Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 36


__ADS_3

Sesuai yang di janjikan Myungsoo, istana yang akan ditempati Suzy bersama Heesoo dan Jisoo sudah siap direnovasi. Jia dan Chaekyung kembali ditugaskan melayani Suzy namun kini ditambah dengan Hyemi yang bertugas menyiapkan keperluan si kembar. Kini mereka diboyong kembali ke istana.


"Kalian suka dengan kamar kalian?" ucap Myungsoo menunjukkan kamar baru anaknya.


"Suka ayah, kamsa hamnida ayah"


"Yang kanan ranjang milik Jisoo, yang kiri ranjang milik Heesoo. Sebenarnya permaisuri alias nenek kalian sudah menyiapkan kamar untuk kalian berdua dikamar anak-anak istana bersama Hyura dan yang lain tapi sepertinya ibu kalian tidak ingin pisah dengan kalian jadi ayah buatkan begini sementara kamar kalian karena renovasinya mendadak sekali. Kalau kalian mau belajar di belakang ada ruang perpustakaan yang bisa digunakan? Ayah sudah memindahkan banyak buku-buku milik ayah yang bisa kalian baca atau kalian gunakan untuk belajar disana."


"Nde ayah, kamsa hamnida ayah"


"Kamar ayah dan ibu ada disebelah kiri lorong perpustakaan. Jika kalian mencari kami datang saja kesana, jika ada apa-apa atau butuh sesuatu kalian bisa panggil dayang yang ada didepan, mereka yang akan membantu kalian seperti ibu asuh kalian di Gwangju. Ada bibi Jia, bibi Chaekyung dan bibi Hyemi. Mengerti nak"


"Mengerti ayah"


"Baik. Kalian istirahatlah tidur siang bersama dayang istana, ayah akan membantu ibu kalian beres-beres dulu"


"Siap ayah"


Myungsoo menutup pintu kamar anaknya dan berjalan menuju kamarnya bersama Suzy, Suzy sibuk membereskan baju dan memasukkannya kedalam lemari. Myungsoo yang datang langsung saja menyergap dan memeluk suzy dari belakang.


"Yakk apa yang kau lakukan, lepaskan aku!" ucap Suzy mencoba melepaskan tangan Myungsoo yang memeluknya dari belakang.


"Aku senang akhirnya kau mau kembali ke istana. Dan lagi mereka mau menerimaku sebagai ayah mereka dengan begitu baik dan itu membuatku sangat bahagia, maafkan aku yang tidak bisa menemanimu selama mengandung mereka" ucap Myungsoo mengeratkan pelukannya pada Suzy.


"Tidak perlu minta maaf. Mereka tidak rewel dulu dalam perutku selama 9 bulan, mereka mengerti keadaanku yang sendirian dan menumpang dirumah orang. Hanya aku kesal karena mereka semua berwajah mirip denganmu, bahkan Heesoo sepertinya versimu dam bentuk perempuan dengan sikap ketus menyebalkannya. Suka sekali mengejek Jisoo namun dia bisa jadi pahlawan Jisoo jika ada anak yang mengganggu. Jisoo hanya bakat melukisnya yang mirip aku"


"Heesoo juga galak seperti dirimu Zy, apapun dan bagaimanapun mereka. Mereka anak kita Zy, kita dulu menunggu lama untuk kehadiran mereka"


"Kau benar Myung, ku dengar ibu suri pergi menjemput Sowon dan Jungsoo. Kau tidak ingin menyambut kedatangan mereka juga? Mereka akan tinggal dengan ibu suri menempati kamar bekas yang dipakai Eunji dulukan"


"Nanti saja, aku masih merindukanmu. Mari kita buat hal menyenangkan"


"Apa?" ucap Suzy menolehkan kepalanya pada Myungsoo yang masih memeluknya.


"Tentu saja msmbuat adik untuk Heesoo dan Jisoo. Aku ingin menemanimu mengandung anakku kali ini?" bisik Myungsoo yang membuat Suzy gelagapan.


"Myung, aku..."


Myungsoo tidak memberikan kesempatan Suzy untuk bicara, langung saja bibir Myungsoo menempel di bibir Suzy. Sentuhan yang lembut dan menuntut kerinduan membuat Suzy ikut menikmati ciuman Myungsoo yang sangat merindukan Suzy. Suzy seakan kehilangan akal sehatnya karena sentuhan lembut itu.


"Aku mencintaimu, Kim Suzy"


"Nado..."


Myungsoo merebahkan tubuh mereka ke ranjang, melucuti pakaian mereka berdua. Myungsoo merangkak di atas Suzy menikmati tubuh yang lama tidak dilihatnya. Myungsoo menciumi leher Suzy dan memberikan tanda kepemilikannya, terus turun hingga menghisap payudara yang masih kencang walau sudah digunakan untuk menyusui kedua anaknya.


"Aaaasssssss....." desis Suzy namun Mulut Myungsoo terus bergelirya sembari tangannya pun tak tinggal diam, kedua jarinya dimasukan ke ****** Suzy yang lama tak terjamah siapun. "Aaaasss Myung saaakiiiittt bodoh" desis Suzy mencengkram pundak Myungsoo.


"Mianhae sayang" ucap Myungsoo namun perlahan mengeluarkan masukan jarinya di ****** suzy.


"Myuuunnnnggggg"


"Terus teriakan namaku" ucap Myungsoo semakin cepat di ****** Suzy yang mulai basah karena cairannya.


"Myung, berhenti" ucap Suzy mencoba memainkan akal sehatnya.


"Kenapa? Kita sudah lama tidak melakukan ini. Kenapa harus berhenti disaat sudah begini sayang, kau sudah terangsang" goda Myungsoo mempercepat tangannya dan menjilat dada Suzy.


"Akku belum siap."


"Apa kau pernah dijamah orang lain sayang"


"Apa kau percaya jika aku berkata iya?"


"Tentu saja tidak, karna vaginamu masih rapat sayang" ucap Myungsoo mencabut jarinya dari ****** Suzy yang sudah sangat basah tersebut. Tanpa banyak berkata apapun Myungsoo sudah menempatkan juniornya dan memasukan dengan sekali hentakan membuat Suzy berteriak.


"Aaarrrgghhh...." teriak Suzy karena merasa ngilu di ****** nya yang baru dimasuki benda asing setelah sekian lama.


"Aaaaahhhhh......" desisan keduanya menggema, keringat bercucuran membasahi keduanya. Suzy menolehkan kepalanya kebawah merasakan genjotan junior Myungsoo yang terus mendesam didalam vaginanya. Apa daya tolakannya tidak mempan pada Myungsoo yang menguasai tubuhnya.


"Aku mencintaimu Kim Suzy"


"Hhhmmmmmm"


Myungsoo merasakan juniornya dicengkeram didalam ****** Suzy yang rapat, hingga dia mempercepat gerakannya.


"Aaaaahhhhh.."


Crooot...

__ADS_1


Keduanya merasakan pelepasan bersama, Myungsoo segera turun dan memakai pakaiannya kemudian memakaikan pakaian untuk Suzy yang masih kelelahan.


"Istirahatlah, aku akan membereskan sisa bajunya" ucap Myungsoo mengecup dahi Suzy yang tatapannya berubah sendu. "Kenapa?"


"Aniya"


"Istirahatlah, aku akan membereskan sisanya sayang"


Suzy merasa mengantuk saat tangan lembut Myungsoo membelai rambutnya dan mengelusnya perlahan. Tak lama Suzy sudah terlelap ke alam mimpi.


"Aku tidak akan menghianatimu lagi, aku akan membahagiakanmu. Aku tidak akan terpengaruh Sowon dan ibu suri lagi seperti dulu, aku sudah belajar tegas untuk kali ini. Aku mencintaimu istriku, kim Suzy" ucap Myungsoo mencium pipi Suzy yang sudah terlelap, kemudian beranjak membereskan baju-baju yang akan Suzy tata di lemari. Selesai memasukannya ke lemari Myungsoo keluar dari rumah dengan wajah yang berseri membuat semua pelayannya heran namun tidak ada yang berani bertanya.


Suzy terbangun ketika diluar langit sudah gelap gulita dari siang berganti malam. Dia segera mengerjapkan pandangannya dan bangun dari tidur, mengingat percintaannya dengan Myungsoo yang membuat akal sehatnya hilang. Pesona Myungsoo memang masih menguasai akal sehat Suzy hingga dia tidak sadar jika dia membatasi diri dengan Myungsoo. "Astaga apa yang sudah ku lakukan tadi, aku bisa gila jika didekatnya. Aku harus cari cara mulai sekarang agar hati-hati jika Myungsoo melakukannya, kehadiran Sowon pasti akan menyulitkanku dan anak-anak" ucap Suzy yang mengusap wajahnya, kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk menghilangkan bau percintaan mereka tadi di badannya yang sudah sangat lengket.


Suzy keluar kamar namun keadaan diluar sepi, Myungsoo dan kedua anaknya juga tidak terdengar suaranya.


"Jia dimana Myungsoo dan anak-anak? Dan kemana kedua dayang lainnya"


"Permaisuri membawa tuan muda dan tuan putri kecil untuk dibawa ke tempat pangeran Kyuhyun, beliau ingin mengajak pangeran kecil dan putri kecil bermain dengan tuan putri Hyura, beliau kesini anda sedang istirahat dan melarang kami membangunkan anda. Sedangkan pangeran Myungsoo bersama Chaekyung dan Hyemi berada di kediaman ibu suri, untuk memberi hormat pada putri Sowon dan tuan muda kecil Jungsoo yang baru tiba. Apa anda memerlukan sesuatu tuan putri?"


"Tidak, aku bisa melakukan apapun sendiri nanti"


Sementara itu, Myungsoo dipaksa ibu Suri makan malam bersamanya dan juga Sowon yang membawa Jungsoo. Saat ini ibu suri sedang membiarkan mereka bicara berdua.


"Myung, kau kurusan setelah kita 5 tahun tidak bertemu. Yang aku dengar kakak kembali? Bagaimana keadaannya"


"Dia baik."


"Aku sebenarnya tidak enak untuk tinggal di istana lagi, tapi ibu suri memaksaku demi hak Jungsoo makanya aku mau kembali ke istana"


"Tidak akan ada yang merebut hak Jungsoo. Suzy tidak berambisi seperti dirimu dalam tahta dan hak"


"Aku tidak berambisi Myung, aku hanya ingin yang terbaik untuk Jungsooku. Dia kini begitu pintar sastra dan membaca huruf kanji sepertimu. Aku mengajarkan banyak hal padanya agar tidak mempermalukanmu suatu saat jika kau menjadi raja"


"Sowon dengar! Biarkan Jungsoo belajar sesuai keinginannya. Jangan memaksakan hal yang mungkin tidak dia sukai. Dan jangan berharap lagi padaku karena walau kau disini dengan Jungsoo, aku tidak akan berpaling padamu lagi. Mianhae! Ku mohon jangan memaksakan dirimu apalagi menerima bujuk rayu ibu suri"


"Aniya, aku ingin memberi hormat pada kakak Suzy. Aku sudah 5 tahun tidak bertemu dia, aku juga ingin lihat wajah anak-anaknya. Apa benar itu anakmu atau anak pria lain, kenapa kau mudah percaya setelah 5 tahun tak bertemu dan dia yang mengaku-ngaku anak itu anakmu, bisa saja itu anak orang lain"


"Kau..."


"Ayah, ayah" ucap Jungsoo yang berlari ke arah Myungsoo.


"Ada apa nak?"


"Nak aku menyayangimu, dan bukan karena mereka ibu dan ayah tidak tinggal bersama. Kau masih kecil dan belum mengerti masalah orang dewasa"


"Jungsoo, ayo tidur. Ibu akan menemanimu dan membacakan dongeng untukmu"


"Ayah jugakan"


"Ayah.."


"Temani dia Myung, dia juga anakmu. Apa kau tega padanya" bujuk ibu suri yang masuk bersama Jungsoo.


"Baiklah, hanya kali ini saja" ucap Myungsoo yang berlalu dengan Jungsoo.


"Berjuanglah Sowon" bisik ibu suri yang dibalas senyuman oleh Sowon yang kemudian menyusul Myungsoo dan Jungsoo.


Didalam kamar lama Eunji yang kini ditinggalinya, Sowon membacakan dongeng untuk Jungsoo sementara Myungsoo mengelus rambut anak yang tidak pernah di inginkannya hadir. Saat Jungsoo sudah terlelap dalam mimpi, Myungsoo beranjak dari duduknya menuju pintu keluar.


"Apa kau tidak bisa melihat Jungsoo? Dia masih kecil tapi kau menyakiti hatinya. Kau sungguh tega, kau jahat pada kami."


"Lebih jahat mana denganmu yang menipuku, kau membuatku merasa bersalah malam itu tapi nyatanya semua itu palsu dan rekayasa"


"Aku hanya berusaha mencoba mempertahankan mu Myung malam itu, aku wanita biasa yang bisa jatuh cinta."


"Tapi kau jatuh cinta pada ku yang sudah mencintai orang lain. Walau kini kau tinggal di istana tapi jangan pernah mengajakku bicara, aku tidak mau ada salah paham lagi dalam hubunganku dan Suzy." ucap Myungsoo yang berlalu meninggalkan Sowon, menuju ke tempat tinggal barunya bersama Suzy dan kedua anaknya.


*


*


*


Suzy terbangun diranjang dengan kedua anaknya, semalam dia mengajak anak kembarnya untuk tidur dengannya karena dia kesal dengan Myungsoo yang memilih bersama Sowon. Dia merasa seperti anak muda yang baru kasmaran saja. Dia kesal karena Myungsoo yang entah kemana dengan Sowon huft pasti ibu suri dan Sowon menahannya untuk pulang.


"Dasar payah, bilangnya tidak akan terpengaruh cih nyatanya semalam tidak pulang" gerutu Suzy yang bangun dari tidurnya. "Anak-anak cepat bangun, hari sudah siang"


"Sebentar ibu, aku masih ngantuk"

__ADS_1


"Heesoo, ayo bangun nak."


"Hmmmm, iya ibu"


Suzy segera bergegas masuk kamar mandi, setelah selesai menuntaskan mandinya bergantian memandikan anaknya. Setelah fress mereka bertiga menuju ruang makan yang sudah disiapkan oleh Jia, chaekyung dan Hyemi.


"Pangeran Myungsoo pergi pagi-pagi sekali, silahkan dinikmati tuan putri Suzy dan tuan putri kecil bersama tuan muda kecil"


"Gomawo Jia, Chaekyung dan Hyemi. Kalian sungguh masih setia menungguku"


"Sebelumnya kami melayani pangeran di istana dekat perpustakaan putri, sejak anda pergi dan pangeran yang bercerai dengan putri Sowon. Pangeran memilih mengasingkan diri tinggal disana"


"Benarkah?"


"Nde, pangeran nampak menyesal sekali anda pergi dan menghilang, namun syukurlah kini anda sudah kembali lagi."


"Mari kalian sarapan juga bersama kami"


"Aniya tuan putri, kami sudah sarapan tadi bergantian di tempat makan khusus para dayang"


Suzy dan kedua anaknya tengah menikmati sarapan bersama saat Sowon dan anaknya datang menemui mereka.


"Anyeong kakak Suzy, Sowon memberi hormat. Maaf karena aku baru sempat pagi ini memberikan penghormatan padamu. Jungsoo ayo beri salam pada ibu Suzy, dia juga istri ayahmu"


"Anyeong haseyo ibu Suzy" ucap Jungsoo dengan nada khas bocahnya.


"Anyeong nak, kau terlihat tampan dan cerdas seperti ayahmu"


"Tentu saja, dia terlahir dari gen Myungsoo dan aku. Haruslah dia tampan dan pintar" sahut Sowon berjalan memutas mendekati Heesoo dan Jisoo yang duduk didekat Suzy. "Apa benar ini anak Myungsoo? Bukan anak pria lain mengingat Myungsoo tidak tahu kau pergi dengan mengandung mereka, bisa saja mereka bukan anak Myungsoo" lanjut Sowon memegang pipi Jisoo dengan keras hingga bocah itu kesakitan.


"Kau menyakiti anakku" ketus Suzy menampik tangan Sowon dari pipi putranya, membuat Heesoo dan Jisoo langsung bersembunyi memeluknya.


"Aku jadi ragu mereka anak Myungsoo. Kalau Jungsoo jelas aku hamil dan melahirkan di istana, sedangkan kau bisa saja itu anak pria lain yang kau akui sebagai anak Myungsoo secara hamil saja Myungsoo tidak tahu"


"Aku bukan wanita rendahan sepertimu yang rela menjebak Myungsoo demi hadirnya anak, kau serakah berniat mengambil suamiku dan hak anak-anakku yang belum sempat ku lahirkan"


"Aku serakah demi anakku agar mendapatkan haknya, aku sekarah karena aku mencintainya"


"Dulu aku sudah pergi meninggalkanya, kenapa kau bercerai dan tidak memanfaatkan situasi yang ada untuk bertahan. Saat ini aku sama denganmu memperjuangkan hak anak-anakku"


"Tapi ibu suri tidak menyukaimu, dan selama aku disini aku akan jadi neraka untukmu dan kedua anakmu. Aku berhasil membunuh anak-anakmu sebelum mereka lahir maka aku akan membuat ibu suri menendangmu dan kedua anakmu hingga hiduppun tidak mau" bisik Sowon yang berbalik pergi membawa Jungsoo.


"Ibu, kenapa ibu Jungsoo jahat" ucap Heesoo yang masih memeluknya.


"Benar, dia seperti nenek sihir didongeng" tambah Jisoo.


"Kalian tenang, ibu akan melindungi kalian darinya"


"Ibu, apa benar jika aku dan Jisoo bukan anak ayah melainkan anak dari orang lain?" tanya Heesoo dengan wajah sedih ingin menangis diikuti Jisoo yang juga memandangnya sedih.


"Heesoo itu tidak benar, kau dan Jisoo anak ayah Myungsoo dan ibu. Jangan dengarkan ucapan ibu Sowon nde, ibu Sowon memang seperti itu" ucap Suzy memeluk Heesoo dan Jisoo dengan erat. "Paman Alex dan bibi Miura tidak akan sayang pada kalian jika kalian bukanlah anak ibu dan ayah Myungsoo. Jadi jangan dengarkan ucapan tadi, Heesoo bukankah kau selalu bilang untuk tidak menghirauan kata orang. Maka sekarang lakukan itu di istana juga, yang penting kalian tahu semua orang sayang pada kalian kecuali ibu suri dan ibu Sowon"


*


*


Suzy duduk berdiam diri ditaman istana sambil memberi makan ikan, tempat dimana dulu dia sering menghabiskan waktu bersama Sohee. Suzy melamun hingga tidak sadar jika Sohee sudah duduk disampingnya begitu lama namun Suzy terlalu asyik melamun tidak juga menyadari kehadirannya.


"Apa yang kau pikirkan? Sepertinya ada masalah dengan kedua keponakanku. Hingga aku duduk disini begitu lama kau masih saja melamun" tanya Sohee yang memandang ke kolam didepannya.


"Tentang Sowon yang diajak tinggal ke istana kembali, dia menemuiku dan anak-anak tadi pagi. Dia menghina jika anak-anak bukan anak Myungsoo melainkan anak dari pria lain, itu dia lakukan didepan anak-anak Sohee. Sikap Sowon membuatku takut!" jawab Suzy mendengus.


"Keterlaluan. Wanita rubah itu sedang cari masalah rupanya, apa Myungsoo diam saja anak-anak dihina begitu."


"Myungsoo tidak ada, aku tidak tahu apakah dia semalam pulang atau bermalam dengan Sowon dan Jungsoo ditempat ibu suri mengingat ibu suri menyukai hubungan mereka"


"Percayalah pada Myungsoo, jangan karena kesalah pahaman lagi kalian mengorbankan calon menantuku yang cantik dan adiknya yang tampan"


"Kau tahu, kami bahkan baru berbaikan dan aku kembali ke istana Myungsoo sudah menuntut anak dariku, aku jadi ragu apakah Myungsoo juga mengira bahwa anak kembar kami bukan anaknya melainkan anak orang lain"


"Mana mungkin Myungsoo berpikir begitu, jangan karena ucapan Sowon kau jadi terpengaruh juga. Myungsoo mungkin hanya ingin menemanimu saat hamil hingga melahirkan karena dia melewatkan saat kau mengandung dan mendidik sikembar."


"Aku belum siap untuk menambah anak Sohee, aku terlalu takut kejadian yang mencelakakan anakku yang belum lahir dulu. Ibu suri dan Sowon pasti berniat mencelakaiku dan anak-anak lagi"


"Tapi bukan berarti kau bisa menolak Myungsoo, kau masih istrinya jadi Myungsoo berhak menuntutmu untuk memiliki anak lagi. Jangan khawatirkan apapun Zy karena kami semua akan melindungimu dari Ibu Suri dan juga Sowon, jadi tenanglah"


"Aku tidak menolaknya hanya aku belum siap untuk hamil kembali, rasanya masih sakit di dadaku mengingat kejadian dulu yang dilakukan ibu suri padaku. Keguguran beberapa kali karena disengaja" Ucap Suzy frustasi yang membuat Sohee memeluknya dari samping.


"Aku memang tidak pernah ada di posisimu, tapi aku tahu rasanya kehilangan zy. Saat kau jauh saja itu sudah cukup membuat dadaku sesak apalagi kehilangan anak sepertimu. Pasti akan ada jalan untuk masalah ini, bicarakan baik-baik dengan Myungsoo pasti dia akan mengerti tentang ketidaksiapanmu"

__ADS_1


"Nde, gomawo Sohee. Kau memang saudaraku yang terbaik"


"Hmmm. Jangan risau lagi, aku akan selalu disampingmu"


__ADS_2