Vampir Tampan Itu Suamiku

Vampir Tampan Itu Suamiku
68.Mengambil barang di apartemen Feyna


__ADS_3

Setelah Robert dan Leyni pergi,Stive dan juga Feyna kembali ke apartemen.Sesampainya di apartemen Feyna langung duduk di sofa,hari yang cukup melelahkan bagi Feyna karena memang membersihkan apartemen tidak segampang membalikan telapak tangan meski pun dirinya telah menjadi vampir tapi lelah rasanya untuk membereskan apartemen.


Mereka duduk berdua di dalam apartemen dalam diam Stive hanya memeluk Feyna saja tanpa berbicara.


Feyna yang kepikiran dengan apartemenya langaung berbalik ke arah Stive.


"Sayang gimana sama aprtemen punya aku...?" Tanya Feyna kepada Stive.


" Terserah kamu kamu sayang,mau di apakan..." Kata Stive.


"Gimana kalau apartemen aku di jual saja atau di sewakan dan kita beli rumah di antara rumah sakit sama kantor aku...?" Tanya Feyna.


"Ide yang bagus sayang boleh juga itu saran kamu tapi jangan sekarang ya,nanti aja,tapi secepatnya nanti aku urus..."Jawab Stive.


"Okey sayang sih terserah kamu saja,aku hanya kasih saran dari pada apartemen aku ngga ada yang nempatin..." Ucap Feyna lagi dan di balas anggukan oleh Stive dan ciuman singkat di kening Feyna membuat yang empunya tersenyum senang dan membalas ciuman Stive tapi tak di cium di kening malah Feyna mencium bibir Stive.


Yang di cium pun tersenyum mendapatkan perlakuan yang baik dari istrinya Feyna pun bersandar di dada Stive dan Stive memeluk Feyna dengan nyaman.


" Sayang burung mau masuk sarang nih...Katanya mau lihat telur telurnya..." Kata Stive sambil mengusap lengan Feyna lembut.


" Bilang sama burung hari ini puasa dulu ya..." Seru Feyna masih nyaman dengan posisinya.


" yaaa.Ampun sayang ko puasa sih..." Jawab Stive.


" Besok aja ya,aku cape sayang..." Ucap Feyna mebali sambil mengelus pipih Stive lembut.


" Boleh aku puasa hari ini tapi besok pagi aku udah buka puasa ya..." Kata Stive.


" Chiiisss.Terserah kamu ajah,aku ikut aja,eee tapi jangan besok pagi kan aku mau beres beres apartemen aku..." Ucap Feyna pasrah dengan ke mes*uman suaminya ini.


" Abis pekerjaan kita selesai ya...Nanti aku bantuin pindain barang kamu ke sini..." Kata Stive kepada Feyna sambik tersenyum.


" Baiklah terserah kamu sayang..." Jawab Feyna pasra dengan kelakuan suaminya yang bar bar itu.


Stive tersenyum dan mencium leher jenjang Feyna dan meninggalkan bekas kepemilikan di sana.Tapi hanya sekedar itu tak ada hal laun yang di lakukan.Setelah mereka puas duduk berpelukan mereka pun masuk ke dalam kamar untuk merebahkan tubuh mereka.


Feyna yang lebih dulu naik ke atas tekpat tidur dan di susul Stive di belakangnya mereka pun berbaring di atas tempat tidur dengan nyaman.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah pagi dan kini Stive telah memulai aksi pemanasan untuk Feyna.


Stive mencium bibir Feyna dengan lembut ******* lembut tak hanya itu tangannya telah mengekus pundak dengan lembut dan sampai ke kedua gunung kembar kenyal milik Feyna.


Tangan yang bermain main di situ membuat yang empunya refleks membalas ciuman Stive dengan begitu buas.


Stive menghentikan ciumannya di bibir dan berahli ke kedua gunung kembar milik Feyna.Lidah yang bermain di gunung membuat Feyna mendes*h.


Tangan yang tak mau diam segera bermain di dalam sarang tak menunggu waktu lama jari yang bermain main di sana.Keluar cairan pelumas yang akan memudahkan sang burung untuk masuk ke dalam sarang.


Gerakan tangan yang cepat membuat Feyna tak tahan dan langsung ingin burung masuk ke dalam sarang untuk melihat telur telurnya.


Stive yang mengerti langsung memasukan burung perlahan lahan namun pasti untuk ke sekian kalinya melihat telur telurnya.


Permainan pun berlangsung hampir satu jam lamanya dan membuat Stive kelelahan dan membuat Feyna lemas di buat Stive.


Menit berlalu kini Feyna membersihkan diri,setelah itu dia pun membuka apartemennya untuk membereskan barang barangnya.


Stive pun mengikuti Feyna karena dia sudah janji akan membantu istinya mengambil barang barang di apartemen nya.


Setelah semuanya selesai kini giliran Stive mengangkat barang barang menuju apartemennya untuk di bereskan kembali.


Stive pun mengangkat semua barang dan membawanya ke dalam apartemen.Setelah semuanya selesai kini Feyna menyuru meletakan meja di dalam ruangan wine agar jika bekerja Feyna berada di sana.


Stive pun mengambil meja kerja Feyna dan memindahkan ke apartemenya untuk Feyna pakai bekerja.Kini Feyna telah merapihkan pakaianya dan segala peralatahnya tak lupa dengan segala sesuatu dia pun merapikan semua dengan sangat sempurna.


Semua pekerjaan pun telah selesai Feyna pun duduk menarik napas dan membuangnya kasar.


" Akhirnya pekerjaan ku selesai juga..." Seru Feyna sambil duduk di lantai dan merentangkan kedua kakinya.


Seketika Ponsel Stive berdering,Feyna pun mengambil dan melihat nama pemanggil dan ternyata papah mertuanya yang menelfon.


" Hallo pa..." Jawab Feyna.


" Hallo sayang,Stive nya mana sayang...?" Tanya Robert pada menantunya.


" Ada di depan pah,tunggu aku kedepan..." Jawab Feyna sambil berjalan keluar dan memanggil suaminya itu.

__ADS_1


" Sayang...Sayang....sayang..." Panggil Feyna.


" Iya sayang kenapa..." Jawab Stive sambil beranjak dari duduknya menghampiri Feyna.


" papah nelfon katanya mau bicara sama kamu..." Ucap Feyna sambil memberikan ponsel Stive.


Stive mengambil ponsel yang di berikan Feyna dan tersenyum ke arah istrinya.


" Halli pah..." Ucap Stive.


"Apa kamu udah bisa masuk kerja Stive..." Tanya Robert kepada anaknya.


" Emang kenapa pah...?" Tanya balik Stive kepada papahnya.


" Gini Stive di rumah sakit ada beberapa dokter ngga masuk jadi rumah sakit kewalahan mengatasi pasien yang sangat sangat banyak.Papah ajah turun tangan langsung memeriksa pasien.Kamu mau ya masuk..." Seru Robert sedikit memohon kepada Stive.


" Baiklah pah aku pamit sama Feyna ya..Tapu kalau aku ngga di izinin pergi ngga apa apa ya pah.Soalnya ini lagi buat cucu papah tanggung kan.." Kata Stive sambil menjaili papahnya.


" Waaahhh...papa salah momen dong..." Jawab Robert lupa dengan penuturan Feyna tadi yang menerima telfonnya.


" Auuwww...Sakit sayang.Kenapa aku di pukul sih..." Tanya Stive sambil mengelus lengan nya yang sakit karena di pukul Feyna.


" pah nanti aku telfon lagi ya..." Kata Stive dan tak menunggu jawaban dari Robert Stive mematikan ponselnya.


" Kmau tuh ya kalau ngoming di filter dulu,buat cucu emang ada buat cucu kamunya di ruang tamu dan akunya di dalam kamar,emang bisa...?" Tanya Feyna kesal dengan kelakuan suaminya itu.


" Iya maaf sayang.Aku izin ke rumah sakit ya kasian banyak pasien katanya dan tenaga medis sedikit ada beberapa dokter ngga masuk..." Jelas Stive sambil tertawa dan kemudian serius dengan penjelasanya.


"Yaaa...Udah kamu ke rumah sakit aja,tapi mandi dulu sana aku siapin baju kamu..." Jawab Feyna.


Mereka pun pergi ke dalam kamar Stive menuju ke dalam kamar mandi dan Feyna menuju almari untuk menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh suaminya.


Bersambung......


Hy temen temen semuwa.......


Jangan lupa like,coment,vote dan favoritenya auhtor menunggu.....🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2