Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 37


__ADS_3

Beberapa hari ini Suzy hanya duduk diam dan melamun, dia tidak berniat melakukan apapun sejak dia masuk kembali ke istana. Berjalan-jalanpun tidak mampu menghilangkan gundah yang ada didalam hatinya. Myungsoo jadi bingung sendiri melihat Suzy yang uring-uringan tidak jelas kenapa sebabnya.


"Kau kenapa zy? Apa ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu?" ucap Myungsoo yang duduk disamping Suzy yang bersiap tidur.


"Ah tidak ada, aku hanya sedang berpikir saja"


"Ada apa? Katakan padaku?"


"Jika kukatakan aku belum siap memiliki anak, apa kau tidak keberatankan? Aku masih perlu adaptasi dan aku tidak yakin saja istana mau menerima kehadiran kembar dengan tulus secepat itu. Kita tidak tahu apakah mereka percaya atau tidak bahwa mereka anakmu tapi ku rasa banyak yang menganggap mereka bukan anakmu melainkan anak pria lain"


"walau mereka anak orang lainpun aku akan tetap menerimanya Zy karena aku sangat mencintaimu. Tapi aku sangat yakin mereka berdua anakku, karena Heesoo sangat mirip denganku sewaktu kecil hanya saja dia sedikit galak sepertimu hahaha"


"Kau ini menyebalkan" ucap Suzy kesal memukul Myungsoo dengan bantal, namun Myungsoo malah menarik Suzy kedalam pelukannya.


"Aku tahu kau bukan wanita murahan, buktinya vaginamu masih tetap rapat sayang apalagi kau kesakitan saat pertama kali ku masuki setelah 5 tahun. Aku sangat yakin kau menjaga dirimu hanya untukku" goda Myungsoo yang membuat Suzy memerah malu.


"Kau ini iah! Bicaramu terlalu mesum Myung. Malu jika didengar oleh anak-anak atau yang lain"


"Aku mesum hanya kepadamu Zy,


tidak dengan yang lain karena aku pria setia pada satu wanita yang ku cintai yang merupakan ibu dari anak-anakku. Anak-anak pasti sudah tidur mana mungkin mereka dengar lagipula kamar mereka bersebrangan Zy, oiya bagaimana jika kita membuat adik untuk mereka😉"


"Andwaeee"


"Kenapa Zy? Kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Apa yang kau ragukan? Aku akan selau bersamamu, melindungimu dan anak-anak"


Myungsoo mana peduli walau sudah dilarang, nyatanya belum sempat Suzy menjawab dia sudah merebahkan tubuh Suzy dan merangkak di atas tubuh Suzy. Myungsoo mencium bibir Suzy dengan gemas dan terus menuntut, menuntut rindu yang terpendeman selama ini tidak terluapkan. Suzy meronta mencoba menggunakan akal sehatnya namun tubuhnya tidak sehati karna merespon perlakuan Myungsooo padanya, bahkan dirinya ikut membalas ciuman panas yang dilakukan oleh Myungsoo.


"Kau meresponku Zy? Tubuh ini hanya milikku." ucap Myungsoo setelah melepaskan bibirnya, tangan kirinya kini naik keatas ke dada bulat Suzy dan sebelah kanan masuk ke pangkal paha Suzy😂 untuk merangsangnya. "Dan ini masih sama seperti yang dulu"


"Aaagggghhhh" desah Suzy saat dadanya dihisap Myungsoo dan sebelah lagi diremas-remas. "Myunggg berhenti menyiksakuuuuuu"


"Nikmat bukan sayang."


"Ceee... Pat... Laahhhh.... Akku sudah tidak tahan lagi, Myungggg"


"Akhirnya kau luluh juga dengan sentuhanku, aku harus bisa membuatmu segera hamil kembali agar kau tidak bisa kabur lagi dariku. Bukan aku tidak percaya Heesoo dan Jisoo anakku tapi jika kali ini kau lepas pasti kau tidak akan pernah kembali kesisiku selamanya" ucap Myungsoo dalam hati sambil tersenyum licik memposisikan juniornya di ****** Suzy. Dirasa sudah pas Myungsoo segera melesakan juniornya masuk ke dalam ****** Suzy yang begitu sempit padahal sudah melahirkan Heesoo dan Jisoo.


"Aaaaahhhhh" desah keduanya saat kelamin mereka sudah menyatu.


Myungsoo memaju mundurkan juniornya dengan sentakan yang kuat membuat Suzy mengigit bibirnya karena menahan desahan yang begitu nikmat menimpanya hingga merasa kehilangan akal sehatnya untuk menolak lagi, bunyi decitan ranjang juga menggema bersamaan desah kenikmatan mereka berdua yang terus melaju.


"Vaginamu sss.... sempit sekali sayang...." desis Myungsoo sambil terus melajukan juniornya keluar masuk ****** Suzy yang begitu candu untuknya.


"Aaaaagggkkkk Myuuungggg, jangan keluarkan didalam ndeeee" ucap Suzy saat dirinya sudah mencapai klimak dan lemas akibat pencapaian klimaknya yang keluar. Myungsoo mulai mempercepat tempo gerakannya hingga membuat pinggul Suzy bergerak mengikuti irama gerakannya. Suzy meremas rambut Myungsoo melampiaskan kenikmatan yang melandanya.


"Myung, aku sudah tidak tahan lagiii" rintih Suzy yang ingin mencapai klimaks kepuasan kedua kalinya, Myungsoo tidak menjawabnya hanya berbuat intens dengan menciumi bibir Suzy berkali-kali saat juniornya semakin sesak ingin mengeluarkan spermanya. Tak hanya menciumi Suzy, Myungsoo juga menyesakkan juniornya semakin kedalam agar spermanya dapat memenuhi rahim Suzy.


"Aaaaskkkkghgggg" desah keduanya saat mereka mengeluarkan ****** ***** mereka bersamaan setelah sentakan Myungsoo yang terakhir.


"Kau sungguh luar biasa sayang, aku mencintaimu" ucap Myungsoo mengecup dahi Suzy dan bibir Suzy, kemudian membawa Suzy untuk tidur diatasnya tanpa melepaskan alat kelamin mereka yang masih menyatu. Myungsoo menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut yang berhasil diraihnya, Myungsoo membelai rambut panjang Suzy yang masih terlihat lemas diatasnya dengan tersenyum, walau harus menggunakan cara licik namun hanya ini cara terlicik yang terlintas diotaknya saat mendengarkan ucapan Sohee yang menceritakan kegalauan Suzy.


"Kenapa kau mengeluarkan didalam, awas jika aku hamil. Aku masih mau fokus mengurus Heesoo dan Jisoo terlebih dulu" gunam Suzy yang lemas dengan mata terpejam di dada Myungsoo.


"Kenapa? Memang kenapa jika hamil. Ada aku yang bertanggung jawab sebagai suamimu, apa yang kau risaukan? Di istana banyak orang lagipula Heesoo dan Jisoo juga sudah 5 tahun jadi sudah pantas memiliki adik" ucap Myungsoo yang masih setia membelai rambut Suzy.

__ADS_1


"Lepas, jika aku hamil aku tidak akan memaafkanmu!" gerutu Suzy menampik tangan Myungsoo dan beranjak dari tubuh Myungsoo hingga penyatuan alat kelamin mereka terlepas. Suzy tidur berbalik membelakangi Myungsoo dlan menutupi tubuhnya dengan selimut. Namun Myungsoo ikut memeluk tubuh Suzy dari belakang.


"Bukankah bagus jika kau hamil lagi, karena anggota istana akan bertambah lagi entah itu seorang pangeran atau seorang putri yang lahir dari rahimmu"


"Lepas, aku mau tidur. Minta saja Sowon yang akan selalu bersedia mengandung anakmu lagi"


"Yaaaa, bagaimana bisa kau menyuruhku dengannya. Kau jelas tahu siapa yang aku cinta"


"Stop. Jangan bicara lagi, aku akan tidur dengan anak-anak jika kau terus bicara seperti seorang wanita yang datang bulan"


"Baiklah, aku akan diam" ucap Myungsoo pasrah, namun dia sedikit lega karena Suzy tidak mengusirnya agar tidur diluar. Semoga kau segera datang nak dan mendukung ayahmu yang berjuang mendapatkan hati ibumu, kasihan kakak-kakakmu yang selalu dihina orang karena keegoisan ayah saat muda. Pinta Myungsoo sambil mengusap perut Suzy yang sepertinya sudah tidur karena tidak melakukan tindakan protes, Myungsoo mendekatkan wajahnya ke leher belakang Suzy dan memejamkan matanya untuk tidur karena hari Sudah malam.


Paginya Suzy terbangun dalam selimut seorang diri, tidak ada tanda Myungsoo disekitarnya. Bisa gila Suzy jika Myungsoo terus didekatnya dengan tingkat kemesumannya. "Astaga, aku bisa segera hamil jika hampir setiap hari dia melakukan seperti ini padaku. Astaga kenapa tubuh ini tidak bisa menolak sentuhannya itu. Aish..." ucap Suzy sambil mengusap wajahnya, kemudian beranjak bangun untuk mandi karena tubuhnya yang sudah lengket akibat percintaannya dengan Myungsoo semalam.


Suzy keluar kamar mendapati Sohee duduk diruang tamu bersama dengan Eunji, keduanya duduk sambil bercanda tawa saat Suzy menghampiri keduanya.


"Apa yang kalian bicarakan? Tertawa kalian begitu nyaring sekali didengar." tanya Suzy membuat keduanya menoleh.


"Bukan apa-apa Zy, hanya melihat Myungsoo yang memperlihatkan sifat keayahannya membuat kami tertawa. Kau tagukan Myungsoo itu orang yang kaku dan menyebalkan hihi. Dengan Jungsoo juga tidak begitu dekat tapi melihat Myungsoo dan kembar membuat kami tertawa" jawab Sohee cekikikan.


"Mereka sudah bangun? Maksudku anak-anakku bukan Myungsoo"


"Sudah, Myungsoo sudah memandikan mereka dan memberi mereka sarapan. Lalu mereka diantar ke tempat permaisuri agar memasukan mereka ke sekolah istana seperti anak-anak bangsawan yang lain" tambah Eunji, Sohee berdiri dan berjalan menghampiri Suzy menguatkan Suzy.


"Apa yang membuatmu masih ragu? Myungsoo sudah berusaha menjadi ayah yang baik untuk mereka, walau mereka sudah terpisah 5 tahun. Myungsoo sudah berubah bukan pria labil seperti dulu, jangan risaukan omongan ibu suri dan Sowon yang ingin kalian berpisah" ucap Sohee memeluk Suzy dari samping.


"Benar Zy, Myungsoo sudah berubah. Aku akan mengawasi gerak-gerik Sowon selama aku bekerja di tempat ibu suri. Kami pasti akan selalu ada di pihakmu" tambah Eunji yang ikut memeluk Suzy dan Sohee.


"Kau kenapa bangun siang akhir-akhir ini? Apa Myungsoo begitu semangat membuat adik untuk kembar hihihi" goda Sohee melepaskan pelukannya dan mengajak Suzy dan Eunji duduk.


"Tidak apa? Aku dan kakakmu bahkan juga memprogram ingin punya anak lagi agar Yunji punya teman bermain, Sohee kalau Jungmin sudah besar pasti tidak akan menunda untuk mengandung bayi lagi" ucap Eunji memprovokasi Suzy.


"Aku tidak bisa, aku rasa dengan adanya Heesoo dan Jisoo sudah cukup. Jika dia mau punya anak lagi suruh saja Sowon yang rela melahirkan anaknya, dia pikir aku pabrik anak apa? Ku bilang untuk menundanya tapi dia tidak mau mendengarkan aku."


"Hust, jangan bicara keras begitu jika kedengaran orang lain kau dianggap tidak sopan. Zy dengarkan aku, Myungsoo hanya mencintaimu dan tidak ada yang salah punya anak banyak karena istana akan senang dengan hadirnya anggota baru."


"Zy, lupakan dendammu pada Myungsoo seperti yang kau lakukan pada raja Hwanhee. Myungsoo dan Sowon hanya masa lalu, kita semua tahu kejadian pernikahan Myungsoo dan Sowon adalah obsesi ibu suri yang menukar dengan kebebasan Seungho. Walau sekarang Sowon ada di istana itu tidak akan mempengaruhi statusmu sebagai istri dari pangeran Myungsoo."


"Kenapa kalian selalu membela Myungsoo? Aku tidak mau ada korban lagi, sudah cukup aku dan Heesoo-Jisoo yang merasakan luka yang mendalam, aku tidak bisa memiliki anak lagi dan terluka lagi seperti anakku yang dulu harus gugur sebelum lahir. Itu sungguh menyesakkan"


"Sudah, Eunji jangan menekan Suzy terus menerus. Mari sarapan Zy, kau pasti lelah dan butuh tenaga hihi setelah itu kita bisa bercerita-cerita lagi disini"


*


*


*


Sohee dan Eunji meninggalkan Suzy sendirian ditaman karena mereka harus pergi setelah dayang Choi meminta Sohee dan Eunji untuk datang ke paviliun ibu suri. Suzy masih enggan berhadapan dengan keluarga istana lagi setelah kembalinya dia ke istana setelah 5 tahun pergi tanpa kabar.


"Aku harus melakukan apa agar aku tidak hamil, aku bisa gila jika hamil lagi dikeadaan seperti ini. Aku masih harus waspada terhadap Sowon karena dia yang begitu licik" desah Suzy dengan gelisah. "Mungkin aku harus menemui tabib dan perawat istana agar bisa memberiku solusi, aku harus meminta ramuan agar tidak hamil seperti yang Sowon dan ibu suri lakukan padaku tempo dulu" ucap Suzy lalu beranjak dari duduknya menuju ruang kesehatan istana dimana para dokter istana dan para perawat berkumpul.


Suzy memasuki ruang kesehatan istana tanpa curiga jika ada sepasang mata yang tak sengaja melihatnya masuk kedalam, sepasang mata itu curiga melihat Suzy masuk kesana diam-diam seperti takut ketahuan.


"Hormat kami pada tun putri Suzy" ucap para perawat dan tabib istana memberikan hormat.

__ADS_1


"Ada apa hingga tuan putri datang kemari, apa memerlukan sesuatu. Harusnya tuan putri menyuruh para dayang agar kami datang ke kediaman anda" tanya kepala tabib istana yang mempersilahkan Suzy agar mengikutinya masuk keruang tabib untuk duduk dan bicara.


"Aku kesini karena butuh sesuatu yang sangat pribadi dan aku tidak bisa jika diketahui orang lain, termasuk keluarga istana"


"Apa yang anda butuhkan tuan putri? Saya akan meminta tabib atau perawat membuatkannya untuk anda"


"Aku ingin menunda memiliki anak karena putra dan putriku masih kecil dan aku mau fokus mengurus mereka, bisakah kau buatkan aku ramuan agar bisa menghambat proses kehamilan. "


"Tuan putri itu akan berakibat buruk untuk kesehatan anda atau yang parah anda tidak akan bisa hamil kembali. Di istana ada banyak dayang yang bisa mengasuh pangeran dan putri kecil anda jadi saya sarankan untuk tidak perlu untuk menunda jika anda hamil kembali."


"Aish kau tidak mengerti. Aku mohon tolong buatkan aku obat itu, seperti yang pernah anda berikan pada ibu suri agar aku keguguran dulu"


"Mohon ampun putri, dulu salah saya yang butuh banyak uang sehingga melakukan hal yang tidak benar dan memberikan obat gugur pada anda agar anak anda mengalami keguguran"


"Ku mohon kepala tabib, tolonglah aku. Aku belum bisa hamil disaat ibu suri belum bisa menerimaku dan kedua anakku, aku akan bersujud padamu hingga kau mau menolongku" ucap Suzy yang berlutut membuat kepala tabib bingung.


"Putri jangan begini, baik saya akan buatkan dengan dosis rendah agar bisa menghambat anda tidak hamil. Anda bisa meminumnya dengan teh saat malam hari, nanti saya akan meminta perawat mengantarkan ke tempat anda jika sudah jadi"


"Tidak-tidak, biar aku saja yang kesini mengambilnya. Aku tidak mau rencanaku diketahui orang lain"


"Baik. Anda bisa mengambilnya nanti sore"


"Kalau begitu aku pamit, jamsa hamnida kepala tabib"


Suzy keluar ruangan tabib, dan berjalan mengendap-endap melihat situasi sekitar ruang kesehatan istana, dirasa sudah aman Suzy segera berjalan menuju ke arah istana dimana dia tinggal. Myungsoo yang sedari tadi sembunyi dibalik pot besar segera masuk ke ruang kesehatan istana, dia penasaran apa dilakukan Suzy disana karena Suzy terlihat sehat.


"Hormat kami pada pangeran"


"Aku tidak sengaja melihat putri Suzy keluar dari sini, apa yang sedang dia lakukan disini?" tanya Myungsoo pada perawat dan tabib istana yang meracik obat-obatan.


"Dia menemui kepala tabib pangeran, anda bisa bertanya langsung padanya. Beliau ada diruangannya"jawab seorang perawat yang membawa racikan obat.


"Baik, aku akan menemuinya." ucap Myungsoo yang segera menerobos masuk kedalam ruangan kepala tabib.


"Hormat yangmulia, ada keperluan apa? Seharusnya biar para tabib dan perawat yang menemui anda jika anda mengalami tidak enak badan" tanya kepala tabib kaget didatangi Suzy dan Myungsoo dengan tiba-tiba.


"Apa yang putri Suzy lakukan disini?" ucap Myungsoo berbalik tanya.


"Apa maksud anda pangeran?" tanya kepala tabib dengan gugup.


"Aku baru saja melihatnya keluar dari sini beberapa waktu lalu. Apa kau ingin kehilangan kepalamu jika tidak berkata jujur padaku"?


"Mohon ampun pangeran, saya akan berkata yang sebenarnya. Putri Suzy ingin menunda memiliki anak dengan anda dan dia meminta saya membuat obat penghambat agar dia tidak hamil walau saya sudah memperingatkan dia untuk tidak melakukan hal itu pangeran"


"Sial, bagaimana bisa dia melakukan ini padaku. Jangan pernah berikan obat biadab semacam itu karena itu kau sama saja membunuh calon pangeran dan putri generasi istana ini. Kau mengerti!"


"Lalu saya harus bagaimana pangeran? Saya sudah berjanji membuatkannya dan tuan putri akan mengambilnya nanti sore"


"Buatkan obat lain yang bisa membuatnya segera hamil, jangan katakan aku mengetahui ini dan menyuruhmu nengganti ramuannya. Jika kau mengatakan ini padanya maka kepalamu taruhannya"


"Baik pangeran, hamba tidak berani menolak anda"


"Bagus, jika kau paham"


Myungsoo tersenyum licik karena berhasil mengagalkan rencana Suzy. "Terima kasih tuhan karena memberiku kesempatan memperbaiki kisah cintaku yang rusak dimasalalu. Aku tidak akan memberikan celah untukmu kabur Kim Suzy, kau harus tetap tinggal disini bersamaku apapun yang terjadi. Tidak akan kubiarkan kau berhasil pergi lagi dari sisiku karena takdirmu adalah hidup menua bersamaku." ucap Myungsoo dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2