Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 41


__ADS_3

Keluarga istana makan malam secara besar karena Sowon yang sudah berada di istana lagi sejak dirinya diasingkan akibat perbuatan Alex dengan balas dendam kecilnya, Alex sebenarnya belum puas mengerjai Sowon namun dia harus memikirkan cara lagi untuk mengerjainya nanti.


"Myung, Sowon sudah kembali. Apa kalian tidak ingin kembali bersama demi Jungsoo?" tanya ibu suri yang membuat Myungsoo segera menoleh kearah Suzy yang hanya diam membuang muka.


"Mohon maaf yangmulia, saya siap bertanggung jawab atas kelangsungan hidup Jungsoo tapi saya tidak bisa kembali pada Sowon" jawab Myungsoo.


"Kau bisa kembali dengan Suzy demi anak kembar yang tidak jelas asal usulnya namun diakui anakmu, kalau Jungsoo jelas-jelas Sowon hamil dan melahirkan dirinya ada diistana. Suzy? Dia bahkan diluar istana jadi bisa saja kembar bukan anakmu"


"Yangmulia, ananda mohon jangan begini. Kita semua tahu bahwa cucu kembarku berwajah sama dengan Myungsoo kecil kita. Suzy dan Myungsoo juga tidak bercerai sekalipun Suzy pergi lama berbeda dengan Myungsoo dan Sowon. Ananda mohon jangan dibahas lagi" sergah raja Hwanhee menengahi perbincangan.


"Benar yangmulia. Hamba mohon jangan terus membahas hal ini karena kita semua tahu bagaimana Myungsoo dan perasaannya terhadap Suzy dan Sowon" tambah selir Chang.


"Baiklah, tapi pikirkan ucapanku. Sowon ayo kita pergi, selera makanku sudah hilang" ucap Ibu suri beranjak dari meja makan.


"Baik, mari saya antar yangmulia. Semua saya permisi" ucap Sowon yang ikut ibu suri pergi.


"Suzy, maafkan ibu suri. Kau sudah hapalkan bagaimana sifat dan tabiatnya." ucap permaisuri.


"Nde, yangmulia bolehkah saya minggu depan bepergian ke tempat tinggal saja di Busan. Saya ingin mengunjungi makam ibu saya, ibu Kim dan merayakan ultah kembar disana bersama bibi yang menunggu rumah saya dulu"


"Cucuku ulang tahun? Kenapa tidak dirayakan disini? Atau kau mau kita merayakannya di villa istana seperti ulangtahun Jungsoo beberapa waktu lalu?"


"Aniya, hamba rasa tidak perlu yangmuloa. Cukup saya dan mereka saja yang merayakannya di Busan karena setiap tahunnya selalu begitu"


"Suzy, mereka bagian dari istana juga dan mereka berhak mendapatkan hal yang sama dengan putra dan putri istana. Aku akan mengizinkanmu pergi tapi biarkan mereka merayakan ulang tahunnya di istana terlebih dahulu, aku akan membuatkan pesta meriah di istana dan kau tidak bisa menolak itu. Lagipula itu juga bertepatan setelah ulang tahun Myungsoo"


"Myung, kau ini bagaimana sih? Anakmu mau ulangtahun tapi kau diam saja. Bahkan ulangtahun mereka hanya selisih satu hari denganmu" tegur Sungjong.


"Aku tidak tahu ulang tahun mereka. Kalau aku tahu pasti aku akan memberikan yang terbaik untuk mereka" balas Myungsoo.


"Ayo kita mulai menyiapkannya dari sekarang. Apa yang Heesoo dan Jisoo sukai? Kita bisa membuatnya untuk mereka" tanya permaisuri pada Suzy.


"Mereka akan menyukai apa yang anda buat yangmulia. Mereka bukan orang yang suka pilih-pilih" jawab Suzy.


"Kita harus buat yang terbaik untuk mereka"


Tiba pada saat ulang tahun kembar yang ke - 6, ulang tahun mereka dibuat meriah karena digabung dengan perayaan pesta ulang tahun Myungsoo yang lewat satu hari.


Pagi hari semua sibuk menghias aula istana dengan spanduk dan bunga, Myungsoo tentu saja bahagia karena banyak kesamaaan antara dirinya dan kedua anaknya bahkan kelahiran saja mereka memilih berselisih satu hari dengan sang ayah. Hal ini membuat Sowon dan ibu suri geram melihat semua sibuk mempersiapkan pesta untuk malam ini.


"Aku membenci hal ini, kenapa kedua anak itu memiliki tanggal lahir yang sama dengan Myungsoo, itu semakin membuat Myungsoo makin sayang pada anak-anak liar itu" kesal Sowon dalam paviliun ibu suri.


"Aku juga tidak menduganya, kenapa dia selalu beruntung. Lolos dari bahaya, keguguran tapi tetap selamat dan terakhir kabur membawa anak kembarnya. Nyawanya sungguh kuat sekali" ucap ibu suri.


"Lalu apa yang akan kita lakukan mama, tidak mungkin kita membuat kekacauan di pesta ulang tahun pangeran Myungsoo dan kedua anaknya. Pangeran Myungsoo bisa marah" ucap dayang Choi.


"Kita lihat saja dulu, kita tidak mungkin gegabah. Alex bisa saja membuat onar maka kita yang akan semakin terpojok, karena Alex selalu dengan sifat tidak terduganya selama ini, dia bisa mengungkapkan rencana kita dan bahkan menyembunyikan Suzy dan anak liarnya selama 5 tahun jadi kita harus waspada padanya."


"Kita harus mencari celah yangmulia, aku ingin Myungsoo hanya jadi milikku dan Jungsoo saja"


"Kau tenang saja Sowon, bersabarlah sedikit lagi."


"Baiklah"


Berbeda dengan mereka, Suzy tengah sibuk di dapur dengan kue nya yang ntah kenapa dia sendiri yang turun tangan untuk membuatnya padahal para koki terbaik istana sudah melakukan tugasnya.


"Suzy, apa yang kau lakukan didapur istana? Biarkan mereka yang melakukan tugasnya" ucap Eunji mengajak Suzy pergi.


"Tidak, ini kue khusus kesukaan mereka dan aku tidak bisa menggantinya. Karena kue bentuk ikan isi kacang merah adalah makanan favorit mereka saat ulang tahun jadi aku tidak mau jika makanan ini tidak ada" ucap Suzy yang dengan lihat memainkan alat panggang kue.

__ADS_1


"Tapi didepan banyak yang harus kau persiapkan, biar mereka yang melanjutkannya. Koki istana pasti bisa membuatnya sesuai permintaanmu" kini Sohee yang menarik Suzy agar ikut pergi.


"Baiklah, tolong kalian buatkan sesuai dengan buatanku." ucap Suzy dengan enggan beranjak pergi.


"Biar aku yang meminta Alex atau selir Chang untuk mengawasi mereka jika kau masih ragu tentang keselamatan anakmu." ucap Eunji menenangkan Suzy.


"Baiklah, aku percaya jika Alex atau selir Chang yang mengawasinya. Aku tidak mau anak-anakku dalam bahaya, Sowon atau ibu suri bisa saja mencelakai mereka kapan saja"


"Tenang saja. Kau kedepan dengan Sohee, aku akan mencari Alex dulu"


"Hmm. Ayo Sohee, terima kasih Eunji"


Malam harinya,


Semua mengucapkan selamat ulang tahun untuk Myungsoo yang kini berusia 34 tahun dan anak kembarnya Heesoo - Jisoo yang berusia 6 tahun. Kembar tentu saja bahagia ulang tahunnya dirayakan sama seperti Jungsoo beberapa bulan kemarin.


"Kalian senang?" tanya Alex yang duduk tak jauh dari mereka, karena Myungsoo sibuk menerima ucapan dari tamu undangan yang datang. Sedangkan yang lain juga sibuk sendiri.


"Tentu saja paman. Aku kira raja hanya akan merayakan ulang tahun Jungsoo saja" jawab Jisoo dengan wajah gembira.


"Ini membosankan, aku tidak suka ulang tahun penuh pesta begini. Bukankah lebih bagus kita hanya merayakan dengan ibu saja dirumah dengan suasana yang damai daripada disini banyak sekali musuh dalam selimut" ucap Heesoo bosan walau matanya melihat kesana kemari.


"Apa yang kau khawatirkan Heesoo? Disini memang begitu sayang. Namun jangan khawatir karena paman akan slalu ada didekatmu untuk melindungimu dan adikmu? Jadi jangan takut" ucap Alex waspada karena tatapan Sowon yang dia yakini membuat keponakannya takut.


"Yang punya pesta kenapa selalu menempel pada pamannya? Bukan pada ayahnya? Kalian anak pangeran Alex atau anak pangeran Myungsoo?" ucap seorang pejabat yang mendekat pada Alex dan Heesoo - Jisoo.


"Tentu saja mereka anakku pejabat Anh, mereka memang dekat dengan pamannya sejak kecil. Karena memang sejak mereka lahir aku hanya sibuk dengan kenegaraan hingga tanpa sadar mereka sudah sebesar ini. Benarkan anak-anak?" ucap Myungsoo dari belakang pejabat Anh yang menengadahkan tangan agar anaknya menghampiri dan memeluknya, tentu saja Heesoo-Jisoo segera berlari memeluk pinggang ayahnya karena risih dengan tatapan orang sekitar.


"Maafkan hamba pangeran. Hamba hanya bercanda? Karena kedekatan mereka yang begitu kentara sekali, apalagi belakangan terdengar gosip jika mereka..."


"Tidak perlu diteruskan, karena aku tahu apa yang akan kau katakan. Satu hal yang perlu kau tahu pejabat Anh dan semua orang yang ada disini. Mereka berdua ini adalah anakku, jangan hanya karena mereka dekat dengan pamannya jadi berpikir mereka adalah anak istriku dengan saudara iparnya. Istriku dan Alex sudah seperti saudara sejak kedatangannya, jadi aku yakin tidak ada hubungan terlarang saudara ipar seperti dalam dongeng klasik tempo dulu "


"Bagus jika kau menyadarinya"


"Hamba mohon pamit. Sekali lagi saya ucapkan selamat ulangtahun untuk anda dan untuk pangeran kecil dan putri kecil anda" ucap pejabat itu yang langsung pergi.


"Kalian aman. Tidak perlu takut apapun dengan ucapan mereka karena kalian anak ayah bukan anak paman seperti yang mereka katakan." ucap Myungsoo pada kedua anaknya yang berada didekatnya.


"Mereka sungguh keterlaluan hyung, lihat tatapan pejabat dibawah sana yang memandang Heesoo dan Jisoo. Sungguh ingin ku congkel mata mereka sejak tadi"


"Sudah, biarkan saja. Ayo kita meja makan utama, semua sudah menunggu disana"


Dimeja makan utama,


Sang punya pesta tentu duduk bersama. Raja dan yang lain juga memberikan ucapan selamat dan doa pada mereka.


"Hamba mengucapkan selamat ulang tahun untuk pangeran Myungsoo, pangeran kecil dan putri kecil semoga selalu dilindungi Tuhan dan slalu mendapat keberkahan"


"Hamba mengucapkan selamat ulang tahun semoga keluarga istana selalu mendapat kemuliaan"


"Hamba tidak menyangka jika pertama kalianya pangeran Myungsoo merayakan ulangtahun bersama pangeran dan putri kecil. Hamba pikir putra anda hanya pangeran Jungsoo namun ternyata ada 2 yang seusia pangeran Jungsoo. Pangeran sungguh pandai menyembunyikan mereka"


"Kalian pasti selalu mendengar jika putri Suzy sering ceroboh dalam hamil, namun saat hamil anak kembar kami dia meminta agar istirahat dengan tenang didesa kelahirannya. Aku mengiyakan karena aku pikir di istana dia terlalu kecapekan hingga sering ceroboh tapi kalian bisa lihat sekarang mereka sudah besar"


"Cih, membual" gumam Sowon sinis namun lirih karena takut didengar Myungsoo.


"Kami berpikir jika putri Suzy menghilang karena tidak tahan dengan pernikahan anda dengan putri Sowon yang saat itu bahagia. Namun mendengar kalian bercerai dan putri Suzy menghilang membuat kami berpikir bahwa terjadi konflik."


"Aniya. Aku dan Sowon bercerai karena aku memang merasa tidak bisa membagi cintaku untuknya"

__ADS_1


"Bukankah sebagai pangeran dan calon raja memiliki banyak istri itu hal biasa pangeran"


"Ah aku tidak bisa melakukannya karena aku sudah memberikan seluruh hatiku hanya kepada istri pertamaku"


"Pejabat Shin kenapa kau bertanya seperti itu pada Myungsoo yang sedang ulang tahun." tegur Raja Hwanhee.


"Maafkan hamba yangmulia, hamba hanya penasaran saja karena baru kali ini hamba dan para pejabat melihat pangeran dan putri kecil dari pernikahan pangeran Myungsoo dan putri Suzy"


"Sudah tidak perlu diperpanjang raja. Mereka hanya memastikan apakah mereka anak Myungsoo atau bukan kenapa anda marah" ucap ibu suri yang memulai aura negatifnya.


"Myung, apa harapanmu yang semakin tuan ini?" tanya Sungjong mengalihkan ketegangan.


"Aku hanya ingin bahagia, mungkin Suzy bisa memberiku sepasang bayi mungil untuk melengkapinya" jawab Myungsoo melirik genit pada Suzy.


"Hamil saja sendiri, kau pikir mudah hamil anak kembar" ketus Suzy yang melirik tajam membuat Myungsoo tersenyum.


"Wah Myungsoo sepertinya teropsesi sekali punya anak lagi." goda Seungho mengundang tawa dimeja makannya dan meja lainnya.


"Ibu, aku mau kue kacang merahku." ucap Jisoo yang langsung diambilkan oleh Suzy.


"Kenapa kau memakan makanan aneh itu disaat banyak makanan lezat yang tersaji. Dasar anak kampungan" sindir Sowon.


"Bibi, walau makanan ini aneh tapi ini makanan kesukaan kami. Aku tidak peduli dengan makanan lainnya atau harus pura-pura terhormat untuk memakan makanan enak disini" balas Heesoo.


"Kau..."


"Sowon cukup!." bentak Myungsoo membuat Sowon diam.


Suasana makan malam memang lancar, namun banyak yang berkasak-kusuk melihat Heesoo-Jisoo yang merupakan anak Myungsoo dan Suzy yang tersembunyi selama ini. Bahkan mereka berpikir istana pandai menyembunyikan masalah.


Selesai berpesta,


Semua kembali ke kamar masing-masing, Suzy masih duduk didepan paviliunnya sambil menyaksikan bintang sambil menghela napas berulang-ulang menandakan dirinya sedang gelisah. Myungsoo yang baru saja datang berjalan mengendap-endap dan memeluk Suzy namun Suzy melepaskan tangannya dan duduk dengan wajah kesal.


"Ada apa?"


"Apa tidak sebaiknya aku membawa kembar pergi saja, aku rasa kami tidak nyaman"


"Hey apa yang kau katakan? Apa yang membuatmu tidak nyaman"


"Tatapan Sowon pada anak-anak dan ucapannya membuatku takut. Para pejabat bahkan berkasak kusuk mempertanyakan Heesoo dan Jisoo yang sudah besar, mereka pasti ragu mereka anakmu huft harusnya memang aku tidak membawanya kembali ke istana"


"Apa yang kau katakan Kim Suzy, ini hanya masalah waktu. Mereka hanya bingung karena selama ini mereka tidak mendengar mengenai Heesoo dan Jisoo namun tiba-tiba mereka ada. Lama-lama mereka akan terbiasa, gosip seperti itu akan secepatnya menghilang jadi jangan risau"


"Aku pikir saat aku keluar dari istana maka semua akan baik-baik saja, namun takdir membawa kita bertemu lagi"


"Karena takdir tahu kemana kita pulang. Takdirmu memanglah menjadi istriku selamanya, cinta sejatimu itu adalah aku" ucap Myungsoo memeluk Suzy dari samping dimana mereka duduk sambil melihat bintang.


"Dasar pembual"


"Aku bicara serius Kim Suzy, karena aku selalu mencintaimu ratuku"


"Kau ini sudah semakin tua semakin pintar merayu saja"


"Hanya untukmu"


Tak jauh dari sana Sowon kesal melihat adegan romantis Myungsoo yang memeluk Suzy.


"Awas kalian berdua, tunggu pembalasanku" decak Sowon yang kesal, lalu pergi meninggalkan pasangan yang sedang bermesraan itu.

__ADS_1


__ADS_2