
Saat ini Myesha bisa melihat dengan jelas orang yang mengaku paman dari bayi yang sedang dia pangku. Tangannya erat memegang Yuno, balita yang rambutnya sudah tidak jabrik lagi. Balita itu sibuk memainkan mobil-mobilan. Tak menghiraukan ketegangan yang terjadi di ruangan.
Suasana di ruang tamu rumah Riki itu hening, semua orang sibuk berpikir dan curiga. 5 teh beserta bakwan dibawa Nindy dari dapur. Masih hangat dan beraroma enak. Diletakkan tepat di meja kaca bundar yang kekelilingi semua orang.
Riki diam, ia mengelus rambut Yuriel yang dikucir dua, imut. Suasana canggung ini membuatnya haus. Segera teh panas dia seruput hingga lidahnya merasa terbakar.
"Panas," ucapnya sembari meletakkan teh itu ke meja.
Aslan mengeluarkan uang 20 juta dari plastik. Tunai 100 ribuan. Tepat diletakkan di depan meja.
"Itu uang ganti rugi selama merawat ponakanku," ucap Aslan, dingin. Berbeda dari beberapa bulan lalu ketika pertama kali bertemu Myesha di rumah sakit.
Faiq melirik Myesha, dia menunggu reaksi istrinya itu. Tanpa diduga Myesha mengambil uang itu kemudian melempar ke wajah Aslan. Tepat mengenai hidung mancungnya.
"Aku nggak bakal nyerahin Yuno. Bawa uangmu kembali." Wanita itu semakin mempererat tangannya di badan Yuno. Membuat balita itu menoleh ke atas melihat ibunya.
__ADS_1
"Apa bukti bahwa kamu paman Yuno?" tanya Faiq.
Aslan menoleh ke Riki, memberi isyarat. Pemuda itu berdiri dan menyerahkan Yuriel kepada Nindy lalu berjalan menuju kamar untuk mengambil sesuatu.
CCTV yang dicari Faiq dan Myesha selama ini. Kini diputar Riki di laptop. Menampilkan dengan jelas wajah Archie yang meletakkan Yuno di depan rumah Faiq. Terlihat juga Faiq dan Myesha membawa Yuno ke dalam rumah.
Aslan mengeluarkan dompetnya. Ia mengambil foto keluarga, di sana terlihat jelas Archie dan Aslan memakai baju batik keluarga bersama kedua orang tuanya. Menunjukkan bahwa Aslan memang benar paman dari Yuno.
Pencarian selama berbulan-bulan mengantarkan Aslan kepada Mila, mereka berkumpul kembali dan memberi tahu keberadaan bayi Archie.
"Ayah kandung anak itu saat ini sedang mencari, kalau sampai ketahuan ada di kalian bisa bahaya." Aslan memasukkan kembali foto itu ke dalam dompet.
"Jangan mimpi, ayah kandung anak itu Renold Bagaskara, presiden direktur WterSun. Kalian tidak mungkin bisa menghadapinya, lebih baik serahkan anak itu padaku."
Aslan maju, mendekat ke Myesha dan hendak mengambil Yuno darinya. Segera Faiq memukul tangan Aslan tersebut. Membuatnya berhenti.
__ADS_1
"Kami yang sudah susah payah membesarkannya, di dalam kartu keluarga kami, Yuno anak sah. Kamu dan ayah kandungnya tidak bisa semudah itu mengambil Yuno."
Tatapan Faiq menunjukkan bahwa dia tidak akan mengalah, dia menatap tajam ke Aslan. Pria itu kembali ke tempat duduknya.
"Kalau menurutku Yuno lebih aman bersama Bang Faiq." Riki berkata sembari mengambil bakwan. Memakannya dengan sekali gigitan. Tak lupa juga memakai cabai rawit pelengkap bakwan.
"Kalau menurutku juga gitu, ibu kandung Yuno memberikan bayi ke Kak Myesha dan Bang Faiq pasti ada alasannya." Nindy sependapat dengan suaminya. Membela Myesha dan Faiq.
"Kau dengar itu, kakakmu sendiri yang memberikan bayi ini pada kami," ucap Faiq.
Aslan terdiam, dia dipojokkan. Tak menyangka Riki yang kata Mila memihaknya akan berbalik menyerang seperti ini.
.
.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa like