Unknown Baby

Unknown Baby
Surat Asli


__ADS_3

Keluarga.


Tempat kembali sejauh apapun pergi.  Tempat di mana rasa peduli bisa tercurahkan tanpa henti.


Rasa sayang berlandaskan kenangan. Rasa cinta diberikan sejak dalam masa kandungan.


.....


Tuhan mengabulkan keinginan ibu kandung si bayi jabrik. Menghadirkan cinta di antara Myesha dan Faiq supaya menyayangi putranya. Tak hanya itu, si bayi jabrik juga dicintai seluruh keluarga besar. Memiliki 4 nenek yang merawatnya dan 1 kakek yang akan selalu memanjakannya.


Sembilan bibinya yang jarang ditemui pun datang serempak ke rumah Faiq ketika dikabari bahwa Yuno hilang. Mereka khawatir. Semua orang menyayangi dan peduli tanpa terkecuali. Keluarga untuk si bayi menjadi nyata. Dia menemukan istana ternyaman yang disebut keluarga.


Myesha mendekap kuat Yuno, air matanya menetes. Anak yang sangat dia sayangi kembali. Berkali-kali ciuman mendarat untuk pipi gembulnya.


"Apa ada yang luka?" Myesha mengecek tubuh bayi itu. Masih memakai baju yang sama ketika hilang. Tanpa kotor ataupun sobek.


"Nggak kok, aku sudah cek tadi. Riki menjaga Yuno dengan baik," jawab Faiq.


Myesha memeluk Yuno sekali lagi. Hatinya lega. Berkali kali berterimakasih kepada Tuhan yang telah melindungi Yuno. Dan juga kepada Riki, tak menyangka orang yang dia kira cowok brandalan bisa membantunya seperti ini.


"Syukurlah semua baik-baik saja, mending kalian pindah ke rumah Bapak. Biar Yuno dijaga rame-rame. Katanya Faiq ingin membuka praktek. Buka saja di daerah kita biar Bapak yang tanggung semua biayanya." Saran Bapak. Ia juga khawatir terhadap keselamatan cucunya. Buru-buru datang ketika dikabari bahwa Yuno diculik.


Myesha dan Faiq saling pandang, saran dari Bapak bukan hal yang buruk. Akan tetapi, jika bergantung dengan orang tua maka selamanya mereka tidak akan mandiri. Faiq memikirkan hal itu.


Faiq menggeleng, "nggak usah Pak, lagi pula Andre sudah ditangkap polisi. Insyaallah lingkungan ini sekarang aman."


Tangan Faiq mengusap rambut jabrik Yuno sembari tersenyum. Dia akan menjaga bayi itu lebih baik lagi, janjinya pada diri sendiri.


"Sekarang Faiq sudah dewasa, ya?" timpal Mbak Dewi. Kakak pertama Faiq.


Hanya dibalas senyuman, tepukan pundak juga datang dari Mbak Tiara, kakak kedua Faiq. Semua orang mendekat dan saling bercengrama.

__ADS_1


Momen yang jarang terjadi selain hari raya, perkumpulan keluarga besar. Rasa hangat ketika di kelilingi orang-orang yang menyayangi. Terasa lega ketika semua anggota keluarga berkumpul dan baik-baik saja.


Selama 2 hari keluarga besar Faiq tinggal di rumah, menjadikan rumah sangat ramai dengan para ponakan yang bermain di halaman. Nara juga penyempatkan datang di sela padatnya jam kuliah. Tapi sayangnya dia lupa membayar hutang ke Myesha sebesar 50 ribu. Myesha juga tak mau membahas masalah sepele itu walaupun ingat.


"Lambutnya tinggi, ya?" ucap Lely, anak dari Mbak Neni. Kakak ke 4 Faiq.


Myesha yang saat itu sedang memberikan susu ke Yuno pun tersenyum. Lely terus menyentuh rambut jabrik Yuno.


"Dedek belum bisa diajak main, ndak selu," kata Lely lagi. Bocah berumur 3 tahun itu turun dari ranjang.


"Main sama Kak Aristi saja. Dia sedang di halaman." Saran Myesha.


Lely mengangguk, dia mengambil boneka kelincinya lalu berlari ke halaman.


Sementara itu Myesha menyangga kepalanya, Yuno minum dengan hikmat tanpa ada gangguan. Bayi kecil itu perlahan memejamkan matanya, tertidur.


Faiq masuk ke kamar, selama beberapa hari jarang sekali bertigaan dengan keluarga kecilnya. Perlahan dia duduk di ranjang. Myesya selesai memberikan susu kepada Yuno hingga tertidur pulas. Ia merapikan selimut supaya bayi itu lebih nyaman.


"Apa?"


"Udah lama nggak anu-anu."


Myesha memukul lengan Faiq, ia meninggikan kuciran rambutnya yang hampir jatuh.


"Masih banyak orang di rumah, malulah, Mas."


"Kalau gitu nyicil deh, ya?" pinta Faiq. Ia memanyunkan bibirnya. Minta dicium.


Myesha tertawa melihatnya, ia maju, hendak memberikan cicilan yang diminta Faiq. Sudah lama tidak berduaan dengan Faiq seperti ini. Myesha juga rindu.


Bibir mereka hampir menempel, tapi malah pintu dibuka. Menampilkan ibu Faiq.

__ADS_1


"Maaf ganggu, tapi di luar ada tamu mau ketemu Faiq."


Faiq mengembuskan napas berat, kemudian mengelus rambut Myesha cepat sebelum beranjak. "Aku akan segera kembali."


Tamu itu sudah menunggu Faiq, duduk di sofa sembari mengobrol dengan Bapak. Ketika Faiq datang detektif Dito segera berdiri. Membisikan sesuatu kepada Faiq.


"Ayo ke lantai atas." Ajak Faiq. Mengindari Bapak.


"Kenapa nggak ngobrol di sini saja?" tanya Bapak penasaran.


"Ini rahasia penyelidikan, Pak. Jadi bapak tunggu aja di sini."


Beruntung Bapak hanya mengiyakan dan tidak bertanya lebih lanjut. Faiq dan Detektif Dito segera ke lantai atas. Mereka duduk di kursi dekat meja kerja Myesha.


"Apa yang sebenarnya ingin anda tunjukan?" tanya Faiq.


Detektif Dito mengeluarkan surat asli dari orang tua kandung Yuno yang Faiq dapatnya dari Riki beberapa waktu lalu. Kemudian mengeluarkan ponsel dan menyenter dari bagian belakangnya.


"Saya juga baru menemukan ini," ucap detektif Dito.


Tulisan yang disembunyikan dari surat itu kini terbaca. Hanya ada beberapa kata tapi mampu membuat mereka berdua bertanya-tanya apa maksudnya.


TOLONG LINDUNGI BAYI INI


.


.


Season 1 selesai


Kalau kamu udah baca sejauh ini jangan sungkan buat dukung lewat vote ya

__ADS_1


__ADS_2