Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 23


__ADS_3

Myungsoo memang pergi tak lama setelah diminta Sohee pergi, namun bukan kembali ke kamar pengantinnya dengan Sowon melainkan tidur diperpustakaan pribadinya sampai pagi.


Ketika waktu menunjukkan pukul 4 pagi barulah dia kembali menyelinap ke kamar pengantinnya melewati atap yang dilewatinya tadi, dia melihat Sowon yang sudah tertidur diranjang. Karena dia masih mengantuk jadi dia melanjutkan tidurnya dikursi kamar pengantin hingga pagi datang.


Dayang Choi dan pengikut-pengikutnya heboh ketika melihat Myungsoo dan Sowon keluar dari kamar pengantin secara bersamaan. Mereka berpikir bahwa Myungsoo dan Sowon menghabiskan malam pertama mereka bersama. Dan berita itu terdengar sampai ditelinga Suzy dan Sohee yang akan pergi sarapan, namun Myungsoo dan Sowon datang.


"Anyeong kakak, Sowon memberi hormat pada kakak Suzy dan kakak Sohee. Semalam mau memberi hormat tapi kakak sudah beristirahat mohon terima hormatku karena aku akan tinggal disini" ucap Sowon berlutut didepan Suzy dan Sohee.


"Bangunlah Sowon, jangan sungkan" ucap Sohee menyuruh Sowon bangun dari berlututnya.


"Aku sudah kenyang, aku mau istirahat dulu" ucap Suzy beranjak dari duduknya saat melihat Myungsoo dan Sowon akan makan bersamanya.


"Tapi putri anda baru makan sedikit" cegah Chaekyung didepan Suzy yang mau pergi.


"Kami bisa makan nanti lagi" tambah Sohee yang mengikuti Suzy pergi dan menatap sebal kearah Myungsoo yang semalam sok datang dengan peduli tapi ternyata payah.


"Pangeran dan nyonya silahkan sarapan" ucap dayang choi mempersilahkan dan membuat kedua dayang Suzy menyingkir.


"Kau makanlah Sowon. Aku akan menemui Alex dulu membicarakan tugas yang belum selesai kemarin" ucap Myungsoo yang berlalu dari hadapan Sowon dan dayangnya. Tentu saja menemui Alex adalah alasan karena faktanya dia segera menuju ke kamar Suzy, namun saat akan membuka pintu tangannya dicegah oleh seseorang.


"Biarkan dia sendiri dulu. Jangan ganggu emosinya yang masih labil dan akan memperkeruh keadaan tubuhnya" ucap Sohee yang membuat Myungsoo tidak jadi menemui Suzy, dan pergi keluar meninggalkan paviliun.


Suzy diajak Miura untuk pergi berbelanja ke pasar mencari kebutuhan Hyura. Sementara itu Sohee menemui Sungjong dan Eunji di perpustakaan istana.


"Bagaimana keadaan kak Seungho? Apa dia sampai dengan selamat " tanya Sohee.


"Dia sudah aman. Aku sudah pastikan dia sampai Sokcho dengan selamat." jawab Sungjomg dengan terseyum. "Bagaimana dengan pesta pernikahan Myungsoo? Lancar"


"Tentu saja lancar, tapi Myungsoo payah. Aku sebal dengannya?" ucap Sohee masih kesal menyalahkan Myungsoo.


"Bagaimanapun Myungsoo juga terjebak dalam kesulitan. Ini juga bukan maunya? Kita harus percaya padanya bahwa dia juga korban sama seperti Suzy. Suzy baik-baik sajakan?" ucap Sungjong mencoba menengahi pernyataan Sohee.


"Suzy keguguran dan myungsoo bermalam dengan Sowon? Beritanya bahkan heboh pagi ini dan aku yakin itu membuat Suzy sesak"


"Myungsoo hanya terjebak situasi, Sohee. Aku percaya dia tidak akan menghianati cinta Suzy, kita semua tahu bagaimana dia mencintai Suzy selama ini." kini Eunji memberikan pernyataannya.


"Sowon begitu cantik tidak mungkin Myungsoo tidak akan terjebak dengan cinta Sowon. Jika tidak jatuh cinta maka mereka tidak akan naik ranjanh dan menghabiskan malam pertama mereka bersama"


"Ini memang sulit dihindari karena Myungsoo adalah pangeran, memiliki anak dengan Sowon tidak akan salah, namun aku percaya tuhan tidak akan menguji lewat batas kemampuan manusia tersebut"


"Aku kasihan pada Suzy"


"Lebih baik bawa Jungshin menginap dikamar Suzy beberapa waktu sampai keadaan membaik, sementara Myungsoo bermalam dikamar Sowon. Ibu suri tidak akan membuat Suzy tenang jadi kau usahakan jaga Suzy" ucap Sungjong memberi saran.


"Sungjong benar, aku bahkan dibuat sibuk hingga untuk melihat keadaan Suzy saja tidak bisa" ucap Eunji membenarkan pernyataan Sungjong. "Hmmm. Semoga pengorbanan Suzy tidak sia-sia untuk kehidupan kak Seungho dan kita, dia dipaksa melupakan dendamnya agar ibu suri tutup mulut pada raja dan suaminya harus menikahi gadis lain. Sungguh malang nasib Suzy"


"Eunji, kau juga harus tegar. Aku akan mencari cara agar kau bisa bertemu Seungho dan bisa pergi bersamanya untuk hidup bahagia"


"Sungjong, kau sungguh baik. Gomawo" ucap Eunji terseyum ketir.


"Sungjong, jika kau jadi Myungsoo apa kau juga akan berbuat sepertinya" tanya Sohee.


"Tidak akan ada sepertinya, itu tidak mungkin. Tapi bisa juga aku tak sehebat Myungsoo. Sudah jangan dipikirkan aku harus pergi memeriksa prajurit. Kalian kembalilah temani Suzy" ucap Sungjong.


"Tapi aku masih mencemaskan kak Seungho"


"Benar Sungjong"


"Tenang saja, dia seorang pendekar walau dia membenci ibu suri dan raja tapi dia tidak akan bertindak gegabah untuk menyelmatkan Suzy dan Eunji"


"Aku bukan takut pada apapun, aku hanya takut pada takdir kita Eunji dan kak Seungho terpisah, Myungsoo dan Suzy diuji begini. Lalu kita?"


"Jangan dipikirkan, pasti akan ada jalan untuk masalah kita semua. Aku percaya kita akan bahagia."


"Sungjong pengorbananku dan Seungho tidak sebanding dengan pengorbanan yang Suzy lakukan untuk kami"


"Sudah jangan dibahas lagi segeralah pergi menemani Suzy agar dia tidak menderita lagi"


Suzy melamun saat membantu Miura memasak sup ayam untuk Hyura. Miura menghanpiri Suzy dan menyentuh tangannya.


"Jangan melamun didepan jendela, angin sungguh kencang tidak baik untuk kesehatanmu. Kau belum sembuh total"


"Aku tidak selemah itu Eonni"


"Iya aku tahu, tapi lebih baik kau duduk saja. Aku tahu ini sulit untukmu tapi percayalah semua akan indah pada waktunya"


"Sejak semalam ada wanita lain yang ada di pelukan suamiku, membayangkan saja rasanya sungguh sesak Eonni"


"Sudah, kau istirahat saja dikamarku. Nanti aku akan mengantarmu pulang"


*


*


Suzy masuk paviliun Myungsoo dengan diantar Miura, terlihat bahwa Myungsoo mondar mandir gelisah menunggunya.


"Bicara baik-baik. Jangan emosi karena kau belum sehat" bisik Miura dibelakang Suzy.


"Nde eonni"


"Anyeong Myung. Aku mengantar Suzy pulang, maaf seharian aku membawanya karena aku kesepiam di paviliun. Kyuhyun belum kembali dari tugasnya" sapa Miura saat berada dipintu masuk paviliun dengan Suzy.


"Anyeong, silahkan masuk noona"


"Tidak, Hyura sedang bermain bersama ibu asuhnya. Aku hanya mengantar Suzy"

__ADS_1


"Gomawo noona sudah mengantarkan Suzy pulang"


"Nde, kalau begitu aku pulang dulu."


"Hati-hati"


Miura pergi, Suzy juga masuk ke dalam kamarnya dan kesempatan itu tidak Myungsoo sia-siakan untuk mengikuti Suzy masuk kamar.


"Zy, kita harus bicara" ucap Myungsoo yang mengikuti Suzy masuk kamar.


"Apalagi?" tanya Suzy dengan kesal.


"Zy maafkan aku, aku sungguh merasa bersalah padamu. Seharusnya aku tidak menyetujui usul ibu suri tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatan kakakmu"


"Maafkan aku Myung, kau tidak salah. Anggap saja aku iri dan cemburu pada Sowon. Mulai sekarang dia yang akan memelukmu setiap malam dan melahirkan anakmu"


"Apa yang kau katakan. Sowon hanya tragedi diluar dugaan kita. Percayalah kita akan melewatinya. Maafkan aku yang membuatmu stres dan kehilangan bayi kita lagi, maafkan aku Zy" ucap Myungsoo menarik Suzy dalam pelukannya dengan Suzy yang balas memeluknya.


"Bukan salahmu, tapi aku ibu yang tidak pecus menjaganya"


Krieeet


Sohee membuka pintu, dia datang bersama dengan Jungshin dan ibu pengasuh Jungshin.


"Myung, kau disini" tanya Sohee kaget dengan adanya Myungsoo.


"Nde, aku baru bicara dengan Suzy. Kau kesini Sohee bersama Jungshin" ucap Myungsoo santai.


"Iya, selama kau bersama Sowon sebagai pengantin baru, aku dan Jungshin akan menginap di istana bersama Suzy sementara. Kenapa? Apa kau keberatan"


"Tidak perlu repot-repot Sohee. Aku tidak enak dengan Sungjong jika kau dan Jungshin menginap" ucap Suzy.


"Dia yang memintaku menemanimu selama Myungsoo dikamar sebelah, jadi tenang saja. Iyakan Jungshin"


"Iya bibi, ayah memintaku dan ibu menginap disini untuk menghiburmu" ucap Jungshin yang berumur 3 tahun.


"Terima kasih Jungshin" ucap Suzy yang berjongkok didepan Jungshin dan memeluk anak itu. Membuat Myungsoo ikut berkaca-kaca.


Saat ini Sowon sedang berada di paviliun ibu suri, mereka tidak hanya berdua. Ada permaisuri, Selir Chang dan Eunji juga hadir disana begitu pula dayang Choi.


"Sowon, aku punya hadiah kalung emas peninggalan raja untukku. Aku memberikannya sebagai mas kawin untukmu, semoga kelak kau bisa sama sepertiku" ucap ibu suri memakaikannya pada Sowon yang malu-malu. "Lihat kau begitu cantik ketika memakainya? Benarkan permaisuri"


"Nde mama"


"Semoga kau mempunyai banyak anak dan cucu untuk istana"


"Terima kasih ibu suri, hamba sungguh tak berani menerimanya" ucap Sowon menolak.


"Jangan menolak atau aku akan marah"


"Baik mama"


"Baik yangmulia"


"Kalau disana Sowon tidak mendapat kenyamanan dan kebahagiaan, aku tidam akan mengampuni kalian berdua. Mengerti"


"Nde mama. Perintah siap dilaksanakan"


"Sowon, di paviliun kau harus tahu tata krama. Walau bagaimanapun Suzy adalah wanita yang dinikahi Myungsoo duluan. Walau ibu suri berkata kau akan jadi istri pertama jika melahirkan anak tapi aku harap kalian tidak membedakan siapa yang pertama dan siapa yang kedua, kau bisa memanggilnya kakak. Sifatnya yang keras kepala kelak kau harus banyak bersabar padanya" nasihat permaisuri.


"Hamba akan ingat nasihat anda, permaisuri"


"Kasian Suzy dan Myungsoo yang malang, juga kisah cintaku dan Seungho yang tragis" seru Eunji dalam hati yang ditatap iba Selir Chang.


"Malam ini adakan makan malam , suruh semua hadir kecuali Suzy. Dia pasti akan merusak suasana"


"Tapi mama.."


"Tidak ada tapi selir Chang, lagipula dia terlihat lemah jadi aku tidak mau ada momen drama nantinya"


"Baik mama"


Malam harinya.


Semua makan malam bersama keluarga besar istana kecuali Suzy yang sengaja tidak diundang oleh ibu suri dengan berbagai alasan.


"Semua melakukan makan malam, kenapa tidak ada yang mengundangku. Apa sekarang aku ini bukan putri" ucap Suzy kesal dan marah-marah didalam kamarnya.


"Raja ingin mengajak anda juga tuan putri, tapi ibu suri melarangnya. Beliau bilang anda terlihat sakit karena keguguran jadi lebih baik membiarkan anda istirahat didalam kamar saja" tutur Jia yang membereskan peralatan teh Suzy.


"Sial, nenek sihir itu memang menyebalkan. Aku sungguh membencinya yang jahat dan menyebalkan itu"


"Tenanglah Zy, aku juga tidak hadir disana. Aku lebih memilih disini menemanimu" ucap Sohee menenangkan Suzy.


"Benar tuan putri, istirahatlah lebih awal agar tubuh anda segera pulih dan bisa beraktivitas lagi seperti biasanya"


"Kalian keluarlah, biar aku yang membantu Suzy bersiap tidur"


"Baik tuan putri Sohee"


Jia dan Chaekyung pergi meninggalkan Suzy dan Sohee yang masih terdiam. Suzy duduk dengan menyangga wajahnya dengan kedua tangannya.


"Apa yang sedang mereka lakukan? Aku seharusnya ikut pergi saja dengan kakakku? Disini rasanya seperti dineraka? Sohee apa yang harus aku lakukan"


"Zy kau harus tenang dan kendalikan dirimu, kau masih punya aku dan Eunji. Percayalah bahwa Myungsoo juga terjebak dan tidak punya pilihan"

__ADS_1


"Tapi otakku rasanya campur aduk"


Diaula, semua makan malam bersama merayakan kedatangan Sowon yang akan tinggal di paviliun Myungsoo menempati kamar besar yang ada disana. Hanya Alex dan Miura yang tampak tidak menikmati makanannya.


"Aku sangat senang kalian semua bisa mengikuti makan malam menyambut istri baru Myungsoo. Harusnya Myungsoo makan malam bersama keluarga Sowon di Ansan tapi karena jarak yang jauh maka aku ganti makan malam bersama disini. Tidak apakan Sowon?" ucap Ibu suri denga wajah bahagianya.


"Menjadi bagian keluarga istana adalah suatu kehormatan bagi saya yangmulia, jadi mau makan malam disini atau tidak juga saya tidak akan mempermasalahkan" ucap Sowon dengan halus.


"Sayang sekali karena Sohee tidak bisa ikut karena mengurus Jungshin, dan Suzy juga sedang tidak sehat akibat keguguran kemarin sungguh sangat disayangkan disaat suaminya menikah dia malah keguguran karena sibuk membantu persiapannya, aku sangat menyayangkan itu terjadi. Jika ada dia disini pasti suasana akan terasa ramai tapi karena ibu suri senang akan Sowon maka aku harap kau dapat adil kepada Suzy dan Sowon, Myung. Kalian harus bisa hidup akur dalam satu atap rumah" ucap Raja lagi.


"Baik yangmulia. Perintah akan saya laksanakan" ucap Myungsoo dengan hormat.


"Sudah jangan bahas hal sedih lagi, hari ini kita sedang bahagia. Mari kita mulai makan malamnya" ucap ibu suri lagi.


"Mari semua nikmati makanan kalian, jangan ada yang tidak bahagia hari ini"


Alex hanya mengaduk makanannya tanpa minat, begitupun dengan Miura yang menatap Sowon dan Myungsoo dengan kesal sekali.


"Kyu, andai kau disini pasti keadaan tidak akan serumit ini" ucap Miura dalam hati lalu memakan supnya.


"Alex jangan berbuat ulah, cepat makan makanannya" bisik selir Chang yang didekatnya.


"Aku tidak selera bu. Aku pergi saja" ucap Alex menarik kursinya kebelakang dan berdiri.


"Alex, kau mau kemana? Pangeran Alex duduk kembali." ucap ibu suri kesal.


"Aku masih kenyang nenek." sergah Aex yang masih berdiri.


"Nikmati makananmu, hargai Sowon sebagai iparmu yang baru nak walau hanya sedikit." bujuk Raja pada putra bungsunya.


"Ayah, aku sudah kenyang. Mana bisa perutku diisi lagi, aku ingin istirahat saja. Permisi dan selamat malam" ucap Alex membungkuk pada semua yang ada, lalu menjalankan kakinya meninggalkan aula yang digunakan untuk makan malam merayakan pesta datangnya Sowon sebagai anggota keluarga.


"Alex, pangeran Alex kembali" teriak Selir Chang kesal.


"Sudah selir Chang, biarkan saja. mungkin Alex memang masih kenyang. Mari makan" ucap Raja menenangkan selirnya.


"Tapi yangmulia..."


"Itulah akibatnya jika kalian semua terlalu memanjakan Alex, jadinya membangkang dan seenaknya ketika dewasa apalagi sekarang bergaulnya dengan Suzy yang seperti preman"


"Ibu Suri hamba mohon jangan seperti ini, kita sedang makan malam jangan memakai emosi menghadapinya. Biar nanti saya yang bicara pada Alex agar tidak mengulangi hal seperti ini, pasti dia mau mendengarkan nasehat saya seperti biasanya" bujuk permaisuri agar ibu suri tidak marah.


"Baik, tolong urus dia sebelum aku naik darah. Anak itu benar-benar brutal sekali sekarang"


"Lanjutkan makanan kalian"


Pulang makan malam permaisuri dan Selir Chang masuk ke kamar Alex, dimana Alex sedang melamun sambil membaca buku mengenai sastrawan istana.


"Kami tahu apa yang sedang kau pikirkan nak"


"Ah, hormat pada yang mulia" ucap Alex saat tersadar dari lamunannya segera berdiri dan memberikan hormat pada permaisuri.


"Sudah tidak perlu" ucap permaisuri yang kini duduk didepan Alex.


"Aku tinggalkan kalian dulu" ucap selir Chang pergi keluar dan menutup pintu kamar Alex, menyisakaan Alex dan permaisuri.


"Ada apa yangmulia kesini? Apa karena hal dimeja makan tadi"


"Aku tidak datang untuk memarahimu. Aku hanya ingin memberi pengertian padamu Alex, bahwa beginilah kehidupan di istana. Pangeran istana menikah lebih dari sekali diperbolehkan"


"Tapi tetap saja ini tidak masuk akal yangmulia, kita semua tahu bahwa hyung dan noona saling mencintai. Jika hyung menikah lagi itu artinya dia menodai pernikahan mereka? Kenapa ibu suri mendukung sekali Myungsoo hyung menikah lagi? Pasti ada sesuatu dibalik ini "


"Alex, lihatlah aku dan ibumu selalu akur tidak pernah membedakan. Memang sangat disayangkan ibu suri tidak menyukai Suzy sama sepertinya yang tidak menyukai selir Kim. Namun semua berharap jika Suzy dan Sowon bisa hidup bahagia seperti aku dan ibumu"


"Iya jika nona Sowon tulus baik, kita tidak tahu yang mulia bagaimana Sowon yang sebenarnya"


"Dia memang dari keluarga miskin tapi dia terdidik jadi aku yakin bahwa dia tidak akan berbuat yang macam-macam diistana"


"Tapi kemiskinan bisa membuat orang lupa diri saat dirinya diatas segalanya yangmulia."


"Semoga Sowon tidak seperti itu, dia terlihat baik. "


"Terserah yangmulia saja tapi saya tetap tidak menyukainya, bisakah yangmulia keluar? Saya ingin istirahat"


"Baiklah, selamat istirahat"


Permaisuri keluar dari kamar Alex, begitu sampai diluar dia disambut oleh selir Chang.


"Bagaimana?"


"Dia memang tidak suka pada Sowon"


"Aku sudah menduga sejak melihat raut wajahnya dipesta kemarin, memang susah membujuknya"


"Namanya manusia memang begitu selir Chang, ada yang menyukai tapi ada juga yang tidak. Ada istilah tak kenal maka tak sayang, mungkin karena Alex belum mengenal Sowon makanya dia tidak menyukainya"


"Mungkin dia terlalu sayang pada Suzy yang sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri"


"Benar, Miurapun sepertinya juga sama seperti Alex, tapi semoga saja kedepan Sowon bisa diterima. Walau bagaimanapun kini dia juga istri putraku dan menantuku"


"Semoga saja tragedi tidak terjadi lagi dikeluarga kita, cukup selir Kim saja yang menjadi korban"


"Benar kakak, aku hanya takut jika Sowon hamil bagaimana nasib Suzy? Suzy baru keguguran semalam dan itu sangat disayangkan"


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2