudah tua dan akan memberikan kedudukannya pada saya"


"Jadi ibu suri menjanjikan kau menjadi permaisuri jika menikah dengan Myungsoo, astaga. Tapi raja punya banyak pangeran dan belum melantiknya jadi putra mahkota bagaimana bisa ibu suri menjanjikan hal seperti itu"


"Berarti orangtua saya kalah taruhan"


"Jadi keluargamu berharap kau menjadi permaisuri"


Sowon hanya mengangguk yang membuat Sohee Shock.


*


*


Permaisuri mengobrol bersama selir chang, seketaris Lee dan Raja hwanhee membahas persiapan pernikahan kedua Myungsoo dengan Sowon yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan.


"Yangmulia, apa ini tidak keputusan yang gegabah menikahkan pangeran Myungsoo dan Sowon sesuai permintaan ibu suri? Kita tidak tahu apa-apa tentang Sowon selain dia dari Ansan" ucap permaisuri dengan wajah khawatirnya.


"Bagaimanapun Myungsoo sudah setuju menikahinya? Apa yang kau takutkan permaisuri" balas raja Hwanhee mencoba menenangkan.


"Permaisuri bukan takut yangmulia, hanya saja Suzy gadis yang terlihat pencemburu, jadi maksud permaisuri tidak mungkin Suzy setuju jika tidak ada sesuatu mendesaknya untuk menyetujui pernikahan kedua Myungsoo" tambah selir Chang memberi pengertian raja tentang kegelishan permaisuri.


"Saya setuju yangmulia. Walau memang pangeran di istana di izinkan menikah lebih dari sekali tidak apa-apa, namun saya rasa keputusan pangeran Myungsoo ini terlalu cepat apalagi nona Sowon masih sebentar tinggal di dalam istana. Tidakkah anda curiga?" sahut seketaris Lee.


"Aku juga sempat berpikir begitu, tapi ibu suri sudah menetapkan tanggal dan Myungsoo juga setuju. Jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa? Semoga saja tidak ada tragedi yang akan terjadi dengan pernikahan ini. Kita berdoa saja yang terbaik untuk kebahagiaan ini"


Semua terdiam mendengar keputusan raja Hwanhee yang menuruti permintaan ibu suri.


Suzy dan Eunji datang ke penjara tempat Seungho masih ditahan, mereka berdua membawakan beberapa jenis makanan untuk Seungho. Saat pintu dibuka oleh penjaga mereka meletakan makanan yang dibawa ke meja.


"Kakak, makanlah? Kami sengaja memasakan banyak makanan untukmu. Setelah pernikahan Myungsoo beberapa hari lagi maka kau akan dibebaskan. Kau kembalilah ke Sokcho dan hiduplah disana dengan baik, jangan khawatirkan aku, Sohee dan Eunji disini kami akan baik-baik saja" ucap Suzy berwajah muram menahan air mata.


"Zy, maafkan aku. Andai aku bisa menemukanmu lebih awal sebelum istana pasti kau tidak akan mengalami ini semua. Maafkan aku" ucap Seungho menarik Suzy kedalam pelukannya hingga tangisan Suzy langsung tumpah.


"Ini bukan salahmu kak, ini salah takdir yang membuat kita harus mengalami hal yang begini rumit hiks"


"Seungho kau berhati-hatilah setelah keluar dari sini, jangan lupa kirimkan kabar pada kami. Aku akan menjaga Suzy untukmu" ucap Eunji dengan sabarnya.


"Kakak pokok jaga dirimu baik-baik, hanya kau keturunan Bae satu-satunya jadi kau harus selamat"


"Eunji aku titip Suzy, maafkan aku belum bisa menepati janjiku untuk bersamamu dan menikahimu" ucap Seungho yang menarik Eunji ke dalam pelukannya juga.


"Aku akan menjaganya, kau jaga dirimu baik-baik. Jika takdir kita bersama maka sejauh apapun cobaan kita maka kita tetap akan kembali bersama"


"Maafkan aku. Jika aku tidak sembarangan bicara dan didengar nenek sihir itu pasti kalian tidak akan menderita begini. Jika suatu saat kalian bisa keluar kalian carilah aku ke rumah paman di Sokcho, karena aku akan selalu menunggu kalian"


"Nde kakak"/"hmmm hati-hatilah jangan sampai terluka"

__ADS_1


__ADS_2