
Seketika itu juga Stive mematikan sambungan telefon dan melanjutkan pekerjaan paginya dengan terburu buru karena kalau tidak cepat pasti pekerjaannya tidak akan selesai sampai Keyni datang..
"Sayang kenapa buru buru aku belum juga keluar sayang.." Rengek Feyna yangbtidak terima dengan apa yang di lakukan oleh Stive yang hanya menguntungkan dirinya saja dan Feyna masih belum puas pun sukses ngambek.
" Sayang jangan marah ya...Nanti kita lanjutin lagi sebentar karena Keyni usah deket katanya 5 menit lagi dia sampai makanya aku mempercepat durasinya..." Jelas Stive sambil mengusap pucuk kepala Feyna dan mencium keningnya dengan penuh kelembutan.
" Ooo gitu ya udah kita bersih bersih dulu sebelum Keyni datang..." Kata Feyna beranjak ke dalam kamar mandi untuk membasu wajahnya dan menggosok gigi.
Stive mengikuti Feyna ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri tapi bedanya Feyna hanya menggosok gigi tapi Stive segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
Feyna pun telah selesai dan mengganti pakaian tidurnya dengan kaos dan celana panjang pwbih tepatnya pakaian santai.
Tak menunggu waktu lama ada yang mengetok pintu apartemen.Feyna yang mendengar itu langsung saja membuka pintu dan tamunya tak lain adalah Keyni.
" Pagi kaka ipar..." Kata Keyni sambil tersenyum manis.
" Selamat pagi adik ipar,ayo masuk..." Ajak Feyna kepada Keyni.
" Kak Stive mana kakak ipar...?" Tanya Keyni yang tak melihat kakak kesayangannya itu.
" Dia lagi mandi katanya dia masuk kerja pagi jadi lagi siap siap...." Jawab Feyna seadanya.
" Ooo gitu.Oya kak ini ada rekaman suara yang aku rekam saat Cantika mabuk dan alasan kenapa dia membuat gaduh di perusahaan kakak juga ada pengakuannya di sini.Kakak ipar mau dengar tidak...?" ucap Keyni.
" Iya aku mau dengan cepat di putar bagaimana mau di dengar kalau kamu ngga mutar rekamannya..." Ucap Feyna tak sabar ingin mendengar rekaman itu.
Tak mwnunggu waktu lama kini rekaman yang ada di ponsel Keyni pun telah di putar dan semua yang di katakan Cantika pada dasarnya hanya ingin merebut Stive dari Feyna dan dia kesal karena Stive tidak memperdulikan dirinya.Setelah rekaman itu di dengar oleh Feyna sampai selesai.Wajah Feyna terlihat sedang berpikir tapi Keyni tidak dapat membaca pikiran Feyna.
" Key kirimkan kepadaku rekaman itu..." Kata Feyna datar.
__ADS_1
"Baik aku kirim sekarang juga..." Kata Keyni dan langsung saja mengirim rekaman itu pada Feyna.
Feyna yang telah mendapatkan rekaman itu segera mengirim rekaman itu kepada sekertarisnya untuk di tindak lanjuti.
Stive yang melihat adiknya sedang duduk di ruang tamu bersama dengan istrinya.Dia langsung saja bergabung dan bertanya kepada Keyni apa yang membawa adik somplaknya itu ke apartemennya.
Keyni pun menjelaskan tentang Cantika yang telah membuat perusahaan istrinya hampir bangkrut dan memasukan obat perang sang di minuman Stive dan itu pada dasarnya Cantika mencintai Stive dan dia kesal karena Stive tidak mau mencintai dirinya lebih tepatnya cinta bertepuk sebelah tangan.
Stive yang mendengar penjelasan Keyni pun terdiam memikirkan apa yang di lakukan oleh Cantik itu sangat tidak pantas.
" Aku akan buat perhitungan padanya..." Gumam Stive dalam hatinya.
Namun sayangnya Feyna dapat mendengar perkataan Stive dan dia pun berbalik melihat suaminya namun tak ada yang bisa dia ucapkan untuk menenangkan suaminya itu.Feyna tahu kalau suaminya saat ini sedang dalam mode marah.Dia pun berpikir untuk ikut bersama dengan suaminya untuk bekerja
" Sayang kamu ke rumah sakit jam berapa...?" Tanya Feyna sambil tersenyum.
" Jam 9 sayang.Memangnya kenapa...?" Tanya Stive.
" Terserah kamu saja sayang dan aku lebih senang kalau kamu mau ikut sama aku.Jadi kita bisa melakukan itu sesuka ha._
Kata Stive terputus dengan cubitan di paha Stive dan siapa lagi pelakunya kalau bukan istrinya sendiri.
" Jangan aneh aneh de kamu,bikin malu aja..." Kesal Feyna dengan tatapan tajam dan juga cubitan yang tak kalah sakitnya.
" Iya sayang ngga lagi,udah ya lepas sayang ,sakit ini..." Ringis Stive.
" Makanya jangan aneh aneh kalau ngomong,kebiasaan ngga di filter dulu..." Jawab Feyna sambil melepas cubitan di paha Stive.
" Iya...Iya sayang ngga lagi de.." Jawab Stive sambil tersenyum se manis mungkin meski pahanya terasa perih karena di cubit oleh istrinya itu.
__ADS_1
" Ya udah ka aku pulang dulu ya..." Kata Keyni sambil berdiri dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja.
" Yaaa udah kamu hati hati ya di jalan..." Kata Feyna.
" Jangan ngembut kamu..." Ketus Stive.
" Iya kaka.Aku pergi..." Jawab Keyni sambil berjalan keluar dari apartemen milik kakak nya.
Seperginya Keyni,Feyna pun langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya katena tadi tidak sempat dia untuk mandi hanya mencuci mukanya dan menggosok gigi.
Stive yang melihta istrinya masuk ke dalam kamar dia langsung saja menyusul istrinya masuk ke dalam kamar mandi.Membuka pakaiannya di letakan di atas sofa dan menyusul istrinya ke dalam kamar mandi.
Stive memeluk istrinya dari belakang dan Feyna sudah tahu kalau suaminya itu ada maunya meski dia harus mandi lagi tapi tak membuat Stive lelah dan malas.Selama dia bisa menyentuh istrinya apa saja akan dia lakukan.Dan terjadilah burung menengok telur telurnya.
1 jam berlalu kini aktivitas yang di mulai di dalam kamar mandi kini berakhir di atas tempat tidur dengan napas yang masih tersengal sengal Feyna bangkit dan langsung pergi ke dalam kamar mandi untuk memebersihkan dirinya.
Setelah selesai bersiap kini Stive dan juga Feyna langsung pergi ke rumah sakit.Feyna yang takut Stive akan berbuat hal yang di luar batas relah meninggalkan pekerjaannya hanya untuk mengawasi suaminya itu.
Tak terasa kini mereka telah sampai di rumah sakit dan langsung saja keluar dari dalam mobil,setelah mobil terparkir dengan sempurna di tempatnya.Mereka saling bergandeng tangan masuk ke dalam rumah sakit sampai di ruangan Stive.Mereka pun di sapa dengan ramah oleh beberapa dokter dan juga suster di rumah sakit.
Stive yang sudah memiliki pasien pun langsung saja membuka pekerjaanya setelah memakai jas dokternya dan mengambil alat yang di perlukan.Tak terasa kini telah jam makan siang Feyna dan juga Stive pergi ke kantin untuk makan.
Di sisi lain Cantika yang duduk di sebrang melihat Stive bersama istrinya langsung berubah raut wajahnya dan tanpa Feyna dan Stive sadari kini Cantika sudah ada di hadapan mereka.
" Boleh gabung ngga..." Tanya Cantika langsung duduk tanpa menunggu persetujuan dari sepasang suami istri itu.
" Kamu ko ngga sopan,emang siapa yang menyurumu untuk bergabung dengan kami...?" Tanya Feyna datar.
"Memang ngga ada yang menyuruh aku untuk duduk di sini,emang ngga boleh..." Jawab Cantika dengan wajah songonya.
__ADS_1
" Mengganggi saja..." Ketus Feyna.
Cantika hanya menatap sinis Feyna dan yang di tatap langsung membuang muka menghadap suaminya sambil tersenyum.