
Hari ini Kyuhyun meminta semua anggota istana berkumpul di aula departemen hukum dan kejaksaan. Kyuhyun sudah mengumpulkan beberapa bukti untuk mengungkap kasus pembunuhan yang menargetkan Suzy sebagai korban namun Sowon yang menjadi korban keracunan selama hampir 2 bulan berlalu. Semua cemas menunggu Kyuhyun dan petugas investigasi membawa berkasnya.
"Apa kau sudah berhasil mengungkapnya anakku?" tanya permaisuri saat Kyuhyun masuk bersama beberapa rekan kerjanya.
"Aku tidak yakin ibu, namun bukti sudah terkumpul" jawab Kyuhyun yang menyiapkan berkasnya.
"Aku harap ini bukan pertanda buruk" ucap Eunji yang menggenggam tangan Sohee erat, Suzy yang duduk disamping Myungsoo juga sama tegangnya dengan mereka berdua.
"Bisakah hasil dari penyelidikanku kurang lebih 3 bulan ini dibacakan, pelaku harus dijatuhi hukuman sesuai dengan aturan hukum yang ada diistana walaupun ini menjerat keluarga istana" ucap Kyuhyun yang membuat ruangan menjadi kasak kusuk dan saling berbisik sana sini.
"Pangeran Kyuhyun, bacakan hasilnya agar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi." kini raja Hwanhee meminta putranya yang bekerja didepartemen hukum dan kejaksaan membacakan hasil dari penyelidikannya.
"Hasil penyidikan teh dalam cawan putri Suzy memang beracun, racun ini sangat mematikan dalam satu detik bisa langsung menyerang membuluh darah dan langsung mematikan sistem kerja syaraf makanya putri Sowon langsung meninggal dalam beberapa menit saja" ucap Kyuhyun memberi jeda dan memperhatikan satu per satu wajah yang hadir, dayang Choi sudah menujukkan ekspresi ketakutan walau ibu suri yakin mereka tidak akan ketahuan. "Dan teh untuk pesta itu dibuat khusus oleh ibu suri, permaisuri, selir Chang dan Sowon sendiri namun kenapa hanya teh milik Suzy yang berisi racun? Jika Sowon merencanakannya maka dia pasti tidak akan gegabah untuk bermain nyawa yang berakibat membunuh dirinya sendiri"
"Pangeran Kyuhyn kenapa kau hanya berbelit-belit, sudah pasti Suzy sendiri yang memang berniat bunuh diri karena tidak ingin anak itu namun Sowonku yang malang yang terenggut nyawanya" ucap ibu suri sinis.
"Yangmulia anda jangan menuduh yang tidak-tidak, kita semua melihat jika teh itu disajikan saat adikku sudah duduk diam dikursinya dan bagaimana mungkin adikku dapat memasukan racun didalam tehnya disaat kita juga melihat adikku hanya duduk diam saja sejak masuk aula" bela Seungho tidak terima adiknya direndahkan.
"Kalian tenanglah. Mama, ananda mohon anda juga tenang biarkan pangeran Kyuhyun menyelesaikan hasil penyelidikannya, pelaku harus dihukum berat karena berani pada keluarga istana" ucap raja Hwanhee yang dibalas dengusan saja. "Silahkan lanjutkan nak"
"Baik, aku tidak akan berbelit-belit lagi. Aku sudah menyelidiki pelayan yang mengantarkan teh ke tempat kita melakukan perayaan, disana aku menemukan Lee Sena yang langsung melarikan diri setelah ikut menyajikan teh dan makanan. Dialah yang manaruh racun didalam teh cawan Suzy, dayang Choi bukankah kau yang mengurusi para dayang hari itu, apa ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Kyuhyun memandang dayang Choi yang menudukkan kepalanya.
"Hamba tidak tahu menahu pangeran Kyuhyun, Lee Sena hanya pelayan baru yang direkomendasikan oleh koki istana, dan saya tidak tahu jika pelayan itu kabur setelah menyajikan teh beracun itu untuk putri Suzy" jawab dayang Choi yang masih menunduk.
"Bagaimana kau tidak tahu jika racun itu hanya dibuat rahasia oleh keluargamu secara turun temurun. Apa kau yang merencanakan ini semua sendirian?"
"Saya tidak mengerti pangeran apa maksud anda, saya bahkan tidak tahu menahu mengenai racun yang dibuat keluarga saya" dayang Choi masih terus saja mengelak walau tubuh tuanya sudah gemetar.
"Baiklah, pak Jang suruh mereka bawa Lee Sena masuk bersama putri Dayang Choi yang bekerja sebagai perawat istana masuk kesini" perintah Kyuhyun pada bawahannya.
"Baik pangeran"
Tak lama beberapa pengawal membawa dua wanita yang terikat seperti tahanan, wajah mereka sudah berantakan karena mereka disiksa didalam tahanan bawah tanah sebelum dibawa kemari.
"Dayang Choi, kau bilang setelah aku pergi jauh dengan bayaran itu maka mereka tidak akan menemukanku lagi, tapi nyatanya mereka menemukanku dan mengurungku dipenjara bawah tanah selama sebulan ini. Menyiksaku agar mengakui semuanya padahal kau yang busuk kenapa aku ikut terseret. Jika ibuku tidak sakit parah aku tidak akan mau menuruti perintahmu" bentak Lee Sena pada dayang Choi.
"Ibu, dosa apa yang kau perbuat. Mereka mengurungku dibawah tanah, mencambukku bahkan mereka ingin melakukan hal yang melecehkanku, lebih baik aku mati daripada hidup ternodai"
Dayang Choi langsung berlutut memohon ampun dan menangis. "Mohon ampuni hamba, jangan lakukan apapun pada putri hamba. Dia tidak bersalah tapi aku yang salah, aku hanya ingin menjadi abdi negara yang baik makanya aku melakukan ini agar ibu suri bahagia. Beliau slalu baik pada hamba yang ditinggalkan suami hamba sejak muda, membesarkan putri seorang diri tidaklah mudah namun ibu suri memberikan kemudahan. Saat ibu suri membenci putri Suzy semua keburukan hamba yang melakukannya, menaruh obat penggugur agar tidak bisa hamil juga hamba yang melakukannya diam-diam hingga putri Suzy menyuruh tabib istana membuatkannya sendiri, hamba pikir itu bagus namun ternyata pangeran Myungsoo telah memanipulasi hingga putri Suzy hamil kembali, racun itu memang hamba yang menyuruh Lee Sena menaruhnya namun saya tidak berpikir jika putri Sowon akan meminumnya, saya melakukan itu agar putri Suzy tersingkir dan putri Sowon menjadi permaisuri satu-satunya. Mohon maafkan hamba yangmulia, Jika mau menghukum maka hukum saja hamba tapi jangan melibatkan putri hamba yangmulia." ucap dayang Choi mengakui semua kesalahannya sambil menangis.
"Dayang Choi, bagaimana bisa kau melakukan hal sekeji ini. 3 kali aku kehilangan anakku namun aku memilih diam saja karena rasa hormatku padamu tapi kali ini aku akan meminta kau dihukum dengan seberat-beratnya karena mencoba menghilangkan nyawa istri dan calon anak kami. Itu sungguh kejahatan yang keji" ucap Myungsoo penuh dendam.
"Baik. Karena dayang Choi sudah mengakui kesalahannya tolong masukan dia kedalam penjara, hukumannya akan segera diproses. Pak Jang lepaskan Lee Sena dan putri dayang Choi biarkan mereka bebas"
"Baik pangeran"
Pengawal istana sudah membawa dayang Choi, putrinya dan Lee Sena pergi dari ruangan tersebut.
"Yangmulia ibu suri maafkan hamba, hukum istana tetap harus dijalankan walau anda adalah petinggi diistana namun anda sudah membuat kesalahan yang fatal. Kali ini maafkan hamba, anda harus diasingkan ke istana pengasingan agar anda dapat intropeksi diri" ucap Kyuhyun penuh sesal dan memerintahkan bawahannya untuk membawa wanita tua itu ke pengasingan.
"Bagaimana mungkin kalian semua tega padaku, kalian membela perempuan pembuat onar yang hadir menjadi pengacau di istana. Dia tidak pantas menjadi istri Myungsoo apalagi melahirkan anak-anak untuk Myungsoo. Dia akan membuat malu istana ini dimasa depan, lihat saja ucapanku ini akan terbukti nanti dan kalian akan menyesal" teriak ibu suri sambil meronta-ronta dibawa keluar, permaisuri, selir Chang, Miura, Eunji, Sohee menangis bahkan raja Hwanhee sempat menitikan airmataya sebelum menghampiri Suzy yang terdiam sambil menangis terisak. "Suzy, Seungho maafkan ibuku. Aku tahu kesalahanku dan ibuku dimasalalu tidak akan termaafkan tapi setelah ini aku harap kalian bahagia karena ibuku sudah mendapatkan hukuman yang layak. Dan aku juga ingin mengumumkan didepan semuanya bahwa aku juga turun tahta, Myung tolong gantikan ayahmu yang sudah menua ini" ucap raja Hwanhee sambil tersenyum hangat.
"Mohon maafkan hamba yangmulia, hamba rasa pangeran Kyuhyunlah yang pantas menerima posisi ini mengingat betapa bijaknya dia selama ini di departemen hukum. Izinkan saya tetap menjadi bagian dari departemen pemerintahan karena saya dan putri Suzy ingin hidup bahagia bersama anak-anak tanpa perlu terbebani dengan menjadi seorang raja, saya rasa putri Suzy tidak akan siap menjadi ratu istana ini dimasa depan"
"Yak bagimana bisa kau menyuruhku untuk menjadi seorang raja. Aku ini seorang kepala jaksa didepartemen hukum. Kau itu pintar dalam segala hal terkecuali masalah wanita" teriak Kyuhyun tak terima.
"Aku rasa Pangeran kecil kita Alex bersedia menggantikanmu Hyung. Kau orang yang bijaksana dan pengalamanmu lebih banyak daripada aku jadi mohon terimalah jabatan ini." gurau Myungsoo yang langsung disetujui Alex.
"Aku setuju usulmu Myungsoo hyung, aku lebih tertarik menjadi jaksa saja daripada menjadi raja. Itu bukankah gayaku menjadi seorang raja" ucap Alex.
"Baiklah-baiklah sepertinya aku tidak punya pembela untuk tidak menjadi raja karena kalian berdua sedang bersekutu melawanku" ucap Kyuhyun pasrah pada akhirnya, membuat yang ada didalam ruangan tertawa.
"Karena semua sudah setuju maka penobatan akan dilakukan bersamaan dengan putri Suzy yang melahirkan bayinya nanti. Aku akan menobatkan pangeran kecilnya juga sebagai anggota baru istana secara resmi. Aku ingin menikmati masa tuaku dengan hidup bahagia bersama cucu-cucuku di istana bagian timur dekat perpustakaan istana"
*
*
Saat ini semua orang panik karena Suzy yang akan melahirkan. Myungsoo hanya mondar-mandir gelisah karena baru kali ini dia menghadapi istri tercintanya melahirkan. Dulu dia hanya menemani Sowon yang melahirkan penuh drama yang dibuat ibu suri.
"Astaga, ini sungguh menegangkan. Aku bisa gila!"
__ADS_1
"Myung, duduk dan minumlah teh ini agar kau lebih relax" ucap Eunji memberikannya secangkir teh. "Kau ini sudah punya 3 orang anak masih saja seperti ini, seperti baru akan jadi ayah saja"
"Ini pengalaman pertamaku menemani Suzy. Dengan Sowon semua terjadi penuh drama jadi hanya ada emosi saja dalam diriku"
"Bersabarlah, adikku itu kuat jangan takutkan apapun. Bahkan kini Eunji juga hamil walau baru 2 bulan, semoga kali ini jagoan agar bisa meneruskan generasi keluarga Bae" ucap Seungho.
"Selamat Seungho, Yunji akhirnya punya adik semoga anak kalian kembar seperti Heesoo dan Jisoo. Sohee, kapan kau menyusul hamil seorang putri untuk keluarga Lee" goda Myungsoo pada adiknya.
"Nanti saja, Sungjong sibuk terus padahal aku juga mau punya putri yang cantik yang bida didandani. Punya anak pria itu tidak asyik ketika mereka remaja" keluh Sohee yang membuat semua tertawa.
Oeeeee..... Oeeeee....
Suara tangisan bayi sudah menggema dan itu membuat Myungsoo tersenyum bahagia. Mereka semua mengucapkan selamat pada Myungsoo yang tersenyum bahagia mendapatkan ucapan selamat.
"Pangeran selamat, anak anda kembar putra putri dan sangat sehat. Perawat istana sedang membersihkan mereka" ucap tabib istana.
"Terima kasih tabib atas kerja kerasmu. Bagaimana keadaan Suzy? Apa dia baik-baik saja" tanya Myungsoo.
"Tuan putri baik-baik saja hanya kelelahan setelah melahirkan. Saya permisi pamit pangeran, semua akan diurus oleh perawat istana" jawab dokter istana sekalian berpamitan.
"Hati-hati tabib"
"Myung selamat, akhirnya kau menjadi ayah kembali."
"Kenapa kau selalu memiliki anak yang kembar Myung, padahal istana tidak mempunyai generasi kembar" tanya Sungjong.
"Suzy pernah punya saudara kembar laki-laki namun dia meninggal karena sakit cacar ketika dia bayi, aku merahasiakan ini karena kurasa ini bukan hal penting. Yang penting anak kalian sehat" jawab Seungho.
"Terima kasih sudah menemaniku menghadapi hal menegangkan hari ini. Aku sungguh bahagia"
"Sekarang tanggung jawabmu bertambah Myung, kini kau harus menjaga 5 orang anak dan Suzy"
"Aku tahu. Kehadiran Suzy dan mereka adalah sumber kebahagiaanku"
*
*
"Tuan putri, kalian datang. Mari, silakan masuk" ucap seorang dayang yang membuka pintu istana pengasiangan, di adalah Han Saera, dia adalah dayang berusia setengah abad yang menemani ibu suri menjalani hukuman di istana pengasingan.
"Nde, bagaimana kabar yangmulia?" tanya Eunji namun dayang itu terlihat ragu.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan ibu suri" tanya Suzy.
"Keadaan yangmulia sungguh memprihatikan putri, beliau sedang sakit. Yangmulia merenung setiap hari dan mulutnya terus berucap meminta maaf karena telah membunuh tuan putri Sowon dan membunuh anak anda dahulunya putri Suzy. Mungkin jiwanya sudah lelah dihari tuanya" jawab dayang itu pada akhirnya.
"Eunji, ayo kita lihat keadaannya"
"Iya"
Suzy menarik tangan Eunji untuk masuk ke dalam untuk melihat keadaan ibu suri, dan benar tubuh tua itu semakin kurus tak terawat.
"Mama, ini aku Eunji. Aku dan Suzy sengaja datang kesini untuk menjengukmu. Sohee dan yang lain juga ingin datang tapi mereka semua sibuk mempersiapkan pangeran Kyuhyun akan dinobatkan menjadi raja" ucap Eunji sendu duduk didepan ibu suri yang sedang melamun, Suzy juga berkaca-kaca.
"Mama, aku sudah melahirkan. Anakku kembar lagi apa kau tidak ingin menyumbangkan nama untuk mereka?" ucap Suzy menahan tangisnya.
"Mama, aku merindukanmu. Aku sudah mengapdikan diriku sejak aku kecil, kau mengulurkan tanganmu padaku. Menganggapku seperti cucumu sendiri dan selalu memberikan pendidikan, kasih sayang yang banyak untukku namun kenapa jadi begini hiks..." ucap Eunji sudah terisak, membuat ibu suri menolehkan wajahnya pada Eunji dan mengulurkan tangannya menyentuh wajah Eunji.
"Jangan menangis Eunji, ini hukuman yang pantas untuk wanita tua ini yang slalu berambisi jahat selama muda. Aku dibutakan oleh kecantikan, kepintaran dan kesopanan Sowon. Selalu memaksa Myungsoo melakukan ini itu sejak kecil walau Myungsoo tidak menginginkannya hanya karena melihat Myungsoo yang begitu menonjolkan kepintarannya, Suzy kemari." ucap ibu suri meminta Suzy mendekat padanya. suzy yang sudah menangis mendekat dan mengambil kursi untuk duduk didepannya.
"Nde Mama, maafkan aku mama selama ini belum bisa menjadi menantu istana yang baik."
"Apa yang kau katakan, akulah yang buruk bukannya mengajarimu menjadi istri yang baik malah menyuruh Myungsoo agar menikah lagi dengan Sowon dengan memanfaatkan kakakmu dan memfitnahnya yang ingin balas dendam pada raja. Maafkan wanita tua ini yang selalu menyulitkanmu selama kau di istana"
"Mama, aku sudah memafkan semua kesalahanmu. Kejadian ini membuatku semakin bisa berpikir dewasa dalam menghadapi kehidupan dunia yang rumit ini"
"Tolong bahagiakan cucu kesayanganku, aku yakin hanya dengan bersamamu dia akan bahagia. Cinta kalian sudah diuji dengan kepergianmu selama 5 tahun namun takdir mempertemukan kalian lagi sehingga aku yakin cinta kalianlah yang abadi. kau sudah melahirkan?" ucap ibu suri memegang tangan Suzy dan melihat perut Suzy yang sudah mengecil.
"Nde mama, mereka sudah lahir bulan lalu. Malam ini adalah perayaan satu bulan kelahirannya dan juga penobatan pangeran Kyuhyun menjadi raja."
"Anakku sudah menentukan Kyuhyun sebagai raja, dia pasti punya alasan kenapa bukan cucu kesayanganku yang menjadi raja"
__ADS_1
"Cucu kesayanganmu telah menolaknya mama, dia merasa tidak pantas untuk memikul beban berat ini ditambah pangeran Kyuhyun lebih memiliki sifat dan kemampuan yang lebih bijak untuk menjadi seorang raja."
"Hmmmm. Suzy, bolehkah aku yang memberikan nama untuk anakmu"
"Tentu mama, mereka kembar sepasang pangeran dan putri kecil di istana mama, lain kali aku akan membawanya kesini"
"Suzy, tolong beri nama mereka Eunwoo dan Eunhee"
"Nde mama, aku akan menamai mereka sesuai dengan keinginanmu" ucap Suzy yang ikutan berkaca-kaca.
"Terima kasih Suzy. Eunji, kau juga harus berbahagia dengan Seungho" ucap ibu suri memegang erat tangan Eunji.
"Nde mama, aku akan bahagia. Kini aku hamil kembali mama, maukah kau juga memberikan dia nama ketika dia lahir nanti" ucap Eunji yang sudah berkaca-kaca.
"Aku tidak yakin masih bisa bernapas saat kau melahirkan karena raga ini sudah tidak kuat, namun beri dia nama Eunsoo ketika dia berjenis kelamin perempuan dan berikan dia nama Eunsang ketika dia seorang laki-laki"
"Mama, terima kasih" ucap Eunji menangis yang langsung memeluk ibu suri dengan erat. Suzy juga menangis menyaksikan semua ini.
Hari penobatan Kyuhyun menjadi raja dan juga menyambut kelahiran putra-putri Myungsoo dan Suzy.
"Semua sudah berkumpul, dan seperti janjiku beberapa bulan lalu jika pada malam hari ini aku mengumumkan turun tahta dan kedudukanku sebagai raja negara ini akan digantikan pangeran Kyuhyun, putraku yang sebelumnya membantu istana didepartemen hukum. Selain itu aku mengadakan pesta kelahiran cucu kembarku yang berusia satu bulan. Dimana namanya pangeran kecil istana diberi anugerah nama Kim Eunwoo dan putri kecil istana diberi anugerah nama Kim Eunhee"
Prok..
Prok..
Prok..
Riuh tepuk tangan dan suara kembang api menggema dilangit.
"Silahkan nikmati hidangan yang ada, terima kasih para pejabat, mentri dan seluruh pekerja departemen istana yang sudah bekerja baik denganku. semoga pangeran Kyuhyun dapat mengemban tugas negara ini dengan baik"
"Nde yangmulia"
Di istana Myungsoo dan Suzy sampai pukul 9 malam, namun ketiga anaknya Jungsoo, Jisoo dan Heesoo belum juga beranjak untuk pergi tidur. Mereka masih asyik memandangi kedua adik mereka yang tidur diayunan, ditemani pengasuh mereka diruang depan.
"Kalian bertiga kenapa belum pergi untuk tidur, ini sudah malam" tegus Suzy pada ketiga anaknya, walau Jungsoo bukan anaknya namun Suzy menyayanginya seperti anaknya sendiri.
"Ibu... Kami sedang melihat adik yang baru saja tertidur" ucap si sulung Heesoo ketika dia dan Jisoo Jungsoo masih melihat adik-adiknya yang tidur. Myungsoo hanya geleng-geleng melihat tingkah mereka.
"Ibu, kenapa adik-adik wajahnya mirip dengan ibu tidak seperti kami yang mirip ayah" tanya Jisoo.
"Kalian bertiga sudah mirip ayah kalian jadi kali ini harus mirip ibu, biar adil" jawab Suzy yang kekanakan.
"Ibu, aku cukup memiliki 3 adik saja ya jangan lagi menambahnya karena jika mereka seperti Jisoo yang cengeng akan membuatku semakin pusing sebagai kakak" ucap Heesoo mengadu.
"Nde putri ibu yang cantik. Mereka bukankah menggemaskan dan Heesoo akan mudah bermain dengan mereka nanti" tutur Suzy tersenyum menoel hidung Heesoo. "Kalian tidur nde. Jungsoo ajak adik-adikmu tidur karena ini sudah malam"
"Baik ibu"
"Kalian istirahatlah, biar Eunwoo dan Eunhee aku yang urus" perintah Suzy pada dayang-dayangnya.
"Nde, kami permisi tuan putri"
Pengasuh anak kembarnya sudah pergi, kini Suzy memindahkan mereka bergantian menuju ranjang mereka yang ada dikamar Suzy. Suzy menggoyangkan perlahan agar bayi kembarnya nyaman.
Myungsoo selesai mandi mendekati Suzy dan memeluknya, menciumi kepala Suzy.
"Aku sungguh bahagia, inilah akhir dari kekuatan cinta kita yang selama ini terus diuji dalam kepahitan. Namun seberapa jauh kita berpisah namun takdirmu pulang adalah hidup denganku, tidak peduli seberapa jahat ibu suri membunuh anak kita dan mendiang Sowon yang memaksakan cintanya padaku, karena dipaksapun semuanya akan melangkah sesuai takdirnya dan hatiku tetap milikmu kim Suzy."
"Kau terlalu banyak bicara Myung, lihatlah mereka menggeliat dalam tidurnya"
"Aku harap mereka menjadi anak yang pandai dan kuat sepertimu Zy, aku rasa keputusanku memberikan tahta pada Kyuhyun hyung adalah keputusan yang benar. Karena aku tahu kau tidak akan mau menjadi ratu dinegara ini"
"Myung, terima kasih sudah mengerti dan slalu memahami diriku. Bahkan melepaskan tahtamu hanya untukku, aku sungguh beruntung memilikimu" ucap Suzy kini menyungsepkan kepalanya ke dada Myungsoo dan membalas pelukan Myungsoo.
"Aku yang beruntung memilikimu dan bahkan kini kita memiliki 5 orang anak. Mimpi buruk yang sudah menguji cinta kita telah berakhir, kini hanya ada aku, kau, anak-anak dan masa depan kita. Aku akan menebus semua kesalahanku dimasa lalu dengan meletakan hidupku padamu selamanya. Aku slalu mencintaimu dari dulu, sekarang dan selamanya"
"Aku juga selalu mencintaimu"
Cinta tidak tahu kemana takdir akan membawanya pada seseorang, tidak bisa memilih pada siapa hati berlabuh. Namun cinta sejati akan mengerti dan menerima segala sesuatu kebaikan dan keburukan pasangannya. Seperti halnya cinta Suzy dan Myungsoo sejauh apa diuji, sejauh apapun berpisah namun takdir tetap membawanya bertemu kembali.
__ADS_1