
Walaupun merasa aneh akan tetapi Faiq tetap membukanya, total ada lima video di sana dengan judul tulisan jepang. Faiq semakin penasaran dengan isinya. Ia membuka video paling atas tanpa menunggu Myesha.
Sementara itu setelah menyelesaikan acara buang air kecil, Myesha membasuh wajahnya dengan air untuk mengurangi ngantuk dan menambah daya fokus. Ia memandang wajahnya di cermin. Agak buram karena kacamatanya terkena air.
Gadis itu melepas kecamatanya sembari membuka pintu kamar mandi, lalu berjalan ke meja kerjanya. Membuka laci dan mencari pembersih kacamata. Ia melirik ke Faiq, pria itu sedang fokus menatap laptop.
Setelah merasa kacamatanya bersih, Myesha berjalan mendekat. Kemudian duduk di samping Faiq kembali.
"Video apa sih, Mas?" tanya Myesha sembari memakai kacamatanya.
"Kamu bilang dong Sha kalau pingin, nggak perlu pakai acara nobar kayak gini. Dosa mending praktek langsung malah dapat pahala," kata Faiq santai sembari membesarkan volume laptop.
Terdengar suara seorang gadis berkali kali mengeluarkan kata "ah" dan "emb". Myesha yang tak mengerti dengan maksud perkataan Faiq mendekat dan melihat video itu dengan seksama.
Matanya hampir loncat keluar setelah mengetahui video pemberian Susi yang tengah ia tonton sekarang, seorang gadis Jepang tanpa busana diciumi seorang pria yang juga tanpa busana. Mereka mamadu hasrat di kebun kopi beralaskan karpet. Ada banyak ilalang di sekitar. Jantung Myesha berdetak kencang, itu adalah kali kedua dia melihat video tidak senonoh. Dulu seorang teman SMA pernah memperlihatkannya video seperti itu tetapi Myesha yang cupu tidak tertarik dengan dunia miring. Hidupnya lurus tak terkontaminasi hal-hal seperti itu.
Dengan sigap Myesha menutup laptop dengan kedua tangannya, kemudian menunduk malu.
__ADS_1
"Aku beneran nggak tahu kalau isinya kayak gini."
Sungguh, jika Myesha tahu dia tidak akan mengajak Faiq untuk menontonnya. Bagaimana reaksi pria itu sekarang Myesha tak berani melihat karena terlalu malu hingga ingin kabur ke dunia lain.
"Ah, cuma kayak gitu. Aku punya versi yang lebih keren dari itu. Ayo aku tunjukin langsung," kata Faiq.
Tangannya meraih tangan Myesha dan membawanya turun ke lantai satu, langsung masuk ke dalam kamar mereka. Dengan cepat Faiq membuka kaosnya dan melempar asal.
"Kamu mau apa, Mas?" tanya Myesha takut. Jantungnya berdebar tidak karuan karena melihat Faiq tak memakai baju.
Sementara itu Faiq mendekat membuat Myesha semakin mundur. Kakinya mentok ke ranjang tetapi Faiq terus mendekat. Pada akhirnya gadis itu jatuh ke ranjang dengan telentang.
"Jangan bercanda, Mas." Myesha mencoba mendorong supaya Faiq menjauh. Tetapi tenaga pria itu jauh lebih besar darinya.
Badan Faiq besar dan berotot kekar, tenaganya juga kuat. Tenaga Myesha seperti semut di mata pria itu.
"Sha, polos itu ada batasnya. Aku sudah berusaha nahan diri buat nggak nyentuh kamu. Tapi kamu malah ngajak nonton video kayak gitu."
__ADS_1
"Aku kan nggak tahu, Mas." Wajah Myesha memelas. Sungguh merasa bersalah dan menyesal. Kini dia takut Faiq marah.
"Kamu tahu apa gunanya benda ini?"
Faiq mengambil benda tipis segi empat yang dia kantongi dengan tangan kanan. Ia menyobek bungkus benda itu menggunakan giginya. Kemudian mengeluarkan benda yang seperti balon tepat di depan mata Myesha.
"Balon." Myesha menjawab seperti sebelumnya.
"Benda ini untuk digunakan di sana," ucap Faiq sembari melihat ke bawah tepat ke anunya. Arah matanya diikuti oleh Myesha. "Supaya kamu nggak hamil." Lanjutnya kemudian.
Sejurus kemudian Myesha baru mengerti, ia malu, sungguh merasa malu. Pipinya merona merah.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Aku dah up banyak, votenya yg banyak juga ya. Jangan sampek aku nyesel karena lelahku gk dihargai. Selamat malam minggu.