Unknown Baby

Unknown Baby
Gudang


__ADS_3

Myesha jatuh pingsan dari siang dan sampai sekarang belum sadarkan diri. Ketika matanya terpejam pun air mata wanita itu tetap mengalir. Ingatan tentang Yuno terus berputar di kepala.


Malam yang merubah hidupnya dan menjadikan dia seorang ibu. Pertemuan pertamanya dengan bayi kecil yang menangis kencang di keranjang bayi terkena tetesan air, Meysha membawanya masuk ke dalam rumah.


Di tengah kepanikan siapa orang yang meninggalkan bayi itu di depan rumah mereka. Myesha untuk pertama kali menggendongnya. Mendekap bayi itu dan menimangnya, memberi kehangatan dari rasa dingin akibat hujan di luar. Perlahan mata bayi itu terbuka dan tangisannya berhenti. Mata bening itu menatap Myesha, membuat bibir gadis itu terangkat.


Dia manis sekali, itu adalah kesan pertama untuk Yuno. Ketika bayi itu dibawa ke rumahnya di Kalianda. Untuk pertama kalinya ia bersimpati. Merasa Yuno sama sepertinya, tidak diharapkan dan dibuang. Bahkan bayi itu lebih nelangsa dari dirinya.


Jemari kecil lembut yang menyentuh telunjuknya, rambut jabrik yang berdiri tegak, tangisan yang senantiasa menemani hari-harinya, kini hilang. Tak tahu di mana, apakah bayi itu diberi susu dengan baik? Apakah tidak kedinginan? Apakah baik-baik saja?


Myesha terbangun dari pingsannya, ia duduk. Air matanya mengalir deras. Sadar bahwa bayi itu hilang. Hanya menyisakan botol susu di nakas. Ia menatap nanar box bayi yang sudah tak berpenghuni.


"Bayiku," ucap Myesha menutup wajahnya dengan tangan. Tangisannya semakin kencang.


Perasaan kehilangan yang teramat. Tak pernah dia membayangkan akan kehilangan Yuno. Bayi kecil yang selalu tersenyum padanya, bergantung padanya dan akan memanggilnya Bunda suatu hari nanti.


Ibu mertua Myesha masuk ke kamar, segera memeluk menantunya itu.


"Tenanglah ... Faiq pasti akan menemukan Yuno." Bu Eni memeluk Myesha dengan erat.


"Bayiku ... anakku ...." Myesha tak bisa berhenti menangis.


Napasnya serasa hilang, jika ditanya apakah Faiq yang menghadirkan cinta di hatinya. Jawabannya adalah tidak. Orang pertama yang memberikan rasa keluarga adalah Yuno. Bayi itu hadir di hatinya dan menjadi keluarganya jauh sebelum Faiq menyatakan cinta.


Jika ditanya sepenting apa Yuno untuknya? Jawaban Myesha adalah Yuno lebih penting dari nyawanya sendiri. Walaupun bukan darah dagingnya, namun bayi itu adalah bagian dari hidupnya. Laksana oksigen untuknya bertahan hidup.


Sementara Faiq hanya melihat dari pintu, dia menutup pintu kamar tempat Myesha berada. Para polisi sedang melacak keberadaan Yuno. Sama seperti Myesha, dia juga merasa sangat kehilangan bayi itu.

__ADS_1


Bayi jabrik yang selalu dia cium setiap pagi, pelengkap keluarga kecilnya. Penyatu antara dirinya dan Myesha. Bayi itu juga yang menghadirkan cinta. Kini, tak tahu apakah bayi itu baik-baik saja atau tidak.


Ponselnya berdering, ada telpon masuk dari Riki. Dia mengobrol cukup panjang hingga terjadi kesepakatan di antara mereka. Berjanji akan bertemu di suatu tempat.


Faiq masuk ke kamar Myesha, mengambil ponsel wanita itu tanpa berkata apapun. Dia membisikkan di telinga ibunya supaya tidak meninggalkan Myesha apapun yang terjadi.


"Pak Dito, ada hal yang harus kita bicarakan."


Dito yang saat itu sedang berbicara dengan rekannya di depan rumah Faiq pun menoleh.


Mereka menuju pada suatu hasil. Faiq berjalan menuju mobilnya, ia mengendarai mobil itu menuju arah stadion. Tak jauh dari sana ada gudang di tengah ladang yang menjadi tempat persembunyian Andre.


Malam itu langit tak berawan, menampakkan pancaran bintang dengan bulan sabit sebagai hiasan. Gudang hanya diterangi lampu pijar di tengah. Ada beberapa tumpukan kayu di sisi kanan dan tumpukan karung berisi jagung di belakang. Sementara sisi kanan dan kiri adalah kebun jagung.


Faiq dan para polisi berhenti jauh dari sana, berusaha tak menimbulkan suara apapun di sekitar gudang, ia mengitari gudang itu sampai ke belakang, sementara para polisi menyebar dan melakukan penggerebekan.


Seorang pemuda keluar dari pintu belakang sembari membawa bayi, napasnya terengah-engah. Mencoba menghindari sesuatu di belakangnya.


Dengan rasa haru Faiq menerima Yuno, ia mendekap bayi mungil itu. Suara gaduh dari dalam gudang berujung dengan suara tembakan. Faiq menutup telinga Yuno, tapi suara kencang tetap terdengar hingga bayi itu menangis.


"Aku berhutang seumur hidup padamu." Kata Faiq kepada Riki. Pemuda penjaga toko itu hanya tersenyum.


Di dalam gelap malam dan nyamuk yang berkeliaran, Andre tertangkap. Kakinya tertembak. Mereka berjalan menghampiri Andre yang hendak dimasukkan ke dalam mobil.


"Penghianat! Kubunuh kau Riki!" Teriak Andre emosi.


Riki membocorkan keberadaannya, padahal pemuda itu yang membawa Yuno dan menyerahkan bayi itu ke Andre, tak disangka itu hanya akal licik Riki untuk menjebaknya.

__ADS_1


"Sebang sat bang sat nya diriku, aku tidak akan membantumu membunuh orang." Kata Riki, dia meleparkan uang 5 juta yang seminggu lalu diberikan Andre.


"Bang Sat!" Andre berteriak kencang sebelum dimasukkan ke dalam mobil polisi.


"Terima kasih karena sudah membantu menangkap tersangka. Saya akan menyampaikan ini ke wali kota supaya anda diberi penghargaan." Kata Detektif Dito.


"Saya hanya menjalankan tugas sebagai warga negara yang baik, Pak." Kata Riki.


"Keluarga kami sangat berhutang padamu." Kali ini Faiq yang berbicara sembari menimang Yuno supaya bayi itu berhenti menangis.


"Nggak papa, Bang. Santai aja."


Malam itu Riki tak mau pulang bersama Faiq. Dia pergi lebih dulu meninggalkan tempat itu. Polisi masih menyusuri tempat kejadian untuk mengumpulkan bukti. Para wartawan berdatangan.


Riki mengegas motor vespanya dengan santai, dia menepuk dadanya sendiri dengan senang dan bangga.


"Aku jadi orang kaya!" Teriaknya di jalanan sepi menuju rumah.


Di saku bajunya terdapat kunci berangkas milik Andre, tempat harta tersembunyi keluarga psikopat itu. Sekarang dia yang memilikinya. Sebenarnya menyingkirkan Andre baru terpikir setelah tak sengaja melihat celah ini. Uang ratusan juta, emas, berlian, hasil jeripayah keluarga psikopat itu menjadi miliknya.


"Sekarang aku punya uang ratusan jeti!" Riki berteriak lagi. Ia gembira, belum lagi akan menerima penghargaan dari wali kota. Serta dianggap pahlawan oleh Faiq. Namanya juga akan termuat di koran sebagai penyelamat yang baik hati.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


Aku stuck luar biasa menjelang ending. Edit berkali-kali sampek ngrasa stres. Sebenernya ini pernah terjadi wkt jaman bidadari jingga mau end. Tp gk separah sekarang. Jadi maaf ya kalo up nya gk nentu.


__ADS_2