
Sudah sebulan ini Suzy juga mode diam-diaman sama seperti yang dilakukan Myungsoo, dia juga malas menyapa Myungsoo yang sibuk dengan Sowon dan anaknya yang diberi nama Kim Jungsoo, sesekali memang Myungsoo datang namun dia tidak berkata apapun. Selama sebulan ini hanya Sohee, Miura dan Eunji yang bergantian ada disisinya. Alex juga sering menghiburnya seperti saat ini, semua sibuk membuat perayaan kelahiran Jungsoo yang berusia 1 bulan, Alex justru menemani Suzy di kolam ikan sedari tadi.
"Noona, aku tahu kau sedih selama sebulan ini? Tapi jangan dipikirkan apapun yang melukaimu. Hyung saat ini menjaga mereka karena Sowon baru saja pulih"
"Aku tahu. Hanya saja aku sudah merasa kalah dan lelah Alex, cintanya sudah bukan untukku lagi. Myungsoo sudah jatuh cinta pada Sowon dan akan meninggalkanku. Alex jika kau diberi kesempatan untuk kabur kau akan pergi kemana"
"Ke Gwangju, Ilsan, Mokpo, Busan atau mungkin pinggiran macau Noona karena istana sangat jarang pergi kesana, disana bagus hanya saja desa-desanya terpencil dan kurang maju. Noona, Aku sangat tahu hyung begitu mencintaimu, bagaimana mungkin cintanya sedangkal ini jika dia berpaling darimu secepat ini pada Sowon. Ini hanya jebakan dan salah paham"
"Aku hanya merasa cintaku dengan Myungsoo sudah tamat, sudah berakhir hanya sampai disini"
"Noona, mari makan aku tahu kau belum sarapan dan tidak makan apapun sedari tadi"
"Aku akan makan nanti, kau makanlah. Aku mau menemui tabib dulu karena aku merasa badanku kurang sehat"
"Baiklah, aku akan mengantar noona terlebih dulu baru aku pulang"
"Gomawo Alex, kau selalu baik dan percaya padaku"
"Tidak perlu bicara begitu"
Alex mengantar Suzy masuk ke dalam departemen kesehatan istana untuk memeriksakan kesehatan Suzy yang menurun hingga kehilangan beberapa berat badan. Alex pulang setelah Suzy benar-benar masuk ke dalam departeen kesehatan istana.
"Hormat kami pada tuan putri Suzy" ucap beberapa perawat istana yang menyadari kehdirannya.
"Bangunlah. Apa tabib Liu ada? Atau yang lain" ucap Suzy.
"Aniya tuan putri. Para tabib lain juga sedang keluar dijam sekarang, apa anda mau periksa? Biar nanti saya menyuruh salah satu dari mereka ke tempat anda"
"Tidak-tidak, aku hanya ingin bertanya saja jika kalian bisa membantuku. Itu tidak apa-apa?"
"Silahkan duduk tuan putri, apa yang anda perlu tanyakan?" ucap perawat itu menggiring Suzy agar masuk keruang periksa. Dan mempersilahkan Suzy untuk duduk.
"Begini perawat, aku akhir-akhir ini merasa ada yang beda dengan tubuhku. Aku merasa nafsu makanku turun dan mual saat malam, awalnya aku kira masuk angin tapi lama-lama aku semakin aneh dan aku juga tidak ingat kapan aku datang bulan sejak masalah terus datang. Apa ini bisa dikatakan aku hamil?" tanya Suzy sedikit lirih karena malu.
"Mari saya periksa denyut nadi anda tuan putri" ucap perawat tersebut mengangkat lengan baju Suzy guna memeriksa denyut nadi Suzy. "Benar tuan putri anda sedang mengandung saat ini"
Deg
Jantung Suzy rasanya mau berhenti sejenak, dia tidak bisa hamil disaat seperti ini, disaat cinta Myungsoo yang mulai berubah padanya. Keadaan tidak mendukung Suzy untuk mengatakan kehamilannya disaat semua sudah bahagia saat ini dengan kehadiran Jungsoo, anak Sowon. Untuk menggugurkan juga tidak mungkin karena Suzy tahu Myungsoo sudah lama menginginkan anak darinya, tapi dia harus bagaimana saat ini? Ibu suri juga pasti akan membuatnya tidak tenang dan berusaha menyingkirkannya dengan bayinya.
"Tuan putri, bisakah saya memeriksa perut anda agar mengetahui usianya?" tanya perawat itu menyadarkan lamunan Suzy.
"Ah nde perawat" jawab Suzy yang masih shock dengan kehamilan yang didengarnya. Sementara itu perawat istana sibuk memeriksa keadaan perut Suzy yang memang sedikit membuncit. "Bagaimana? Apa benar aku hamil" tanya Suzy saat dia sudah menguasai diri.
"Benar tuan putri, usianya sudah memasuki usia sekitar 3 bulan. Sepertinya pangeran Myungsoo akan memiliki anak kembar karena detaknya berada didua sisi berberda, selamat tuan putri saya ikut bahagia untuk anda" ucap perawat itu dengan wajah tersenyum.
"Perawat, bisakah kau rahasiakan ini dari istana. Jangan katakan apapun pada perawat lain dan tabib, jangan katakan apapun kepada anggota istana tentang keadaanku saat ini. Aku mohon"
"Kenapa anda ingin saya merahasiakannya tuan putri? Ini kabar bahagia untuk istana"
"Kau pasti mendengar gosip beberapa waktu ini mengenai hubunganku dengan pangeran Myungsoo yang merenggang karena kelahiran Jungsoo, anak putri Sowon. Istana sedang bahagia dengan kelahiran Jungsoo jadi berita kehamilan ini bukanlah hal yang penting jadi tolong rahasiakan"
"Tapi...."
"Ku mohon perawat, jangan katakan apapun jika tidak aku akan meminta pengawal mengusirmu"
"Baik tuan putri, tapi hamba mohon jangan usir saya karena pekerjaan ini penting bagi saya"
"Baik. Aku tidak akan mengusirmu asal kau tutup mulut. Kalau begitu aku pergi"
Suzy kembali ke dalam paviliunnya saat melihat Miura sudah menunggunya dengan gelisah diruang tamu, Suzy diam sebentar kemudian berjalan kearah kamar saat melihat Sowon dan Myungsoo sedang menimang putra mereka yang akan dibawa keluar kamar.
"Zy, aku menunggumu sejak tadi. Katanya Jia dan Chaekyung kau pergi bersama Alex." tanya Miura mengikuti Suzy yang berjalan masuk ke arah kamarnya.
"Aku dari taman dengan Alex melepas penat, disini hatiku sakit rasanya menyesakan. Aku sudah tidak tahan, aku muak dengan semua ini Eoni" jawab Suzy dengan wajah frustasinya mondar-mandir, Miura memeluknya erat dan berkata "Bertahanlah sebentar lagi Zy, aku yakin kesalah pahaman ini akan segera berakhir. Kau gadis pertama yang dicintai Myungsoo selama hampir 7 tahun, jangan kalah dengan Sowon yang baru datang disini"
"Tapi Sowon mampu memberikan anak secepat itu, berbeda denganku yang selalu ceroboh dalam menjaga anak yang tumbuh dirahimku. Myungsoo bahkan bisa dilihat jika dia mulai mencintai Sowon, walau dia sering tidur disini tapi dia mendiamkanku dan itu cukup membuatku yakin bahwa cintanya sudah berubah"
"Kim Suzy, dengarkan aku. Myungsoo hanya merasa bersalah karena membuat Sowon jatuh, aku yakin itu hanya kasihan bukan cinta. Ku sudah makan? Aku lihat kau mengurus Zy bahkan pipimu tirus"
"Aku tidak memiliki selera makan akhir-akhir ini"
"Jangan lupa makan, kau bisa sakit. Oiya aku mengantarkan baju untuk acara perayaan satu bulan usia Jungsoo. Aku sebenarnya malas untuk datang tapi aku tidak bisa menolak mengingat aku juga menantu di keluarga istana."
"Aku juga akan datang walau sebenarnya itu menyesakkan"
"Aku akan selalu disampingmu nanti malam" ucap Miura memeluk Suzy erat, dan Suzy yang berbalik juga membalas pelukannya dengan erat.
Malam hari.
__ADS_1
Saat ini adalah malam perayaan usia Jungsoo anak Sowon dan Myungsoo yang berusia satu bulan. Raja Hwanhee dan ibu suri yang senang dengan kelahiran Jungsoo terus memasang wajah senyum dan ceria. Semua anggota istana juga bergembira dengan kehadiran Jungsoo yang dianggap membawa berkah untuk istana. Suzy hanya diam dan mengepalkan tangan kanannya sedangkan sebelah kiri mengelus perutnya yang sedikit menonjol.
"Maafkan aku yang harus menyembunyikan kalian, kalian sudah tidak penting saat ini jadi maafkan aku" ucap Suzy dalam hati hingga ada sebuah tangan menggengamnya yang membuatnya menoleh, ada tangan Myungsoo yang tiba-tiba saja menggenggamnya dalam diam.
"Kelahiran adalah kegembiraan mari kita rayakan ini semua. Jungsoo yang genap 1 bulan semoga ke depan dia menjadi pangeran yang pintar, jenius, pandai sastra dan pandai berkelahi seperti Myungsoo" ucap ibu suri dengan gembira.
"Terima kasih yangmulia, sebenarnya tidak perlu melakukan hal seperti ini. Jungsoo sudah disayangi dengan baik sudah membuat saya terharu" ucap Sowon.
"Walau bagaimanapun kau sudah bertaruh nyawa untuk melahirkan pangeran untuk istana, kita semua patut berbahagia untuknya" ucap Raja Hwanhee.
"Hamba tidak bisa menolak yang anda katakan yangmulia, membuat kalian semua senang hamba juga ikut senang. Semua berkat kehadiran Jungsoo yang membawa kegembiraan di istana" ucap Sowon lemah lembut membuat Suzy semakin tidak tahan.
"Sayang sekali Sohee dan Sungjong tidak hadir malam ini"
"Mohon maaf yangmulia. Sungjong sedang ada pertemuan yangmulia malam ini, sedangkan Sohee menjaga Jungshin yang sedang flu dan rewel makanya seketaris Lee juga pamit undur diri setelah pekerjaannya selesai agar bisa membantu menjaga Jungshin" ucap Kyuhyun memberitahu.
"Sakit tidak ada yang menduga apalagi anak kecil suka mencoba hal baru, jadi rentan terhadap penyakit"
"Aku sudah kenyang, aku permisi. Kalian lanjutkan saya makannya" ucap Suzy menarik kursinya dan berbalik arah.
"Kau tidak sopan Kim Suzy, kembali duduk!" gertak raja Hwanhee.
"Zy duduk kembali, kau belum makan apapun" bisik Miura menahan Suzy.
"Cepat duduk, jangan buat raja marah" ucap Myungsoo berbisik ikut menahan agar Suzy tidak pergi dan membuat raja marah.
"Aku tahu kau merasa tidak puas, kau iri dengan Sowon yang baru saja melahirkan pangeran untuk Myungsoo. Jika mau menyalahkan salahkan saja perutmu yang tidak kunjung hamil dengan benar" marah raja Hwanhee.
"Zy, cepat duduk kembali. Jangan membuat raja marah" bisik Eunji yang sudah berdiri dibelakangnya.
"Yangmulia anda tak ingin aku disinikan, semua pasti juga tidak akan selera jika aku berada disini. Kalian nikmati saja acara kelahiran Jungsoo ini, aku pergi" ucap Suzy langsung berlari meninggalkan mereka semua.
"Biar aku yang mengejar noona" ucap Alex menggeser kursinya untuk berdiri, siap mengejar Suzy
"Biar aku saja, kalian lanjutkan pestanya." ucap Myungsoo yang langsung berlari mengejar Suzy.
"Yangmulia jangan diambil hati ucapan Suzy, dia memang pencemburu jadi harap maklum. Mari makan dan minum jangan jadi kacau" ucap Selir Chang memecah keheningan dan ketegangan yang ada.
"Untuk Sowon dan Myungsoo sudah menikah bahkan sudah melahirkan anak, Suzy mana pantas dengan Myungsoo huft. Sudah mari lanjutkan makan dan minum jangan hiraukan dia lagi" perintah ibu suri, Eunji hanya terdiam begitupun dengan Miura, Alex yang muak dengan sikap Sowon. Sedangkan yang lain menikmati pesta dan tari-tarian yang disajikan untuk kelahiran Jungsoo.
Sementara itu Myungsoo masih mengejar Suzy yang terus saja berlari dari aula yang digunakan untuk pesta tadi menuju paviliunnya. Suzy terus berlari tidak peduli Myungsoo yang terus berlari sambil memanggil namanya.
"Sudah jangan bicara lagi, kau itu banyak alasan dan pembohong. Otakku memang bodoh, aku memang ceroboh dan mungkin otakku sudah gila makanya aku menikah denganmu lebih tepatnya menurut karena dipaksa menikah denganmu." bentak Suzy melepaskan cekalan Myungsoo. "Aku harus dengan Sowon berbagi dirimu, melihat Sowon hamil dan melahirkan, melihat semua kegembiraan hari ini apa aku juga harus ikut mengucapkan selamat padamu? Dari istri pertama menjadi istri kedua itu sungguh keterlaluan kau tahu, apa memang tidak ada keadilan untukku disini?" Suzy terus mengomel hingga bunyi kembang api dinyalakan hingga mewarnai langit hitam menjadi berwarna-warni karenanya.
"Ini adat istana, saat ada perayaan pasti ada kembang api yang dinyalakan dengan meriah. Kau tinggal diistana sudah lama harusnya kau paham dengan hal ini"
"Aku terbiasa? Kau tau, aku sudah ingin meletus seperti kembang api yang sedang dinyalakan. Kau dan aku sudah tamat, sudah selesai"
"Apa yang kau katakan? Apa yang kau sebut kita tamat"
"Tamat artinya sudah habis, kau dan aku cukup sampai disini. Aku tidak mau dirimu lagi, tidak mau pernikahan ini lagi, tidak mau ribut dengan wanita lain. Aku sudah menyerah, aku kalah dengan Sowon. Aku akan serahkan kau seutuhnya padanya, mari kita bercerai Myung? Aku akan pindah ke rumah Sohee malam ini sambil mengurus surat cerai kita"
"Apa yang kau katakan? Kau hanya sedang emosi"
"Kau dan Sowon selalu tertawa bersama didepan mataku, biarkan aku pergi. Aku akan mencari pria yang ku cintai dan punya anak bersama, keadaan kita sudah salah dari awal kau menikahiku karena aku menolongmu dulu, kau menikahiku saat aku tidak sadar"
"Apa yang kau bicarakan? Bagaimana jika ada yang mendengar, itu bisa menimbulkan masalah? Apa kau tidak takut digosipkan?"
"Aku Suzy, dan aku tidak takut dengan apapun. Asal tidak mencintaimu lagi aku tidak takut apapun. Sudahlah aku akan pergi malam ini " ucap Suzy yang berbalik namun masih saja Myungsoo berusaha mencegah emosi Suzy yang sudah meledak-ledak.
"Kim Suzy, ku mohon pengertianlah sedikit. Kau keterlaluan jika tidak mencintaiku lagi. Kau yang suruh aku segera menikahi Sowon agar kakakmu bebas? Apa kau lupa?"
"Aku yang suruh? Aku juga yang menyuruhmu tidur dengan Sowon begitu? Kau tahu kau itu pangeran penipu, kau pecundang Kim Myungsoo" ucap Suzy dengan sendu menatap Myungsoo.
"Aku dijebak, kau tahu sendiri kejadian itu, apa maksudmu aku menipumu"
"Aku benar-benar bodoh karena mempercayai semua ucapanmu? Bahkan kalian sudah berunding merancanakan anak kedua setelah Jungsoo lahir. Kau adalah pangeran brengsek dari yang terbrengsek didunia ini"
"Kau?"
"Apa! Inilah Bae Suzy yang asli, aku tidak mau bicara lagi denganmu. Kita sudah selesai" bentak Suzy yang berlari menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya, menyiapkan keperluan yang akan dibawanya pergi.
"Jia, Chaekyung bantu aku berkemas aku mau pergi kerumah Sohee" teriak Suzy sambil berganti pakaiannya dengan baju hangat karena udara diluar sungguh dingin. "Aku bukan lagi nyonya, tuan putri ataupun istri pangeran Myungsoo"
Jia dan Chaekyung menghampiri dan membantu tuan putrinya berkemas sambil membujuk Suzy agar tidak pergi karena cuaca dingin. "Tuan putri ini sudah malam, jika mau pergi besok saja" bujuk Jia.
"Anda hanya sedang emosi putri, mari duduk dulu" ucap Chaekyung menggiring Suzy agar duduk dulu.
"Tuan putri jangan marah, bicarakan baik-baik dengan pangeran Myungsoo. Bukankah jika anda pergi itu akan membuat hati nyonya Sowon itu bangga karena berhasil menjebak anda, mana boleh anda pergi dan membiarkan keinginannya tercapai"
__ADS_1
"Putri pikirkan baik-baik"
Suzy diam namun begitu melihat Myungsoo masuk ke dalam kamar emosinya langsung meledak seperti gunung sedang meletus mengeluarkan larva panas.
"Biarkan saja keinginannya berhasil, aku sudah tidak peduli lagi" teriak Suzy sambil mengangkat pakaian yang kan dibawa.
"Kau ini kenapa sebenarnya? Aku baru pulang tapi sikapmu emosi terus-menerus dan tatapanmu tajam, tolong pikirkan perasaan dan posisiku jangan egois seperti ini? Sowon dan Jungsoo tidak bersalah tapi kau menyalahkan mereka"
"Perasaanmu, posisimu, apa yang kau pikirkan aku sudah tidak peduli lagi karena kau juga tidak pernah peduli perasaanku dan posisiku. Aku bisa melewati sampai hari ini itu sudah hebat hingga tidak ada jalan lagi untuk ku lewati, dan aku ini bukan istri cadanganmu. Ku beritahu didalam hatiku kau sudah kuanggap mati, aku tak kenal denganmu yang hari ini jadi aku sudah tidak mau bicara lagi denganmu" ucapan Suzy langsung membuat Myungsoo shock.
"Kau berharap aku mati?"
"Benar, setidaknya Myungsoo yang dulu adalah pahlawanku. Kau yang hari ini hanya bisa tunduk pada kekuasaan. Kelak walau kau menjadi putra mahkota atau Raja namun bagiku kau tetap tidak ada apa-apanya"
"Kau meremehkan aku, kau sungguh merendahkanku. Kau yang kasar seperti ini aku juga tidak kenal, aku juga tidak mau"
"Kalau tidak mau ya sudah, berarti kita putus hubungan. kita berhenti sampai disini. Aku pergi" pamit Suzy tanpa menoleh pada Myungsoo yang sudah duduk dipojokan ruangan.
"Tuan putri jangan pergi, pangeran tolong bujuk tuan putri agar jangan pergi" ucap Chaekyung memohon didepan Myungsoo.
"Jika dia mau pergi, biarkan dia pergi dan kalau perlu tidak usah kembali lagi" ucap Myungsoo dengan emosi.
"Aku takkan mengucapkan selamat tinggal padamu. Jodoh kita berakhir sampai disini, aku pergi bukan karena emosi sesaat tapi karena aku sadar dengan sepenuhnya." ucap Suzy menggebu-gebu.
"Tuan putri bawalah buku belajar anda, pangeran yang membantu anda belajar selama diistana" ucap Jia menyerahkan beberapa buku kepada Suzy namun Suzy melemparnya dihadapan Myungsoo.
"Bagiku dia sudah mati jadi untuk apa diingat lagi, Aku tidak perlu belajar dan pura-pura menjadi terhormat lagi. Kehidupan baruku dimulai hari ini"
"Pergilah, jangan kembali selamanya"
"Tenang saja, walau kau membawa tandu, mobil atau apapun dan walau kau berlutut menangis dibawah kakipun aku tidak akan pernah mau kembali padamu." ucap Suzy yang langsung pergi meninggalkan Myungsoo seorang diri.
"Putri"/"putri"
*
*
Rumah keluarga Sungjong.
Hujan dan angin kencang turun mengguyur ketika Suzy sudah mengetuk pintu rumah Sungjong dan Sohee. Pintu terbuka dan menampilkan sosok ibu Sungjong.
"Astaga Suzy, kau kenapa? Ayo masuk diluar dingin dan sedang turun hujan" ucap ibu Sungjong menarik Suzy masuk dan menutup pintu rumahnya lagi. Mengajak Suzy masuk kedalam rumahnya.
"Suzy, kau kenapa malam-malam kesini? Ada apa? Kenapa kau membawa bajumu? Dimana Myungsoo" tanya Sohee yang berdiri menghampiri Suzy yang masuk dengan mertuanya, didalam ruang tamu ada Sungjong dan juga seketaris Lee.
"Aku pergi dari istana, hubunganku dengannya dan istana sudah berakhir" jawab Suzy menatap Sohee sedih.
"Duduklah dulu, ceritakan pada kami apa yang terjadi. Bukankan malam ini perayaan kelahiran anak Sowon yang berusia 1 bulan" ucap Sungjong membawa Suzy untuk duduk, Sohee duduk disampinganya dan menggenggam tangan Suzy.
"Ada apa Zy?"
"Aku dan Myungsoo sudah berakhir, kami berpisah Sohee tidak ada lagi Myungsoo dihidupku, aku sudah kehilangan hatinya yang kini hanya untuk Sowon, dari awal kita masuk istana adalah mimpi buruk untukku dan aku baru sadar makanya aku tidak memiliki apa-apa lagi."
"Zy, istana adalah hidupmu karena ada Myungsoo disana, apa dia membuatmu marah hingga kau pergi dari istana dan kemari"
"Aku sudah meninggalkan istana dan aku tidak akan kembali kesana lagi, sebelum Myungsoo menceraikanku maka aku yang lebih dulu menceraikannya."
"Apa? Kau meninggalkan istana dan mau menceraikan Myungsoo? Apa maksudmu" ucap Sohee memegang pundak Suzy.
"Dia berubah mencintai Sowon, tadi dia bahkan tunduk dengan permintaan ibu suri. Aku anggap aku dan dia sama, pria boleh menceraikan istri jadi aku juga bisa menceraikannya"
"Suzy, kalian saling mencintai. Kenapa hanya karena jebakan Sowon, kau pergi dan itu akan membuat Sowon bangga bisa mengusirmu"
"Mau dia bangga memiliki Myungsoo atau tidak. Aku sudah tidak peduli lagi, aku hanya ingin bahagia memulai kehidupan baruku tanpa dia"
"Zy..."
"Sohee, ajaklah Suzy istirahat agar emosinya mereda. Baru bicarakan hal ini lagi dengan kepala dingin agar masalah bisa teratasi" perintah Seketaris Lee.
"Baik ayah. Ayo Zy aku antar ke kamar" ajak Sohee membawa Suzy masuk ke dalam kamar tamu.
"Sungjong, kau kabari Myungsoo besok pagi jika Suzy ada disini. Pertengkaran memang sering terjadi tapi baru kali ini aku melihat Suzy seperti itu"
"Baik ayah. Sowon pasti dibalik semua ini, Eunji mencurigai Sowon terkait dengan kecelakaan yang memicu kelahiran Jungsoo ayah"
"Hmmm. Kita harus mencari tahu kebenarannya juga, sekarang pergilah tidur"
"Baik ayah, permisi"
__ADS_1