
Diruang kerja raja Hwanhee, Sohee datang menemaninya seperti yang sudah diperintahkan. Mereka merenung berdua cukup lama sebelum raja berbicara pada Sohee.
"Sohee, tolong jelaskan padaku tentang kejadian sebenarnya. Aku belum mengerti apa yang terjadi? Hingga semua terjadi sampai seperti ini"
"Anda ingin saya memulai cerita darimana, ayah? Semuanya begitu rumit untuk dijelaskan"
"Semuanya, aku percaya kau tidak akan menceritakan kejadian yang palsu padaku, aku sedikit ragu dengan anggota istana. Aku merasa hanya kau yang bisa bicara jujur saat ini"
"Begini ayah, sebenarnya Ayah Suzy dan Seungho pernah anda penggal sekitar 20 tahun yang lalu, namun menurutibu dan orangtua angkat Seungho itu bukan salah mereka namun ada pihak yang memfitnah ayah mereka agar terkena hukuman. Ayah mereka bernama Bae Youngwon, dia seorang pejabat diistana yang jujur namun dia difitnah melakukan penggelapan dana hingga dia dijatuhi hukuman penggal, istrinya merupakan dayang setia ibu. Mereka bertemu setelah ibu diusir dari istana 2 tahun kemudian, dia menitipkan balita mungil pada ibu yang bernama Suzy karena dia merasa hidupnya terancam. Benar dugaannya saat ibu mengajaknya untuk ke Busan penjaga istana terus mengejarnya, karena tidak ingin Suzy ikut dibunuh maka ibunya membakar diri dan membiarkan ibu membawaku dan Suzy ke busan dengan mengorbankan dirinya. Yangmulia, Seungho dan Suzy orang yang baik namun mereka mengetahui ini hanya dari kerabat mereka, sebagai baktinya kepada orangtua bukankah hal itu tidak salah jika mereka menutut balas dendam pada istana, aku dan anak anda yang lain jika diposisi mereka pasti akan melakukan hal yang sama pada istana. Sebenarnya pernikahan kedua Myungsoo berkaitan dengan ini, Ibu suri memenjarakan mereka dan mengancam akan membunuh Seungho jika mereka tidak memenuhi syarat yang diajukan ibu suri pada mereka, namun jika mereka setuju Myungsoo menikah dengan Sowon maka ibu suri akan melepaskan Seungho. Sedangkan kejadian tadi murni salah Sowon, jika saja Sowon tidak bicara sembarangan yang mengarah dendam maka Seungho tidak akan ingat akan dendamnya lagi. Suzy sudah menderita dan memilih pergi dari istana, apa anda tega membunuh kakaknya? Kakaknya sudah begitu baik pada pihak istana, jika ingin balas drndam bukankah bida dilakukan dari dulu. Obsesi suri yang membenci Suzy membuat Sowon hadir dalam permainan ini"
"Kejadian ini sungguh membuatku pusing, aku tidak menyangka jika ceritanya serumit ini. Tolong kau panggil mereka kesini, ada yang ingin ku sampaikan setelah mengambil kesimpulan dari ceritamu ini"
"Baik, ayah"
Sohee datang lagi bersama Myungsoo, Sungjong, Eunji, Seungho dan tak ketinggalan ibu suri. Sementara Sowon meratapi nasibnya didalam kamarnya bersama Jungsoo.
"Aku memanggil kalian kesini, aku sudah mengambil kesimpulan setelah mendengarkan cerita lengkap dari yang diceritakan Sohee. Ibunda, saya sungguh menyayangkan sikap tidak adil anda pada Suzy dan Myungsoo, Eunji dan Seungho sampai sejauh ini."
"Yangmulia, aku sudah kalah. Aku kalah karena pertemanan kami yang begitu erat, sejak awal aku sudah kalah. Jika anda mau membunuh saya maka saya tidak akan melawan lagi. Suzy sudah memilih pergi dan aku juga tidak akan melawan lagi" ucap Seungho pasrah.
"Seungho, maafkan aku. Aku tidak akan membunuhmu hanya karena salah paham ini, kau tidak salah menuntut dendam karena saat itu kau masih kecil dan tidak tahu kejamnya istana saat itu, aku juga tidak taju jika pihak hukum tidak melakukan tugasnya dengan baik. Aku akan merestui kalian, ibu suri tolong siapkan mas kawin untuk mereka dan biarkan mereka menikah. Maaf jika aku tidak bisa memberikan apa-apa selain ini" putus Raja Hwanhee.
"Raja, bagaimana bisa kau mengambil keputusan seperti ini" ucap ibu suri masih tidak terima.
"Ibu, anda sudah memisahkan cinta Suzy dan Myungsoo. Apa anda tega memisahkan Eunji dan Seungho? Tolong biarkan mereka menikah dan hidup bahagia"
"Aku..."
"Ibu suri tidak hanya melakukan itu saja ayah, dia sudah merencanakan semuanya sejak awal dimulai dari dia membawa Sowon masuk ke dalam istana ini" ucap Alex yang berdiri didepan pintu bersama Kyuhyun, Miura, permaisuri dan selir Chang.
"Hey Anak kecil apa yang kau bicarakan? Kau itu masih bocah dan tidak tahu apapun, tapi berbicara yang tidak sopan" teriak ibu suri.
"Ibu suri mohon anda bertobat jangan seperti ini, Alex menceritakan semua pada kami. Apa yang dia dengar dikediaman anda beberapa waktu lalu saat anda sedang berbicara dengan dayang Choi!" Sergah kyuhyun yang masuk bersama mereka.
"Sudah cukup anda bertindak terlalu jauh, mama. Saya tahu anda tidak suka pada Suzy sejak awal, tapi membuatnya kehilangan anak berkali-kali yang merupakan darah daging istana itu sungguh membuat saya sebagai seorang ibu bersedih, dimana hati nurani anda, mama? Anda ibu yang baik bagi kami dan negara, walau kadang anda mengesalkan dengan kecerewetan anda namun saya tidak menyangka anda kejam pada penerus istana mama" ucap permaisuri sedih.
"Bagaimana mungkin ibu suri bisa melakukan itu? Suzy keguguran pertama kali karena menolong Sohee yang hampir jatuh, dan keguguran berikutnya karena dia stres dan kelelahan" ucap Myungsoo seperti mencari jawaban yang akurat.
"Maafkan aku Myung, aku tidak menceritakan yang sebenarnya padamu karena aku takut kau akan emosi jika tahu kebenarannya. Suzy keguguran memang diduga keracunan obat yang sepertinya ada orang yang sengaja menaruh ramuan pada makanan dan minumannya yang memiliki kandungan penggugur janin. Aku dan Miura eonni yang tahu malam itu hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apapun karena kami takut Suzy akan terluka jika tahu kenyataannya, namun kali ini aku tidak bisa menahannya lagi. Maafkan aku Myung" ucap Sohee menundukkan kepala.
"Baiklah, aku mengaku. Aku memang salah, aku bukan tidak menyukai Suzy hanya saja aku merasa dia tidak pantas menjadi seorang permaisuri dan ratu dengan sikap onar dan seenaknya, dia yang ceroboh, tidak bisa menghapal puisi, pepatah, pelajaran istana dan suka menghilang bermain-main. Lalu apa aku salah memilih Sowon? Aku lebih memilih Sowon karena dia anggun, cerdas, pintar dan mampu beradaptasi dengan istana. Jika bukan karena Suzy menolong nyawa Myungsoo maka dia tidak akan pernah mejadi bagian dari istana apalagi istri Myungsoo"
"Astaga yangmulia kenapa anda begini? Anda tidak salah jika memilih Sowon yang anda rasa baik tapi tidak dengan menghancurkan bayi Suzy"
"Baiklah, semua sudah jelas sekarang. permaisuri tolong bantu menyiapkan mas kawin untuk pernikahan Eunji dan Seungho" perintah raja Hwanhee.
"Baik yangmulia, perintah anda akan saya laksanakan dengan segera."
"Kamsa hamnida yangmulia" ucap Eunji dan Seungho dengan raut wajah yang bahagia.
"Yangmulia, saya punya satu permintaan. Tolong kabulkan permintaan saya ini" ucap Myungsoo disaat suasana tenang.
"Apa itu anakku?" tanya raja.
"Tolong izinkan saya bercerai dengn Sowon dan mengasingkan diri saya di istana selatan sampai Suzy kembali, karna saya yakin dia akan kembali ke istana, saya tidak bisa menghianatinya lebih jauh lagi apalagi harus tinggal satu atap dengan Sowon. Saya memang tidak membenci Sowon karena dia hanya gadis yang menjadi korban obsesi ibu suri, dan saya juga tidak menyesali keberadaan Jungsoo namun saya terlalu pengecut jika melihat Jungsoo maka akan membuat ingat pada kejahatan ibunya. Saya takut akan semakin membencinya nanti" jawab Myungsoo.
"Bagaimana bisa kau bersikap begini pangeran Myungsoo. Kau tidak adil pada Sowon" protes ibu suri.
"Jika saya dibolehkan maka saya lebih memilih melepaskan status kebangsawanan saya dan menjadi rakyat biasa daripada harus menderita menahan rindu seumur hidup di diistana, saya masih mencintai Suzy yang mulia maka saya hanya mengasingkan diri. Dan setelah saya bercerai dengan Sowon berikan vila didaerah Jeonju untuknya dan Jungsoo untuk mereka tinggal"
"Baiklah, aku akan menyetujuimu pindah ke istana selatan, kepindahan Sowon dan Jungsoo. Aku juga akan terus membantu mencari keberadaan Suzy untuk menebus semua kesalahanku"
"Kamsa hamnida yangmulia"
Myungsoo pulang ke paviliun meminta Jia dan Chaekyung menyiapkan semua barangnya yang akan dibawa pindah ke istana selatan, Sowon yang sudah mendengar kabar kepindahan Myungsoo segera datang untuk menghentikan keputusan Myungsoo.
"Myung, jangan pergi. Maafkan aku yang tadi bicara sembarangan, otakku sedang diracuni setan karena obsesiku padamu" ucap Sowon memohon pada Myungsoo.
"Setelah ini aku akan menceraikanmu, kau dan Jungsoo mungkin hanya akan di pindahkan ke vila istana di Jeonju utara, namun itu lebih baik daripada kau diusir dengan tidak terhormat dari sini seperti yang dilakukan istana pada ibu Sohee" ucap Myungsoo sambil berkemas.
"Myung, aku mohon jangan pergi dan jangan ceraikan aku. Aku mencintaimu Myung, lihatlah Jungsoo yang masih kecil, apa kau tidak kasihan pada kami?" mohon Sowon sambil menangis dan berlutut membuat Myungsoo mendesah.
"Keputusanku sudah bulat, akan sangat kasihan Jungsoo melihat ayah ibunya yang tidak saling mencintai. Kau masih muda dan masih bisa menikah lagi jadi jangan begini" ucap Myungsoo menarik Sowon agar berdiri.
"Myung, aku wanita terhormat mana mungkin aku menikah lagi. Aku hanya mencintaimu Myung, obsesiku begitu besar hingga membuatku iri dengan kakak sampai bertindak tidak waras. Aku mohon jangan campakkan aku dan Jungsoo"
"Pikiranku sudah bulat, anggap saja aku ini obsesi yang tidak bisa kau miliki. Aku sudah bilang padamu sejak awal jika cintaku hanya untuk Suzy, namun kau dan ibu suri menjebakku hingga Jungsoo hadir didunia yang salah. Aku tidak menyesalinya namun keputusanku menceraikanmu dan pindah tidak akan berubah"
"Maafkan aku Myung hiks... Aku mencintaimu Myung"
"Maafkan aku yang tidak bisa membalas perasaanmu, hatiku sudah dimiliki Suzy sejak awal"
*
*
Myungsoo, Seungho dan istana sudah mencari keadaan Suzy yang hilang bagai ditelan bumi. Mereka sudah berkeliling kota berbulan-bulan untuk mencari namun tidak juga menemukan hasil.
"Kita harus mencari kemana lagi Myung? Kita semua sudah mencari Suzy selama 6 bulan ini namun tak kunjung menemukannya?" tanya Sungjong yang juga sudah lelah.
"Kemana perginya anak itu" tambah Seungho yang kini tinggal di istana ikut mencari adiknya. Myungsoo diam memandang Alex sebelum mendatangi bocah itu.
"Apa benar kau tidak tahu kemana Suzy pergi? Selama ini kau juga dekat dengannya, dan dia pernah bersembunyi ditempatmu. Jadi bisa saja kau menyembunyikannya selama ini hingga kami tidak bisa menemukannya" tuduh Myungsoo pada Alex yang sedang berdiri disamping Miura dan Kyuhyun.
"Untuk apa aku menyembunyikan noona hyung, noona pergi karena kesalahanmu sendiri jadi jika ku tahan diapun juga dia akan pergi. Aku ingin noona bahagia tapi aku benar tidak tahu apapun mengenai kepergian noona, jika tahu juga tidak akan memberitahu pria bodoh sepertimu hyung" sergah Alex.
"Jadi kau yang menyembunyikannya, beritahu aku dimana dia?" teriak Myungsoo hampir memukul Alex namun ditahan Kyuhyun dan Miura.
"Myung, kendalikan emosimu. Alex tidak tahu apapun. Kami tahu kau menderita, tapi kami semua juga kehilangan dia jdi tahan emosimu. Lihatlah mereka yang juga kehilangan" ucap Kyuhyun melerai Myungsoo yang ingin memukul adiknya.
"Harus kemana lagi kita mencarinya?" tanya Sohee yang terus menangis.
"Sayang, jangan menangis. Kita akan berusaha menemukan Suzy" ucap Sungjong menenangkan Sohee dan memeluknya, Eunji juga ikut menangis.
"Tapi kita tidak tahu bagaimana dia diluar sana, apakah dia sudah makan? Apakah dia tidur dengan layak? Aku mencemaskannya Sungjong. Ini semua gara-gara Myungsoo"
"Sohee, maafkan aku. Aku yang terlalu bodoh masuk kedalam jebakan Sowon dan ibu suri hingga sedalam ini bahkan Jungsoo juga hadir seolah memperkuat posisi mereka, mengapa aku ingin setiapun sulit hanya karena aku pangeran" ucap Myungsoo yang kini memohon maaf pada Sohee, namun malah Sohee memukulnya.
"Kau tidak pantas dimaafkan, kau membuat saudaraku menderita, kau lebih baik mati saja" teriak Sohee memukul Myungsoo dengan tangannya.
"Sohee, kendalikan dirimu. Beginipun Suzy juga tidak akan kembali, Myungsoo juga menderita karena kepergian Suzy. Saat ini kita hanya harus berpikir kemana Suzy pergi. Kau adalah saudaranya yang hidup dengan lama, apa kau tidak tahu kemana dia pergi?" tanya Eunji yang sedikit terisak.
"Kami tinggal dan dibesarkan di Busan, jika disana tidak ada aku tidak tahu kemana Suzy pergi" jawab Sohee yang terus menangis.
"Tenangkan diri kalian, aku yakin suatu saat Suzy pasti akan kita temukan. Ini hanya masalah waktu yang sedang menguji kesabaran kalian semua. Berdoalah agar Suzy baik-baik saja dimanapun dia berada" tutur Miura dengan bijak.
__ADS_1
*
*
*
Sedangkan di Gwangju, Suzy sibuk bekerja dikebun bunga milik keluarga Yoon Shinra yang sudah ditolongnya ketika kecopetan preman, sebagai imbalannya Suzy ditolong dengan bekerja dikebun dan toko bunga yang tugasnya merangkai bunga karena saat itu Suzy juga bingung mau kemana dan tinggal dimana.
"Suzy, jangan terlalu lama berdiri kasihan bayi-bayimu" ucap Ibu Yoon pada Suzy yang sudah seperti putrinya.
"Aku harus mengumpulkan banyak uang untuk biaya kelahiran mereka dan menabung untuk keperluan mereka. Jika tidak, aku yang akan susah nanti" jawab Suzy.
"Kau bisa tinggal dengan kami dulu. Agar kau tidak susah mengurus anak-anakmu nanti" tambah Shinra yang datang membawa bunga yang baru dipetik dari kebun.
"Tidak apa Shinra, aku harus mandiri agar tidak merepotkan oranglain terus-menerus. Kalian sudah sangat baik mau memberikan pekerjaan padaku yang sedang hamil, jika kalian tidak menolongku pasti aku sudah jadi gelandangan dijalanan"
"Jangan dipikirkan, manusia itu harus saling tolong menolong Zy. Kau sudah pernah menolong ku jadi kami juga harus gantian membantumu"
"Gomawo ibu gomawo Shinra, setelah mereka lahir aku akan mengelola taman belakang rumah yang kalian berikan padaku untuk berkebun bunga dan menjualnya ke pasar agar usaha bunga kita semakin laris"
"Kau taruh disini saja juga tidak apa-apa Zy, pesanan disini selalu ramai jadi kau bisa membawa anak-anakmu juga bermain disini, kau tidak perlu susah-susah membawanya ke pasar. Kita selalu kerepotan jika pesanan ke kota banyak"
"Gomawo ibu Yoon, kau dan Shinra sungguh baik padaku. Membantuku menemukan tempat tinggal dan memberiku pekerjaan"
"Itu tidak setimpal dengan kau yang menolong Shinra, jika kau tidak ada mungkin Shinra tidak mungkin ada lagi bersamaku"
*
*
Beberapa tahun berlalu.
Myungsoo dan keluarga istana belum juga menemukan keberadaan Suzy yang menghilang sudah bertahun-tahun. Ibu suri masih berniat membawa Sowon agar kembali dijadikan istri karena Suzy yang tidak kembali.
"Myung, ini sudah tahun ke-5 namun Suzy belum ditemukan. Apa tidak sebaiknya kau rujuk saja kembali dengan Sowon, aku yakin dengan meminta maaf maka Sowon dan Jungsoo akan menerimamu kembali" ucap ibu suri yang mengunjungi Myungsoo dipemerintahan.
"Maafkan hamba, namun saya memilih untuk tidak menikah kembali jika Suzy tidak kembali. Jika yangmulia datang hanya ingin memaksa saya menikah atau kembali dengan Sowon lebih baik anda keluar karena saya sedang sibuk"
"Kau berani melawanku hanya demi wanita biasa itu, kau benar-benar..." ucap ibu suri kesal dan keluar dengan menggebrak meja.
Wusssshhhhh...
Suara angin mendekat dan memunculkan kakek Ma yang dulu pernah menolong Suzy. Dia masih terlihat sama seperti saat datang ke istana. "Kakek ma, apa yang kau lakukan disini. Bagaimana bisa kau datang" tanya Myungsoo yang langsung menyambutnya.
"Hey anak muda kau meremehkanku, aku ini sakti jadi aku bisa menyusup kemana saja dengan mudah, secepat angin terbang" jawab kakek Ma langsung duduk tanpa disuruh.
"Ada apa kakek kemari? "
"Tentu saja untuk menemuimu bodoh, aku ini sakti jadi dari wajahmu aku bisa tahu apa yang terjadi padamu selama beberapa tahun belakangan ini"
"Jadi kakek tahu dimana Suzy berada?"
"Tidak akan ku beritahu, namun aku beritahu padamu satu hal yang bisa kau jadikan patokan untuk hatimu yang bodoh itu. Kalian sudah melakukan kontrak hidup bersama jadi harusnya selama ini kau bisa merasakan keberadaanya tapi nyatanya kau lebih bodoh yang ku pikirkan walau kau ini seorang pangeran. Ku beritahu satu hal yang pasti padamu, sebentar lagi kalian akan segera bertemu dengan keadaan yang berbeda, namun ujian kalian tidak berhentu disitu saja yang berakhir bahagia. Akan ada ujian besar lagi yang harus kalian hadapi bersama, tinggal pintar-pintar kau mengatur semuanya. Kunci bahagiamu dengan gadis ceroboh itu tergantung pada bagaimana sikapmu. Sepertinya seseorang yang dekat denganmu menghianatimu dengan baik karena bisa menyembunyikannya dengan baik tanpa dicurigai kau dan istana"
"Tapi kakek aku.. "
Myungsoo baru akan menjawab namun si kakek Ma sudah menghilang bersama angin yang membawanya pergi. "Siapa yang menghianatiku dan menyembunyikan keadaan dengan baik. Alex, tidak mungkin dia tidak pernah keluar istana sejak bekerja dipemerintahan istana. Keluar saja hanya untuk tugas ke luar wilayah. Astaga aku pusing memikirkan ini, sepertinya aku harus berunding dengan Sungjong dan Seungho"
Sedangkan di Gwanju, kini Suzy sudah bahagia karena kehadiran anak kembarnya yang selalu menghiburnya dengan perdebatan kecil yang mereka lakukan, anaknya pertama bernama Kim Heesoo dia gadis yang cerdas, disiplin, suka belajar dimanapun dan menyebalkan seperti Myungsoo. Anak keduanya adalah Kim Jisoo dia anak laki-laki yang ceroboh, ceria dan sama seperti Suzy sangat suka menggambar daripada belajar hingga Heesoo suka memarahinya namun kedua anak Suzy semua suka bela diri sama sepertinya. Suzy bahagia namun kadang pusing melihat mereka bertengkar diusia mereka yang sudah hampir memasuku usia 5 tahun berjalan. Suzy di Gwangju kini membuka usaha sebagai penjual bunga, dulu dia ikut Shinra dan ibunya namun karena kebaikan orang tersebut kini Suzy bisa mengembangkan sayapnya sebagai penjual bunga yang bisa mengirimkan ke berbagai tempat dikota Seoul dan sekitarnya jika mereka memerlukan bunga untuk ibadah atau untuk acara pernikahan dan lainnya.
"Ibu, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Jisoo saat masuk ke dalam rumah, dia ingin bertanya namun wajahnya ragu-ragu menyampaikannya.
"Ibu, Jisoo sudah menghabiskan makananku juga mana mungkin dia lapar lagi sekarang" jawab Heesoo yang sudah duduk diruang tamu.
"Heesoo tidak boleh begitu. Anak perempuan harus bersikap lemah lembut, ok!"
"Ok!"
"Nah, Jisoo ingin bertanya apa?" tanya Suzy memandang Jisoo yang sepertinya terlihat sedih.
"Ibu janji jangan marah ya?" Jisoo benar-benar menguji kesabaran Suzy, namun Suzy dengan sabar jongkok dan mengangkat kepala Jisoo agar menghadapnya. "Ada apa sayang? Katakan pada ibu, apa ada orang yang mengganggumu"
"Ibu, apa kami memang tidak punya ayah? Teman-teman suka mengejek kami dan tidak mau bermain dengan kami karena kami anak haram tidak punya ayah hiks... Aku punya ayahkan bu?" pertanyaan Jisoo membuat Suzy blank dan berdiri berjalan meninggalkan Jisoo yang masih menangis diruang tamu. Suzy meminum air dalam gelas untuk meredakan jantungnya yang berdebar disinggung masalah ayah mereka.
"Aku sudah bilang padamu jangan tanya pada ibu tentang ayah, biarkan saja mereka mengejek kita. Kita tidak butuh teman seperti mereka? Jangan cengeng dan merepotkan. Lihat kau membuat ibu sedih sekarang, jika ibu marah dan ngambek tidak memberi makan kita bagaimana? Kau kan makannya banyak" ucap Heesoo yang berdiri memarahi Jisoo yang makin menangis didepannya, karena tidak tega Heesoo mengulurkan tangannya memeluk sang adik. "Kau ini cengeng sekali"
"Aku sedih noona hiks... Aku rindu ayah, noona. Apa kau tidak rindu padanya? Hiks.."
"Aku juga rindu, tapi aku lebih memilih menahannya. Aku tidak mau ibu sedih karena pertanyaan kita tentang ayah, ibu pasti punya alasan kenapa dia tidak menceritakan ayah pada kita"
"Maafkan aku yang cengeng noona" ucap Jisoo mengeratkan pelukannya pada Heesoo.
"Jangan menangis lagi, jangan dengarkan mereka. Kau harus sabar karena suatu saat kita pasti bertemu ayah"
Suzy yang mendengar percakapan anaknya semakin menangis, dia tidak menyangka hal ini terjadi secepat ini. Mereka masih terlalu kecil untuk mengerti masalah orang dewasa, namun Heesoo sungguh mewarisi gen dari istana dimana dia bisa berpikir bijak dan dewasa untuk usia mereka. Suzy segera kembali kedepan dan memeluk mereka berdua.
"Maafkan ibu, semua salah ibu hingga membuat kalian harus menderita begini. Semua ibu lakukan karena ibu tidak ingin hidup kalian tidak tenang disana." ucap Suzy memeluk erat dan mengelus rambut anaknya.
"Nde ibu, maafkan Jisoo. Jisoo tidak akan bertanya lagi tentang ayah, cukup ada ibu dan noona saja aku sudah bahagia" ucap Jisoo dengan polos layaknya anak kecil.
"Gomawo nak, kalian adalah harta ibu yang paling berharga yang ditinggalkan pria itu untuk ibu"
"Makanya Jisoo dengarkan aku, jangan pedulikan mereka." ketus Heesoo.
"Heesoo jangan begitu keras pada adikmu nde. Kasihan sayang, kalian harus akur dan selalu bersama jangan sampai terpisah seperti ibu dan paman kalian"
"Habis Jisoo cengeng sih bu, disekolah juga begitu padahal aku sudah bilang kalau jangan hiraukan mereka yang menganggu tapi dia tetap saja menangis"
"Baiklah, ibu akan memberitahu kalian nama ayah kalian dan sedikit tentangnya tapi setelah ini ibu harap kalian jangan bertanya tentang dia"
"Baik"
"Ayah kalian bernama Kim Myungsoo, dia seorang pria baik, bijaksana, cinta pada ibu namun hatinya sedikit plinplan, karena sesuatu hal ibu memilih pergi agar kalian bisa selamat dan bisa tumbuh dengan baik bersama ibu. Jika ibu bertahan disampingnya maka kalian tidak akan ada hingga hari ini bersama ibu" ucap Suzy memeluk erat kedua anaknya sambip membayangkan kejamnta perlakuan ibu suri padanya.
"Jika dia ayah yang baik kenapa dia tidak mencari kita bu? Apa dia tidak mencintai kita bu? Makanya tidak mencari kita, hanya bibi Miura saja yang sering datang kesini melihat kita dan membawakan keperluan kita padahal kita tidak perlu, tapi aku lebih suka jika paman Alex yang datang karena paman suka mendongeng pada kami"
"Kau masih kecil untuk memahami kisah kami Heesoo, yang terpenting kalian punya ayah bukan anak haram, hanya saja dia dan kita berjauhan untuk saat ini."
"Hehehe aku kesal dan panasaran ibu, kenapa kau tidak paham"
"Dasar"
Pagi ini, Suzy pergi ke pasar untuk belanja ayam karena anak-anaknya ingin makan sup ayam gingseng dengan jamur dan beberapa cemilan rumahan ala Suzy. Suzy tentu saja mengajak kedua anaknya dan ibu asuh mereka yang bernama Ibu Ahyoung.
"Ibu, apa memasak sup ayam gingseng itu lama?" tanya Jisoo.
__ADS_1
"Kenapa nak? Butuh 45 menit agar tersaji dengan lezat" jawab Suzy.
"Apa kami boleh membantu ibu dalam memasak"
"Tentu, setelah mendapat ayam. Kalian pulang bersama ibu asuh ya untuk merebus ayamnya. Sedangkan ibu akan beli beberapa sayuran pelengkap dulu sebelum pulang, jadi nanti kita bisa masak bersama setelah ibu pulang"
"Siap"
Suzy sibuk memilih ayam untuk dia masak, suasana jalan pasar begitu ramai tidak seperti biasanya.
"Nyonya sepertinya pasar ramai, apa tidak sebaiknya anda pulang terlebih dahulu. Biar saya yang lanjutkan belanjanya" ucap ibu Ahyoung ibu asuh dari anaknya.
"Tidak apa-apa ibu asuh. Bibi saya ambil ini" ucap Suzy sambil menyerahkan seekor ayam pada penjualnya.
"Baik kalau begitu."
"Ini ayam anda nona" ucap penjual memberikan bungkusan ayam pada Suzy.
"Gomawo"
"Sepertinya keluarga istana akan memajukan pasar kita ini, buktinya mereka datang ingin meninjau pasar kita"
"Pasar kita ini akan menjadi bagus dan lebih ramai lagi"
"Akhirnya Gwanju mendapat perhatian dari istana setelah lama desa kita yang terpencil ini dibiarkan dan tidak dhiraukan keberadaannya"
Suzy yang mendengar bisik-bisik penjual dipasar menbuat hatinya takut, takut dan belum siap jika harus bertemu dengan Myungsoo. Belum bagaimana jika anak-anaknya yang tidak diketahui selama ini bertemu dengannya, dia takut ibu suri akan memusnahkan anak-anaknya. Astaga! Kim Suzy tamat riwayatmu jika kau sampai bertemu keluarga istana.
"Ibu asuh, sepertinya aku baru ingat jika dirumah ada beberapa sayuran untuk pelengkap sup ayam ini. Jadi kita langsung pulang saja" ajak Suzy buru-buru karena takut bertemu keluarga istana.
"Baik nyonya"
Suzy mengajak ibu asuh anaknya agar dengan cepat-cepat segera meninggalkan pasar, Suzy tidak mau jika keluarga istana bertemu dengannya apalagi dengan anak-anaknya. Namun ketika merasa dirinya aman tanpa sadar ada yang menepuk pundaknya, Suzy dengan was-was menoleh dengan pelan.
"Kim Suzy, akhirnya ini benar kau. Kau tahu aku sangat rindu padamu" ucap orang tersebut saat Suzy sudah menoleh, orang tersebut langsung saja memelukknya dengan erat menandakan rindu berat padanya.
"Lee Sungjong, apa yang kau lakukan. Lepaskan aku!" ucap Suzy setelah menguasai diri dan memaksa Sungjong melepaskan pelukan mereka.
"Kau tahu aku sangat senang bertemu denganmu, aku rindu sekali padamu. Kau pergi begitu saja meninggalkan istana dan rumah ku tanpa bicara apapun pada kami, kami semua mencari dan merindukanmu Zy. kau harus tahu betapa menderitanya Myu...."
"Aku tidak mau dengar apapun tentang dia, jangan bicara apapun lagi. Maaf aku harus pergi" namun saat Suzy berbalik Sungjong menahan tangan Suzy agar tidak pergi.
"Kita harus bicara" paksa Sungjong yang terus mencengkeram tangan Suzy.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan, lepaskan aku Sungjong aku harus pergi" ronta Suzy.
"Tidak, sebelum kau mau bicara denganku"
"Ibu, kenapa berhenti. Ayo kita pulang" teriak Heesoo yang sudah berjalan jauh didepannya bersama Jisoo dan ibu asuh mereka.
"Ibu... Suzy, kau.... Dan mereka, astaga bagaimana bisa ini terjadi? Kau menyembunyikan mereka. Oh tuhan..." ucap Sungjong merasa bodoh tidak mengerti.
"Ibu asuh tolong bawa mereka pulang duluan, aku mau mengobrol dengan teman lamaku sebentar" teriak Suzy yang langsung dipatuhi ketiganya.
"Baik nyonya Suzy" ucap ibu asuh Ahyoung yang langsung menggiring kembar pulang.
"Jangan ganggu kami, bukankan Myungsoo sudah punya Sowon dan Jungsoo jadi biarkan aku hidup tenang bersama dengan anak-anakku"
"Zy, kita perlu bicara. Banyak hal yang terjadi begitupun dengan kakakmu, Sohee dan Eunji begitupun dengan Myu... ah aniya lebih tepatnya istana banyak perubahan setelah kau pergi"
"Kakak, apa kau bertemu kak Seungho? Dimana? Bagaimana kabarnya sekarang"
"Mari kita cari tempat bicara. Banyak cerita di dalam istana setelah kau pergi, aku janji tidak akan memberitahu istana jika kau ragu aku akan memberitahu istana jika aku menemukanmu. Bagaimana?"
"Dirumahku saja kalau begitu, rumahku tidak jauh dari sini. Kau bisa bicara disana dan jangan bawa pengawalmu karena aku tidak mau anak-anakku dan aku merasa terganggu dengan keberadaan mereka"
"Baik. Kalian kembalilah ke penginapan, jika urusanku sudah selesai aku akan kembali kesana" perintah Sungjong pada pengawal yang mengekorinya.
"Perintah siap saya laksanakan tuan" ucap pengawal itu lalu pergi.
"Mari, lewat sini" ucap Suzy berjalan duluan.
Sungjong mengikuti Suzy menyusuri jalanan, lumayan jauh hingga mereka berhenti disebuah rumah yang sederhana namun memiliki kebun yang luas dan banyak tanaman indah tumbuh disana.
"Silahkan masuk" ucap Suzy mempersilahkan Sungjong masuk, dan mengambilkannya teh untuk dihidangkan. "Minumlah Sungjong-ah"
"Gomawo Zy"
"Katakan apa yang ingin kau sampaikan tentang Sohee dan kakakku. Lain itu aku tidak ingin mendengar apapun lagi" ucap Suzy sedikit ketus.
"Zy, kakakmu dan Eunji sudah menikah, mereka punya putri yang bernama Yunji. Mereka tinggal di luar istana namun masih bekerja diistana, apa kau tidak ingin bertemu dengan mereka semua? Jungshin sekarang sudah berusia 8 tahun, dia sudah sangat tampan dan cerdas seperti menantu idamanmu, kami juga memiliki putra lagi yang berusia 3 tahun. Kau tahu, kami semua sangat merindukanmu terutama Sohee dan Myungsoo. Apa kau tidak merindukan kami semua?"
"Tidak, saat aku memutuskan untuk pergi, aku sudah memutuskan untuk tidak ingin lagi berurusan dengan kalian dan keluarga istana. Aku sudah menceraikan Myungsoo sejak kelahiran Jungsoo dan aku sudah memutuskan untuk pergi dari istana yang kejam itu selamanya."
"Zy, tapi aku rasa kedua anakmu butuh sosok ayahnya. Apa kau tidak ingin mempertemukan mereka? Maksudku Myungsoo berhak tahu tentang keberadaan mereka"
"Mereka tidak perlu ayahnya yang bodoh dan pengecut itu, hidup bersama denganku mereka sudah cukup bahagia. Jadi tidak perlu ada Myungsoo atau orang lain diantara kami bertiga, sudah ada Sowon dan Jungsoo jadi anakku tidak perlu mengenal ayahnya yang pengecut bahkan lebih mementingkan perasaan Sowon daripada perasaanku. Lebih tunduk pada keuasaan istana daripada cintanya padaku"
"Zy tolong pikirkan perasaan mereka juga, jangan egois begini. Kau bisa berkata seperti ini tapi pikirkan hati mereka karena aku tahu mereka pasti merindukan ayahnya, begitupun dengan ayah mereka yang slalu merindukanmu. Zy, Myungsoo sudah menceraikan Sowon sejak tahu kebenaran yang ada, Myungsoo memilih mengasingkan dirinya demi menunggumu sedangkan Sowon dan Jungsoo sudah pindah vila istana didaerah Jeonju. Jika kau ingin memutuskan kembali maka pulanglah, istana selalu terbuka menunggu kepulanganmu. Pihak istana, raja, dan kami semua sudah mencarimu kemana-mana namun ternyata takdir mempertemukanmu denganku disini" ucap Sungjong berdiri didepan Suzy dan memegang pundak Suzy, namun Suzy hanya diam saja. "Aku pergi, jika kau berubah pikiran datanglah padaku"
Sungjong pergi dan Suzy merasa dirinya lemas begitu mengetahui hal yang terjadi di istana beberapa tahun ini. Berbeda dengan Heesoo dan Jisoo yang sibuk belajar dan menggambar di gubug santai samping rumah mungil mereka, namun Jisoo hanya menghela napas terus.
"Kim Jisoo, kau ini kenapa? Menghela napas terus. Itu menggangguku belajar" bentak Heesoo yang sedang membaca buku dengan serius.
"Noona, apa ada kemungkinan paman tadi ayah kita?" tanya Jisoo yang menggambar dengan posisi tengkurap mendongakkan kepalanya ke arah Heesoo yang duduk didepannya.
"Itu lagi, bukankah ibu sudah melarang kita membicarakannya. Jika dia dengar dia akan sedih lagi? Kau mau membuat ibu sedih" jawab Heesoo dengan menyebalkan.
"Tapi aku penasaran noona? Aku ingin bertemu dengannya, aku rindu noona padanya hiks.... Aku ingin memeluknya" ucap Jisoo malah menangis.
"Aish merepotkan. Kim Jisoo kau ini laki-laki kenapa cengeng sekali, aku kasih tau ya? Ibu tadi menyebut paman itu Sungjong dan ayah kita bernama Myungsoo, jadi paman tadi bukan ayah kita. Mungkin paman tadi memang teman ibu"
Sungjong yang keluar dari rumah Suzy tidak sengaja melihat dua makluk yang tengkurap itu berdebat langsung menghampirinya.
"Anyeong anak-anak?"
"Anyeong paman" ucap keduanya yang langsung mengambil posisi duduk.
"Aku paman Sungjong, siapa nama kalian? Dan berapa usia kalian?" ucap Sungjong mengulurkan tangannya.
"Jisoo paman dan ini noonaku Heesoo, kami hampir berumur 5 tahun, apa paman teman ibu? Apa paman bisa membuat kami bertemu ayah, kami sangat merindukannya"
"Jisoo apa yang kau bicarakan? Kau mau membuat ibu marah dan menangis lagi. Ibu sudah bilang kita dilarang membicarakan ayah lagi setelah dia menceritakan ayah kemarin"
"Tapi noona, aku hanya ingin bertemu ayah walau sekali saja, aku ingin memeluknya. Apa itu tidak bisa? Aku lelah dihina anak haram huweee..."
__ADS_1
"Sudah ku bilang abaikan saja, aku bahkan sudah memukulnya hingga dia kapok tapi kenapa kau masih menangis. Kau ini memang lelaki cengeng sekali. "
"Aku akan membuat kalian tidak hanya bertemu, tapi juga berkumpul bersama ayah kalian. Bersabarlah Jisoo dan Heesoo" Ucap Sungjong dalam hati yang lalu pergi meninggalkan rumah Suzy.