Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 32


__ADS_3

Suzy memutuskan meninggalkan Seoul secara diam-diam, dia sudah menyiapkan surat yang ditulisnya sembunyi-sembunyi saat malam hari yang akan dia letakkan dimeja kamar tidurnya dirumah keluarga Lee, tempat dia menumpang saat dia kabur dari istana seminggu ini. Suzy harus pergi jika ingin anak-anaknya selamat. Setelah mengetahui dirinya hamil, Suzy terus berpikir bahwa dia harus segera pergi jauh dari istana ketempat yang tidak akan bisa diketemukan orang istana, menyusul kakaknya tidak mungkin karena jika mereka tertangkap maka akan semakin bahaya untuk mereka. Suzy terus memutar otak dan memutuskan pergi ke tempat dimana dia yakin tidak seorangpun menduganya.


"Nak, maafkan aku yang tidak bisa bersama ayahmu. Aku adalah ibu yang ceroboh hingga tidak dapat melawan takdir tuhan hingga jodoh kami mungkin hanya sampai berakhir disini saja, aku mohon kuatlah didalam perutku. Walau aku membenci ayahmu dan berharap kau tidak hadir disaat semua ini rumit, namun aku tidak pernah sedikitpum membencimu sama sekali. Kita akan pergi jauh dan memulai hidup baru dimana hanya ada kita bertiga saja tanpa orang lain. Mungkin kalian dikirim tuhan untuk menemaniku sebagai kenangan yang mungkin akan membuatku mengingat bahwa aku pernah mencintai ayahmu" ucap Suzy mengelus perutnya yang tidak terlihat buncit hanya terlihat seperti wanita gemuk.


Suzy mengendap-endap secara perlahan agar bisa keluar rumah Sungjong dengan aman tanpa ketahuan penghuni rumah, mereka sepertinya sedang tertidur sangat nyenyak memudahkan Suzy pergi keluar, atau mungkin ini memang rezeki Suzy untuk kabur.


"Selamat tinggal Seoul, selamat tinggal istana, selamat tinggal Sohee, selamat tinggal Myungsoo, selamat tinggal temanku, selamat tinggal cintaku" ucap Suzy sendu melihat rumah Sungjong dan menoleh kepalanya ke arah istana yang megah dan bersinar dari luar rumah seketaris Lee, sebelum akhirnya beranjak meninggalkan Seoul untuk selamanya menuju kota baru yang akan ditempatinya.


Paginya, Myungsoo datang lagi ke rumah Sungjong bersama Eunji untuk membujuk Suzy agar mau pulang ke istana dan memaafkan kesalahan Myungsoo. Namun saat memasuki kamar yang ditempati Suzy bersama Sohee, kamar tersebut seperti telah kosong tanpa penghuni.


"Zy, kim Suzy kau dimana? Jangan bersembunyi" teriak Myungsoo mencari ke setiap sudut kamar.


"Myung, kamar ini sepertinya sudah kosong. Lihat Suzy meninggalkan beberapa surat untuk kita" ucap Sohee menunjukkan dua buah surat yang telah diambilnya dari meja. "Aku punya firasat buruk mengenai ini, Myung😟 "


Myungsoo menghampiri Sohee dan meraih surat yang dipegang Sohee. Sohee maupun Myungsoo membuka surat yang ditulis Suzy untuk mereka dan membacanya.


Dear Myungsoo,


Ketika kau membuka suratku mungkin aku sudah pergi jauh dari istana dari rumah deritaku selama ini, aku sudah mencoba menerima semuanya dengan ikhlas namun aku malah semakin hari semakin terluka. Aku mencoba mengerti dirimu namun kau selalu melukai aku, tidak bisa mengerti aku, membuatku kini semakin membencimu karena muak, Jangan mencariku karena kau sudah punya Sowon dan Jungsoo yang melengkapi hidupmu dengan keluarga yang lengkap seperti yang istana harapkan. Anggap saja aku yang menceraikanmu dan anggap takdir jodoh kita sudah berakhir cukup sampai disini, jangan pernah mencariku seperti yang pernah ku katakan walau kau menjemputku dengan bersujudpun luka yang ku rasakan tidak akan sembuh dan aku tidak akan mau kembali kepadamu untuk masuk ke dalam istana lagi. Aku terlalu banyak terluka harus mengakui pembunuh ayahku sebagai mertuaku, difitnah Sowon namun kau justru mempercayai mulut manisnya begitupun dengan istana, saat kau menyadari kesalahanmu itu semuanya sudah terlambat karena hatiku sudah membencimu dan tidak mencintaimu lagi. Mianhae! Selamat tinggal!


Dari Suzy


Myungsoo menatap sedih surat itu, begitupun Sohee yang langsung lemas terduduk dikursi sambil meremas surat yang dipegangnya.


"Sohee, kau kenapa? Apa yang ditulis Suzy untukmu?" tanya Eunji yang melihat Sohee lemas terduduk. Namun Sohee tidak menjawab hanya menyerahkan surat itu pada Eunji.


Dear, Sohee


Sohee maafkan aku, aku tidak bisa menepati janji kita untuk selalu bersama menjadi saudara. Hatiku sudah terlalu terluka, ku rasa inilah batas kesabaranku menahan semua luka dan menahan semua derita yang istana berikan untukku, aku tidak bisa lagi menjadi saudaramu karena walau bagaimanapun raja adalah ayahmu dan ayahmu membunuh ayahku. Aku membenci keadaan itu keadaan dimana aku mencintaimu sebagai saudaraku sejak kecil tapi kenapa kau harus menjadi anak dari pembunuh orangtuaku, aku benci harus mengatakan ini. Sohee, maafkan aku yang pergi dan tidak bisa menepati janjiku untuk mengandung menantumu. Tolong sampaikan ucapan permintaan maafku untuk Eunji, aku sudah sering merepotkannya sejak masuk di istana. Namun karena dendam orangtuaku, dia harus terpenjara melayani ibu suri di istana dan aku harap dia bersabar untuk sebentar lagi sampai kakakku berhasil menjemputnya. Terima kasih kalian selama ini sudah menjadi teman terbaikku yang melindungiku selama di di istana, maaf karena aku memutuskan untuk pergi meninggalkan kalian semua.


Dari Suzy


Eunji melipat surat yang ditinggalkan Suzy, melihat Sohee yang sudah menangis terisak membuatnya ikut terluka. Dia berjalan menghampiri Myungsoo dan berdiri didepan Myungsoo yang sudah sedih.


"Myung, kau dan Suzy adalah pasangan yang ku rasa sangat unik. Aku sudah tidak bersama Seungho, jika kau tidak bersama Suzy dan mencarinya aku tidak tahu apakah aku bisa percaya lagi atau tidak dengan takdir cintaku bersama Seungho yang akan menjemputku untuk bahagia. Jika kalian yang hanya karena salah paham bisa terpisah lalu bagaimana denganku dan Seungho yang tidak pernah direstui ibu suri dan dendam membara Seungho pada keluarga istana? Atay memang takdirku tidak menikah dan hanya mengapdi seumur hidupku pada istana"


"Eunji, jangan khawatir. Aku pasti akan menemukan Suzy, aku akan mencarinya bahkan sampai ke ujung duniapun. Aku janji pada kalian bahwa aku akan membawa Suzy kembali kesini untuk berkumpul dengan kalian" ucap Myungsoo sambil memegang pundak Eunji agar percaya padanya.


"Hmmm, tolong cari Suzy. Karena kami menyayanginya Myung, dia sudah seperti saudara bagiku."


"Ku mohon Myung, aku tidak bisa kehilangan dia. Kami sudah bersama sejak usia dini jadi banyak hal yang sudah kami lalui, aku tidak akan masalah dia bisa hamil menantuku atau tidak yang penting dia kembali berada disekitarku" ucap Sohee yang masih terisak.


"Nde. Aku janji pada kalian akan segera menemukannya" Ucap Myungsoo membawa Eunji dan Sohee yang sudah menumpahkan segala tangis kedalam pelukannya.


Sedangkan Suzy kini sudah berada di desa Gwangju, sebenarnya dia tidak punya tujuan untuk pergi kemanapun pada awalnya. Mau ke Sokcho kerumah orangtua angkat Seungho, dia takut akan segera ditemukan disana dan dia tidak siap mental untuk ditanyai kakaknya tentang kaburnya dia dari istana apalagi kehamilannya. Hingga dia memiliki ide pergi ke Gwangju tempat yang pernah Alex sarankan untuk kabur karena istana sangat jarang mengunjungi daerah Gwangju. Dengan berbekal sedikit harta yang di milikinya dia menyewa rumah kecil yang bisa ditinggali nya untuk beberapa bulan kedepan, di Gwangju Suzy juga akan mencari pekerjaan dengan kemampuannya sama seperti waktu dia berada di Busan.


"Kita akan aman disini nak, kita tidak akan ditemukan oleh siapapun yang ada di istana dan disini tidak akan ada orang yang menyakiti kita, aku akan menjagamu dengan baik mulai saat ini agar kau lahir dengan sehat dan selamat tidak seperti kakak-kakakmu yan ceroboh tidak ku jaga dengan baik. Kita akan bahagia tanpa ayahmu, ok. Selamat datang kebahagiaan." ucap Suzy tersenyum senang saat akan memasuki rumah yang disewanya.


*


*


Myungsoo masuk paviliunnya dengan wajah lelah, dia merasa bersalah karena sudah membuat Sohee dan Eunji menangis sepanjang hari karena kepergian Suzy, dia sungguh menyesal tidak mempercayai ucapan Suzy dan menyesal tidak bisa membuat Suzy memaafkan kesalahannya.


"Myung, kau sudah pulang? Aku akan bawa Jungsoo kesini untuk main denganmu" ucap Sowon yang berdiri akan ke kamar.


"Tidak perlu, aku lelah mau istirahat. Tidak sempat bermain dengan anak" ucapan Myungsoo membuat Sowon berhenti dan berbalik lagi.


"Kenapa? Apa karena Kakak marah padamu dan pergi, maka kau menyalahkan anak kita yang tidak tahu apa-apa. Apa salah Jungsoo yang masih kecil? Salahkan kakak yang selalu kekanakan hingga cemburu pada anak kecil" ucap Sowon memancing kemarahan Myungsoo.


"Kau! Jika berani menyinggung Suzy lagi, aku akan memusnahkanmu dan anakmu. Kau yang membuat semua ini semakin rumit dengan mulut berbisamu, jangan pernah mendekat padaku jika tidak ingin aku musnahkan kalian" bentak Myungsoo yang langsung pergi menuju kamarnya dengan Suzy, Sowon yang tidak terima langsung berteriak juga.


"Aku akan melaporkanmu pada ibu suri jika kau berani memusnahkanku"


"Laporkan saja, aku tidak takut dengan ancamanmu itu Kim Sowon"


Myungsoo memenuhi undangan ibu suri dipaviliunnya, Permaisuri, Raja, Selir Chang, Kyuhyun, Alex, Eunji dan Miura sudah datang lebih dulu menemani ibu suri menikmati teh musim dinginnya. Myungsoo memberi hormat dan duduk dibangku samping Eunji karena hanya itu yang tersedia.


"Mohon maaf atas keterlambatan saya, tadi saya ketiduran karena sedikit lelah. Banyak permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini hingga membuat lelah karena banyak energi yang saya keluarkan" ucap Myungsoo terus terang.


"Tidak apa, aku tahu sifat Suzy yang memang kekanakan. Sedikit-sedikit kabur ke rumah seketaris Lee untuk emosinya" ucap raja Hwanhee.


"Myung, bagaimana usulku? Apa kau setuju dengan pengangkatan Sowon menjadi permaisurimu karena dia sudah menjadi ibu dari pangeran kecilmu" ucap ibu suri dengan tersenyum lebar namun ada beberapa orang yang senang dan ada juga yang diam berwajah masam.


"Mohon maafkan hamba mama, bagaimanapun keadaannya saya tidak akan bisa mengantikan posisi Suzy sebagai permaisuri digantikan dengan orang lain. Saya tidak bisa menghianati cintanya pada saya, walau Sowon dan Jungsoo adalah tragedi yang tidak bisa saya hilangkan tapi hati saya tidak bisa berdusta untuk melakukan hal tidak benar ini"


"Sejak Sowon hamil, kau sudah menghianati Suzy lagipula dia sudah kabur dan pergi dari sini, sikapnya selalu saja begitu. Apa yang kau harapkan lagi darinya? Apa kau akan bersikap pengecut dengan menelantarkan Sowon dan anak kalian demi wanita yang tidak bisa hamil anakmu selama ini. Pikirkan itu Myung? Kau pangeran yang menonjol untuk menjadi raja, apa kau tidak malu memiliki permaisuri yang ceroboh bahkan hamil saja tidak bisa😤"


"Yangmulia, hamba mohon jangan marah. Myungsoo hanya mengungkapkan perasaan cintanya yang begitu besar pada Suzy. Myung, jika kau hanya mencintai Suzy kenapa kau setuju untuk menikahi Sowon saat ibu suri menawarkan menikah lagi? Ini juga tidak akan adil bagi Sowon." tanya Raja Hwanhee.


"Kenapa kau bertanya hal yang sudah lalu? Itu sudah tidak penting lagi, karena bagaimanapun Sowon sudah melahirkan pangeran kecil untuk generasi penerus istana" jawab ibu suri cepat membuat permaisuri dan selir Chang curiga, begitupun dengan yang lain.


"Benar, sudah jangan diperpanjang lagi. Suzy mungkin hanya iri dengan Sowon, walau sifatnya kekanakan tapi aku merindukan suasana saat dia membuat onar dan membuat suasana ramai diistana. Saat seperti itu ku rasa istana terasa hangat"


"Terakhir kali dia membuat onar saat pesta tahun baru bersama Alex"


"Harusnya Suzy menikah dengan Alex saja, karena mereka sama-sama pembuat onar yang hebat diistana" seru Miura sengaja membuat suasana hati Myungsoo kesal.


"Jika menikah denganku maka kami akan jadi pangeran dan putri pembuat onar, anak kami pasti juga akan sangat nakal dengan kejahilannya hahaha" tambah Alex membuat Myungsoo makin emosi.


"Walau kau berhayal dan berengkarnasi di dekat Suzy, aku tidak akan pernah membiarkanmu memilikinya walaupun di lain waktu dan di lain kehidupan karena Suzy akan selalu menjadi milikku" ucap Myungsoo dengan menahan emosi dan langsung pergi.


"Kalian ini sudah dewasa tapi seperti anak kecil saja, lihat Myungsoo jadi marah." tegur selir Chang yang hanya di cengiri oleh Alex.

__ADS_1


"Hyung saja yang sensitif bu, padahal kami hanya bercanda namun ditanggapi serius. Aku sampai kaget mendengar ucapannya" ucap Alex dengan wajah tanpa dosanya.


Usai acara minum teh yang diadakan ibu suri, semua kembali ke kediaman masing-masing begitupun Eunji yang kembali ke kamar untuk istirahat sebelum memulai aktivitasnya menyiapkan keperluan ibu suri.


"Dayang Choi tadi hampir saja aku ketahuan jika tidak cepat menjawab raja, bisa bahaya jika Myungsoo yang emosi buka mulut aku yang memaksanya menikahi Sowon dengan ditukar keselamatan kakak Suzy"


"Anda juga harus berhati-hati mama, jika anda ketahuan sering memberikan ramuan penghambat agar putri Suzy tidak bisa hamil maka anda juga akan terusir dengan tidak hormat. Untuk urusan nyonya Sowon dia akan bisa mengatasinya karena nyonya pintar bermain kata-kata"


"Sudah pergi saja masih membuat onar, kepalaku sungguh pusing karena Suzy. Aku harap dia tidak pernah kembali ke istana agar semua tenang"


"Tapi menurut info dari orang yang saya bayar, tuan putri Suzy sudah pergi dari kediaman seketaris Lee semalam dan belum diketahui kemana perginya, mama"


"Baguslah, semoga saja dia pergi jauh sekali hingga sulit ditemukan. Agar mudah bagiku menggeser posisi Suzy sebagai permaisuri sebagai milik Sowon"


"Nde mama, tidak sia-sia ramuan yang anda berikan pada nyonya Sowon. Sekalinya melakukan hubungan suami istri langsung hamil dan melahirkan pangeran kecil untuk istana"


"Aku meminta tabib Liu meraciknya khusus untuk mereka makanya manjur. Siapa sangka juga Suzy keguguran dihari pernikahan Myungsoo dan Sowon padahal aku sudah menaburkan ramuan agar dia tidak hamil sudah dua tahun namun masih bisa kecolongan, untung saja anaknya lemah dan gugur jadi tidak menghambat tujuanku menyingkirkannya dari Myungsoo"


"Mama, apa anda tidak menyesal telah membunuh darah daging anda? Yang anda bunuh cicit anda sendiri"


"Untuk apa menyesal, sejak awal aku tidak suka padanya yang berasal dari rakyat biasa dan anak seorang pemberontak. Sampai matipun aku tidak sudi punya cicit dari rahimnya"


"Tapi pangeran Myungsoo sangat mencintainya, sungguh begitu terlihat dari matanya, mama?"


"Dia bodoh dibutakan oleh cinta, namun karena Suzy sudah pergi maka ini kesempatan bagus untuk Sowon mengambil hatinya. Kita tidak perlu melakukan apapun biar Sowon bertindak sendiri"


Ibu suri dan dayang Choi tidak menyadari bahwa ada penguping yang mendengarkan ucapan mereka dengan jengkel dan mengepalkan tangannya penuh dendam. Penguping tersebut adalah pangeran Alex yang kembali bermaksud mengambil jubah musim dinginnya namun malah mendengar sesuatu yang mengejutkan.


"Jika kalian mendengarkan ini laporkan padaku, atau aku akan membunuh penggal kalian dengan tidak hormat" ucap Alex pada dua dayang yang berjaga didepan pintu.


"Baik pangeran"


"Aku ingin bertanya lagi? Selain aku apa ada yang pernah mendengar ucapan mereka. Seperti noona Eunji?"


"Tidak pernah ada pangeran. Setiap yangmulia ibu suri, dayang Choi dan nyonya Sowon berunding putri Eunji selalu disuruh menyiapkan keperluan yangmulia ibu suri"


"Sudah berapa lama mereka berunding seperti ini? Maksudku merencanakan hal jahat pada putri Suzy"


"Sejak nyonya Sowon masuk ke istana ini, mereka sering berunding sejak saat itu"


"Jadi ibu suri sudah merencanakan ini sejak lama, aku harus mencari Suzy noona dulu dan membongkar ini suatu saat nanti saat aku memiliki kesempatan bicara. Suzy noona yang malang, kau ada dimana sekarang? Kasian Myungsoo hyung yang tidak bersalah menjadi korban obsesi ibu suri" ucap Alex dalam hati. "Aku pergi, ingat jangan bilang aku mendengar mereka atau nyawa kalian taruhannya. Dan laporkan diam-diam padaku jika mereka membuat rencana seperti ini lagi" ancam Alex.


"Hamba tidak berani pangeran, kami akan melaksanakan perintah anda"


"Bagus, kalian bekerja untukku sekarang"


Alex segera mendatangi Kyuhyun yang ada didepartemen hukum, setelah berkeliling mencarinya sejak tadi.


"Hyung, bisakah kau menyuruh orang-orangmu mencari Suzy noona? Aku kasihan dengannya yang tidak mendapat keadilan di istana"


"Tentu, aku ada disini untuk keadilan Alex. Aku tentu saja akan membantu tanpa disuruh siapapun jika itu berhubung dengan keadilan"


"Hyung, ibu suri telah merencanakan semua kejahatan ini bersama Sowon dan dayang Choi. Kenapa semua mau dibutakan oleh kepura-puraan Sowon selama ini? Tadi aku mendengarnya sendiri bahwa ibu suri memaksa Myungsoo hyung menikahi Sowon yang ditukarkan dengan keselamatam Seungho hyung. Ibu suri juga memberikan ramuan agar Suzy noona gagal hamil dan kelahiran Jungsoo, semua sudah direncanakan untuk mendepak Suzy noona agar Sowon yang menjadi seorang permaisuri yang nemenami Myungsoo hyung sebagai calon raja, namun kita semua malah menyalahkan Suzy noona yang kekanakan akibat cemburu pada kelahiran Jungsoo. Aku sempat simpati dengan Sowon yang menderita saat melahirkan Jungsoo namun mendengar percakapan tadi membuatku semakin muak saja tingkahnya"


"Kau sama seperti Miura, yang sejak awal membenci Sowon karena katanya Sowon pintar bermain lidah. Kau tenang saja Alex, aku akan segera mengerahkan orang untuk mencarinya, aku menyayanginya seperti adikku sendiri"


"Gomawo hyung"


*


*


*


Suatu hari, Seungho datang diam-diam ke rumah seketaris Lee untuk mengunjungi adiknya dan Eunji. Semua kaget akan kedatangannya apalagi Suzy yang hingga kini belum ditemukan.


"Lihat, siapa yang aku bawa?" ucap seketaris Lee pada Sohee dan Sungjong saat dia membawa Seungho masuk rumah.


"Seungho"/"kak Seungho"


"Sohee, Sungjong kalian apa kabar?" tanya Seungho menyapa Sohee dan Sungjong yang terkejut.


"Kami tentu saja baik-baik saja. Kau bagaimana? Apa mau menemui Suzy dan Eunji" jawab Sungjong sambil tertawa.


"Hmmm. Aku merindukan mereka"


"Eunji ada. Suzy masih pergi ke luar kota untuk beberapa waktu, ada urusan dari istana" kilah Sohee sedikit gugup.


"Tidak apa, bisakah kalian membawaku ke istana untuk menemui Eunji? Aku sangat merindukannya"


"Tentu saja."


Sohee dan Sungjong membawa Seungho ke paviliun Myungsoo dengan perasaan yang was-was jika Sowon berulah membuat semua terbongkar, namun hanya paviliun Myungsoo saja yang dirasa aman karena lumayan jauh dari paviliun ibu suri.


"Apa pangeran Myungsoo ada?" tanya Sohee pada Jia dan Chaekyung yang sedang membersihkan halaman depan.


"Pangeran ada di dalam perpustakaan tuan putri" jawab Jia.


"Ayo masuk Seungho" ajak Sungjong masuk ke dalam paviliun Myungsoo.


"Tolong kalian panggilkan putri Eunji, katakan aku menunggunya diperpustakaan milik pangeran Myungsoo, lalu siapkan makanan dan minuman. Jangan katakan apapun karena kakak putri Suzy tidak tahu kalau putri Suzy pergi menghilang " perintah Sohee pada kedua pelayan setia Suzy.


"Baik tuan putri, perintah akan saya laksanakan" ucap Jia dan Chaekyung yang segera berlari memanggil Eunji di paviliun ibu suri.

__ADS_1


Sohee mendesah lega masuk ke paviliun Myungsoo lalu masuk perpustakaan Myungsoo, Eunha yang sejak tadi bersembunyi menguping langsung melaporkannya pada Sowon.


"Nyonya, ada kakak tuan putri Suzy datang. Dia ingin menemui tuan putri Suzy dan putri Eunji itu yang saya dengarkan, saya juga mendengar tuan putri Sohee menyuruh Jia dan Chaekyung agar tutup mulut mengenai kepergian tuan putri Suzy dari istana ini" lapor Eunha.


"Bagus, aku akan memberikan kejutan untuk mereka. Kau undang raja dan ibu suri katakan aku dan Jungsoo ingin minum teh bersama mereka disini?" ucap Sowon terseyum licik.


"Baik nyonya, perintah akan saya laksanakan"


Eunji masuk ke dalam perpustakaan dan langsung berlari memeluk Seungho karena rindu, Sohee dan Sungjong tersenyum bisa membuat Eunji dan Seungho bertemu. Hanya Myungsoo yang sedih karena Suzy belum ditemukan keberadaannya dimana hingga saat ini.


"Aku merindukanmu Eunji" ucap Seungho.


"Aku juga merindukanmu Seungho" balas Eunji yang memeluk Seungho erat-erat.


"Aku juga merindukan Suzy, tapi kata Sohee dia sedang bepergian jauh" ucap Seungho setelah melepaskan pelukannya, membuat semua takut menanti jawaban yang akan diberikan Eunji.


"Ah iya, Suzy pergi ke luar kota karena ada keperluan mendadak bersama selir Chang. Dia pasti juga merindukanmu" ucap Eunji sedikit ragu karena ikut membohongi Seungho.


"Sayang sekali dia tidak disini. Dia pasti akan senang kegirangan karena kakaknya kemari"


"Kau kesini hanya karena merindukanku?" tanya Eunji.


"Ayo kita kabur Eunji, aku akan membuatmu bahagia setelah keluar istana. Aku juga akan membawa Suzy bersamaku, karena aku tahu disini dia menderita tidak menemukan kebahagiaan" jawab Seungho tegas.


"Bagaimana bisa kau akan membawa Suzy bersamamu? Apa kau ingin membunuhku, Suzy sudah seperti napas bagiku. Jika dia pergi maka aku akan mati" tukas Myungsoo yang kesal.


"Kau punya istri lain, kenapa aku harus peduli dengan kehidupanmu yang tidak bisa membahagiakan adikku. Kau matipun aku tidak peduli"


"Sudah-sudah, kenapa kalian malah berdebat. Lebih baik kita bicara santai sambil menunggu teh yang akan dibawakan dayang Suzy kesini" cegah Sohee agar tidak ada adu mulut.


Brakkk


Pintu terbuka, membuat semuanya tertuju menatap pintu.


Sowon datang membawa nampan berisi teh, diikuti para dayangnya dan dayang Suzy membawakan makanan.


"Aku mendengar ada suara ramai disini, aku tanya katanya kakaknya kakak Suzy datang maka aku ingin menyajikan teh karena kakak adalah tamu di paviliun ini jadi kakak adalah tamuku juga. Sayang ya kakak Suzy pergi entah kemana dan belum pulang hingga saat ini" ucap Sowon sambil menyajikan teh dimeja.


"Kau ini bicara apa? Seungho, jangan dengarkan ucapannya" bentak Myungsoo mendorong Sowon menjauh agar tidak semakin bicara.


"Kak Seungho kau harus tahu kalau kakak Suzy pergi meninggalkan istana dan tidak akan pernah kembali. Dia merasa tidak pantas hidup diistana dengan keadaannya yang tidak bisa hamil lagi, dia sungguh malang karena bagai siput yang terpenjara. Karena merasa menderita dia memilih pergi" teriak Sowon yang terus didorong Myungsoo agar keluar dari perpustakaannya.


"Bicara sembarangan lagi, kau akan aku pukul dengan papan" ucap Myungsoo mendorong Sowon hingga terjatuh didepan pintu perpustakaan.


"Myung, kau sungguh kejam padaku" ucap Sowon yang mencoba berdiri.


"Ada apa ini?" teriak ibu suri dan raja yang sudah berdiri tak jauh dari kejadian.


"Hormat yangmulia raja dan ibu suri" ucap Sowon yang segera berdiri memberikan hormat, diikuti yang lainnya. Hanya Seungho yang diam tidak memandang raja dan ibu suri.


"Masih bernyali juga kau Seungho untuk datang ke istana, setelah mencampakkan Eunji dan kabur dari istana tanpa tanggung jawab kini kau muncul disini" sinis raja Hwanhee.


"Kenapa aku harus takut, aku kesini untuk menemui adikku yang menjadi menantu istana dan kekasihku juga disini. Aku pergi waktu itu karena keadaan memaksaku untuk pergi" ucap Seungho tak kalah sinis.


"Yangmulia, Seungho datang ingin mengajak putri Eunji kabur dan ingin membawa kakak Suzy pergi juga padahal istana masih mencari keberadaanya. Jika kakak Suzy ada disini pasti dia dan kakaknya akan membalas dendam atas kematian orangtuanya yang anda penggal"


"Kau ini bicara apa" bentak Myungsoo yang menghampirinya, namun Sowon bersembunyi dibalik tubuh ibu suri. Namun Myungsoo tidak takut dan semakin mendatanginya. "Kau akan aku pukul bersama dayangmu karena berani melawan perintah dan aturanku" sinisnya dan mendorong Sowon keras hingga jatuh ditanah.


"Myung, apa yang kau lakukan" bentak ibu suri membantu Sowon berdiri.


"Tanyakan saja padanya."


"Dendam" ucap Seungho seolah diingatkan tentang dendam membaranya, sehingga dia mengambil pedang dan mengarahkan pada raja.


"Seungho, jangan........" teriak Sohee, Eunji dan Sungjong menghalangi Seungho yang akan menyerang raja.


"Mereka sudah membunuh orangtuaku, nyawa harus dibalas nyawa, mereka juga sudah membuat adikku menderita. Lepaskan aku" berontak Seungho membuat semua jatuh namun mereka bertiga kembali menahannya.


"Kak Seungho ingat pengorbanan Suzy, jangan seperti ini. Kau akan membuatnya sedih" teriak Sohee yang membuat langkah Seungho terhenti.


"Seungho, kita bicara ini baik-baik" Ucap myungsoo yang kini menghalanginya dengan Sungjong.


"Lepaskan aku. Aku akan membunuhnya seperti dia membunuh ayahku" Berontak Seungho.


"Sebenarnya dendam apa yang kau katakan? orangtua. Apa yang kau maksud, aku sungguh tidak mengerti" tanya raja Hwanhee.


"Orangtua mereka pemberontak bernama Bae Youngwon yang anda penggal yangmulia. Dia dan Suzy ingin balas dendam pada anda" ucap Sowon dengan berani, dan karena geram Myungsoo mendatangi Sowon dan menamparnya dengan keras.


Plak


Plak


Tamparan itu membuat Seunghoo mendapatkan kesempatan menyerang, segera saja dia menghempaskan tubuh yang memeganginya dan langsung menyerang. Myungsoo segera berlari berlutut dan memegang sebelah kaki Seungho.


"Seungho, kumohon maafkan ayahku. Aku tahu kesalahan ayahku yang memenggal orangtuamu itu tidak manusiawi sama sekali. Tapi bagaimanapun juga dia mertua adikmu, dia orangtuaku. Memang nyawa orangtuamu tidak bisa kembali, sebagai baktiku pada ayahku maka bunuhlah aku dan biarkan ayahku tetap hidup" ucap Myungsoo yang masih berlutut memegangi sebelah kaki Seungho.


"Aku tentu saja akan membunuhmu. Kau sudah membuat hidup adikku selalu menderita di istana ini. Kau menghianati cintanya dengan menikahi gadis lain, menodai pernikahan kalian dengan menghamilinya, apa kau pikir aku akan membiarkanmu hidup dengan tenang setelah membuatnya menguras airmata selama tinggal disini" ucap Seungho menuduk dan memukuli Myungsoo membabi buta namun Myungsoo tidak membalasnya.


"Aku tahu aku salah, aku tidak akan membalas pukulanmu karena semua memang salahku" ucap Myungsoo yang wajahnya sudah babak belur oleh Seungho.


"Seungho berhenti, lihatlah kedalam mata Myungsoo apa kau tidak bisa lihat bahwa Myungsoo sangat mencintai Suzy setulus hati. Pernikahan kedua Myungsoo, kepergian Suzy, dan derita Suzy akhir-akhir ini adalah tragedi diluar kehendak mereka. Kematian orangtua kalian juga sudah lama karena salah paham jadi tolong masalahnya jangan diperpanjang lagi." ucap Eunji dengan kalem namun tegas. "Yangmulia Hwanhee tolong maafkan Seungho, tolong lepaskan dia. Dia hanya ingin membawaku pergi, dia tidak bermaksud jahat dengan keluarga istana" ucap Eunji berlutut dihadapan raja.


"Sohee, tolong temani aku diruang kerja. Aku ingin bicara empat mata denganmu mengenai masalah ini. Yang lain bisa bubar, nanti aku akan memanggil kalian jika diperlukan" ucap raja Hwanhee langsung keluar dari perpustakaan Myungsoo menggandeng Sohee.

__ADS_1


__ADS_2