
Liburan usai dan mereka semua kembali ke dalam istana untuk melakukan kegiatan masing-masing, Sowon masih berada di istana pengasingan karena penyakit yang dideritanya akibat ulah Alex yang memberi makanan dan ramuan yang membuat Sowon mengalami luka gatal diwajah dan badannya, ditambah Alex meminta agar tabib memberi obat yang bukan untuk penawarnya hingga sembuhnya sedikit lebih lama agar yakin bahwa Sowon menyidap cacar air sungguhan. Jungsoo tetap tinggal di paviliun ibu suri namun dia lebih suka tidur dengan Alex di istana selir Chang atau menginap dikamar Jisoo karena Alex membuatkan jalan rahasia untuk mereka bertiga menuju ke kamarnya dengan mudah tanpa diketahui siapapun. Suzy yang membenci Sowon tidak bisa membenci Jungsoo seperti yang ditunjukan Myungsoo yang terlihat dingin pada Jungsoo karena membenci Sowon.
Pagi ini suzy menyiapkan sarapan untuk ketiga bocah yang dibawa Alex menginap semalam. Karena pagi ini mereka pasti akan dipulangkan untuk sarapan bersamanya dengan Myungsoo.
"Ibuuuuu, kami pulang" teriak Jisoo yang berlari ke arah Suzy yang menata makanan dimeja dengan para dayangnya.
"Jisoo, di istana jangan lari-lari nanti kau bisa terjatuh" ucap Suzy mengelus kepala sang putra.
"Aku sudah bilang padanya ibu, tapi dia tidak pernah mendengarkan aku malah berlari" gerutu Heesoo yang sudah naik dikursi, begitupun Jungsoo dan Alex.
"Aku hanya rindu dan lapar makanya aku ingin segera sampai disini ibu, jangan marah ya"
"Kau ini memang payah Jisoo"
"Noona, apa kau baik-baik saja" tanya Alex yang membuat Suzy menyerngitkan dahinya.
"Aku baik, kenapa kau bertanya begitu Alex" jawab Suzy tidak mengerti dengan adik iparnya.
"Wajahmu terlihat memerah seperti terserang demam dan flu hihihi"
"Hmm. Memang aku sedang tidak fit tapi aku baik-baik saja. Kalian makanlah, aku sudah menyiapkan makanan ini untuk kalian. Myungsoo sudah sarapan sebelum pergi dengan Sungjong"
"Jja anak-anak kita habiskan makanan enak ini, lalu paman akan mengantar kalian ke sekolah istana" seru Alex yang langsung disetujui oleh ketiga bocah itu.
"Jungsoo, enakkan masakan ibuku? Ibuku memang hebat tiada tandingannya" pamer Jisoo dengan bangganya.
"Nde Jisoo, masakan ibu Suzy enak tidak seperti ibu Sowon yang sukanya hanya memerintah." balas Jungsoo sambil menikmati makanannya, dan ungkapan itu membuat Suzy terkejut karena dulu Sowon sering memasak untuk menarik perhatian Myungsoo.
"Kalau begitu habiskan ya. Tambah juga boleh sayang" ucap Suzy pada ketiga bocah yang sedang asyik makan.
"Kau tidak makan noona?"
"Aku sudah makan sedikit tadi bersama Myungsoo"
"Apa agendamu hari ini noona? Anak-anak setelah ini pergi ke sekolah istana"
"Aku akan ikut mengunjungi para orang dipertanian dengan Miura eonni. Aku belum mendapatkan agenda akan melakukan apa hari ini selain merangkai bunga"
"Lakukan apapun yang kau suka noona asal tidak meninggalkan istana, ingat! Mereka butuh ayahnya"
"Rencananya aku secepatnya akan pergi membawa mereka Alex, kau tahu istana ini sungguh tidak cocok untuk kami"
"Hust jangan katakan apapun noona, kau istri sah Myungsoo walau dulu banyak drama yang terjadi tapi cinta kalian masih kuat walau berpisah selama 5 tahun. Jangan berkata apapun lagi"
"Ibu apa kau ingin berpisah dengan ayah? Apa ayah melakukan hal jahat lagi pada ibu" tanya Jisoo dengan raut sedih.
__ADS_1
"Jangan dengarkan ucapan ibumu, ayo habiskan dan paman akan mengantar kalian sekolah" jawab Alex mengalihkan perhatian anak-anak.
Alex mengantarkan ketiga keponakannya ke tempat mereka mendapatkan pendidikan, Jisoo sepertinya sedang berpikir keras hingga jalan menunduk tanpa sadar menabrak kakakny saat Heesoo berhenti.
"Aduh, Jisoo kau ini kenapa sih" omel Heesoo yang berbalik menghadap adiknya.
"Mianhe Noona..." balas Jisoo.
"Ada apa Jisoo? Heesoo, Jungsoo kalian masuk dulu. Biar paman yang bicara pada Jisoo" ucap Alex yang langsung saja Heesoo dan Jungsoo masuk kedalam sekolah istana, dimana disana adalah tempat para anak bangsawan sekolah. "Kau kenapa? Kau tidak ingin pergi sekolah makanya melamun?"
"Paman, aku takut huwe..." ucap Jisoo menangis dan langsung memeluk kaki Alex, Alex menarik wajah sembab Jisoo dan memeluknya setelah menyamakan tinggi mereka. "Ada apa Jisoo? Kenapa menangis? Jika kau tidak mau pergi ke sekolah paman tidak akan memaksamu jadi jangan menangis"
"Aku takut ayah dan ibu berpisah lagi karena ibu Jungsoo paman. Aku tidak mau mereka berpisah lagi paman"
"Jangan khawatirkan apapun sayang, mereka tidak akan berpisah. Ibumu hanya sedang kesal saja pada ayahmu dan itu tidak akan berlangsung lama."
"Benarkah?"
"Benar, sewaktu dulu mereka memang selalu begitu namun tak lama mereka baikan. Sekarang jangan menangis dan pergilah ke sekolah"
"Baiklah. Aku masuk paman"
Alex hanya geleng-geleng melihat kelakuan dari Keponakannya, Alex juga tidak ingin Myungsoo dan Suzy berpisah namun Alex tidak tahu bagaimanakah takdir mereka.
*
*
*
Brakkk,
Suara gebrakan pintu perpustakaan milik Myungsoo digebrak Sowon yang datang dengan wajah marah-marah. Para dayang kelabakan karena tidak bisa menghalangi Sowon agar tiba-tiba masuk kedalam rumah majikannya.
"Maaf tuan putri, kami tidak bisa menghalangi putri Sowon agar tidak masuk kesini" ucap Jia sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak apa, kalian kembalilah keluar" ucap Suzy pada para dayangnya yang segera keluar dari ruangan."Ada apa mencariku?"
"Hey Bae Suzy, aku tahu kau telah melakukan sesuatu yang licik padaku hingga aku diasingkan. Kau pasti sengaja agar bisa berduaan dengan Myungsoo secara bebas, kau begitu munafik seolah tidak mencintainya lagi. Kau pasti takutkan dia kembali lagi bersamaku, kalian juga pasti ikut dalam rencana jahatnya padaku" teriak Sowon pada mereka semua dengan wajah keras menandakan dia sangat marah.
"Jaga bicaramu Sowon, rencana apa yang kau katakan. Jangan bicara mengada-ada? Semua memakan masakan yang sama dan bagaimana mungkin aku meracuni makananmu sedangkan aku tidak kemana-mana" balas Suzy dengan keras.
"Kau itu wanita tidak tahu diri, sudah kabur tapi masih berani nyali untuk muncul dan kembali lagi ke istana. Dasar murahan! Cih"
"Lalu apa bedanya aku denganmu? Kau yang sudah diceraikan tapi masih berani mendekati Myungsoo yang masih sah menjadi suamiku. Siapa yang murahan? Aku atau dirimu?"
__ADS_1
"Sowon, kau wanita terhormat. Bagaimana mungkin kau bisa bicara kasar seperti ini pada anggota istana" seru Eunji dengan perkataan halusnya.
"Jika bukan karena Suzy yang mencelakaiku, maka aku tidak akan semarah ini sekarang. Harusnya jika dia takut aku mendapatkan Myungsoo kembali harusnya dia jangan kembali, karena bagaimanapun anakku adalah pangeran istana ini."
"Hey Sowon dengar. Aku yang memasak semua makan malam itu bersama Alex, Eunji dan juga koki istana. Kau menuduh Suzy tanpa bukti apa kau mau dikenai pidana karena memfitnah menantu istana" kini Miura yang berteriak pada Sowon karena gatal menahan amarah untuk menendang Sowon.
"Aku mendengar sendiri tabib istana berbicara dengan para perawat mengenai obat yang aku minum, mereka memberikan obat itu agar aku tidak sembuh. Makanya aku diam-diam membuang obat yang mereka berikan. Kalian terlalu bodoh untuk mengelabuiku, aku tidak bodoh! pasti Suzy menyuruh kedua anak haramnya untuk mencelakaiku" ucap Sowon membanggakan dirinya.
"Sowon, aku tahu kau bukan orang bodoh. Tapi selama pesta ulang tahun Jungsoo berlangsung Suzy duduk bersamaku, mana mungkin Suzy sempat memberikan apapun kepada Heesoo dan Jisoo seperti yang kau sebut mencelakaimu, meracunimu padahal kabar beredar kau itu terkena cacar air. Heesoo dan Jisoo masih terlalu kecil untuk mengenal obat-obatan jadi jika melakukannya pasti akan langsung ketahuan." ucap Sohee dengan tenang.
"Kalian sama saja, selalu saja membela Bae Suzy yang jelas-jelas bersalah dan tidak tahu diri kembali ke istana padahal berkata tidak akan kembali, memalukan. Awas saja kalian juga!" ucap Sowon masih menggebu-gebu menyalahkan Suzy, kemudian pergi.
"Ada apa sebenarnya dengannya? Main menuduhku sepertin itu" ucap Suzy kesal, membuat Miura dan Eunji saling bertatapan.
"Sudah jangan diambil hati Zy, Sowon hanya iri saja padamu yang telah memiliki hati Myungsoo. Dia sudah kalah sejak awal makanya berusaha mencari kesalahanmu" ucap Sohee menenangkan Suzy dan mengajak Suzy duduk kembali.
"Sohee benar, biarkan saja dia berbuat sesukanya yang penting Myungsoo tidak berpaling padanya lagi. Sudah cukup drama mereka dengan hadirnya Jungsoo, saat ini cukup kalian, kembar dan calon adiknya kembar" ucap Eunji setengah menggoda Suzy.
"Cukup kembar saja, aku tidak bisa menambah anak lagi."
"Kenapa? Ku rasa istana akan ramai jika kita melahirkan pangeran atau putri kecil untuk istana. Bukankah kau juga sudah memaafkan Myungsoo." tanya Miura penasaran.
"Aku sudah memaafkannya, hanya saja aku belum bisa melupakan tragedi Myungsoo dengan Sowon hingga muncul Jungsoo. "
"Zy, berdamailah dengan masalalu. Kau tidak akan hidup tenang jika terus begini, dalam hati kau masih membenci sifat jelek Myungsoo tapi kau juga mencintainya. Aku tahu kau kembali karena terpaksa tapi coba lupakan masa lalu dan membuatnya menjadi masa depan yang indah"
"Bagaimana jika kalian diposisiku, apa kalian tega melihat anak kalian merindukan ayahnya. Aku ingin egois agar mereka tidak perlu bertemu ayahnya tapi aku bisa apa? Takdir mempertemukan kami kembali, saat ini perasaan anak-anak lebih penting daripada cinta dihatiku yang bahkan aku sendiri tidak tahu apakah masih ada setelah tragedi menyakitkan itu"
"Sudah, kalian jangan menekan Suzy. Lihat pipinya sampai tirus begitu karena berpikir keras mengenai ucapan kalian"
"Aku bahkan merasa semua bajuku sedikit sesak, apa iya pipiku tirus? Ah senangnya aku dipuji kurus" ucap Suzy senang membuat yang lain ikut tertawa melihat tingkahnya.
Sedangkan Sowon datang ke istana ibu suri dengan perasaan menggebu. Dia ingin menyampaikan apa yang dia alami selama beberapa waktu ini pada ibu suri.
"Hormat Sowon pada yangmulia ibu suri" salam Sowon pada ibu suri yang sedang duduk sambil minum teh.
"Masuk dan duduklah Sowon, kau sudah sembuh Sowon dari cacar air yang kau derita" balas ibu suri senang.
"Nde yangmulia, kakak Suzy yang membuat saya seperti itu agar saya tidak bisa mendekati Myungsoo. Dia merencanakan semua ini agar saya tersingkir dari istana. Jungsoo bagaimana kabarnya?"
"Alex yang mengurusnya dengan selir Chang sejak kau diasingkan karena cacar air yang kau derita. Tenanglah, mereka merawatnya dengan baik."
"Syukurlah jika Jungsoo dirawat dengan baik. Aku begitu kesal dibuat sakit oleh kakak padahal aku tidak melakukan apapun padanya"
"Apa yang kau katakan Sowon, apa yang dilakukan wanita itu padamu?"
__ADS_1
"Dia ingin menyingkirkan saya yangmulia, saat di istana pengasingan tanpa sengaja saya mendengar percakapan tabib dan perawat yang merawat saya. Mereka sepertinya memberikan saya obat agar tidak sembuh hingga saya memutuskan membuang ramuan obat dari mereka, makanya saya dapat kembali dengan segera. Kakak Suzy sungguh licik yangmulia sejak dibawa masuk istana kembali, dia ingin menguasai Myungsoo seorang diri dan tidak membiarkan saya mendekat sedikitpun. Dia menganggap saya ancaman baginya"
"Kau tenang saja, aku akan membujuk Myungsoo untuk menikahimu lagi demi Jungsoo. Aku juga akan membantumu menyingkirkan Suzy selama-lamanya dari sisi Myungsoo. Kali ini dia pasti mau menikahimu lagi" ucap ibu Suri memegang tangan Sowon dengan penuh keyakinan, namun dalam benaknya dia ingin Myungsoo hidup dengan Sowon yang dianggapnya baik.