
Al pun hanya diam mencermati semua informasi yang dia dapat hari ini...
Al pun melihat semua orang dewasa yang ada di sana satu persatu dan mulai muncul pertanyaan-pertanyaan namun dia tersenyum dan mengajak semua orang untuk pulang ke kediaman mereka.Al tidak mengijinkan kakek dan neneknya untuk pulang ke istana namun dia mengajak semua orang dewasa untuk pulang ke kediamannya.
Setelah mereka sampai di kediaman Stive.Al langsung saja menyuru para orang tua untuk duduk dan mereka pun mengikuti apa yang di katakan oleh Al.
" Kakek apa yang membuat kakek memberikan jabatan kakek sama adik kakek..?" Tanya Al tiba-tiba.
" Mmm...Gini sayang kakek bukannya ngga mau menjadi pemimpin tapi kakek yang terlanjur cinta sama nenek lebih memilih menyayangi nenek dari pada menyayangi tahta." Jelas Robert kepada cucunya.
Al yang mendengar itu pun hanya manggut-manggut tanda dia mwngerti.
"Kakek apa yang sudah kakek lakukan untuk klan vampir sejauh ini...?" Tanya Al penasaran.
" Melatih mereka agar menjadi lebih baik dari sebelumnya."Jawab Robert.
" Emang kakek masih bisa belah diri udah tua begitu emang masih bisa...?" Tanya Al penasaran.
" Masih bisalah,kamu mau coba anak pintar.." kata Robert.
Al pun mengangguk dan berdiri dari duduk nya dan lansgung ke halaman belakang untuk bertanding dengan Robert.
Robert yang melihat itu langsung saja mengikuti cucunya ke arah belakang di mana di situlah tempat Al dan juga Stive latihan di hari- hari senggang mereka.
Robert memperhatikan setiap sudut ruangan yang terisi dengan peralatan bela diri yang cukup lengkap.
Al mengambil sebuah tonggkat kayu yang panjang melampaui ketinggiannya.
" kakek siap..." kata Al sambil memutar tongkat di tangannya bersiap menyerang.
Robert pun berbalik dan lansgung mendapatkan serangan dari sang cucu yang tak memberi dirinya kesempatan.
Dua menit berlalu dengan aksi mereka yang tak mau mengala namun Al tersenyum dan memutat tongkat di bagian kaki Kakeknya tak lupa serangan tangan yang tak berhenti membuat serangan dan di saat berikutnya Robert tersandung dengan tongkat kayu yang berada di antara kakinya yang se dari tadi diam.Membuat Robert terjatuh dan senyum mengerikan muncul di wajah mungil Al.
Tak menunggu waktu lama dia pun mengarakan tongkat ke arah perut membuat Robert seperti mati rasa.
__ADS_1
" Bagaimana kakek...?" Tanya Al.
"Bagus,Siapa yang mengajarkanmu taktik beladiri seperti ini..?" Tanya Robert kembali.
" Siapa lagi kalau bukan Ayah Stive..." Kata Al dengan bangga.
" Papa kaya ngga percaya aja kalau aku ini tau bela diri,ini contoh orang tua yang tak tau tentang anaknya..." Gurau Stive yang menyela pembicaraan kakek dan cucunya.
" Jangan sombong duly kamu ini belum ada apa-apanya..." Kata Robert tak mau kalah.
Stive pun mengangguk dan tersenyum.
" Al tunjukan seluruh kemampuan bela dirimu sama kakek setidaknya sampai pinggang kakek encok..." Kata Stive pada anaknya.
Al pun bersiap menyerang kembali dengan beberapa gerakan beladiri bercampur membuat Robert tak kuasa menahan serangan dari tongkat kayu,tangan dan kaki mungil Al.
Serangan demi serangan masih bisa di halau oleh Robert namun satu gerakan melompat dan berputar dari tongkat kayu yang di pegang Al dan membuat serangan tongkat,kaki dan tangan bersamaan membuat Robert kalah telak hingga ke dua kalinya.
" Ha...ha...ha... Al perhatikan seranganmy jangan sampai musuh dapat menyerangmu kembali..." Kata Stive.
Membuat Robert terlempar dan membentur dinding dan sedikit terbatuk.
" Lanjut Al..." Kata Stive dengan santai.
Membuat dia di pukul oleh Feyna dari belakang membuat Stive berbalik dan ingin marah namun dia tak berani marah karena,jika dia marah akan sulit mendapatkan jatah.
" Sayang... Kenapa...?" Tanya Stive tanpa dosa.
" Kamu pikir itu adalah musuh kamu..mmm ?" Tanya Feyna dengan nada marah.
" Bukan gitu sayang,kamu kan tau tadi kan papa meremekan Al jadi,harus di tunjukan sama papa kalau Al udah mengerti dengan beberapa trik dakam bela diri." Kata Stive tanpa dosa.
" Awas kamu,kalau kamu ngga suruh Al berhenti kamu akan tau akibatnya..." Kata Feyna galak.
" Okey...okey...okey... Al serangan penutup..." Kata Stive memberi tau pada Al.
__ADS_1
Al pun menurut perkataan kakeknya dan dia bersiap duduk di perut kakeknya dan menggelitik sampai tak bersuara.Karena Robert yang tak tahan dengan serangan mendadak cucunya membuat dia menyerah.
" Bagaimana kakek udah mengakui kemampuan Al ngga...?" Tanya Al yang sudah berdiri tegak.
" Iya...iya...iya...Kakek akui kemampuanmu.Tapi kamu harus sering berlatih dengan ayahmu yang menyebalkan itu ya." Kata Robert tersengal-sengal.
" Baik kakek..." Kata Al sambik tersenyum.
Mereka pun kembali ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga.Leyni pun memperingati Robert bahwa jangan sekali-kali membuat ulah dengan cucunya.Jika tidak berakibat patah tukang serius.Sudah berumur tapi ko ngga mau mengala sama cucu sendiri sungguh Leyni bingung dengan sikap Robert yang menurutnya kekanak-kanakan.
" Sayang anak bunda yang pintar,apa Al mau mendengarkan nasehat dari bunda...?" Tanta Feyna.
Al pun menjawab dengan anggukan kepala.
"Okey anak pintar,jadi gini Al kan lebih lama lebih dewasa,Al harus tau mana yang baik dan mana yang ngga baik.Jangan selalu nurut sama apa yang aya bilang ntar ketularan anehnya entar." Kata Feyna sambil melihat penuh permusuhan ke arah Stive.
" Emang ayah kenapa bunda...?" Tanya Al penasaran.
" Nanti Al akan ngerti kalau Al sudah besar nanti..." Kata Feyna.
Al pun hanya manggut-manggut tanda dia setuju.Tak terasa hari mulai gelap dan Robert dan juga Leyni akan pulang ke istana.Namun Al mengutarakan keinginannya jika dia libur sekolah akan berkunjung ke istana klan vampir.
Robert pun tersenyum dan mengangguk,selagi permintaan cucunya tak membuat otaknya mumet dia akan dengan senang hati mengabulkan semua permintaan cucunya itu.
Setelah berpamitan mereka pun segera keluar dan menuju mobil mereka Al pun mengucapkan salam perpisahan.Tak lupa lambaian tangan kecilnya dan senyum manisnya menghiasi wajahnya yang mungil.
Rober dan Leyni pun mengikuti apa yang di lakukan Al dan setelahnya.Mobil mereka keluar gerbang perlahan-lahan.
Setelah mobil orang tuanya pergi mereka pun masuk ke dalam rumah.Feyna menyuru Al untuk segera membersihkan diri.Dan Al pun langsung menuju ke dalam kamarnya.
Feyna yang melihat anaknya masuk ke dalam kamar dia pun langsung masuk ke dalam kamar juga untuk membersihkan diri terlebib dahulu,meninggalkan Stive yang berdiam diri melihat anak dan istrinya yang masuk ke dalam kamar masing-masing tanpa mempedulikan dirinya yang ada bersama dengan mereka di sana.
Stive yang melihat itu pun menggeleng kepalanya pasra saja akan apa yang di lakukan anak dan ibunya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1