Vampir Tampan Itu Suamiku

Vampir Tampan Itu Suamiku
97.percintaan berujung pertanyaan


__ADS_3

Stive yang melihat kelakuan anak dan istrinya hanya diam dan menggelengkan kepalanya sungguh karena kejadian tadi membuat dia tak di tegur oleh istrinya.


Stive berjalan ke arah kamarnya dan masuk tanpa suara.Tersengar bunyi air di dalam kamar mandi dan membuat dia tersenyum penuh semangat.


Dia sangat tahu kalau istrinya jika sedang berada di dalam kamar mandi jarang mengunci pintu dan itu membuat Stive bersemangat dan langsung melangka ke depan pintu kamar mandi.


Dia pun mendorong pintu dengan perlahan-lahan sehingga tak menimbulkan suara sama sekali sehingga Feyna tak mengetahui jika Stive berada di belakangnya.


Stive yang melihat pemandangan indah di depannya segera melepas semua pakaiannya dan menyusul istrinya untuk mandi bersama.


" Haaaaa...Kamu apa sih bikin kaget aja kerjaan kamu..." ketus Feyna.


" Tapi kamu suka kan sayang..." Kata Stive sambil menggoda Feyna.


Feyna yang melihat tingkah suaminya itu hanya melihat dengan tatapan meremekan.


" Jangan membuat aku kesal dengan tatapan kamu itu,kamu akan tahu akibatnya.." Kata Stive sambil memeluk istrinya di bawah guyuran air membuat Stive ingin mengulang masa2 di mana mereka yang selalu bercinta di setiap saat.Dan itu adalah hobinya untuk membuat istri kesayangannya melambung ke angkasa.


Beberapa titik sensitive telah di sentuh oleh Stive dan membuat Feyna memejamkan matanya,merasakan sentuhan-sentuhan ringan dari suaminya.


Setelah membuat istrinya melambung tinggi Stive pun menyudahi segala kegiatannya dan melanjutkan acara mandinya dan tak memperdulikan wajah Feyna yang sekarang sangat kesal.


Setelah selesai membersihkan diri Stive langsung keluar dari kamar mandi membuat Feyna menatap punggung Stive penuh permusuhan.


Feyna pun bergegas untuk membersihkan diri kemudian menyusul suaminya tak lama kemudian Feyna telah selesai dan keluar dari dalam kamar mandi.


Feyna pun membuka pintu dan mendapatkan suaminya yang masih berdiri di samping nakas sambil melihat ponselnya dengan serius dan tak menghiraukan Feyna yang keluar dari kamar mandi.


Setelah Stive selesai dengan beberapa informasi yang masuk ke dalam ponselnya dan hendak memutar badanya untuk mengambil pakaian,Feyna yang duduk di sampingnya langsung menarik pergelangan tangan suaminya.Stive yang tidak peka akan keadaan dan karena tarikan dari istrinya membuat dia terkejut.


Membuat Feyna tersenyum penuh kemenangan karena telah membuat Stive terjatuh di atas tubuhnya.


" Sayang,kamu tahu apa yang sudah kamu perbuat harus di selesaikan.Agar tidak menimbulkan masalah,jadi aku mau tuntaskan semuanya." Kata Feyna sambil membelai alat pertempuran milik Stive dan menggoda suaminya itu dengan sedikit ciuman di bibirnya.

__ADS_1


" Apa kamu menggodaku sayang..?" Tanya Stive sambil tersenyum.


" Apa kamu tidak menggodaku di kamar mandi sayang...?" Tanya Feyna sambil tersenyum.


" Jadi kamu membalasku,karna aku menggodamu..." Tanya Stive sambil mencium titik- titik sensitive Feyna.


" Apa kamu lupa jika kamu memulai sesuatu harus di selesaikan agar tak menimbulkan masalah...?" Tanya Feynas sambil memejam matanya ke enakan dengan perlakuan Stive.


" Apa aku menggodamu tadi sayang?,tapi aku tidak pernah menggodamu..."Kata Stive berkilah


" Banyak bicara kamu.." Kata Feyna memegang erat alat Stive dan sedikit menyetak membuat Stive menginginkan lebih dari sekedar permainan tangan.


Segala sesuatu yang mereka lakukan membuat keduanya menginginkan lebih dari sekedar membelai,ciuman,dan lain-lain.


Tapi menginginkan yang lebih dari itu.Tiga jam berlalu kini permainan mereka telah selesai keringat pilu membasahi wajah keduanya meski ada pendingin ruangan tapi tak berasa karena sehabis mertempur membuat mereka kelelahan dan berbaring berseblahan tanpa busana.


Feyna pun ingin bangkit namun di tahan oleh Stive dab memeluk istrinya dengan kasih sayang membuat Feyna tersenyum dengan apa yang di lakukan oleh suaminya sehabis mereka melakukan aktivitas panas mereka.


Stive yang terlebih dulu selesai langsung membuka pintu dan mendapati anaknya di depan pintu menatap ke arah ayahnya.


" Kenapa sayang..." Kata Stive sambil tersenyum..


" Ayah... Ayah apakan bunda sampai bunda berteriak...?" tanya Al melihat ke arah ayahnya penuh permusuhan.


" Ayah ngga ngapa-ngapain bunda kamu sayang..." Kata Stive sambil mendekat ke arah anaknya.


" Ayah bohong sama aku.Nyatanya tadi bunda berteriak-teriak Al dengar tadi pas Al buka pintu kamar."


Feyna yang telah selesai berganti pakaian langsung saja keluar untuk melihat anak dan suaminya.Tapi Feyna mendengar pertanyaan Al barusan.


" Sayang apa kamu tak mengaktifkan peredam di dalam kamar..?" Tanya Feyna pada Stive.


Seketika Stive memutar badanya menghadap ke arah Feyna dan tersenyum kejut dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Dan itu sukses menbuat Feyna kesal karena jika tidak di jelaskan dengan baik pasti pertanyaan anaknya tak akan pernah habis sampai besok.


" Kamu jelasin aku ngga mau tahu..." Kata Feyna sambil matanya melotot ke arah Stive.


Feyna yang akan mengambil langkah untuk pergi seketika di tahan oleh putranya dengan mendapatkan tatapan aneh darinya.


Feyna yang melihat itu pun sontak bertanya dengan nada lembut.


" Kenapa sayang,kamu kenapa menatap bunda seperti itu...?" Tanya Feyna sambil tersenyum.


" Bunda apa bunda di sakiti sama ayah...?" Tanya Al dengan wajah lucunya.


" Engga sayang,apa bunda terlihat di sakiti sama ayah..?" Kata Feyna sambil tersenyum.


" Tapi kenapa tadi Al dengar bunda teriak.Trus kalau ayah ngga nyakitin bunda.Kenapa bunda teriak..?" Pertanyaan Al yang bertubi-tubi membuat Feyna terdiam tanpa suara.Dan berpikir bagaimana menjelaskan kepada bocah kecil ini agar dia tidak terus bertanya.


" Ooo... Itu tadi kan bunda lagi mandi trus keluar kamar mandi tapi ayah ngagetin bunda,jadi bunda teriak karena kaget." Kata Feyna mencoba membuat putranya itu tidak bertanya kembali.Tapi bukan Al namanya jika tak bertanya kembali.


" Tapi kenapa leher bunda ada bercak meranya gitu.." Kata Al dengan penasaran.


Seketika pertenyaan Al membuat Stive menoleh ke arah Feyna dan benar saja di sana ada tanda perbuatanya Feyna pun masuk ke dalam kamar dan menatap pantula lehernya melalui cermin dan benar saja ada bekas mera dan itu adalah perbuatan tak lain dan tak bukan a oleh suaminya sendiri.


Feyna pun kembali setelah membuat warna merah di lehernya menghilang dengan foundationya dan melihat ke segala sisi lehernya dan mendapatkan banya tanda di sana membuat Feyna berdecak kesal.Karena menutup bekas di lehernya membuat foundationya habis.


Dia pun keluar dan mengahampiri suami dan putranya ke dua kalinya.


" Bunda...Apa bunda baik-baik saja" Tanya Al kembali.


" Iya sayang bunda baik dan sangat baik.." Jawab Feyna sambil tersenyum.


Al yang melihat tanda yang sudah tak ada menjadi penasaran dan bertanya kembali perihal tanda di lehenya.Namun Feyna dengan cepat memberi alasan dan membuat anaknya diam dan mengerti bahwa tanda yang ada di lehernya bekas dia menggaruk lehernya tadi sehingga menimbulkan warna memerah di lehernya.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2