Vampir Tampan Itu Suamiku

Vampir Tampan Itu Suamiku
51.Persiapan


__ADS_3

Tatap tatapan itulah yang terjadi di dalam mobil ketika mobil melaju membela jalanan yang cukup ramai.Beberapa jam berlalu mereka pun sampai di kediaman Stive,mobil memasuki gerbang dan berhenti di depan kediaman Stive mereka pun segera masuk tak terkecuali Stive dan juga Feyna.


Robert meminta Stive dan juga Feyna untuk duduk di ruang keluarga untuk membicarakan persiapan menuju tanggal yang telah di tentukan.Robert bertanya tentang pesta yang akan di selenggarakan pesta taman atau dalam gedung dan karena pernikahan ini ad manusianya maka mereka harus menyediakan makanan dan tentu mencari chatering,surat undangan dan terakhir fitting baju pengantin.Stive dan juga Feyna sepakat melangsungkan pernikahan dengan tema peta taman dan chatering akan di urus sahabatnya dan untuk fitting baju akan di lakukan seminggu sebelum hari pernikahan.Semua telah di atur dan akan di urus pada besok hari karena waktu mereka sangat sedikit untuk pempersiapkan semuanya,meski begitu persiapan harus sangat teliti agar tidak akan merepotkan nanti sewaktu pernikahan.


Stive dan juga Feyna pun mengerti akan semua yang di bicarakan oleh Robert dan juga Leyni.Stive ingin urusan pernikahan dia yang akan mempersiapkan semuanya tak ingin membuat kedua orang tuanya yang menggurus.Mereka nanti akan ikut serta pada saat pemilihan baju yang akan di gunakan karena tidak mungkin untuk Stive memesan baju yang tidak sesuai dengan keinginan para orang tua.Semua telah di sepakati dan akan di kerjakan besok karena hari sudah sangat larut.Mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk membersihkan diri Feyna pun segera ke dalam kamar dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai dia pun keluar dan menuju almari untuk mengambil pakaian.Setelah selesai dia pun duduk di atas tempat tidur dan mengambil ponsel di atas nakas dan menghubungi sahabatnya.


Tut...tut...tut


Tanda telpon masuk.


"Hallo Fey..." kata Freya di sebrang.


"Gimana urusan kantor,aman..."Tanya Feyna kepada sekertarisnya.


"Aman bu bos,aman terkendali bu bos tenang saja..." Jawab Freya.


"Okey kerja bagus.Frey aku mau minta tolong boleh ngga...?" Tanya Feyna.


"Boleh laaa masa ngga boleh..."Jawab Freya.


"Gini Frey kamu cari chatering yang makanannya enak dan juga mempunyai menu daging panggang dan daging panggang setengah mentah ya..."Kata Feyna.

__ADS_1


"Emang kenapa sama daging setenga mentah...?" Tanya Freya.


"Itu makanan kesukaan Stive sama keluarganya jadi kamu pesan berbagai macam daging setengah menta untuk limaratus orang dan makanan lainnya untuk limaratus orang..."Kata Feyna.


"Ou...Begitu rupanya.Baiklah aku akan mencarinya untukmu.Tanggal pernikahanmu kapan Fey...?" Tanya Freya.


"Dua minggu dari sekarang..."Jawab Feyna.


"Widiiiihh...Cepet amat,kamu udah ngga sabar ya,ha...ha...ha..."Jawab Freya sambil tertawa.


"Sudah ku tutup dulu panggilannya aku masih banya urusan..." Kata Feyna dan mematikan sambungan telepon secara sepihak dan itu adalah kebiasaanya sedari dulu


Di kamar yang di tempati oleh Robert dan juga Leyni mereka yang telah selesai dengan aktivitas membersihkan diri kini telah duduk di sofa sambil bercerita tentang anaknya yang tak terasa udah ada yang mau nikah.


Keesokan harinya Stive dan juga Feyna bersiap untuj mencari tempat untuk melangsungkan pernikahan dan juga resepsi mereka dan jam menunjukan pukul sepuluh pagi.Mereka berpamitan untuk mengurus segala hal dari mepersiapkan dokumen dokumen penting yang akan di serahkan ke pencatatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka.


Mereka membawa semua dokumen yang di butuhkan dan segera ke kantor pencatatan sipil setelah mendaftarkan pernikahan.Mereka pergi ke sebuah tempat yang biasa di langsungka pernikahan,mereka melihat beberapa tempat yang akan menjadi tempat mereka mengikat canci suci pernikahan dan resepsi pernikahan mereka mereka memutuskan tempat yang akan mereka pakai untuk acara pernikahan mereka.



__ADS_1


inilah yang di pilih Stive dan juga Feyna untuk acara mereka.


Setelah selesai membooking tempat dan memili dekorasinya mereka pun langsing melakukan pembayaran pada saat itu dan tinggal menunggu tanggal pernikahan saja.


Setelah mereka selesai dengan tempatnya sekarang mereka menuju tempat untuk membuat undangan pernikahan mereka.Mereka sampai di tempat pembuatan dan sang pemilik menawarkan beberapa model undangan dan mereka memilih satu undangan yang sangat bagus dan simple menurut Stive dan juga Feyna.



Mereka memilih undangan yang seperti ini cukup cantik dan simple menurut mereka.Stive menukis namanya Feyna dan kedua orang tua mereka dan adik mereka dan tak lupa tanggal dan jam untuk di tulis di dalam undangan dia pun memesan undangan sebanya seribu pics undangan.Stive langsung membayar semua junlah yang harus dia bayar undangan pun telah selesai.


Mencari tempat untuk melangsungkan acara telah selesai dan juga undangan telah selesai,tinggal fitting baju pengantin dan keluarga besar.


Cukup untuk hari ini mereka mengurus segala sesuatu dan akan di lanjutkan seminggu lagi.Mereka pun bergegas untuk pulang karena hari sudah petang.Stive melajukan kendaraannya untuk segera pulang ke kediamannya.Mobil melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan yang cukup padat dengan kendaraan.Empat puluh lima menit berlalu mereka pun sampai di kediamannya Stive.


Mereka pun di sambut oleh Robert,Leyni dan juga Keyni.Setelah mereka masuk Robert segera menyuru anaknya itu untuk dusuk dan bertanya sudah sejauh mana urusan pernikahan mereka.Stive pun berkata sudah hampir delapan puluh peren persiapan yang telah di susun oleh Stive dan juga Feyna.


Robert bertanya apa saja yang telah selesai di kerjakan.Stive pun menjawab apa saja yang telah selesai.Tempat untuk melangsungkan pernikahan,surat undangan,dokumen telah di serakan ke pencatatan sipil dan juga cahtering sudah selesai.Robert tak percaya akan semua itu dia pun mencoba mencari penjelasan kepada Feyna dan Feyna pun mengangguk membenarkan perkataan Stive.


Robert pun memuji Stive yang sangat cepat mengurus segala sesuatu dengan sangat mendetail dan Stive dan juga Feyna harus jaga kesehatan dan tetap Fit sampai hari pernikahan dan malam pertama.Sontak kata kata Robert membuat dia harus mendapat satu pukulan di bahunya.


Robert merintih kesakitan larena di pukul oleh istrinya dia pun mengelus bahunya dan tersenyum ke arah istrinya memohon jangan di pukul lagi karena sakit.

__ADS_1


Mereka pun tertawa dengan tingkah kedua orang tuanya itu.


Bersambung........


__ADS_2