
Betapa terkejutnya Eunji saat tahu bahwa wanita yang di ikutinya adalah Hwang Sinbi. Wanita yang akan menjadi istri Myungsoo dimasa depan.
"Astaga siapa yang ditemui wanita itu malam-malam begini" desis Eunji yang mengintai dari kejauhan.
Eunji berjalan pelan makin mendekat ke arah Sinbi dan laki-laki yang ditemuinya. Eunji tidak ingin hal buruk menimpa sahabatnya.
"Chagya, aku sudah bilang jangan nekat ke istana. Bagaimana jika ketahuan?" ucap Sinbi pada sang kekasih.
"Aku siap menanggung resiko apapun? Meskipun harus berkelahi hingga mati"
"Jangan gila. Aku tidak ingin kau celaka. Ayah sudah menekanku agar bisa menjadi permaisuri istana dan mendapatkan kekuasaan. Jika aku sudah menikahi pangeran Myungsoo maka kekuasaan ayahku akan melebarkan sayapnya. Mengertilah"
"Apa yang kurang dariku?"
"Tidak ada Changmin, aku sungguh sangat mencintaimu. Tapi aku tidak punya pilihan lain lagi selain ini. Ayah ingin aku melenyapkan satu per satu keluarga istana demi politik"
"Sinbi, mari kita kabur dan jangan lanjutkan ini. Ini tidak benar"
"Aku tidak bisa Changmin-ah, aku mencintaimu tapi aku juga sayang pada ayahku. Aku putri satu-satunya dikeluargaku"
"Chagya, percayalah kita akan bahagia jika bersama"
"Maaf Changmin. Aku tidak bisa. Tolong jangan mempersulit aku"
"Kita masih bisa bertemu kan chagy? Aku tidak bisa tanpamu "
"Nde, kita bisa bertemu disini setiap dayang istana sudah pulang ke asrama mereka. Aku tidak mau ketahuan sebelum pernikahan terjadi"
"Nde, setelah kau berhasil melenyapkan keluarga istana mari kita pergi dari kota ini"
"Iya Changmin, aku setuju."
Keduanya berpelukan dan berciuman mesra, Eunji shock mendengar semua percakapan sepasang kekasih tersebut. Karena takut dia akan ketahuan jika menguping lebih lama, maka Eunji segera saja pergi menuju kediaman Suzy dan Sohee yang dianggap tempat terdekat dan aman untuknya bersembunyi. Dia segera bergegas masuk ke dalam kamar Suzy dan naik ke ranjang empuk Suzy, dimana yang punya ranjang sudah terlelap ke dalam mimpi indah.
"Yaa Eunji apa yang kau lakukan disini? Kau membuatku terkejut" gertak Suzy saat dia merasa tidurnya terganggu karena merasa ada gesekan saat tidur. Dia terduduk dengan mata terbuka sedikit karena memang masih mengantuk.
"Hussss. Jangan berisik Suzy. Aku ingin menumpang tidur malam ini, dari dapur istana aku malas pulang karena capek sekali badanku, aku rasa kamarku terasa jauh sekali. Makanya aku masuk kesini dan ingin segera tidur" ucap Eunji yang ikut Suzy yang sudah merebahkan diri lagi.
"Ya sudah. Selamat malam"
"Selamat malam"
Pagi-pagi sekali Eunji sudah pergi dari kamar Suzy, dia merasa perlu menemui Myungsoo dan Sungjong menceritakan apa yang didengarkannya semalam. Suzy heran dengan sikap Eunji namun dia tidak sempat bertanya karena harus pergi belajar bersama Sohee.
"Sejak semalam Eunji bersikap aneh?"
"Aneh kenapa Zy?"
"Semalam dia datang masuk ke kamarku seperti seorang yang dikejar seseorang, aku tanya kenapa dia hanya berkata terlalu lelah untuk pulang setelah dari dapur istana makanya menginap"
"Mungkin dia memang lelah, jangan berpikir negatif"
"Baiklah."
Diruang kerja milik Myungsoo.
Eunji masuk tanpa mengetuk pintu karena buru-buru ingin menyampaikan apa yang dia lihat semalam. Disana sudah terdapat Sungjong yang sedang membantu Myungsoo menyelesaikan tugas kenegaraan.
"Kau kenapa? Seperti dikejar hantu saja. Apa semalam kau menemui hantu saat pulang larut, hingga wajahmu ikut menyeramkan seperti ini" ucap Sungjong.
"Lebih menyeramkan dari itu, aku semalam sampai tidak berani pulang ke kamarku sendiri" ucap Eunji yang masih mengatur napas.
"Lalu tidur dimana kau semalam?"
"Aku menyusup ke kamar Suzy, karena ku pikir itu yang terdekat."
"Memang kau melihat apa?" tanya Myungsoo yang sudah meletakan pena nya dan menatap ke arah Eunji.
"Kalian pasti tidak menyangka apa yang aku lihat semalam? Semalam aku melihat Sinbi menemui kekasihnya di pintu keluar, dia pergi melewati pintu samping"
"Kau tidak sedang berhalusinasi kan Eunji. Mana mungkin? Jika Sinbi mempunyai kekasih mana mungkin dia bersedia menjadi calon istri Myungsoo"
"Tahta, harta, martabat dan kekuatan politik ayahnya. Aku mendengar sendiri Sungjong"
"Sudah, jangan bertengkar. Bukankah bagus jika dia punya kekasih. Aku hanya perlu menunggu waktu bebasku. Tapi kalian harus membantu membuktikan bahwa Sinbi punya kekasih didepan ibu suri" ucap Myungsoo yang membuat keduanya menatapnya.
"Astaga"
"Tapi akan sulit Myung, mengingat sepertinya Sinbi mahir dalam bersembunyi-sembunyi"
"Awasi saja dulu tingkahnya, jika nampak mencurigakan kita ikuti"
"Setuju."
"Ta...."
"Kau awasi saja Eunji. Tugas ini aku yakin kau mampu mengawasi tanpa dicurigai siapa pun. Please! Dengan begitu aku bisa bersama Suzy, aku akan mencoba bicara kepada yangmulia" ucap Myungsoo memohon pada Eunji yang membuat Eunji menjadi tidak enak.
"Baiklah. "
"Siapkan kamera untuk mengumpulkan bukti, jika Sinbi menemui pria yang kau yakini kekasihnya itu" ucap Sungjong menambahkan.
"Nde, aku akan meminjam camera pengintai milik Alex"
"Gomawo Eunji, nanti aku juga akan bicara padanya. Pura-pura bertanya tepatnya masalah semalam dia pergi kemana?"
"Terserahmu saja Myung"
*
*
*
Sinbi mengobrol dengan sohee dan Suzy di kolam ikan belakang istana. Suzy sebenarnya ada jadwal belajar dengan Myungsoo tapi karena malas dia ikut Sohee kabur saja. Sohee sebenarnya ada jadwal belajar dengan Eunji dan Sinbi karena Eunji tidak datang jadinya dia dan Sinbi memutuskan jalan-jalan di sekitaran istana untuk mengakrabkan diri.
"Ku dengar dari rumor di kalangan pejabat istana kalian baru masuk istana, ceritakan bagaimana sebenarnya" tanya Sinbi membuka bicara.
"Apa yang pantas diceritakan? Semua terjadi begitu saja. Raja datang dan mengajak kemari" jawab Sohee.
"Ceritakan bagaimana kehidupan kalian di luar istana? Maksudku di lingkungan kalian tinggal, pasti menarik"
"Di luar istana itu sangat menyenangkan, menjadi rakyat biasa lebih mudah daripada menjadi seorang putri" sahut Suzy.
__ADS_1
"Benarkah?"
"Hem, kau pasti tidak pernah merasakan bekerja untuk membeli makan dan membayar hutang karena kau bangsawan. Sekolah kami juga bukan sekolah terkenal seperti yang ada di istana. Bermain juga tidak ada larangan harus ini itu tidak ada ini tidak boleh seperti diistana apa-apa tidak boleh. Diistana semua penuh kemewahan namun juga banyak tekanan"
"Untuk apa jadi kaya kalau tidak bahagia. aku benarkan?"
"Benar, aku bahkan rasanya tidak percaya ibu kami adalah salah satu istri yangmulia raja, mengingat dia hidup sederhana di desa dan membanting tulang bahkan berhutang pada rentenir jahat untuk pendidikan kami di sekolah, agar kami tidak menjadi gadis bodoh seperti yang lain karena banyak gadis di desa yang tidak bersekolah dan memilih bekerja. Mungkin ibu dulu pergi dari istana karena bosan"
"Eh apa kalian pernah punya seseorang yang kalian sukai? Saat masih di desa kalian"
"Aniya, waktu kami dulu hanya untuk sekolah dan bekerja saja untuk membantu ibu. Waeyo?"
"Aniya, hanya saja ada seorang temanku yang punya kekasih. Mereka saling mencintai namun karena beda kasta sang gadis dijodohkan dengan orang lain yang sederajat oleh sang ayah, dan sang gadis tidak tahu harus bagaimana? Dia bingung"
"Aku tidak mengerti, ini rumit kasihan sekali temanmu. Resiko jadi bangsawan" ucap Suzy nyengir.
"Apa temanmu tidak mencoba mengenalkan kekasihnya pada sang keluarga? Mungkin itu bisa mengubah pandangan keluarga temanmu" ucap Sohee memberikan pendapat.
"Sepertinya sulit Sohee, temanku takut ayahnya memukulnya."
"Kekasih temanmu sendiri bagaimana? Apa dia tidak berusaha"
"Kekasih temanku ingin menikahinya, ingin menjelaskan bicara dan melamarnya pada orangtua si gadis namun si gadis takut cinta mereka di tolak. Kekasih temanku bahkan mengajak lari meninggalkan kota ini dan memulai hidup baru di tempat lain"
"Menurutku tidak ada salahnya jika memulai hidup baru ditempat lain, habis mau bagaimana kalau cinta suci kedua orang tidak berdosa harus terpisah karena ke egoisan orangtua demi derajat dan pemor dimata orang"
"Orangtua temanmu pasti menyebalkan, coba dia disini sudah aku hajar sampai babak belur" ucap Suzy dengan mata geram membuat Sinbi tersenyum.
"Kau begitu lucu Suzy"
"Ternyata kalian disini" ucap Myungsoo berdiri yang ada di jembatan atas kolam koi dan berjalan menghampiri mereka.
"Mati aku" ucap Suzy lirih segera menempel pada Sohee.
"Sedang apa kau disini Myung? Mencari nona Sinbi" tanya Sohee yang melihat Myungsoo berjalan kearah mereka bertiga.
"Aku mencari gadis nakal disebelahmu yang kabur di jam belajarnya" jawab Myungsoo menatap Suzy yang pura-pura tidak tahu.
"yaa Suzy kau membohongiku, kau bilang tidak ada jadwal belajar hari ini" ucap Sohee menjewer pipi Suzy dengan sebal.
"Sakit Sohee, aduh pipiku. Ini gara-gara kau Myung" ucap Suzy menatap tajam Myungsoo sambil mengelus pipinya.
"Aku? Kenapa aku? Kau yang membolos padahal kau masih harus menghafal beberapa hal lagi mengenai istana" ucap Myungsoo dengan santai.
"Aku bosan Myung, kau tidak lihat kepalaku panas seperti lava mau meletus dari gunung Halla" ucap Suzy menunjukkan wajah melasnya.
"Sudah sana pergi, itu kewajibanmu sebagai seorang putri. Kau mau yangmulia kecewa dengan belajarmu yang kurang rajin"
"Yaa Sohee, kenapa kau ikut dia yang menekanku belajar ini dan belajar itu. Bahkan dia memaksaku belajar banyak sekali kalau kau tidak tahu" gerutu Suzy dengan mulut bebeknya.
"Kami pergi, kasihan Sungjong sendirian di perpustakaan" ucap Myungsoo menggeret Suzy yang ogah-ogahan pergi.
"Nde, semangat Zy"
Suzy mengekori Myungsoo pergi ke perpustakaan dimana Sungjong berada, sedangkan Sohee dan Sinbi masih asyik berbincang di tempat mereka tadiq.
"Mereka lucu ya Sohee?"
"Ku kira kalian menyebalkan tapi ternyata kalian menyenangkan. Aku boleh cerita hal pribadi"
"Tentu."
"Jika kau diantara pilihan cinta dan ambisi keluarga, kau akan pilih mana?"
"Dilihat dari seberapa besar ambisi keluargamu dan sebesar apa cintamu untuk kekasihmu. Aku tahu yang kau ceritakan tadi itu dirimu bukan temanmu. Tanyakan saja hatimu yang paling dalam? Dia akan menjawab apa yang kau pertanyakan dan gundahkan dihatimu. Tidak selamanya orangtua benar dan cinta pada orang miskin salah, cinta datang tanpa kita minta. Jika kita bisa minta pada tuhan akupun ingin bukan menjadi anak dari raja Hwanhee, karena aku hanya butuh pengakuan ayahku bukan dengan kemewahan dan gelar seperti ini"
"Hmmm. Akan aku pikirkan nasehatmu. Gomawo Sohee"
"Pikirkan baik-baik sebelum terlambat, jika pernikahanmu dan Myungsoo terjadi akan banyak pihak yang terluka. Bukan hanya kau dan kekasihmu tapi Myungsoo dan beberapa orang lain juga akan terluka dengan pernikahan ini. Aku harap kau bijak dalam menentukan keputusan."
Diperpustakaan.
Suzy sudah menyalin beberapa lembar peribahasa sambil menghafalkan dengan serius si buku kosong yang di tulisinya. Tak seperti biasanya banyak pertengkaran, Setidaknya itu yang ada dipikiran Sungjong yang mengawasi keduanya.
"Kalian kenapa?"
"Apanya? Aku sibuk menyalin peribahasa di buku ini. Kenapa?" tanya Suzy menatap Sungjong heran, sebelum melanjutkan menulisnya.
"Tidak biasanya kalian hanya diam-diamana. Biasanya kau heboh dan banyak mengeluh, kau juga Myung tumben diam saja"
"Aku dalam mood bagus makanya serius belajar. Sohee saja sudah menguasai banyak hal masa aku mau ketinggalan terus" ucap Suzy penuh semangat.
"Bagus. Lanjutkan belajarmu"
"Oke"
"Kau kenapa Myung?" tanya Sungjong pada Myungsoo yang belum buka suara sama sekali.
"Aku? Kenapa aku?" ucap Myungsoo berbalik tanya.
"Tumben diam saja."
"Hanya tidak punya bahan pembicaraan saja. Dan aku mempelajari beberapa dokumen negara untuk dibahas di kedutaan nanti sore"
"Ku kira kalian sedang bertengkar saat kau mencarinua tadi, atau kalian mode diam-diaman karena kedatangan Hwang Sinbi sebagai calon pengantin Myungsoo"
"Aniya, aku tidak masalah. Itu keputusan keluarga istana, lagipula aku dengan Myungsoo hanya berteman saja, kenapa kau membahas hal itu disini sih. Aku sedang belajar loh" ucap Suzy sedikit canggung.
"Sungjong jangan bahas hal pribadi disaat seperti ini." tambah Myungsoo menatap sebal pada Sungjong.
"Mianhae, Padahal kalian cocok menurutku daripada Myungsoo Sinbi. Ah sudahlah kalian lanjutkan belajar "
*
*
*
Suzy berdiam diri dengan alat lukisnya, pikirannya begitu kacau hingga gambaran yang di lukisnya berbentuk kacau tak beraturan.
"Astaga, ada apa dengan otakku. Konsen ayo konsen Aaaaaa" teriak Suzy sambil meletakkan pensil menggambarnya.
Tokkk
__ADS_1
Tokk
"Tuan putri, apakah anda baik-baik saja" tanya Jia dari luar pintu.
"Nde, aku baik-baik saja hanya bingung mau melukis. Kalian pergilah. Aku ingin sendiri saja agar konsentrasi"
"Baik tuan putri. Saya dan Chaekyung ada didepan. Panggil saja jika anda membutuhkan sesuatu"
"Nde, tapi aku tidak ingin apapun saat ini. Pergilah, jika perlu sesuatu aku akan mencarinya sendiri "
"Baik tuan putri"
Terdengar suara langkah kaki pergi, Suzy langsung menelungkupkan kepalanya ke meja di depannya.
Sedangkan Eunji dan Sohee terus menemani Sinbi sejak sore tadi di kediamannya tinggal, mereka berdua membantu Sinbi jika mengalami kesulitan. Itupun atas perintah ibu suri yang tidak ingin Sinbi sendirian selama berada di istana. Ibu suri sangat berharap pada pernikahan Sinbi dan Myungsoo.
"Sinbi boleh aku bertanya? Aku mau bertanya sejak kemarin tapi lupa. Ini mumpung aku ingat" tanya Eunji saat hanya bertiga saja, Eunji waspada jika ada dayang yang mendengar dan melaporkan pada ibu suri.
"Bertanya mengenai apa? Silahkan saja kau tanyakan" jawab Sinbi was-was.
"Saat pesta kepulangan Myungsoo dari tugasnya beberapa hari lalu. Waktu aku pulang dari dapur istana setelah aku membantu membereskan aula, aku seperti melihatmu berjalan menuju arah keluar istana dari pintu samping"
"Benarkah? Setelah pesta aku langsung kembali kesini dan tidur" ucap Sinbi gugup.
"Kenapa kau berpikir itu Sinbi? Bisa saja itu dayang istana" sahut Sohee.
"Mungkin juga Sohee, mungkin dayang yang sedang keluar menemui kekasihnya"
"Sinbi mana mungkin keluar tengah malam menemui seseorang"
"Mungkin aku memang salah orang. Sohee hari ini kita di minta menginap disini apa Suzy akan baik-baik saja"
"Ku rasa aku pulang saja, aku mana tenang membiarkan Suzy sendirian kecuali kami masing-masing sudah menikah. Aku takut terjadi sesuatu"
"Kalian kalau mau pulang tidak apa. Ada dayang yang menemaniku"
"Aniya, aku akan menginap. Ibu suri akan menghukumku jika tidak menuruti perintahnya"
"Baiklah. Aku pulang dulu"
"Hati-hati"
Sohee masuk ke kediamannya, dia melihat Jia dan Chaekyung dayang Suzy duduk gelisah diruang tamu. Berbeda dengan Hyemi dan Jiyeon yang memang di minta istirahat karena dia sudah tidak membutuhkan apa-apa sejak pergi sore tadi.
"Ada apa? Apa Suzy berbuat ulah" tanya Sohee.
"Tidak tuan putri. Tuan putri Suzy sejak tadi sore mengurung diri di ruang belajar, dia bahkan sampai berteriak. Ketika kami ketuk pintu dan bertanya namun dia berkata baik-baik saja malah meminta kami pergi meninggalkan dia sendiri. Apa kami berbuat kesalahan hingga putri marah" jawab Jia sedih.
"Mungkin moodnya kurang baik. Kalian istirahatlah. Biar aku yang lihat dia"
"Nde tuan putri, kami permisi. Jika ada apa-apa hubungi kami"
Jia dan Chaekyung pergi, Sohee masuk ke dalam ruang baca yang memang di sulap menjadi ruang belajar mereka berdua. Sohee membuka pintu perlahan dan mendapati Suzy menelungkupkan kepalanya di meja.
"Zy, waeyo?" tanya Sohee yang mengangkat wajah Suzy yang sendu dan memeluknya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku Sohee, dia tidak mau pergi dari otakku bahkan untuk menggambarpun tidak bisa. Hatiku sakit, sangat sakit padahal aku tidak menyukainya hiksðŸ˜ðŸ˜" jawab Suzy membalas pelukan erat Sohee.
"Kau mencintai Myungsoo, Zy"
"Aniya, tidak mungkin. Kami berbeda bahkan kami slalu bertengkar setiap hari."
"Zy, dengar jangan bohongi perasaanmu. Jujurlah padaku, aku mengenalmu sejak kecil" ucap Sohee melepaskan pelukan Suzy dan mencengkram pundak Suzy.
"Hiks, aku tidak boleh mencintainya. Kau tahu sendiri aku tidak pantas untuknya. Ibu suri bahkan sangat tidak menyukaiku, aku tidak mau dianggap memanfaatkan keluarga istana." ucap Suzy frustasi. "Istana sudah memilihkan jodoh terbaik untuknya, pernikahan juga pasti akan dilaksanakan sebentar lagi"
"Zy dengar, yang terpenting Myungsoo mencintaimu dan kau mencintainya. Walau aku tahu di istana cinta dianggap tidak penting tapi kalian masih bisa bersama"
"Jangan bahas dia lagi. Aku sudah memutuskan untuk tidak mencintainya mulai saat ini. Aku harus menguburnya. Dia sudah dijodohkan dengan orang lain Sohee, dan bodohnya aku memberinya kesempatan membuktikan cintanya padahal aku tidak sanggup Sohee. Aku tidak bisa dengannya karena kami berbeda dan selamanya kami tidak bisa bersama hiks"
"Zy, kenapa jadi begini" ucap Sohee menarik Suzy ke pelukannya lagi dan menangis bersama Suzy.
Minggu pagi.
Eunji sudah menunggu Myungsoo dan Sungjong di taman depan perpustakaan istana yang masih sepi orang, tempat yang dianggap aman.
"Bagaimana Eunji?"
"Aku sudah mencoba bertanya, dia menyangkal namun dari jawabannya dia terlihat gugup. Aku yakin dia ketakutan saat aku bicara seolah aku melihat sosoknya "
"Dia pasti akan hati-hati setelah ini jika ingin menemui kekasihnya" ucap Sungjong.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Eunji.
"Biarkan saja dulu, apa yang bisa dilakukan. Aku sudah bilang jangan buru-buru tapi kalian memaksa. Jika tidak bisa mengungkap ya terpaksa kau harus menikahi Sinbi seperti yang di inginkan ibu suri." jawab Sungjong.
"Apa kita tidak ada pilihan lain?" kini Myungsoo yang mengeluarkan suara.
"Kenapa kita tidak minta bantuan Alex saja." usul Eunji.
"Jangan banyak yang tahu. Jika Sinbi memang mencintai kekasihnya, dia pasti akan menolak. Percaya padaku! Tapi jika dia mencintai kemewahan ya dia pasti akan bertahan walau tahu Myungsoo tidak mencintainya" ucap Sungjong. "Semua kini ada di tanganmu Myung. Kau masih punya waktu menolak. Kau punya waktu hanya 3 bulan"
"Ibu suri terlalu membenci Suzy, walau menolak perjodohan ini pasti dia akan membawa gadis lagi. Kalian pasti paham sifatnya itu, betapa malangnya nasib Suzy"
"Kau hanya punya satu senjata Myung. Yakinkan raja bahwa kau mencintai Suzy dan buat Suzy pantas bersanding denganmu."
"Sungjong benar Myung. Ku rasa hanya itu jalan satu-satunya. Yakinkan yangmulia raja, karena raja bukan ibu suri yang sangat membenci Suzy"
"Suka tidak suka aku akan menikahi Suzy bukan wanita lain, karena dia wanita pertama yang ku lihat langsung bisa menggetarkan hatiku" ucap Myungsoo tersenyum menggambarkan perasaannya.
"Semalam Suzy bahkan mengurung diri dan membuat Jia dan Chaeyung panik. Untung Sohee tidak ikut menginap di tempat Sinbi, ikatan batin mereka terlalu kuat sebagai saudara angkat" ucap Eunji.
"Apa yang terjadi padanya?"
"Tidak ada yang tahu pasti Myung. Sejak sore Suzy berdiam diri di ruang baca untuk belajar dan melukis, dia sempat berteriak seperti orang frustasi. Saat para dayang bertanya Suzy meminta mereka membiarkannya sendiri, untung Sohee datang. Aku rasa dia patah hati karena kau dijodohkan dengan Hwang Sinbi, Myung"
"Astaga, aku harus segera bertindak sebelum terlambat."
"Nde, segera cari waktu untuk bicara pada raja agar Sinbi segera pulang kembali kerumahnya"
"Ayah masih sibuk saat ini. Aku akan meminta paman Lee mengenai kapan ayah tidak terlalu sibuk"
"Semangat"
__ADS_1