Unknown Baby

Unknown Baby
Tampat Sampah


__ADS_3

Saat ini Myesha bersyukur karena pria yang dia nikahi adalah orang yang sangat pengertian. Jika pria lain mungkin akan langsung menerkamnya tanpa memikirkan perasaannya sama sekali.


Seperti kata Faiq, dia akan mengungkapkan perasaanya untuk Dhamar. Kakak kelas ketika dia SMA dulu, orang yang menjaganya seperti kakak sendiri ketika ngekos sendirian di Bandar Lampung.


Beberapa minggu lagi Dhamar akan ke Lampung. Pria berusia dua tahun lebih tua dari Myesha itu bekerja sebagai ajudan DPR RI, menemani pejabat wara wiri menjalankan tugas rakyat ataupun hanya mengambil hati rakyat. Dia juga berkecimpung di dunia politik sejak lulus kuliah.


"Makasih pengertian, Mas. Aku akan mengungkapkan perasaanku dulu baru move on. Setelah itu mungkin aku bisa membuka hati untukmu."


Faiq menjatuhkan diri ke samping, memeluk gadis itu dengan erat.


"Nggak papa, aku akan menunggu dan berusaha mendapatkan hatimu. Kita pelan-pelan aja."


Myesha menenggelamkan wajahnya di dada bidang Faiq yang tak memakai baju, merasakan detak jantung di sana. Untuk saat ini dia merasa sangat nyaman berada di dekat Faiq. Perasaan yang sudah lama tak Myesha rasakan.


Pria itu seperti pelindung, pembimbing dan penyayang. Faiq mampu menghadirkan kesan itu ke dalam hati Myesha.


Masih mendekap erat Myesha, Faiq mampu mencium aroma wangi rambut gadis itu. "Pria yang kamu sukai itu orang yang seperti apa?"


Mendengar pertanyaan itu Myesha mendongak ke atas, menatap bola mata Faiq yang memandangnya. Kemudian Myesha menunduk lagi.

__ADS_1


"Dia orang yang pekerja keras, orang tuanya bercerai dan dia tinggal di Bandar Lampung sepertiku untuk sekolah. Dia punya semangat kuat sampai membuatku iri."


Myesha menjawab apa adanya. Mengingat pria yang telah mencuri hatinya hingga beberapa tahun ini. Pria dengan lesung pipit yang tak mampu dia lupakan.


"Sekarang dia ada di mana?" tanya Faiq lagi.


"Dia kerja di Jakarta, jadi ajudannya pejabat tapi katanya bulan depan dia cuti libur ke Lampung."


"Terus pacarnya?"


"Aku nggak terlalu kenal, dia pacaran sejak lulus kuliah. Setahuku sih pacarnya orang Lampung Timur."


"Siapapun orang yang kamu sukai tetap saja aku yang menang, karena di kartu keluarga kamu milikku."


Sementara itu Myesha menikmati perlakukan lembut Faiq, pria yang sangat menghargai perasaannya.


Perlahan Myesha membalas pelukan pria itu hingga tertidur. Senyum muncul di bibir Faiq ketika Myesha mau membalas dekapannya, satu kemajuan lagi dalam hubungan mereka.


Malam itu mereka tertidur dalam keadaan saling memeluk hingga jam dua, Yuno meminta jatah waktu kepada mereka untuk diperhatikan juga.

__ADS_1


"Aku buatkan susu dulu." Kata Faiq sembari memakai kaosnya. Sementara Myesha membenarkan ikat rambut yang hampir terjatuh sebelum menggendong bayi itu. 


"Iya cepat, Mas."


Sebagai pengantin baru yang menjadi orang tua dadakan, mereka sangat kompak merawat bayi mungil itu.


Pagi harinya Faiq menemukan benda yang Myesha pikir balon tergeletak di lantai, masih bersih tanpa noda darinya. Pria itu memungut benda itu kemudian berjalan menuju tempat sampah.


"Sayang sekali, padahal aku ingin membuangmu setelah dipakai."


Pada akhirnya begitulah nasip si balon, terbuang tanpa pernah merasakan kegunaannya diciptakan. Mungkin memang belum rejekinya dan balon lain yang akan mengisi tempat yang ingin dicapai. Balon itu pasrah masuk ke dalam tempat sampah.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Kasih vote yang banyak buat balon gengs, kasihan 😔 dia udah menemani kita beberapa hari ini tapi malah berakhir di tong sampah. 😩


__ADS_2