Vampir Tampan Itu Suamiku

Vampir Tampan Itu Suamiku
111.Kelahiran anak kedua


__ADS_3

Stive dengan siggap langsung menuju meja istrinya sebelum Feyna mencium keberadaan dirinya.


Ciuman yang mendarat di pipinya membuat Feyna terkejut bukan main.Bagaimana bisa ada yang menciumnnya di ruang kerjanya.


Dia pun dengan cepat menoleh dan pelakunya tak lain suami nya sendiri.Dia pun tersenyum dan memeluk suaminya dari samping.


" Gimana kerjaan kamu hari ini...?" Tanya Stive.


" Lumayan ngga banyak seperti hari - hari sebelumnya yang lumayan padat tapi hari ini meetingnnya hanya dua klien dan dokumen yang menumpuk di meja." Kata Feyna sambil berpaling melihat dokumen yang ada di mejanya.


" Ingat jangan terlalu cape sayang ingat ada bayi kita di perut kamu,kalau kamu kenapa - napa dia juga akan ngga baik - baik saja.Aku khawatir sama kalian berdua." Kata Stive dengan wajah yang terlihat begitu cemas.


" It's okay sayang aku ngga pa pa.Kamu tenang saja aku akan menjaga bayi kita dengan sepenuh hati dan ngga akan ngebiarin dia kenapa - napa.Aku janji." Kata Feyna sambil tersenyum manis.


"Promise me...?" Tanya Stive.


" Yes im promise." kata Feyna sambil memeluk pinggang suaminya.


Stive tersenyum melihat tingka sang istri yang menurut nya sangat mengemaskan.Melihat Feyna yang tersenyum begitu manis membuat Stive ingin melahap sesuatu yang telah menjadi candu baginya.


Setelah beberapa saat pelukan Feyna pun terlepas karena mengingat pekerjaan nya yang masih sangat banyak dan membutuhkan konsentrasi untuk sekedar membaca dokumen yang berserakan di atas meja kerjan nya.


Stive pun mengitari meja kerja dan duduk tetap di hadapan Feyna dan melihat Feyna yang sangat serius ketika membaca dokumen yang terbuka di hadapanya membuat Stive tersenyum.


Pekerjaan yang di percepat membuat dokumen di meja kerja Feyna menumpuk.Dia bermaksud untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan setelah dia cuti sekertarisnya tidak terlalu sibuk mengerjakan semua pekerjaanya.


Dua jam berlalu kini jam pulang kantor pun telah tiba Stive berdeheman membuat Feyna melihat ke arahnya Stive pun langsung saja melihat jam di pergelangan tangan nya yang menunjukan jam pulang.


Feyna pun tersenyum dan membaca dokumen terakhir yang di buka kemudian menandatangani dokumen itu.

__ADS_1


Setelah itu dia menghubungi sekertarisnya untu memberi tahu jadwal mereka besok.


Freya yang di panggil pun segera masuk dan memberi salam.Dan melanjutkan dengan jadwal Feyna untuk besok.


Freya memberi tahu bahwa besok Feyna akan berkunjung di rumah sakit yang di kelolah oleh Keyni.Feyna juga meminta laporan untuk perkembangan pembangunan cabang perusahaan yang di kordinir oleh sang adik dan tak lupa juga untuk dokumen keuangan kantor dari sebulan sebelumnya.


Freya pun mengangguk dan bertanya jika masih ada yang akan di sampaikan oleh Feyna namun dia hanya tersenyum dan menggelengkan kepala dan menyuruh Freya segera pulang untuk beristirahat.


Apa yang di katakan Feyna tadi nanti di lanjutkan besok karena sudah jam pulang Freya pun mengangguk menyetujui perkataan atasan nya itu.


Setelah semua selesai Freya pun berbalik meninggalkan ruangan Feyna.


Feyna pun merapikan meja kerja nya menyusun terpisah dokumen yang telah dia kerjakan dan belum dia kerjakan.


Setelah selesai dia pun mengambil tas dan memanggil suaminya untuk pulang.


Mereka pun keluar beriringan dan saling tersenyum dan memasuki lift untuk segera turun ke lobi kantor dan melanjutkan ke parkiran di mana mobil Stive di parkir.


Anak lelaki yang saat ini sudah kelihatan dewasa itu sudah tidak terlalu suka di ajak ibunya untuk ke kantor katanya dia bukan anak kecil lagi yang kemana - mana harus bersama ibunya.


Oleh karena itu Al sudah memiliki supir dan mobil sendiri untuk dirinya pergi ke sekolah.


Al pun menyambut kedatangan ke dua orang tuanya seperti anak lain yang sangat senang jika sang mama dan papa pulang bersama setelah seharian bekerja.


Rutinitas tiga orang yang selalu mereka lakukan di saat malam hari membuat suasana dapam mansion itu terasa menyenangkan karena di isi dengan canda tawa Al.


Sebulan berlalu dengan semua kesibukan yang Feyna kerjakan dan saat ini.Beberapa jam kedepan dia akan di hadapkan dengan kelahiran sang anak ke dua yang di tunggu oleh mereka.


Sakit perut yang semakin dekat membuat mereka harus waspada karena seiring berjalannya waktu dan hari semakin gelap.Tampaklah caha bulan yang akan menerangi malam itu.

__ADS_1


Namun cahayanya tak seperti biasanya cahaya bulan di malam ini terlihat warna orange kemerahan membuat Robert lebih berwaspada karena kelahiran sang bayi vampir dengan cahaya bulan seperti ini membuat beberapa titik sangat sensitif akan cahaya bulan pada malam itu.


Robert memanggil beberapa pengawal dan memanggil kedua anaknya.


Kegelisaan terlihat jelas di wajah nya,membuat Stive bertanya akan perubahan di wajah papanya.


Robert pun berkata bahwa kelahiran anak Stive kali ini juga harus di waspadakan karena melihat cahaya buon Robert tahu bahwa cahaya itu akan beberapa titik perbatasan akan muncul di sini ada yang senang dan ada yang tidal senang dan hal itu yang harus di waspadakan oleh mereka.


Robert pun memperketat penjagaan di beberapa titik dan beberapa lapis sampai di mansion yang merka gunakan untuk kelahiran sang bayi vampir.


Cahaya bulan pun semakin jelas terlihat dan perpaduan dua warna membuat cahaya bulan sangat indah bagi manusia.Namun tidak bagi vampir pemberontak serentak mereka melihat ke arah bulan yang membuat mereka marah dengan kelahiran sang bayi vampir itu.


Namun sebagian Vampir perbatasan sangat senang karena bayi vampir yang akan lahir di malam ini akan menjadi pemimpin mereka sebelum raja karena dialah yang akan mengawasi setiap perbatasan.


Mereka pun penasaran apakah bayi itu laki - laki atau perempuan yang akan menjadi pemimpin mereka dia akan menjadi salah satu vampir yang sangat kejam jika di lihat dari cahaya bulan.


Bayi itu tidak akan mudah bernegosiasi dengan beberapa vampir pemberontak karena keteguham hatinya.


Jika dia bayi vampir laki -laki maka kekejamannya akan melebihi sang raja tetapi jika dia bayi vampir perempuan mereka tak bisa mentafsir jika dia bayi perempuan.


Cahaya bulan semakin pekat tanda sang bayi vampir akan di lahirkan ke dunia.Segala persiapan pun di lakukan oleh Leyni yang akan menjadi dokter untuk kelahiran sang cucu ke tiga nya.


Beberpa alat pun sudah terpasang dan Feyana pun sudah merasakan sakit yang lebih sering di perutnya.Setenga jam berlaku kini yang di tunggu akan segera di lahirkan.


Ketegangan di mansion itu pun bertambah,tak lama kemudian terdengarlah tangis bayi dari dalam ruangan di mana Feyna berada.


Persalian saat ini lebih cepat di bandingkan ketika Feyna melahirkan Al.


Setelah melakui beberapa pemeriksaan dan Sang bayi juga sudah di bersikan dan Feyna juga sudah bisa berdiri maka mereka akan segera keluar dari ruangan itu untuk berpindah ke kamar mereka selama sebula kedepan.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


Di kawal sampai End yang guys...🥰🥰🥰


__ADS_2