Unknown Baby

Unknown Baby
Bunga


__ADS_3

Mobil melaju pulang ke Ganjar Agung,  Metro Barat. Dengan hati gembira Faiq menyetel musik. Membayangkan bermesyaraan dengan Myesha. Ada buket bunga cantik di jok belakang. Pasti lucu melihat ekspresi Myesha menerima bunga itu. Ah, apakah gadis itu akan suka.


Pukul tiga sore Faiq sampai di rumah, matanya tertuju pada motor matic pink milik Myesha yang terparkir. Kotor, sepertinya gadis itu terlalu sibuk untuk mencucinya. Faiq berinisiatif untuk mencuci motor itu nanti sore.


"Assalamualaikum," sapa Faiq ketika membuka pintu rumah.


Tak ada orang, sepi. Pria itu menuju dapur. Sudah ada makanan di tudung saji, kakinya melangkah menuju kamar. Terlihat Myesha tertidur, di sampingnya ada Yuno yang juga terlelap. Masih dengan empeng berwarna biru favorit bayi itu. Kipas angin menyala di sudut ruangan,  memberikan hawa sejuk di tengah panasnya cuaca.


"Ternyata lagi tidur siang."


Faiq kembali ke dapur untuk meletakkan buah di kulkas, kemudian kembali ke kamar untuk meletakkan buket bunga yang tertata cantik itu di meja samping popok. Ia mengambil benda segi empat yang dia beli, kemudian memasukkan ke laci di samping tempat tidur.


Ia mendekat ke Myesha, kacamatanya masih terpasang di sana. Sepertinya gadis itu tak berniat untuk tidur, pasti karena kelelahan.


Perlahan Faiq melepas kacamata Myesha dan meletakkan di atas nakas.


"Kayak gini kan cantik." Senyum mengembang di sudut bibir sang dokter gigi.


Kemudian Faiq berjalan melepas kemeja, meletakkan ke keranjang kotor. Ia mengambil kaos biasa di lemari dan memakainya. Ketika hendak melepas celana untuk berganti celana pendek, Myesha terbangun. 


"Ih, Mas Faiq nih. Kalau ganti baju di kamar mandi dong." Protes Myesha menuntup wajahnya menggunakan tangan.

__ADS_1


Faiq berbalik, mendapati gadis itu tengah duduk dengan mata terpejam. Faiq mengancingkan celananya lagi.


"Aku pikir kamu masih tidur," jawab Faiq sembari mendekat. "Buka matamu, aku masih pake celana."


Perlahan Myesha menurunkan tangannya, ia membuka mata dan mendapati Faiq yang memandangnya nanar.


Ah, Myesha terlalu polos bagaimana mungkin Faiq lupa, sepertinya perjalanan untuk memakai benda yang dia beli masih panjang, batin Faiq.


"Aku nggak sengaja ketiduran, padahal niatnya mau gambar. Kayaknya malam ini harus begadang deh biar cepet selesai." Myesha mengambil kacamata yang terletak di atas nakas dan memakainya. 


Ia turun dari ranjang dan melihat ke arah jam, kemudian hendak ke kamar mandi tetapi terhenti setelah melihat buket bunga di atas meja.


Buru-buru Faiq mengambil buket bunga lalu mendekat ke Myesha. Sekalipun sering berpacaran tetapi Faiq sebenarnya baru sekali menyatakan perasaan kepada seorang wanita, yakni Shasha yang kini menjadi istri Gilang.


"Mas buat apa beli buket? Apa ada acara?" tanya Myesha masih tak paham dengan arti tatapan pria itu. 


Perlahan Faiq mengulurkan buket bunga, "ini untuk kamu."


Jantungnya berdebar menunggu reaksi dari gadis berkacamata di depannnya.  Myesha menerima bunga itu dengan kening berkerut, mencoba mengingat apakah ada hari yang penting. Ulang tahunnya masih lama.


"Dalam rangka apa?"

__ADS_1


Masih tak mengerti, kini tatapan mereka bertemu. Mencoba mencari jawaban lewat sorot mata dari Faiq.


"Karena aku sayang sama kamu dan aku ingin kita bisa lebih deket. Selama ini aku mengelus rambutmu bukan karena cari kutu, mencium keningmu bukan karena ada nasi di sana, menggenggam tanganmu bukan karena takut kamu terjatuh. Tapi karena aku lagi pedekate, mungkin dengan cara seperti ini kamu bisa lebih paham, jadi apa kamu mau nerima perasaanku?"


Faiq menjelaskan segalanya dengan gamblang, jantungnya berdebar. Masih lekat memandang wajah gadis yang terkejut di depannya.


"Ini terlalu mendadak, aku ... bingung nggak tahu harus jawab apa, jujur aja Mas baik, Mas pria yang bertanggung jawab. Tapi aku cuma nganggep Mas nggak lebih dari seorang kakak laki-laki dan pemilik rumah."


Benar, perjalanan benda segi empat yang di dalamnya ada balon ternyata masih sangat panjang.


.


.


.


.


Bersambung


Aku gunain semua waktu istirahatku buat mempercepat episode nobar video. Jangan lupa vote dan kalo ada koin jangan lupa kasih ke aku. ≧ω≦

__ADS_1


 


__ADS_2