Unknown Baby

Unknown Baby
Buku


__ADS_3

Sella memicingkan matanya, merasa nahas melihat Faiq. Sisi yang tak pernah Sella duga sekalipun berteman bertahun-tahun.


Pertama kali mereka kenal adalah ketika duduk di bangku SMA, saat itu Faiq adalah ketua OSIS yang cerdas sementara Sella adalah siswi biasa yang tak pernah merasakan indahnya masa sekolah. Selalu diam di pojokan karena tak seorang pun yang menganggap keberadaannya. Ia pemalu dan sungkan.


"Nggak selamanya diam itu emas."


Kalimat Faiq waktu itu, teman sekelas satu-satunya yang menganggap dia manusia yang tampak. Menerima gadis culun itu sebagai teman kelompok di saat yang lain tak ada yang mau.


"Kenapa kamu selalu bantuin aku?" tanya Sella ketika Faiq membantu membawakan buku-buku ke perpustakaan. Sekali lagi Faiq membantunya.


"Karena cuma kamu siswi yang menyedihkan di sekolah ini."


Jawaban Faiq pedas seperti biasa, tak pandang bulu dan cool. Saat itu Sella sadar, ia ingin menjadikan Faiq sebagai panutan. 


"Aku nggak akan jadi menyedihkan lagi, sekarang aku yang akan bantuin kamu." Teriak Sella di lorong sekolah yang sepi. 


Hatinya tergerak karena selalu saja merepotkan Faiq, apalagi ketika anak lain menindasnya seperti sekarang, mengembalikan semua buku sendirian ke perpustakaan. Faiq selalu membela dengan alasan ketua kelas dan ketua OSIS.

__ADS_1


Faiq berhenti, kemudian berbalik dan memandang gadis berambut ikal di depannya. Saling bertatapan beberapa detik.


"Buktikan." Faiq memiringkan kepalanya tanda menantang.


"Aku juga akan ke Universitas yang sama sepertimu dan masuk fakultas kedokteran juga!"


Ntah keberanian macam apa yang datang dari Sella sampai berani mengatakannya. tetapi untuk sekarang dia punya tujuan untuk tidak merepotkan Faiq lagi.


"Dengan nilaimu yang seperti itu?" tanya Faiq tak yakin. 


Sella diam sejenak, masih ada tumpukan buku paket yang kelasnya pinjam dari perpustakaan. Mengingat nilainya yang pas-pasan. Di saat Faiq ranking 1 dia hanya ranking 16. Lalu dia juga sangat lemah di pelajaran Kimia. Nilainya selalu di bawah rata-rata. Tetapi sekarang masih kelas 2 pasti bisa jika memang memiliki niat berubah, kini Sella ingin bisa sejajar dengan Faiq atau mengunggulinya. 


Jika dia meremehkan diri sendiri maka orang lain akan meremehkannya, itu yang pernah Faiq katakan beberapa hari yang lalu ketika pidato pengangkatan ketua OSIS. Sella ingat betul karena merasa kalimat itu menusuk dirinya.


Mendengar itu Faiq berbalik, ada senyum yang hadir di sudut bibirnya. "Ya sudah buktikan."


Sejak saat itu Sella berubah, seperti kata Faiq. Tak selamanya diam itu emas. Kita harus berani bertanya jika tidak paham. Sella mendatangi guru kimianya dan menjelaskan masalah yang dia hadapi bahwa kimia sangat sulit di matanya. Setelah berkosultasi Sella mendapat bimbingan dan perhatian lebih. Ia semakin giat mengejar ketertinggalannya dari Faiq.

__ADS_1


Mereka akhirnya bisa masuk ke Universitas Indonesia, satu fakultas dengan Faiq yakni fakultas kedokteran. Ketika selesai menimba ilmu mereka sama-sama pulang ke Lampung dan bekerja di salah satu rumah sakit di kota Metro.


Pernah Sella berpikir bahwa ia jatuh hati dengan Faiq, tetapi melihat sikap Faiq yang PHP ke banyak cewek membuat dia merasa gila jika jatuh cinta dengan pria itu. Akhirnya hatinya berlabuh kepada Sofyan, teman Faiq. Di matanya Faiq memang sahabat yang hebat, tapi tak lebih dari itu. Tak hanya sifat baik. Sifat buruk, busuk dan burik dari Faiq, Sella sudah mengetahui semuanya.


Kembali ke masa sekarang, ia dan Faiq tetap menjadi sahabat dekat yang saling membantu. Kini, sahabat yang menemaninya bertahun tahun telah jatuh cinta. Dia harus membantu sebisa mungkin supaya cinta itu terwujud.


"Yakin karena handuk?" tanya Sella.


Beberapa detik yang lalu dia percaya bahwa Faiq jatuh cinta dan akan membantunya, tetapi kini dia tidak yakin setelah mendengar jawaban Faiq alasannya jatuh cinta.


"Yakin, karena sejak ngliat dia cuma pakai handuk aku tidak menganggap dia culun dan buluk lagi."


"Ternyata semua pria sama saja kalau melihat yang mulus dikit."


"Myesha nggak mulus dikit tapi banyak, hampir seluruh tubuhnya mulus."


bersambung

__ADS_1


jangan lupa like!


__ADS_2