
Suzy sudah mulai berangsur membaik pasca keguguran yang di alaminya seminggu yang lalu, hanya belum diizinkan untuk beraktifitas sehingga waktunya hanya digunakan untuk melukis dan sesekali membaca pelajaran yang masih harus dipelajari. Permaisuri dan Selir Chang yang kadang mengecek keadaannya bersama tabib dan juga perawat istana yang merawatnya. Hanya Sohee yang masih merasa bersalah dengan kejadian yang menimpa Suzy apalagi Myungsoo menutupi kejadian kebenaran yang membuat Suzy keguguran, membuatnya semakin bersalah.
"Kau tidak ingin menjenguk Suzy lagi, dia pasti senang kau datang" ucap Seungho yang menemani Sohee duduk ditaman rumah keluarga Sungjong. Karena memang selama di Seoul Seungho dipaksa untuk tinggal dirumah Sungjong agar akses masuk ke istana lebih mudah.
"Aku masih merasa bersalah padanya, hingga rasanya aku tidak punya muka untuk menemuinya. Semua orang menyalahkannya padahal ini salahku" ucap Sohee memandang tanaman yang ada didepannya.
"Myungsoo dan Suzy sudah ikhlas walau mereka masih sedikit menyesalkan kejadian ini, jika kau tidak menemuinya Suzy juga akan sedih. Dia setiap hari selalu menanyakanmu dan kami harus berbohong mengatakan kau masih shock karena kejadian itu."
"Tapi aku masih merasa bersalah kakak, Suzy kehilangan anaknya karena aku"
"Kau tidak rindu memangnya, kau hanya berdiam diri saja melamun dirumah. Minggu depan perayaan tahun baru? Eunji bilang istana mengadakan pesta, kau tidak ingin melihat persiapan yang dilakukan istana"
"Kau sama saja dengan Sungjong, memaksaku ke istana"
"Maka datanglah, Suzy sudah sangat rindu padamu. Anggaplah ini takdir tuhan, jadikan pelajaran agar lebih berhati-hati"
"kau benar kakak. Gomawo, besok akan datang ke istana"
"Nde, jangan murung lagi. Wajah murungmu itu sangatlah jelek hahaha"
"Kau menyebalkan"
"Hahahaha"
Di istana.
Selir Chang datang sendirian karena permaisuri maupun Eunji punya kegiatan sendiri, Selir Chang mengantarkan untuk obat Suzy dan membawakan beraneka buah segar juga untuknya.
"Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Selir Chang yang hari ini datang sendirian saja dengan membawakan buah-buahan yang segar untuk Suzy yang melukis di ruang baca Myungsoo.
"Baik selir Chang, walau aku belum di izinkan kemanapun oleh Myungsoo seperti tahanan rumah" jawab Suzy dengan wajah bosan.
"Ini demi kebaikanmu juga Zy, kau tahu. Aku dulu pernah kehilangan putriku saat aku hamil pertama kali, aku terpeleset di dekat kolam ikan saat ingin memberinya makan, tapi setelah menunggu 3 tahun kemudian aku hamil Alex. Kau jangan sedih terus ya, kehilangan kali ini bukan berarti kau tidak akan bisa hamil lagi. Tuhan hanya belum mengizinkan kalian merawat anak karena kalian masih muda jadi mungkin butuh adaptasi juga"
"Nde, aku hanya sedih karena mengecewakan Myungsoo dan yangmulia rajaπ"
"Tidak apa. Kau mau ikut mempersiapkan pesta tahun baru bersamaku dan yang lain minggu depan?"
"Bolehkah? Aku mau tapi... π" ucap Suzy antusias kemudian murung lagi.
"Waeyo Zy?"
"Apa Myungsoo akan mengizinkanku pergi bersamamu selor Chang. Dia saja tidak mengizinkanku keluar untuk mencari udara segar selain ke depan paviliunπ"
"Aku yang akan mengatakannya. Ok! Jangan sedih lagi"
"Kamsa hamnida selir Chang" ucap Suzy senang.
"Nde, jangan sungkan. Aku pergi dulu, minum obatmu dan beristirahatlah"
"Oke"
*
*
*
Pagi ini Suzy sudah pergi bersama dengan Eunji untuk menghias aula depan dan halaman untuk persiapan pesta tahun baru yang akan dirayakan di istana. Sohee datang bersama dengan Seungho untuk melihat.
"Hey wanita hamil duduk saja, jangan ikut menghias nanti kau capek" ucap Eunji menghampiri Sohee dan Seungho, lalu menggiringnya minggir untuk duduk di kursi.
"Aku padahal ingin menghias juga." ucap Sohee manyun.
"Lihat baby di perutmu sudah hampir keluar, mana mungkin aku tega membahayakanmu"
"Benar, kau disini saja. Aku yang akan membantu Suzy menghias yang atas" ucap Seungho.
"Kakak, ayo cepat" ucap Suzy yang menghias bagian atas dengan rangkaiam bunga dan aksesoris lainnya menggunakan tangga.
"Nde, aku akan membantu agar cepat selesai" ucap Seunho segera menggunakan jurus silatnya untuk membantu Suzy memasang aksesoris dibagian atas. Sementara yang lain menghias bagian luar aula.
Setelah berkutat beberapa jam akhirnya selesai, Eunji menyuruh para dayang keluar dan istirahat. Sementara selir Chang memerintahkan Eunji mengajak Suzy, Seungho dan Sohee makan siang bersama. Mereka memilih makan di paviliun Myungsoo.
"Sohee, kenapa lama sekali tidak ke istana. Kami merindukanmu? Benarkan Eunji" tanya Suzy dengan antusias.
"Nde, kami bahkan selalu menanyai Sungjong setiap dia datang ke istana, sampai dia bosan" tambah Eunji.
__ADS_1
"Aku masih tidak enak badan makanya baru bisa ke istana hari ini, perutku sering kram." jawab Sohee.
"Itu kaerna kau memang sudah hamil tua, wajar jika kram"
Myungsoo datang dan langsung menghampiri mereka yang ada diruang makan.
"Kalian semua berkumpul disini?"
"Makan Myung" tawar Seungho.
"Aku sudah makan bersama yang lain di pemerintahan, aku pulang karena ingin mengambil beberapa pekerjaan. Tapi melihat kalian aku menyapa sebentar" ucap Myungsoo yang berdiri disamping Suzy. "Kau sudah merasa lebih baik Zy?" lanjutnya sambil mengelus dahi Suzy.
"Hmmm. Aku baik sekali Myung, akhirnya bisa menghirup udara bebas lagi" ucap Suzy tersenyum lepas saat menoleh ke arah Myungsoo.
"Baguslah. Aku pergi lagi kalau begitu. Kalian lanjutkan saja" pamit Myungsoo yang kemudian beranjak pergi lagi meninggalkan mereka.
"Hati-hati" ucap Suzy dan yang lain namun hanya dibalas lambaian tangan.
*
*
*
Pesta perayaan tahun baru.
Semua keluarga istana, para pejabat dan tamu undangan raja sudah berkumpul di aula dan halaman yang sudah di hias dengan rapi.
Hiburan juga terus di sajikan mulai dari menari, menyanyi dan permainan musik yang menghibur semua.
"Dimana Suzy? Alex juga?" tanya Sungjong saat menyadari Suzy dan Alex yang belum ada.
"Tadi Suzy pamit ganti baju karena kena tumpahan air minum, Alex memang belum ada sejak tadi. Mungkin masih dikamarnya" jawab Sohee.
"Alex pasti masih sibuk dengan ide kejahilannya, seperti tidak tahu kejahilan Alex saja kalian ini, tahun lalu dia menyamar menjadi pemain musik dari tionghoa hingga berakhir dihukum selir Chang" ucap Kyuhyun menahan tawa seperti tahu sesuatu.
"Dan memang Alex membuat ramai dengan semua kekacauannya. Membuat pemain musik yang asli sakit perut hingga datang disaat kembang api hampir dinyalakan. Memang permainannya Alex bagus, hanya sayang kejahilannya itu benar-benar membuat orang lain kasihan" sahut Sungjong.
"Lihat itu. Suzy dan Alex tampak menari disana bersama penari lain, wow Myung kau tidak cemburu hihi" goda Miura sambil cekikikan.
"Aish kalian ini bicara apa? Jangan membuat kerusuhan" balas Myungsoo mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Lihatlah yangmulia menantumu, bagaimana bisa dia menari dengan mesra bersama adik iparnya. Wanita macam apa dia itu" gerutu ibu suri.
"Mohon ampun yangmulia, mungkin mereka tidak sengaja. Kau tau benar kenakalan anakku seperti apa" ucap selir Chang.
"Tapi kenapa Suzy sebagai istri Myungsoo ikut-ikutan, dia selalu membuat onar. Dia calon putri mahkota bagaimana bisa dia ceroboh bahkan melahirkan anak saja tidak pecus"
"Mama lupakan masalah kemarin, Suzy masih sangat muda keguguran wajar untuk usianya. Jangan diperpanjang lagi, mereka hanya menghibur tidak mungkin Alex akan merebut Suzy dari Myungsoo. Hamba mohon tenang" ucap permaisuri menengahi.
"Benar, Suzy itu versi perempuan Alex untuk urusan pembuat onar. Itu membuat istana menjadi berwarna. Ibu suri jangan khawatir, aku yakin Alex hanya menganggap Suzy kakak saja."
"Terserah"
Sohee merasa semua salahnya, dia menggenggam tangan Sungjong erat namun Sungjong menatap seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.
Semua kembali menikmati tarian demi tarian yang ada, nyanyian dan permainan musik tradisional. Jam sudah mendekat ke pukul 10 malam, Suzy dan Alex menggunakan jurus silatnya terbang ke atas menuju ke arah Raja Hwanhee dan yang lain berkumpul. Entah dapat darimana mereka membawa seember bunga mawar ditangan mereka.
Alex membagikan bunga mawar tersebut kepada pejabat istana dan keluarga pejabat yang datang, sedangkan Suzy membagikan bunga mawarnya kepada seluruh keluarga istana yang hadir.
"Ini untuk yangmulia, ini untuk ibu suri, ini untuk permaisuri, ini untuk selir chang, ini untuk kakak kyuhyun, ini untuk Miura eonni , ini untuk Sohee dan ini untuk Sungjong" ucap Suzy membagikan satu per satu bunga pada keluarga yang hadir.
"Mana untukku?" ucap Myungsoo mengadahkan tangannya.
"Tentu saja ada, tara" ucap Suzy memberikan bunga mawar putih kepada Myungsoo.
"Kenapa untukku warnanya berbeda? Semua mendapatkan warna merah?"
"Itu karna kau berbeda π mana mungkin aku memberikanmu sama untuk yang lain, karena kau punya tempat special dihatiku" ucap Suzy yang langsung dipeluk Myungsoo.
"Eunji, ini untukmu" ucap Seungho yang baru saja berdiri dihadapan Eunji dengan membawa mawar merah jambu, Eunji dengan malu-malu menerimanya.
"Gomawo"
"Nde"
"Darimana kau mendapat ide ini suzy, baru kali ini pesta tahun baru kita semua diberi bunga" tanya raja Hwanhee.
__ADS_1
"Saya memiliki ide saat melihat bunga mawar dibelakang istana bermekaran, lalu aku meminta bantuan dayang istana untuk memetiknya. Hitung-hitung untuk memeriahkan daripada bunganya nanti tidak digunakanπ saat saya mau membawa kesini Alex malah mengajak menari dan menyanyi akhirnya mendekati pesta lampion baru saya bagikan"
"Tidak apa nak, terima kasih sudah menghibur kami"
"Tentu saja. Aku selalu memberikan hiburan setiap tahun baru" ucap Alex dengan sombong yang langsung dicubit ibunya.
"Aduh, ibu sakit"
"Suruh siapa berbicara begitu tidak sopan"
"Tapikan benar bu, aku selalu memberikan hiburan unik tiap akhir tahun"
"Baru kali ini pangeran kecil kita memberikan hiburan yang benar, tahun lalu bahkan penari dan penyanyi asli harus keluar masuk kamar mandi akibat ramuan ajaib Alex" timpal permaisuri sambil tersenyum.
"Hehehe"
"Itu karena raja yang terlalu memanjakan anak nakal ini permaisuri, makanya dia makin nakal" gerutu selir Chang.
"Sudah, mari kita nikmati pesta ini. Sebentar lagi tengah malam. Saatnya kita menyakakan lampion lali menerbangkan, baru kita menyalakan kembang apinya"
Lampion mulai dinyalakan dan diterbangkan, begitu juga dengan kembang api yang mulai beterbangan di langit setelah dinyalakan. Semua bergembira menyambut tahu baru.
ππππππππππππ
Pesta tahun baru telah usai, Suzy berdiri ditaman samping kolam ikan sambil melamun. Dia menerawang jauh ke dalam hatinya, dia sudah berusaha tidak memikirkan apa yang dialaminya akhir-akhir ini tapi rasanya tidak mau hilang dari otaknya.
"Padahal aku memang belum siap memilikinya, tapi kenapa hatiku tetap sakit saat mengingatnya yang pergi dari perutku aish aku ini memang ceroboh bahkan hamil saja tidak tahu" ucap Suzy sambil mondar mandir tidak jelas sambil memegangi perutnya.
"Apa yang kau lakukan disini, ini sudah malam. Pesta sudah usai sejak sejam yang lalu" tanya Myungsoo yang muncul dibelakang Suzy dan memeluknya, itu sangat membuat Suzy sebal karena kaget.
"Aku menunggu Alex, kenapa? Aku mau kencan dengannya." ucap Suzy meronta dalam pelukan Myungsoo.
"Kau ini galak mana mungkin Alex mau dengan nona galak sepertimu hahaha"
"Kalau sudah tahu kenapa tanya? Bikin kesal saja"
"Sudah malam, mari pulang dan istirahat aku tahu kau sibuk menyiapka pesta sejak kemarin. Tidak baik melamun disini cerita padaku jika kau ada masalah"
"Aniya, jja kita pulang. Aku rasa aku mengantuk sekarang" ucap Suzy pura-pura menguap.
"Jja" ucap Myungsoo segera menggandeng Suzy pulang ke paviliun mereka tinggal.
"Mianhae Myung" ucap Suzy dalam hati yang kini berjalan berdampingan dengan Myungsoo.
"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu yang sulit kau bagi denganku." batin Myungsoo yang terus menggenggam tangan Suzy dengan erat.
*
*
*
Tengah malam namun Seungho dan Eunji masih menikmati kencan mereka dibawah sinar rembulan yang menerangi jalan mereka.
"Seungho, apa tidak bisa kau tinggal lebih lama disini. Suzy masih membutuhkanmu dan aku juga"
"Aku ingin sekali segera menikahimu dan menetap disini, tapi masih banyak yang harus aku urus. Ada petunjuk mengenai kematian orangtuaku yang ternyata dibunuh dan aku harus ke Daegu mencari tahunya. Maafkan aku Eunji"
"Apa tidak bisa kau pindah disini dan lupakan pembunuhan orangtuamu walau aku tahu itu tidak adil tapi itu sudah lama sekali, kau bisa bekerja di istana. Aku akan minta yangmulia memberimu pekerjaan"
"Maafkan aku, tapi ini menyangkut orangtuaku dan aku tidak akan membiarkan pembunuh mereka hidup enak. Aku akan menikahimu jika semua ini selesai dan aku menemukan pembunuhnya."
"Baiklah. Aku akan setia menunggumu"
"Gomawo, aku sangat mencintaimu. Tapi aku harus menyelesaikan ini dulu"
"Nde, hati-hatilah saat kau jauh dari kami. Aku tidak mau kau kenapa-napa di saat jauh dariku"
"Hmm. Kau juga jaga dirimu baik-baik disini. Mari aku antar pulang sebelum aku pulang ke rumah keluarga Sungjong"
Seungho mengantar Eunji sampai gerbang pintu paviliun ibu suri, lalu pergi pulang kerumah Sungjong.
Saat akan masuk kamarnya Eunji ditegur ibu suri yang duduk diruang tamu dengan baju santainya sambil menikmati tehnya.
"Kau menjalin cinta dengan kakak Suzy? Apa ini sebuah konspirasi yang saling menguntungkan kalian"
"Ah, hormat Eunji pada mama. Mohon maaf mama Kami sudah mengenal jauh sebelum hamba tahu jika kekasih saya adalah kakak Suzy. Saya tidak melakukan konspirasi apapun yangmulia" ucap Eunji sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Bagus, jika kalian melakukan hal yang membuatku marah. Aku akan melakukan hal yang membuat kalian menyesal. Sekarang kau boleh pergi istirahat" ucap ibu suri sambil memainkan jari-jemarinya.
"Nde mama, saya permisi istirahat" ucap Eunji yang segera masuk kamarnya.