Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 2


__ADS_3

Pagi-pagi para dayang sudah heboh karena setelah Suzy dihias dan sarapan bersama Sohee, dia menghilang tanpa berpamitan pada siapapun. Padahal Jia dan Chaekyung hanya keluar sebentar untum membawa baju kotor Suzy ke tempat loundry istana.


"Jiyeon apa tuan putri Suzy ada disini?" tanya Jia panik pada Jiyeon yang ada dikamar Sohee.


"Aniya Jia, tuan putri Sohee sendirian saja dikamar sejak tadi. Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu" jawab Jiyeon. Penasaran.


Sohee yang mendengar kepanikan para dayang Suzy didepan kamarnya segera datang menghampiri. "Ada apa? Apa Suzy membuat masalah?" tanya Sohee.


"Tuan putri Suzy menghilang tuan putri Sohee, kami sedang berusaha mencarinya" jawab Chaekyung gugup.


"Bagaimana bisa? Bukankah dari tadi setelah sarapan kalian bersama dengannya dikamar"


"Memang benar tadi bersama kami, namum tuan putri Suzy tiba-tiba saja berpamitan ingin ke kamar mandi dan karena itu kami pergi ke loundri istana sebentar untuk membawa baju kotor agar segera dicuci , tapi ketika pada saat kami kembali tuan putri Suzy sudah tidak ada. Pengawal didepan juga tidak melihatnya pergi kemana"


"Astaga Bae Suzy, ish selalu saja berbuat onar. Berapa waktu lagi kami belajar diperpustakaan istana bersama pangeran dan nona Eunji?"


"Sekitar kurang dari satu jam lagi tuan putri"


"Ada waktu untuk mencarinya. Ayo kita segera berpencar mencarinya disekitar sini. Nanti temui aku diperpustakaan jika kalian sudah menemukannnya? Aku akan mencoba mencarinya disekitar sini sebelum ke perpustakaan"


"Baik tuan putri. Perintah siap kami laksanakan"


Setelah semuanya bubar dan mencari Suzy yang menghilang tiba-tiba, Sohee terus berlari berkeliling mencari Suzy karena selain suka membuat onar Suzy suka memotret pemandangan untuk dilukisnya ketika tidak bisa tidur malam.


Suzy yang dicari-cari mereka dengan panik, namun Suzy sendiri sedang asyik bermain-main ditaman yang dikelilingi banyak tumbuhan bunga yang da di sekitaran kolam ikan tak jauh dari istana tempat tinggalnya. Dia melakukan selfi dan memfoto pemandangan yang mungkin nanti bisa dilukisnya ketika malam saat dia tidak bisa tidur, Suzy terus saja menari-nari dengan kupu-kupu yang berterbangan mengelilinginya disekitar taman itu. Tak jauh darinya ada mata yang mengamati tingkah laku Suzy, siapa lagi kalau buka pangeran Myungsoo. Sejak kemarin dia belum bertemu dengan kedua putri yang dibawa ayahnya ke istana karena kemarin dia sibuk dengan kegiatannya dipemerintahan istana, dia hanya melihat dari foto yang diperlihatkan oleh Sungjong yang dicuri dari ayahnya.


"Jadi dia yang dibilang hyung akan membuat istana ramai, sepertinya akan seru walau dia terlihat seperti gadis bodoh. Untuk apa pagi-pagi begini gadis bodoh itu bermain ditaman, seperti kurang kerjaan saja harusnya dia sudah pergi belajar"


Myungsoo terus mengamati Suzy yang tidak sadar jika dibelakangnya ada ibu suri yang sedang memperhatikannya dengan wajah kesal siap menerkamnya, Myungsoo hanya mengamati sambil menahan tawa melihat tingkah bodoh Suzy diistana.


"Putri Suzy, apa yang sedang kau lakukan disini?" tegur ibu suri dengan keras membuat Suzy berbalik dengan cepat hingga membuatnya nyaris hampir terjatuh masuk kolam kecil dibelakangnya jika saja dia tidak menjaga keseimbangannya.


"Astaga, hormat pada yangmulia." ucap Suzy lirih sambil menundukan kepala karena kaget ditegur tiba-tiba.


"Hmm. Jawab pertanyaanku apa yang kau lakukan disini dijam seperti ini, bukankah seharusnya saat ini kau belajar diperpustakaan istana" tegur ibu suri dengan wajah sangarnya.


"Anu, aish yang mulia.. aduh begini ceritanya yangmulia ibu suri, tadi saya sedang tersesat ketika mencari perpustakaan istana. Karena saya tidak sengaja melihat pemandangan yang indah jadi saya melupakan tersesatnya saya disini, dan mengambil beberapa foto yang mungkin bisa saya lukis nanti malam ketika tidak bisa tidur"


"Kau, bukannya belajar malah keluyuran dan bermain benda aneh itu. Permaisuri cepat hubungi Eunji atau Sohee untuk menjemputnya disini. Dan awasi dia, jangan biarkan dia menggunakan ponselnya lagi selama sebulan ini sebagai hukuman"


"Apa"/"Nde mama" ucap Suzy dan permaisuri bersamaan.


Belum sempat permaisuri menghubungi Eunji atau Sohee lewat dayangnya, Sohee sudah terlebih dulu datang ke tempat mereka bersitegang dengan napasnya yang tidak teratur seperti dikejar banteng.


"Hormat saya pada yangmulia ibu suri dan permaisuri"


"Nde, hormat diterima. Putri Sohee tolong kau urus putri Suzy agar tidak berbuat seenaknya diistana lagi. Ini istana bukan tempat wisata. Bagaimana bisa tersesat bukan mencari jalan tapi malah bermain disini seperti tidak punya kerjaan padahl kalian harusnya sudah adatasi mengenai tata cara berada diistana dengan pangeran Myungsoo"


"Nde mama. Mohon maafkan Suzy apabila dia berkata yang tidak sopan, saya yakin itu dilakukan secara tidak sengaja karena kami yang terbiasa diluar istana jadi kami belum begitu mengerti aturan yang ada diistana, mianhe mama" ucap Sohee menundukkan kepalanya tanpa memandang wajah menyebalkan ibu suri.


"Sohee kenapa kau minta maaf padanya? Aku hanya main-main sebentar saja, aku tidak melakukan hal yang nerugikan istana" ucap Suzy tidak terima.


"Suzy cepat minta maaf. Jangan bicara lagi" paksa Sohee pada Suzy.


"Tidak mau"


"Cepat"


"Baiklah. Yangmulia ibu suri Suzy minta maaf nde bila berbuat kesalahan untuk barusan, walau saya merasa tidak melakukan sesuatu yang fatal tapi tetap saja maafkan saya"


"Tolong cepat bawa dia pergi dari hadapanku, sebelum aku tambah kesal dan emosi"


"Nde mama, anyeong" ucap Sohee yang langsung menarik Suzy diikuti dengan dayang yang dibawanya tadi.


"Astaga permaisuri, putri macam apa dia itu. Berbicara tidak sopan dan lihatlah tingkahnya yang seperti tukang kuda. Kenapa yangmulia raja membawa gadis desa itu juga kesini? Itu bisa membuatku makin cepat tua"


"Mama harap anda bersabar menghadapi putri Suzy, mengubah kebiasaan seseorang tidak mudah apalagi yang terbiasa hidup menjadi rakyat biasa mama. Putri Suzy adalah saudara satu-satunya yang dimiliki putri Sohee selama hidup di Daegu, jadi yangmulia raja tidak mungkin tidak mengizinkan putri Sohee membawanya kemari apalagi mereka terbiasa bersama selama ini"


"Tolong minta selir Chang agar terus mengawasinya, dan carikan orang yang bisa mengajarinya tata krama bila pangeran Myungsoo tidak sanggup mengajarinya. Astaga kepalaku bisa pecah hanya melihat tingkah lakunya padahal ini masih baru sehari dia datang"


"Nde mama. Perintah akan saya laksanakan mama. Nanti saya akan mengunjungi selir Chang dan Membicarakan masalah ini dengannya"


Suzy sepanjang perjalanan menuju perpustakaan istana hanya mengomel tanpa henti, membuat dayang-dayangnya tersenyum tanpa suara.


"Astaga, nenek tua tadi memandangku dengan sangat tajam, matanya benar-benar seperti kucing kelaparan saja yang siap memakanku seolah aku ini ikan aish. Aku bermain sebentar dan berfoto denhan kamera tuaku apanya yang salah? Benarkan? Apa dia itu hidup dizaman batu? Bahkan aku dilarang menggunakan kamera tuaku kagi"


"Berhentilah mengomel Bae Suzy, kau sudah berbuat onar hari ini sampai membuat jantungku dan para dayang rasanya ingin berhenti berdetak. "


"Jangan berlebihan putri Sohee. Aku hanya jalan-jalan sebentar saja menikmati pemandangan yang ada, kenapa kau ikut-ikutan nenek tua itu marah sih"


"Kau tahu. Kau membuat semua pelayanmu dan aku panik setengah mati karena kau menghilang dari kamar tanpa pamit setelah sarapan, kau pikir tindakanmu itu benar"


"Nde-nde Mianhae Sohee sayang. Aku tahu aku ceroboh tapi aku tidak bermaksud membuatmu khawatir, sungguh"


"Hmm ya sudah. Lain kali hati-hati jangan berbuat onar lagi diistana"


"Siap"


Eunji bersama dengan Myungsoo dan Sungjong sudah menunggu diperpustakaan, Myungsoo bersedekap memandang tajam saat Suzy dan Sohee datang memasuki ruangan dimana banyak buku yang sudah mereka siapkan dimeja untuk dipelajari.


"Anyeong haseyo semuanya, mohon maaf atas keterlambatan kami, tadi diperjalanan ada insiden kecil hingga membuat kami terlambat datang" ucap Sohee membungkukkan setengah badannya.


"Apa kalian tidak bisa disiplin, kami sudah hampir setengah jam menunggu kalian datang" tegur Myungsoo seolah kesal.


"Kalau tidak berniat mengajari pergi saja sana. Kami juga tidak butuh bantuanmu, kami bisa belajar sendiri. Jangan hanya karena kau pangeran dan calon raja jadi bisa menindas wanita seenakmu" balas Suzy kesal dengan ucapan Myungsoo.


"Siapa juga yang menindas, aku bicara tentang waktuku yang kalian buang percuma"


"Sudah jangan bertengkar, biarkan Eunji melakukan tugasnya" lerai Sungjong pada kedua manusia yang sedang bertengkar karena hal kecil.


"Sebelumnya silahkan duduk. Saya akan memperkenalkan diri secara pribadi karena kemarin kita belum saling menyapa. Saya Jung Eunji kalian bisa memanggil saya Eunji dan yang ini pangeran Myungsoo, beliau ditugaskan raja Kim Hwanhee dan pihak istana untuk mengajari kalian tentang tata cara dasar berbicara diistana. Dan disebelahnya ini adalah sahabat pangeran, dia bernama Lee Sungjong putra dari Seketaris Lee Kwangsoo"


"Nde, anyeong haseyo pangeran, anyeong haseyo tuan Lee Sungjong "


"Hem" / "Anyeong haseyo tuan putri"


"Pertama silahkan baca buku-buku yang ada didepan kalian, itu tata cara awal masuk istana yang harus kalian pelajari. Setelah selesai membaca silahkan menghafalkan isinya dan tolong terangkan kembali isi buka pada kami, agar kami tahu mana yang cepat kalian pahami dan mana yang susah kalian pahami"


"Nde"


Suzy dan Sohee mulai membaca buku yang telah disediakan dimeja mereka masing-masing, Sedangkan Myungsoo dan Sungjong sibuk menulis dan membaca laporan yang dibawanya. Hanya Eunji yang memperhatikan Suzy dan Sohee belajar sambil membaca buku, Sohee belajar dengan begitu tenang berbeda dengan Suzy yang terlihat bosan hanya membolak - balik buku yang dibacanya sambil mengehela napas dibuku ketiga yang dia baca, ntah dia paham atau tidak hanya dia yang tahu ^_^. Para dayang bergantian membawakan teh dan cemilan untuk mereka nikmati sambil belajar.


"Yaaaa apa kau tidak bisa diam. Suara nafasmu itu menganggu" bentak Myungsoo yang merasa terganggu dengan kelakuan Suzy hingga membuat yang lain ikut terkejut.

__ADS_1


"Kalau tidak suka silahkan saja pergi sana. Lagian kau meyuruh kami membaca buku sebanyak ini dalam sehari dan harus menghafalkannya, apa kau pikir otak kami ini ajaib yang bisa menghafal semua ini sekejap. Apa kau sedang mengerjai kami?" balas Suzy membalas ucapan Myungsoo dengan melotot dan berdiri dari duduknya.


"Aku bahkan sudah hapal semua isi didalam buku yang sedang kau baca"


"Itu karena kau sudah disini sudah lama, kami disini baru 24 jam dan kau sudah memeras otak kami seperti sedang memeras sari udang dalam ember"


"Zy sudahlah. Jangan bertengkar dan membuat ulah lagi. Kau mau dihukum lagi?" lerai Sohee menarik Suzy agar duduk ke tempat semula dan melanjutkan belajar mereka.


"Kalau bukan wanita sudah ku pukul kau!" gerutu Myungsoo.


"Apa? Cepat pukul kalau kau berani. Memang kenapa kalau aku wanita, kau pikir aku takut denganmu. Awas saja kau! Menyebalkan lagi aku pukul kau sampai tidak bisa bernapas seperti kodok diinjak gajah" gerutu Suzy kembali duduk dengan kesal.


Eunji, Sungjong dan para dayang yang berjaga diluar hanya menahan senyum mereka. Baru kali ini tuan mereka Myungsoo dibantah, selama ini tidak ada yang berani melawan perkataan Myungsoo yang bisa dibilang slalu benar.


Sohee dan Suzy mulai belajar lagi, baru setengah berjalan menghafal Suzy sudah merasa bosan hingga dia menguap beberapa kali.


"Eunji-ssi apa tidak bisa istirahat sebentar? Aku seperti terkena obat tidur" tanya Suzy pada Eunji yang membolak-balik buku dibelakangnya.


"Tidak bisa. Selesaikan dulu membacamu baru boleh istirahat" bukan suara Eunji yang keluar tapi suara menyebalkan Myungsoo.


"Yaaa aku tidak tanya dirimu tuan muda yang terhormat?"


"Aku hanya menjawab sesuai aturan yang ada di istana, tuan putri Suzy"


"Ish... "


"Putri jika putri merasa bosan dan mengantuk, anda bisa meminum teh dulu supaya bisa segar kembali. Saya akan minta pelayan membawakan lagi teh untuk anda" ucap Eunji menyahut sebelum terjadi pertengkaran lagi.


"Astaga nona Eunji, lihatlah aku bahkan sudah menghabiskan bercangkir-cangkir teh sampai kembung tapi mataku tetap tidak mau terbuka dengan benar seperti mata panda dimusim dingin. Sebelum mendapatkan penyegaran mataku akan terus mengantuk seperti ini bahkan perutku sudah seperti balon yang akan meledak karena menghabiskan teh yang disajikan"


"Myung" panggil Sungjong yang dari tadi hanya diam.


"Apa?"


"Biarkan mereka istirahat untuk makan siang dulu, mereka pasti lelah membaca sambil menghafal buku sebanyak itu. Mereka masih adaptasi jika kau terlalu semangat menyuruh mereka belajar, mereka bisa depresi akut. Sekarang sudah jam 2 dan jam 3 kau punya jadwal penting" tutur Sungjong.


"Baiklah. Kalian boleh istirahat. Ingat besok jangan sampai terlambat lagi" ucap Myungsoo dengan tegas.


"Nde pangeran"


"Jja Sungjong kita pergi"


Myungsoo dan Sungjong pergi meninggalkan perpustakaan. Yang tersisa hanya Eunji, Suzy dan Sohee.


"Nona Eunji apa kami boleh meminjam buku-buku ini untuk dipelajari lagi? Kami memerlukan waktu untuk belajar memahami isi dari buku ini. Kalau hanya sekilas kurang memadai" tanya Sohee.


"Tentu boleh. Para pelayan nanti akan membawakan ke kediaman kalian" jawab Eunji.


"Kamsa hamnida"


"Sohee kau yakin ingin belajar ini semua sendirian?" tanya Suzy garuk-garuk lehernya yang tidak gatal dengan wajah malas.


"Ada kau, akan sangat mudah jika kita belajar berdua dan saling bergantian menyimak. Belajar dengan pangeran Myungsoo aku merasa tidak enak karena menyita waktunya yang sibuk"


"Baiklah. Nanti kau ajari aku sampai bisa. Ku rasa otakku yang bodoh ini membuatku tidak pantas menjadi bngsawan, menjadi katak dikolam istana saja rasanya tidak pantas"


Eunji tersenyum melihat Sohee dan Suzy yang sangat akur namun perkataan Suzy yang ceplas ceplos membuatnya menjadi lucu, berbeda dengan putri dan putra yang ada dikerajaan. Mereka berdua tampak mandiri mungkin karena terbiasa menghadapi kerasnya hidup diluar istana.


"Saya juga akan membantu kalian menghafalkannya sampai bisa?"


"Nde, saya akan bilang ibu suri nanti agar diizinkan membantu kalian"


"Eunji mari kita berteman" ucap Suzy.


"Nde." tanya Eunji terkejut karena baru kali ini ada yang mengajaknya berteman.


"Iya, mari kita berteman. Aku rasa kau bukan orang sombong seperti pangeran menyebalkan tadi" lanjut Suzy dengan wajah menggemaskan.


"Boleh, baru kali ini ada yang mengajakku berteman"


"Nde, kalau begitu kau boleh memanggil namaku tanpa embel - embel nona atau putri. Bagaimana?"


"Setuju"


Myungsoo dan Sungjong setelah meninggalkan perpustakaan istana, Myungsoo terus saja tertawa hingga sakit perut.


"Kau keterlaluan Myung? Padahal kau baru datang tapi seolah-olah kau sudah menunggu mereka sudah lama"


"Kau tau, Suzy tadi dimarahi ibu suri ditaman belakang dekat kolam koi, dia ketahuan bermain-main dijam belajarnya. Melihatnya berdebat dengan wajah bodohnya didepan ibu suri membuatku harus menahan tawa agar tidak ketahuan. Istana akan ramai bila dia yang ceroboh membuat ulah"


"Semoga saja istana jadi berwarna. Ku rasa Suzy akan membawa warna baru karena bicaranya yang dasyat"


"Benar, ku rasa ibu suri yang perfect dan otoriter punya lawan hahaha"


Malam hari.


Sesuai dengan janjinya,


Eunji membantu Suzy dan Sohee belajar mengenai dasar tata krama dalam bicara dikeluarga istana. Selagi keduanya membaca sambil menghafal tangannya melihat-lihat hasil karya yang diciptakan Suzy dan Sohee.


"Dilarang berlari lebih baik menggunakan berjalan pelan, jangan berteriak menggunakan bicara yang pelan, aish kenapa ribet sekali diistana" gerutu Suzy sambil melanjutkan membaca bukunya sambil menghafalkan.


"Pelan-pelan saja. Nanti juga terbiasa jika sudah diistana" ucap Eunji sambil menyentuh lukisan istana milik Suzy.


"Tapi Eunji, apa kau dulu juga harus menghafalkan semua ini" tanya Sohee yang mengalihkan wajahnya mengahdap Eunji.


"Hmm. Aku juga harus menghafalkan tata bicara seorang dayang, jika tidak hafal kami akan dicambuk dan dipukul" jawab Eunji mengingat masa kecilnya ketika dididik disekolah untuk menjadi dayang.


"Ngomong-ngomong, sudah berapa lama kau bekerja disini?"


"Aku masuk istana ketika usiaku


10 tahun, aku kesini dibawa ibuku yang bekerja juga disini sebagai pelayan dikantin istana, dan ayahku juga sebagai penjaga di bagian perdana mentri. Kira-kira ya aku disini dari kecil"


"Apa kau tidak bosan melayani keluarga istana. Kenapa tidak mencari pekerjaan diluar. Disini bahkan membosankan sekali?"


"Keluargaku sudah turun temurun mengapdi disini, jadi aku juga ingin mengabdi melayani keluarga istana apalagi yangmulia adalah raja yang sangat baik"


"Zy, jangan bertanya terus. Mari lanjutkan belajar" ucap Sohee yang sudah sebal dengan Suzy yang bertanya terus tapi tidak segera memulai belajar.


"Oke aku coba baca sambil menghafalnya, jangan tertawa jika salah."


"Nde. Cepat mulai aku ingin dengar"

__ADS_1


"Oke. Dengarkan. Wonsungido namueseo ddeoreojinda.


Monyet saja bisa jatuh dari pohon.


Arti: Orang yang udah ahli sekali pun bisa saja melakukan kesalahan. Jadi, tidak ada yang sempurna di dunia ini.


Gosaeng kkeute naki onda.


Di akhir kesulitan pasti akan datang kesenangan.


Arti: Peribahasa untuk memotivasi kita agar selalu semangat walau bersusah-susah dahulu, tapi akan


bersenang-senang kemudian.


Sijaki banida.


Memulai sesuatu adalah setengah dari sesuatu.


Arti: Baru memulai sesuatu itu adalah hal yang bagus. Walau baru mulai, itu udah merupakan bagian dari sesuatu yang mau kita capai. Tapi, jangan sampai kita semangat di awal saja, Tetap harus semangat dari awal sampai akhir rencana!


Bin surega yornhada.


Peribahasa ini mirip dengan peribahasa Indonesia: "Tong kosong nyaring bunyinya."


Arti: Orang yang terlalu banyak bicara itu enggak menghasilkan apa-apa.


Seodanggae sam nyeone pungweol eupneunda.


Setelah tiga tahun di sekolah asrama, seekor anjing pun bisa membaca puisi.


Arti: Practice makes perfect. Apa pun itu kalau kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah pasti


akan mengahasilkan karya yang terbaik.


Kimchigukbuteo masiji malra


Jangan menyantap sup kimchi terburu-buru.


Arti: Ini nasihat supaya kita enggak buru-buru dalam merencanakan masa depan.


Merencanakan masa depan itu butuh pertimbangan dengan orang-orang penting di sekitar kita seperti


orangtua.


Haneuri ddeoleojineun kyeongwooedo, sumeul danji gumeongi issseubnida.


Biar langit runtuh, selalu ada tempat untuk berlindung.


Arti: Enggak ada kesulitan yang enggak bisa manusia atasi. Pasti selalu ada jalan atau solusi asalkan kita mau


berusaha keras mencarinya.


Astaga susahnya membaca dan menghafal semua pepatah lama ini, aku seperti kerbau bodoh yang dipaksa minum racun" ucap Suzy meletakkan wajahnya dibuku yang baru saja dia baca.


"Mana ada Zy, kerbau bisa tahu dia diracun apa tidak?" ucap Eunji sambil terseyum.


"Suzy memang biasa menggunakan kata-kata yang tidak masuk akal. Jadi jangan kaget nanti jika diistana bicaranya ngawur"


"Tidak apa. Dia lucu! Sekarang lanjutkan belajarnya. Aku akan menyimak sambil melihat karya kalian yang unik ini" ucap Eunji sambil melihat lukisan-lukisan Suzy dan melihat hasil rajutan Sohee yang berada dirak sebelah meja untuk belajar Suzy dan Sohee.


*


*


*


Sudah seminggu Suzy dan Sohee berada didalam istana, saat ini keduanya duduk santai ditaman yang waktu Suzy tersesat dan bertemu ibu suri. Sohee bermain dengan bunga-bunga yang duduk ditepi kolam sedangkan Suzy duduk melamun hanya memandangi ikan koi yang sedang bercanda gurau didalam kolam.


"Sohee"


"Hmmmm. Ada apa Zy?"


"Aku merindukan kakaku. Apa dia tidak merindukan aku? Kami berpisah ketika ibu meninggal. Dia lebih memilih ikut paman Seo dan meninggalkanku bersama ibu kim dan denganmu, kalau dihitung sudah 15 tahun kami tidak bertemu. Dia sekarang pasti sangat gagah"


"Benar, kak Seungho pasti sudah dewasa dan gagah. Dia pasti juga merindukanmu Zy. Hanya saja jaraknya jauh"


"Benar juga. Aku harus bagaimana agar bisa menemukannya?"


"Banyak berdoa. Jika takdir sudah menentukan kalian untuk bertemu maka kalian akan segera bertemu"


"Semoga saja kami segera bertemu kembali"


"Nde, aku juga merindukannya"


"Sudah sore mari pulang, jika si nenek sihir itu melihat kita santai pasti dia nanti akan marah-marah tidak jelas"


"Kau benar, ibu suri seperti wanita kurang piknik"


"Membicarakan orang lain itu dosa" ucap seseorang yang berdiri dibelakang mereka berdua, yang membuat keduanya dengan gugup menoleh.


"Astaga Sungjong, aku sungguh terkejut. Aku kira kau raja" ucap Sohee bernapas lega.


"Hahahaha. Mana mungkin raja main disini untuk sore begini. Sore begini


Yangmulia lebih menyukai pemandangan dikolam ikan didepan istana kediaman ibu suri sambil menikmati teh sore, mungkin berbincang dengan permasuri atau selir chang" ucap Sungjong ikut duduk disebelah Sohee.


"Oooo... Sungjong, apa yang kau lakukan dijam seperti ini sendirian. Bukankah kau selalu bersama dengan Myungsoo?"


"Tidak selalu. Kami bekerja didepartemen yang berbeda. Aku bagian pertahanan yang mengurusi prajurit istana. Kalau Myungsoo karena dia calon raja jadi dia di departemen pemerintahan istana sama seperti Kyuhyun hyung hanya saja hyung lebih ke bagian hukum, dia sebagai hakim istana."


"Aku tidak terlalu paham apa yang kau katakan Sungjong. Astaga otak siputku kumat lagi berjalan merayapnya sangat lambat" ucap Suzy sambil menjitak kepalanya sendiri, yang membuat Sungjong tertawa.


"Di istana semua anggota keluarga akan diberikan tugas masing-masing jika sudah waktunya, dan akan ditentukan dimana mereka bekerja. Seperti Kyuhyun hyung dia didepartemen hukum, Myungsoo didepartemen pemerintahan, aku bagian pertahanan walau kadang membantu Myungsoo di pemerintahan, putri Miura didepartemen pangan dan pertanian yang diawasi permaisuri dan selir Chang. Raja sebagai pemimpin penuh yang menghandel para pejabat pimpinan masing-masing departemen sedangkan ibu suri penasehatnya walau sebenarnya aku tidak cocok dengannya. Aku sendiri bekerja dibagian pertahanan"


"Astaga, memusingkan sekali menjadi bagian istana"


"Jika kalian sudah terlatih dan terdidik, kalian juga akan diberi kepercayaan untuk ikut bekerja didepartemen istana. Jadi kalian belajarlah sungguh-sungguh"


"Nde"


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2