Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 24


__ADS_3

Sohee sudah mengajak Suzy dan putranya Jungshin untuk ke meja makan, Sohee menyuapi Jungshin dengan bubur saat Sowon datang bersama Myungsoo. Suzy hanya diam tidak memandang keduanya malah sibuk dengan makanannya sendiri.


"Mari nyonya sebelah sini" ucap Minri pada Sowon sambil melirik dayang Suzy dengan tatapan mengejek.


"Aku bisa sendiri Minri, hormat pada putri Sohee dan kakak Suzy" ucap Sowon pada dayangnya dengan nada lembut.


"Tidak perlu melakukan itu Sowon, apalagi ini meja makan" ucap Sohee dengan lembut juga.


"Maaf atas keterlambatan kami, kami terlambat bangun karena capek"


"Tidak apa, kami makhlum"


"Kakak Suzy bagaimana kabarmu? Sangat sayang sekali kemarin tidak ikut makan malam padahal aku sangat menunggu kakak bisa ikut juga disana" tanya Sowon bermanis ria pada Suzy.


"Aku sedang tidak sehat kemarin" jawab Suzy datar, sesekali Myungsoo meliriknya namun diabaikannya.


"Aku sangat sedih saat ibu suri mengatakan bahwa kakak keguguran dihari pernikahanku dengan Myungsoo akibat kelelahan, kakak pasti sedih sekali dan mohon maafkan aku tidak bisa menghibur"


"Tidak apa, ada Sohee, ada Jia dan chaekyung yang sudah menemaniku"


"Tidak baik berbicara dimeja makan" ucap Myungsoo pada akhirnya.


"Nde, maafkan aku Myung yang terus bertanya pada kakak"


"Aku sudah selesai, aku mau menyelesaikan tulisan puisiku dulu" ucap Suzy pamit pada mereka yang ada diruang makan, kemudian masuk ke dalam kamarnya tanpa menunggu tanggapan dari yang lain.


Didalam kamar Suzy mulai membuka bukunya untuk melanjutkan tulisannya, Jia dan Chaekyung datang membawakan camilan untuknya.


"Tuan putri ini teh dan camilan anda, juga ada obat yang harus anda minum"


"Taruh saja disitu, nanti aku akan meminumnya"


"Baik. "


Myungsoo masuk ke dalam kamar Suzy, meminta kedua pelayan Suzy untuk pergi terlebih dulu.


"Bisakah kalian berdua pergi dulu, ada yang ingin ku bicarakan dengan tuan putri kalian?"


"Baik pangeran, kami pergi dulu"


Jia dan Chekyung pergi keluar kamar, Myungsoo berjalan mendekat kearah Suzy yang hanya diacuhkan. Suzy terus saja melanjutkan aktivitas menulisnya tanpa memperdulikan Myungsoo.


"Zy, dengarkan aku"


"Untuk apa aku mendengarkanmu. Seharusnya kau di kamar baru? Kenapa kau ada disini? Pergi sana" ucap Suzy beranjak ke kursi lain yang berada dipojokan kamar dan tentu saja Myungsoo mengikuti.


"Zy dengarkan aku, aku tidak melakukan apapun dengan Sowon percaya padaku. Malam itu aku langsung kemari, tapi kau sudah tidur dan Sohee menyuruhku kembali ke kamar baru? Aku juga menderita bahkan rasanya bernapaspun aku susah karena terus memikirkanmu. Aku juga sedih kehilangan anak kita disaat kita harus terjebak situasi yang sulit, aku tidak berdaya namun dihatiku tetap hanya dirimu saja. Dikamar baru setiap detikku berasa 1000 tahun tanpamu, parahnya aku menghadapi wanita lain yang harus ku terima bisakah kau rasakan menderitanya hatiku tanpamu? Aku memang anak seorang raja tapi aku tidak bisa seperti dia yang bisa menikah lebih dari sekali" ucap Myungsoo memegang tangan Suzy dan membuat mata Suzy berkaca-kaca.


"Aku bersalah, maafkan aku Myung" ucap Suzy mengarahkan tangan Myungsoo agar memukulnya, namun Myungsoo menariknya ke dalam pelukannya.


"Aku tak bisa tinggal disini sementara, aku harus tinggal dikamar baru."


"Hmmm"


"Bagaimana kabar kakakmu?"


"Kata Sungjong seharusnya dia sudah jauh di Sokcho dirumah paman kami"

__ADS_1


"Masih ada satu halu lagi, tolong lupakan dendammu pada raja. Demi aku? Kau harus melupakan dendam itu, jika bertemu raja kau harus bersikap seperti biasa agar hidup kita tidak terasa sulit" ucap Myungsoo yang membuat Suzy menimbang-nimbang. "Berjanjilah Zy" Suzy hanya mengangguk mengiyakan.


"Baiklah, aku akan pergi ke kamar baru. Yang penting aku sudah menjelaskannya padamu masalah kesalahpahaman ini"


Ibu suri mengadakan makan malam lagi, kali ini Suzy diundang makan malam bersama mereka tidak seperti kemarin.


"Aku begitu senang hari ini kita berkumpul seperti ini, biasanya Sohee jarang bisa makan disini karena Jungshin yang rewel. Atau Kau tidak mengizinkannya Sungjong" ucap ibu suri.


"Hamba tidak berani yangmulia" ucap Sungjong.


"Yangmulia ibu suri jangan terlalu memaksa Sohee, karena seorang ibu pasti khawatir jika anaknya sakit" bela Miura.


"Bukan tidak mau yangmulia ibu suri, saya memang tidak bisa karena Jungshin sedang demam jadi saya tidak bisa meninggalkannya ketika malam" kini Sohee menambahkan.


"Iya-iya aku paham Sohrr, aku juga pernah muda dan juga seorang ibu. Kalian ini"


"Yangmulia, Jungshin anak yang pintar. Bahkan usianya yang baru 2 tahun setengah sudah bisa menghafalkan huruf" ucap Sowon memuji Jungshin.


"Itu karena orangtuanya cerdas, makanya cucuku juga cerdas" ucap raja sambil bercanda.


"Mungkin jika Myungsoo dan Sowon punya anak, saat usia 2 tahun dia sudah pandai sastra dan berpuisi" ucapan ibu suri langsung membuat semua terdiam. Myungsoo langsung memakan nasinya sambil sesekali melirik Suzy yang sudah bersedih. Eunji, Sohee dan Miura langsung menatap kearah Suzy.


"Apa tidak bisa nenek tidak membahas hal sesensitif ini disini. Ini ruang makan bukan ruang keluarga, lagipula pernikahan masih baru terlaksana mengapa dibahas saat ini" ucap Alex santai namun dengan wajah menyebalkan yang membuat ibu suri marah.


"Kau...." bentak ibu suri.


"Yangmulia tenang" ucap Permaisuri dan Selir Chang langsung memegangi ibu suri yang sudah akan berdiri.


"Ananda mohon tenang ibu suri, benar kata Alex bahwa pernikahan mereka baru 2 hari terlaksana. Jadi membicarakan anak, saya rasa masih terlalu dini yangmulia"


"Terus saja membelanya"


"Kakakku pergi karena merasa diseoul tidak cocok untuknya tinggal" ucap Suzy sendu.


"Kami ingin lapor dari beberapa hari kemarin saat Seungho berkata bahwa kehidupan diistana tidak sesuai dengannya yang seorang pendekar, dan takut tidak bisa membahagiakan Eunji makanya dia pergi dari sini" tambah Myungsoo.


"Kurang ajar, dia meninggalkan Eunji yang jelas-jelas mencintainya. Eunji kau sejutu dia pergi? Atau dipaksa untuk setuju?" kini raja bertanya pada Eunji yang juga berwajah sendu.


"Yangmulia, hamba yang memaksanya untuk pergi dari sini" jawan Eunji


"Kenapa? Kau ingin dia pergi"


"Seungho seorang pendekar yang berkelana kesana kemari, jika aku mengikatnya diistana maka dia akan seperti tawanan istana. Seungho seperti seorang elang yang memiliki hutan dan langitnya sendiri, istana adalah sangkar baginya. Aku tak boleh egois untuk menahannya seperti seorang elang yang terkurung dalam sangkar" ucap Eunji menuturkan.


"Yangmulia, saya tau anda marah tapi jika dipikirkan ulang ini yang terbaik. Jika dia tetap diistana dia akan menyalahkan Eunji karena terkurung diistana, jadi dia pergi bukanlah musibah tapi kebahagiaannya dan Eunji tidak mau menjadi penghalang kebahagiaannya" ucap Sungjong memberikan pengalihan.


"Benar kata Sungjong ini bukan musibah, yangmulia raja lupakan persoalan ini. Biarkan dia pergi ke angkasanya sendiri" ucap ibu suri.


"Eunji jangan bersedih, nanti aku akan mencarikan calon suami yang baik untukmu, dan melaksanakan pernikahan yang meriah agar Seungho menyesal"


"Yangmulia tidak perlu, biarkan saya melayani ibu suri selamanya tanpa menikah" ucap Eunji kaget dengan ucapan raja Hwanhee.


"Walau kau tak menikah tapi kau tetap tidak akan bisa jadi hutan dan angkasa untuk Seungho, jangan bertindak bodoh" gerutu raja Hwanhee.


"Aku tidam berselera makan, sebaiknya aku kembali istirahat di kamar" ucap Suzy berdiri dan berjalan keluar ruang makan istana utama.


"Suzy apa kau ingin terbang dan pergi seperti Seungho? Cepat kembali" teriak ibu suri yang membuat Suzy menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Yangmulia, kau sudah puas bukan karena tujuanmu sudah tercapai. Kenapa masih memaksaku? Jika aku bisa terbang maka aku akan terbang pergi dan tidak kembali" balas Suzy yang langsung pergi.


"Yangmulia, Suzy masih belum pulih. Tak berselera makan jadi biarkan dia istirahat dikamarnya" bela Myungsoo.


"Yangmulia, biar Suzy aku yang antar ke istana dan menemani, permisi" pamit Sohee.


"Aku saja yang mengantar kakak" tawar Sowon.


"Kalian satu per satu mau meninggalkan meja makan, duduk kembali" ucap Raja Hwanhee yang membuat semua diam.


"Yangmulia, biarkan Sohee pergi karena mereka sudah terbiasa bersama dan berbagi apapaun bersama sejak mereka kecil. Masalah ini hal yang sulit" bujuk permaisuri.


"Baiklah, kau boleh pergi Sohee" ucap raja Hwanhee yang membuat Sohee langsung berlari mengejar Suzy. "Kecemburuan Suzy terhadap Sowon benar-benar parah, padahal nanti bisa saja masih ada Sowon-Sowon lain nanti yang akan mendampingi kehidupan Myungsoo"


"Yangmulia Suzy masih muda dan pernikahan ini terjadi setelah beberapa tahun pernikahannya, jadi wajar jika dia sedikit cemburu berlebihan. Apalagi dia masih muda dan belum mengerti jika diistana bisa terjadi begini? Hamba mohon anda memakluminya" ucap Permaisuri menenangkan.


"Baiklah. Lanjutkan makan kalian."


Sohee berlari sekuat tenaga mengejar Suzy yang sudah berjalan menuju pulang sambil mendumel sendiri.


"Mereka pikir mereka siapa? Sudah menekanku dengan segala keadaan? Seenaknya mengatai aku? Apa dipikir aku ini boneka yang tidak berperasaan, mereka sudah membunuh orangtuaku dan membuat kakakku meninggalkanku tapi aku dipaksa patuh aish kenapa aku bisa terjebak seperti ini. Kenapa aku begitu lemah untuk melawan"


"Suzy, yaaa tunggu aku" teriak Sohee yang berlari dari arah belakang Suzy dengan ngos-ngosan.


"Kenapa kau kemari? Bukannya makan malam belum selesai"


"Mana mungkin aku bisa makan jika kau bersedih. Ayo aku temani kau ke paviliun" ucap Sohee mengandeng sebelah tangan Suzy menuju paviliun.


"Aku harus bagaimana? Aku terjebak dalam situasi yang sulit. Aku harus kehilangan Myungsoo, kakakku dan aku harus mengakui pembunuh ayahku sebagai keluarga. Takdir macam apa ini"


"Zy dengarkan aku. Kau hanya harus bersikap biasa, bukankah kau sudah berjanji pada Myungsoo untuk melupakan dendammu demi dia. Jika kau begini bagaimana bisa kau hidup tenang, kau harus bisa menerima Sowon sebagai adik karena dia terlihat gadis yang baik"


"Aku hanya tidak yakin pada Myungsoo yang tidak akan jatuh cinta padanya. Dia gadis yang cantik, pintar dan bahkan sabar terlebih ibu suri menyukainya. Jika dia segera hamil maka tamatlah riwayatku"


"Makanya kau juga harus cepat hamil dan melahirkan menantu untukku"


"Sudah jangan bahas lagi. Aku sedang tidak mood"


"Ayo masuk. Aku akan menemanimu curhat sampai pagi seperti dulu"


*


*


Hari ini Kyuhyun pulang dari tugasnya, dia bingung karena melihat keadaan istana yang sepertinya sedang kacau.


"Apa yang ku lewatkan selama aku diluar istana?" tanya Kyuhyun pada sang istri.


"Banyak sekali Kyu. Bagaimana aku harus menjelaskan kerumitan ini" jawab Miura mendengus.


"Aku punya waktu mendengarkanmu sayang"


"Myungsoo menikah lagi dengan Sowon, Suzy keguguran lagi dihari yang sama dengan pernikahan Myungsoo. Semua rumit dan aku yakin pasti ibu suri punya rencana tidak baik. Kasihan Suzy yang malang, bahkan kakak Suzy juga tiba-tiba pergi dan meninggalkan Eunji dengan alasan katanya tidak betah diistana. Namun aku curiga ibu suri dibalik ini?"


"Jangan khawatir. Aku akan mencari info dan membantu memecahkan masalah ini. Kau terus saja awasi gerak gerik mereka" ucap Kyuhyun menarik Miura kedalam pelukannya.


"Hmmm. Aku hanya takut akan ada tragedi besar diistana. Kita semua tahu Myungsoo mencintai Suzy namun tiba-tiba setuju dinikahkan dengan Sowon" ucap Miura membalas pelukan Kyuhyun dengan erat.

__ADS_1


"Jangan khawatirkan apapun. Percaya takdir akan memihak siapa mereka yang melakukan kebenaran. Jika Sowon dan ibu suri punya rencana jahat pasti akan kelihatan pada akhirnya"


"Kau benar."


__ADS_2