Vampir Tampan Itu Suamiku

Vampir Tampan Itu Suamiku
99.masalah yang selesai dengan sempurna


__ADS_3

Feyna yang mengantar Al kesekolah dan akan melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.Tak menunggu lama kini Feyna memarkirkan mobilnya berseblahan dengan mobil suaminya.Dan itu memang tempat parkir untuk mobilnya jika berada di area rumah sakit.


Feyna pun keluar dari dalam mobil dan hendak memasuki pintu utama rumah sakit namun tatapannya terpaku akan kejadian di depan rumah sakit yang sedang di penuhi banyak wartawan.


Feyna pun mendekat ingin mengetahui apa yang terjadi di sana.Dia pun mendengar perkataan wanita paruh baya yang sedang marah dan menangis.Feyna yang memiliki hati yang lembut menghampiri dan bertanya kepada wanita itu.


Wanita itu pun menjelaskan seluk beluk perkara dan memperlihatkan anaknya yang terbaring lemah di dalam mobil.Feyna pun pamit sebentar dan masuk ke dalam rumah sakit.


" Pagi sus..." Kata Feyna sambil tersenyum.


" Pagi bu.Udah lama ibu ngga kemari,mana si ganteng...?" Tanya Sang suster.


" Iya saya sibuk di kantor,lagi banyak kerjaan dan Al udah ke sekolah tadi.Sus kamu tahu ada apa di depan...?" Tanya Feyna penasaran.


" Ooo yang di sepan itu tadinya pasien di sini bu tapi karena membuat keributan langsung sama pak Stive maka di keluarkan dengan paksa bu." Jelas Sang suster.


" Memangnya apa yang dia lakukan.Sampai Stive mengeluarkan mereka...?" Tanya Feyna.


" Anak ibu itu mengalami kecelakaan dan di larikan ke rumah sakit yang memang keadaanya cukup kritis dan tak pendapat penanganan lebih karena anak itu dalam pengaruh minuman keras.Pak Stive sudah menjelaskan kepada keluarganya namun wanita itu menentang dan mengancam pak Stive di depan mata.Bapak marah dan langsung menyuruh sus Dian untuk mengeluarkan anaknya.Karena tak terima anaknya di keluarkan maka dia menelfon wartawan untuk mengklarifikasi lebih tepatnya membuat rumah sakit ini terlihat buruk di mata masyarakat." Penjelasan Suster.


"Sus apa saya bisa melihat rekaman terakhir mereka yang sedang mengancam suami saya...?" Tanya Feyna.


" Iya bu bisa dan saya akan mengirimnya ke ponsel ibu." Kata suster dan mengambil salinan video rekaman cctv dan mengirimnya kepada Feyna.


Feyna yang mendapatkan rekaman itu pun langsung keluar dan menerobos kerumunan yang ada di depannya.


" Maaf bu.Apa ibu memiliki masalah dalam rumah sakit ini..?" Tanya Feyna dengan rama.


"Tidak saya tidak melakukan kesalahan di dalam rumah sakit.Hanya saja pemiliknya terlalu sombong dan saya tak suka dengan itu. Jelas wanita paruh baya itu.


" Jadi karena pemilik rumah sakit ini yang sombong membuat ibu mempovokasi pemiliknya dengan bantuan wartawan seperti itu...?" Tanya Feyna kembali masih tersenyum.

__ADS_1


" Iya." Kata wanita itu.


" Maaf bisa saya menunjukan sesuatu kepada kalian..?" Tanya Feyna dengan senyum manis.


Para wartawan pun terdiam dan menganggukan dengan perasaan penasaran.


Feyna pun memutar penggalan video yang di mana wanita itu sedang mengancam Stive yang tak lain adalah pemilik dari rumah sakit itu.


Semua wartawan langsung diam dan tak menyangka berita itu adalah kesalahan dari wanita itu yang coba mengancam pihak rumah sakit.


" Itu hanya penggalan rekaman cctv yg saya dapatkan dari pihak rumah sakit.Dan mungkin para wartawan ada yangmengenal saya.Atau kalian sudah tidak mengenal saya..?" Tanya Feyna.


Sementara para wartawan baru sadar jika yang ada di hadapan mereka ini adalah istri dari pemilik rumah sakit dan mereka tidak memperhatikan itu.


"Memangnya kamu siapa beraninya membuat wartawan tertunduk.Pergi dari hadapan saya dasar wanita tak tahu tempat kamu.." Kata wanita paruh baya itu.


Feyna pun berahli memandang wanita itu dengan senyum mengejek di wajahnya.dan betapa tidak tau dirinya jika siapa yang sedang berhadapan dengannya saat ini.


" Anda bertanya saya siapa dan cara bicara anda seperti ini..? Apa anda bertanya atau mengibarkan bendera perang sama saya." Kata Feyna sambil tersenyum kejut.


"Baiklah kalau kamu ingin tahu apa kerugian kamu saat kamu tahu siapa saya." kata Feyna.


Sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas untuk menelpon sekertarisnya.


" Hallo Frey.Saya mau tanya beberapa hari yang lalu ada perusahaan yang bergerak di bidang makanan yang mau bekerja sama dengan kita kan.Bole kamu kirim nama dan foto dari pemilik perusahaannya beserta keluarganya.Saya minta sekarang." Kata Feyna.


"Baik" Jawab Freya yang sudah berada di kantor sekitar 5 menit yang lalu.


Freya pun buru-buru mengambil dokumen itu dan mengirim perinciannya kepada Feyna.


Di sisi lain Feyna pun mendapat notifikasi dari Freya dan langsung membuka dokumen itu dan tersenyum sinis.Dia pun menelpon Freya dan membatalkan kontrak kerja sama atau lebih tepatnya tak ingin bekerja sama dengan perusahaan itu.

__ADS_1


Wanita patuh baya itu langsung terdiam tanpa berkata apa-apa karena perusahaan yang di maksud Feyna itu adalah perusahaannya yang memberikan dokumen kerja sama kepada pihak perusahaan ternama di kota A yang berkembang sangat pesat dan ternyata pemilik perusahaan itu adalah wanita mudah di hadapannya.Dan dia telah menyinggung wanita itu sehingga kontraknya di batalkan.


" Jangan meremekan orang lain dan merasa diri anda mampu dan kamu tahu saya pemilik perusahaan Vexana Beauty Care sekaligus istri dari pemilik rumah sakit ini.Selamat menempuh hidup yang telah kamu buat dengan memfitnah suami saya dan sekarang trimah balasan yang kamu dapat dari apa yang kamu lakukan." Kata Feyna.


Setelah membubarkan parah wartawan Feyna menjanjikan rekaman full yang akan dia kirim ke media untuk membersihkan nama baik rumah sakit.


Feyna pun mampir ke depan meja resepsionis dan memberikan beberapa lembar uang dan menyuruh suster yang berjaga untuk membelikan makanan untuk semua karyawan di rumah sakit.


Setelah semuanya selesai dia pun segera melangka ke ruangan suaminya sesampai di depan ruangan dia pun langsung membuka pintu tanpa mengetuk dan mendapatkan suaminya yang lagi duduk termenung dan tidak menyadari kehadiran istrinya.


Feyna pun menghampiri Stive dan duduk di pangkuan suaminya dan Stive baru menyadari jika istrinya sudah berada di dalam ruangannya.


Feyna pun mencium lembut dan sedikit ******* memberikan ketenangan.


Namun Keyni yang datang tak tahu tempat membuat pasangan itu menghentikan aktivitas mereka.


" Bisa ngga mesra-meraanya ngga usah di sini." Cibir Keyni yang melihat kakanya dan kaka ipar lagi berciuman.


" Siapa suru kamu masuk ngga ketok pintu dulu.salah siapa." Kata Stive ngga bersalah.


" Males debat jadi gini aku mau sebentar sore kaka sama kakak ipar dan juga Al ke rumah ya nanti juga mama sama papa akan datang juga." Kata Keyni.


" Ada apa emang ngga usah pake rahasiaan bilang saja memperlamat waktu aja.." Tanya Stive sambil memeluk istrinya.


" Mmm aku mau nyampein berita gembira nanti malam jadi harus ke ruamh biar seru." Kata Keyni dan buru-buru keluar sebelum kena umpatan kakaknya.


Ketika Stive ingin mengutarakan kata-katanya Feyna telah membekap dengan sebuah ciuman yang penuh dengan tuntutan.Sehingga Stive melupakan apa yang akan dia katakan dengan kelakuan Feyna yang membangkitkan sesuatu yang harus di tuntaskan segera dan tidak untuk menundahnya.


BERSAMBUNG.....


Mana nih dukungan untuk author sepi amat...

__ADS_1


author mau tanya mau di lanjutin ceritanya Aleandro Stiven atau ngga...?


author minta saranya ya...


__ADS_2