
Dikamar Sowon. Myungsoo segera menutup pintu agar tidak ada yang mendengar mereka.
"Sowon, ku ucapkan selamat padamu atas kehamilanmu. Keinginanmu terwujud untuk memiliki anak dariku, apa yang ingin ku katakan sebenarnya sulit ku ungkapkan tapi walau bagaimanapun aku harus menegaskan hal ini padamu." ucap Myungsoo serius.
"Ah nde"
"Sowon, kau gadis yang baik namun harus masuk ke dalam hubunganku dan Suzy yang sudah bersama melewati suka duka kehidupan, cintaku padanya tidak akan pernah berubah meski kau ada disisiku. Kelak ku harap anak yang kau kandung adalah laki-laki agar kau bisa mengandalkannya, namun jika dia perempuan pasti akan cerdas sepertimu. Aku hanya bisa berkorban sebatas ini jadi aku tidak akan pernah tidur disini lagi mulai malam ini"
"Jangan katakan lagi, aku sudah paham. Hari ini dipaviliun ibu suri tabib sudah memastikan bahwa aku memang hamil. Ibu suri sangat gembira, raja bahkan memberikan banyak hadiah dan aku seperti merasa hidup dalam mimpi. Aku merasa diriku paling bahagia didunia, ku kira setelah sampai disini kau akan senang. Aku pikir kau bagaimana? Mendengar aku hamil anakmu? Apa kau akan baik padaku? Apa kau akan berkata yang enak didengar? Apa kau menginginkan anak ini? Namun ternyata kau ingin membuangku ke istana pengasingan karna mulai kini aku harus hidup dengan anakku. Apa kau sanggup melakukan ini padaku, apa didunia ada manusi yang lebih kejam darimu? Kau memusnahkan harapanku. Kau sungguh kejam" ucap Sowon mendramatis.
"Mianhae. Aku malu, Tapi aku memang tidak bisa menghianati cintaku pada Suzy. Aku senang kau hamil karena aku tidak muda lagi dan sudah pantas menjadi ayah, tapi kau harus paham perasaanku yang tidak bisa dipaksa dan aku bukan tipe orang yang bisa membagi cintaku. Dan satu lagi malam itu kau menjebakku hingga kau bisa hamil sekarang"
"Kau mencintai kakak, lalu kenapa setuju menikahiku? Apa kau sedang memanfaatkan aku? Setelah memperalat aku demi Seungho lalu kau ingin membuangku? Apa kau tidak takut ditertawakan rakyat dengan sifatmu seperti ini. Aku tak berbuat salah padamu, apa dengan berbuat begini kau tidak merasa bersalah padaku? Dihatimu hanya ada Suzy, apa ini adil untukku"
"Ku kira seharusnya kau paham karena aku sudah mengatakannya sejak awal, dan kau hamil ulahmu sendiri menjebakku malam itu karena menginginkan seorang anak. Ku kira sudah banyak yang ku berikan, kau sudah mendapatkan gelar nyonya dan anak. Hanya saja diriku dan hatiku yang tak bisa ku berikan untukmu? Mianhae"
"Myung, jangan bodoh. Tanpamu, status, kedudukan, tahta, anak dan istana semua terasa hampa untukku. Kau yang membuatku menikah tanpa ragu, apa kau tidak bisa merasakan ketulusanku? Kenapa kau bersikap tega padaku, ucapanmu bagaikan panah menusuk hatiku. Walau tak suka, paling tidak berpura-pura baiklah padaku. Cerita kita masih panjang, aku akan melupakan pembicaraan ini. Jika ingin kesini masuk saja, jika tidak aku tidak memaksa tapi aku akan menunggumu karna walau bagaimanapun kau adalah ayah anakku dan orang penting dihidupku" ucap Sowon merayu Myungsoo.
"Astaga kenapa jadi begini, bukankah dia tak menginginkan aku. Kenapa dia malah berharap lebih" ucap Myungsoo dalam hati namun hanya memandang Sowon yang terus bicara.
*
*
Makan malam.
Semua merayakan kehamilan Sowon dengan bahagia apalagi ibu suri kelihatan sekali bahagia mendengar Sowon yang sudah hamil 3 bulan.
"Aku mengucapkan selamat pada Sowon atas kehamilanmu dan selamat pada Myungsoo yang akan menjadi ayah. Suzy, kau harusnya hamil juga karena jika anakmu sepertimu pasti istana akan ramai" ucap raja Hwanhee.
"Terima kasih yangmulia" ucap Sowon, sedangkan Myungsoo hanya diam.
"Mungkin tuhan masih belum memberikan kepercayaan untuk saya hamil, atau memang saya yang tidak bisa hamil. Lagipula Sowon sudah hamil anak Myungsoo jadi tidak masalah jika saya tidak hamil" ucap Suzy menatap raja Hwanhee dengan sendu.
"Ekhem. Yangmulia bagaimana mengenai masalah kerja sama istana di China" sela Kyuhyun menengahi pembicaraan.
"Kyuhyun, tidak sopan membicarakan pekerjaan di meja makan" tegur permaisuri.
"Inilah kabar buruk yang ingin ku sampaikan. Sowon, Suzy dan Sohee maafkan aku karena harus mengirim suami kalian untuk pergi ke China minggu depan, pasti berat untuk kalian apalagi Sowon yang sedang hamil namun Kyuhyun sedang dibutuhkan didepartemen hukum"
"Aku saja ayah" tawar Alex.
"Kau tidak berpengalaman untuk hal politik anakku, aku hanya berpikir Myungsoo dan Sungjong yang bisa ku kirimkan ke China saat ini walau mereka belum begitu pengalaman. Namun bagaimana lagi Kyuhyun sedang menangani departemen hukum yang sedang ada pejabat yang melakukan penggelapan dana"
"Tidak usah resah yangmulia, aku dan Myungsoo sudah seperti saudara sejak kecil jadi aku dan Myungsoo akan saling menjaga. Kami akan segera menyelesaikan masalah kerja sama dengan pihak di China" ucap Sungjong.
"Nde yangmulia, aku sudah lama menantikan tugas keluar istana. Jika aku tidak memulai sekarang maka aku hanya akan bisa menangani masalah didalam negara saja, aku sudah mempelajari ilmu politik istana dan beberapa kerja sama yang pernah istana lakukan dengan negara lain" tambah Myungsoo.
"Baiklah aku akan membiarkan kalian berdua pergi, Kalian bertiga tidak apakan? Mengingat Sungjong dan Myungsoo tidak pernah bepergian jauh dari istana, dan Sowon juga masih menjadi pengantin baru terlebih hamil" ucap Raja Hwanhee memandang kearah Sohee dan Suzy juga Sowon.
"Ah nde. Ini demi kepentingan negara kita, jadi kami mampu tidak mampu kami harus melepaskan suami kami pergi untuk menjalankan tugasnya" ucap Sohee bijak.
"Kau sungguh bijak anakku. Percayalah, tidak akan lama mereka pergi"
"Kami diistana akan berdoa setiap hari untuk keselamatan mereka, agar mereka segera kembali dengan selamat" ucap Sowon membuat ibu suri dan raja senang. Suzy hendak mengeluarkan suara namun tangan Sohee lebih dulu menggenggamnya erat agar Suzy tidak bicara apapun.
"Kau sungguh istri mulia Sowon" puju ibu suri.
"Ayah, Bisakah kita makan dulu karena aku sudah sangat lapar sekali" ucap Alex.
"Ah benar kita sepertinya terlalu banyak berbicara hingga lupa bahwa kita sedang berada di meja makan. Mari kita semua makan dan kita lanjutkan pembicaraan ini nanti"
*
*
Rumah Sungjong.
Kedua orangtua Sungjong dan Sohee duduk bersama, ini mengenai Sungjong yang akan pergi bersama Myungsoo ke China menangani kerjasama mereka.
"Kenapa kau setuju pergi nak? Kau masih muda dan belum berpengalaman dalam hal politik, aku sungguh khawatir padamu" ucap seketaris Lee pada putra semata wayangnya.
"Ayah, kenapa kau khawatirkan? Aku hanya menjaga dan menemani Myungsoo. Aku bisa ilmu persilatan, aku bekerja di departemen pertahanan istana"
__ADS_1
"Tetap saja kau masih muda. Kenapa bukan aku saja yang disuruh pergi mengawal pangeran Myungsoo, aku lebih berpengalaman pergi"
"Anakku, ibu punya firasat tidak baik untuk kepergianmu nak. Dengarkan kami, kau anakku satu-satunya" kini ibu Sungjong menambahkan.
"Ayah ibu, percayalah padaku. Aku akan kembali dengan selamat. Sohee kau percaya aku kan?"
"Sungjong, aku juga sama dengan ayah dan ibu, aku tidak ingin kau pergi sebenarnya namun aku juga tidak bisa menolak perintah yangmulia. Aku tidak ingin kau pergi meninggalkan kami untuk bertugas dalam waktu lama" tutur Sohee.
"Aku tidak akan kenapa-kenapa? Tolong siapkan pakaianku"
"Baik, aku akan menyiapkan apa yang akan kau bawa" ucap Sohee yang kemudian pergi meninggalkan ruang tengah menuju kamar mereka.
Dikamar Sungjong-Sohee.
Sohee menyiapkan pakaian,obat-obatan dan keperluan lain yang akan dibawa Sungjong pergi ke China. Sohee tampak merajuk karena Sungjong yang akan pergi meninggalkannya.
"Hanya beberapa bulan saja sampai kerja sama pembangunan jembatan penghubung China dan korea berhasil dilaksanakan. karena tidak mungkin kami bolak balik Seoul-China, percayalah aku akan kembali dengan selamat" ucap Sungjong menarik tangan Sohee agar berdiri dan memeluk Sohee.
"Aku hanya takut kau pergi dan disana kau melupakan aku, ayah, ibu dan Jungshin dan berpaling pada wanita cantik disana. Sejak kita menikah ini pertama kalinya aku jauh darimu, ini membuatku gelisah"
"Tidak akan, aku tahu kau takut dan cemas karena aku akan pergi jauh tapi ketakutanmu itu tidak akan terjadi Sohee. Aku akan kembali dengan selamat karena sejak hidup denganmu aku jadi merasa takut kehilangan, manusia hidup untuk orang yang dicintainya begitupun denganku yang hidup untuk mencintaimu"
"Kau harus janji agar pulang dengan selamat. "
"Iya, demi kau, Jungshin, ayah dan ibu. Aku akan kembali dengan selamat" ucap Sungjong yang masih setia memeluk Sohee, dan mencium keningnya.
Lain Sungjong dan Sohee, lain lagi dengan Myungsoo dengan Suzy dan Sowon dipaviliunnya.
"Myung, apa tidak bisa kau tidak pergi. Aku sedang hamil dan kau tega membiarkan aku mengalaminya sendiri. Kau akan pergi berapa lama?" ucap Sowon yang dudukdengan melas berharap Myungsoo luluh.
"Ini masalah kerja sama istana dalam pembangunan jembatan yang menghubungkan beberapa negara, jika segera dilaksanakan pembangunan maka akan segera kembali. Jika tidak langsung maka aku akan begitu lama disana, siapapun tidak bisa memastikan" ucap Myungsoo yang berdiri diantara kedua istrinya yang duduk berhadapan.
"Apa kau akan kembali saat aku sudah melahirkan, apa kau menjadi tidak bertanggung jawab begini"
"Kau menikah dengan keluarga istana, jadi kau harus bisa bersikap tidak kekanakan"
"Myung, biarkan aku ikut pergi. Aku bisa silat yang hebat. Jia, Chaekyung tolong siapkan keperluanku juga, aku akan ikut pergi'' ucap Suzy yang bangkit dari duduknya yang mengajak kedua dayangnya berkemas.
"Hey kau mau apa?" Cegah Myungsoo dan kembali mendudukan Suzy dikursinya.
"Tidak bisa, ini urusan negara kau disini saja. Kau tidak boleh pergi"
"Kenapa?"
"Aku seorang pangeran dan aku seorang pemimpin di departemen pemerintahan istana, aku sudah lama menunggu untuk tugas ini jika aku membawa istri untuk tugas ini maka aku akan dinilai pangeran yang tidak bisa dewasa."
"Jika aku menyamar dan ikut dibelakang apa tetap tidak boleh?"
"Tidak boleh, aku sudah lama menunggu tugas ini jadi jangan mengagalkanku dan jangan membuatku cemas"
"Baiklah" ucap Suzy sebal.
"Jika dia pergi begitu saja, bagaimana denganku? Semula ingin memupuk cinta agar berdekatan dengan Myungsoo, agar dia bisa menjadi milikku selamanya. Astaga, rencanaku berantakan" ucap Sowon gelisah dalam hati. "Myung, apa ada yang bisa ku bantu" ucap Sowon berdiri dan mendekat kearah Myungsoo yang berdiri didekat kursi Suzy.
"Tidak perlu, ada pelayan dan para pengawal yang bisa menyiapkannya. Kau sedang hamil jadi istirahat saja" ucap Myungsoo.
"Kakak Suzy, apa kita bisa menyiapkan pakaian untuk Myungsoo bersama-sama" Ucap Sowon masih bersikap memaksa.
"Tidak perlu, kau sedang hamil. Jika mengangkat barang berat nanti janinmu akan terganggu, aku tidak mau disalahkan ibu suri" ucap Suzy dengan bijak.
"Dengar, dipaviliun ini kalian tinggal karena sudah menikah denganku, tidak jelas kalian teman ataupun musuh. Saat aku disini mungkin aku bisa mendamaikan kalian dari rasa ketidakadilan, selama aku pergi jaga diri kalian dan kalian harus hidup rukun. Sowon, Suzy orang yang agak ceroboh dan tidak cerdas sepertimu yang mudah mengambil hati ibu suri namun dia tidak pernah berniat jahat pada siapapun. Kau harus jaga dia"
"Aku bisa jaga diriku sendiri, aku bukan anak kecil yang harus dijaga Sowon"
"Dasar bodoh, maksudnya aku lebih hebat darimu Bae Suzy dan tentu saja aku lebih licik darinya. Masih bilang aku harus menjaga suzy" ucap Sowon dalam hati sambil tersenyum misterius. "Myung, tenanglah aku akan menjaga kakak. Aku adalah sudaranya setelah aku masuk paviliun ini jadi aku tidak akan menjadi musuh kakak. Kau pergilah dengan tenang" ucap Sowon dengan lembut.
"Suzy kau harus akur dengan Sowon, jangan bertengkar dan berselisih lagi. Aku cemas akan hal itu"
"Kami biasa saja kenapa kau berpesan begitu serius, apa kau cemas aku menyakitinya dan melukai anakmu? Baiklah-baiklah. Aku janji" ucap Suzy penuh penekanan yang langsung berbalik menuju kamarnya, disusul Myungsoo yang mengikutinya.
"Belum juga berangkat aku sudah membuat mereka berdebat, saat Myungsoo pergi aku harus membuatnya tersingkir dari istana jadi hanya aku yang akan jadi istri seutuhnya" ucap Sowon dalam hati sambil tersenyum kemenangan, kemudian dia mengajak kedua dayangnya masuk ke kamarnya.
Didalam kamar Myungsoo dan Suzy saling bicara masalah kepergian Myungsoo yang tidak membiarkannya ikut.
__ADS_1
"Myung, biarkan aku ikut. Aku janji tidak akan membuat masalah, aku tidak tenang kau pergi" ucap Suzy masih merajuk ingin ikut.
"Aku sungguh ingin mengajakmu, sungguh sulit bagiku berpisah denganmu tapi ini adalah tanggung jawab besarku yang pertama dan aku sudah menunggu tugas ini sangat lama tolong mengerti. Aku pergi bersama Sungjong jadi semua akan baik-baik saja" ucap Myungsoo memegang pipi Suzy.
"Jika kau pergi lama mungkin aku akan mati perlahan-lahan diistana"
"Bisakah kau tidak mengatakan hal seperti itu? Aku semakin berat berpisah denganmu"
"Aku tidak bisa mengatakan hal yang baik. Aku sungguh berdebar-debar jadi kau harus segera kembali"
"Suzy, aku mencemaskanmu. Saat aku tidak ada jika ibu suri mempersulitmu maka tidak akan ada yang membantumu. Demi aku maka kau harus menjaga bicaramu, seringlah dngan Sohee atau Alex karena aku lebih mempercayai mereka daripada yang lainnya diistana"
"Baik, aku janji akan melupakan dendamku pada raja dan menunggumu kembali. Aku akan menjaga Sowon dan anakmu juga aku akan menjaga Sohee demi Sungjong, aku akan menjaga mulutku agar tidak sembarangan bicara didepan ibu suri"
"Bagus, aku bangga padamu yang semakin dewasa dan pengertian"
"Demi aku, kau juga harus jaga diri baik-baik disana. Jangan lupa makan tepat waktu disana"
"Baik tuan putri jangan khawatir. Zy bolehkan aku meminta hakku malam ini sebelum pergi siapa tahu kali ini kau dapat segera hamil ๐ sudah lama kita tidak melakukannya"
"Suasana melow begini kau masih bisa bicara begitu, kau sudah akan punya anak dengan Sowon yang sebentar lagi lahir, kenapa meminta anak padaku yang sangat mustahil hamil" ucap Suzy berbalik memunggungi Myungsoo. Namun tentu saja Myungsoo tidak menyerah.
"Tentu saja aku akan lebih bahagia jika kau yang hamil, bukan Sowon" ucap Myungsoo memeluk Suzy dari belakang.
"Jadi kau tidak menginginkan anak Sowon? Lalu kenapa kau menghamilinya?"
"Malam itu aku dijebak, aku hanya bisa melihat wajahmu malam itu. Bukan tidak mau anak itu Zy, anak itu diluar dugaanku yang harus ku sayangi walau aku tidak bisa mencintai ibunya"
"Myung, jika aku selamanya tidak bisa hamil apa kau akan membuangku ke istana pengasingan?"
"Aku mencintaimu mana mungkin aku melakukan hal itu, dengarkan aku dan nikmati sentuhanku. Jangan pikirkan orang lain" ucap Myungsoo dari belakang Suzy sambil tangannya yang sudah masuk kedalam baju Suzy, menyentuh permukaan kulit Suzy dari bawah menuju atas. Bibirnya terus mencumbu leher Suzy dengan gemas.
"Eggggjhhhh.... Myungggg....." desah Suzy saat Myungsoo meremas dadanya dari balik pakaian dalam Suzy. Myungsoo membalik tubuh Suzy agar menghadapnya, menyatukan bibir mereka dan ******* bibir Suzy dengan gemas sementara tangannya melepaskan seluru baju yang dikenakan Suzy, dan juga baju yang dikenakannya hingga berserakan dilantai. Dengan tak sabaran Myungsoo segera melemparkan tubuh mereka ke ranjang empuk mereka, bibirnya segera kembali melahap bibir Suzy dan melumatnya hingga Suzy tak mampu mendesah keras sambil tangannya meremas kedua dada Suzy.
"Kau selalu indah Zy, tubuhmu membuatku tak bisa berkutik sama sekali" ucap Myungsoo setelah melepaskan ciumanya, tangannya mengelus rambut Suzy dan menyingkirkannya ke samping
"Kau kebanyakan gombal Myung, rayuanmu sudah basi" ucap Suzy yang sudah mulai berkeringat dibawah Myungsoo.
Myungsoo menurunkan kepalanya mencium dan ******* dada Suzy sebelah kanan dan memainkan dada kirinya, Suzy mendesah sambil meremas kedua lengan Myungsoo.
"Aaaaahhhh....."
Myungsoo terus ******* dada Suzy bergantian hingga Suzy melengkungkan tubuhnya, dirasa sudah terangsang mulut Myungsoo menyusuri perut Suzy dan semakin ke bawah menuju ****** Suzy yang sudah tidak tertutup apapun.
"Dadamu ku rasa semakin membesar saja" ucap Myungsoo membuat Suzy malu hingga akan memukul kepala Myungsoo namun dapat dicegahnya.
"Itu karena ulah tangan nakalmu sejak dulu."
"Tapi aku suka, karena kau terlihat seksi apalagi vaginamu yang merah ini Zy. Luar biasa" ucap Myungsoo yang kemudian menciumi ****** Suzy hingga membuat Suzy mendesah dan melampiaskannya pada rambut Myungsoo. Setelah puas mencumbu ****** Suzy, Myungsoo menarik diri dan menempatkan juniornya pada ****** Suzy.
"Akkhhhh" ringis Suzy karena dia dan Myungsoo sudah lama tidak melakukannya setelah tahu orangtuanya dibunuh raja dan Sowon diketahui hamil.
"Suzy, kau baik-baik saja. Apa aku menyakitimu? Maafkan aku"
"Aku tidak apa? Mungkin karena kita sudah lama tidak melakukannya jadi rasanya sedikit nyeri. Tolong pelan-pelan"
Myungsoo mencium bibir Suzy, dada Suzy sambil menggerakkan juniornya perlahan agar ****** Suzy terbiasa padanya, dirasa sudah terbiasa Myungsoo mengerakkannya sedikit lebih cepat karena tubuh Suzy yang begitu membuatnya kecanduan.
"Aaaa Myunggggg..." desah Suzy setelah mendapatkan ******* pertamanya, Myungsoo berhenti sebentar lalu mengenjotnya lagi agar mendapatkan kepuasan yang sama dengan Suzy.
"I love U, saranghae Kim Suzy" ucap Myungsoo menciumi wajah Suzy yang berada dibawahnya dengan lemas, namun Myungsoo tak juga beranjak dari penyatuan mereka.
"Love You too Myung, jangan minta lebih ya aku capek sekali " ucap Suzy yang sudah capek mendorong tubuh Myungsoo namun Myungsoo tak bergeming, malah tersenyum dan melanjutkan aksinya.
Myungsoo kembali menciumi dada Suzy dan merangsangnya dengan giginya hingga Suzy mendesah kembali karena terangsang hingga ******* lagi membuat junior Myungsoo yang semula mengecil terangsang dan membesar lagi yang sejak tadi tidak keluar didalam ****** Suzy, Myungsoo mengangkat tubuh Suzy hingga Suzy duduk dipangkuannya. "Aigo Myungggg..." desah Suzy yang memegang pundak Myungsoo sambil pinggangnya dinaik turunkan Myungsoo, vaginanya yang basah memudahkan kedua alat kelamin mereka beradu naik turun keatas bawah.
"Myung, aku sudah lelah." ucap Suzy yang sudah kelelahan tidak berdaya digenjot Myungsoo hingga beberapa kali.
"Sekali lagi ya, aku janji setelah ini kita tidur" ucap Myungsoo membaringkan Suzy dan meletakkan bantal dibawah bokong Suzy. "Ini akan membuatmu cepat hamil, aku sudah menanyakannya pada tabib istana" lanjutnya sambil kembali menaik turunkan juniornya pada ****** Suzy yang digenjotnya tanpa henti sejak tadi.
"Aaaaahhhhhhh" teriak keduanya saat mencapai ******* bersama. Myungsoo langsung melepaskan diri dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Suzy berbalik memunggunggi Myungsoo dan memejamkan matanya.
"Zy, semoga kau hamil saat aku pulang nanti๐" bisik Myungsoo yang memeluk tubuh Suzy dari belakang dan memejamkan matanya.
__ADS_1
"Tuhan, semoga keinginan Myungsoo tidak terjadi. Jika aku hamil maka semua akan bertambah rumit, ibu suri pasti akan membunuh anakku kelak karena keinginannya hanya Sowon dan anaknya yang menjadi ratu di istana ini. Aku mencintai Myungsoo namun aku juga tidak bisa melahirkan cucu dari orang yang membunuh orangtuaku, tuhan tolong aku. Aku tidak mau menimbulkan banyak korban, cukup aku dan kakakku yang terpisah karena hal ini. Aku tidak akan sanggup jika nanti dipisahkan oleh anakku" ucap Suzy dalam hati dan memegang tangan Myungsoo yang memeluknya, kemudian dia juga memejamkan matanya untuk tidur.