
Permaisuri mengajak Suzy dan Sohee untuk melihat pameran lukisan yang diadakan dipulau Jeju, ibu suri memaksa semua anggota istana ikut dengan alasan ingin liburan keluarga sekalian mengadakan perayaan pesta ulangtahun untuk Jungsoo yang berusia 6 tahun. Selama perjalanan ke pulau Jeju dengan menggunakan mobil van istana yang muat diisi beberapa orang, Suzy selama perjalanan hanya duduk diam memangku Jisoo yang tidur dipelukannya sedangkan Heesoo duduk dipangkuan Alex sambil membaca buku yang selalu dibawanya untuk mengisi kebosaman karena sejak berangkat Myungsoo sudah dipaksa ibu suri duduk disamping Sowon dan Jungsoo yang duduk bersebarangan dengan mereka dan itu membuat Heesoo kesal, Jisoo yang ingin dipangku Myungsoo sudah terhalang karena sifat kekanakan ibu suri yang lebih sayang pada Jungsoo dan memarahi Jisoo hingga Suzy memaksa Jisoo duduk dipangkuannya saja, Myungsoo menatap Suzy dan Jisoo dengan rasa bersalah namun Suzy diam saja sambil menidurkan Jisoo. Permaisuri dan Selir Chang hanya saling berpandangan melihat sifat ibu suri yang kekanakan memaksa Myungsoo untuk berdekatan dengan sowon dan Jungsoo seolah menginginkan mereka kembali, dimobil ini berisi Suzy bersama kedua anaknya, ibu suri, Alex, Myungsoo, permaisuri, Selir Chang, Sohee dengan anak bungsunya Jungmin, Sowon dan Jungsoo. Sedangkan Raja Hwanhee, Seungho bersama Eunji dan putrinya, Sungjong bersama putranya Jungshin, Kyuhyun bersama Miura dan kedua putrinya berada dalam satu mobil van lainnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam, mereka semua sampai di pulau Jeju. Permaisuri, Selir Chang, Myungsoo, Sowon dan ibu suri turun terlebih dulu karena posisi mereka dekat dengan pintu mobil.
"Heesoo, sini ayah bantu turun dari mobil" ucap Myungsoo yang ingin membantu putrinya.
"Tidak perlu, aku sudah besar jadi aku bisa turun sendiri" ketus Heesoo dengan pandangan dinginnya, dan penolakan itu membuat hati Myungsoo sedih. Alex hanya menepuk pundanya agar lebih bersabar.
"Zy, aku bantu menggedong Jisoo. Dia pasti berat karena tertidur sejak tadi dipangkuanmu" ucap Myungsoo yang melihat Suzy akan turun dari mobil dengan menggedong Jisoo.
"Tidak usah, aku bisa mengurus anak-anakku sendiri" sinis Suzy yang kesusahan akan turun karena Jisoo yang masih tidur.
"Sini noona, biar aku bantu membawa Jisoo. Kau bisa jatuh jika memaksa turun dengan membawa Jisoo, kau tidak mau membuat Jisoo terbangun bukan" ucap Alex memaksa mengambil Jisoo dari gendongan Suzy tanpa menunggu jawaban Suzy. Myungsoo sebal melihat itu namun tersenyum saat Alex menyerahkan Jisoo padanya membuat Suzy melotot namun tidak dihiraukan Myungsoo, Myungsoo membawa Jisoo berjalan tanpa menoleh pada Suzy dengan sang putra yang malah nyaman tidur dipelukan sang ayah seolah dada itu tempat nyaman untuknya tidur.
"Sini Noona, biar Jungmin aku gendong dulu agar kau dapat turun" ucap Alex mengulurkan tangan pada keponakannya yang masih berumur 2 tahun itu.
"Gomawo Alex" ucap Sohee saat sudah turun dan mengambil putra bungsunya kembali.
"Sial" gerutu Sowon saat semua sudah berjalan didepannya menuju Vila milik keluarga istana, bahkan Jungsoo sudah dibawa ibu suri masuk ke dalam juga.
Myungsoo meletakan Jisoo diranjang mereka berdua dengan pelan agar tidak terganggu tidur nyentaknya, Suzy menyelimutinya tanpa suara.
"Maaf Zy, aku tidak bermaksud.. "
"Aku tahu, makanya aku memilih diam. Aku hanya kecewa karena kau tidak peduli dengan perasaan Jisoo yang ingin duduk bersamamu, kau kalah dengan perintah ibu suri yang memang menyayangi Jungsoo, hingga dia leluasa berada didekatmu"
"Zy, aku hanya tidak mau ribut didepan banyak orang. Mereka hanya anak kecil dan ini semua adalah salahku. Maafkan aku!"
"Kau memang bersalah. Lagipula maafmu tidak akan membuat hati dan perasaan mereka membaik. Kau yang lebih memilih Jungsoo itu sudah menunjukkan siapa kau ini, kau ayah yang tidak bisa adil tapi memaksaku untuk hamil lagi lalu akan bagaimana nasibnya mempunyai ayah sepertimu. Kau pikir aku terima anak-anakku kau perlakukan seperti itu olehmu"
"Maafkan aku Zy, aku tahu aku salah. Malam ini aku akan tidur dengan Alex, jika Jisoo dan Heesoo mencariku antarkan saja mereka ke kamar Alex, aku ada disana"
"Kau tidur saja dengan mereka, aku akan tidur dengan selir Chang saja. Dia pasti tidak keberatan jika aku menumpang tidur dengannya malam ini"
"Jangan, kau disini saja. Kau ibunya pasti mereka lebih nyaman tidur denganmu daripada aku, aku yakin mereka masih kecewa padaku karena kejadian tadi"
"Terserah kau saja"
"Aku pergi" pamit Myungsoo yang beranjak pergi, tapi sebelum pergi menyempatkan diri mencium pipi anaknya dan pipi Suzy. Suzy hanya diam dengan tindakan Myungsoo.
Perayaan pesta Ulang tahun Jungsoo akan diadakan di vila Jeju nanti malam, Heesoo hanya diam didekat danau sambil mencorat-coret tanah didepannya dengan asal sedangkan Jisoo menggambar monster ditanah. Heesoo melihat bayangan orang dewasa dihadapannya hingga mendongakan wajahnya.
"Paman Alex"
Alex yang dipanggil duduk berjongkok dihadapan Heesoo, sedangkan Jisoo masih asyik dengan gambarannya.
"Kenapa kalian disini? Kalian tidak bermain dengan yang lain ditaman sana. Ibu kalian pasti cemas mencari kalian sejak tadi, tapi ternyata kalian bermain disini hanya berdua" tutur Alex.
"Kami tidak bisa bermain dengan mereka paman, kami dilarang bermain dengan mereka makanya kami berdua bermain disini saja. Benarkan Jisoo?"
"Benar kata Heesoo noona, paman"
"Siapa yang melarang kalian bermain ditaman yang khusus dibangun raja terdahulu untuk taman bermain anak-anak jika liburan keluarga di villa ini." tanya Alex mengernyitkan dahinya.
"Ibu Jungsoo, dia bilang kami berdua tidak pantas bermain dengan mereka yang terhormat karena kami anak liar dari ibu seorang wanita murahan. Wanita murahan itu apa paman?" ucap Jisoo dengan wajah polosnya.
"Astaga wanita rubah itu benar-benar, jangan dengarkan ucapan wanita rubah itu karena dia hanya iri dengan ibu kalian yang menyandang istri pertama dari ayah kalian. Bagaimana jika kita mengerjainya karena dia membuat keponakan paman ini harus terasingkan disini, paman punya ide bagus!" ucap Alex kesal namun dia mempunyai ide cemerlang yang muncul diotaknya.
"Ide apa paman?" tanya Heesoo.
"Kita lihat saja nanti. Nanti malam kalian berdua tidur dengan paman ya? Biar ayah dan ibu kalian berbaikan lagi, kalian dimobil tadi lihatkan betapa menyebalkannya ibu suri pada ayah dan ibu kalian."
"Apa dengan kami tidur dengan paman mereka akan baik kembali, aku sungguh kesal tadi paman. Kenapa ibu suri meminta Jungsoo yang dipangku ayah padahal kami berdua juga mau dipangku ayah, huft.."
"Jangan sedih karena ayah kalian memangku Jungsoo. Sekarang yang penting kalian turuti semua kata paman, biar ayah ibu kalian menyelesaikan urusan mereka. Syukur-syukur jika kalian segera punya adik lagi? Kalian suka bukan punya adik seperti Jungmin atau Hyunri"
"Suka paman, memang kami bisa punya adik jika rencana paman itu berhasil"
"Bagus, tentu saja bisa yang penting kita siapkan rencana pertama kita untuk membalas ibu Jungsoo agar dia bisa menjauh dari ayah kalian dan mempermalukan dirinya sendiri sementara waktu, kemudian rencana kedua membuat ayah ibu kalian agar berada dalam satu kamar. Dengan begitu mereka besok akan bersikap seperti biasanya dan akan baik lagi"
"Siap paman"
Alex hanya terseyum setan membayangkan ide yang ada di otaknya akan segera terlaksana, sudah lama dia tidak membuat pertunjukan yang bagus. Dia sudah meminta Miura, kakak iparnya menyiapkan barang yang akan dia gunakan untuk mempermalukan Sowon.
__ADS_1
Alex, Eunji dan Miura datang ke dapur mengusir koki dan pelayan dapur di istana dengan alasan mereka yang akan memasak semua hidangan makan malam untuk ulang tahun keponakannya. Alex sengaja mengajak Eunji untuk antisipasi jika ibu suri mencurigainya bersama Miura.
"Alex, apa yang kau rencanakan? Kau memintaku menyiapkan minyak kacang dan arak buah persik segala" tanya Miura penasaran dengan Alex.
"Aku hanya ingin bermain sedikit dengan Sowon yang sudah membuat keponakan kembarku sedih sejak pagi. Bayangkan saja noona, Sowon dengan jahat menyebut Suzy noona murahan dan itu ditujukan pada Heesoo dan Jisoo, bukankah itu kurang ajar? Kita semua tahu kebenarannya seperti apa. Sowon yang berusaha menhingkirkan Suzy noona untuk ambisinya bahkan keponakanku yang gugur akibat ulahnya dengan ibu suri juga banyak" jawab Alex kesal.
"Lalu kau mau melakukan apa?" kini Eunji yang bertanya sambil menata piring dan gelas dinampan makan untuk makan mereka nanti.
"Aku akan membuat Sowon sedikit halusinasi, akan ada pertunjukan seru nanti. Lihat saja nanti."
"Kau tidak kasihan dengan Jungsoo? Dia tidak tahu apa-apa Alex, ibunya memang jahat tapi Jungsoo hanya anak kecil yang tidak berdosa"
"Aku tidak akan melibatkan Jungsoo dalam hal ini, aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran saja pada mulut Sowon yang jahat. Dan aku ingin kembar bahagia dengan Suzy noona dan Myungsoo hyung yang kembali bersama"
Pesta ulang tahun Jungsoo telah digelar dengan makan malam keluarga besar istana, semua makanan sudah tertata di depan mereka masing-masing dengan nampam yang tertata rapi didepan mereka.
"Selamat ulang tahun untuk Jungsoo, semoga kau menjadi pangeran yang bijaksana seperti ayahmu nak. Dan berbakti kepada orangtua dan sayang pada keluargamu, mari bersulang untuk salah satu pangeran kecil kita" ucap raja Hwanhee mengangkat gelasnya yag berisi anggur, semua ikut bersulang untuk Jungsoo sedangkan yang anak-anak diberikan minuman jus rasa buah.
"Kamsa hamnida kakek"
"Kamsa hamnida yangmulia raja berbaik hati melaksanakan perayaan ulang tahun putra saya, saya sungguh terharu." ucap Sowon dengan wajah dibuat kalem.
"Jungsoo juga cucuku jadi sudah seharusnya kita berkumpul merayakannya, kita lama tidak berkumpul sejak Suzy pergi dan kau bercerai dengan Myungsoo. Namun aku senang kini kita bisa berkumpul lagi"
"Sudah raja, mari kita mulai makan malam kita. Nanti kita lanjutkan mengobrolnya" ucap ibu suri yang tersenyum sepanjang hari ini.
"Mari kita makan"
Semua mulai makam bersama, namun mereka terganggu dengan kegaduhan suara perut Sowon yang sepertinya sedang melilit.
"Sowon, kau kenapa? Sedari tadi perutmu berbunyi tidak enak, apa kau melewatkan makanmu tadi siang" tegur ibu suri yang duduk disampingnya. Alex dan Miura menahan senyumnya sambil saling menatap.
"Aniya mama, mungkin ada yang sedang mengerjai saya hingga perut saya tegang begini"
"Hey nona Sowon, kau mau menuduh koki Vila tidak memasak dengan benar. Jika dia memasak tidak benar maka semua pasti merasakan sepertimu" protes Alex dengan nada tidak sukanya.
"Bisa saja seseorang menyuruh koki istana mencelakai aku?" ucap Sowon mulai bermain lidah.
"Kau..."
"Mian Myung, aku hanya tidak suka dengan nada bicara Alex" ucap Sowon dibuat anggun.
"Sudah, kau pergilah ke kamar mandi dan minta obat pada tabib agar perutmu baikan. Baru bergabung lagi" ucap Ibu suri menyuruh Sowon pergi, Sowon beranjak meninggalkan meja makan dan itu membuat Alex terseyum. "Lihat pertunjukan kedua ibu suri hahaha" batin Alex dalam hati.
"Kalian lanjutkan makannya"
Setelah makan malam, semua santai dikursi yang ditata rapi ditaman vila siang tadi. Alex menyiapkan camilan kue beras dan arak beras untuk disajikan, untuk anak-anak dia memberikan cake coklat dan jus apel. Alex melihat Sowon dengan terseyum setan karena pada kue beras milik Sowon dia menambahkan minyak kacang karena Sowon alergi minyak kacang dan arak berasnya dia mencampurkan arak buah persik agar Sowon mabuk.
"Alex sungguh paman yang baik, menyiapkan hidangan penutup ini untuk kita semua." sindir Sowon yang menempel pada Myungsoo yang duduk didekat Suzy.
"Apa kau baru tahu noona Sowon?" goda Alex. "Enak bukan kue beras dan mandu goreng buatanku"
"lumayan"
"Habiskan kalau begitu, kalau mau nambah kau bisa minta Miura noona didapur karena dia sedang menatanya dipiring" ucap Alex berkeliling membawa nampan membagikan kue beras buatannya bersama araknya agar menghangatkan tubuh mereka diudara malam yang dingin. "Suzy noona, makanlah yang banyak. Tadi kau makan sedikit, ini aman karena buatanku"
"Gomawo Alex, ini enak"
"Hey pangeran Alex, kau tidak perlu memberikan perhatian yang berlebihan pada istriku" tegur Myungsoo dengan nada dinginnya.
"Kau cemburu hyung? Aku hanya menyapa kakak iparku, aku bukan orang yang berniat merebut hak yang bukan miliknya" sindir Alex namun Sowon hanya tersenyum tanpa dosa.
"Kau ini kenapa sih Myung, cemburumu berlebihan. Alex hanya menyapaku lagipula Sowon perhatian denganmu aku juga tidak masalah"
"Terserah"
Alex berjalan ke arah Miura yang sedang membereskan bekas masakan kue beras Alex yang sudah disajikan untuk keluarga istana didapur.
"Noona, kau sudah siapkan minuman pesananku."
"Sudah, jus buah berry. Apa yang kau rencanakan lagi?" tanya Miura memberikan dua gelaa jus buah yang dipesan Alex.
"Sowon tidak mabuk juga padahal araknya sudah ku campur arak buah persik kadar tinggi. Karena tidak berhasil maka ini yang terakhir" jawab Alex mengeluarkan dua bungkusan kertas berwarna putih dan berwarna emas.
__ADS_1
"Bungkusan apa itu?"
"Ini agar Sowon cepat mabuk dan mengacaukan dirinya sendiri hingga menjauh dari Myungsoo hyung, sedangkan yang satu ini obat perangsang untuk Myungsoo agar dia bertindak cepat. Jika Suzy noona hamil maka Sowon tidak akan memiliki kesempatan lagi, ini cara satu-satunya karena ibu suri sudah menghasut bahwa Heesoo dan Jisoo bukan anak Hyung. Oiya noona berikan setengah bubuk ini pada minuman Suzy noona"
"Kau sungguh matang dalam menyusun rencana ini Alex, aku tahu kau sangat sayang pada Suzy dan kedua keponakan kita."
"Karena mereka adalah keluargaku, aku tidak mau keluargaku hancur hanta karena ulah rubah betina itu" ucap Alex yang berjalan membawa nampan berisi minuman yang disiapkannya. Dia memanggil Heesoo Jisoo untuk mendekat kearahnya.
"Ada apa paman Alex?"
"Berikan minuman ini untuk ayah kalian dan ibu Jungsoo, tapi berpura-puralah minuman ini untuk ibu Suzy. Mengerti! Pegang satu-satu, tugas Heesoo berikan minuman ini pada ayah kalian dan bilang kalau ini jus buah buatanmu sebagai permintaan maaf atas sikapmu tadi siang, sedang Jisoo pura-pura berikan ini pada ibu Suzy tapi kau harus memastikan ibu Jungsoo yang meminumnya. Nanti kalian kembali kesini mengambil minuman yang memang untuk ibu Suzy, mengerti!"
"Mengerti paman"
"Ya sudah, hati-hati. Kalian memang cerdas"
Alex tersenyum karena selangkah lagi rencananya akan berhasil, dia sudah berpikir keras untuk hari ini. Heesoo dan Jisoo dengan hati-hati membawa minuman yang diberikan Alex tadi ke hadapan Myungsoo yang masih duduk disamping Sowon.
"Ayah, aku membuat jus ini diajari bibi Miura dan paman Alex sebagai permintaan maafku karena tadi pagi aku sudah bersikap kasar padamu. Maafkan aku ayah" ucap Heesoo memberikan gelasnya pada Myungsoo.
"Maafkan ayah juga nak, ayah tahu kau pasti kesal karena Jungsoo menempel pada ayah tadi. Tapi ingat dia saudaramu jadi kau tidak boleh cemburu padanya" tutur Myungsoo pada putrinya.
"Iya ayah"
"Apa ini untukku adik kecil?" tanya Sowon sok PD pada Jisoo yang masih memegang gelas jusnya.
"Ini untuk ibuku bibi Sowon, jika bibi mau ambil saja. Aku akan membuatkan lagi untuk ibu" jawab Jisoo pelan.
"Sini aku mau coba jus buatanmu, aku mau tahu rasanya" ucap Sowon merebut gelas yang dipegang Jisoo, dan langsung meminumnya dalam sekali teguk. "Lumayan, sana bawa gelasnya pergi" lanjut Sowon mengusir mereka berdua.
Heesoo dan Jisoo segera berlari lagi menghampiri Alex dan melakukan tos karena rencana mereka berhasil. Alex memberikan satu gelas yang disiapka n untuk diberikan pada Suzy, Miura hanya geleng-geleng melihat rencana Alex. Miura keluar dari dapur membawakan jus buah untuk yang lainnya agar tidak dicurigai.
Sowon merasa badan dan wajahnya memerah, Sowon menggarukinya hingga tampilannya acak-acakan. Myungsoo yang duduk diam disampingnya dengan Jisoo yang sudah dipangkuannya heran.
"Kau kenapa Sowon? Kau terlihat mengerikan, Jisoo pergi ke tempat ibumu saja nde" tanya Myungsoo yang risih dengan aksi Sowon. Jisoo yang mengerti langsung lari ke arah ibunya yang sedang duduk dengan Sohee dan Eunji.
"Aku? Aku tidak kenapa-kenapa Myung, lihat aku baik-baik saja" ucap Sowon yang mulai mabuk. "Myung, lihatlah aku" lanjut Sowon memegang tangan Myungsoo dan memeluknya, namun Myungsoo mencoba menampiknya.
"Sowon, kau kenapa? Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku"
"Myung, aku mencintaimu bahkan aku selalu berusaha menyingkirkan Suzy tapi kenapa kau masih tidak melihatku. Aku sudah melahirkan putra setampan Jungsoo terlebih dulu tapi kau malah menceraikan aku, memilih mengasingkan dirimu. Hey Bae Suzy apa hebatnya dirimu sebagai perempuan murahan yang sudah pergi tapi kembali lagi tanpa rada malu" cerocos Sowon dengan tampilan acak-acakan dan mabuk.
"Myung, dia kenapa? Kau sedari tadi bersamanya" tanya Permaisuri yang kaget melihat tampilan Sowon yang mirip hantu dengan wajah bentol-bentol, rambut acak-acakan dan sedikit mabuk.
"Aku tidak tahu yangmulia, aku duduk bersama Jisoo disampingnya namun dia tiba-tiba seperti ini" jawab Myungsoo.
"Aku ini wanita cantik dan terhormat, tapi aku tak dianggap. Aku sudah melahirkan Jungsoo dan menyingkirkan bayi-bayi Suzy sebelum lahir tapi masih saja kau mencintai perempuan itu. Sekarang malah dua bocah setan itu muncul mengacaukanmu untuk menjadi milikku"
"Astaga"
"Jungsoo, ibumu ini cantik dan menarik tapi kenapa masih saja ibumu ini kalah hahaha"
"Miura, Eunji bawa Sowon masuk kedalam kamarnya. Ganti bajunya dan panggilkan tabib, ada apa dengannya itu" perintah ibu suri.
"Baik mama" ucap Miura dan Eunji menarik Sowon yang masih meracau tidak jelas dan sesekali berontak.
"Ada apa dengannya? Bukannya tadi dia tidak apa-apa? Myung apa yang terjadi? Kenapa Sowon jadi menyeramkan seperti itu dengan wajah bentol-bentol dan rambut acak-acakan seperti orang gila"
"Hamba tidak tahu yangmulia, dia tiba-tiba seperti itu"
"Jungsoo, malam ini kau tidur denganku saja. Tidak mungkin kau tidur dengan ibumu yang keadaannya seperti itu" putus ibu suri.
"Biar dengan saya saja yangmulia, saya tidur sendiri dan malam ini rencananya saya akan tidur dengan Heesoo dan Jisoo, mereka meminta saya bercerita tentang petualangan peterpan jadi Jungsoo bisa bergabung, benarkan anak-anak?" ucap Alex yang diangguki Heesoo dan Jisoo, yang sedang menikmati kue mereka.
"Bagaimana Jungsoo? Kau mau tidur denganku atau dengan paman Alex?" tanya ibu suri
"Dengan paman Alex saja yangmulia, sepertinya lebih menyenangkan tidur dengan mereka yang akan mendengarkan dongeng" jawab Jungsoo.
"Baik. Alex jaga cucu buyutku dengan baik, awas saja jika anak-anak liar itu mengganggunya dan melukainya seujung kuku, aku tidak akan mengampuninya"
"Astaga nenek, mereka berdua juga cucu buyutmu. Mereka anak Myungsoo hyung juga bagaimana bisa kau seperti ini"
"Sudah jangan berdebat, hari sudah malam lebih baik kita semua istirahat. Besok kita harus memanjakan diri untuk berlibur disaat ketiga wanita cantik itu akan melihat pameran lukisan disini" putus Raja Hwanhee.
__ADS_1
"Nde, yangmulia"
Semuanya satu per satu beranjak meninggalkan taman yang dipakai untuk merayakan pesta ulang tahun Jungsoo.