Ujian Cinta Seorang Putri

Ujian Cinta Seorang Putri
Chapter 13


__ADS_3

Suzy mengerjapkan matanya perlahan, menyesuaikan pencahayaan matanya. Dia merasa bingung? Dimana dirinya berada? Apakah dia sudah mati atau dia sedang diculik. Suzy mendudukan dirinya sambil menoleh kanan kiri.


Perlahan pintu kamar terbuka, menampilkan sosok Sohee dan Eunji yang langsung menghampirinya bersama Jia dan Chaekyung yang membawa se ember air.


"Suzy, kau sudah sadar. Aku sangat merindukanmu" ucap Sohee yang berlari memeluk Suzy yang sedang bingung.


"Zy, katakan sesuatu. Apa yang kau rasakan? Zy......" ytanya Eunji yang berdiri dibelakang Sohee.


"Aku baik. Tapi ini dimana? Kenapa tempat ini asing? Ini bukan kediaman kita. Dan berapa lama aku tidur? Rasanya badanku pegal sekali, aku kira aku sudah mati" ucap Suzy yang kebingungan pada Sohee yang sudah melepaskan pelukan dan kini memandang Eunji.


"Kau baru saja bangun dari tidur panjangmu, kenapa buru-buru bertanya banyak hal seperti itu. Bagaimana jika kau mandi dan makan dulu baru kita bicara?" ucap Eunji mengalihkan pembicaraan sementara.


"Baiklah, kalian bantu aku" perintah Suzy pada Jia dan Chaekyung yang siap membantunya. Suzy masih bingung ini dimana, semua masih sama hanya kamarnya berbeda.


"Baik tuan putri" ucap Jia dan Chaekyung menyambut tangan Suzy dan membawanya ke kamar mandi.


Sohee dan Eunji menyiapkan keperluan pakaian Suzy dan makanan untuk Suzy.


"Apa kita tidak perlu memberi tahu saja Myungsoo jika Suzy sudah bangun dari komanya?" tanya Sohee.


"Jangan dulu, kita perlu menjelaskan pada Suzy tentang pernikahannya saja susah. Apa kau tidak lihat dia tadi kebingunan karena dia disini? Masalah Myungsoo nanti kita bisa minta bantuan Jia atau Chaekyung untuk memberi tahu Myungsoo. Suzy lebih penting saat ini karena dia sudah koma hampir selama 1 bulan" jawab Eunji dengan bijak.


"Kau benar, Suzy lebih penting saat ini. Semoga tidak terjadi masalah saat dia tahu kalau dia sudah dinikahi Myungsoo"


Suzy selesai dengan mandinya, dia menuju meja dimana Sohee dan Eunji sudah menunggunya untuk makan mengisi perutnya.


"Sudah lama sekali rasanya aku tidak makan bersama kalian seperti ini" ucap Suzy antusias saat melihat beberapa makanan kesukaannya.


"Makanlah, setelah itu kita jalan-jalan agar kau merasa segar setelah kembali dari tidur panjangmu" ucap Eunji.


"Dimana kakakku?"


"Dia ke sokcho katanya paman kalian sakit, jadi dia pulang kesana. Tapi dia janji akan segera kemari lagi jika paman kalian sembuh"


"Oooo, lalu Ini dimana?"


"Makan dulu, jangan bertanya terus" ucap Sohee mengambilkan bebek pedas pada Suzy.


"Gomawo Sohee, kau yang terbaik" ucap Suzy mengacungkan jempolnya sebelum memakan bebek pedas yang diambilkan Sohee.


Mereka bertiga jalan-jalan di taman belakang, mereka duduk sambil melihat ikan koi yang berenang kesana kemari.


"Ini masih di istanakan?" tanya Suzy celingukan.


"Tentu saja. Kau pikir kau amnesia setelah tidur lama hahaha" jawab Eunji menggoda Suzy.


"Lalu kenapa aku bisa tinggal di paviliun tadi. Bahkan lebih besar dari kamar kita Sohee? Dan kau tinggal denganku juga disana saat ini, hebat!"


"Zy, dengarkan aku baik-baik. Biar aku jelaskan agar kau tidak bingung. Kita sudah tidak tinggal bersama lagi. Maksudku aku tidak tinggal diistana lagi dan kau sekarang tinggal di tempat yang ditinggali Myungsoo" ucap Sohee menjelaskan yang langsung dipelotori Suzy.


"Mwo? Aku tinggal dengan Myungsoo. Bagaimana bisa? Kau bercanda? Lalu kau tinggal dimana? Apa istana mengusirmu" teriak Suzy yang membuat Eunji dan Sohee menutup telinga.


"Zy dengarkan aku, kau dan Myungsoo sudah menikah begitupun Sohee dan Sungjong. Jadi jika putri istana menikah maka dia akan ikut suami dan tinggal dirumah suaminya. Kaupun sama karena sudah menikah dengan Myungsoo maka kau tinggal dimana Myungsoo tinggal. Mengerti!😉"


"Kenapa kau tega menyetujui Myungsoo menikahiku. Seharusnya dia menikahi Sinbi bukan aku, bagaimana aku bisa pergi dan mencari lelaki yang tampan idamanku😞"


"Tentu saja aku setuju, jika tidak kau akan ikut dengan kak Seungho meninggalkan ku. Aku sudah bilang dimana aku ada kau juga harus ada, itu sudah janji kita sejak kecil Kim Suzy😌"


"Ish kalian ini kenapa berdebat. Dengarkan aku Zy, Myungsoo menikah denganmu karena cinta dan kau hampir kehilangan nyawamu untuknya. Kakek tua difestival yang kau dan Alex temui menyarankan kami jika kau melakukan kontrak batin seumur hidup, maka kau akan selamat walau jika tidak berhasil Myungsoo akan ikut mati. Tapi dia tetap melakukannya tidak peduli nyawanya, apa yang kau ragukan? Sinbi bahkan sudah pergi setelah kau jatuh pingsan waktu itu" ucap Eunji panjang lebar menceramahi Suzy yang cemberut.


"Kau tahu sendiri bahwa kami tidak cocok, dia dan aku banyak sekali perbedaannya. Apalagi ibu suri yang begitu membenciku" protes Suzy.


"Mau kau protes apapun saat ini, faktanya semua orang sudah tahu bahwa kau adalah istri dari pangeran Kim Myungsoo."


"Aish.... Kalian jahat padaku, kenapa juga kalian percaya pada kakek tua yang bicaranya suka ngawur itu." ucap Suzy mengalihkan tubuhnya membelakangi mereka berdua.


"Zy, kau tahu aku sangat sayang padamu dan hanya dengan ini kita bisa slalu bersama, walau sekarang aku tidak tinggal diistana tapi setiap hari aku disini. kau ingat janji kita bahwa kita akan slalu bersama jadi kau tidak boleh kemanapun meninggalkan aku" ucap Sohee memeluk Suzy dari belakang diikut Eunji.


"Kalian membuatku merasa bersalah. Aku bahkan tidak pernah yakin dengan istana, tapi kenapa dengan tiba-tiba aku bangun dari tidurku aku sudah menjadi istri dari Myungsoo. Astaga kesialan apalagi ini"


"Hust. Jangan bicara lagi Kim Suzy, awas saja kau"


*


*


*


Suzy masuk ke dalam kamarnya dengan Myungsoo saat senja mulai menyapa awan, dia malas masuk ke kamarnya yang saat ini atau bisa dibilang kamarnya dengan Myungsoo tapi dia tidak mungkin kembali ke kediaman lamanya yang mungkin sudah kosong karena semua barangnya sudah dipindahkan kesini. Dia sungguh kesal menikah atau lebih tepatnya dinikahkan dengan Myungsoo tanpa persetujuannya. Suzy masuk kamarnya dengan banyak kekesalan dan umpatan sumpah serapahnya pada Sohee dalam hati, hingga dia tidak menyadari bahwa Myungsoo sedang terseyum memperhatikan Suzy sejak Suzy masuk membuka pintu.


"Kau darimana? Kau baru bangun tapi sudah berani keluyuran? Aku menunggu hampir dua jam ternyata kau malah menikmati keluyuranmu dengan Sohee dan Eunji?" ucap Myungsoo beranjak dari duduknya menghampiri Suzy yang masih berdiri.


"Astaga. Yaa Kim Myungsoo, kau mau membuatku jantungan. Kau kenapa tiba-tiba disini membuatku kaget saja" cerca Suzy kesal karena kaget.


"Suruh siapa melamun! Sampai tidak tahu aku ada disini"


"Aku melamun atau tidak itu urusanku. Apa yang sedang kau lakukan disini? Ini kamarku"


"Ini paviliun tempat tinggalku sayang, kenapa bertanya hal bodoh. Seharusnya Eunji atau Sohee sudah menjelaskan padamu bahwa kita sudah menikah. Jadi wajar jika kita tinggal disatu kamar"


"Jadi kita menikah itu benar? Yaaa bagaimana bisa kau menikahi ku tanpa persetujuanku. Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan saat aku koma" ucap Suzy memukul dada Myungsoo dengan tangannya, namun Myungsoo menarik tangan Suzy hingga tubuh Suzy jatuh didadanya. Kesempatan itu tentu saj dimanfaatkan Myungsoo untuk mencium Suzy walau hanya beberapa detik.


"Yaaa kurang ajar, lepaskan aku" ucap Suzy meronta minta dilepaskan, Myungsoo tersenyum mengejek sambil mencekal kedua tangan Suzy.


"Kalau aku tidak mau. Kau mau apa?"


"Yaa Kim Myungsoo pernikahan ini mana sah, ini tidak sah bahkan aku belum setuju."


"Tapi semua sudah setuju. Kakakmu juga sudah merestui pernikahan kita jadi kau tidak bisa mengelak lagi"


Rontaan Suzy berhenti saat mendengar Myungsoo berkata bahwa kakaknya sudah merestuinya.


"Kau pasti bohongkan? Mana mungkin kakakku setuju"


"Daripada otakmu berpikir yang tidak jelas,bagaimana jika kita melakukan malam pertama kita. Kita sudah melewatkan momen ini selama satu bulan😏" ucap Myungsoo melemparkan tubuh mereka berdua ke ranjang antiknya, hingga Suzy terkungkung dibawahnya.


"Myung, aku baru sadar dari komaku. Apa kau tega membuatku lelah" rayu Suzy agar Myungsoo melepaskannya.


"Aku yakin kau sudah baik-baik saja. Buktinya kau sudah bisa melawanku seperti ini, dan sudah bisa keluyuran kemana-mana seharian ini"

__ADS_1


"Ayolah Myung, aku lelah dan butuh istirahat. Aku juga perlu mandi"


"Untuk apa mandi, kita bisa mandi nanti. Aku tidak mau menundanya, aku sudah lama menunggumu😇"


# hehehe Gimana? Lanjut apa gak nih😌


Myungsoo mencium Suzy dengan lembut walau kedua tangannya mendekap erat tubuh Suzy yang terus saja berontak ingin dilepaskan. Dikulumnya bibir itu dengan penuh hasrat karena lamanya menahan rindu pada sang istri😄 digerayanginya tubuh Suzy hingga Suzy tidak sadar bahwa bajunya sudah dilepas dengan perlahan oleh Myungsoo, dan entah sejak kapan Myungsoo juga melucuti bajunya.


Tangan nakal Myungsoo meremasi dada Suzy hingga terangsang dan turun meremasi bongkahan bokong Suzy yang sexy. Mulut Myungsoo yang nakal terus menjelajah dari mulut ke cerukan leher Suzy, memberikan beberapa kissmark tanda kepemilikan diarea dada Suzy.


Myungsoo mengecupi perlahan sebelum memainkan kedua payudara Suzy yang sexy, mengisapnya seperti bayi kehausan. "Aaaaa Myung"


Myungsoo terus saja mendekap Suzy walau mulutnya yang beraksi pada payudara Suzy yang mulai membengkak, karena rontaannya melemas Myungsoo mendongakkan kepalanya dan melihat wajah Suzy yang memerah karena terangsang.


Dengan iseng Myungsoo menggesekan jarinya ke ****** Suzy, dan memasukan 3 jarinya ke dalam ****** Suzy yang mulai basah. "Aaaahhhh apa yang kau lakukan? Sakit bodoh"


"Tentu saja merangsangmu sayang" ucap Myungsoo tersenyum sambil mengeluar masukan jarinya yang membuat tubuh Suzy semakin basah dan mengejang mengeluarkan cairannya.


"Aaaaaaaaahhhhhhh Myunggggg"


Di keluarkan jarinya dan digantikan oleh juniornya yang sudah sangat terangsang akibat desahan Suzy. Diposisikan juniornya didepan ****** Suzy, diangkatnya kedua kaki Suzy agar mengangkang dengan lebar. Dirasa sudah pas dengan sekali hentak Myungsoo berhasil memecah selaput keperawanan Suzy untuk pertama kalinya.


"Aaaaaaaahhh Sakit bodoh" teriak Suzy menitikan air matanya.


"Mianhae. Kau tidak apakan?"


"Kau masih bertanya, tentu saja ini sakit bodoh"


"Mian, mian. Setelah ini akan nikmat"


Belum sempat Suzy protes, Myungsoo kembali menyumpal mulut Suzy dengan bibirnya sambil menaik turunkan pinggulnya perlahan, jika Suzy tidak dicium maka dia yakin Suzy akan terus mengomel padanya.


Myungsoo menaikkan tempo genjotannya keluar masuk hingga membuat Suzy yang berada dibawahnya kelimpungan mengimbangi gerakannya.


"Yaaa aaaaaaa" desah Suzy saat Myungsoo melepaskan ciumannya karena bisa kehabisan mereka berdua. Myungsoo tersenyum melihat wajah Suzy yang memerah, menikmati genjotan juga tangannya yang sibuk meremas kedua payudara Suzy.


Bunyi penyatuan alat kelamin mereka terus bergema, junior Myungsoo terasa sesak didalam rumahnya apalagi ****** Suzy yang berdenyut mengeluarkan cairan membuat juniornya semakin melesak keluar masuk dengan cepat karena pelumasnya keluar.


"Myungggggg, cepatlah. Aku sudah pegal"


"Sebentar lagi sayang"


Myungsoo semakin menggenjot ****** Suzy dengan cepat agar dia segera mengeluarkan ****** yang akan membuahi Suzy menjadi anak-anak yang lucu, dirasa juniornya sesak Myungsoo menekan juniornya makin dalam agar spermanya masuk ke rahim Suzy dan tidak keluar kemana-mana.


Croooootttt


Tidak sampai disitu saja Myungsoo memiringkan tubuh Suzy dan menggenjotnya dari belakang, posisi ini membuat Myungsoo merasa juniornya semakin masuk kedalam ****** Suzy dengan nikmat, tidak memperdulikan Suzy yang sudah capek. Akibat terlalu lama menahan rindu 😄😄😉


"Aaaaaaaaahhhh"


"Iii loooovvveeee uuuuuuu zy....."


Myungsoo terus mengenjot sambil tangannya meremas payudara Suzy yang ada didepan, Suzy terus meracau walau tubuhnya sudah capek akibat penyatuan tubuh mereka. Dirasa tubuh mereka bergetar Myungsoo kembali ke posisi mengangkangi Suzy agar berada dibawahnya, Myungsoo mengenjot terus hingga spermanya keluar sekali lagi bercampur dengan cairan ****** Suzy hingga ada yang keluar bercampur dengan darah keperawanan Suzy.


Dirasa sudah kembali normal Myungsoo mengeluarkan juniornya perlahan, namun karena kesal Suzy mendorong tubuh Myungsoo hingga terjungkal ke bawah.


"Sakit bodoh rasanya, kau seenaknya saja memaksaku melakukan ini. Pergi sana" ucap Suzy memunggungi Myungsoo, Suzy menutupi tubuhnya dengan selimut karena masih malas bangun.


"Tapi aku memaksamu tidak dosa karena aku suamimu, aku sudah melakukannya dengan perlahan karena ini yang pertama jadi wajar jika memang sakit. Tapi kau juga mendesah menikmatinya kan tadi?" goda Myungsoo sambil memakai pakaiannya.


"Sana pergi, aku capek mau tidur. Aku malas mendengar ocehan tidak bergunamu yang mengganggu"


"Baiklah, aku pergi"Ucap Myungsoo pasrah, dia mencium kening Suzy yang sudah memejamkan matanya. Sepertinya Suzy memang lelah karena baru saja mereka bertengkar adu mulut tapi kini sudah tidur. Myungsoo hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya.


Myungsoo keluar kamar, dia melihat Jia dan Chaekyung berdiri didepan pintu, sungguh dayang yang setia pada majikannya itu pikir Myungso.


"Jika Suzy sudah bangun, tolong siapkan air panas untuknya mandi dan beri aromaterapi agar tubuhnya relax. Cuaca dingin tidak baik untuk kesehatannya, dan tolong siapkan makan malamnya juga"


"Baik pangeran, perintah akan kami laksanakan"


"Dan tolong bereskan kekacauan yang sudah kami buat didalam. Aku akan pergi ke paviliun utama menemui keluarga istana"


"Baik pangeran"


Myungsoo pergi dengan wajah berseri-seri, di paviliun utama semua sedang menunggu ke datangannya untuk makan malam.


"Kau datang sendirian, dimana putri Suzy? Bukankah dia sudah bangun, kenapa tidak kemari" tanya selir Chang yang pertama kali menyadari Myungsoo datang.


"Biarkan Myungsoo duduk dulu selir Chang, kau terlalu bersemangat sejak tadi" sela permaisuri.


"Tentu saja, menantu dikeluarga ini sudah sadar tentu saja ini berita yang menggembirakan. Benarkan yangmulia raja Hwanhee?"


"Nde, selir Chang benar permaisuri. Maka itu aku mengajak semua makan malam di paviliun utama istana hari ini" ucap raja Hwanhee.


"Mohon maaf sekal Suzy saat ini sedang istirahat, sepertinya para gadis yang menculiknya tadi siang tidak membiarkan istriku istrahat hingga sore" ucap Myungsoo menyindir sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Sohee dan Sungjong.


"Hey kau menuduh istriku, padahal dia saudaranya jadi wajar jika dia antusias" balas Sungjong.


"Jangan-jangan kau melakukan sesuatu padanya, makanya dia kecapekan" goda Sohee yang membuat Myungsoo kaget dan membuat semuanya tertawa kecuali ibu suri yang memasang tampang benci disamping Miura.


"Kalian ini pengantin baru masa tidak mengerti saja, Suzy baru saja sadar jadi wajar jika pangeran kita ini masih menyembunyikan istrinya yang kelelahan karena ulahnya hihi" ucap Kyuhyun ikut menggoda Myungsoo yang salah tingkah.


"Kalian ini seperti anak kecil saja, yangmulia mohon acaranya segera dimulai biar mereka berhenti menggoda pangeran Myungsoo kita" ucap Miura memberikan argumennya pada raja.


"Nde, nde kita sampai lupa. Mari kita mulai acara makan malam kita, walau sangat disayangkan Suzy tidak bisa hadir padahal makan malam ini untuk merayakan kesembuhannya" perintah raja Hwanhee.


Suzy terbangun dengan tubuh pegal akibat ulah Myungsoo sore tadi, kini dia harus waktu sudah malam sekali bahkan sinar bulan purnama bisa masuk ke dalam sela kamarnya dari jendela kamar yang tidak tertutup. Untung saja Suzy sudah memakai pakaiannya setelah Myungsoo pergi, jika tidak maka dia pasti malu sekali hanya memakai selimut apalagi dengan Jia dan Chaekyung ada didalam kamarnya.


"Putri, apa anda membutuhkan sesuatu? Mungkin anda lapar, pangeran Myungsoo meminta kami menunggu anda bangun dan menyuruh menyiapkan makanan karena anda tidur" tanya Jia saat melihat Suzy bangun.


"Aniya, aku ingin mandi air hangat badanku capek sekali, tolong siapkan air panas untukku" jawab Suzy meringis saat menurunkan kakinya dari ranjang.


"Mari saya bantu bangun putri, untuk pertama kali melakukannya yang kami dengar akan sakit" ucap Chaekyung membantu Suzy bangun dan duduk dikursi, namun ucapannya membuat Suzy memerah malu.


Jia dan Chaekyung pergi menyiapkan air panas untuknya mandi, Suzy sangat malu pada kedua dayang setianya.


"Awas saja Myungsoo sialan itu, aku akan membuat perhitungan dengannya karena membuatku malu dihadapan Jia dan Chaekyung" gerutu Suzy saat menunggu dayangnya menyiapkan keperluan mandinya.


"Tuan putri air mandi untuk anda sudah siap" ucap Jia dan Chaekyung yang keluar dari pintu kamar mandi yang berada tidak jauh dari ranjangnya.

__ADS_1


"Nde, kalian keluarlah. Biar aku berendam sendiri."


"Apa anda ingin makan malam juga, anda tertidur dan melewatkan makan malam anda"


"Tidak perlu, aku akan tidur lagi setelah mandi. Terima kasih sudah menyiapkan air hangat untukku mandi"


"Sama-sama tuan putri"


"Apa Myungsoo juga sering tidur disini?"


"Nde, hampir setiap malam jika beliau tidak sibuk. Namun terkadang nona Eunji dan kakak anda tidur disini menemani anda dan menanti anda bangun. Kami senang bahwa anda bangun kembali dari tidur panjang anda"


"Jika tidak tidur disini, Myungsoo akan tidur dimana?"


"Di paviliun ini memiliki 4 ruangan, ada 2 kamar 1 perpustakaan dan ada dapur juga ruang tamu yang lebar seperti yang anda lihat. Jika tidak tidur disini pangeran akan tidur diperpustakaannya atau dikamar satunya tuan putri"


"Oooo, baiklah kalian boleh pergi"


"Nde, permisi tuan putri"


Kedua dayangnya pergi, Suzy segera masuk ke kamar mandi. Dia melihat bak mandi besar yang sudah disiapkan dengan bau aroma mawar yang menyegarkan hidungnya. Suzy segera melepaskan bajunya disamping baju ganti yang ada dimeja tak jauh dari baknya. Dia segera saja menyeburkan diri untuk berendam sesaat untuk merelaxkan tubuhnya yang capek akibat ulah nafsu Myungsoo yang membuatnya malu sekaligus sebal. Dirasa sudah cukup Suzy segera beranjak dan berganti pakaian yang baru lalu beranjak ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya kembali.


*


*


*


Suzy terbangun dengan merasa ada beban berat yang menimpa tubuhnya, saat matanya benar-benar terbuka dia kaget melihat wajah Myungsoo berada didepannya dengan memeluk tubuhnya.


"Yaaa Kim Myungsoo bangun, apa yang kau lakukan dikamarku. Cepat bangun ish" ucap Suzy mendorong Myungsoo agar melepaskan pelukannya, namun bukan melepaskan malah Myungsoo menarik Suzy hingga Suzy makin erat berada dalam pelukannya. "Yaaa lepaskan aku"


"Diamlah, ini masih pagi. Dan ini kamar kita bukan hanya kamarmu, jadi suka-suka akulah lagipula sudah ku bilang kita ini suami istri jadi sudah jelaskan kenapa aku disini?" ucap Myungsoo dengan mata terpejam dan masih memeluk Suzy.


"Tapi aku sesak. Ish kau menganggu istirahatku"


"Aku sudah sejak semalam disini, dan kau nyaman saja ku peluk sejak semalam"


"Aku mau bangun. Minggir, aku akan pergi jauh dari istana jika kau tidak melepaskanku" ucap Suzy masih terus meronta dalam pelukan Myungsoo.


"Ancamanmu sungguh mengerikan. Baiklah aku lepaskan tapi awas saja kau pergi dari istana, aku pasti akan mencarimu dan memenjarakanmu" ucap Myungsoo melepaskan Suzy dan duduk untuk bangun dari ranjang empuknya.


"Kau yang mengerikan. Kau membuat pria idamanku musnah karena harus menikah denganmu huwa."


"Terima nasibmu. Kau yang seharusnya bersyukur aku ini pangeran yang tampan, yang menjadi idaman para anak bangsawan tapi nasibku menggantung padamu"


"Menikah saja dengan mereka, suruh siapa kau menikah denganku"


"Karena benang jodohku ada padamu kim Suzy😘" ucap Myungsoo kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium Suzy sekilas.


"Yaaa Kim Myungsoo kau mencuri kesempatan" teriak Suzy namun Myungsoo sudah kabur ke dalam kamar mandi dengan tertawa yang membuat Suzy kesal, namun kemudian tersenyum malu.


*


*


*


Suzy selesai sarapan dan duduk diteras bersama Jia dan Chaekyung depan saat raja Hwanhee dan permaisuri datang ke paviliunnya. Membuat Suzy dan kedua dayangnya langsung memberi hormat.


"Hormat pada yangmulia raja dan permaisuri" ucap Suzy segera menundukkan kepalanya, diikuti dengan kedua dayangnya.


"Nde, hormat kalian ku terima" ucap raja Hwanhee mengangkat tangannya, tanda sudah menerima hormat mereka.


"Silahkan masuk yangmulia" ucap Suzy mempersilahkan orang nomer satu diistana masuk ke paviliunnya.


Raja dan permaisuri langsung masuk diikuti Suzy dibelakangnya, para dayang Suzy segera menyajikan teh dan camilan. Sedangkan dayang dan pengawal raja menunggu diluar.


"Silahkan dinikmati yangmulia teh dan camilannya" ucap Suzy ketika para pelayannya sudah menyajikan teh dan camilan.


"Gomawo"


"Kami kesini ingin melihat keadaanmu, semalam kata pangeran kau sedang istitahat makanya tidak ikut makan malam merayakan kau telah sadar" ucap raja Hwanhee setelah meminum tehnya.


"Maafkan hamba yangmulia, hamba ketiduran setelah kecapekan mengobrol dengan Eunji dan Sohee. Hingga terbangun setelah jam makan malam lewat" ucap Suzy sedikit malu akibat ulah Myungsoo kemarin.


"Tidak apa nak, kau baru sadar jadi kami memakluminya. Kami kesini karena ingin membahas sesuatu denganmu" kini giliran permaisuri yang bicara.


"Apa itu yangmulia?" tanya Suzy penasaran.


"Begini, biasanya pangeran yang menikah dengan permaisurinya wajib mengunjungi rumah mertuanya. Berhubung kau tidak mempunyai orangtua jika itu tidak dilaksanakan tidak apakan? Atau kau mau mengajak Myungsoo ke rumahmu yang dulu agar dia bisa mengenal lingkungamu tinggal" jawab permaisuri menjelaskan.


"Tidak apa tidak berkunjung mama, disana hanya ada bibi penjaga rumah yang pernah raja dan pangeran Kyuhyun temui. Tetangga kami juga tidak banyak karena rumah kami diperdesaan yang agak jauh dari kota, Mungkin lain waktu saja atau ketika festival musim semi jika anda mengizinkan" ucap Suzy memberikan alasan.


"Tentu. Kami akan mengizinkan kalian pergi"


"Zy, aku minta maaf jika dulu aku tidak menyukaimu. Tapi ternyata kau wanita berhati baik dan mau menolong putraku yang membuatmu hampir kehilangan nyawa. Aku sungguh berterima kasih padamu, jika kau tidak ada mungkin pangeran Myungsoo sudah tidak ada disisiku lagi. Aku tidak menyesal karena Myungsoo mau mengambil tanggung jawab ini untuk menikahimu" ucap permaisuri memegang tangan Suzy karena sejak tadi dia duduk didekat Suzy.


"Mama, sudah sewajarnya sesama manusia saling menolong. Seharusnya anda tidak perlu repot menikahkan kami" ucap Suzy balas menggenggam tangan permaisuri.


"Suzy, kau sudah ku anggap anakku sejak kau dan Sohee masuk istana. Kau sudah menyelamatkan nyawa pangeran istana sudah sewajarnya jika istana memberikan status pernikahan untukmu." ucap Raja ikut meyakinkan ungkapan permaisurinya.


"Tapi yangmulia ini tidak benar, akan menimbulkan banyak masalah. Apalagi ibu suri yang tidak menyukaiku. Aku bahkan sudah berencana akan ikut kakakku pergi tapi sekarang aish" ucap Suzy kesal sendiri karena tidak bisa menjelaskan maksud hatinya.


"Takdirmu hidup diistana, jadi kami harap kau berbaik-baiklah dengan pangeran Myungsoo."


"Nde yangmulia, perintah anda akan saya laksanakan"


"Kalau kau ingin merayakan pesta pernikahanmu kami tidak keberatan, bulan lalu hanya pernikahan Sohee dan Sungjong saja yang dirayakan."


"Aniya, tidak perlu. Cukup tercatat pernikahan saja tidak perlu pesta karena saya tidak begitu menyukainya"


"Baiklah"


"Permaisuri, mari kita pulang" ucap raja Hwanhee beranjak diikuti permaisuri.


"Zy,kami pamit. Sampaikan salam kami pada pangeran Myungsoo" ucap permaisuri memberikan senyumnya pada sang menantu.


"Nde yangmulia, hati-hati diperjalanan pulang" balas Suzy saat raja dan permaisuri beranjak meninggalkan paviliun tempat tinggalnya.

__ADS_1


__ADS_2